Anda di halaman 1dari 16

MENINGKATKAN PELAYANAN PADA MASYRAKAT

TENTANG SUMBER DAYA AIR

Di ajukan untuk melengkapi bahan-bahan dan memenuhi syarat ujian dinas TK.I / TK II
Tehnik Sipil (Sumber Daya Air)

DI
S
U
S
U
N

OLEH
SUHARNO, BE
Nip. 19630303 199103 1 015

BIDANG SUMBER DAYA AIR


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN DOMPU
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin, terlebih dahulu kami memanjatkan puji syukur ke


hadirat Allah SWT, tuhan seluru sekalian alam, pencipta langit dan bumi, atas rahmat dan
karunia-NYA yang telah Melimpahkan rahmad dan hidayahnyalah, sehingga makalah saya ini
dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Karena makalah ini digunakan untuk melengkapi
bahan Ujian Dinas Tk. I/Tk II

Penulispun banyak mendapatkan bimbingan serta pengarahan yang sangat berati


dalam menyusun laporan ini baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dari
pengumpulan data sampai makalah ini selesai dibuat, oleh karena itulah, pada kesempatan ini
saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tulus dari lubuk hati yang
paling dalam kepada tuhan yang maha esa, keluarga besar serta teman-teman.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itulah
kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan laporan
ini. dan semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca.

Dompu, 09 Febuari 2017

\
DAFTAR ISI

Sampul Depan .................................................................................... i

Kata Pengantar .................................................................................... ii

Daftar Isi .................................................................................... iii

BAB I
I. Pendahuluan .................................................................................... 1

I.1 Latar Belakang ......................................................................... 1

I.2 Tujuan ......................................................................... 1

I.3 Rumusan Masalah ......................................................................... 1


BAB II
II.Pembahasan ..................................................................................... 2

II.1. Pemanfaatan Air . 2

II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air . 2

II.3. Perencanaan Proyek Sumber Daya air . 4

II.4. Sejarah Teknik Sumber Daya Air . 4

II.5. Masa Depan Teknik Sumber Daya Air . 5

III. Penutup ................................................................................................ 7

III.1. Kesimpulan ........................................................................ 7

III.2. Saran ..................................................................................... 7

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Segala sesuatu sekarang memerlukan pangetahuan atau sering kita sebut ilmu

pengetahuan. Salah satunya pengetahuan yang kita pelajari sekarang adalah pengetahuan

Sumber Daya Air. Pelajaran ini sangat penting karena pengetahuan ini penting untuk kita

dalam hal pembuatan pembangunan dibidang pengairan dan didalam bidang lainnya.

Pengembangan Sumber Daya Air (Water Resources) memerlukan adanya konsepsi.

Perencanaan, perancangan, konstruksi dan operasi fasilitas-fasilitas untuk pengendalian

dan pemanfaatan air pada dasarnya hal-hal tersebut merupakan tugas para insinyur sipil,

tetapi jasa-jasa para ahli dibidang lain juga dibutuhkan. Setiap proyek pengembangan

sumber daya air akan menghadapi seperangkat konsisi fisik yang unik yang harus diatasi

secara khusus, sehingga desain buku pedoman (standar) yang menuju kepada

penyelesaian yang sederhana, yang bersandar pada buku pedoaman (handbook),

jarang dapat digunakan. Kondisi-kondisi khusus setiap proyek harus diatasi melalui

penerapan pengetahuaan dasar berbagai disiplin ilmu secara terpadu.

I.2. Tujuan

Sumber daya air ini kita pelajari bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan,

seperti pengendalian banjir, drainasi lahan, pembuangan limbah, serta desain gotong-

royong jalan raya merupakan penerapan teknik suber daya air pada pengendalian air

(control of water), sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang berlebihan terhadap harta

benda, gangguan terhadap masyarakat, atau kehilangan nyawa. Penyediaan air, irigasi,

pengembangan tenaga-hidroelektrik, serta peyempurnaan alur pelayanan adalah contoh-


contoh dari pemanfaatan air (ulitization of water) untuk tujuan-tujuan yang berguna.

