0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
139 tayangan17 halaman

Definisi dan Epidemiologi Hemangioma

Hemangioma adalah tumor jinak pembuluh darah yang umumnya muncul pada bayi. Terdapat beberapa jenis hemangioma seperti infantile hemangioma, kongenital hemangioma, tufted angioma, dan kaposiform haemangioendothelioma. Dokumen ini membahas definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, dan klasifikasi dari hemangioma.

Diunggah oleh

tiar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
139 tayangan17 halaman

Definisi dan Epidemiologi Hemangioma

Hemangioma adalah tumor jinak pembuluh darah yang umumnya muncul pada bayi. Terdapat beberapa jenis hemangioma seperti infantile hemangioma, kongenital hemangioma, tufted angioma, dan kaposiform haemangioendothelioma. Dokumen ini membahas definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, dan klasifikasi dari hemangioma.

Diunggah oleh

tiar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Definisi
Hemangioma adalah tumor jinak atau hamartoma yang terjadi akibat

gangguan pada perkembangan dan pembentukan pembuluh darah dan dapat


terjadi di segala organ seperti hati, limpa, otak, tulang, dan kulit. 3 tumor jinak kulit
yang terjadi akibat gangguan perkembangan system pembuluh darah di dermis
dan subkutis.4
Hemangioma adalah suatu tumor jinak yang terbentuk akibat kelainan
proliferasi dari jaringan angioblastik pada masa fetal. Kelainan ini sering
ditemukan pada kulit dan jaringan subkutan, tapi tidak tertutup kemungkinan
bahwa bentuk neoplasma ini didapati di seluruh bagian tubuh yang memiliki
pembuluh darah.1
Hemangioma merupakan tumor yang terdiri atas pembuluh darah. Ada
tiga golongan besar, yaitu jenis kapiler, jenis kavernosa dan campuran.
Hemagioma jenis kapiler disebut juga nervus kapiler.5
2.2

Epidemiologi
Hemangioma, merupakan tumor jinak endotel vaskuler yang paling sering

dijumpai pada masa bayi ( 10%-12% dari seluruh anak mendekati umur 1 tahun),
ditandai dengan fase proliferasi yang berlangsung cepat selama 8 hingga 18 bulan,
diikuti dengan fase involusi spontan selama 5 sampai 8 tahun. Tumor jinak ini
bisa terlihat pada saat lahir ( lebih kurang 50% kasus), sisanya baru tampak pada
masa satu hingga empat minggu setelah lahir. Walaupun termasuk jinak, namun
secara psikologis sangat berpengaruh terhadap anak dan keluarga dan sering
dipertanyakan kapan terjadi involusi spontan. Banyak ahli yang menyarankan
untuk mengobati hemangioma yang berukuran > 10 cm karena besar
kemungkinan terjadi giant hemangioma. Namun tidak dijelaskan berapa lama
suatu hemangioma berubah menjadi giant hemangioma. Tidak ada satu ahlipun
atau

penelitian

yang

bisa

memprediksi

kemungkinan

terjadinya

giant

hemangioma, sama halnya bahwa tidak ada yang dapat memprediksi kapan
terjadinya involusi spontan.

