Anda di halaman 1dari 69

Elemen Desain

http://faculty.petra.ac.id/dwikris/docs/desgrafisweb/layout_design/elemen_desain.html

Untuk membuat sesuatu, biasanya kita akan memulainya dari masterial-material dasar.
Demikian pula saat kita harus membuat sebuah layout yang baik, kita harus mengenal dahulu
material-material dasar dalam desain. Material dasar ini disebut sebagai elemen desain.

Elemen-elemen desain meliputi garis (line), bentuk (shape), teksture, ruang sisa (space),
ukuran (size), nilai (value) dan warna. Semua elemen desain ini sebenarnya sudah kita kenal
dalam kehidupan sehari-hari, jadi bukan hal yang sama sekali baru.

Sama seperti bumbu dasar untuk sebuah masakan, elemen dasar memiliki kemiripan fungsi
dengan bumbu dasar tersebut. Penggunaan masing-masing elemen desain dalam sebuah
layout akan memberikan sebuah layout yang berbeda.

Bila kita sudah memahami masing-masing bumbu dasar itu, kita bisa membuat resep baru.
Demikian pula bila kita sudah memahami penggunaan masing-masing elemen dasar tersebut,
kita dapat membuat sebuah desain dengan layout yang sam sekali baru.

Elemen-elemen desain antara lain :

Garis : Tanda apapun yang menghubungkan satu titik dengan titik yang lain. Garis
dapat digunakan untuk mengatur layout, mengarahkan pembaca ataupun membawa
emosi pembaca.

Bentuk : Sesuatu yang memiliki tinggi dan lebar. Dengan bentuk pembaca dibantu
untuk mengenali sebuah obyek, menarik perhatiannya, mengkomunikasikan ide
perancang dan menambah daya tarik sebuah layout.

Teksture : Tampilan atau perasaan sebuah permukaan. Teksture menambah dimensi


dan kekayaan sebuah layout, menegaskan atau membawa kedalam sebuah rasa/emosi
tertentu.

Ruang kosong : Jarak atau area antara atau di sekitar sesuatu. Ruang kosong
memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout, menegaskan sebuah elemen,
atau sebagai tempat istirahat bagi mata.

Ukuran : Seberapa besar atau kecil sesuatu. Ukuran menunjukkan elemen yang
terpenting, menarik perhatian, dan mengepaskan seluruh elemen layout.

Value : Seberapa gelap atau terang sebuah area. Value memisahkan elemen-elemen
layout, memberikan suasana tertentu dan membuat sebuah ilusi kedalaman.

Warna : Media paling akhir pada komunikasi simbolik. Warna membawa suasana
tertentu, menarik perhatian, menegaskan sesuatu dan mengatur elemen-elemen layout.
7 Elemen Dasar Desain
http://desainwow.com/7-elemen-dasar-
desain/
Desain memiliki elemen dan unsur yang harus diperhatikan secara seksama. Desain tentu tak
hanya sekadar inspirasi atau ide hebat, melainkan tentang bagaimana mengerti sisi
fundamental dari desain itu sendiri. Ada setidaknya 10 elemen dasar yang harus diperhatikan
oleh setiap desainer. Meski pada akhirnya aturan dibuat untuk dilanggar, setidaknya Anda
harus mengenal dulu elemen-elemen dasar dalam desain.

Berikut daftarnya :

1. GARIS
Elemen pertama dan paling dasar dari desain adalah garis. Fungsinya adalah untuk
memisahkan ruang dan meletakkan desain pada lokasi spesifik. Bayangkan bagaimana
majalah menggunakan garis untuk memisahkan konten, hedalines dan sisi samping.
2. WARNA
Warna adalah elemen yang paling terlihat dari sebuah desain, baik bagi penikmat maupun
desainer itu sendiri. Warna dapat berdiri sendiri sebagai latar, atau diaplikasikan ke elemen
lain seperti garis, shapes, tekstur dan lain sebagainya. Warna menimbulkan mood dan
menceritakan isi desain.

