LAPORAN KULIAH KERJA NYATA-PROFESI
ANALISIS PENERAPAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA
PT. PETROKIMIA KAYAKU
Oleh :
NURAIDA WAHYU RATNASARI
NIM. 135020301111047
Disusun sebagai salah satu Syarat Untuk
Evaluasi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016
LAPORAN KULIAH KERJA NYATA-PROFESI
ANALISIS PENERAPAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA
PT. PETROKIMIA KAYAKU
Oleh :
NURAIDA WAHYU RATNASARI
NIM. 135020301111047
Disusun sebagai salah satu Syarat Untuk
Evaluasi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Analisis Penerapan Pajak Pertambahan Nilai Pada PT. Petrokimia
Kayaku
Disusun oleh :
Nama
: Nuraida Wahyu Ratnasari
NIM
: 135020301111047
Fakultas
: Ekonomi dan Bisnis
Jurusan
: Akuntansi
Konsentrasi
: Perpajakan
Telah dievaluasi dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diterima sebagai Laporan
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata.
Malang, 5 Oktober 2016
Menyetujui,
Dosen Pembimbing,
Mahasiswa Pelaksana
KKNP,
Dr. Bambang Hariadi.,SE.,M.Ec.,CPA.,Ak.
NIP. 195708131983031004
Nuraida Wahyu Ratnasari
NIM. 135020301111047
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan berperan penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan
keterampilan dan kecakapan yang akan digunakan untuk memasuki dunia
kerja. Namun, pendidikan yang hanya berupa pemberian teori tidak cukup
untuk dapat mengembangkan keterampilan dan kecakapan yang dimaksud.
Oleh karena itu, Perguruan Tinggi sebagai penyedia layanan pendidikan
memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk lebih mengembangkan
keterampilan dan kecakapannya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata- Profesi
ini.
Program Kuliah Kerja Nyata-Profesi yang kemudian disingkat dengan
KKN-P
diadakan
untuk
memberikan
tambahan
kompetensi
kepada
mahasiswa. Kompetensi ini diperoleh melalui proses sosialisasi, pengamatan,
serangkaian interview dengan stakeholder organisasi dan melakukan analisis.
Untuk dapat menganalisis fakta yang ditemui di lapangan, maka mahasiswa
perlu berpegang pada teori yang diperoleh dari bangku perkuliahan. Nantinya
teori berperan sebagai dasar pembenar dari analisis yang dibuat mahasiswa.
Melalui hal tersebutlah, kemudian mahasiswa akan dapat menarik garis merah
atau relevansi antara teori dan realita lapangan yang dihadapi.
Kompetisi di dunia kerja dewasa ini menunjukkan persaingan yang
cukup ketat, sehingga mahasiswa dituntut untuk tidak hanya sekedar
mengetahui teori saja, namun dapat mengimplementasikan teori tersebut
dengan baik. KKN-P merupakan salah satu upaya untuk memadukan
pendidikan keilmuan dan pengalaman dalam praktik lapangan. Oleh karena
itu, penulis ingin mengimplementasikan teori Akuntansi yang penulis dapat
melalui KKN-P ini. Namun karena keterbatasan waktu (25 hari kerja), maka
hanya beberapa teori saja yang dapat dipelajari dan dapat diimplementasikan
melalui KKN-P.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, penulis
memutuskan untuk melakukan KKN-P pada unit terkecil sebuah perusahaan
sehingga ilmu maupun pengalaman yang didapat lebih mendalam dan lebih
teknis. Penulis tertarik untuk melakukan KKN-P pada Departemen Keuangan
dan Akuntansi PT. Petrokimia Kayaku.
Penulis berharap setelah menjalani Kuliah Kerja Nyata-Profesi penulis
dapat mengimplementasikan teori yang didapat dari kegiatan perkuliahan,
meningkatkan softskill, meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi,
merumuskan dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan profesi
keilmuannya, meningkatkan penguasaan, penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi sebelum menyelesaikan pendidikan serta terbentuknya sikap yang
mandiri dan dapat beradaptasi dengan keadaan nyata di lingkungan kerja.
1.2 Tujuan KKNP
a) Meningkatkan kompetensi praktek Akuntansi bagi lulusan Jurusan
Akuntansi agar sesuai dengan kebutuhan pengguna dan siap memasuki
dunia kerja maupun dunia usaha.
b) Memberikan tambahan keahlian mahasiswa dalam memecahkan
masalah yang ditemukan pada PT Petrokimia Kayaku.
c) Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan
dunia kerja khususnya pada PT Petrokimia Kayaku.
d) Sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
e) Mampu melakukan analisa dan membandingkan teori yang telah
diterima dengan situasi pada PT Petrokimia Kayaku.
f) Mengetahui sistem verifikasi dan bentuk pengendalian yang digunakan
di PT.Petrokimia Kayaku.
1.3 Manfaat KKNP
1.3.1
Bagi Mahasiswa
1) Dapat
meningkatkan
kompetesi,
kecerdasan
intelektual
dan
emosional.
2) Dapat menerapkan pengetahuan teoritis yang diperoleh di program
pendidikan dalam berbagai kasus riil di dunia kerja maupun dunia
usaha.
3) Menumbuhkembangkan
rasa
percaya
diri
dalam
menjalani
kehidupan bermasyarakat.
1.3.2
Bagi Instansi
1) Dapat melaksanakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial
perusahaan/lembaga kepada masyarakat.
2) Memperoleh sumbangan pemikiran dan tenaga dalam rangka
meningkatkan kinerja perusahaan dan masyarakat.
3) Sebagai sarana membangun jaringan kerja sama untuk memperoleh
tenaga potensi.
1.3.3
Bagi Jurusan
1) Memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai perusahaan dan
pelaku usaha.
2) Meningkatkan relevansi kurikulum berbagai progaram pendidikan di
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Brawijaya dengan dunia kerja dan dunia usaha.
1.3.4
Bagi Dosen Pembimbing
1) Memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai praktek
akuntansi di dunia kerja dan dunia usaha.
2) Meningkatkan jaringan kerjasama dengan dunia kerja dan dunia
usaha.
BAB II
RENCANA KEGIATAN KKNP
2.1
Tempat dan waktu Pelaksanaan
Tempat Pelaksanaan : PT. Petrokimia Kayaku.
Jl. Jend. A. Yani, Kotak Pos 107, Gresik 61101
Waktu Kegiatan
: 14 Juli s/d 18 Agustus 2016.
