Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS BIAYA PERTANIAN MENGGUNAKAN

TRAKTOR MINI PADA TANAMAN JAGUNG


MEKANISASI PERTANIAN
ANALISIS BIAYA PERTANIAN MENGGUNAKAN TRAKTOR MINI PADA
TANAMAN JAGUNG

DISUSUN OLEH:

ARIO
C1011141002
AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2016

PENDAHULUAN
.

Latar Belakang
Warga Negara indonesia yang menengah kebawah berprofesi sebagai petani, tetapi sangat
disayangkan setelah hampir 35 tahun masa pembangunan berjalan bidang pertanian seakan akan
masih bergerak pada tempatnya berbagai cara untuk meningkatkan hasil pertanian telah
dilakukan oleh pemerintah diantranya mengimport Peralatan modern ke Indonesia supaya dapat
digunakan, dan herannya timbul permasalahan lain yaitu bagaimana cara menggunakan peralatan
tersebut. Sama-sama kita ketahui bahwa hampir 85 % petani yang ada di Indonesia tidak
mengenal yang namanya peralatan modern yang canggih, mereka hanya mengenal cangkul dan
Kerbau.Jika kita membandingkan keuntungan yang dihasilkan peralatan tradisional yang dipakai
petani dengan Peralatan modern atau yang biasa disebut Alsintan, maka sangat lah jauh berbeda,
kita ketahui sama sama bahwa Peralatan tradisional membutuhkan kinerja yang lebih besar,
disamping itu juga membutuhkan waktu yang lebih lama. Berbagai macam peralatan yang telah
ada di Indonesia diantaranya Combine, Handtraktor, Trasher, ITGM, Traktor Mini dan
sebagainya, telah beroprasi secara optimal tetapi itu berdasarkan statistic pemerintah. Tetapi jika
kita menelaah kembali apa yang sebenarnya terjadi dilapangan tentunya sangat berbeda, banyak
para petani menggudangkan bantuan peralatan modern di KUD setempat dan lebih memilih
peralatan tradisional lantaran tidak mengerti bagaimana cara mengoperasikan alsintan tersebut.
(Aprianto, 2004)
Memasuki era teknologi tinggi penggunaan alat-alat pertanian dengan mesin-mesin
modern membantu percepatan proses pengolahan produksi pertanian. Salah satu alat yang umum
dan paling sering digunakan adalah Traktor. Traktor merupakan sebuah alat bermesin yang
memiliki kemampuan untuk mengolah tanah. Fungsi traktor sekrang telah mengantikan fungsi
tenaga hewan seperti sapi dan kerbau dalam pengolahan tanah. Traktor adalah salah satu contoh
penggunaan teknologi dibidang pertanian dimana dengan penggunaan teknologi tersebut dapat
mengatasi masalah-masalah terutama yang berkaitan dengan tenaga kerja dan waktu. Traktor
pertanian saat ini menjadi komponen yang tak terpisahkan dari pembangunan pertanian dan
pedesaan. Kita saksikan perkembangan yang pesat penggunaan traktor tangan di pedesaan. Hal
tersebut karena mereka dapat memperbandingkan bahwa ternyata melakukan pengolahan tanah
dengan traktor lebih menguntungkan dibanding cara lain.
Walaupun telah dikenal luas namun perlu kiranya kita membahas tentang perlunya mengenal
mesin Hand traktor. Mesin Hand traktor ini telah digerakkan dengan tenaga mesin, namun
pengoperasiannya menggunakan tangan. Pengenalan yang baik atas mesin traktor tangan ini,
dapat mempercepat proses modernisasi pertanian.Handtraktor merupakan peralatan yang
digunakan oleh manusia, system yang bekerja yaitu dorongan dibutuhkan oleh handtraktor
tersebut, dan tentunya menggunakan manusiaTraktor roda dua ini merupakan traktor serba