Di USA, hemangioma terjadi pada 10 12% bayi kulit putih, 1.4% pada
kulit hitam, dan hanya memgenai 0.8% bayi asia. Pada bayi premature dengan
berat badan kecil 1 kg angka kejadiannya cukup tinggi yaitu sekitar 20 30%
sedangkan pada bayi prematur dengan berat badan 1.5 kg angka kejadiannya sama
dengan pada bayi aterm. Insidensnya juga meningkat pada bayi yang lahir dari ibu
yang menjalani pemeriksaan sampel air ketuban. Tidak ada penjelasan mengapa
bayi perempuan mempunyai risiko tiga kali lipat menderita hemangioma
disbanding bayi laki-laki, dan insidensnya meningkat pada bayi prematur.6
Hemangioma dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu hemangioma infantil
dan kongenital. Hemangioma infantil lebih sering dan biasanya sudah terlihat
sejak lahir, dan tumbuh cepat dalam beberapa bulan kemudian, dan berhenti
tumbuh setelah usia satu tahun hingga akhirnya terjadi involusi. Hemangioma
infantil secara umum dibagi ke dalam fase proliferasi (0-1 tahun), fase involusi (15 tahun), dan fase sembuh (5-10 tahun). Hemangioma kongenital tumbuh secara
lengkap setelah lahir dan bisa terjadi involusi atau noninvolusi (menetap).
Hemangioma umumnya mengenai kulit, terutama kepala dan leher (60%) dan
anggota gerak (25%). Ukurannya sangat bervariasi mulai dari beberapa millimeter
hingga sentimeter. Hemangioma dapat juga mengenai organ viseral seperti hati,
limpa, usus, jatung bahkan otak yang dapat mengancam jiwa penderita. Sering
tidak diketahui adanya hemangioma pada organ viseral ini sampai muncul tanda
tanda klinis yang jelas, misalnya terjadi gagal jantung pada hemangioma yang
mengenai jantung, juga dapat terjadi gangguan fungsi hati jika hemangioma
mengenai hati pada daerah yang cukup luas. Ada beberapa penelitian menemukan
hemangioma multipel pada kulit mempunyai kecenderungan lebih tinggi untuk
kemungkinan adanya keterlibatan organ viseral dan harus dilakukan pemeriksaan
lanjutan untuk membuktikannya.6
2.3

Etiologi
Sampai saat ini penyebab hemangioma belum diketahui dengan jelas,

beberapa

sumber

menyebutkan

kemungkinan

bahwa

angiogenesis

dan

vaskulogenesis berperan banyak dalam proliferasi elemen pembentuk pembuluh


darah yang berlebihan. Vaskulogenesis ialah proses terjadinya prekursor sel
endotelial menjadi pembuluh darah, sedangkan angiogenesis ialah perkembangan

pembuluh darah baru dari sistem pembuluh darah yang sudah ada. Dilaporkan
bahwa progenitor sel endotelial mempunyai kontribusi terhadap terjadinya
penyebaran awal hemangioma.6
2.4

Patogenesis
Hemangioma merupakan lesi yang terdiri dari proliferasi sel endotel, sel

myeloid, perisit, fibroblast dan sel mast. Hasil dari isolasi tumor hemangioma
didapatkan bahwa hemngioma berasal dari pertumbuhan yang tidak terkontrol
dari sel endotel atau perisit. Sinyal proliferasi mungkin berasal dari sinyal yang
bersifat lokal atau parakrin dan mutasi somatik dari sel endotel atau perisit. Proses
tersebut menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah yang baru yang komplek.
Pada fase proliferasi infantile hemangioma didapatkan peningkatan dari VEGF
(Vascular Endothelial Growth Factor) dan Basic Fibroblast Growth Factor. Pada
fase involusi infantile hemangioma terjadi penurunan ekspresi dari VEGF disertai
dengan peningktan ekspresi protein apoptosis. Infantile hemangioma dapat
dibedakan dengan vaskuler normal atau sel endotel yang normal karena infantile
hemangioma mengekspresikan marker myeloid seperti CD14, CD15, CD32,
CD83 yang menandakan bahwa sel myeloid berperan penting dalam
perkembangan tumor. Sel endotel pada infantile hemangioma dapat dibedakan
dari tumor vascular lainnya dan malformasi dari vascular dengan melihat protein
transfer glukosa GLUT-1 pada permukaan sel endotel, dimana protein ini juga
diekspresikan dalam jumlah yang tinggi pada vascular plasenta, sehingga dapat
dihipotesiskan bahwa emboli dari sel endotel plasenta sebagai salah satu penyebab
mutasi somatik yang mengatur pada infantile hemangioma. Hal ini dibuktikan
dengan kesamaan transkriptome dari sel endotel plasenta dan hemangioma. 7
2.5