3. SHAPE
Bentuk-bentuk geometrik atau organik memberikan minat pada desain. Semua bentuk dapat
dikategorikan sebagai shape sehingga Anda harus memperhatikan bagaimana seluruh elemen
membentuk shape dan bagaimana mereka berinteraksi.

4. SKALA
Bermain-main dengan skala dan ukuran objek, shape, tipe dan elemen lain memberikan
nuansa pada desain. Bayangkan betapa membosankannya sebuah desain dari elemen-elemen
yang berukuran sama.
5. HARMONI
Harmoni adalah tujuan utama dari desain grafis menurut para pakar. Jadi elemen ini sangat
penting. Harmoni adalah apa yang Anda peroleh dari kumpulan seluruh elemen desain.
Desain yang baik adalah desain yang harmonis, cukup dan tidak berlebihan. Pastikan seluruh
detail telah diperhatikan dengan baik sebelum menyelesaikan sebuah proyek desain.

6. TIPOGRAFI
Mungkin hal tunggal yang paling penting dari sebuah grafis adalah tifografi. Seperti warna
dan teksture, pemilihan desain huruf dapat memberikan pesan kepada penikmat betapa
pentingnya sebuah desain. Kata-kata adalah elemen penting, tetapi bentuk huruf dari kata-
kata tersebut tak kalah penting.

7. SPACE
Area kosong merupakan salah satu aspek desain yang sangat umum. Area kosong ini akan
membantu menampilkan visual gambar secara utuh.
Memahami Elemen-Elemen dalam Desain
http://www.idseducation.com/articles/memahami-elemen-elemen-dalam-desain/

Posted by Dityatama Putri on Dec 13, 2013 in Articles | 1 comment

Elemen desain adalah satu hal yang terpenting dalam desain grafis. Hal nyata inilah yang
akan mewujudkan prinsip desain. Layaknya sebuah tonggak yang akan menopang agar tetap
kukuh. Elemen adalah dasar dari desain. Seperti halnya membangun sesuatu, kita tak bisa
langsung ke atas, kita harus mulai dari dasar. Seperti itu pula desain.

Elemen-elemen desain sendiri terdiri atas 6 hal yaitu garis (line), bentuk (shape), tekstur
(texture), ruang, ukuran, dan warna. Tak kenal, maka tak sayang. Yuk, kita bahas satu-satu
biar lebih kenal biar nantinya jadi paham.

1. Garis (Line)
Garis adalah sebuah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik dengan titik lainnya
sehingga tergambarlah sebuah garis dengan bentuk lengkung (curve) atau lurus (straight).
Mampu membuat keteraturan, mengarahkan pandangan dan memberikan kesan bergerak
serta memiliki karakter tertentu. Penggunaan garis dapat diaplikasikan dalam pembuatan
grafik atau bagan.

2. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah seperangkat garis yang ditempatkan berdekatan, memiliki diameter, tinggi dan
lebar. Ini merupakan obyek 2 (dua) dimensi. Berdasarkan sifatnya, bentuk dapat
dikategorikan menjadi tiga, yaitu huruf, simbol, dan bentuk nyata (form). Selain itu hal ini
dapat digunakan sebagai perantara sebuah ide.

3. Tekstur (Texture)

Tekstur merupakan sebuah visualisasi dari permukaan yang dapat dinilai dengan cara dilihat
atau diraba. Pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu
permukaan benda. Tekstur dapat menambah dimensi dan kekayaan sebuah layout,
menegaskan atau membawa ke dalam sebuah rasa/emosi tertentu.

4. Ruang

Ruang adalah jarak yang memisahkan antar sesuatu. Biasanya digunakan memisahkan atau
menyatukan elemen-elemen layout. Ruang juga berfungsi sebagai tempat istirahat bagi mata.
Dalam bentuk fisiknya, pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek
(figure) dan latar belakang (background).

5. Ukuran

Ukuran adalah seberapa besar atau kecil sesuatu hal. Perbandingan ukuran satu bentuk
terhadap bentuk lainnya. Dengan menggunakan elemen ini kamu dapat menciptakan kontras
dan penekan (emphasis) pada obyek desain, sehingga orang akan tahu sisi menarik atau
menonjol dari desain itu dan melihatnya terlebih dahulu.

