Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Rabbil alamin, Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Taala.
Karena atas izin-Nya, makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat sebagai tugas di kelas pada mata kuliah Manajemen Mutu dan
Kemanan Pangan semester VII 2016/2017 dan sebagai salah satu syarat dan penilaian
kelulusan mata kuliah ini. Penyusun menyampaikan banyak terima kasih kepada Bu Fajriyati
Masud, STP., M. Si., atas arahan dan ilmunya pada kuliah Manajemen Mutu dan Kemanan
ini, serta teman-teman yang terlibat dalam penyusunan makalah ini.
Penulis sadari pada makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu
Penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila pada pemanfaatannya nanti terdapat
kekurangan sehingga kritik dan saran sangat diharapkan untuk melengkapi makalah ini.

Makassar, November 2016


Penulis

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

......................................................................................

....................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

.................................................................................

A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.

Pengertian Kualitas Statistik ......................................................................


Peta Kendali (Control Chart) .......................................................................
Sejarah Peta Kendali (Control Chart) ..........................................................
Jenis-jenis Peta Kendali (Control Chart) ..........................................
Tujuan Peta Kendali (Control Chart) ................................................
Manfaat Peta Kendali (Control Chart) .............................................
Variasi SPC ..................................................................................
Peta Kendali (Control Chart) Rata-Rata (X) dan Range (R) ............
Peta Kendali (Control Chart) Rata-Rata (X) dan Standar Deviasi (S) ..........

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan

.........................................................................................

.................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

......................................................................................

BAB I
PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengendalian Kualitas Statistik merupakan Ilmu yang mempelajari tentang metode
pengendalian kualitas berdasarkan konsep statistik. Tujuan pengendalian kualitas statistik
adalah untuk memperoleh jaminan kualitas, menjaga konsistensi kualitas yang dilaksanakan
dengan grafik pengendali (Control Chart) dengan cara untuk mempertinggi kualitas atau
mengurangi biaya, penggunaan alat produksi lebih efisien, mengurangi rework dan

pembuangan, inspeksi yang lebih baik, memperbaiki hubungan produsen-konsumen, dan


spesifikasi lebih baik.
Grafik pengendali (control chart) digunakan untuk membantu dalam menentukan
apakah proses berada dalam pengendalian atau tidak. Bila penyimpangan atau kesalahan
melebihi batas pengendalian, menunjukkan bahwa sebab-sebab terduga telah masuk ke dalam
proses dan proses harus diperiksa untuk mengidentifikasi penyebab dari penyimpangan atau
kesalahan yang berlebihan tersebut. Proses diharapkan hanya berjalan dengan sebab-sebab
tak terduga saja, sehingga secara langsung kesalahan karena sebab-sebab tak terduga tersebut
dapat distabilkan.
Peta kontrol dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu peta kontrol atribut dan peta kontrol
variabel. Karakteristik kualitas yang dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif
dinamakan variabel, sedangkan kualitas yang dinilai sebagai sesuai atau tidak sesuai (cacat)
dinamakan atribut. Peta kontrol memberikan informasi tentang kemampuan proses, nilai
parameter proses yang penting, dan stabilitas terhadap waktu sehingga memberikan taksiran
kemampuan proses. Informasi ini
Sangat berguna bagi perancangan produk dan proses. Pengertian atribut dalam
pengendalian kualitas berkaitan dengan karakteristik kualitas yang dapat digolongkan atas
baik (diterima) dan cacat (ditolak). Salah satu peta kontrol atribut yaitu Peta kontrol (control
chart), yaitu peta kontrol untuk jumlah ketidaksesuaian (number of nonconformities),
mempunyai kegunaan yang jauh lebih terbatas.
Oleh karena itu, dalam makalah yang berjudul Peta Kendali (Control Chart) ini akan
dijelaskan mengenai pengertian peta kontrol (control chart), tujuan, jenis-jenis dan contoh
penerapan peta kendali.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kualitas Statistik
Pengendalian kualitas statistik (statistical quality control), disingkat SPC, adalah
bagan visual untuk memberi gambaran proses yang sedang berjalan, untuk mengetahui
apakah proses berada didalam batas-batas yang telah ditetapkan sebelumnya atau tidak. Dapat
juga dikatakan bahwa Pengendalian Kualitas Statistik merupakan Ilmu yang mempelajari
tentang teknik /metode pengendalian kualitas berdasarkan prinsip/ konsep statistik
Pengendalian kualitas statistik adalah alat yang sangat berguna dalam membuat produk sesuai
dengan spesifikasi sejak dari awal proses hingga akhir proses. Dalam banyak proses produksi,

akan selalu ada gangguan yang dapat timbul secara tidak terduga. Apabila gangguan tidak
terduga dari proses ini relatif kecil biasanya dipandang sebagai gangguan yang masih dapat
diterima atau masih dalam batas toleransi. Apabila gangguan proses ini relatif besar atau
secara kumulatif cukup besar dikatakan tingkat gangguan yang tidak dapat diterima.
Tujuan pengendalian kualitas statistic antara lain :
1. Memperoleh jaminan kualitas (quality Assurance) dapat dilakukan dengan
rencana sampel penerimaan.
2. Menjaga konsistensi Kualitas, dilaksanakan dengan Control Chart.
Dengan penerapan pengendalian kualitas statistikal perusahaan akan mendapat
manfaat atau keuntungan antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi biaya.