guna.Traktor tangan (hand tractor) adalah sumber penggerak dari implemen (peralatan)
pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor
tangan ini merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak
implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain-lain. (Anonim, 2000).
Pada Makalah ini akan membahas tentang pengolahan tanah aluvial menggunakan traktor
mini dengan bajak singkal terhadap pertumbuhan jagung, yang mana pengolahan tanah ini
dimaksudkan untuk menyuburkan tanah sehingga aerase dan draenase air di dalam tanah menjadi
lebih baik.
Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Tanah Aluvial
2. Apa yang dimaksut dengan Pengolahan Tanah ?
3. Bagaimana pengolahan anah Aluvial menggunakan Traktor mini dengan bajak Singkal?
4. Apa saja dampak postif dan negatif menggunakan traktor mini bajak singkal padapengolahan
tanah?

Tujuan
1. Mahasiswa lebih memahami tentang alat-alat pertanian yang digunakan dalammelakukan
pengolahan
tanah untuk komoditi tertentu.
2. Dapat mengetahui seberapa pentingnya pengolahan tanah yang diperlukan
sebelumdilakukannya proses budidaya.
3. Dapat memahami mekanisasi alat pertanian berupa traktor mini yang menggunakan bajak
singkal.
4. Sebagai sarana penambah informasi mahasiswa terhadap alat mesin pertanian.
5. Sebagai tugas terstruktur dari Mata Kuliah Mekanisasi Pertanian.

TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Tanah Aluvial
Tanah Aluvial atau tanah endapan, banyak terdapat didataran rendah,di sekitar muara sungai,
rawa-rawa, lembah-lembah, maupun kanan kirialiran sungai besar. Profilnya biasanya belum
jelas. Pada umumnya banyak mengandung pasir dan hat. Tidak banyak mengandung unsur-unsur
zat hara. Kesuburannya sedang hingga tinggi. Diseluruh Indonesia tanah-tanah ini merupakan
tanah pertanian yang baik dan dimanfaatkan untuk tanaman pangan musiman hingga
tahunan (Rismunandar,1993).

Tanah endapan Aluvial atau Coluvial mudah atau agak mudah dengan atau tanpa
perkembangan profil lemah.Sifat tanah Aluvial sangat beragam tergantung sifat bahan asal yang
diendapkan. Penyebarannya tidak dipengaruhi ketinggian maupuni klim(Hardjowigeno,1993).
Tanah Aluvial berkembang pada Aluvium dengan permulaan yang baru danmempunyai
profil yang berkembang sangat lemah. Pada kebanyakan tanah Aluvial perubahan wama dari
horizon A ke C sulit dilihat atau tidak ada. Sebagian besar tanah iniadalah tanah yang
kebanyakan sifatnya diturunkan, dari mana bahan-bahan yang diangkut dan diendapkan.
Teksturnya berkaitan dengan laju air. endepositkan Aluvium. Oleh karenanya, tanah
ini cenderung bertekstur kasar, dekat aliran airdan bertekstur lebih halus di dekat pinggiran luar
paparan banjir. Secara mineralogi, tanah-tanah ini berkaitan dengantanah yang bertindak
sebagai sumber untuk Aluvium. Endapan-endapan aluvial baik yang diendapkan oleh sungai
maupun diendapkan oleh laut, pada umumnya mempunyai susunan mineral seperti daerah
Diatasnya darimana bahan-bahan bersangkutan diangkutdan diendapkan (Foth,1994).