6. Warna

Warna merupakan media paling akhir dalam komunikasi simbolik dan yang
terpenting.Nyatanya, warna dibagi ke dalam dua section, warna yang timbul karena sinar
(RGB) dan warna yang dibuat dalam unsur tinta atau cat (CMYK). Dengan warna si desainer
dapat menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau menarik perhatian serta menegaskan
sesuatu. Agar tidak salah dalam menginterpretasi suatu maksud dalam desain kamu, yuk
kenali makna warna .

Nah, sekarang sudah mengerti kan tentang elemen desain? Lain kali kita akan bahas prinsip-
prinsip yang terkandung dalam desain.
Kalau kalian adalah seorang calon desainer yang ingin memperdalam ilmunya, jangan
khawatir IDS |International Design School membuka sekolah desain. Diajar oleh orang-
orang terpilih akan membuatmu melangkah lebih dekat menuju impian. You r already in
your track, Gorgeous.

Sumber

http://irfanfd.blogspot.com/2013/08/elemen-elemen-desain-grafis.html

http://gopangdwi.wordpress.com/elemen-desain-grafis/

http://faculty.petra.ac.id/dwikris/docs/desgrafisweb/layout_design/elemen_desain.html
Prinsip-prinsip desain
Prinsip-prinsip desain adalah suatu guide yang dapat membantu anda dalam membuat
desain sehingga desain akan mudah dan dapat menghasilkan desain yang good layout dan
tidak menghasilkan desain yang dazzling. Dengan menggunakan prinsip desain tersebut
seorang desainer dapat dengan mudah menyatukan komposisi dan kesan yang akan
disampaikan pada sebuah desain. Sehingga prinsip desain ini dapat dikatakan sebagai
sebuah rule/aturan dasar yang harus diikuti untuk mendapatkan desain yang bagus.

Aturan/prinsip dasar dari desain tersebut adalah: Kesatuan (unity), keseimbangan (balance),
penekanan (emphasizing) dan irama (pattern). Artinya ketika dalam mendesain sebaiknya
anda menggunakan empat aturan tadi.

Prinsip-prinsip desain

Prinsip-prinsip desain adalah suatu guide yang dapat membantu anda dalam membuat
desain sehingga desain akan mudah dan dapat mengahasilkan desain yang good layout dan
tidak menghasilkan desain yang dazzling. Dengan menggunakan prinsip desain tersebut
seorang desainer dapat dengan mudah menyatukan komposisi dan kesan yang akan
disampaikan pada sebuah desain. Sehingga prinsip desain ini dapat dikatakan sebagai
sebuah rule/aturan dasar yang harus diikuti untuk mendapatkan desain yang bagus.

Aturan/prinsip dasar dari desain tersebut adalah: Kesatuan (unity), keseimbangan (balance),
penekanan (emphasizing) dan irama (pattern). Artinya ketika dalam mendesain sebaiknya
anda menggunakan empat aturan tadi.

Unity

Ketika anda mendesain sebuah flyer tentang penanggulangan hama serangga rayap, anda
harus membuat satu kesatuan antara tema, warna, ilustrasi dan grafis yaitu misal anda
mempersiapkan warna yang senada dengan rayap seperti coklat dan orange tua, tema anda
haruslah yang berkaitan dengan rayap, ilustrasinya kayu yang sudah keropos dan gambar
grafis rayap dan seterusnya.

Dengan prinsip kesatuan (unity) membantu semua elemen menjadi sebuah keluarga yang
menghasilkan TEMA YANG KUAT dan mengakibatkan visual cues koheren yang saling
mengikat. Menyodorkan pesan kepada pembaca dengan mudah diingat/ditebak (yang dapat
dengan mudah membedakan desain yang anda buat yaitu desain tentang serangga dengan
desain anda yang lainnya dengan desain hotel). Anda tentu ingat dengan sebuah koran
ternama di ibu kota POS K*TA pada sebuah rubriknya terdapat kolom vignet. Dimana dalam
desain vignet tersebut terdapat elemen2/grafis yang tidak unity, tiba2 ada gambar kipas,
tiba2 ada burung dara, tiba2 ada garis ke bawah pada bagian lainnya ada garis lengkung,
tiba2 ada patern kotak-kotak.

