Anda di halaman 1dari 25

PERAMALAN PERTUMBUHAN KEBUTUHAN KONSUMSI

ENERGI LISTRIK di RAYON PEMALANG


PROPOSAL SKRIPSI

OLEH
IKMALUDIN
1203030016

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016

Proposal Skripsi
PERAMALAN PERTUMBUHAN KEBUTUHAN KONSUMSI
ENERGI LISTRIK di RAYON PEMALANG

Diajukan oleh
Ikmaludin
1203030016

Menyetujui:
Pembimbing I

Tanggal...................2016
NIP.
Pembimbing II

Tanggal..................

2016
NIP.

Judul Penelitian:

PERAMALAN PERTUMBUHAN KEBUTUHAN KONSUMSI


ENERGI LISTRIK di RAYON PEMALANG

Tim Peneliti:
Nama Mahasiswa

Ikmaludin

Dosen Pembimbing I :
Dosen Pembimbing II

Lokasi penelitian:
Penelitian ini akan dilaksanakan di PLN unit pelayanan
jaringan Rayon Pemalang.

1. Latar Belakang
Pemalang saat ini sedang banyak dilakukan pembangunan
infrastruktur di segala bidang, sehingga dibutuhkan penyediaan
dan penyaluran tenaga listrik yang memadai baik dari segi teknis
maupun ekonomisnya. Ketersediaan energi listrik yang memadai
dan tepat sasaran akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
dan tingkat kesejahteraan masyakarat yang menikmati energi
listrik. Dalam memenuhi kebutuhan listrik, Pemalang bergantung
pada sumber listrik jaringan interkoneksi Jawa - Bali. Jaringan
listrik interkoneksi tersebut, sampai saat ini masih mengandalkan
sumber energi fosil (minyak, gas bumi dan batu bara) sebagai
bahan bakar pembangkit listrik. Eksploitasi sumber energi fosil
untuk pembangkit listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat,
seiring dengan meningkatnya konsumsi listrik.
Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan suatu prediksi
konsumsi energi listrik untuk mengetahui jumlah konsumsi energi
listrik masyarakat Pemalang di masa mendatang. Dalam sistem
kelistrikan prediksi atau ramalan sangat dibutuhkan untuk
memperkirakan dengan tepat seberapa besar daya listrik yang
dibutuhkan untuk melayani beban dan kebutuhan energi dalam
distribusi energi listrik. Selain faktor teknis, faktor ekonomi juga
merupakan faktor terpenting yang perlu diperhitungkan.
Prediksi

konsumsi

energi

listrik

merupakan

perkiraan

ketersedian energi listrik jangka panjang tentang besarnya


kebutuhan energi untuk suatu daerah tertentu dengan suatu
metode analisis. Untuk sistem kelistrikan, prediksi sangatlah
dibutuhkan untuk memperkirakan dengan tepat seberapa besar
energi listrik yang dibutuhkan untuk mensuplai beban dan
kebutuhan energi dalam distribusi energi listrik dimasa yang

akan

datang.

Selain

faktor

teknis,

faktor

ekonomi

juga

merupakan faktor terpenting yang perlu diperhitungkan. Bila


perkiraan tidak tepat menyebabkan tidak cukupnya kapasitas
energi yang disalurkan guna memenuhi kebutuhan beban,
sebaliknnya jika perkiraan beban terlalu besar maka akan
menyebabkan

kelebihan

kapasitas

pembangkit

sehingga

menyebabkan kerugian.
Perencanaan

yang

harus

diterapkan

oleh

PLN

untuk

mengurangi hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam


proses distribusi energi listrik ke konsumen, tentunya harus
diantisipasi sedini mungkin agar penyediaan energi listrik dapat
tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang memadai.
Perencanaan ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya
krisis

energi.

Apabila

terjadi

krisis

energi,

maka

akan

menghambat pertumbuhan ekonomi di sektor industri, komersial,


bisnis, pelayanan publik dan sebagainya yang akan menghambat
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prediksi konsumsi energi
listrik dapat dilakukan dengan mengolah data perkembangan
penduduk dan pertumbuhan ekonomi serta profil konsumsi
energi dengan menggunakan perangkat lunak.
1.1 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, yang menjadi permasalahan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Berapa besar jumlah prediksi kebutuhan energi listrik di Pemalang untuk
beberapa tahun kedepan
2. Berapa besar nilai elastisitas energi yang didapat seiring pertumbuhan
ekonomi (PDRB) di wilayah Pemalang
1.2 Tujuan Penelitian
Penelitian ilmiah ini bertujuan untuk :

1.