Pencemaran mengancam penggunaan air untuk keperluan kota serta irigasi disamping

sangat merusak nilai keindahan sungai. Oleh karena itu pengendalian pencemaran atau

pengelolaan mutu air ( water-quality management) telah menjadi tahapan yang penting

dalam teknik sumber daya air.

I.3. Rumusan Masalah

a. Apakah yang dimaksud dengan sumber daya air ?


b. Apakah fungsi dari sumber daya air ?
c. Bagaimana perkembangan sumber daya air di Indonesia?
BAB II

PEMBAHASAN

II.1. Pemanfaatan Air

Pemanfaatan air harus kita bedakan antara Penyadapan, atau Pengambilan air kedalam

satu system, dan Konsumsi, yaitu air yang diuapkan atau digabungkan dengan suatu

produk dan tidak dapat digunakan lagi bagi pemanfaatan lainya. Air yang mengalir pada

suatu sungai tidak selalu siap untuk digunakan oleh setiap orang atau kelompok yang

menginginkannya. Hak untuk memanfaatkan air mempunyai nilai yang sangat besar,

terutama pada daerah-daerah dimana air merupakan barang yang langkah. Seperti halnya

benda-benda lain yang beharga, hak atas air juga yang dilindungi oleh undang-undang.

Masalah mutu air dijumpai dalam perencanaan proyek-proyek penyediaan air irigasi

serta dalam pembuangan air limbah,

Sungai-sungai yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan satwa liar, tidak

sesuai untuk rekreasi dan sering kali keruh dan kadang kadang berbau. Pengujian

kimiawi serta bakteriologis biasa dilaksanakan untuk menetapkan jumlah serta sipat-

sipat kotoran didalam air. Ahli-ahli ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran kotoran

ini terhadap tumbuh-tumbuhan dan manusia pemakai air yang besangkutan dan

menetapkan standar mutu yang diijinkan.

II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air

a. Aspek Ekonomi Dalam Teknik Sumber Daya Air


Tidak banyak keahlian dibutuhkan untuk mendesain suatu bangunan untuk berbagai

tujuan apabila dana yang tersedia tidak mencukupi untuk pembangunan tersebut.

Kemampuan khusus dari ahli teknik yang bersangkutan akan tercermin dalam peranan

proyek-proyek yang dapat memenuhi tujuan yang dimaksudkan dengan biaya yang

sepadan dengan keuntungan yang dihasilkan. Suatu analisis ekonomi untuk menentukan
rencana yang baik dari beberapa pilihan pada umumnya dibutuhkan dalam

merencanakan proyek. Biasanya harus dibutuhkan biaya proyek yang bersangkutan

cukup rendah dibandingkan terhadap keuntungan-keuntungan yang diharapkan, demi

terjaminnya infestasi yang diperlukan.


Besarnya presipitasi serta aliran sungai berubah dari tahun ketahun, pada umumnya

pembangunan tidak ekonomis untuk merencanakan proyek bagi pengaman banjir

terbesar yang mungkin terjadi atau untuk memastikan tersedianya air untuk musim

kemarau ysang paling sering yang bisa dibayangkan bisa terjadi. Sebaliknya rencana

proyek diukur dengan skala probalitas, sehingga probalitas gagalnya proyek yang

bersangkutan untuk memenuhi tujuannya akan kecil, tetapi tetap positif.


b. Aspek Sosial Dalam Teknik Sumber Daya Air
Hampir semua proyek untuk pengolahan air direncanakan dan dibiayayai oleh badan

pemerintah tertentu, dinas penyediaan air atau pembuangan limbah kotor, dinas jalan

raya negara bagian, proyek irigasi pengendalian banjir dari pemerintah pusat atau oleh

badan hukum umum. Banyak proyek semacam ini menjadi isyu politik yang

controversial dan diperdebatkan secara berkepanjangan oleh orang-orang yang hanya

mempunyai pengetahuan terbatas tentang aspek-aspek teknik dasar dari permasalahan

nya. Hal ini adalah menjadi tanggung jawab yang jelas dari seorang insinyur yang

memiliki fakta-fakta yang lebih lengkap tentang proyek semacam ini untuk dengan tegas

berdiri di atas kepentingan umum, agar keputusan akhir tidak didasarkan pada alasan-

alasan politis dan emosional.