Tanah Aluvial hanya meliputi lahan yang sering atau baru saja mengalami banjir dan atau
endapan marine akibat adanya pasang surut air laut,sehingga dapat dianggap masih muda dan
belum ada perbedaan horizon. Endapan Aluvial yang sudah tua dan menampakkan akibat
pengaruh iklimdanvegetasitidak termasuk [nceptisol, mungkin lebih berkembang. Suatu hal yang
mencirikan pada pembentukan Aluvial ialah bahwa sebagian terbesar bahan kasar akan
diendapkan tidak jauh dari sumbernya. Tekstur bahan yang diendapkan pada waktu tempat yang
sama akan lebih seragam, makin jauh dari sumbernya makin halus butir yang diangkut
(Darmawijaya,1990).
Tanah aluvial terdiri dari endapan-endapan terbaru atau baru dari bahan aluvial yang
disebabkan karena masih mudanya belum menunjukkan adanya perubahan-perubahan atau
belum mengalami perkembangan profil (Druif,1969).
Pengolahan tanah
Pengolahan tanah adalah proses dimana tanah digemburkan dan dilembekkan dengan
menggunakan bajak ataupun garu yang ditarik dengan berbagai sumber tenaga seperti tenaga
manusia, tenaga hewan, dan mesin pertanian (traktor). Melalui proses ini kerak tanah teraduk
sehingga udara dan cahaya matahari menyentuh tanah lebih dalam dan meningkatkan
kesuburannya. Sekalipun demikian tanah yang terlalu sering diolah akan berkurang tingkat
kesuburannya. Sistem pengolahan tanah terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan sistemnya. Yang
pertama adalah Tanpa Olah Tanah (TOT) bentuk ini adalah yang paling sederhana karena tanah
tidak perlu diolah. Bentuk ini diterapkan pada tanah yang sudah gembur dengan vegetasi sekitar
tidak dipenuhi gulma. Kedua, bentuk Olah Tanah Minimum (OTM), bentuk ini dilakukan dengan
mencangkul tanah pada barisan yang akan ditanami dengan lebar 40 cm. Tanah dicangkul
sedalam 15-20 cm agar dapat menghancurkan bongkahan tanah yang besar. Biasanya bentuk ini

1.

2.

3.

diterapkan pada tanah bersturktur ringan yang tidak memberikan perbedaaan hasil dibandingkan
pengolahan tanah sempurna. Ketiga, bentuk Olah Tanah Sempurna (OTS), pengolahan tanah
dilakukan sebanyak tiga kali dengan menggunakan traktor sampai kedalaman mata bajak 30 cm.
Tujauannya untuk membalik sirkulasi udara untuk pertumbuhan akar tanaman. Setelah itu
dilakukan penggaruan dan pencangkulan agar tanah rata.
Adapun tahapan dalam mengolah tanah pertanian adalah dijelaskan sebagai berikut :
Land clearing (Membersihkan Areal) pembersihan areal dilakukan terhadap pepohonan dan
semak-semak, alang-alang yang berada disekitar areal pengolahan tanah. Pembersihan areal ini
berfungsi memperlancar aliran arus air, menekan pertumbuhan biji-biji gulma yang terbawa di
areal tanah.
Pembajakan tanah adalah proses pengolahan tanah sebelum masa tanam. Pembajakan tanah
adalah membolak balikkan tanah dengan kedalaman yang ditentukan dengan tujuan
menggemburkan tanah dan memperbaiki struktur aerase dan draenase dalam tanah, pada proses
ini juga diharapkan terjadi proses mineralisasi bahan-bahan organik sehingga tanah siap untuk
digunakan dalam proses budidaya.
Proses penggaruan proses pelumatan tanah sehingga tanah menjadi halus dan rata.

PEMBAHASAN
A.