Mengetahui seberapa besar jumlah prediksi kebutuhan energi listrik di

Pemalang.
2. Mengetahui seberapa besar nilai elastisitas energi yang didapat seiring
pertumbuhan ekonomi (PDRB) di wilayah Pemalang
3. Menganalisis single line diagram area Pemalang berdasarkan hasil prediksi
konsumsi energi listrik dimasa mendatang.
1.3

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan mempermudah prakiraan dan pengembangan

bidang ketenagalistrikan di Purbalingga dan menjadi salah satu bahan studi


penelitian energi listrik. Penelitian ini juga sebagai informasi bagi PT PLN
(Persero) Rayon Pemalang berdasarkan hasil prediksi dari data pemakaian listrik
pada masa yang lalu dalam menentukan kebijakan tentang penyediaan energi
listrik untuk beberapa tahun yang akan datang.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian terdahulu telah membahas mengenai

prediksi konsumsi energi listrik dengan menggunakan software


DKL 3.2 dan ETAP. Pada penelitian tersebut membahas tentang
simulasi

pengembangan

trafo

distribusi

berdasarkan

pertumbuhan beban. Salah satu penelitian tersebut adalah


penelitian yang dilakukan oleh Dhimas Mahardika mahasiswa
teknik elektro Universitas Diponegoro dengan judul Simulasi
Pengembangan Trafo Distribusi Berdasarkan Pertumbuhan Beban
Menggunakan Model DKL 3,2 dan Software ETAP 7.0.0
Tahun 20122016 Di UPJ Batang.
Referensi

penulis

berikutnya

adalah

penelitian

yang

dilakukan oleh Indra Pamungkas mahasiswa teknik elektro


Universitas Jenderal Soedirman dengan judul Perencanaan
Kebutuhan Energi Listrik di UPJ PURBALINGGA Menggunakan
Software LEAP. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh
6

Suhono mahasiswa teknik fisika Universitas Gadjah Mada dengan


judul Kajian Perencanaan Permintaan Dan Penyediaan Energi
Listrik Di Wilayah Kabupaten Sleman Menggunakan Perangkat
Lunak LEAP.
Penelitian

berikutnya

dilakukan

oleh

Arifien

Bay

E.

mahasiswa program magister manajemen teknologi Institut


Teknologi Sepuluh Nopember membahas tentang peramalan
beban listrik dan optimalisasi pembangunan jaringan distribusi
dengan menggunakan metode Simple E dan program linier
dengan judul Studi Peramalan Beban Listrik PLN Jawa Timur
Tahun

20112020

dan

Optimalisasi

Pemilihan

Prioritas

Pembangunan Jaringan Distribusi Dengan Pendekatan Program


Simple E dan Program Linier.
2.2

Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik


Prakiraan atau forecast pada dasarnya merupakan dugaan

atau

prakiraan

mengenai

terjadinya

suatu

kejadian

atau

peristiwa di waktu yang akan datang (Syafii, 2013). Prakiraan


kebutuhan energi listrik termasuk dalam ranah

perencanaan

energi terpadu, dalam rencana pembangunan sosial ekonomi.


Faktor utama yang digunakan untuk menentukan prakiraan
tingkat kebutuhan energi listrik adalah pertumbuhan ekonomi,
jumlah penduduk, pola konsumsi energi listrik di masa lampau
(Suhono, 2010).
Prakiraan kebutuhan energi listrik menurut (Syafii, 2013)
dapat dikelompokkan menurut jangka waktunya menjadi tiga
kelompok, yaitu:
a. Prakiraan jangka panjang
Prakiraan jangka panjang adalah prakiraan untuk
jangka waktu diatas satu tahun. Dalam prakiraan jangka
panjang

masalah-masalah

makro

ekonomi

yang

merupakan masalah ekstern perusahaan listrik merupakan


faktor utama yang menentukan arah prakiraan kebutuhan
energi. Faktor makro tersebut diatas misalnya adalah
Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).
b. Prakiraan jangka menengah
Prakiraan jangka menengah adalah prakiraan untuk
jangka waktu dari satu bulan sampai dengan satu tahun.
Dalam prakiraan beban jangka menengah faktor-faktor
manajerial perusahaan merupakan faktor utama yang
menentukan.
kemampuan

