Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS DATA

Pada praktikum transportasi air pada tanaman pacar air bertujuan untuk melihat
ketinggian daya serap air pada batang tanaman tersebut. Untuk mengetahuinya pada praktium ini
menggunakan empat perlakuan yaitu tanaman pacar air yang terdiri dari organ akar, batang,
daun, perlakuan yang kedua tanaman pacar air terdiri dari organ batang dan akar, kemudian pada
perlakuan yang ketiga tanaman pacar air yang hanya terdiri dari organ daun dan batang,
sedangkan pada perlakuan yang terakhir yaitu hanya terdiri dari organ batangnya saja dari
tanaman pacar air. Pada praktikum transportasi ini menggunakan tiga kali ulangan dengan waktu
10 menit tiap ulangan dan mencatat setiap 10 menit pertambahan tinggi air yang diserap. Pada
perlakuan yang pertama didapatkan data pada tanaman pacar air yang terdiri dari batang, daun,
dan akar yaitu pada menit 10 menit pertama tinggi daya air yang diresap 9,5 cm, pada 10 menit
kedua air yang diresap semakin tinggi yaitu 10 cm, sedangkan pada 10 menit berikutnya
tingginya bertambah 3 cm menjadi 10,3 cm. Pada perlakuan yang kedua yaitu tanaman pacar air
yang terdiri dari organ batang dan akar, kenaikan air yang meresap ke batang 6 cm pada 10 menit
pertama, kemudian pada 10 menit kedua air yang meresap naik menjadi 7 cm begitu juga
selanjutnya pada 10 menit ketiga tingginya bertambah menjadi 8cm. kemudian perlakuan yang
ketiga yaitu tanaman pacar air yang terdiri dari organ daun dan batang, pada 10 menit pertama
daya resap air yang masuk tingginya 2 cm, untuk ulangan 10 menit yang kedua tinggi resapan air
pada batang naik menjadi 2,3 cm, sedangkan pada 10 menit yang terakhir juga mengalami
penambahan tinggi menjadi 2,4 cm. Pada perlakuan yang terakhir yaitu tanaman pacar air yang
hanya terdiri dari organ batang, air yang meresap pada 10 menit pertama 0,1 cm kemudian pada
ulangan 10 menit kedua tinggi air yang meresap naik menjadi 0,2 cm, sedangkan pada ulangan
10 menit ketiga juga mengalami kenaikan menjadi 0,3 cm.

PEMBAHASAN
Transportasi atau pengangkutan air pada tumbuhan melalui dua cara yaitu pengangkutan
ekstravaskuler dan intravaskuler. Pengangkutan ekstravaskuler adalah pengangkutan tanpa
melalui berkas pembuluh diteruskan melalui sel-sel ke arah horizontal. Proses pengangkutan
ekstravaskuler, melalui bulu akar ke epidermis kemudian ke dalam korteks, endodermis dan
stele (berkas pembuluh). Sedangkan pengangkutan intravaskuler adalah pengangkutan yang
terjadi di dalam berkas pembuluh pengangkut, baik melalui xylem maupun floem. Pengangkutan
intravaskuler dipengaruhi oleh daya tekan akar, daya hisap daun dan daya kapilaritas. Contoh
pengangkutan melalui jalur intravaskuler misalnya pengangkutan air melalui pembuluh kayu
(xylem) dan pengangkutan hasil fotosintesis melalui pembuluh tapis.
Beberapa hal yang menyebabkan air dapat diangkut oleh tumbuhan dengan melawan arah
gaya berat yaitu karena tumbuhan menggunakan tekanan akar, tenaga kapilaritas, dan juga
tarikan transpirasi. Terdapat dua macam pembuluh angkut yang berperan saat proses transportasi
pada tumbuhan, yaitu pembuluh xylem dan pembuluh floem. Fungsi dari masing-masing
pembuluh tersebut adalah xylem berfungsi untuk mengangkut air dan juga mineral-mineral dari
dalam tanah ke batang dan juga daun-daun. Selain itu, fungsi xylem adalah penyerap air dan
unsur hara dari dalam tanah selain itu xylem juga berperan sebagai untuk menyangga tanaman
itu sendiri sehingga tidak mudah jatuh atau roboh.
Pada percobaan yang dilakukan pada tanaman Pacar Air (Balsamina impatient) di
dapatkan kecepatan pergerakan zat hara yang paling besar di buktikan pada perlakuan tanaman
pacar air yang masih lengkap dengan daun, batang, dan akarnya, yaitu pada 10 menit ke-1 data
yang di peroleh 9,5 cm, kemudian pada 10 menit ke-2 data yang dipeoleh sebesar 10 Cm, dan
pada 10 menit ke-3, data yang diperoleh yaitu 10,3 Cm. Hal ini disebabkan, ketika pada tanaman
yang masih memiliki akar akan lebih cepat melakukan penyerapan atau transportasi sebagaimana
sesuai dengan fungsi akar sebagai penyerap air dan zat hara dari dalam tanah dan adanya
pembuluh xylem pada akar. Selain itu, adanya rambut-rambut akar akan memperbesar luas
permukaan sehingga penyerapan air akan lebih banyak. Sedangkan pada tanaman yang hanya
memiliki batang dan daun akan lebih lambat karena pada batang dan daun hanya terdapat xylem
yang berfungsi untuk sebagai transportasi dan penyaluran ke organ-organ yang lainnya, tetapi
tidak berfungsi dalam penyerapan.

Hal ini dipegaruhi oleh beberapa factor yang mempengaruhi transportasi air dan zat
terlarut melalui xylem dari dari akar hingga ke daun antara lain yaitu daya kapilaritas, air dan zat
terlarut dapat diangkut keatas karena daya adhesi(daya tarik menarik antar molekul tak sejenis)
lebih besar dari kohesi (daya tarik menarik antar molekul sejenis). Yang kedua daya hisap daun,
kemampuan daun untuk meningkatkan aliran air dari akar kedaun pada saat transpirasi atau
penguapan. Hal ini memiliki kesamaan dari teori Dixon Jol yang menyatakan bahwa naiknya air
ke atas karena tarikan dari atas, yaitu ketika daun melakukan transpirasi. Air selalu bergerak dari
daerah basah ke daerah kering.. Yang ketiga Daya tekan akar, kemampuan akar mendorong air
dalam xilem aakar menuju keatas. Daya tekan akar merupakan hasil aktifitas sel-sel epidermis
dengan ramfbut akarnya yang terus menerus menyerap air dan zat terlarut dalam tanah dan
menyebabkan konsentrasi air dan tekanan turgor sel akar meningkat. Meningkatnya konsentrasi
air dan tekanan turgor sel akar menyebabkan terjadinya dorongan air keatas didalam pembuluh
xilem. Pada pengamatan mikroskopik terlihat jelas larutan eosin terlihat mempegaruhi pembulu
angkut Xilem, karena pada dasarnya mineral di angkut oleh Xilem dari akar ke batang dan daun
untuk proses fotosintesis.