Tabel 2.1
Jam Kerja
Hari Kerja
Jam Kerja
Jam Istirahat
Senin s/d Kamis
07.30 s/d 16.30
12.00 s/d 13.00
Jumat
06.30 s/d 16.30
11.00 s/d 13.00
2.2
Uraian Rencana Kerja yang Dilakukan
Pada pelaksanaan kegiatan magang di PT Petrokimia Kayaku peserta
magang ditempatkan di Departemen Administrasi dan Keuangan yang terdiri dari
dua divisi yaitu divisi keuangan, serta divisi anggaran dan akuntansi yang berada.
Adapun pembagian kerja dari masing masing divisi yaitu :
a. Divisi Keuangan
1. Menyusun laporan keuangan, dan penyusunan anggaran tahunan.
2. Mengoreksi kelengkapan bukti bukti transaksi penjualan serta
pembelian.
3. Menghitung pajak yang terutang pada setiap transaksi penjualan,
pamebelian, maupun pemberian gaji dan bonus.
4. Menghitung penghasilan bersih pajak atas gaji dan bonus yang
diberikan.
5. Melakukan perjanjian dengan baik untuk pembayaran atas impor
barang secara kredit.
6. Melakukan peyetoran pajak terutang dan pelaporan SPT.
b. Divisi Anggaran dan Akuntansi
1. Menyusun rencana anggaran tahuuna.
2. Menginput realisasi serta proyeksi produksi dan penjualan produk.
3. Menjurnal setiap transaksi yang dilakukan oleh PT Petrokimia
Kayaku.
4. Melakukan rekonsiliasi bank.
5. Menghitung harga pokok penjualan.
6. Melaporkan posisi laporan keuangan.
Rencana kegiatan KKN-P ini bersifat fleksibel dan akan disesuaikan
dengan keadaan yang ada di instansi tempat pelaksanaan KKN-P. Rencana
kegiatan ini juga merupakan pedoman bagi mahasiswa untuk melakukan KKN-P.
Berdasarkan hal tersebut penulis mempunyai rencana
kegiatan KKN-P pada
Departemen Akuntansi Keuangan dan Pelaporan, Departemen Akuntansi dan
Keuangan, PT.Petrokimia Kayaku. sebagai berikut :
Tabel 2.2
Rincian Rencana Kuliah Kerja Nyata Profesi
Minggu keNo. Rencana Kegiatan
I
1.
Pengenalan dan adaptasi terhadap lingkungan kantor PT.Petrokimia Kayaku.
2.
Mengetahui profil dan gambaran umum PT.Petrokimia Kayaku.
3.
Mempelajari bidang kerja dan menanyakan tugas spesifik yang akan dikerjakan selama KKNP.
4.
Mempelajarai diagram alir mengenai proses/aktivitas seksi verifikasi. Mulai dari penerimaan hingga
II
III
IV
v
pengiriman dokumen.
5.
Mempelajari prosedur pemeriksaan dokumen di seluruh regu ( Pengadaan Jasa, Ongkos Angkut Laut dan
v
Darat, Pengadaan Barang Import, Travel Management, DOP, dan Pengadaan Barang Lokal).
6.
Mempelajari prosedur posting pada Sistem Informasi Akuntansi yang digunakan perusahaan.
7.
Mempelajari prosedur pengiriman dan pemisahan dokumen.
BAB III
PELAKSANAAN RENCANA KEGIATAN
3.1
3.1.1
Gambaran Umum Objek KKNP
Sejarah PT. Petrokimia Kayaku
PT Petrokimia Kayaku adalah salah satu perusahaan petisida dan produk
hayati terkemuka di Indonesia yang berkedudukan di Gresk, Jawa Timur.
Diresmikan pada 30 Juli 1977 sebagai perusahaan yang berstatus Penanaman
Modal Asing (PMA) dengan kepemilikan saham sebagai berikut :
PT Perokimia Gresik
60%
Mitsubishi Co.
20%
Nippon Kayaku
20%
Ditunjang dengan lengkapnya fasilitas produksi dan luasnya jaringan
pemasaran serta sumber daya manusia yang terpercaya, perusahaan mampu
berkembang dalam industri pestisida, produk hayati, dan bahan kimia pertanian
lainnya.
Perusahaan mampu memproduksi berbagai macam formulasi pestisida,
seperti emulsifiable concenrate, soluble concentrate, butiaran, tepung, suspension
concentrate dan umpan siap pakai, serta perusahaan juga memproduksi produk produk hayati. jenis produk - produk yang telah dihasilkan adalah insektisida,
fungisida, herbisida, rodentisida, akarisida, fumigan, zat pengatur tumbuh,
surfaktan, atraktan, pupuk pelengkap cair, pupuk hayati, probiotik ikan, probiotik
ternak, bio fingisida dan decomposer.
Dalam pemasaran produk, perusahaan diperkuat petugas pemasaran yang
tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Perusahaan selalu berusaha
8
memuaskan pelanggan dengan peningkatan mutu dan pelayanan. Perusahaan
memiliki tekad yang kuat untuk membangun bisnis yang saling menguntungkan
dan dapat tumbuh serta berkembang secara berdampingan dengan mitra usaha.
3.1.2
Visi dan Misi Perusahaan
3.1.2.1 Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan penghasil pestisida dan produk hayati
yang paling diminati oleh pelanggan.
3.1.2.2 Misi Perusahaan
Memproduksi
pestisida
dan
produk
hayati
untuk
mengamankan dan meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan,
dan perikanan sesuai dengan keinginan pelanggan
3.1.3
Lokasi
1. Lokasi Kantor Pusat PT PETROKIMIA KAYAKU Jl. Jend. A. Yani,
Kotak Pos 1-7, Gresik 61101.
2. Kantor representative Jl. Cisanggiri I/16 Blok Q-IV, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan 12170.
PT. Petrokimia Kayaku didukung 15 orang ASM (Area Sales Manager)
dan 26 orang agronomis berpengalaman yang tersebar di setiap propinsi dan
kabupaten di hampir seluruh wilayah Republik Indonesia.
Jaringan pasar domestik didukung oleh lebih dari 500 distributor dan
ribuan kios pertanian yang membantu menyediakan produk PT. Petrokimia
Kayaku di daerah.
3.1.4
Struktur Organisasi
Sesuai dengan Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
terbatas, Organ perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),
Dewan Komisaris dan Direksi. Kepengurusan perseroan menganut sistem dua
badan (two boards system), yaitu Dewan Komisaris dan Direksi, yang memiliki
wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai fungsinya masing-masing
sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Peraturan PerundangUndangan.
Perseroan telah memiliki infrastruktur yang diperlukan dalam rangka
implementasi GCG. Di jajaran Dewan Komisaris telah dibentuk komite-komite
fungsional untuk memberdayakan fungsi kepengawasan. Demikian pula di jajaran
Direksi telah dibentuk unit kerja yang mengendalikan, mengawal dan bertanggung
jawab atas implementasi GCG dan juga bertugas sebagai mitra kerja dari komitekomite di bawah Dewan Komisaris.