Masalah-masalah
teknis

memperluas

manajerial

misalnya

jaringan

distribusi,

kemampuan teknis menyelesaikan proyek pembangkit


listrik baru serta juga kemampuan teknis menyelesaikan
proyek saluran transmisi.
c. Prakiraan jangka pendek
Prakiraan jangka pendek adalah prakiraan untuk
jangka waktu beberapa jam sampai satu minggu (168 jam).
Dalam prakiraan jangka pendek terdapat batas atas untuk
beban maksimum dan batas bawah untuk beban minimum
yang ditentukan oleh prakiraan beban jangka menengah.
2.3

Prakiraan Beban Tenaga Listrik


Salah

membuat

satu
rencana

faktor

yang

operasi

sangat

sistem

menentukan

tenaga

listrik

dalam
adalah

peramalan atau prakiraan beban yang dilakukan oleh sistem


tenaga listrik bersangkutan. Tidak ada rumus eksak untuk ini
karena besarnya beban ditentukan oleh para konsumen tenaga
listrik yang secara bebas dapat menentukan pemakaiannya.
Namun karena pada umumnya kebutuhan tenaga listrik seorang
konsumen sifatnya periodik maka grafik pemakaian tenaga listrik

atau lazimnya disebut grafik beban dari sistem tenaga listrik juga
mempunyai sifat periodik.
Oleh karena statistik beban dari masa lalu harus dianalisa,
maka sangat diperlukan untuk memperkirakan beban dimasa
yang akan datang yang pada umumnya dilakukan dengan cara
mengekstrapolasi grafik beban dimasa lampau ke masa yang
akan

datang.

Setelah

dilakukan

ekstrapolasi

kemudian

ditambahkan koreksi-koreksi terhadap hal-hal khusus.


Kebutuhan beban dari suatu daerah tergantung dari
daerah, penduduk, standar kehidupan, rencana pengembangan
sekarang dan masa yang akan datang, harga daya, dan
sebagainya (Pabla, 1986). Perumahan (Domestik) yang terdiri
dari penerangan , kipas angin , alat-alat rumah tangga misalnya
lemari es, alat pendingin ruangan (AC), setrika listrik, kompor
listrik, dan lain lain.
1. Komersial, terutama terdiri atas penerangan untuk tokotoko, reklame, alat-alat listrik lainnya yang dipakai pada
bangunan pedagang seperti toko-toko, restoran, pasarpasar, dan sebagainya.
2. Industri, terdiri dari industri rumah tangga. Industri kecil,
industri menengah, industri besar dan industri berat.
3. Kota (publik), beban ini adalah untuk penerangan jalan
yang selalu tetap menyala sepanjang malam.
4. Pertanian, beban ini dibutuhkan untuk penyediaan air
irigasi

dengan

menggunakan

pompa

digerakkan oleh motor listrik.


5. Beban-beban lain, diluar beban-beban

air

yang

yang

telah

disebutkan diatas adalah penyediaan beban yang besar


untuk industri, seperti industri kertas, tekstil, dan
sebagainya.
Menurut (Widhoyoko, 1994) peramalan beban dibagi
menjadi empat kelompok yaitu :
9

1. Sektor rumah tangga


2. Sektor komersial.
3. Sektor publik
2.4

Beban Listrik
Untuk merencanakan suatu sistem distribusi tenaga listrik

maka salah satu hal yang harus diperhatikan adalah beban


listrik. Untuk mengetahui beban listriknya, beberapa hal yang
perlu diperhatikan antara lain:
2.4.1

Jenis Beban Listrik


Jenis

beban

listrik

menurut

daerah

biasanya

digolongkan banyak hal, yaitu:


1) Berdasarkan lingkungan atau lokasi
a) Beban pusat perkantoran
b) Beban perumahan
c) Beban perumahan luar Kabupaten
d) Beban pedesaan
e)
2)
Berdasarkan jenis pelanggan
a) Pelanggan umum
b) Pelanggan industri
3) Berdasarkan jadwal pelayanan
a) Beban perumahan
b) Beban penerangan jalan
c) Beban perkantoran
d) Beban industry
4) Berdasarkan jenis pelanggan
a) Beban perumahan
Beban perumahan merupakan beban yang dilayani
oleh trafo distribusi yang terdiri dari seluruh atau
sebagian besar merupakan tempat tinggal penduduk.
Pada beban perumahan kebutuhan maksimum biasanya
berlangsung dimalam hari jam 17:00 22:00 dan
biasanya sangat bervariasi sesuai dengan kebiasaan
penduduk setempat dalam mengkonsumsi energi listrik.
Jumlah anggota rumah tangga menjadi salah satu
faktor

