Anda di halaman 1dari 27

KEHILANGAN GAYA

PRATEGANG
BY :
AYU ROESDYNINGTYAS D. A.

Kehilangan Gaya Prategang


Gaya prategang yang diberikan pada saat jacking (Penarikan)
tidak akan sama diterima oleh struktur pada saat beban mulai
bekerja. Akan terjadi kehilangan gaya prategang seiring
perjalanan waktu.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi adanya kehilangan
gaya prategang baik dari material beton maupun baja.

Jenis Gaya Prategang yg diterima


Struktur :
Prategang Initial ( Po)
Adalah gaya prategang yang diberikan pada saat jacking
sebelum terjadi kehilangan gaya prategang
Prategang Efektif (Pe)
Adalah gaya prategang yang terjadi setelah kehilangan gaya
prategang

SIFAT SIFAT KEHILANGAN GAYA


PRATEGANG
Kehilangan Gaya prategang sesaat
adalah kehilangan gy prategang sesaat setelah proses
pengecoran ataupun jacking
Kehilangan prategang sesuai fungsi waktu
adalah kehilangan gy prategang seiring fg waktu yg dipengaruhi
proses perubahan temperatur atau pembebanan

PENYEBAB KEHILANGAN GAYA PRATEGANG


Akibat :
1. Perpendekan Elastis Beton
2. Relaxaxi Regangan Baja
3. Rangkak Beton
4. Susut Beton
5. Friksi / Gesekan antara beton dan tendon
6. Pengankuran / Dudukan ankur
7. Lentur Suatu Komponent
8. Perubahan Temperatur

Perbedaan Kehilangan Gaya


Prategang
Pratarik
Deformasi elastis, Relaksasi, Susut, rangkak
Pasca Tarik
Deformasi Elastis, relaksasi, penyusutan, rangkak beton,
gesekan, tergelincirnya ankur

Tabel. Jenis Kehilangan Gaya Prategang

Jenis Baja Prategang

Kehilangan
Gaya
Prategang
Total
fc' 28 Mpa

Strand Pratarik

Kehilangan
Gaya
Prategang
Total
fc' 35 Mpa
310 Mpa

Kawat atau Strand Pascatarik

220 Mpa

230 Mpa

Batang

150 Mpa

160 Mpa

KEHILANGAN AKIBAT PERPENDEKAN


ELASTIS BETON
Pada saat gaya prategang bekerja, beton akan memendek
sehingga tendon yang melekat pada beton akan memendek pula.
Maka gaya prategang akan berkurang ( Kehilangan Gaya
Prategang)
Dibedakan 2 kondisi :
a. Beton Pratarik
b. Beton Pasca tarik

A. Beton Pratarik
d = fc / Ec = Fo
Ac. Ec
Dfs = Es . d = Es +. Fo = n . Fo / Ac = n . fcs
Ac . Ec

fcs = - F / A + F. e2 / I + MD . E / I
Pi

L
L

DEs

Contoh

B. Beton Pascatarik
Jika pada beton pascatarik hanya terdapat satu tendon saja maka tidak
akan berpengaruh pada kehilangan gaya prategang.
Tetapi jika pada beton pascatarik terdapat lebih dari satu tendon yang
ditarik secara bersamaan maka kehilangan gaya prategang :

Dfs = 1 / n S (Dfs) j

Contoh

KEHILANGAN AKIBAT RELAXAXI


REGANGAN BAJA
fpr/fpi=1-(log t - log t1)(fpi/fpy - 0.55 )
10
Dimana :
fpi = 0.7 fpu = tegangan awal baja
fpr = teg. Prategang yang tersisa
atau :

Dfpr=fpi log t /10 (fpi/fpy-0.55)