Pengolahan tanah dengan traktor mini


Traktor mini merupakan traktor yang mempunyai dua poros roda (beroda empat). Traktor
ini memiliki panjang bekisar 1790-2070 mm, lebar berkisar 995-1020 mm dan dayanya berkisar
12,5-20 HP. Pada elemennya traktor jenis ini digerakkan oleh motor diesel dua silinder atau
lebih, mempunyai 6 kecepatan (versneling) maju dan 2 kecepatan mundur, yang dibedakan
menjadi 4 macam kecepatan rendah (termasuk kecepatan mundur) dan 4 macam kecepatan tinggi
(termasuk kecepatan mundur). Kecepatan kerja berkisar antara 0,94-4,79 km/jam dan kecepatan
transport antara 7,54-13,31 km/jam. Traktor jenis ini sudah dilegkapi dengan PTO (power take
off), three point hitch (tiga titik penggandengan/system mounted). Pada umumnya konstruksi
traktor mini tidak banyak berbeda dengan traktor besar, perbedaannya hanya pada dayanya saja.
Bajak singkal ditujukan untuk pemecahan segala jenis tanah dan efesien untuk
pembalikan tanah serta penutupan sisa-sisa tanaman, bagian bajak yang memecah tanah disebut
telapak bajak singkal, bagian ini digunakan untuk memotong, mengangkat dan membalik tanah.
Bagian-bagian yang membentuk mata bajak singkal adalah mata bajak, sisi tanah dan singkal.
Ketiga bagian ini terpasang pada sepotong logam yang tak berukuran bentuknya yang disebut
badan baja (frog). Singkal adalah bagian bajak yang terletak langsung di belakang mata bajak.
Bagian ini menenrima potongan tanah dari mata bajak dan membalikannya. Singkal merupakan
bagian bajak yang terpenting, sebab oleh singkal lapisan tanah terpecah, dihancurkan dan
dihaluskan. Mata bajak singkal (share) ialah sisi yang melaksanakan pemotongan. Bagian-bagian

utama mata bajak singkal adalah ujung, sayap, sisi pemotong dam sisi samping. Sisi samping
adalah bagian bajak yang meluncur sepanjang permukaan dinding alur. Sisi samping ini
membantu meniadakan tekanan samping sisi yang dilakukan oleh pemotongan alur terhadap
singkal, juga membantu menstabilkan bajak apda waktu digunakan, tepi singkal (shin) adalah
bagain tepi pemotongan pada singkal yang terletak di atas sisamoing.
Dengan pengolahan tanah yang baik, proses penanaman tanaman jagung akan
berlangsung optimum sehingga menghasilkan produksi yang baik, tanah yang sudah diolah akan
menambah kandungan mineral yang berada di dalam tanah dan pengaktifkan mikroorganisme
yang ada di dalam tanah.
Dampak pengolahan tanah
1.

Dampak positif

a Merenggangkan tanah sehingga tercipta runag dan pori-pori yang memungkinkan tanag
mendapatkan aerasi yang baik.
b Membantu mencampuradukan residu tanaman, materi organik tanah, dan nutrisi menajadi lebih
merata.
c Membunuh gulma secara mekanis.
2. Dampak negatif
a Mengeringkan tanah sebelum penanaman benih. Hal ini merupakan dampak negatif pada
wilayah beriklim kering.
b Tanah akan kehilanagan banyak nutrisi seperti nitrogen dan kemampuannya dalam menyimpan
air.
c Mengurangi laju penyerapan air sehingga meningkatkan erosi tanah.
d Pembajakan mengurangi tingkat kohesi antar partikel tanah sehingga memeprcepat erosi.
e Mengurangi kadar organik tanah.
f Risiko terjadi pemadatan tanag pada bagian yang tidak terbajak.
g Risiko tanaman yang hancur dan tersisa di tanah dapat mengundang organisme dans serangga
yang tidak diinginkan dan berpotensi menggangu produksi.
Akan tetapi semua dampak positif dan negatif tersebut dapat terjadi maupun tidak
karena bergantung pada banyak faktor, diantaranya :
a Jenis implemen yang digunakan.
b Pembajakan tanah dimalam hari dapat mengurangi jumlah gulma yang tumbuh karena benih
gulma yang masih terdormansi dapat tumbuh ketika terpapar cahaya.
c Penggunaan implemen tertentu, terutama yang tidak mencapai tanah bagian dalam (misal bajak
piring).
d Jumlah residu tanaman yang tertinggal mempengaruhi laju erosi tanah, semakin banyak residu
tanaman pergerakan air lebih terhambat sehingga erosi berkurang.
Analisis biaya