Klasifikasi
Secara histologik hemangioma diklasifikasikan berdasarkan besarnya

pembuluh darah menjadi 3 jenis yaitu : 3


1. Hemangioma kapiler, yang terdiri atas :
A. Hemangioma kapiler pada anak ( nevus vasculosus, strawberry
nevus)
B. Granuloma piogenik
C. Cherry-spot ( ruby-spot), angioma senilis

2. Hemangioma kavernosum terdiri atas :


A. Hemangioma kavernosun ( hemangioma matang)
B. Hemangioma keratotik
C. Hamartoma vascular
3. Telangiektasis :
A. Nevus flameus
B. Angiokeratoma
C. Spider angioma
Dari segi praktisnya, umumnya para ahli memakai system pembagian sebagai
berikut : 3
A Hemangioma kapiler
B Hemangioma kavernosum
C Hemangioma campuran

Klasifikasi menurut international : 7,8


Tabel 2.4 klasifikasi menurut International Society for the Study of Vascular
Anomalies Classification System

1. Infantile hemangioma
Infantile hemangioma ( hemangioma pada bayi nevus strawberry atau
capillary hemangioma merupakan tumor jinak yang berasal dari pembuluh darah
yang muncul pada bulan pertama kehidupan. Dengan karakteristik berproliferasi
dengan cepat diikuti dengan involusi perlahan. Infantile hemangioma merupakan
tumor vascular yang terbanyak dengan prevalensi 10-12% pada bayi usia 1 tahun
dan 1-3% pada neonatus, tersering pada wanita dengan perbandingan 3-5 : 1 dan
tersering pada bayi premature (30% pada bayi dengan berat badan 1000g dan 15%
pada bayi dengan berat badan 1500g).7 Resiko terjadinya infantile hemangioma
meningkat pada usia ibu hamil tua, preeklamsi, kelainan plasenta, prosedur yang
dapat menyebabkan emboli sel-sel trofoblastik. 8

Gambar 2.1 . Infantile Hemangioma

10

2. Kongenital hemangioma
Kongenital hemangioma adalah tomor vaskuler yang tumbuh sampai
maksimal saat lahir dan tidak mengalami fase proliferasi setelah lahir. Kongenital
hemangoma tidak memiliki lesi prekusor seperti infantile hemangioma dan
mempunyai dua subtype yaitu Rapidly Involuting Congenital Hemangioma
(RICH)

dan Non Involuting Congenital Hemangioma (NICH).

Rapidly

Involuting Congenital Hemangioma (RICH) tumbuh seperti infantile hemangioma


tetapi mengalami regresi dengan cepat sering dalam satu tahun pertama.
Sedangkan pada Non Involuting Congenital Hemangioma (NICH) tumbuh dalam
intrauterine dan mengalami plateu selama hidupnya tanpa mengalami regresi
setelah lahir. Secara histologi NICH terdiri dari lobus-lobus yang besar dari
pembuluh darah kecil dan kapiler dermis. Pada RICH terdiri dari lobus dengan
ukuran yang bervariasi. Pada pewarnaan histokimia tidak didapatkan reseptor
GLUT-1 pada RICH atau NICH. Prevalensi untuk RICH dan NICH sama antara
laki-laki dan perempuan. Biasanya soliter dan terletak pada kepala, ekstremitas
bawah dekat artikulasi. RICH biasanya memiliki eflourosensi kebiruan atau plak
keunguan atau tumor dengan telangiektasis dan pucat pada perifer. Mengalami
involusi dalam 1 tahun dan meninggalkan bekas atrofi subkutan.