penentu

pemakaian

10

energi

listrik

yang

dikonsumsi rumah tangga, sebagian besar digunakan


untuk penerangan, peralatan rumah tangga seperti TV,
radio, setrika, pompa air, keperluan memasak dan lain
sebagainya.
b) Beban usaha bisnis
Beban usaha merupakan beban pelanggan yang
terdiri dari suatu kelompok perdagangan atau usaha
seperti pertokoan, rumah makan, dan lain sebagainya.
Pada umumnya beban komersial ini terletak di pusat
kabupaten. Beban puncak umumnya terjadi pada pagi
hari sekitar pukul 09:00 sampai malam hari kira-kira
21:00.
c) Beban sosial (publik)
Beban sosial merupakan beban pelanggan yang
terdiri dari tempat-tempat sosial seperti rumah sakit,
sekolah, tempat beribadah dan lain sebagainya. Beban
puncak umumnya terjadi pada siang hari dan malam
hari.
d) Beban industri
Beban industri merupakan beban pelanggan yang
terdiri dari kelompok pabrik-pabrik atau industri. Beban
ini biasanya terpisah dari perumahan penduduk untuk
mencegah terjadinya fluktasi tegangan yang sering
terjadi di industri yang menggangu peralatan rumah
tangga setempat. Beban yang biasnya terdapat di
industri berupa lampu sebagai penerangan dan motormotor listrik. Kapasitas daya yang digunakan oleh
industri pada

umumnya

lebih

besar dibandingkan

dengan pelanggan lainnya. Beban puncak biasanya


terjadi pada siang hari karena motor-motor listrik
beroperasi atau berproduksi saat-saat tersebut.
e) Beban pemerintahan

11

Beban pemerintahan merupakan jenis beban yang


digunakan

untuk

instansi

pemerintahan

dan

penerangan jalan (Febrial, 2012).


2.4.2

Karakteristik Beban Listrik


Karakteristik beban merupakan salah satu faktor

yang sangat penting dalam perencanaan oprasi sistem


tenaga

listrik.

pengoperasian
sedemikian
operasi

Dengan
sistem

rupa

sistem

karateristik
tenaga

sehingga
tenaga

listrik

dapat

listrik

beban,

maka

dapat

diatur

diharapakan

yang

optimal.

suatu
Dalam

mempelajari karakteristik beban listrik ada beberapa istilah


yang perlu diketahui, yaitu

tentang faktor beban (load

factor) dan faktor daya yang dalam penelitian ini akan


digunakan untuk menghitung total beban maksimum trafo.
Faktor beban adalah perbandingan antara beban
rata-rata terhadap beban puncak yang diukur dalam suatu
periode tertentu. Beban rata-rata dan beban puncak dapat
dinyatakan dalam kilowatt, kilovolt-ampere, ampere dan
sebagainya, tetapi satuan dari keduanya harus sama. Pada
penelitian yang akan dilakukan untuk menghitung total
kapasitas beban trafo adalah dengan melihat pada statistik
data tahunan PT. PLN tahun 2011, dimana pada sumber
tersebut dituliskan nilai faktor bebannya sebesar 0,8
(Statistik PLN, 2011).
Faktor beban dapat dihitung untuk periode tertentu
biasanya dipakai harian, bulanan, atau tahunan. Beban
puncak yang dimaksud disini adalah beban puncak sesaat
atau beban puncak rata-rata dalam interval tertentu
(demand maksimum), pada umumnya dipakai demand
maksimum 15 menit atau 30 menit. Definisi dari faktor

12

beban ini dapat dituliskan dalam persamaan berikut ini


(Syafii, 2013):
Faktor beban(LF)=

beban rataratadalam periodetertentu


beban puncak dalam periode tersebut

..........

