Anda di halaman 1dari 5

FM-1-7.1.0-132.32.00.

0-03-V1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


PROSEDUR PEMERIKSAAN SISTEM ENDOKRIN

A. Tujuan :
Mendapatkan data yang akurat tentang kondisi klien yang mengalami gangguan
sistem endokrin.
B. Ruang Lingkup
Prosedur ini dilakukan pada klien yang mengalami gangguan sistem endokrin atau
pada yang memiliki resiko mengalami gangguan sistem endokrin. Pengkajian
keperawatan juga mencakup pada analisa data dan rumusan masalah keperawatan
klien.
C. Acuan
Buku Panduan Skill Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Jakarta
D. Definisi
Pemeriksaan fisik pada sistem endokrin mungkin dapat dilakukan hanya sebagian dari
keseluruhan pengkajian.atau mungkin sebagian sudah dapat diatasi sendiri oleh klien
dengan pengetahuan dan kecurigaan terhadap masalah fungsi endokrin. Persiapan
Satu-satunya organ endokrin yang dapat dipalpasi adalah kelejar tiroid.Bagaimanapun
pengkajian lainnya dapat memperlihatkan informasi mengenai masalah endokrin
termasuk inspeksi pada kulit.rambut dan kuku. raut muka. refleks dan sistem
muskuloskeletal. Pengukuran tinggi dan berat badan sangat penting seperti tandatanda vital yang juga memperlihatkan petunjuk terhadap ketidakmampuan fungsi
sistem endokrin.
E. Prosedur
1. Tanggung jawab dan wewenang
a.Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran
b. Koordinator mata ajaran KMB III yang bertanggung jawab dalam pengelolaan
ketercapaian prosedur pengkajian dengan gangguan sistem endokrin
c.Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam
membimbing dan menilai ketercapaian pelaksana prosedur tindakan setiap
peserta didik secara objektif baik di laboratorium maupun di lahan praktek.
2. Pelaksanaan
a. Persiapan Alat
1). Stetoskop
2). Bath scale ( timbangan )

FM-1-7.1.0-132.32.00.0-03-V1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


PROSEDUR PEMERIKSAAN SISTEM ENDOKRIN

3). Meteran
4). Sarung tangan
b. Persiapan Lingkungan
1) Mengatur lingkungan klien, memasang sampiran. Pastikan ruang periksa
hangat dan cukup penerangan.

2) Dekatkan alat-alat pengkajian


3) Lakukan cuci tangan rutin sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan
Persiapan pasien
4) Berikan informasi umum pada pasien atau keluarganya tentang pemeriksaan yang
akan anda lakukan , tujuan, cara melakukan manfaat pemeriksaan tiroid untuk
klien
5) Berikan jaminan pada pasien tentang kerahasiaan semua informasi yang
didapatkan dari pemeriksaan
6) Menanyakan kesediaan pasien

c. Pengkajian awal
1) Persilahkan klien duduk atau berdiri menghadap ke sumber cahaya
sehingga sumber cahaya cukup menerangi bagian leher yang diperiksa
2) Aturlah posisi klien sedemikian rupa sehingga saat mengamati kelenjar
tiroid, posisi mata pemeriksa harus sejajar (horizontal) dengan leher orang
yang diperiksa. Mintalah klien untuk menunjukan ruas Ibu jarinya sebagai
acuan ukuran kelenjar tiroid..
d. Inspeksi
1) Lakukanlah pengamatan pada bagian leher klien pada posisi normal, tertama pada
lokasi kelenjar tiroidnya
2) Amatilah adanya pembesaran kelenjar tiroid yang tampak nyata
3) Jika kelenjar tiroid tidak tampak, mintalah klien untuk menelan dengan posisi
leher normal

4) Jika kelenjar tiroid tampak dengan jelas pada posisi menelan, dikatakan ada
pembesaran kelenjar tiroid tingkat

e. Palpasi

FM-1-7.1.0-132.32.00.0-03-V1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


PROSEDUR PEMERIKSAAN SISTEM ENDOKRIN

1) Berdirilah dibelakang klien, lalu letakanlah kedua jari telunjuk dan jari tengah
pada masing-masing lobus kelenjar tiroid yang letaknya beberapa cm dibawah
jakun
2) Rabalah (palpasi) daerah kelenjar tiroid. Perabaan (palpasi) jangan dilakukan
dengan tekanan terlalu keras atau terlalu lemah. Tekanan terlalu keras akan
mengakibatkan kelenjar masuk atau pindah kebelakang leher, sehingga
pembesaran tidak teraba. Perabaan terlalu lemah akan mengurangi kepekaan
perabaan
3) Jika kelenjar tiroid dapat teraba, walaupun ukurannya tidak membesar, dikatakan
ada pembesaran kelenjar tiroid tingkat 1

f. Auskultasi
1) Mendengarkan

bunyi

tertentu

dengan

bantuan

stetoskop

dapat

menggambarkan berbagai perubahan dalam tubuh.


2) Auskultasi pada daerah leher, diatas kelenjar tiroid dapat mengidentifikasi
bruit. Bruit adalah bunyi yang dihasilkan oleh karena turbulensi pada
pembuluh darah tiroidea.
3) Dalam keadaan normal, bunyi ini tidak terdengar. Dapat diidentifikasi bila
terjadi peningkatan sirkulasi darah ke kelenjar tiroid sebagai dampak
peningkatan aktivitas kelenjar tiroid.
4) Auskultasi dapat pula dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan pada
pembuluh darah dan jantung seperti tekanan darah, ritme dan rate jantung
yang dapat menggambarkan gangguan keseimbangan cairan, perangsangan
katekolamin dan perubahan metabilisme tubuh.

g. Menentukan tingkat pembesaran kelenjar tiroid


1) Normal: jika kelenjar tiroid tidak terlihat dan tidak teraba
2) Pembesaran tingkat I : Jika kelenjar tiroid teraba tetapi tidak terlihat pada posisi
leher normal (walaupun ukurannya normal)

3) Pembesaran tingkat II : jika pembesaran kelenjar tiroid terlihat dengan nyata pada
gerakan menelan dengan posisi leher normal.

FM-1-7.1.0-132.32.00.0-03-V1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


PROSEDUR PEMERIKSAAN SISTEM ENDOKRIN

h. Tahap Terminasi
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Mengevaluasi kembali
Merapihkan alat
Mengakhiri percakapan
Memberikan salam
Cuci tangan
Dokumentasi

3. Pengendalian atau Pemantauan


a. Daftar hadir mahasiswa dan dosen yang telah ditanda tangani.
b. Dokumentasi laporan asuhan keperawatan.
c. Format penilaian pengkajian gangguan sistem pencernaan yang telah ditanda
tangani dan diberi nama jelas instruktur yang menilai dan peserta didik yang
bersangkutan.
d. Pedoman penilaian pencapaian kompetensi.
4. Dokumentasi
1. SOP NO... Tentang cuci tangan
2. SOP NO... Tentang komunikasi terapeutik

POPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)
PENGKAJIAN SISTEM ENDOKRIN
Pengesahan

Disusun Oleh

Diperiksa Oleh

Disetujui dan disyahkan

Unit Akademik
Tanggal............

Ketua Pengelola

oleh

Tim M.A.....
Tanggal.......