NICH

bentuknya bulat atau oval berwarna pink, merah pink atau keunguan dengan pucat
di perifer dan telangiektasis.7

11

Gambar 2.2 Hemangioma Kongenital


3. Tufted angioma
Merupakan tumor langka yang paling sering terjadi di prapubertas .Secara
histologis, ada proliferasi lobular yang besar, sel-sel oval. Pembuluh darah ini
oval padat dan tergabung dalam jumbai bulat yang tersebar didermis, sering
digambarkan sebagai menyerupai meriam-bola. Jumbai mungkin terjadi dalam
di dermis dan subkutis. Pewarnaan imunohistokimia dapat ditemukan hasil
positif yang kuat untuk Ulex europaeus I lectin dan EN4 dan tidak seperti IH,
hasil

negatif untuk GLUT-1. Eflouresensi berbentuk makula yang akan

berubah menjadi nodul indurasi berwarna ungu atau berbentuk plak dengan
ukuran dapat mencapai 20 cm. Lesi biasanya terdapat pada kepala, leher dan
peritoneum. Terapi tufted angioma berdasarkan umur pasien dan besarnya lesi.
7

4. Kaposiform haemangioendothelioma
Kaposiform haemangioendothelioma (KHE) merupakan tumor vaskular
yang langka pada anak-anak yang dapat mmengalami progresi proliferasi yang
agresif secara lokal yang berkaitan dengan KasabachMerritt phenomenon
(KMP).

Timbul pada umur 10 bulan dan lesi biasanya solitaire dan

12

berproliferasi dengan cepat. Secara histologi, KHE terdiri dari lobulus atau
lembaran sel yang ditautkan dan pericytes endotel spindle atau bulat, dengan
pola infiltrative di dermis, lemak subkutan dan otot. KHE berisi beberapa
lumina vaskular, mitosis langka dan minimal atau tidak ada hyperchromasia.
KHE memiliki banyak karakteristik patologis dengan sarkoma kaposi, tetapi
KHE memiliki pola lobular, kecenderungan yang lebih besar untuk
membentuk pembuluh darah yang lengkap. Selain itu, KHE belum terbukti
menjadi host dari virus herpes manusia. Ada beberapa kemungkinan tumpang
tindih histologis dengan angioma berumbai karena keduanya cenderung
memiliki proliferasi sel endotel yang mengarah pada pembentukan ruang
vaskular seperti bulan sabit. Pengobatan meliputi radiasi terapi, interferon
dan ticlodine dan aspirin. Jika KMP terjadi, vincristine digunakan dalam
kombinasi dengan steroid oral. Prognosis lebih buruk untuk tumor
retroperitoneal daripada lesi kulit.7

Gambar 2.3 Kaposiform haemangioendothelioma

13

2.6 Gejala Klinis


Infantile hemangioma biasanya muncul pada bulan pertama kehidupan dan
berasal dari lesi prekusor pada waktu perinatal pada periode perinatal. Lesi
tersebut bisa sangat tersamar dan mirip dengan telangiektatis patch atau bahkan
seperti nevus anemikul like-pallor. Segera setelah itu lesi prekusor menjadi
menonjol dan bergerombol sehingga membentuk gambaran strawberry dan dapat
muncul di semua kulit atau permukaan mukosa. Eflourosensi dari infantile
hemangioma tergatung seberapa dalam tumor meluas, 50-60% superfisial dengan
eflourosensi merah terang, sedangkan yang lebih dalam berwarna kebiruan dan
dekitar 25-35% campuran antara superfisial dan profunda. Pada lesi yang lebih
dalam (dermis atau subkutis tidak menyebabkan perubahan warna pada kulit
sehingga sulit atau keterlambatan dalam diagnosis). Lebih dari 50% infantile
hemangioma terdapat pada kepala dan leher dengan distribusi yang sesua dengan
garis fusi secara embriologi dari perkembangan wajah. Lokasi lesi penting dalam
menentukan potensi dari komplikasi seperti obstruksi nafas atau gangguan visus.
Perjalanan alami dari infantile hemangioma dapat dibedakan menjadi proliferasi
dan involusi, dengan periode proliferasi 5 bulan dan pada lesi yang lebih dalam
sampai 12 bulan. Pada fase ini lesi cenderung lebih solid dan terutama saat
menangis atau aktivitas. Fase involusi dumulai pada tahun pertama atau mungkin
sebagian dari lesi sudah involusi dan sebagian