Menjaga kualitas lebih uniform.
Penggunaan alat produksi lebih efisien.
Mengurangi rework dan pembuangan.
Inspeksi yang lebih baik.
Memperbaiki hubungan produsen-konsumen.

B. Peta Kendali (Control Chart)


Peta kendali atau control chart merupakan sebuah alat grafik yang digunakan untuk
melakukan pengawasan dari sebuah proses yang sedang berjalan. Nilai dari karakteristik

kualitas diplot sepanjang garis vertikal, dan garis horizontal mewakili sampel atau subgrup
(berdasarkan waktu) di mana karakteristik dari kualitas ditemukan (Montgomery, 2009).
Peta Kendali atau Control Chart merupakan suatu teknik yang dikenal sebagai metode
grafik yang digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses berada dalam pengendalian
kualitas secara statistik atau tidak sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan
perbaikan kualitas. Metode ini dapat membantu perusahaan dalam mengontrol proses
produksinya dengan memberikan informasi dalam bentuk grafik.
Tujuan dari perancangan program aplikasi control chart ini adalah untuk melihat sejauh
mana tingkat keberhasilan suatu proses produksi sehingga bisa dijadikan pedoman dalam
mengarahkan perusahaan ke arah pemenuhan spesifikasi konsumen.
Peta kendali digunakan untuk membantu mendeteksi adanyapenyimpangan dengan cara
menetapkan batas-batas kendali:
1. Upper control limit/batas kendali atas (UCL) Merupakan garis batas atas untuk
suatu penyimpangan yang masih diijinkan.
2. Central line/garis pusat atau tengah (CL) Merupakan garis yang melambangkan
tidak adanya penyimpangan dari karakteristik sampel.
3. Lower control limit/batas kendali bawah (LCL) Merupakan garis batas bawah
untuk suatu penyimpangan dari karakteristik sampel. Jenis-jenis peta kendali antara
lain (Montgomery, 2009):
Berikut ini adalah contoh gambaran peta kendali yang digunakan dalam pengendalian
kualitas.

Peta kendali (Control Chart) merupakan alat SPC (Statistical Process Control) yang
paling penting yang digunakan untuk mendeteksi ketika proses dalam keadaan tidak
terkendali (out of control).
Peta kendali pertama kali di perkenalkan oleh DR. Walter Andrew Shewart dari
Bell Telephone Laboratories, Amerika Serikat, Tahun 1924 dengan maksud untuk
menghilangkan variasi tidak normal melalui pemisahan variasi yang disebabkan oleh

penyebab khusus (special-cause variation) dari variasi yang disebabkan oleh sebab umum
(common-causes variation). Pada dasarnya semua proses menampilkan variasi, namun proses
produksi harus dikendalikan dengan cara menghilangkan variasi penyebab khusus dari proses
tersebut, sehingga variasi yang ada pada proses hanya disebabkan oleh variasi penyebab
umum.
C. Sejarah Peta Kendali/Control Chart
Peta kendali atau biasa dikenal dengan istilah control chart pertamakali ditemukan oleh
Dr. Walter A. Andrew Shewar Di Amerika serikat pada tahun 1924. Ketika Walter A. Andrew
Shewar bekerja untuk Bell Labs pada tahun 1920. Dr. A.W.Shewhart dan rekan-rekannya
terus mengembangkan diagram-diagram pengendalian mutu sejak tahun 1920-1930. Dengan
teknik-teknik ini, proses penyediaan barang-barang produksi dan jasa dapat lebih mudah
diperkirakan dan lebih konsisten.
Ketika Walter A. Andrew Shewar bekerja untuk Bell Labs pada tahun 1920. Beberapa
pemimpin perusahaan telah berusaha untuk meningkatkan keandalan atau kualitas sistem
transmisi telepon yang mereka gunakan karena amplifier dan peralatan yang digunakan harus
dikubur atau ditaruh di bawah tanah. Pada 1920, para pemimpin perusahaan telah menyadari
pentingnya mengurangi variasi dalam proses manufaktur. Selain itu, mereka telah menyadari
bahwa proses penyesuaian secara terus-menerus untuk menyelesaikan masalah yang tidak
sesuai dapat meningkatkan variasi dan menimbulkan kualitas yang buruk. Dari beberapa
kendala yang dialami oleh pemimpin perusahaan dan melihat peluang kebutuhan bisnis yang
lebih kuat untuk mengurangi frekuensi kegagalan dan meningkatkan perbaikan. Shewhart
menyusun dan mengumpulkan masalah-masalah tersebut dan menyusunnya dengan metode
umum ke khusus.
Tanggal 16 Mei 1924, Walter A. Andrew Shewar menulis sebuah memo internal untuk
memperkenalkan peta kendali (control chat) sebagai alat untuk membedakan antara
keduanya. Atasan Dr. Shewhart, George Edwards, menceritakan mengenai cara Dr, Walter A.
Andrew Shewar dalam membuat atau memperkenalkan peta kendali (control chat ) Bahwa
"Dr Shewhart terlebih dahulu menyiapkan memorandum beberapa halaman berkisar antara
sepertiga dari halaman sebuah diagram sederhana yang dikenal sebagai peta kendali skema
diagram dan teks pendek yang didahului dengan penetapan prinsip-prinsip penting dan
pertimbangan yang telah kami ketahui sebagai kontrol kualitas.
Shewhart menekankan bahwa untuk membawa proses produksi menjadi sistem kontrol
statistik, yang mana hanya ada tiga pokok yaitu umum, penyebab, dan variasi, dan