Struktur Organisasi dewan direksi PT Petrokimia Kayaku adalah sebagai
berikut :
DIREKTUR UTAMA
Nama Lengkap
: Ir. Mohamad Fuad Arief, MCM
Tempat / Tanggal Lahir
: Surabaya, 7 September 1961
Agama
: Islam
Dasar Penerimaan
: Sarjana
10
Pendidikan Akhir
: S.1 : Keahlian Tanah / Institut Pertanian Bogor
S.2 : Busines and Management / Lincoln
University New Zealand
DIREKTUR KEUANGAN
Nama Lengkap
: Drs. Teguhhadi Widodo
Tempat / Tanggal Lahir
: Mojokerto, 11 Juni 1964
Agama
: Islam
Pendidikan Akhir
: S.1 : Manajemen / Universitas Airlangga
DIREKTUR PRODUKSI
Nama Lengkap
: Ir. Edy Sutanto
Tempat / Tanggal Lahir
: Tanjung Pinang, 21 September 1961
Agama
: Islam
Pendidikan Akhir
: S.1: Agronomis Pertanian / Universitas Jenderal
Soedirman Purwokerto
11
Tabel 3.1.4
Struktur Organisasi Perusahaan
12
Struktur organisasi perusahaan dibuat dengan tujuan untuk menunjang
kelancarana aktivitas aktivitas yang ada di perusahaan sehingga mempermudah
perusahaan untuk mencaapi tujuannnya. Dengan adanya struktur organisasi maka
tugas serta wewenang masing masing bagian menjadi jelas. Adapun penjabaran
dari tugas dan wewenang di PT Petrokimia Kayaku adalah sebagai berikut :
1.
Direksi / Pimpinan Perusahaan
a. Direksi selaku pemimpin perusahaan bertugas untuk menentukan visi, misi,
strategi, dan kebijakan perusahaan.
b. Bertanggung jawab terhadap RUPS
c. Menentukan tugas dan tanggung jawab kepala departemen hingga pelaksana
terbawah.
2.
Kepala Departemen
a. Menjabarkan visi, misi, strategi dan kebijakan perusahaan ke dalam rencana
bidang atau program pada masing masing unit.
b. Memberikan tugas atau sebagai penanggung jawab dari segala proses yang
dipimpinnya.
3.
Satuan Pengawas Internal
a. Bertugas untuk membantu direksi dalam melaksanakan fungsi pengawasan
terhadap semua unit, serta menjamin agar semua sumber daya atau asset
yang dikelola perusahaan berguna secara efektif dan effisien.
13
Kadep Adm dan
Keuangan
Kabag
Keuangan
Kabag
Anggaran dan
Akuntansi
Staf Keuangan
Staf Akuntansi
dan Lap.
Manajemen
Staf Pajak dan
Asuransi
Staf
Penyusunan
Anggaran
Gambar 2. Bagan Struktur Organisasi Departemen Administrasi dan Keuangan
Departemen administrasi dan keuangan
merupakan departemen yang
memiliki tugas untuk memanajemen keuangan perusahaan yang meliputi
perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencairan
dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh perusahaan. Departemen administrasi
dan keuangan di PT Petrokimia Kayaku terdiri dari Kepala Departemen
Administrasi dan Keuangan, Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Anggaran
dan Akuntansi, Staf Keuangan, Staf Akuntansi, Staf Pajak dan Asuransi, dan Staf
Penyusunan Anggaran.
14
3.1.5
Produk
PT Petrokimia Kayaku adalah perusahaan yang memproduksi pestisida di
Indonesia. Berikut merupakan produk produk pestisida yang diproduksi oleh PT
Petrokimia Kayaku :
Tabel 3.1.5 Produk Pestisida Petrokimia Kayaku
Insektisida
Insektisida Pertanian
Applaud 10 WP
buprofezin 10%
Bassa 50 EC
(bpmc 50 g/l)
Diazinon 60 EC
diazinon 60 g/l
Diazinon 10 G
diazinon 10%
Exocet 50 EC
sipermetrin 50 g/l
Kanon 400 EC
dimethoat 400 g/l
Mipcinta 50 WP
mipc 50%
Petroban 200 EC
klorpirifos 200 g/l
Petrofur 3 G
karbofuran 3%
Petrovin 85 WP
karbaril 85%
Tetrin 30 EC
teta sipermetrin 30 g/l
Radar 15 EC
alfametrin 15 g/l
Rudal 25 EC
lambda sihalotrin 25 g/l
Starfidor 100 SL
imidakloprid 100 g/l
Starfidor 5 WP
imidakloprid 5%
Montaf 400 SL
bisultap 400 g/l
Matros 18 EC
abamektin 18 g/l
Insektisida Kehutanan
Termiban 400 EC
klorfirifos 400 g/l
Termikon 15 EC
alfametrin 15 g/l
Insektisida pada gudang penyimpanan
Cakra 500 EC
fenitrotion 500 g/l
Komet 15 EC
teta sipermetrin 15 g/l
Petrogud 200 EC
klorpirifos 200 g/l
Petrometrin 15 EC
alfametrin 15 g/l
Insektisida untuk pengawet ikan
Antiset 15 EC
teta sipermetrin 15 g/l
Antiset 1,5 L
teta sipermetrin 1,5 g/l
Herbisida
Amexone 500 F
ametrin 500 g/l
Amexon 80 WP
ametrin 80%
Basmilang 480 AS
ipa glifosat 480 g/l
Bigstar 240/120 AS
(ipa glifosat 240 g/l dan 2,4 D ipa 120 g/l
Komodor 300/100 AS
(ipa glifosat 300 g/l dan 2,4 D dma 100 g/l
15
Kimiru 45 WP
2,4 D butil ester
Lindas 240 AS
ipa glifosat 240 g/l
Maron 500 F
diuron 500 g/l
Maron 80 WP
diuron 80%
Pantom 200 AS
monoamonium glifosat 200 g/l
Saturn-D 6 G
tiobencarb 4% dan 2,4 D ipa 2%
Starmin 865 AS
2,4 D dma 865 g/l
Fungisida
Agrifos 400 AS
asam fosfit 400 g/l
Petrostar 70 WP
propineb 70%
Sultricob 93 WP
tembaga oksisulfat 92,6%
Topsin 500 F
tiofanat metil 500 g/l
Topsin M 70 WP
tiofanat metil 70%
Metazeb 80 WP
mankozeb 80%
Mandazim 74/60 WP
mankozeb 76% dan karbendazim 6%
Akarisida
Antimit 570 EC
propargit 570 g/l
Rodentisida
Rodentisida untuk Pertanian
Petrokum 0,005 RMB
brodifakum 0,005%
Petrolone 0,005 RMB
bromadiolon 0,005%
Rodentisida untuk rumah tangga
Petrokus 0,005 RMB
brodifakum 0,005%
Fumigan
Celphos 56 T
alumunium fosfit 56%
Pupuk cair
1. Petrovita
Pestisida rumah tangga
Banteng 0,3 MC
d-alletrin 0,3%
Gorila 0,25 MC
d-alletrin 0,25%
Orbit 1,5 L
teta sipermetrin 1,5 g/l
3.2
Kegiatan yang ditekuni
Selama melaksanakan KKNP tersebut mahasiswa diharuskan mematuhi
peraturan peraturan yang telah ditetapkan, seperti :
a.