Insiyur yang bersangkutan harus menganalisis fakta-fakta yang ada dan penyajian

uraian yang jelas dengan istilah-istilah yang sederhana dan harus menghindari terjadinya

suatu proyek yang di biayai Negara atau masyarakat, Seorang insinyur harus berpegang

dengan seksama pada kode etik kelompok propesional yang mewakili profesi teknik sipil

di negaranya. Kelalaian untuk bersikap demikian akan menimbulkan prasangka terhadap

permasalahanya serta terhadap seluruh propesi di depan umum.

II.3. Perencanaan Proyek Sumber Daya air


Perencanaan adalah suatu langkah penting dalam pengembangan proyek sumber daya

air. Perencanaan suatu proyek pada umumnya bersangkutan pada suatu insentif politis

atau pengakuan suatu proyek. Hal ini diikuti oleh gagasan tentang alternative pemecahan

permasalahan yang layak secara teknis yang akan memenuhi kebutuhan yang

bersangkutan.

Usul-usul alternatif harus di tinjau berdasarkan study ekonomi yang menganalisis

manfaat dan biaya masing-masing proyek tersebut dalam menetapkan kelayakan

ekonominya. Penilaian dampak sosial dan lingkungan juga merupakan suatu langkah

penting dalam perencanaan. Akhirnya, kelayakan pinansial serta kepraktisan politis

masuk pula dalam rantai permasalahan serta memainkan perencanaan yang penting

dalam pemilihan alternatif-alternatif.

II.4. Sejarah Teknik Sumber Daya Air

Proyek pengelolaan air yang pertama ada di dunia telah hilang dalam kabut

prasejarah. Pentingnya air bagi kehidupan umat manusia membenarkan pengadaian

bahwa manusia purba telah memiliki gagasan untuk mengalihkan aliran sungai dari alur

buatan dengan maksud untuk mengalirkan air ketempat-tempat tertentu di mana di

butuhkan untuk tanaman atau manusia. Pekerjaan drainasi dan irigasi skala besar yang

paling awal mempunyai pertalian dengan menes, pembangunan drainase mesir yang

pertama,kira-kira tahun 200 S.M. pekerjaan-pekerjaan ini kemudian di usul berbagai

proyek mediterania dan timur dekat, meliputi bendungan-bendungan, saluran-saluran,

talang air dan system pembuangan limbah,. Talang air (aqueducts) yang panjangnya

sekitar 381 mil dibangun untuk mengalirkan air ke dalam kota roma, suatu proyek irigasi

di propinsi Szehuan di Cina yang di buat pada kira-kira 250 S.M,masih di gunakan

hingga sekarang, bahkan di dunia baru (Benua Amerika) proyek-proyek yang berlinkup

besar telah ada sebelum datangnya kulit putih. Reruntuhan proyek irigasi yang rumit dan
luas yang di bangun pada tahun 1100 oleh bangsa Indian Hohokam menunjukan

ekonomi irigasi yang telah maju.