menyimpannya dalam kontrol. Cara ini sangat diperlukan untuk memprediksi keluaran masa
depan dan untuk mengelola proses ekonomi.
Shewhart menciptakan dasar diagram kontrol dan konsep negara kontrol statistik
dengan percobaan yang dirancang dengan hati-hati. Sementara Shewhart menarik dari teori
statistik matematika murni, Shewhart memahami data dari proses fisik yang menghasilkan
"kurva normal distribusi" (distribusi Gaussian, juga biasa disebut sebagai "kurva lonceng").
Shewhart menemukan bahwa variasi yang diamati dalam data manufaktur tidak selalu
member hasil dengan cara yang sama sebagai data yang sesuai (gerak Brown dari partikel).
Pada tahun 1924 atau 1925, inovasi Shewhart menjadi perhatian W. Edwards Deming,
yang bekerja di fasilitas Hawthorne. Setelah kekalahan Jepang pada akhir Perang Dunia II,
Deming menjabat sebagai konsultan statistik untuk Panglima Tertinggi untuk Sekutu dan
menjadi pendukung inovasi Shewhart. Keterlibatannya dalam kehidupan Jepang, dan karir
yang panjang sebagai konsultan industri di sana W. Edwards Deming menggunakan dan
menyebarkan pemikiran Shewhart sehingga penggunaan peta kendali digunakan secara luas
di industri manufaktur Jepang sepanjang tahun 1950-an dan 1960-an.
D. Jenis-Jenis Peta Kendali/Control Chart
Pengelompokkan jenis-jenis peta kendali tergantung pada tipe datanya. Gaspersz
(1998) menjelaskan bahwa konteks pengendalian proses statistikal dikenal dua jenis data,
yaitu :
1. Data variable
Merupakan data kuantitatif yang diukur untuk keperluan analisis. Contoh dari
data variable karakteristik kualitas adalah diameter pipa, ketebalan produk kayu, berat
semen dalam kantong, dll.
Untuk data hasil pengukuran atau data variabel maka control chart yang biasa
digunakan adalah control chart X-R dan X-S. Selain ditentukan oleh jumlah observasi
yang dilakukan control chart juga dapat ditentukam oleh karakteristik kualitas sesuai
dengan yang diinginkan konsumen.
Beberapa peta kendali untuk data variable adalah peta kendali X-R Chart , X-S
Chart dan I-MR Chart
a. X-R Chart

adalah peta kendali untuk mengendalikan proses berdasarkan rata-rata (Xbar)


dan Range (R). Xbar-R Chart digunakan apabila ukuran sampel yang
dikumpulkan berjumlah lebih dari 2 dan kurang dari atau sama dengan 5

(2<n5) pada setiap set sampel data, jumlah set sampel yang ideal adalah 2025 set sampel.
b. Xbar-S Chart
adalah peta kendali untuk mengendalikan proses berdasarkan rata-rata (Xbar)
dan Standar Deviasi (S). Xbar-S Chart digunakan apabila ukuran sampel yang
dikumpulkan berjumlah lebih dari 5 (n>5) pada setiap sampel data, jumlah set
sampel yang ideal adalah 20-25 set sampel.
c. I-MR Chart (Individual Moving Range Chart)
I-MR Chart digunakan apabila data sampel yang dikumpulkan hanya
berjumlah satu unit. Chart

jenis ini sering digunakan jika sampel yang

diperiksa tersebut harus dimusnahkan (tidak dapat dipakai kedua kalinya) atau
pada produk yang berharga tinggi.