Mengisi daftar hadir setiap datang dan pulang.
b.
Berpakaian bebas, rapi, dan sopan, bersepatu, dilengkapi dengan jas
almamater.
c.
Wajib mengenakan tanda pengenal setiap memasuki daerah perusahaan.
16
d.
Peserta
yang
ijin
tidak
masuk
karena
sesuatu
hal,
harus
memberitahukan secara tertulis kepada pembimbing dari perusahaan/
kepala Seksi Pelaksanaan Pembelajaran.
e.
Peserta yang berhalangan hadir karena sakit, harus ada bukti Surat
Keterangan Dokter.
f.
Peserta yang keluar dari perusahaan pada jam kerja, harus minta ijin ke
pembimbing perusahaan.
g.
Setelah melaksanakan kerja praktek, peserta diwajibkan menyerahkan
satu buah Laporan Kerja Praktek/Penelitian yang sudah ditandatangani
oleh Ketua Jurusan & Dosen Pembimbing untuk mahasiswa, dan
Pembimbing Lapangan yang diketahui oleh Kepala Biro Pusat
Pembelajaran dalam bentuk hardcopy.
Kegiatan yang ditekuni selama KKN-P bersifat fleksibel sesuai dengan
perintah dari pembimbing di tempat KKN-P. Berikut ini adalah uraian dari
kegiatan kegiatan yang dilakukan penulis selama melakukan KKN-P di Seksi
Verifikasi PT.Petrokimia Kayaku .
Tabel 3.2
Aktivitas yang Dilakukan Selama KKN-P
NO.
1.
2.
HARI /
TANGGAL
Kamis, 14
Juli 2016
Jumat, 15
URAIAN KEGIATAN YANG
DILAKUKAN
1. Orientasi lingkungan kerja.
2. Pengenalan dan penyusunan
dokumen transaksi
3. Pengenalan dan peninjauan
bukti transaksi pembelian
dalam sistem pembelian
perusahaan.
1. Senam Pagi
17
ARAHAN
Pemberian materi
akuntansi biaya
dan siklus
pembelian
perusanaan serta
pengenalan
berbagai dokumen
bukti transaksi
perusahaan.
Mengenal dan
Juli 2016
3.
Senin, 18
Juli 2016
4.
Selasa, 19
Juli 2016
5.
Rabu, 20
Juli 2016
6.
Kamis, 21
Juli 2016
2. Menata dan mensortir bukti
transfer bank perusahaan.
3. Mengenal E-Faktur beserta
memahami isinya.
4. Mengenal isi dan menginput
PIB (Pemberitahuan Impor
Barang).
5. Menghitung Ppn, PpnBM,
Pph 22.
1. Menginput BKK kedalam
ERP.
2. Menginput Pemberitahuan
Impor Barang.
3. Menginput Ppn, PpnBM,
Pph 22 ke dalam database
perusahaan.
4. Melampirkan bukti kas
keluar untuk melengkapi
bukti pembelian.
1. Mengoreksi SPT Masa Pph
21, Pph final pasal 4 ayat 2,
Pph 23.
2. Menginput BKK kedalam
sisitem ERP.
3. Mengoreksi Bukti Keluar
Kas.
4. Menginput nama dan
rekening pembelian.
1. Menginput formulir
penjualan.
2. Melakukan input
pengkodean inventory
perusahaan.
3. Melampirkan bukti kas
keluar untuk melengkapi
bukti pembelian.
4. Mengupload SPT secara
online melalui e-faktur.
1. Mengoreksi bukti kas keluar
dengan dokumen yang
terkait.
2. Mencari data perusahaan
yang terkena potongan Pph
pasal 23 dan Pph final pasal
4 ayat 2.
3. Menginput data perusahaan
yang terkena potongan Pph
pasal 23 dan Pph final pasal
18
mempelajari faktur
pajak yang baru.
Mengenal apa
yang dimaksud
dengan PIB beserta
isi dan bagaimana
menginput data ke
database
perusahaan.
Mengenal dan
mempelajari
Pemberitahuan
Impor Barang.
Mengenal dan
mempelajari Pph
21, Pph final pasal
4 ayat 2 dan Pph
23.
Mempelajari
bagaimana cara
melakukan
pengkodean
inventory
perusahaan dan
bagaimana cara
menguload SPT
secara online
melalui e-faktur.
Pengenalan
rancangan
anggaran produksi
dan bagaimana
cara menginput
dan
perhitungannya.
7.
Jumat, 22
Juli 2016
8.
Senin, 25
Juli 2016
9.
Selasa, 26
Juli 2016
10. Rabu, 27
Juli 2016
11. Kamis, 28
Juli 2016
4 ayat 2.
4. Menggandakan faktur pajak.
1. Senam pagi
2. Memasukkan data
perusahaan yang terkena
potongan Pph pasal 23 dan
Pph final pasal 4 ayat 2.
3. Mengoreksi bukti kas keluar
dengan dokumen yang
terkait.
4. Menggandakan dokumen
Pph pasal 23.
1. Mengoreksi dokumen
pelengkap dengan bukti
terima barang.
2. Cek dan koreksi BKK-BKM
3. Input BKK-BKM
4. Penggandaan faktur pajak.
1. Melakukan input data
rencana penjualan.
2. Mengurutkan bukti kas
masuk berdasarkan tanggal
tertua.
3. Melakukan input pengkodean inventory
perusahaan.
4. Melakukan input data upah
THL (Tenaga Harian
Lembur).
1. Mencari data yang terkait
dengan anggaran perusahaan
2016.
2. Melakukan kroscek BKK
dengan dokumen yang
terkait.
3. Menggandakan BKK.
4. Melakukan input upah
lembur pegawai.