Usaha pertama dalam pengetahuan teknik yang terorganisasi adalah pembentukan

Ecole des Ponts et Chaussees di Paris pada tahun 1760. Walaupun demikian, hingga

tahun 1850, desain teknis terutama didasarkan pada aturan-aturan kasar yang

dikembangkan dari pengalaman dan diwarnai dengan faktor-faktor keamanan yang

ditentukan secara bebas. Sejak saat itu, pemanfaatan teori telah meningkat dengan cepat,

sehingga dewasa ini sejumlah besar perhitungan yang teliti telah menjadi bagian dari

sebagian besar desain proyek. Walaupun demikian , tidaklah dapat dianggap bahwa

aturan-aturan kasar telah separuhnya dihapuskan dalam praktek teknik karena masih

banyak segi pengetahuan teknik yang belum dipahami dengan sempurna, sehingga

pemecahan masalah secara teoritis tidaklah layak. Suatu jarak yang cukup besar tampak

terjadi antara riset dan penerapan. Jawaban atas berbagai masalah profesiolnal terdapat

dalam catatan-catatan laboratorium atau bahkan dalam makalah-makalah yang

diterbitkan, tetapi hal-hal tersebut belum banyak digunakan oleh para insinyur pratisi

II.5. Masa Depan Teknik Sumber Daya Air

Orang awam, yang tidak terbiasa dengan massalah-masalah teknik, sering

memandang kegiatan-kegiatan yang besar dibidang pengamanan banjir, Irigasi dan

langkah-langkah lain dalam teknik sumber daya air dengan pemikiran bahwa

kemungkinan diperlukan pekerjaan lebih lanjut pastilah sudah dapat diabaikan.

Sebenarnya peradapan modern jauh lebih tergantung pada air daripada peradapan dahulu

kala. Pengetahuan kedokteran modern bersama dengan teknik penyehatan modern telah

menurunkan kematian dan menaikan harapan hidup, sehingga jumlah penduduk dunia

meningkat dengan pesat. Standar modern tentang kebersihan pribadi membutuhkan air

yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang digunakan seabad yang lalu.
Para insinyur sumber daya air dimasa depan akan sangat terlibat dengan teknologi

serta gagasan-gagasan baru. Reklsamasi air limbah, modifikasi cuaca, pengelolaan lahan

untuk memperbaiki produksi air, serta teknik-teknik baru untuk penyimpanan air

disemua bidang pemanfatan air merupakan topik-topik yang semakin menarik dan

semakin dalam diteliti.

Bertumbuhnya penduduk dunia akan mengubah pola-pola ekologis ditinjau dari

berbagai segi, dan karenanya perencanaan pengelolaan air harus meliputi penilaian cara-

cara untuk menekan akibat-akibat ekologis yang tidak diinginkan. Perhatian terhadap

pelestarian lingkungan hidup akan menjadi semakin penting dalam perencanaan

pengelolaan air dimasa yang akan datang. Pertentangan antara pelestarian ekosistem kita

dengan pencapaian Kebutuhan masyrakat didalam pengelolaan air pastilah menuju

kepada pendekatan-pendekatan baru dalam pengelolaan air dan mungkin juga definisi

baru dari perkataan Kebutuhan. Tidaklah akan cukup bila dimasa depan permasalahan

air ditangani secara sederhana dengan meniru metode-metode yang telah dilaksanakan

diwaktu yang lalu.

Permasalahan

Sejalan dengan pertumbuhan populasi penduduk baik di daerah perkotaan maupun di


perdesaan, kebutuhan air pasti akan mengalami peningkatan beberapa kali lipat setiap
harinya. Air yang digunakan berasal dari air permukaan dan air yang dibawah tanah. Air yang
dipermukaan berasal dari curah hujan yang nantyinya menguap dan meresap menjadi air
bawah tanah. Namun air tersebut tidak dapat semuanya digunakan langsung, karena bias saja
air tersebut langsung mengalir hingga kelaut.
Data dari pusat statistik menunjukan tahun 2000 sekitar 74 persen rumah tangga
menggunakan air tanah sebagai sumber air minumnya. Penggunaan air tanah sebagai air
minum yang tertinggi terdapat di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara yaitu sekitar 79 persen
rumah tangga, sedangkan yang terkecil terdapat di Pulau Bali yaitu sekitar 46,5 persen rumah
tangga. Dibandingkan dengan keadaan tahun 1999, penggunaan air tanah ini meningkat
sekitar 0,4 persen dan kenaikan tertinggi terjadi di Pulau Jawa yaitu sekitar 1,2 persen.4)
Data tersebut menunjukan bagaimana kebutuhan air di Indonesia yang terus meningkat
dari tahun ke tahun, namun potensi airnya yang dapat digunakan relative tetap. Bahkan
potensi air tersebut dapat saja menurun bila pencemaran terjadi, apalagi jika berada di daerah
perkotaan besar yang mempunyai banyak sector industry. Permalahan selanjutnya adalah
mengenai limbah cair yang masuk ke dalam perairan sumber daya air bersih untuk itu melalui
makalah ini akan dikaji bagaimana pengendalian sumber daya air agar dapat dikelola, supaya
nanti nya dimaksud kan sumber daya air mengalami peningkatan atau stabil dimasa yang
akan datang.

