Anda di halaman 1dari 6

Gravitasi Bumi

Hukum Gravitasi Newton

Bulan di lihat dari Bumi


Jika malam telah tiba, perhatikanlah bulan di langit! Apakah bulan dalam keadaan diam saja?
Apakah bulan jatuh ke bumi? Mengapa?
Perhatikan pula situasi sebuah pohon di sekitarmu ? Apakah ada daun pada pohon yang jatuh
di bawah pohon ? Mengapa daun yang massanya ringan dapat jatuh ke permukaan bumi,
sedang bulan yang massanya jauh lebih besar dibandingkan selembar daun tidak jatuh ke
bumi ?
1. Gaya Gravitasi

Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16
masehi. Newton mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu gaya pada suatu jarak yang
memungkinkan dua benda atau lebih untuk berinteraksi. Istilah tersebut oleh Michael
Faraday, pada abad 18 diubah menjadi istilah medan. Adapun pengertian medan adalah
tempat di sekitar suatu besaran fisis yang masih dipengaruhi oleh besaran tersebut dalam
suatu entitas tertentu. Sebagai contoh, gaya gravitasi akan bekerja pada massa suatu benda
yang masih berada dalam medan gravitasi suatu benda atau planet. Jika medan gravitasi
sudah dapat diabaikan, maka sebuah massa yang berada di sekitar besaran benda tersebut
tidak dapat dipengaruhi. Dengan demikian, dapatlah kamu pahami, mengapa daun yang
massanya lebih kecil dibanding bulan yang massanya jauh lebih besar dapat ditarik
bumi.Dalam penelitiannya, Newton menyimpulkan, bahwa gaya gravitasi atau gaya tarik-

menarik dapat berlaku secara universal dan sebanding oleh massa masing-masing benda dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda, dan dirumuskan:

F = gaya tarik-menarik antara kedua benda (N)


m1 = massa benda 1 (kg)
m2 = massa benda 2 (kg)
r = jarak antara kedua pusat benda (m)
G = tetapan gravitasi universal
Sebelum mencetuskan Hukum Gravitasi Universal, eyang Newton telah melakukan
perhitungan untuk menentukan besar gaya gravitasi yang diberikan bumi pada bulan
sebagaimana besar gaya gravitasi bumi yang bekerja pada benda-benda di permukaan bumi.
Sebagaimana yang kita ketahui, besar percepatan gravitasi di bumi adalah 9,8 . Jika gaya
gravitasi bumi mempercepat benda di bumi dengan percepatan 9,8 m/s, berapakah percepatan
di bulan ? karena bulan bergerak melingkar beraturan (gerakan melingkar bulan beraturan),
maka percepatan sentripetal bulan dihitung menggunakan rumus percepatan sentripetal Gerak
melingkar beraturan.

Diketahui orbit bulan yang hampir bulat mempunyai jari-jari sekitar 384.000 km dan periode
(waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu putaran)adalah 27,3 hari. Dengan demikian,
percepatan bulan terhadap bumi adalah

Jadi percepatan gravitasi bulan terhadap bumi 3600 kali lebih kecil dibandingkan dengan
percepatan gravitasi bumi terhadap benda-benda di permukaan bumi. Bulan berjarak 384.000

km dari bumi. Jarak bulan dengan bumi ini sama dengan 60 kali jari-jari bumi (jari-jari bumi
= 6380 km) . Jika jarak bulan dari bumi (60 kali jari-jari bumi) dikuadratkan, maka hasilnya
sama dengan 3600 (60 x 60 = 602 = 3600). Angka 3600 yang diperoleh dengan
mengkuadratkan 60 hasilnya sama dengan Percepatan bulan terhadap bumi, sebagaimana
hasil yang diperoleh melalui perhitungan.
erdasarkan perhitungan ini, eyang newton menyimpulkan bahwa besar gaya gravitasi yang
diberikan oleh bumi pada setiap benda semakin berkurang terhadap kuadrat jaraknya (r) dari
pusat bumi. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

Selain faktor jarak, Eyang Newton juga menyadari bahwa gaya gravitasi juga bergantung
pada massa benda. Pada Hukum III Newton kita belajar bahwa jika ada gaya aksi maka ada
gaya reaksi. Ketika bumi memberikan gaya aksi berupa gaya gravitasi kepada benda lain,
maka benda tersebut memberikan gaya reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah
terhadap bumi. Karena besarnya gaya aksi dan reaksi sama, maka besar gaya gravitasi juga
harus sebanding dengan massa dua benda yang berinteraksi. Berdasarkan penalaran ini,
eyang Newton menyatakan hubungan antara massa dan gaya gravitasi. Secara matematis
ditulis sbb :