Tips untuk membuat kesatuan (unity):

1. Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk
kontras.

2. Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan,
headers, footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.

3. Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.

4. Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.

5. Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema, atau bentuk.

6. Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.

Keseimbangan
Fungsi dari keseimbangan akan lebih terlihat ketika anda menyatukan pandangan pada
sebuah kesatuan (unity) desain yang utuh, sehingga tidak tertangkap kesan berat sebelah,
penuh sebelah, ramai sebelah dan seterusnya. Hal itu disebabkan setiap elemen pada
susunan visual telah ditentukan oleh ukurannya, kegelapan/ketebalan atau keringanan.

Keseimbangan mempunyai 2 pangkal pokok metoda yang biasa dipakai:

1. keseimbangan simetris yaitu keseimbangan berdasarkan pengukuran dari pusat yang


menyebar ke arah sisi dan kanan.

2. Keseimbangan asmetris yang merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat


benda yang sama disetiap sisi halaman. Warna, nilai, ukuran, bentuk dan tekstur
dapat digunakan sebagai unsur balancing.

Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi, dan situs web. Asimetris
dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan, mengejutkan dll. Hal ini cocok untuk modern
dan publikasi hiburan, presentasi, dan situs web.
Tips menciptakan keseimbangan:

1. Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.

2. Perhatikan pusat elemen pada halaman.

3. Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok
besar gambar atau teks.

4. Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
5. Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.

6. Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap.

7. Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-
masing dikelilingi oleh banyak spasi.

Irama
Pola berulang menghasilkan Rhythm / Irama, hal itu dihasilkan dan dibuat oleh unsur-unsur
yang berbeda-beda dengan pattern yang berirama dan unsur serupa dan konsisten dan
mungkin dengan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen) yang menjadi
kunci untuk visual ritme. Menempatkan elemen dalam sebuah layout secara berkala
membuat halus, dan bahkan ritme yang tenang, santai moods.

Tips untuk membuat rhythm:

1. Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara
masing-masing, untuk menciptakan sebuah ritme biasa.

2. Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara
setiap ritme yang progresif.

3. Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.

4. Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya
halaman (dengan jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).

5. Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.

6. Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak
penerbitan seperti newsletter.

Penekanan
Pada setiap desain dan tata letak mempuyai sebuah stressing (penekanan) dan "keyword"
sebagai bagian titik tolak perhatian dari pembaca. Terlalu banyak penekanan akan
mengakibatkan dazzling desain yang berakibat menjadi gugurnya tujuan utama/fokus
dari desain.

TIPS membuat penekanan:

1. Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto
dengan bentuk yang tidak biasa.

2. Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus
menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus.
3. Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak
lainnya untuk semua teks.

4. Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.

5. Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.

6. Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.

7. Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.

http://mimpiadalahnyata.blogspot.co.id/p/prinsip-prinsip-desain.html

Prinsip-prinsip Desain

Berikut ini diuraikan mengenai prinsip-prinsip desain :

A. Keselarasan (Harmoni)

Keselarasan merupakan prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan tatanan diantara
bagian-bagian suatu karya. Keselarasan dalam desain merupakan pembentukan unsur-unsur
keseimbangan, keteraturan, kesatuan, dan perpaduan yang masing-masing saling mengisi dan
menimbang. Keselarasan (harmoni) bertindak sebagai faktor pengaman untuk mencapai
keserasian seluruh rancangan penyajian.

B. Kesebandingan (Proporsi)

Kesebandingan (proporsi) merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian


lain atau bagian dengan elemen keseluruhan.

Kesebandingan dapat dijangkau dengan menunjukkan hubungan antara:


1. Suatu elemen dengan elemen yang lain,

2. Elemen bidang/ ruang dengan dimensi bidang/ruangnya,

3. Dimensi bidang/ruang itu sendiri.

Dalam grafis komunikasi, semua unsur berperan menentukan proporsi, seperti hadirnya
warna cerah yang diletakkan pada bidang/ruang sempit atau kecil.