TOLONG KASIH JUDUL PEMBAHASAN INI

Agar pencemaran terhadap sumber daya air tidak terus terjadi, saat ini harus sudah
mulai dilakukan berbagai macam cara pengendalian pengelolaan sumber daya air.
Dimaksudkan agar nantinya pencemaran tidak semakin memburuk dan menimbulkan
kelangkaan sumber daya air bersih.
Dalam bidang pengairan biasanya peraturan digunakan untuk mengatur penyediaan dan
pemanfaatan sumber daya air serta larangan untuk melakukan perbuatan yang menyebabkan
pengotoran air. Namun kewenangan mengaturnya belum menjangkau sampai batas yang
lebih spesifik lagi. Karena biasanya pengaturan nya hanya untuk mengatur standar kesehatan
masyarakat. Upaya untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan sumber daya air dapat
dilakukan berbagai cara, salah satunya adalah menetapkan baku mutu air, baik baku mutu air
buangan, maupun baku mutu air penerimaan. Teknik-teknik mengenai kualitas air juga
mempunyai kaitan yang erat dengan nilai air itu sendiri bila dilihat dari berbagai dimensi,
contohnya :
1. Zat kimia (tingkat kemurnian air)
2. Biologis (tanaman dan kehidupan rawa)
3. Mulai dari jenis binatang bersel satu (phytoplankton, 200plannkton) hingga binatang besar
yang terdapat diair.
4. Dimensi waktu, dimana setiap waktu terjadi perubahan yang sangat kompleks, misalnya
siklus air dan temperatur permukaan air yang dapat mengubah sifat.
5. Reaksi berantai dari fotosintesa dan proses pernafasan dari tanaman, binatang dan lain-lain.
6. Dimensi cultural, dilihat dari pentingnya nilai secara materil, maupun cita rasa. Nilai ini akan
berbeda bagi petani, perikanan kehidupan dikota, industry, perhubungan serta rekreasi sport
dan berenang di air.
Dari tanggapan air dapat dibagi atas beberapa kategori atau klasifikasi secara umum, yaitu :
1. Penggunaan rumah tangga dan pemukiman
2. Penggunaan untuk industry dan pertanian
3. Penggunaan yang mempunyai nilai estetik dan cultural ( keindahan alam dan rekreasi serta
ibadah)
4. Untuk menjaga keseimbangan ekologis daya dukung bumi kehidupan lingkungan alam yang
sehat.
Kategori tersebut sangat penting bagi pengelolaan sumber daya air untuk masa saat ini
atau dimasa yang akan datang. Karena kriteria tersebut merupakan titik tolak pengawasan
kualitas air yang telah diakui oleh WHO, walaupun tidak ada kriteria mutlak yang
dipergunakan, dikarenakan banyaknya zat pencemaran. Namun WHO telah memperkenalkan
secara internasional standar air minum yang menetukan standar minimal kualitas air
minum.5)
Menurut pengaturan Ketentuan perundang-undangan yang mengatur kualitas air juga
mengandung program nasional yang mengatur seluruh sumber-sumber air, misalnya :
a. Menetapkan standart air buangan bagi setiap kegiatan disertai keharusan adanya teknologi
tertentu untuk mengolahnya.
b. adanya ukuran yang keras mengenai air bungan yang beracun
c. Memperkeras dan mengefektifkan tatacara penindakan
d. System dan beratnya denda
e. Dasar tuntutan bagi masyarakat dan dasar tanggung jawab para pelaksana/penguasa
Undang-Undang Pokok Agraria No.5 tahun 1960 terdapat pengaturan hak-hak atas air
berupa hak guna iar dan hak pemeliharaan dan penangkapan ikan.
Dan lebih lanjut lagi diatur dalam pasal 47 mengenai hak guna air adalah hak memperoleh air
untuk keperluan tertentu dan/atau mengalirkan air itu diatas tanah orang lain. Dalam pasal 9
UUPA dijelaskan hanya warga Negara Indonesia dapat mempunyai hubungan yang
sepenuhnya dengan bumi, air, dan ruang angkasa. Sehingga dapat diambil kesimpualn warga
Negara Indonesia dapat mempergunakan sumber daya air sesuai dengan kebutuhannya, tetap
setelah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang. Yang dimaksudkan pihak berwenang
disini adalah pemerintah. Pemerintah tidak harus memberikan izin terhadap masyarakat
dalam menggunakan sumber daya air, walaupun didalam pasal 9 UUPA dijelaskan bahwa air
termasuk hak dari warga Negara Indonesia. Karena pemberian izin harus didasarkan pada
tingkat daya rusak karena penggunaan air, adat kebiasaan masyarakat setempat dan tehnik
penyehatan kesehatan lingkungan. Dan menjadi asas landasan hak atas air adalah
kemanfaatan umum, keseimbangan dan kelestarian. Dan hak atas air adalah hak guna air.6)