yang lain masih dalam fase

proliferasi. Lesi berubah dari merah terang menjadi merah keabu-abuan dengan
permukaan yang rata. Plaque dari infantile hemangioma dapat memisah sehingga
membentuk pulau pulau kecil dengan proses involusi sampai 10 tahun. Dengan
variasi hilang total telangiectasia atau lebih sering residu fibrofatty. 7
A. Hemangioma Kapiler
1. Strawberry Hemangioma ( hemangioma simplek)
Hemangioma kapiler terdapat pada waktu lahir atau beberapa hari
sesudah lahir. Tampak sebagai bercak merah yang makin lama semakin
membesar. Warnanya menjadi merah meyala, tegang dan berbentuk
lobular, berbatas tegas dank eras saat perabaan. Ukuran dan dalamnya
sangat bervariasi, ada yang superfisioal berwarna merah terang dan ada

14

yang subkutan berwarna kebiruan. Involusi spontan ditandai oleh


memucatnya warna didaerah sentral, lesi menjadi kurang tegang dan lebih
mendatar. 3
2. Granuloma piogenik
Lesi ini terjadi akibat proliferasi kapiler yang sering terjadi sesudah
trauma bukan karena proses peradangan meskipun sering disertai dengan
infeksi sekunder. Lesi biasanya solitary dapat terjadi pada semua umur,
terutama pada anak-anak dan tersering pada bagian distal tubuh yang
sering mengalami trauma. Awalnya berbentuk papul eritematosa dengan
pembesaran yang cepat. Beberapa lesi dapat mencapai ukuran 1 cm,
bertangkai dan mudah berdarah. 3
B. Hemangioma kavernosum
Lesi ini tidak berbatas tegas, dapat berupa makula eritematosa atau
nodus yang berwarna merah sampai ungu. Bila ditekan mengempis dan
akan cepat menggembung bila dilepas. Lesi terdiri atas elemen vascular
yang matang. Bentuk kavernosum jarang terjadi involusi spontan. 3
C. Hemangioma campuran
Jenis ini terjadi atas campuran antara jenis kapilar dan jenis
kavernosum. Gambaran klinisnya juga terdiri atas gambaran kedua jenis
tersebut. Sebagian besar ditemukan pada ekstremitas inferior, biasanya
unilateral, solitary, dapat terjadi sejak lahir atau masa anak-anak. Lesi
berupa tumor yang lunak, berwarna merah kebiruan yang kemudian pada
perkembangannya dapat memberi gambaran keratotik dan verukosa. 3
2.7 Diagnosis
Secara klinis diagnosis hemangioma tidak sukar, terutama pada lesi yang
khas. Gambaran klinis umum ialah adanya bercak merah yang timbul sejak lahir
atau beberapa saat sesudah lahir. Pertumbuhannya relatif cepat dalam beberapa
minggu atau beberapa bulan, warnanya merah terang bila jenis strawberry atau
biru bila jenis kavernosa. Bila besar maksimum sudah tercapai, biasanya pada
umur 9-12 bulan, warnanya menjadi merah gelap. 3