2. Data atribut
Merupakan data kualitatif yang dapat di hitung untuk pencatatan dan analisa.
Contoh dari data atribut karakteristik kualitas adalah ketiadaan label pada kemasan
produk, kesalahan proses administrasi, banyaknya jenis cacat pada produk, banyaknya
produk kayu lapis yang cacat karena corelap, dll.
Data untuk atribut (Atributes Data) merupakan data kualitatif yang dapat dihitung
untuk pencatatan dan analisis. Contoh dari data atribut adalah ketiadaan label pada
kemasan produk, kesalahan proses administrasi buku tabungan nasabah, banyaknya
jenis cacat pada produk dan lain-lain. Data atribut diperoleh dalam bentuk unit-unit
ketidaksesuaian dengan spesifikasi atribut yang ditetapkan. Atribut dalam
pengendalian kualitas menunjukkan karakteristik kualitas yang sesuai dengan
spesifikasi. Atribut digunakan apabila ada pengukuran yang tidak memungkinkan
untuk dilakukan misalnya goresan, kesalahan warna, atau ada bagian yang hilang.
Selain itu, atribut digunakan apabila pengukuran dapat dibuat tetapi tidak dibuat
karena alasan waktu, biaya, atau kebutuhan. Pengendalian kualitas proses statistic
untuk data atribut ini digunakan sebagai pengganti pengendali kualitas proses statistik
untuk data variabel.

Grafik pengendali kualitas proses statistik data atribut dapat digunakan pada
semua tingkatan dalam organisasi, perusahaan, dan mesin-mesin. Grafik pengendali
kualitas proses statistik data atribut juga dapat membantu mengidentifikasi akar
permasalahan baik pada tingkat umum maupun pada tingkat yang lebih mendetail.
Ada dua kelompok grafik pengendali proses statistik data atribut, yaitu yang
berdasarkan distribusi binomial dan distribusi poisson. Kelompok pengendali untuk
unit-unit ketidaksesuaian, didasarkan pada distribusi binomial seperti p-chart yang
menunjukkan proporsi ketidaksesuaian dalam sampel atau sub kelompok yang
ditunjukkan dengan bagian atau persen. Sedangkan yang berdasarkan distribusi
poisson, terdapat c-chart dan u-chart. Untuk menyusun grafik pengendali proses
statistik untuk data atribut diperlukan beberapa langkah sebagai berikut.
a. Menentukan sasaran yang akan dicapai
Sasaran ini akan mempengaruhi jenis pada pengendali kualitas proses
statistik data atribut yang harus digunakan. Hal ini tentu saja dipengaruhi
oleh karakteristik kualitas suatu produk dan proses, apakah proporsi atau
banyaknya ketidaksesuaian dalam sampel atau sub kelompok, ataukah
ketidaksesuaian dari suatu unit setiap kali mengadakan observasi.
b. Menentukan banyaknya sampel dan banyaknya observasi
Banyaknya sampel yang diambil akan mempengaruhi jenis grafik pengendali
di samping karakteristik kualitasnya.
c. Mengumpulkan data
Data yang dikumpulkan tentu disesuaikan dengan jenis peta pengendali.
Misalnya suatu perusahaan atau organisasi menggunakan p-chart, maka data
yang dikumpulkan juga harus diatur dalam bentuk proporsi kesalahan
terhadap banyaknya sampel yang diambil.
d. Menentukan garis
Menentukan garis tengah dan batas-batas pengendali pada masing-masing
grafik

pengendali

biasanya

menggunakan

sebagai

batas-batas

pengendalinya.
e. Merevisi garis tengah dan batas-batas pengendali
Revisi terhadap garis pusat dan batas-batas pengendali dilakukan apabila
dalam grafik pengendali kualitas proses statistik untuk data atribut terdapat
data yang berada di luar batas pengendali statistik (out of statistical control)
dan diketahui kondisi tersebut disebabkan karena penyebab khusus.