(2.1)
Faktor daya atau faktor kerja adalah perbandingan
antara daya aktif (Watt) dengan daya/daya total (VA), atau
cosinus sudut antara daya aktif dan daya semu/daya total.
Seperti diketahui bahwa nilai faktor daya adalah mulai dari
0 sampai dengan 1, berarti kondisi terbaik yaitu pada saat
nilai faktor daya = 1. Dalam kenyataannya nilai faktor daya
yang ditetapakan oleh PT. PLN (Persero) sebagai penyedia
listrik SPLN 70-1 adalah lebih dari 0,85, jadi untuk faktor
daya yang kurang dari 0,85 bisa dikatakan faktor dayanya
kurang bagus. Definisi dari faktor daya ini dapat ditulis
persamaannya seperti dibawah ini (Dhandy, 2012).
Faktor Daya (PF) = cos =

P(W )
S (VA)

.............................................(2.2)
2.5

Pertumbuhan Pelanggan
Pertambahan penduduk yang semakin pesat dan diiringi

pertumbuhan ekonomi yang tinggi menyebabkan kebutuhan


akan tenaga listrik semakin meningkat, sehingga dibutuhkan
penyediaan dan penyaluran tenaga listrik yang memadai, baik
dari segi teknis maupun ekonomisnnya. Penggunaan tenaga
listrik sekarang ini merupakan salah satu kebutuhan penting
dalam kehidupan masyarakat dan sering kali dianggap sebagai
salah satu tolak ukur taraf kemajuan rakyat sejalan dengan
perkembangan teknologi.
Makin banyaknya industri

yang

berskala

menengah

maupun besar serta pertumbuhan pelanggan yang meningkat

13

setiap tahunnya akan membutuhkan pelayanan dan penyaluran


energi listrik secara kontinyu dengan kualitas layanan yang lebih
baik. Kegiatan perdagangan, perekonomian dan industri tumbuh
pesat akhir-akhir ini. Oleh karena itu permintaan akan tenaga
listrik melonjak saat ini dan pertumbuhan yang cepat ini
diperkirakan akan berlangsung terus untuk tahun tahun yang
akan datang. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan energi
listrik, maka pihak penyuplai energi listrik dalam hal ini PLN
berusaha untukm melayani dan memenuhi kebutuhan pelanggan
yang semakin meningkat, sehingga PLN harus menyediakan
pembangkit listrik yang baru (Purnomo, 2005).
2.6

Intensitas dan Elastisitas Energi Listrik


Intensitas pemakaian energi adalah parameter yang

menyatakan besarnya pemakaian energi untuk melakukan suatu


aktivitas tertentu (Suhono, 2010) :
volumepemakaianenergi
I=
.............................
volumeaktivitas
(2.3)
Elastisitas permintaan energi adalah suatu ukuran atau
parameter yang menyatakan perubahan permintaan energi
dengan adanya perubahan parameter yang lain, misalnya:
tingkat pendapatan, harga energi (Suhono, 2010) :
E=
2.7

volumepermintaanenergi
...................(2.4)
volumependapatan

Pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto


(PDRB)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah

satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di


suatu daerah dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar
harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB pada

14

dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh


seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan
jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh
unit ekonomi pada suatu daerah. PDRB atas dasar harga berlaku
menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung
menggunakan harga pada tahun berjalan, sedang PDRB atas
dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa
tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada
satu tahun tertentu sebagai tahun dasar.
PDRB menurut harga berlaku digunakan untuk mengetahui
kemampuan sumber daya ekonomi, pergeseran, dan struktur
ekonomi suatu daerah.Sementara itu, PDRB konstan digunakan
untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi secara riil dari tahun
ke tahun atau pertumbuhan ekonomi yang tidak dipengaruhi oleh
faktor harga. PDRB juga dapat digunakan untuk mengetahui
perubahan harga dengan menghitung deflator PDRB (perubahan
indeks implisit). Indeks harga implisit merupakan rasio antara
PDRB menurut harga berlaku dan PDRB menurut harga konstan
(Badan Pusat Statistik 2014).
Yt = Ytd + ( Yta Ytd ) (

t td
).................. (2.5)
tatd

dimana
Yt

= Pertumbuhan PDRB pada tahun t (%)

Ytd

= Pertumbuhan PDRB pada Tahun Dasar Proyeksi

Yta

= Pertumbuhan PDRB pada Tahun Akhir Proyeksi

= Tahun proyeksi

td

= Tahun Dasar Proyeksi

ta

= Tahun Akhir Proyeksi

15

2.8

Metode peramalan konsumsi energi listrik


Untuk melakukan perencanaan dalam bidang apapun,

tentu harus ada metode yang baku yang digunakan. Ada


berbagai

model

pendekatan

untuk

menyusun

prakiraan

kebutuhan tenaga listrik yang tersedia antara lain :


2.8.1.