Investasi di bidang Alsintan dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan yang wajar, karena itu
perlu diperhitungkan biaya produksi. Prestasi Alsitan harus mengimbangi Total Biaya Tetap dan
Biaya Tidak Tetap.
Prestasi Alsin dapat diukur dengan cara :

BIAYA TETAP (Fixed Cost / Owning Cost)


1. Biaya Penyusutan (depreciasion)
2. Biaya Bunga Modal (Interest rate)
3. Asuransi (insurance)
4. Biaya Pajak (tax)
5. Biaya Gudang/Garasi/Gedung/Listrik (shelter/hausing)
6. Biaya Dana Sosial/Sumbangan

BIAYA TIDAK TETAP (Variable Cost / Operating Cost)


1. Biaya Bahan Bakar (fuel)
2. Biaya Perawatan/Pemeliharaan (maintenance)
3. Biaya Perbaikan/Reparasi (repair)
4. Biaya Ban (rubber tire ) (khusustraktorroda)
5. Biaya Operator (operator)

Perhitungan biaya tetap

Perhitungan biaya tidak tetap


o Biaya Bunga Modal danAsuransi

dimana :
I = total bunga modal danasuransi (Rp/th)
i = total persenbunga modal danasuransi (%)
P = hargabeli (Rp)
L = umurmesin (th)

o BiayaAsuransi, Pajak dan Garasi/Gudang bisa juga di perkirakan dengan persen dari harga beli.
o Biaya Asuransi dan Pajak untuk Alsintan di Indonesia belum ditentukan.
o Biaya Dana Sosial/Sumbangan di Indonesia biasanya di abaikan.

BF = SFC .Power . HF
Biaya Bahan Bakar (Mesin Diesel)
dimana :
BF
SFC
Power
HF

= biaya bahan bakar (Rp/jam)


= Spesific Fuel Consumption (l/Hp.jam)
= tenaga mesin (Hp)
= Hargabahanbakar solar (Rp/l)

No

Jenis Mesin

SFC (l/Hp.jam)

Traktor Tangan

0.17

Traktor 4-roda

0.18

Mesin Diesel Stasioner

0.16

Traktor Rantai

0.10

Kerja Ringan

0.13

Kerja Sedang

0.18

Kerja Berat

FAO (Rata-rata Biaya BB)

Keterangan

0.10

2. Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan

Pemeliharaan :
a) Pelumasan (Oli Pelumas dan Gemuk*) (lubrication)
* :Gemuk umumnya digunakan hanya pada traktor rantai
a) Filter
Ditentukan dari indeks harga lokal.

BL = 10% . BF (Traktor 4-roda, FAO)


Dimana: BL
BF

= biaya pelumasan (Rp/jam)


= biaya bahan bakar (Rp/jam)

Perbaikan
Jenis Traktor Pertanian :

BR = FR . P / 100 jam
Jenis Mesin Besar :
Dimana :
BR
= biaya perbaikan (Rp/jam)
FR
= faktor perbaikan (-) (Tabel)
BTR
= biaya pergantian ban (Rp)

Perbaikan dan Pemeliharaan


Traktor Pertanian :
BRM = FRM . P / 100 jam
Mesin Sumber Tenaga :
BRM = 1.2% . (P S) / 100 jam
Mesin Lepas Panen :
BRM = 5% . P / 100 jam
Peralatan Pertanian
BRM = 2% . P / 100 jam
dimana :
BRM
= biaya perbaikan dan pemeliharaan (Rp/jam)
FRM
= faktor perbaikan dan pemeliharaan (Tabel)
PdanS
= harga beli dan hargajual (Rp)

3. Biaya Ban
BW = BTR / JTR
dimana :
BW = biaya ban (Rp/jam)
BTR = biaya pergantian ban (Rp)
JTR
= jumlah jam umur ban (jam) (tabel)
4. Biaya Operator
Ditentukan dari upah lokal.
Total Biaya
TC = (FC/X) + VC
Dimana :
TC
= total biaya (Rp/jam)
FC
= biaya tetap (Rp/th)

VC
X

1.
2.
3.
4.