15

Hampir pada seluruh kasus, diagnosis dapat ditegakkan secara ekslusif


berdasarkan pemeriksaan fisis dan riwayat penyakit. Namun demikian, beberapa
jenis hemangioma dapat disalahartikan sebagai malformasi vaskular atau jenis
tumor lain, sehingga diperlukan pemeriksaan penunjang sebagai berikut :6
1. USG
Ultrasonografi berguna untuk membedakan hemangioma dari struktur
dermis yang dalam ataupun subkutan, seperti kista atau kelenjar limfe. Usg secara
umum mempunyai keterbatasan untuk mengevaluasi ukuran dan penyebaran
hemangioma. Dikatakan juga bahwa usg doppler (2 khz) dapat digunakan untuk
densitas pembuluh darah yang tinggi (lebih dari 5 pembuluh darah/ m2) dan
perubahan puncak arteri. Pemeriksaan menggunakan alat ini merupakan
pemeriksaan yang sensitif dan spesifik untuk mengenali suatu hemangioma
infantil dan membedakannya dari massa jaringan lunak lain.
2. MRI
MRI merupakan modalitas imaging pilihan karena mampu mengetahui
lokasi dan penyebaran baik hemangioma kutan dan ekstrakutan. MRI juga dapat
membantu membedakan hemangioma yang sedang berproliferasi dari lesi
vaskuler aliran tinggi yang lain (misalnya malformasi arteriovenus). Hemangioma
dalam fase involusi memberikan

gambaran seperti pada lesi vaskuler aliran

rendah (misalnya malformasi vena)


3. CT SCAN
Pada sentra yang tidak mempunyai fasilitas mri, dapat merggunakan CT
SCAN walaupun cara ini kurang mampu menggambarkan karakteristik atau aliran
darah. Penggunaan kontras dapat membantu membedakan hemangioma dari
penyakit keganasan atau massa lain yang menyerupai hemangioma.
4. Foto polos
Pemeriksaan foto polos seperti foto sinar x, masih bisa dipakai untuk
melihat apakah hemangioma mengganggu jalan nafas.
5. Biopsi kulit
Biopsi

diperlukan

bila

ada

keraguan

diagnosis

ataupun

untuk

menyingkirkan hemangioendotelioma kaposiformis atau penyakit keganasan.

16

Pemeriksaan immunohistokimia dapat membantu menegakkan diagnosis.


Komplikasi yang dapat terjadi pada tindakan biopsi ialah perdarahan.6
2.8 Differential Diagnosa3,4

Limfangioma, dengan karakteristik berwarna kekuningan, bentuk tidak


teratur

Higroma, dengan bentuk multilokular, padat

Lipoma

Neurofibroma, biasanya multiple, warna kekuningan, konsistensi lunak.


Penatalaksanaan7

2.9

Semua anak harus diterapi sacara individual dengan KIE pada orangtua
untuk membuat keputusan dan membuat foto klinis serial sebelum dan sesudah
pengobatan serta resiko dan keuntungan dari pengobatan.
Table 2.1 Tujuan Umum Terapi Infantil Hemangioma

Active non-intervention
Terapi ini melihat secara aktif prospektif jangka panjang dan KIE ke
pasien serta foto klinis serial karena studi observasional menunjukkan
bahwa banyak hemangioma akan mengalami resolusi secara baik.
Peran seorang dokter kulit yang berpengalaman sangat berharga dalam
menyakinkan orangtua tentang perjalanan alami penyakit dan kecemasan,
serta penggunaan foto klinis serial yang disebutkan sebelumnya dapat
membantu menunjukkan perubahan dari perbaikan klinis pasien.

Terapi intervensi
Ada beberapa modalitas terapi yang dapat dilakukan pada
hemangioma seperti pada table 2.2.

17

Tabel 2.2 Intervensi Terapi Infantil Hemangioma

Kortikosteroid
Kortikosteroid sudah lama digunakan sejak kurang lebih 30 tahun

yang lalu dan indikasi penggunaan steroid. Mekanisme pasti dari steroid
belum begitu jelas tapi diketahui bahwa kortikosteroid dapat menurunkan
angiogenesis, memicu vasokontriksi dan menurunkan permeabilitas
vascular. Bukti-bukti terkini menunjukkan bahwa kortikosteroid dapat
meningkatkan apoptosis. Pada penelitian meta analysis menunjukkan
bahwa dosis 3mg dosis tunggal selama 1-3 bulan dan diikuti dengan
tappering off dengan respon positif terlihat pada minggu ke 2-3 (84%).
Komplikasi dari pemberian steroid meliputi irritable, gangguan
sulit tidur, gastritis, peningkatan berat badan dan gangguan pertumbuhan.
Kortikosteroid intralesi mungkin digunakan untuk mengobati hemangioma
pada orbital atau hemangioma pada saluran pernafasan dengan memakai
triamcinolon dan dexamethasone.