Metode LEAP
LEAP (Long Range Energi Alternative Planning

System) adalah perangkat lunak yang dapat digunakan


untuk melakukan analisa dan evaluasi kebijakan dan
perencanaan

energi.

Software

LEAP

pertama

kali

dikembangkan oleh Stockholm Environment Institute, yang


berkantor di pusat Boston, Amerika serikat. Versi pertama
LEAP

diluncurkan

tahun

1981.

Versi

LEAP

tahun

2000,merupakan LEAP yang telah berbasis windows (Yanjia


Wang, 2006).
Banyak
menggunakan

orang yang telah melakukan penelitian


LEAP

salah

satunya

untuk

mengkaji

perencanaan peningkatan ketersediaan energi listrik dan


mitigasi CO2 di Indonesia. LEAP juga digunakan untuk
kajian perencanaan pengembangan jaringan kelistrikan
Jawa-Madura-Bali (JAMALI). Kajian mengenai perencanaan
permintaan

dan

penyediaan

energi

menggunakan

perangkat lunak LEAP pernah dilakukan dengan mengambil


area penelitian Daerah Istimewa Yogyakarta (Wijaya, 2009).
LEAP terdiri dari 4 modul utama yaitu modul variabel
penggerak (driver variable) yang dalam versi baru disebut
juga

key

assumptions,

modul

permintaan

(demand),

transformasi (transformation) dan sumber daya energi


(resources). Modul tambahan adalah pelengkap terhadap

16

modul utama jika diperlukan, yaitu statistical differences,


stock changes, dan non energy sector effects.
Proyeksi penyediaan energi dilakukan pada modul
transformasi dan modul sumber daya energi. Sebelum
memasukkan data ke dalam modul transformasi untuk
diproses,

terlebih

dahulu

dimasukkan

data

cadangan

sumber energi primer dan sekunder ke modul sumber daya


energi yang diakses menuju modul transformasi. Demikian
juga data permintaan dengan beberapa skenario yang
telah dimasukkan ke dalam modul permintaan diakses ke
modul transformasi.
Perangkat lunak yang digunakan adalah keluaran
tahun 2014 seri 2014.0.1.25. Lisensi yang digunakan
adalah lisensi untuk pendidikan. Bagian bagian menu yang
ada pada tampilan windows sangat mudah dimengerti dan
dapat disesuaikan bahasanya sesuai yang tersedia pada
operating system windows yang digunakan LEAP memiliki
beberapa terminologi umum, diantaranya sebagai berikut:
a. Area : system yang dikaji (contoh : Negara atau wilayah).
b. Current Accounts: data yang menggambarkan Tahun
Dasar (tahun awal) dari jangka waktu kajian.
c. Scenario: sekumpulan asumsi mengenai kondisi masa depan.
d. Tree: diagram yang merepresentasikan struktur model
yang disusun seperti tampilan dalam Windows Explorer.
Tree terdiri atas beberapa branch.
e. Branch: cabang atau bagian dari tree, branch utama ada
empat, yaitu key assumptions, demand, transformation,
dan resources. Masing-masing branch utama dapat
dibagi lagi menjadi beberapa branch tambahan (anak
cabang).
f. Expression:

formula

matematis

untuk

menghitung

perubahan nilai suatu variabel. Expression akan muncul


pada saat membuat suatu skenario.
17

g. Saturation: perilaku suatu variabel yang digambarkan


mencapai

suatu

kejenuhan

tertentu.

Persentase

kejenuhan adalah 0% X 100%. Nilai dari total persen


dalam suatu branch dengan saturation tidak perlu
berjumlah 100 % (sebagai contoh: % saturation dari
rumah tangga yang menggunakan lemari es).
h. Share: perilaku suatu variabel yang digambarkan
mencapai suatu kejenuhan 100%. Nilai dari total persen
dalam suatu branch dengan share harus berjumlah
100%.
2.8.2.

Metode Simple E

Metode Simple E adalah metode yang menggunakan


sebuah file kerja Microsoft Excel yang terdiri dari tiga
kertas kerja atau sheet yaitu data, model dan simulasi.
Simple E tidak dapat berfungsi tanpa ketiga kertas kerja
tersebut. Menurut (Arifien, 2012) terdapat tiga proses dari
input data sampai simulasi, yaitu :
1) Cek model
2) Penyelesaian model
3) Simulasi
2.9

Tegangan Jatuh dan Rugi-Rugi Daya


Jatuh tegangan merupakan besarnya tegangan yang hilang

pada suatu penghantar. Jatuh tegangan pada saluran tenaga


listrik secara umum berbanding lurus dengan panjang saluran
dan beban serta berbanding terbalik dengan luas penampang
penghantar. Besarnya jatuh tegangan dinyatakan baik dalam
persen atau dalam besaran volt. Besarnya batas atas dan bawah
ditentukan

oleh

kebijaksanaan

perusahaan

kelistrikan.

