Anda di halaman 1dari 2

Kelebihan dan Kekurangan Irigasi Saluran Terbuka dan Saluran Tertutup

Nama
: Muhammad Fawzul Alif Nugroho
Stambuk
: E 281 13 002
1. Irigasi Saluran Tertutup (Pipa)
a. Kelebihan
Kehilangan air sedikit
Pemeliharaan mudah ketika terjadi masalah penyumbatan
Dapat lebih mudah digunakan pada daerah bergelombang selama sumbernya lebih tinggi
dibanding tempat tujuan
Aliran pada pipa tidak dipengaruhi oleh udara secara langsung tetapi oleh tekanan hydaulic
(Hydrolyc)
Pemanfaatan lahan (land utilization) dimana saluran irigasi tertutup tidak membutuhkan
lahan yang luas untuk mengalirkan air dari sumbernya dibanding saluran terbuka
Kurang mengganggu terhadap aktivitas (less disruption to current activities)
Aman (safety) yang mana karena irigasi tersebut tertutup maka resiko terhadap manusia
lebih kurang dibanding saluran terbuka saat cuaca buruk
Fleksibelitas (flexibility) karena ukurannya tidak sebesar saluran terbuka sehingga saluran
tertutup penempatannya lebih fleksibel
Kualitas air (water quality) lebih baik dibanding saluran terbuka karena air yang dialiri
terlindung oleh permukaan pipa
Variabel aliran teratur dibanding saluran terbuka seperti tampang lintang, kekasaran,
kemiringan dasar, debit, kedalaman aliran, dan lainnya
b. Kekurangan
Volume air yang dialirkan lebih kecil
Biaya dimuka tinggi (the high upfront cost)
Tinggi resiko saat gempat (higher earthquake risk)
Mungkin mengganggu kegiatan pertanian saat pemasaangan (possible disruption to farming
operation during installation)
2. Irigasi Saluran Terbuka
a. Kelebihan
Volume air yang dialirkan lebih besar
Pembayaran perkapita kecil (lower capital cost)
Memiliki potensi sebagai pembangkit listrik (potential to generate electricity)
Resiko saat gempa kecil
b. Kekurangan
Kehilangan air lebih banyak
Pemeliharaan lebih sulit ketika terjadi masalah penyumbatan
Tidak dapat digunakan pada daerah bergelombang
Aliran pada saluran terbuka harus memiliki permukaan bebas yang dipengaruhi oleh
tekanan udara bebas (atmosphere)
Banyak menggunakan lahan (land loss)
Mudah diakses (poor access)
Kurang aman dibanding (poor safety) terutama saat cuaca buruk
Tidak sefleksibel dibanding saluran tertutup

Mengganggu masyarakat terutapa saat pembangunannya (community disruption during


construction)
Pembayaran biaya lahan tinggi (high cost of land purchase)
Kualitas air buruk (poor water quality)
Mudah terkena polusi/limbah (vulnerability to pollution)
Variabel aliran tidak teratur dibanding saluran tertutup seperti tampang lintang, kekasaran,
kemiringan dasar, debit, kedalaman aliran, dan lainnya