Anda di halaman 1dari 6

 data kuantitatif yang diukur

menggunakan alat pengukuran


tertentu untuk keperluan pencatatan
dan analisis.
 Data variabel bersifat kontinyu. Jika
suatu catatan dibuat berdasarkan
keadaan aktual, diukur secara
langsung, maka karakteristik kualitas
yang diukur itu disebut sebagai variabel
 data variabel karakteristik MUTU
adalah: diameter pipa, ketebalan produk
kayu lapis, berat semen dalam kantong,
waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan satu proses, dan lain-lain.
Ukuran-ukuran berat, panjang, tinngi,
diameter, waktu dan volume merupakan
data variabel.
 data kualitatif yang dihitung
menggunakan daftar pencacahan atau
tally untuk keperluan pencatatan dan
analisis.
 Data atribut bersifat diskrit. Jika suatu
catatan hanya merupakan suatu
ringkasan atau klasifikasi yang berkaitan
dengan sekumpulan persyaratan yang
telah ditetapkan, maka catatan itu
disebut sebagai “atribut”
 data atribut karakteristik mutu adalah:
ketiadaan label pada kemasan produk,
kesalahan proses adminitrasi buku
tabungan nasabah, banyaknya jenis cacat
pada produk, banyaknya produk kayu
lapis yang cacat, dan lain-lain. Data
atribut biasanya diperoleh dalam bentuk
unit-unit ketidaksesuaian atau cacat /
kegagalan terhadap spesifikasi kualitas
yang telah ditetapkan.
 memberikan informasi mengenai
perbaikan kualitas, menentukan
kemampuan proses setelah perbaikan
kualitas tercapai, membuat keputusan
yang berkaitan dengan spesifikasi
produk, membuat keputusan yang
berkaitan dengan proses produksi,
membuat keputusan terbaru yang
berkaitan dengan produk yang
dihasilkan