5. Menginput BKK ke aplikasi
ERP.
1. Melakukan input upah
lembur pegawai.
2. Menginput BKK ke ERP.
3. Memberikan kode pada
BKM.
4. Melakukan input invoice ke
sistem ERP.
5. Melakukan input PO/PHPB
19
Penjelasan
mengenai bukti
potongan Pph
pasal 23 dan Pph
pasal 4 ayat 2.
Penjelasan
mengenai koreksi
BKK-BKM den
bagaimana cara
menginputnya.
Pengenalan
terhadap tata car
perhitungan upah
THL.
Mempelajari
bagaimana cara
mengatasi
perhitungan yang
tidak sesuai
dengan bukti atau
dokumen yang
ada.
Mengenal cara
perhitungan upah
lembur pegawai
dan cara
pengkodean BKM
dan pengenalan
mengenai
PO/PHPB.
12. Jumat, 29
Juli 2016
13. Senin, 1
Agustus
2016
14. Selasa, 2
Agustus
2016
15. Rabu, 3
Agustus
2016
16. Kamis, 4
Agustus
2016
17. Jumat, 5
Agustus
2016
18. Senin, 8
Agustus
2016
19. Selasa, 9
Agustus
2016
ke dalam ERP.
1. Melakukan senam pagi.
2. Melakukan input invoice ke
sistem ERP.
Mendalami tata
cara menginput
invoice ke dalam
sistem ERP.
1. Mengkoreksi BKK dengan
Mengenal
dokumen terkait.
dokumen buku
2. Mensortir dokumen buku
besar, inventory,
besar, inventory dan neraac
dan neraca saldo
saldo.
yang sudah ada
dalam print out.
1. Pengkodean pada supplier
Mengarahkan
stock dan non stock
untuk fokus pada
perusahaan.
tema/ masalah
2. Mengerjakan laporan KKNP. yang akan diangkat
3. Konsultasi mengenai laporan pada laporan
KKNP.
KKNP.
1. Mengurutkan Bukti Terima
Mengetahui
Barang (BTB).
perhiutngan
2. Memeriksa kembali BKK
seberapa besar
dan Surat Perintah
akomodasi yang
Perjalanan dan Dinas
disesiakan
(SPPD).
perusahaan.
1. Menginput data pembayaran Mempelajari
PT.Petrokimia Kayaku ke
bagaimana cara
PT. Graha Obar Wijaya
menginput data
ssesuai tanggal pembayaran. pembayan PT.
2. Menggandakan faktur pajak. Petrokimia Kayaku
3. Menggandakana bukti
ke PT. Graha Obor
transfer.
Wijaya.
4. Mencari data laporan KKNP
1. Senam Pagi
Memahami
2. Mengoreksi kode produk
bagaimana cara
penjualan.
mencocokkan kode
3. Mengerjakan laporan KKNP. produk dengan
laporan penjualan
yang ada.
1. Mencari data yang
Mempelajari
dibutuhkan untuk untuk
perhitungan pajak
laporan KKNP.
Pph 21 yang
2. Mengoreksi BKK (Bukti Kas terbaru dan
Keluar).
mempelajari
aplikasi e billing.
1. Mengoreksi BKK.
Mengetahui
2. Memasukkan kode produk
bagaimana cara
dan supplier.
menginput invoice
3. Melakukan input invoice.
dan neraca
4. Melakukan input neraca
menggunakan
20
20. Rabu, 10
Agustus
2016
21. Kamis, 11
Agustus
2016
22. Jumat, 12
Agustus
2016
23. Senin, 15
Agustus
2016
24. Selasa, 16
Agustus
2016
25. Kamis, 18
Agustua
2016
1. Mengoreksi BKK.
2. Mengoreksi slip pajak 21
dan 26.
3. Menggandakan faktur pajak.
1. Mengoreksi BKK.
2. Menggandakan slip transfer.
3. Memasukkan data anggaran
produksi.
4. Menginput danta lamanya
kerja karyawan.
1. Mengoreksi BKK.
2. Senam pagi.
3. Mengerjakan laporan KKNP
1. Mengoreksi BKK.
2. Mengerjakan laporan KKNP.
1.
2.
1.
2.
3.
3.3
aplikasi yang ada
di perusahaan.
Memahami lebih
dalam
penghitungan Pph
21 dan 26.
Menginput data
anggrana produksi
dan mengetahui
contoh anggaran
peoduksi.
Bimbingan
mengenai laporan
KKNP.
Mencari data yang
diperlukan untuk
laporan KKNP.
Mengoreksi BKK.
Mengetahui
Mengerjakan laporan KKNP. bagaimana cara
mengoreksi
dokumen yang
terkair dengan
kegiatan impor.
Mengoreksi BKK.
Pembimibing
Menggandakan dokumen
lapangan
dari Bank OCBC NISP.
menyarankan
Mengerjakan laporan KKNP. untuk menerapkan
ilmu yang
didapatkan selama
KKNP.
Evaluasi Hasil Kegiatan KKN-P
Pada KKN-P kali ini penulis berkesempatan mendapatkan pengetahuan
terkait
penghitungan
PPN
dan
penjurnalannya
yang
diterapkan
oleh
PT.Petrokimia Kayaku baik secara umum maupun prosedur rinci yang
dilaksanakan. Setiap kegiatan yang dilakukan penulis saat melakukan KKN-P di
PT.Petrokimia Kayaku akan dikaitkan dengan teori yang dipelajari selama
perkuliahan sehingga penulis dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama
21
berada di bangku perkuliahan dan membandingkan dengan praktik yang
dilaksanakan di tempat kerja.
Menurut Waluyo (2011), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak
yang dikenakan atas konsumsu barang dan jasa di dalam negeri (di dalam daerah
Pabean) oleh orang pribadi atau badan.
Untuk menghitung besarnya pajak yang terutang, diperlukan adanya Dasar
Pengenaan Pajak (DPP). Pajak yang terutang dihitung denagn cara mengalihkan
tarif pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak.