MB adalah massa bumi, Mb adalah massa benda lain dan r adalah jarak antara pusat bumi dan
pusat benda lain. Setelah membuat penalaran mengenai hubungan antara besar gaya gravitasi
dengan massa dan jarak, eyang Newton membuat penalaran baru berkaitan dengan gerakan
planet yang selalu berada pada orbitnya ketika mengitari matahari. Eyang menyatakan bahwa
jika planet-planet selalu berada pada orbitnya, maka pasti ada gaya gravitasi yang bekerja
antara matahari dan planet serta gaya gravitasi antara planet, sehingga benda langit tersebut
tetap berada pada orbitnya masing-masing. Luar biasa pemikiran eyang Newton ini. Tidak
puas dengan penalarannya di atas, ia menyatakan bahwa jika gaya gravitasi bekerja antara
bumi dan benda-benda di permukaan bumi, serta antara matahari dan planet-planet maka
mengapa gaya gravitasi tidak bekerja pada semua benda ? Akhirnya, setelah bertele-tele dan
terseok-seok, kita tiba pada inti pembahasan panjang lebar ini. Eyang Newton pun
mencetuskan Hukum Gravitasi Universal dan mengumumkannya pada tahun 1687, hukum
yang sangat terkenal dan berlaku baik di indonesia, amerika atau afrika bahkan di seluruh
penjuru alam semesta. Hukum gravitasi Universal itu berbunyi demikian : emua benda di
alam semesta menarik semua benda lain dengan gaya sebanding dengan hasil kali massa
benda-benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda-benda
tersebut. Secara matematis, besar gaya gravitasi antara partikel dapat ditulis sbb :

Fg adalah besar gaya gravitasi pada salah satu partikel, m1 dan m2 adalah massa kedua
partikel, r adalah jarak antara kedua partikel. G adalah konstanta universal yang diperoleh
dari hasil pengukuran secara eksperimen. 100 tahun setelah eyang Newton mencetuskan
hukum Gravitasi Universal, pada tahun 1978, Henry Cavendish berhasil mengukur gaya yang
sangat kecil antara dua benda, mirip seperti dua bola. Melalui pengukuran tersebut, Henry
membuktikan dengan sangat tepat persamaan Hukum Gravitasi Universal di atas. Perbaikan

penting dibuat oleh Poyting dan Boyspada abad kesembilan belas. Nilai G yang diakui
sekarang = 6,67 x 10-11 Contoh soal 1 : Seorang guru fisika sedang duduk di depan kelas
dan seorang murid sedang duduk di bagian belakang ruangan kelas. Massa guru tersebut
adalah 60 kg dan massa siswa 70 kg (siswa gendut). Jika pusat mereka (yang dimakudkan di
sini bukan pusat yang terletak di depan perut manusia) berjarak 10 meter, berapa besar gaya
gravitasi yang diberikan oleh guru dan murid satu sama lain ? Panduan jawaban :
Gampang, tinggal dimasukkan saja nilai-nilai telah diketahui ke dalam persamaan Hukum
Newton tentang Gravitasi

Diketahui massa bulan 7,35 x 1022 kg, massa bumi 5,98 x 1024 kg dan massa matahari adalah
1,99 x 1030 kg. Hitunglah gaya total di bulan yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi dan
matahari. Anggap saja posisi bulan, bumi dan matahari membentuk segitiga siku-siku. Oya,
jarak bumi-bulan 3,84 x 108 m dan jarak matahari-bulan 1,50 x 108 km (1,50 x 1011 m)

Keterangan Gambar : b = bulan, B = bumi dan M = matahari


Panduan jawaban : Gaya total yang bekerja pada bulan akibat gravitasi matahari dan bumi
kita hitung menggunakan vektor. Sebelumnya, terlebih dahulu kita hitung besar
gayagravitasi antara bumi-bulan dan matahari-bulan. Besar gaya gravitasi antara bumibulan :

Besar gaya gravitasi antara matahari-bulan.

Besar gaya total yang dialami bulan dapat dihitung sebagai berikut :

Gaya total yang dimaksud di sini tidak sama dengan gaya total pada Hukum II Newton.
Hukum gravitasi berbeda dengan Hukum II Newton. Hukum Gravitasi menjelaskan gaya
gravitasi dan besarnya yang selalu berbeda tergantung dari jarak dan massa benda yang
terlibat. Hukum II Newton menghubungkan gaya total yang bekerja pada sebuah benda
dengan massa dan percepatan benda tersebut.
Saat itu Newton belum dapat mendefinisikan besar dari G. Nilai G tidak dapat diperoleh dari
teori, namun harus melalui eksperimen. Orang yang pertama kali melakukan eksperimen
untuk menentukan nilai G adalah Henry Cavendish, dengan menggunakan neraca torsi.
Neraca seperti ini kemudian disebut neraca Cavendish.Bola dengan massa yang berbeda,
yaitu m dan M yang dapat bergerak bebas pada poros, akan tarik menarik, sehingga akan
memuntir serat kuarsa, sehingga cahaya yang memantul pada cermin pun akan bergeser pada
skala. Dengan mengkonversi skala, dan memperhatikan jarak m dan M serta massa m dan M,
maka Cavendish menetapkan nilai G sebesar 6,754 x 10 N.m 2/kg2.Nilai ini kemudian kini
dengan perlengkapan yang lebih canggih disempurnakan, sehingga diperoleh nilai:

G = 6,672 x 10-11 N.m2/kg2. Gaya gravitasi merupakan besaran vektor, sehingga bila suatu
benda mengalami gaya tarik gravitasi dari lebih satu benda sumber gravitasi, maka teknik
mencari resultannya dipergunakan teknik pencarian resultan vektor. Misal