Demikian pula data yang berada di bawah garis pengendali bawah apabila
ditemukan penyebab khusus di dalamnya tentu juga diadakan revisi.
Untuk data atribut peta kendalinya petaP, petaC, peta U dan peta-np
a. Peta-P
Digunakan untuk mengukur proposi cacat dari item yang dihasilkan dalam
suatu produk. Dengan demikian peta kendali p digunakan untuk
mengendalikan proposi item yang tidak memenuhi syarat kualitas yang
dihasilkan dalam suatu proses.
b. Peta-C
Diterapkan pada kasus yang tingkat tolerasi atas kelemahan satu atau beberapa
titik spesifik yang tidak memenuhi syarat sepanjang tidak mempengaruhi fungsi
dari produk yang diperiksa.

c. Peta-U
Mengukur banyaknya cacat per unit laporan inpeksi dalam kelompok pengamatan,
yang mungkin memiliki ukuran contoh.

d. Peta-np
Peta kendali np menggunakan ukuran banyaknya item yang tidak memenuhi
spesifikasi dalam suatu pemeriksaan. Jadi dalam peta np tidak ada perubahan
skala pengukuran

E. Tujuan Peta Kendali/Control Chart


Tujuan Control Chart adalah untuk menetapkan apakah setiap titik pada grafik normal
atau tidak normal dan dapat mengetahui perubahan dalam proses dari mana data
dikumpulkan, sehingga setiap titik pada grafik harus mengindikasikan dengan cepat dari
proses mana data diambil.
Pada dasarnya peta-peta kendali dipergunakan untuk :
1. Mengidentifikasi variasi.
control chart digunakan sebagai diagnosis terhadap persoalan proses/analisis proses.
Dengan melihat control chart dapat di identifikasi sumber variasi apakah common
causes satau special causes variation. Titik-titik yang terletak diluar control limits
disebabkan oleh special causes variation. Pada umumnya titik yang terletak di dalam
control limits menunjukkan proses stabil begitu juga sebaliknya. Jadi control chart

dapat digunakan untuk membedakan antara variabel-variabel yang secara konsisten


mempengaruhi karakteristik proses (common causes variation) dengan variabelvariabel yang menimbulkan efek tak terduga terhadap karakteristik proses (Special
Causes Variation).
2. Untuk menentukan kontrol dan kapabilitas kontrol statistik/Statistical Control
Capability (Stable).
suatu proses yang hanya mempunyai common causes varitaion yang mempengaruhi
hasil disebut proses yang stabil atau dapat dikatakan berada dalam statistical control
capability. Proses dikatakan kapabel apabila bersifat stabil dan outputnya memenuhi
kebutuhan pelanggan. Dapat terjadi bahwa proses bersifat stabil tetapi tidak kapabel
dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
3. Untuk mengetahui kapan perubahan perlu dilakukan
sekali diketahui special cause variation, maka dapat dihilangkan tanpa mengubah
seluruh proses atau sistem. Terlebih dulu dapat dihilangkan special cause variation
untuk membuat proses menjadi stabil. Setelah itu dapat diperkirakan kapabilitas
proses untuk memenuhi kebutuhan customer. Tanpa control chart sering dilakukan
kesalahan dengan mengubah proses stabil yang sebetulnya tidak perlu.
4. Untuk mengetahui tanggung jawab yang diperlukan untuk melakukan perbaikan.
Biasanya orang-orang yang terlibat di dalam proses bertanggung jawab untuk
menghilangkan special causes. Common causes adalah persoalan sistem atau proses
sehingga ini merupakan tanggung jawab orang-orang yang bekerja terhadap sistem
untuk melakukan perubahan sistem.
F. Manfaat Peta Kendali/Control Chart
Control chart digunakan untuk mengadakan perbaikan kualitas proses, membantu
menentukan spesifikasi-spesifikasi yang efektif, menentukan kapan proses dijalankan
dan kapan dibuat penyesuaiannya, dan menemukan penyebab dari tidak diterimanya
standar kualitas tersebut (produk). Control chart ini digunakan apabila dalam pengukuran
ternyata ada kecenderungan hasil pengukurannya semakin naik atau semakin menurun.
Control chart ini juga berperan sebagai pengontrol kualitas produk agar sesuai dengan
keinginan konsumen atau pelanggan.
G. Variasi Dalam SPC
Peta kendali adalah metode statistik untuk membedakan adanya variasi yang disebabkan
oleh sebab umum dan sebab khusus. Menurut Gapersz (1998:28), variasi adalah

ketidakseragaman dalam sistem produksi atau operasional sehingga menimbulkan perbedaan


dalam kualitas pada barang atau jasa yang dihasilkan.
Variasi diklasifikasikan berdasarkan sumber atau penyebab timbulnya variasi,
antara lain :
1.