C. Irama (Ritme)

Irama (ritme) dapat kita rasakan. Ritme terjadi karena adanya pengulangan pada bidang/ruang
yang menyebabkan kita dapat merasakan adanya perakan, getaran, atau perpindahan dari
unsur satu ke unsur lain. Gerak dan pengulangan tersebut mengajak mata mengikuti arah
gerakan yang terjadi pada sebuah karya.

D. Keseimbangan (Balance)

Tujuan utama sebuah karya diskomvis adalah menarik dilihat. Disain komunikasi visual
sebagai media komunikasi yang bertujuan untuk mentransfer informasi secara jelas sekaligus
estetis memerlukan keadaan keseimbangan pada unsur-unsur yang ada di dalamnya.

Bentuk keseimbangan yang sederhana adalah keseimbangan simetris yang terkesan resmi
atau formal, sedangkan keseimbangan asimetris terkesan informal dan lebih dinamis.

Keseimbangan dipengaruhi berbagai faktor, antara lain faktor tempat posisi suatu elemen,
perpaduan antar elemen, besar kecilnya elemen, dan kehadiran lemen pada luasnya bidang.

Keseimbangan akan terjadi bila elemen-elemen ditempatkan dan disusun dengan rasa serasi
atau sepadan. Dengan kata lain bila bobot elemen-elemen itu setelah disusun memberi kesan
mantap dan tepat pada tempatnya.

E. Penekanan (Emphasis)

Dalam setiap bentuk komunikasi ada beberapa bahan atau gagasan yang lebih perlu
ditampilkan dari pada yang lain. Tujuan utama dalam pemberian penekanan (emphasis)
adalah untuk mengarahkan pandangan pembaca pada suatu yang ditonjolkan. Emphasis dapat
dicapai misalnya mengganti ukuran, bentuk, irama dan arah dari unsur-unsur karya desain.

Dalam penciptaan desain tidak seharusnya elemen yang ada menonjol semuanya, dalam
artian sama kuatnya, sehingga terlihat ramai dan informasi atau apa yang akan
disampaikan/dikomunikasikan akan menjadi tidak jelas. Tampilnya emphasis merupakan
strategi komunikasi.
Demikian uraian singkat mengenai prinsip-prinsip desain dalam perancangan Desain
Komunikasi Visual khususnya. Tulisan ini saya sarikan dari buku sekolah elektronik Teknik
Grafis Komunikasi untuk SMK karangan Pujiyanto. Semoga bermanfaat.

Read more: Prinsip-prinsip Desain | RUANGKELASSUYONO.com


http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/prinsip-prinsip-desain/#ixzz11aohrqSi

https://dwiputri08.wordpress.com/2011/04/20/prinsip-prinsip-desain/

Elemen-elemen dasar desain interior / Basic elements of interior design

[artikel umum] astudioarchitect.com Kita mengetahui ada


berbagai elemen yang mempengaruhi desain interior. Semua elemen ini bersatu
membentuk kesan ruang. Ketika semua elemen bersatu dalam cara yang baik,
akan ada harmoni di dalam desain interior. Berbagai elemen memberikan
pengaruh mereka dalam desain interior, seperti warna, bentuk, komposisi, dan
sebagainya. Jika kita dapat memilih warna yang sesuai untuk sebuah ruangan,
maka ruangan tersebut dapat hadir dalam suasana yang maksimal.

[home & garden] We know there are various elements that influence interior
design. All these elements form a united impression of space. When all the
elements united in a good way, there will be a harmony inside the interior
design. Various elements give their influence in interior design, such as color,
form, composition, and so forth. If we can choose the appropriate color for a
room, for example, the room may present in its maximum appearance.