Kehilangan Prategang Akibat Relaxaxi


Sesuai Peraturan

KEHILANGAN PRATEGANG AKIBAT RANGKAK


BETON
Dfpcr = Ct. Es/Ec. Fcs
atau
Dfpcr = n Kcr (fcs - fcsd)
dimana :
Ct = t 0.6 Cu
Cu = Ecr / Eel
10 + t 0.6

Kcr = 2 (pratarik), 1.6 (pascatarik)


fcs = teg di btn pd level pst berat baja stlh transfer
fcsd = teg di btn pd level pst berat baja stlh beban mati
n = Rasio modulus

Contoh
Suatu Balok dgn properties :
A = 3 x 104 mm2 , I = 225 x 106 mm4
P = 240.000 N
, e = 50 mm
Reg Rangkak, ecc = 30 x 106 mm/mm/Nmm2
Hitung Kehilangan tegangan akibat rangkak beton!
Ditumpuan fc = P/A = 8 N/mm2
Ditengah, fc = P/A + P e / W = 10,7 N/mm2
Teg rata2 = (8 + 10,7) / 2 = 9,4 N/mm2
Kehilangan tegangan akibat rangkak :

= Ecc fc Es = 30 x 106 x 9,4 x 210x103


= 62 N/mm2

KEHILANGAN AKIBAT SUSUT BETON


Dpsh = 8,2.10-6 Ksh.Eps (1-0.06V/S)( 100-RH)
dimana :

Ksh = 1 utk pratarik. Utk pasca tarik


ditentukan dgn tabel ( Nawy tab. 3.6)
Eps = Modulus Elastisitas baja
V/S = Rasio volume / permukaan
Rh = Kelembaban Relatif

Contoh
Suatu Balok :
P = 300 KN
, A = 300 mm2
Es = 210 kN/mm2 , t = 8 hari
Regangan Susut, es = 300 x 10-6
Besarnya kehilangan Gaya Prategang
D = Es x es = 63 N/mm2
teg awal, fc = P / A = 1000 N/mm2
% kehil = D/fc x 100% = 6,3 %
Teg sisa = 1000 63 = 937 N/mm2

KEHILANGAN AKIBAT FRIKSI


Karena Efek Kelengkungan
F2 = F1. e-ma = F1. e-m (L/R )
Karena Woble Efek
F2 = F1. e-KL

dimana :
F1
F2
m
L
R
K

= Prategang awal
= Prategang sisa
= Koef gesek
= Panjang tendon
= jari - jari kelengkungan
= Koefisien gesek

Contoh

KEHILANGAN AKIBAT DUDUKAN


ANKUR

D fpA = DA Eps/ L
dimana :

D A = Besar gelincir
L = Panjang tendon
Eps = Modulus baja prategang

Contoh

KEHILANGAN AKIBAT LENTUR


SUATU KOMPONENT STRUKTUR

D fpb = ec . Eps
dimana :

ec = regangan tekan beton


Eps = modulus elastisitas baja

TOTAL KEHILANGAN GAYA


PRATEGANG
Total Losses / Kehilangan Gaya Prategang adalah penjumlahan
seluruh kehilangan gaya prategang akibat berbagai aspek penyebab
kehilangan gaya prategang.
Total Losses yang terjadi berkisar 10% - 20% dari gaya prategang
awal

Contoh
Suatu balok mengalami kehilangan gaya prategang akibat:
Relaksasi
: 7.5 %
Perpendekan Elastis
: 2.5 %
Dudukan Ankur
: 2.2 %
Friksi
: 2.1 %
Susut
: 2.5 %
Rangkak
: 1.5 %
Total Losses : 18.3 %

Tugas
Hitung Kehilangan Gaya Prategang Total jika suatu balok :
Ab = 250 x 300 mm ; As = 12 x 7mm
Teg baja = 1200 N/mm2, e = 100 mm
Relaksasi baja = 90 N/mm2
Es = 210 kN/mm2 ; Ec = 35 kN/mm2
Koefisien rangkak = 1,6
Regangan susut sisa = 3 x 10-4