Dasar pengenaan pajak adalah jumlah harga jual atau penggantian atau nilai
impor atau nilai ekspor atau nilai lain yang ditetapkan dengan Undang Undang
Pasal 1 No. 42 Tahun 2009 yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak
yang terutang dimana :
a. Harga jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta
atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan Barang Kena
Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut
Undang Undang PPN dan PPnBM dan potongan harga yang
dicantumkan dalam Faktur Pajak.
b. Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta
atau seharusnya diminta oleh pengusaha karena penyerahan Jasa Kena
Pajak, ekspor Jasa Kena Pajak, atau ekspor Barang Kena Pajak Tidak
Berwujud, tetapi tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut
menurut Undang Undang ini dan potongan harga yang dicantumkan
dalam Faktur Pajak atau nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya
dibayar oelh Penerima Jasa karena pemanfaatan Jasa Kena Pajak dan / atau
22
oleh penerima manfaat Barang Kena Pajak Tidak Berwujud karena
pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar daerah Pabean
di dalam Daerah Pabean.
c. Nilai impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar perhitungan bea
masuk ditambah pungutan berdasarkan ketentuan dalam peraturan
perundang undangan yang mengatur mengenai kepabeaanan dan cukai
untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai
dan Pajak penjualan atas Barang Mewah yang dipungut menurut Undang 0
Undang.
d. Nilai Ekspor adalah nilah berupa uang, termasuk semua biaya yang
diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.
e. Nilai lain sebagai DPP adalh nilai yang diterapkan oleh Keputusan
Menteri Keuangan, yang digunakan sebagai dasar perhitungan paajk yang
terutang, seperti pemakaian sendiri Barang Kena pajak da atau Jasa Kena
Pajak, pemberian Cuma Cuma Barang Kena Pajak da atau Jasa Kena
Pajak, penyerahan media rekaman suara atau gambar, penyerahan film
cerita adalah perkiraan hasil rat rat jusul film, jasa pengiriman paket.
Menurut pasal 11 UU No. 42 Tahun 2009, saat terutangnya PPN
pada saat:
a. Penyerahan Barang Kena pajak
Tertangnya PPN atas penyerahan BKP dapat terjadi seperti berikut ini :
1. Pada saat dilakukan penyerahan Barang Kena Pajak
PPN terutang pada saat barang diserahkan oleh penjual kepada
pembeli, meskipun pembayaran atas penyerahaan tersebut belum
23
diterima atau belum sepenuhnya diterima, sehingga saat pemungutan
Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
menganut prinsip akrual.
2. Pada saat pembayaran sebelum penyerahan Barang Kena Pajak
PPN juga dapat terutang pada sat pembayaran, apabila dalam hal
pembayaran diterima sebelum terjadi penyerahan Barang Kena Pajak
atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak atau apabila pembayaran
dilakukan sebelum dimulainya pemnfaatan Barang Kena Pajak tidak
berwujud atau Jasa Kena Pajak dari luar daerah pabean, saat
terutangnya pajak adalah pada saat pembayaran.
3. Pada saat lain
Terutangnya PPN juga dapat terjadi dengan ditetapkan oleh Direktur
Jenderal Pajak apabila saat terutangynya pajak sulit ditetapkan atau
terjadi perubahan ketentuan yang dapat menimbulkan ketidakadilan.
Saat terutangnya PPN atas BKP yang ditentukan pada saat lain, dalam
arti sebelum penyerahan barang maupun pembayaran, antara lain
terjadi pada BKP, seperti penebusan pita cukai (rokok, hasil rekaman
suara dan gambar), kegiatan fisik (kegiatan membangun sendiri),
pemakaian BKP (pemakaain sendiri BKP).
Menurut pasal 7 UU No. 42 Tahun 2009, Tarif Pajak Pertambahan Nilai
adalah 10%. Sedangkan Tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 0% diterapkan
atas ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor barang Kena Pajak Tidak
Berwujud dan ekspor Jsa Kena Pajak. Serta Tarif PPN dapat diubah menjadi
24
paling rendah 5% dan paling tinggi 15% yang perubahan tarifnya diatur dengan
Peraturan Pemerintaha.
Dalam kegiatan bisninsnya, perusahaan melakukan transaksi baik
penyerahan JKP dan pembelian BKP atau perolehan JKP. Pencatatan PPN yang
dilakukan perusahaan secara umum adalah sebagai berikut :
PPN Keluaran
PPN Keluaran diperoleh perusahaan atas penyerahan JKP kepada
kliennya. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, klien perusahaan sebagaian
besar adalah pemungut PPN. Besarnya PPN Keluaran ditentukan dari nilai
penyerahan JKP kepada kliennya.
Berikut merupakan contoh transaksi yang dilakukan oleh perusahan,
misalnya perusahaan menjual pestisida senilai Rp 71.625.000. Setiap melakukan
penjualan, diterbitkan invoice dan faktur pajak sebagai dasar penagihan kepada
pelanggan .
Jurnalnya adalah sebagai berikut :
Piutang Usaha
Rp 78.787.500
PPN Keluaran
Rp 7.162.500
Penjualan
Rp 71.625.000
Perusahaan melakukan kerjasama dengan klien yang merupakan Bukan
Pemungut Pajak. Dari transaksi tersebut dapat diperoleh informasi sebagai berikut
:
Nilai penjualan = DPP = Rp 71.625.000
25
PPN = 10% x Rp 71.625.000 = Rp 7.162.500
Lalu dilakukan penagihan pajak kepada pelanggan, jika pelanggan sudah
melakukan pembayaran, maka akan dicatat sebagai berikut :
Bank/Kas
Rp 78.787.500
Piutang Usaha
Rp78.787.500
PPN Masukan
PPN Masukan diperoleh perusahaan atas transaksi pembelian BKP atau
perolehan JKP kepada vendor. Besarnya nilai PPN masukan adalah 10% dari DPP
yang dikenakan oleh vendor, sehingga nilai yang dibayarkan oleh perusahaan
adalah DPP ditambah dengan PPN Masukan. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, perusahaan menjurnal PPN Masukan pada posisi debit atas transaksi
pembelian yang telah dilakukan. Berikut merupakan contoh transaksi pembelian
barang seharga Rp 1.235.510 dan nilai PPN nya 10% dari harga berang tersebut.
Pencatatan perusahaan pada saat pembelian BKP.
Persediaan
Rp 1.235.510
PPN Masukan
Rp 123.551
Hutang Supplier
Rp 1.359.061
Sedangkan pencatatn yang dilakukan pada saat pembayaran :
Utang Usaha
Rp 1.359.061
Bank/Kas
Rp 1.359.061
26
Berikut adalah contoh perhitungan PPN Keluaran dan PPN Masukan
untuk masa bulan Juni 2016 :
Jumlah PPN Keluaran yang dapat diperhitungkan : Rp 4.609.188.970
Jumlah PPN Masukan yang daoat diperhitungkan : Rp 205.946.203
Jumlah PPN yang harus diabayar
: Rp 4.403.242.767
Penerbitan Faktur Pajak Keluaran
Faktur pajak keluaran diterbitkan oleh prusahaan atas transaksi penjulaan
JKP baik kepada bukan pemungut maupun kepada pemungut PPN. Dalam hal ini,
penerbitan faktur pajak keluaran telah sesuai dengan Peraturan Direktru Jenderal
Pajak No. 13 Tahun 2010 yaitu:
1.