Variasi dari sebab khusus yaitu variasi yang disebabkan oleh kejadian-kejadian di
luar sistem. Biasanya bersumber dari faktor-faktor manusia, peralatan, material,
lingkungan, metode kerja, dan lain-lain. Penyebab khusus ini dapat diidentifikasikan
atau ditemukan, sebab penyebab ini tidak selalu ada dalam proses tetapi memiliki
pengaruh yang kuat terhadap proses sehingga menimbulkan variasi. Variasi yang
disebabkan oleh penyebab khusus menyebabkan proses berada pada keadaan tidak

terkendali secara statistik atau berada diluar batas pengendalian atas maupun bawah.
2. Variasi dari sebab umum yaitu variasi yang disebabkan oleh faktor-faktor didalam
sistem dan selalu melekat pada proses yang menyebabkan timbulnya variasi dalam
sistem serta hasil-hasilnya. Variasi yang disebabkan oleh penyebab umum tidak begitu
mempengaruhi proses selanjutnya karena proses masih berada pada keadaan
terkendali secara statistik atau berada didalam batas pengendali atas dan bawah.
Dalam memproduksi barang secara massal tentu akan dijumpai variasi meskipun sudah
ditentukan ukuran maupun kualitasnya.
Ada 3 macam variasi yang dapat terjadi :
1. Variasi yang terdapat pada unit (barang) / variasi dalam objek
Misalnya : Kehalusan dari salah satu sisi dari suatu produk tidak sama dengan sisi
lain, lebar bagian atas suatu produk tidak sama dengan lebar bagian bawah.
2. Variasi yang timbul diantara unit-unit yang dihasilkan selama waktu tertentu / variasi
antar objek
Misalnya : Suatu produk yang diproduksi pada saat yang hampir sama mempunyai
kualitas yang berbeda atau bervariasi.
3. Variasi yang ditimbulkan oleh perbedaan waktu produksi
Misalnya : Produksi pagi hari berbeda dengan hasil produksi siang hari.
H. Peta Kendali/Control Chart Rata-Rata(X) dan Range(R)
1.

Control chart rata-rata


Manafaat dari control chart rata-rata, sebagai berikut :
a) Memantau perubahan suatu sebaran atau distribusi suatu variabel asal dalam
hal lokasinya (pemusatannya).

b) Apakah proses masih berada dalam batas-batas pengendalian atau tidak


c) Apakah rata-rata produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah
ditentukan.
2. Control chart range
Manfaat dari control chart range (R), sebagai berikut :
a. Memantau perubahan dalam hal spread-nya (penyebarannya)
b. Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang diukur dengan mencari range
dari sampel yang diambil.

Pembuatan peta kendali X dan R


a. Tentukan ukuran subgrup (n = 3, 4, 5, ......)
b. Tentukan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20 subgrup
c. Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu X.
d. Hitung nilai rata-rata seluruh X, yaitu X, yang merupakan center line dari peta
kendali X
e. Hitung nilai selisih data terbesar dengan data terkecil dari setiap subgrup, yaitu
range (R)
f. Hitung nilai rata-rata dari seluruh R, yaitu R yang merupakan center line dari peta
kendali R
g. Hitung batas kendali dari peta kendali X :

dimana A2 =
UCL = X + (A2 . R)

3
d2 n

LCL = X (A2 . R)
h. Hitung batas kendali untuk peta kendali R
UCL = D4 . R
LCL = D3 . R
i. Plot data X dan R pada peta kendali X dan R serta amati apakah data tersebut
berada dalam pengendalian atau tidak.
j. Hitung indeks kapabilitas proses (Cp)

Cp =

USL - LSL
6S

Dimana :

S=

R
d2

Kriteria penilaian :

Jika Cp>1,33 maka kapabilitas proses sangat baik


Jika 1,00Cp1,33 maka kapabilitas proses baik
Jika Cp<1,00 maka kapabilitas proses rendah

Hitung indeks Cpk :


Cpk = Minimum {CPU ; CPL}
Dimana :

CPU =

USL - X
3S

Kriteria penilaian :

dan

CPL =

X - LSL
3S

Kondisi ideal : Cp > 1,33 dan Cp = Cpk

Jika Cpk = Cp maka proses terjadi ditengah


Jika Cpk = 1 maka proses menghasilkan produk yang sesuai dengan

spesifikasi
Jika Cpk < 1 maka proses menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan
spesifikasi

Contoh kasus I :
PT XYZ adalah suatu perusahaan pembuatan suatu produk industri. Ditetapkan
spesifikasi adalah : 2,40 0,05 mm. Untuk mengetahui kemampuan proses dan
mengendalikan proses itu bagian pengendalian PT XYZ telah melakukan
pengukuran terhadap 20 sampel. Masing-masing berukuran 5 unit (n = 5 )
Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8

Hasil Pengukuran
X1
2.38
2.39
2.40
2.39
2.38
2.41
2.36
2.39

X2
2.45
2.40
2.37
2.35
2.42
2.38
2.38
2.39

X3
2.40
2.43
2.36
2.37
2.39
2.37
2.35
2.36

X4
2.35
2.34
2.36
2.39
2.35
2.42
2.38
2.41

X5
2.42
2.40
2.35
2.38
2.41
2.42
2.37
2.36

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

2.35
2.43
2.39
2.38
2.42
2.36
2.45
2.36
2.38
2.40
2.39
2.35

2.38
2.39
2.36
2.35
2.37
2.38
2.43
2.42
2.43
2.35
2.45
2.41

2.37
2.36
2.42
2.35
2.40
2.38
2.41
2.42
2.37
2.39
2.44
2.45

2.37
2.42
2.39
2.35
2.43
2.36
2.45
2.43
2.39
2.35
2.38
2.47

Perhitungan :
Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Jumlah
Rata-rata