Ruang itu sendiri adalah unsur yang paling dasar, di mana ia memiliki berbagai
aspek seperti dimensi panjang, lebar, lebar, ketinggian ruangan. Di sini kita
dapat mengenali apakah ruangan itu luas, atau sempit, tinggi, terang, gelap, dan
sebagainya. Apakah elemen interior seperti pintu itu besar atau kecil. Furniture
bisa besar, kecil, atau langsing. Ini adalah termasuk elemen ruang.

Denah lantai kamar memiliki bentuk, apakah sebuah ruang itu oval, lingkaran,
segi empat, dan sebagainya. Apakah bentuk jendela kotak, tinggi, panjang, atau
melebar. Apakah bentuk furniture itu bulat, persegi, dan sebagainya.

Garis. Unsur ini selalu hadir dalam sebuah ruangan. Batas antara dua dinding
adalah garis. Setiap batas antara dua daerah lain, seperti sudut lemari, selalu
dibatasi oleh garis. Wallpaper juga kadang-kadang diterapkan dengan motif
garis.
Space itself is the most basic elements, where it has a variety of aspects such
as the dimensions of length, width, wide, height of room. Here we can mention
the room is wide, or narrow, high, light, dark, and so forth. Whether a door is
large or small. Furniture that can be large, small, or slim legs. This is the matter
of including elements of space.

Forms of objects. Floor rooms have a form, whether the space is a box, oval,
circle, rectangle, and so forth. Whether the form the window is box, high, long, or
flaring. Whether the form of furniture is round, square, and so forth.

Line. This element always present in a room. boundary between the two walls is
a line. Each boundary between two other areas, such as corners of cabinet, are
always limited by the lines. Wallpapers also sometimes applied with line motives.

Tekstur. Dapat dilihat pada berbagai permukaan benda-benda di dalam


ruangan. Permukaan benda-benda dapat menunjukkan efek dari bahan-bahan
ini, seperti efek lembut, kesan kasar, dan sebagainya. Ini adalah kesan yang bisa
membawa perasaan kita dalam sebuah desain interior, seperti kenyamanan
sebuah sofa ketika kita melihatnya lembut dan mengundang, atau efek
dinginnya lantai dengan bahan hitam mengkilap.

Cahaya. Sebagai unsur yang sangat berpengaruh dalam desain sebuah


ruangan, cahaya dapat diterapkan sebagai unsur yang paling penting. Sebuah
ruangan dapat dengan mudah dihiasi dengan berbagai efek dengan
menggunakan cahaya, misalnya, cahaya yang diterapkan pada dinding dapat
membantu membuat dinding tampak menonjol.
Warna. Elemen ini adalah elemen yang paling mudah untuk menjadi titik awal
agar memberikan efek yang berbeda di dalam ruangan. Bayangkan sebuah
ruangan diberi warna yang berbeda, seperti memberikan kamar tidur Anda
dengan warna hijau, tentu saja, akan berbeda ketika diberi warna yang berbeda,
seperti krem.

Texture. Can be seen on the surface of various objects in the room. Surface
material objects may show the effect of these materials, such as the effect of
soft, rough impression, and so forth. These are impressions we can bring with
feelings in a room, such as the comfort of a sofa when we saw it soft and
inviting, or the effect of coldness of the floor with shiny material.

Light. As an elements that can improve the appearance of a room, light can be
applied as the most important element. A room can be easily made with the
various effects with using light, for example, a light beam that is applied on a
wall can help make the wall appear prominent.

Color. This element is the easiest element that can be a starting point to give a
different effect inside a room. Imagine a room is given a different color, such as
giving your bedroom a green color, of course, will be different when given a
different color like beige.

http://www.astudioarchitect.com/2010/02/elemen-elemen-dasar-desain-interior.html
maderatihkusumadewi

PROGRESS II TEORI UMUM


INTERIOR DAN KONSEP
9 Oktober 2015 mdratihkusumaelemen interior, konsep interior, teori interior

TEORI UMUM DESAIN INTERIOR

A. Definisi Desain Interior

Pengertian desain interior dikemukakan oleh D.K. Ching (2002:46) sebagai berikut:

Interior design is the planning, layout and design of the interior space within buildings.
These physical settings satisfy our basic need for shelter and protection, they set the stage for
and influence the shape of our activities, they nurture our aspirations and express the ideas
which accompany our action, they affect our outlook, mood and personality.The purpose of
interior design , therefore, is the functional improvement, aesthetic enrichment, and
psychological enhancement of interior space.