Perhitungan jatuh tegangan praktis pada batas-batas tertentu


18

dengan hanya menghitung besarnya tahanan masih dapat


dipertimbangkan, namun pada sistem jaringan khususnya pada
sistem

tegangan

kapasitansinya

menengah

masalah

diperhitungkan

indukstansi

karena

nilainya

dan
cukup

berarti (PT.PLN (Persero), 2010).


Akibat

terjadinya

rugi

tegangan

pada

saluran

maka

tegangan ditempat pelanggan yang paling jauh dari sumber


(gardu distribusi) akan lebih kecil dari tegangan nominal. Hal ini
terjadi

dikarenakan

rugi

tegangan

pada

saluran

yang

menyebabkan adanya tegangan jatuh (V). Tegangan jatuh


dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :
V = Vs Vr........................................................ (2.6)
Dimana :
V = tegangan jatuh (drop voltage)
Vs = tegangan pengiriman di sisi sumber
Vr = tegangan penerimaan di sisi beban
2.10 Sistem Jaringan Distribusi
Sistem

tenaga

listrik

merupakan

suatu

sistem

yang

terpadu oleh hubungan-hubungan peralatan dan komponen


listrik seperti generator, transformator, jaringan tenaga listrik
dan beban-beban listrik atau pelanggan. Pendistribusian tenaga
listrik adalah bagian dari suatu proses sistem tenaga listrik yang
secara garis besar dapt dibagi menjadi tiga tahap yaitu:
1. Proses produksi di pusat-pusat pembangkit tenaga listrik
(PLTA, PLTG, PLTU).
2. Proses penyaluran daya/transmisi dengan tegangan tinggi
(30, 70, 150, 500 KV) dari pusat pembangkit ke gardu induk.
3. Proses pendistribusian tenaga listrik dengan tegangan
menengah pada jaringan distribusi primer(misal 11 atau

19

20KV) dan tegangan rendah pada jaringan distribusi sekunder


(220V atau 380V).
2.11

ETAP (Electric Transient and Analysis Program)


ETAP (Electric Transient and Analysis Program) merupakan

suatu perangkat lunak yang mendukung sistem tenaga listrik.


Perangkat ini mampu bekerja dalam keadaan offline untuk
simulasi tenaga listrik, online untuk pengelolaan data real-time
atau digunakan untuk mengendalikan sistem secara real-time.
Fitur yang terdapat di dalamnya pun bermacam-macam antara
lain fitur yang digunakan untuk menganalisa pembangkitan
tenaga listrik, sistem transmisi maupun sistem distribusi tenaga
listrik.
ETAP dapat digunakan untuk membuat proyek sistem
tenaga

listrik

dalam

bentuk

diagram

satu

garis (one

line

diagram) dan jalur sistem pentanahan untuk berbagai bentuk


analisis, antara lain: aliran daya, hubung singkat, starting
motor, trancient stability, koordinasi relay proteksi dan sistem
harmonisasi. Proyek sistem tenaga listrik memiliki masingmasing elemen rangkaian yang dapat diedit langsung dari
diagram satu garis dan atau jalur sistem pentanahan. Untuk
kemudahan hasil perhitungan analisis dapat ditampilkan pada
diagram satu garis (Operation Technology,Inc, 2009).
Etap Power Station memungkinkan kita untuk bekerja
secara

langsung

dengan

tampilan

gambar

single

line

diagram/diagram satu garis. Program ini dirancang sesuai


dengan tiga konsep utama:
1. Virtual Reality Operation
Sistem operasional yang ada pada program sangat mirip
dengan sistem operasi pada kondisi real nya. Contohnya, ketika

20

membuka atau menutup sebuah circuit breaker, menempatkan


suatu elemen pada sistem.
2. Total Integration Data
Etap Power Station menggabungkan informasi sistem
elektrikal, sistem logika, sistem mekanik, dan data fisik dari
suatu elemen yang dimasukkan dalam sistem database yang
sama. Misalnya, untuk elemen subuah kabel, tidak hanya
berisikan data kelistrikan dan tentang dimensi fisik nya, tapi juga
memberikan informasi melalui raceways yang di lewati oleh
kabel tersebut.
3. Simplicity in Data Entry
Etap Power Station memiliki data detail untuk setiap
elemen yang digunakan. Dengan menggunakan editor data,
dapat mempercepat proses entri data suatu elemen. Data-data
yang ada pada program ini telah di masukkan sesuai dengan
data-data yang ada di lapangan untuk berbagai jenis analisa atau
desain.