PT Petrokimia Kayaku membuat faktur pajak keluaran sebanyak dua rangkap,
dimana lembar ke satu diserahkan kepada penerima JKP dan lembar kedua
dijadikan arsip oleh PT Petrokimia Kayaku sebagai arsip faktur pajak
keluaran.
a.
Faktur Pajak Keluaran yang dibuat oleh PT Petrokimia Kayaku
mencantumkan hal hal sebagai berikut: Nama, alamat, dan NPWP
PT Petrokimia Kayaku;
b.
Nama, alamat, dan NPWP penerima JKP;
c.
Jenis barang atau jasa, jumlah harga jual atau penggantian, dan
potongan harga;
d.
Nilai PPN yang dipungut;
e.
Kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan faktur pajak;
27
f.
Nama dan tanda tangan Direktur PT. Petrokimia Kayaku
2. PT. Petrokimia Kayaku membuat faktur pajak pada saat :
a.
Penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi
sebelum penyerahan BKP dan atau sebelum penyerahan JKP.
b.
Penerimaaan pembayran termin dalam hal penyerahan sebagaian
tahap pekerjaan
c.
Menyampaikan tagihan kepada klien yang merupakan pemungut
PPN.
Kecuali dalam hal perahan Jasa Kena Pajak, perusahaan tidak memenuhi
Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 13 Tahun 2010 dan UU PPN Pasal 11 ayat
1c. Terutangnya pajak terjadi pada saat penyerahan Jasa Kena Pajak., serta UU
PPN Pasal 13 ayat 1b, Pengusaha Kena Pajak wajib membuat faktur pajak untuk
setiap penyerahan Jasa kena Pajak.
Mekanisme Perhitungan PPN Keluaran
PPN Keluaran merupakan bagian dari nilai kontrak, maka hal pertama
yang dilakukan adalah mengetahui nilai kontrak dan termin penyelesaian untuk
dapat diketehaui saat terhutangnya PPN Keluaran dalam satu Masa Pajak.
Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah pengakuan penjualan
berdasarkan SPT dengan penjualan berdasarkan buku bersar perusahaan pada
tahun 2015 memiliki selisih yang signifikan.
28
Pengkreditan PPN Masukan
Perusahaan wajib menghitung nilai PPN Keluaran dan PPN Masukan yang
ada. Tujuan dari pengkreditan PPN Masukan adalah untuk mengetahui apakah ada
PPN terhutang yang harus disetorkan ke kas negara dalam hal PPN Keluaran lebih
besar dari PPN Masukan, atau apakah ada nilai PPN yang dikompensasikan ke
masa pajak berikutnya jika PPN Keluaran lebih kecil dari PPN Masukan.
PPN Masukan yang dikreditkan umumnya diperoleh atas transaksi
pembelian peralatan yang digunakan untuk alat tulis kantor dalam hal
pengkreditan PPN Masukan sesuai dengan pasal 9 UU No. 42 tahun 2009 yaitu
syarat PPN Masukan yang dapat dikreditkan antara lain berdasarkan faktur pajak
yang memenuhi syarat dan tidak termasuk dalam pengecualian dalam UU
tersebut.
3.3.1
Permasalahan
Secara umum penulis tidak menemukan permasalahan terkait dengan
adanya perbedaan teori yang dipelajari dengan praktiknya. Permasalahan yang
ditemukan dalam kegiatan KKNP ini lebih pada hal-hal teknis.
Dalam hal perhitungan pajak hanya terdapat dua karyawan yang bekerja.
Yang mana karyawan tersebut memiliki kewajiban atau tugas yang sangat berat,
bertanggungjawab atas perhitungan, penyetoran dan pelaporan pajak. Pajak yang
terdapat dalam perusahaan tersebut adalah PPN, Pph 21, Pph 22, Pph 23 yang
nilainya sehari dapat mencapai puluhan juta rupiah. Akibatnya penghitungan
pajak yang kurang teliti terkadang kurang bayar dan terkadang lebih bayar.
29
3.3.2
Pembahasan
Berdasarkan permasalahan yang muncul di atas, penulis mencoba
untuk menjelaskan beberapa dampak bagi penulis maupun perusahaan yang
mungkin akan terjadi akibat permasalahan tersebut. Dampak atas terbatasnya
sumber daya manusia. Apabila terdapat karyawan yang berhalangan hadir dan
tidak bekerja maka aktivitas perhitungan, penyetoran dan pelaporan pajak akan
sangat terhambat. Akibatnya hal tersebut akan mempengaruhi pencatatan
akuntansi mengenai jumlah pajak yang harus dibayar dan mengakibatkan
terlambatnya bayar pajak karena terlambatnya proses perhitungan pajak. Dampak
lain yang diakibatkan apabila ditinjau dari perspektif karyawan adalah terjadinya
pembebanan tugas yang terlalu berat. Satu orang karyawan diharuskan
mengerjakan perhitungan pajak pada hari dimana karyawan yang lain tidak dapat
masuk.
3.3.3
Solusi
Solusi atas terbatasnya sumberdaya manusia. Selama ini, untuk mengatasi
permasalahan yang timbul akibat ketidak hadiran salah satu karyawan, seksi
verifikasi membudayakan untuk saling membantu dalam menyelesaikan tugas.
Sehingga apabila ada salah satu bagian yang sedang kosong, maka karyawan lain
yang telah menyelesaikan tugas kelompok atau bagiannya sendiri akan membantu
menyelesaikan tugas bagian tersebut sehingga tidak akan menghambat kinerja
departemen lain. Solusi ini nampaknya memberikan beban tugas lebih kepada
karyawan, namun penulis melihat, budaya ini dapat meningkatkan kinerja tim dan
rasa saling memiliki satu sama lain. Ini tercermin dari suasana di tempat kerja
yang sangat terasa kekeluargaannya. Karyawan memang sangat jarang saling
30
berinteraksi di luar koordinasi kerja dikarenakan tugas yang sangat padat, namun
saat jam istirahat, karyawan menunjukkan interaksi yang sangat hangat dan
membangun suasana yang kental akan rasa kekeluargaan. Ini ditunjukkan dengan
seringnya karyawan membagi makanan pada karyawan lain atau sekedar bercerita
mengenai keluarga masing-masing saat jam istirahat. Untuk menjaga karyawan,
kepala bagian menerapkan sistem re-checking pada setiap dokumen sebagai
langkah untuk meminimalisir kesalahan akibat pembebanan tugas yang berat.