Desain interior adalah sebuah perencanaan tata letak dan perancangan ruang dalam di dalam
bangunan. Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar kita akan naungan dan perlindungan,
mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi kita dan mengekspresikan gagasan
yang menyertai tindakan kita, disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi
pandangan, suasana hati dan kepribadian kita.Oleh karena itu tujuan dari perancangan interior
adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang interior.

Desain interior pada dasarnya terkait dengan hal merencanakan, menata, dan merancang
ruang ruang interior didalam sebuah bangunan agar menjadi sebuah tatanan fisik untuk
memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam hal penyediaan sarana bernaung dan berlindung.

Sebagai perpanjangan dari bagian perencanaan, desain dalam sebuah interior merupakan hal
yang penting untuk menciptakan hirarki visual untuk membantu dalam penekanan ruangan
yang digunakan untuk ruang membaca. Desain interior yang bersifat kontemporer ditandai
dengan adanya variasi dan fleksibilitas atas ruangannya, namun keberhasilan dari hal tersebut
ditentukan dari kesederhanaan dan kejelasan dalam penekanan setiap ruangan yang menjadi
tujuan utamanya (Kugler, 2007).

B. Tujuan Desain Interior

Tujuan desain interior menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014) adalah untuk :

1. Memperbaiki fungsi

2. Memperkaya nilai estetika

3. Meningkatkan aspek psikologis dari sebuah ruangan

C. Elemen Dasar Interior

Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), elemen elemen dasar interior adalah sebagai
berikut :

1. Garis

Sebuah garis adalah unsur dasar seni, mengacu padatanda menerus yang dibuat disebuah
permukaan. Titik adalah dasar terjadinya bentuk ruang yang menunjukkan suatu letak di
dalam ruang. Titik tidak mempunyai ukuran panjang, lebar, atau tinggi. Oleh karena itu garis
bersifat statis, tidak mempunyai arah gerak, dan terpusat. Sebuah titik dapat digunakan untuk
menunjukkan :

Ujung ujung garis

Persilangan antara dua garis


Pertemuan ujung garis pada sudut bidang atau ruang

Titik pusat medan/ruang

2. Bentuk (form)

Bentuk merupakan unsur seni. Pada dasarnya bentuk adalah suatu sosok geometris dua atau
tiga dimensi yang memungkinkan pengguna ruang untuk menangkap keberadaan sebuah
benda dan memahaminya dengan persepsi. Terdapat tiga bentuk primer yaitu lingkaran,
segitiga,dan bujur sangkar.

Lingkaran merupakan suatu sosok terpusat ke arah dalam, pada umumnya bersifat stabil dan
dengan sendirinya menjadi pusat dari lingkungannya. Penempatan sebuah lingkaran pada
pusat suatu bidang akan memperkuat sifat alaminya sebagai poros

Segitiga menunjukkan stabilitas. Jika salah satu sisinya menjadi penumpu, segitiga
merupakan bentuk yang sangat stabil. Namun jika salah satu sudutnya yang menjadi
penumpu segitiga juga dapat tampak seimbang dalam tahap yang sangat kritis atau tampak
tidak stabil dan cenderung jatuh pada sisinya

Bujur Sangkar menunjukkan sesuatu yang murni dan rasional. Merupakan bentuk yang statis,
netral, dan tidak mempunyai arah tertentu.Bentuk bentuk segiempat lainnya dapat dianggap
sebagai variasi dari bentuk bujur sangkar,yang berubah dengan adanya penambahan tinggi
atau lebarnya.

a. Organisasi Bentuk

Berikut ini beberapa bentuk dapat ditambahkan dan dikelompokkan dalam beberapa kategori
pengorganisasian

Bentuk yang ditambahkan

Bentuk terpusat, terdiri dari sejumlah bentuk sekunder yang mengitari bentuk
dominan yang beradadi tengah