= biaya tidak tetap (Rp/jam)


= jam kerja per tahun (jam/th)

BREAK EVEN POINT (BEP)


Break event point adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat
untung maupun rugi atau impas (penghasilan = total biaya)
BEP sangat penting agar usaha kita tidak mengalami kerugian, apakah itu usaha jasa ataupun
manufaktur. Manfaat BEP adalah:
Alat perencanaan untuk hasilkan laba
Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan
kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti
Perhitungan BEP

dimana :
BEP = break even point (jam/th) atau (Ha/th) atau (ton/th)
FC
= biayatetap (Rp/th)
VC
= biayatidaktetap (Rp/jam) atau (Rp/Ha) atau (Rp/ton)
Su
= unit hargajual (Rp/jam) atau (Rp/Ha) atau (Rp/ton)

A.

Deskripsi Biaya Traktor


Sebuah traktor mempunyai tenaga 16 HP. Pada saat pembelian harga barunya Rp
150.000.000 dan diperkirakan mempunyai nilai akhir 10% dari harga awal. Umur ekonomi
diperkirakan 5 tahun. Upah operator Rp7.000,/jam, sedangkan jumlah jam kerja per tahun
adalah 3000 jam/tahun. Spesific Fuel Comsuption Mesin ini adalah 0,20 dan harga solar saat ini
Rp.6.700 .
Hitunglah berapa biaya total traktor pada tahun pertama jika penyusutan dihitung dengan
metode SLM (metode garis lurus). Tingkat bunga modal dan asuransi yang berlaku 12%/tahun
dan traktor bekerja pada kondisi normal. Harga ban Rp 1.500.000 dengan umur pakai 500 jam.

B.

Analisis Biaya

1. Biaya tetap
a)

Biaya penyusutan

D = (P-S)/L
D = (Rp 200.000.000 Rp 20.000.000 )/ 5 tahun
= Rp180.000.000/ 5 tahun
= Rp 36.000.000 /tahun
b)

Biaya modal dan asuransi


I
= I (P) (L+1)/ 2L
I
= 12% (Rp 200.000.000 ) (5tahun + 1)/ 10 tahun
I
= Rp 14.400.000 /tahun.
Total biaya biaya tetap = biaya penyusunan + biaya modal dan asuransi
= Rp 36.000.000 /tahun + Rp 14.400.000 /tahun
= Rp 15.600.000 /tahun.

2. Biaya tidak tetap


a) Bahan Bakar
BF = SFC x Power x HF x WT
= 0,20 L/Hp.jam x 16 Hp x Rp 6700/L
= Rp 21.440/ jam
b)

Biaya pemeliharaan dan perbaikan


BL = 10% x BF
= 10 % x Rp 21.440/ jam
= Rp 2.144/ jam
BR = FR x P/ 100 jam x WT
= 1,2 % x 200.000.000 x / 3000 jam
= Rp 800 / jam
Total biaya tidak tetap
= bahan bakar + biaya pemeliharaan dan perbaikan
= Rp.21.440 /jam + Rp Rp 2.144 /jam + Rp 800/jam
= Rp 24.384/ jam
3. Biaya ban
BW

= BTR / JTR x WT
= Rp. 1.500.000 / 500 jam x 3000 jam/tahun.
= Rp. 9.000.000 / tahun.