3. Metode Penelitian
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Pada penelitian tugas akhir dilakukan di UPJ Pemalang, BPS
Pemalang dan Laboratorium Konversi Energi Sistem Tenaga
Listrik, Teknik Elektro Universitas Universitas Muhammadiyah
Purwokerto

21

3.2 Bahan Penelitian


Bahan yang digunakan

dalam proses penelitian ini adalah

sebagai berikut:
1. Data jumlah pelanggan PLN wilayah Pemalang.
2. Data konsumsi energi listrik Rayon Pemalang.
3. Data PDRB area SLD (Single Line Diagram) Rayon
Pemalang
4. Data beban Rayon Pemalang
5. Data aset Rayon Pemalang
3.3 Alat Penelitian
1. Software LEAP (Longe-range Energy Alternative Planning
system) sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk
melakukan prediksi konsumsi energi listrik.
2. Software ETAP sebagai perangkat lunak yang digunakan
untuk melakukan analisa losses dan drop voltage pada
jaringan distribusi listrik.
3. Software Microsoft Office, untuk penulisan laporan tugas
akhir penelitian.
3.4 Jalan Penelitian
Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu tahap
persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan yang
terakhir adalah tahap akhir.

3.4.1

Tahap Persiapan

Pada

tahap

ini

penulis

mengumpulkan

beberapa

literatur (studi pustaka,jurnal,artikel dan lain-lain). Selanjutnya


menentukan objek serta lokasi penelitian.

3.4.2 Tahap Pengumpulan Data


Data penelitian merupakan data sekunder yang diambil
dari Rayon Pemalang dan BPS Kabupaten Pemalang. Data
data tersebut berupa;
a. Laporan penjualan tenaga listrik
b. Data konsumsi energi listrik (kWh)
22

Pengumpulan Data

c. Data pertumbuhan penduduk


d. Daya terpakai (kVA).
Variabel

yang

ditentukan

dalam

penelitian

ini

merupakan data primer yaitu data berupa jumlah kebutuhan


energi listrik oleh pelanggan yang kemudian data tersebut
digunakan untuk memprediksi kebutuhan energi listrik. Selain
itu

juga

data

statistik

perkembangan

perekonomian

penduduk, data SLD (Single Line Diagram), data beban dan


data aset Rayon Pemalang.

3.4.3 Jadwal Penelitian


Jadwal rencana kegiatan penelitian Peramalan kebutuhan konsumsi energi
listrik di Rayon Pemalang dapat dilihat pada tabel berikut :
BULAN
No.

Jenis Kegiatan

Tahap Persiapan

Tahap Pengumpulan

Data

Tahap Analisis

Data
Tahap Akhir

3.4.4

BULAN III

I
1

BULAN II

Diagram Alir Penelitian

23

Perhitungan nilai losses dan drop voltage


(sesuai
SPLN?)Konsumsi Energi L
Prediksi

Analisis nilai losses & drop voltage menggunakan ETAP

Identifi

Ya

Tidak

Ya

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

24

Daftar Pustaka
[1]

Dewayana, P.R Kakka. 2009 Proyeksi Kebutuhan Dan Penyediaan


Energi Listrik Di Jawa Tengah Menggunakan Perangkat Lunak LEAP.
Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro,
Semarang

[2]

Kurniawan, Ruri. 2015 Prediksi Konsumsi Energi Listrik di UPJ


Purwokerto Dengan Menggunakan Software LEAP. Skripsi. Jurusan
Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman,
Purwokerto

[3]

Mahardika, Dhimas. 2009 Prediksi Konsumsi Energi Listrik Dengan


Menggunakan Software DKL 3.2 dan ETAP. Skripsi. Jurusan Teknik
Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang

[4]

Djiteng Marsudi, Ir., Operasi Sistem Tenaga Listrik,Balai Penerbit &

Humas
ISTN, Jakarta, 1990

[5]

http://stdelaboratory.blogspot.co.id/2013/11/tentang-etap-electrictransient-and.html