X=

( X)
k

47,78
= 2,39
20

Perhitungan
Rata-rata
Range
2.40
0.10
2.39
0.09
2.37
0.05
2.38
0.04
2.39
0.07
2.40
0.05
2.37
0.03
2.38
0.05
2.37
0.04
2.39
0.07
2.38
0.06
2.36
0.04
2.41
0.06
2.37
0.02
2.44
0.04
2.40
0.07
2.39
0.06
2.37
0.05
2.41
0.08
2.41
0.12
47.78
1.19
2.39
0.06

2.39
2.37
2.36
2.39
2.41
2.36
2.45
2.37
2.38
2.35
2.37
2.35

R=

( R) 1,19
=
= 0,06
k
20

Peta kendali X :
CL = X = 2,39
UCL = X + (A2 x R) = 2,39 + (0,577 x 0,06) = 2,42
LCL = X (A2 x R) = 2,39 (0,577 x 0,06) = 2,36
Peta kendali R :
CL = R = 0,06
UCL = D4 x R = 2,114 x 0,06 = 0,12
LCL = D3 x R = 0 x 0,06 = 0
Pada peta X ada data yang out of control, maka data pada sampel tersebut
dibuang!
Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
16
17
18
19
20
Jumlah
Rata-rata

X=

( X)
k

45, 34
= 2,386
19

Perhitungan
Rata-rata
Range
2.40
0.10
2.39
0.09
2.37
0.05
2.38
0.04
2.39
0.07
2.40
0.05
2.37
0.03
2.38
0.05
2.37
0.04
2.39
0.07
2.38
0.06
2.36
0.04
2.41
0.06
2.37
0.02
2.40
0.07
2.39
0.06
2.37
0.05
2.41
0.08
2.41
0.12
45.34
1.15
2.386
0.0605

R=

( R)
k

1,15
= 0, 0605
19

Peta kendali X :
CL = X = 2,386
UCL = X + (A2 x R) = 2,386 + (0,577 x 0,0605) = 2,4209
LCL = X (A2 x R) = 2,386 (0,577 x 0,0605) = 2,3511
Peta kendali R :
CL = R = 0,0605
UCL = D4 x R = 2,114 x 0,0605 = 0,1280
LCL = D3 x R = 0 x 0,06 = 0
Karena sudah tidak ada data yang out of control, maka langkah selanjutnya
adalah menghitung kapabilitas proses.
Perhitungan kapabilitas proses :

S=

R 0, 0605
=
= 0, 026
d 2 2,326

Cpk = Minimum {CPU : CPL} = 0,4615


Keputusannya adalah :
Nilai Cpk sebesar 0,4615 yang diambil dari nilai CPL menunjukkan bahwa
proses cenderung mendekati batas spesifikasi bawah
Nilai Cp sebesar 0,6410 ternyata kurang dari 1, hal ini menunjukkan
kapabilitas proses untuk memenuhi spesifikasi yang ditentukan rendah.
I. Peta Kendali/ Control Chart Rata-Rata (X) dan Standar Deviasi (S)
Peta kendali standar deviasi digunakan untuk mengukur tingkat keakurasian suatu
proses.
Langkah-langkah pembuatan peta kendali x dan S adalah sebagai berikut :
1. Tentukan ukuran contoh/subgrup (n > 10)
2. Kumpulkan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20 25 subgrup
3. Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu x
4. Hitung nilai rata-rata dari seluruh x, yaitu x yang merupakan garis tengah (center line)
dari peta kendali x

5. Hitung simpangan baku dari setiap subgrup yaitu S :

S=

(X

- X)2

n -1

6. Hitung nilai rata-rata dari seluruh S, yaitu S yang merupakan garis tengah dari peta
kendali S

7. Hitung batas atas kendali dari peta kendali x :


3.S

UCL = x +

C4. n
3.S
3
LCL = x dimana
= A3
C4. n
C4. n
sehingga
UCL = x + (A3.S)
LCL = x - (A3.S)

8. Hitung batas kendali untuk peta kendali S :


UCL = S +
LCL = S -

3.S (1- C4)


3. (1- C4)
dimana 1+
= B4
C4
C4

3.S (1- C4)