18

Table 2.3 Indikasi Steroid Untuk Terapi Infantil Hemangioma

Interferon alfa
Interferon alfa efektif dalam pengobatan anti kanker dan dapat

menghambat angiogenesis pada tumor dengan tigkat regresi sampai 50%.


Dengan dosis 1-3 juta unit/m2/hari selama beberapa bulan dengan
komplikasi spastik diplegia dan gangguan perkembangan motorik dan
terjadi pada anak kurang dari 1 tahun.
Efek samping yang paling dapat diperkirakan yaitu panas, anemia,
neutropenia, transaminase elevasi. Interferon alfa merupakan second line
jika pengobantan steroid gagal.
c

Vincristine
Vincristine

efektif

dalam

pengobatan

kasabach-merrit

phenomenon dengan tuffed angiomas dan kapasiform hemangioma.


Vincristine membutuhkan akses intravena dan diberikan dengan dosis
0,025-0,05 mg/Kg (<10kg), atau 1,5mg/Kg (>10kg). Efek samping dari
terapi dapat mengakibatkan neuropati perifer, konstipasi. Saat ini
vincristine merupakan second line terapi dengan alasan neurotoksisitas
yang disebabkan oleh interferon alfa.
d

Propranolol
Propranolol adalah terapi baru yang secara kebetulan ditemukan

pada pengobatan gagal jantung pada anak dengan hemangioma yang


diterapi dengan propanolol. Pada studi kasus serial propranolol dengan

19

dosis 2mg/kg digunakan pada kasus yang berat yang tidak respon pada
kortikosteroid menunjukkan regresi yang cukup besar setelah terapi
beberapa bulan.
e

Terapi laser
Penggunan laser untuk terapi hemangioma masih kontroversial. Uji

coba terkontrol secara acak membandingkan hasil jangka pendek dari laser
Pulsed Dye Laser ( PDL 585 nm). Pada hemangioma tanpa komplikasi
terhadap 60 bayi dengan observasi 12 minggu. Hal ini menunjukkan
bahwa terapi laser mempercepat penyembuhan tetapi tidak ada perbedaan
yang signifikan dibanding kontrol dalam tanda-tanda residual. Terapi laser
juga digunakan untuk hemangioma yang mengalami ulserasi dan residual
eritematous.
f

Terapi bedah
Terapi bedah yang agresif pada masa lampau menunjukkan hasil

yang jelek dengan adanya scar, tapi pada fase proliferative pembedahan
dipertimbangkan jika hemangioma mengganggu jalan nafas dan visus serta
deformitas retroartikular dan ulserasi yang tidak berespon pada terapi non
bedah. Pada fase involusi diindikasikan jika didapatkan kontur yang
abnormal yang disebabkan oleh residu fibrofatty atau distorsi dari struktur
anatomi yang penting.7
2.10 Komplikasi 3
a. Perdarahan
Komplikasi

paling

tersering

terjadi

dibandingkan

dengan

komplikasi lainnya. Penyebabnya ialah trauma dari luar atau rupture


spontan dinding pembuluh darah karena tipisnya kulit diatas
permukaan hemangioma, sedangkan permukaan pembuluh darah
diabawahnya terus tumbuh.
b. Ulkus
Ulkus terjadi biasanya akibat ruptur.

20

c. Trombositopenia
Jarang terjadi, biasanya pada hemangioma yang berukuran besar.
Dahulu dikira bahwa trombositopenia disebabkan oleh limpa yang
hiperaktif tetapi terjadi karena didalam jaringan hemangioma terdapat
pengumpulan trombosit yang mengalami sekuesterisasi.
2.11 Prognosis
Prognosis mumnya baik, tergantung pada letak tumor, komplikasi
serta penanganan yang baik. 4

Anda mungkin juga menyukai