5) Water Pollution Control, Report of a WHO Expert Committee Jenewa,1996


6) Pasal 2 Peraturan Pemerintah No.22 tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air
Perizinan merupakan tindakan yang penting, karena perizinan memberikan dan
melandasi seluruh masalah yang bisa timbul nantinya. Dalam pasal 7 ayat 1 UULH dimuat
ketentuan yang mengharuskan setiap orang yang menjalankan usaha memelihara kelestarian
kemampuan lingkungan. Setiap instansi terikat guna melakukan tindakan pelestarian
lingkungan dan sumber daya air alamnya, seperti sumber daya air dan sebagainya.7)
Di Indonesia sitem perizinan di bidang lingkungan tidak ada satu peraturan tetap yang
mengaturnya, sistim perizinannya pun masih tumpang tindih satu dengan yang lain, maka
Indonesia perlu segera mengkaji ulang Undang-Undang lingkungan Nomor 32 tahun 2009.8)
Izin lingkungan harus bersifat komprehensif yang mengatur tentang, yaitu :
1. Sistim perizinan lingkungan yang mencakup semua jenis pencemaran
2. Wewenangan untuk menetapkan baku mutu terhadap semua jenis pencemaran
3. Prosedur perizinan dan peranserta masyarakat terhadap akses informasi
4. Ketententuan tentang perlindungan hukum administrasi
5. Ketentuan tentang pengawasan, pemantauan, dan penegakan hukum lingkungan administratif
pidana.
Dan selanjutnya yang dapat membantu untuk menjaga sumber daya air bersih adalah
peran serta dari masyarakat. Karena sesungguhnya masyarakat yang akan dirugikan dari
berbagai permasalahan pencemaran sumber daya air. Peran serta masyarakat diatur didalam
pasal 70 UUPPLH Nomor 32 tahun 2009 yang memberikan hak kepada masyarakat dalam
memberikan penilaian dan perencanaan, hakekatnya peranserta ini adalah mengenai prosedur
pengambilan keputusan tata usaha Negara tentang izin usaha lingkungan.9)

Peran serta masyarakat tersebut dapat berupa, salah satunya berbagai contoh kegiatan adalah
dengan pengawasan sosial, pemberian saran, pendapat, usul, keberatan, pengaduan, dan/atau
penyampaian informasi dan/atau laporan.10)
Masyarakat ikut terlibat dalam mengajukan keberatan sebelum dikeluarkannya izin usaha
oleh pejabat tata usaha Negara, yang mungkin saja izin usaha tersebut yang menjadi cikal
bakal kerusakan sumber daya air.