3. (1- C4)
dimana 1= B3
C4
C4

Sehingga :
UCL = B4 . S
LCL = B3 . S
9. Plot data x dan S pada peta kendali x dan S serta amati apakah data tersebut berada
dalam pengendalian atau diluar pengendalian.
Contoh Kasus II
Misalnya, Perusahaan ASA melakukan monitoring terhadap produk yang dihasilkan oleh
bagian produksi selama 25 hari. Setiap hari diambil 5 (harusnya > 10, namun untuk
kepentingan kemudahan pembahasan dimisalkan 5) produk untuk diukur panjangnya.
Selengkapnya tersaji dalam tabel berikut:

Jumlah Observasi

Hasil Pengukuran

20, 22, 21, 23, 22

21,60

1,14

19, 18, 22, 20, 20

19,80

1,48

25, 18, 20, 17, 22

20,40

3,21

20, 21, 22, 21, 21

21,00

0,71

19, 24, 23, 22, 20

21,00

2,07

22, 20, 18, 18, 19

19,40

1,67

18, 20, 19, 18, 20

19,00

1,00

20, 18, 23, 20, 21

20,40

1,82

21, 20, 24, 23, 22

22,00

1,58

10

21, 19, 20, 20, 20

20,00

0,71

11

20, 20, 23, 22, 20

21,00

1,41

12

22, 21, 20, 22, 23

21,60

1,14

13

19, 22, 19, 18, 19

19,40

1,52

14

20, 21, 22, 21, 22

21,20

0,84

15

20, 24, 24, 21, 23

22,80

1,64

16

21, 20, 24, 20, 21

21,20

1,64

17

20, 18, 18, 20, 20

19,20

1,10

18

20, 24, 23, 23, 23

22,40

1,52

19

20, 19, 23, 20, 19

20,20

1,64

20

22, 21, 21, 24, 22

22,00

1,22

21

23, 22, 22, 20, 22

21,80

1,10

22

21, 18, 18, 17, 19

18,60

1.52

23

21, 24, 24, 23, 23

23,00

1,22

24

20, 22, 21, 21, 20

20,80

0,84

25

19, 20, 21, 21, 22

20,60

1,14

521,00

34,88

20,77

1,30

Jumlah
Rata-rata

Peta kendali x :
CL = 20, 77
UCL = x + (A3.S) = 20, 77 +1, 427(1,30) = 22, 63
LCL = x - (A3.S) = 20, 77 -1, 427(1,30) = 18,91
Peta kendali S :
CL = 1,30
UCL = B4.S = 2, 089(1,30) = 2, 716
LCL = B3.S = 0(1,30) = 0
Tabel Nilai A2, d2, D3, D4
Subgroup

A2

d2

D3

D4

Size
2

1.880

1.128

-----

3.268

1.023

1.693

-----

2.574

0.729

2.059

-----

2.282

0.577

2.326

-----

2.114

0.483

2.534

-----

2.004

0.419

2.704

0.076

1.924

0.373

2.847

0.136

1.864

0.337

2.970

0.184

1.816

10

0.308

3.078

0.223

1.777

11

0.285

3.173

0.256

1.744

12

0.266

3.258

0.283

1.717

13

0.249

3.336

0.307

1.693

14

0.235

3.407

0.328

1.672

15

0.223

3.472

0.347

1.653

16

0.212

3.532

0.363

1.637

17

0.203

3.588

0.378

1.622

18

0.194

3.640

0.391

1.608

19

0.187

3.689

0.403

1.597

20

0.180

3.735

0.415

1.585

Tabel Nilai A3, B3, B4


Subgroup

A3

B3

B4

Size
2

2.659

-----

3.267

1.954

-----

2.568

1.628

-----

2.266

1.427

-----

2.089

1.287

0.030

1.970

1.182

0.118

1.882

1.099

0.185

1.815

1.032

0.239

1.761

10

0.975

0.284

1.716

11

0.927

0.321

1.679

12

0.886

0.354

1.646

13

0.850

0.382

1.618

14

0.817

0.406

1.594

15

0.789

0.428

1.572

16

0.763

0.448

1.552

17

0.739

0.466

1.534

18

0.718

0.482

1.518

19

0.698

0.497

1.503

20

0.680

0.510

1.490

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Peta Kendali atau Control Chart merupakan suatu teknik yang dikenal sebagai metode
grafik yang digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses berada dalam pengendalian
kualitas secara statistik atau tidak sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan
perbaikan kualitas.

DAFTAR PUSTAKA
Amitava, M. 1993. Fundamental of Quality Control and Improvement. Macmillan Publishing
Company. New York.
Anonim 2013. Diakses http://en.wikipedia.org/wiki/Control_chart#History pada tanggal
November 2016
Perpustakaan Universitas Pendidikan. Metode control chart. http://repository.upi.edu/1365/4/
s_d5051_0611189_chapter3.pdf diakses pada tanggal November 2016.