Dalam pelaksanaannya pun, meskipun mahasiswa magang sudah diberikan
tugas setara dengan karyawan, untuk menghindari kesalahan, mahasiswa
diharuskan bertanya apabila kurang mengerti dan karyawan selalu siap membantu
apabila mahasiswa menemukan kesulitan saat memeriksa dokumen. Pembimbing
lapangan juga selalu melakukan pendampingan dan pengawasan untuk
memastikan mahasiswa melaksanakan tugasnya dengan benar, sehingga kesalahan
saat pemeriksaan dapat diminimalisir.
31
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Kegiatan KKNP dilakukan penulis selama dua puluh lima hari kerja efektif,
yaitu mulai tanggal 14 Juli 2016 sampai dengan 18 Agustus 2016 di
PT.Petrokimia Kayaku. Kegiatan yang dilaksanakan saat kegiatan KKN-P antara
lain adalah melakukan pemeriksaan atas kelengkapan, kebenaran, dan keabsahan
seluruh dokumen dari semua user, melakukan posting pada Sistem Informasi
Akuntansi yang digunakan oleh perusahaan, melakukan penghitungan pajak dan
mempelajari aplikasi perpajakan yang terdapat di perusahaan, berdiskusi dengan
karyawan serta menganalisa praktik rill dan kaitannya dengan Sistem Informasi
Akuntansi dan Sistem Pengendalian Internal.
Permasalahan
yang
ditemukan
pada
saat
melakukan
KKN-P
di
PT.Petrokimia Kayaku sebatas permasalah teknis saja seperti kurangnya sumber
daya manusia. Namun hal ini masih bias diatasi dan diperbaiki melalui langkahlangkah praktis yang telah dilakukan perusahaan dan direkomendasikan penulis
seperti yang telah penulis jelaskan pada BAB III.
Selain mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perpajakan, penulis juga
mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai budaya kerja yang ada baik dalam
lingkup PT.Petrokimia Kayaku pada umumnya maupun budaya yang ada dalam
lingkup departemen administrasi dan keuangan pada khususnya.
Dengan menyelesaikan kegiatan KKN-P ini penulis telah memperoleh
tambahan keterampilan, wawasan dan pengetahuan baik teknikal maupun
32
konseptual. Pengalaman yang didapat oleh penulis selama mengikuti KKN-P
antara lain budaya bekerja tepat waktu, disiplin, efektif dan efisien, berani
bertanya, bekerja dalam tekanan, melatih komunikasi serta mengetahui perbedaan
signifikan antara dunia perkuliahan dan dunia kerja.
4.2
Saran/Rekomendasi
Setelah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P) di
PT.Petrokimia Kayaku , ada beberapa saran untuk Mahasiswa, Perusahaan dan
Jurusan Akuntansi. Saran ini diharapkan berguna untuk kegiatan KKN-P yang
akan datang. Berikut ini adalah saran-sarannya:
a. Bagi Mahasiswa
1. Mahasiswa yang akan melakukan KKN-P khususnya di PT.Petrokimia
Kayaku sebaiknya melakukan review terlebih dahulu terhadap materi
yang berkaitan dengan bagian penempatan agar pada saat pelaksanaan
KKN-P mahasiswa setidaknya mengerti apa yang harus dilakukan.
2. Mahasiswa harus mulai membiasakan diri untuk berinteraksi dengan
orang-orang baru sebelum melaksanakan KKN-P sehingga pada saat
pelaksanaan, mahasiswa sudah mampu dan terbiasa untuk membaur
dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
3. Saat melaksanakan KKN-P mahasiswa sebaiknya dapat bersikap pro
aktif meminta tugas, bertanya apabila kurang mengerti, dan berani
memulai diskusi dengan karyawan perusahaan agar kesempatan belajar
dalam mengenal lebih jauh dunia kerja dapat terlaksana dengan
maksimal..
33
b. Bagi PT.Petrokimia Kayaku
1. Melibatkan mahasiswa magang dalam evaluasi kinerja sehingga
mahasiswa mampu memahami dan membandigkan apakah kinerja
mahasiswa itu sendiri dinilai sudah memuaskan dan sesuai dengan
yang seharusnya serta mahasiswa mengetahui apakah kinerja
karyawan yang diamati sudah sesuai dengan harapan perusahaan atau
belum.
2. Perusahaan sebaiknya lebih terbuka dan tidak segan dalam
membeberkan
masalah
yang
sedang
dihadapi
dan
mengajak
mahasiswa magang berdiskusi dalam pemecahan masalah, sehingga
harapannya mahasiswa lebih dapat berkontribusi tidak hanya secara
praktis namun juga memberikan sumbangsih berupa ide maupun
pemikiran.
c. Bagi Jurusan Akuntansi
1. Sebaiknya jurusan dapat memberikan dukungan lebih kepada
mahasiswa yang akan melakukan KKN-P misalnya melakukan
pengarsipan
atas
surat
panggilan
sehingga
saat
mahasiswa
menanyakan perihal panggilan magang, jurusan tidak kesulitan untuk
menjawab dan mencarikan suratnya apakah sudah diterima atau
belum.
2. Sebaiknya jurusan lebih tegas dalam memberikan tenggang waktu
kapan mahasiswa akuntansi dapat melakukan KKN-P karena simpang
siurnya informasi ada beberapa mahasiswa yang dapat melakukan
34
KKN-P di awal dan ada yang terhambat karena tidak diperbolehkan
sebelum adanya pembekalan.
3. Sebaiknya jurusan dapat memberikan beberapa rekomendasi terkait
tempat KKN-P yang dianjurkan sehingga mahasiswa meiliki referensi
lebih banyak dan pertimbangan yang mendasar dalam memilih tempat
KKN-P
35
DAFTAR PUSTAKA
Indonesian Tax Review. 2013. Keunikan Pph Ekspatriat. Dwimingguan Volume
VI.
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi Republik Indonesia Nomor
KEP.100/Men/VI/2004. Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja
Waktu Tertentu.
Ortax. 2014. Artikel. Retrieved from Ortax Observation and Research Of
Taxation : www.ortax.org.
Pajak, D.J. 2009. Peraturan Direktur Jenderal pajak PER nomor 31/PJ/2009
tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan
Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan atau Pajak Penghasilan Pasal
26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiata Orang Pribadi.
Jakarta: Direktur Jenderal Pajak.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-06/PJ.9/2001 Tentang
Pelaksanaan Ekstensifikasi Wajib Pajak dan Intensifikasi Pajak.
Undang Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata
Cara Perpajakan.
Waluyo. 2011. Perpajakan Indonesia Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
36
DAFTAR LAMPIRAN
Foto bersama dengan staf di Departemen Keuangan dan Administrasi
37
38
39
40
41
42