7) Lihat AMDAL dalam PP 51/93


8) Diktat Hukum Lingkungan oleh Afif Syarif, SH,MH hal.43
9) Diktat Hukum Lingkungan oleh Afif Syarif, SH,MH hal.13
10) Pasal 70 UUPPLH Nomor 32 Tahun 2009

Peran serta masyarakat dapat dilakukan dengan cara :


a. Meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
b. Meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan
c. Menumbuh kembangkan ketanggap segeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial
dan
d. Mengembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam rangka pelestarian fungsi
lingkungan.
Peran serta masyarakat sangat penting dalam pengelolaan lingkungan, khususnya sumber
daya air. Namun ada beberapa hal yang dianggap bahwa peran serta masyarakat tidak lah
begitu diperlukan, karena terdapat pihak yang keberatan akan hal itu. Pihak yang keberatan
berpendapat bahwa belum saatnya masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan lingkungan,
karena mereka khawatir bahwa sebagian masyarakat belum cukup dewasa untuk
mengemukakan pendapat secara terbuka. Akan tetapi pihak tersebut memberikan solusi
berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang lingkungan hidup,
yang diharapkan mampu membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang
dikeluarkan pejabat tata usaha Negara, yang bias saja nantinya dapat merugikan masyarakat.
Dan hal yang terkahir yang dapat menekan pengendalain pencemaran sumber daya air
adalah memberikan sanksi terhadap pelanggar. Setiap tindakan yang merupakan pelanggaran
ketentuan-ketentuan perundang-undangan di bidang sumber daya air, dapat dikenakan sanksi
administratif (pencabutan sementara atau selama-lamanya izin) termasuk sanksi administrasi
menurut pasal 25-27 UULH-97 dan sanksi pidana (kurungan maupun denda) sebagai bagian
dari sanksi administrasi.
BAB III

PENUTUP

III.1. Kesimpulan

Sungai-sungai yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan satwa liar, tidak

sesuai untuk rekreasi dan sering kali keruh dan kadang kadang berbau. Pengujian

kimiawi serta bakteriologis biasa dilaksanakan untuk menetapkan jumlah serta sipat-

sipat kotoran didalam air. Ahli-ahli ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran

kotoran ini terhadap tumbuh-tumbuhan dan manusia pemakai air yang besangkutan

dan menetapkan standar mutu yang diijinkan. Sehingga membuat masyrakat merasa

aman dan tidak merasa takut pada saat mengkonsumsi air sungai.

III.2. Saran

Insinyur yang mendesain bangunan fasilitas proyek-proyek sumber daya air

haruslah orang yang mahir dibidang teknik sipil. Karena keahliannya sangat

berpengaruh pada bangunan sumber daya air. Bentuk dan ukuran bangunan seringkali

tergantung pada sipat hidrolik yang harus dimiki, sehingga harus ditetapkan melalui

penerapan asas mekanika fluida.


DAFTAR PUSTAKA

Sugianto, A. Ilmu Lingkunga, Airlangga. University Pres

Ersin,S. Dasar-Dasar Hidrogin. Gajah Mada University Pres

Gelora,T, S, 1988. Pengedapan Artikel Kolaidal Pada Air Minum. USU. Medan

Mangku,S,1997. Air Untuk Kehidupan. Grasindo. Jakarta.

Pramudia,S, 2001. Melindungi Lingkungan. PT Gramedia Widia Sarana. Jakarta

Suyono, S, 1985. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. PT Pradia Pramita. Jakarta

Sri, H, 1993. Analisis Hidrologi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Sunggono, 1995. Teknik-Sipil, Nova Bandung