Total biaya TC = (FC / X ) + VC


= ( Rp. 15.600.000 / thn : 3000 jam ) + Rp 24.384 /jam
= Rp 5.200 + Rp 24.384 /jam
= Rp 29.584 /jam

4. Biaya BEP (Break event point)


Break event point adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat
untung maupun rugi atau impas (penghasilan = total biaya)
BEP = FC / (Su VC)
dimana :
FC

= Rp 15.600.000 /tahun

VC

= Rp 24.384/ jam x 3.000 jam/tahun = Rp 73.152.000/ tahun

Su

= unit harga jual (Rp/jam) atau (Rp/Ha) atau (Rp/ton)

Maka,
BEP

= FC / (Su VC)
= Rp 15.600.000/ ( Rp 150.000.000 Rp 73.152.000)
= Rp 15.600.000/ Rp 76.848.000
= 0,2

Kesimpulannya nilai BEP dapat dikatakan mengalami kerugian atau tidak layak digunakan untuk
pengolahan tanah, karena nilai BEP < 1.
PENUTUP

A.

Kesimpulan

1. Mekanisasi adalah ilmu yang dengan prakteknya mengajarkan kepada mahasiswa untuk dapat
menggunakan alat dan mesin pertanian, sehingga mahasiswa paham dengan mekanisasi
pertanian.
2. Berbagai jenis bajak digunakan berdasarkan jenis tanah yang akan diolah agar penggunaan dan
hasil bajakan menjadi maksimal.
3. Bajak singkal adalah bajak yang paling umum digunakan, ini dikarenakan bajak singkal
langsung membolak-balik tanah sehingga tanah menjadi gembur dan baik untuk ditanami.
4. Setiap jenis bajak yang berbeda memiliki keunggulan masing-masing, yang berbeda hanya
pengapliksiannya.
5. Penggunaaan bajak singkal dalam pengolahan tanah lebih lebih efisien waktu dan efektif
daripada menggunakan tenaga kerja manusia dalam pengolahan tanah, hasil yang dihasilkan
bajak singkal lebih luas dan lebih merata.

6. Pengolahan tanah untuk budidaya tanaman jagung menggunakan bajak singkal mini. Mesinmesin pertanian digunakan untuk membuat pekerjaan yang sulit menjadi mudah serta tidak
membosankan. Kemudian meningkatkan efisiensi serta meningkatkan produksi yang dipacu oleh
pekerjaan yang cepat.
7. Darihasil nilai BEP dapat dikatakan pengolahantanahmenggunakantraktor rotarymengalami
kerugian atau tidak layak digunakan untuk pengolahan tanah, karena nilai BEP < 1.
Saran
1. Kelimpahan Jenis Jagung perlu adanya peningkatan sanitasi tanah agar diperoleh tanah yang
baik dan ideal untuk pertumbuhan jagung itu sendiri.
2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat perbedaan antara Pengaruh Pengolahan
Tanah Aluvial Menggunakan Bajak Singkal dan Pengolahan Tanah Aluvial Menggunakan
Cangkul Terhadap Pertumbuhan Jagung.
3. Diharapkan adanya peran serta dan dukungan dari semua pihak khususnya masyarakat yang
tidak mengenal alat-alat pengolahan tanah yang modern dalam upaya pengembangan industri
pengolahan tanah.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2000. Mesin Pasca Pengelolahan Lahan. Institut Pertanian Bogor : Bogor
Defredo. 2005. Mekanisasi Pertanian. PT Grafindo : Jakarta
Aprianto, 2004. Peralatan yang digunakan dalam Pertanian. Gadjah Mada Ekspres :
Yogyakarta.
Darmawijaya, M. Isa. 1990. Tanah Aluvial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Foth, H.D . 1994 . Dasar Dasar Ilmu Tanah. Gajah Mada University Press.
Yogyakarta.
Hardjowigeno, S. 1993. Ilmu Tanah. Edisi ketiga. PT. Mediyatama Sarana Perkasa.
Jakarta. 233 halaman.
Irwanto, A.K., 1983, Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut
Pertanian Bogor; Bogor.

Reychal, 2002. Pengelolahan Lahan Pertanian.Mekanisasi Pertanian hal 50-63: Graffindo


Pustaka: Jakarta