Bentuk liner, terdiri atas bentuk bentuk yang diatur dalam suatu deret yang berulang

Bentuk radial, yaitu komposisi dari bentuk bentuk yang diatur dalam suatu deret dan
berulang

Bentuk cluster,yaitu bentuk bentuk yang saling berdekatan atau bersama sama
menerima kesamaan visual

Bentuk grid, yaitu bentuk bentuk modular yang hubungannya satu sama lain diatur
oleh grid grid tiga dimensi

b. Elemen Pembentuk Ruang


Ruangan interior dibentuk oleh beberapa bidang dua dimensi, yaitu lantai, dinding, plafon
serta bukaan pintu dan jendela. Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), apabila salah satu
diantaranya tidak ada maka tidak dapat disebut sebagai interior karena ruangan tersebut tidak
dapat berfungsi dan dipergunakan dengan baik. Secara tiga dimensional, terdapat empat
elemen dasar pembentuk interior yang terdiri dari tiga bidang dimensional (3D) yang akan
membentuk volume (panjang x lebar x tinggi) sebuah ruangan :

Lantai sebagai bidang bawah

Dinding sebagai bidang tengah/ penyekat

Plafon sebagai bidang atas

Berbagai bukaan yang dapat diaplikasikan ke dalam tiga bidang dimnsional diatas

Elemen pengisi ruang yang disebut juga perabot /furniture, biasanya berwujud kursi,
meja, ranjang, lemari, lukisan, vegetasi, lampu dll

3. Bidang (shape)

Bidang adalah sebuah luasan yang tertutup dengan batas batas yang ditentukan oleh unsur
unsur lainnya yaitu garis, warna, nilai, tekstur, dan lain lain. Dua garis sejajar yang
dihubungkan kedua sisinya akan membentuk sebuah bidang. Bidang hanya terbatas pada dua
dimensi yaitu panjang dan lebar. Bidang geometris seperti lingkaran, persegi panjang, segi
empat, segi tiga, dan sebagainya memiliki sebuah batasan yang jelas. Sebuah bidang dibentuk
oleh beberapa garis. Ciri ciri permukaan suatu bidang adalah warna dan tekstur yang akan
mempengaruhi bobot visual dan stabilitasnya. Bidang juga berfungsi untuk menunjukkan
batasan sebuah ruangan. Menurut jenisnya, sebuah bidang terdiri atas tiga bagian yaitu

Bidang atas, dapat diumpamakan sebagai bidang atap. Bidang atas merupakan unsur
utama suatu bangunan yang melindunginya dari unsur unsur iklim. Bidang atas juga
merupakan bidang langit langit yang menjadi unsur pelindung ruang di dalam
arsitektur.

Bidang dinding, bidang bidang dinding vertikal secara visual paling aktif dalam
menentukan dan membatasi ruang.

Bidang dasar, memberikan pendukung secara fisik dan menjadi dasar bentuk bentuk
bangunan secara visual. Bidang lantai merupakan pendukung kegiatanpengguna di
dalam bangunan

4. Ruang (space)

Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), ruang adalah sebuah bentuk tiga dimensi tanpa
batas karena objek dan peristiwa memiliki posisi dan arah relatif. Ruang dapat juga
berdampak pada perilaku manusia dan budaya, menjadi faktor penting dalam arsitektur, dan
akan berdampak pada desain bangunan dan struktur. Ruang memiliki panjan, lebar dan tinggi;
bentuk; permukaan; orientasi serta posisi. Sebuah bidang yang dikembangkan (menurut arah,
selain dari yang telah ada) berubah menjadi ruang. Sebagai unsur tiga dimensi di dalam
perbendaharaan perancangan arsitektur,suatu ruang dapat berbentuk padat. Dalam hal ini
ruang yang berada di dalam atau dibatasi oleh bidang bidang akan dipindahkan oleh massa
atau ruang kosong.

5. Cahaya (light)

Cahaya mempengaruhi penataan interior dalam hal :

Menentukan atmosfer ruang

Mempengaruhi mood pengguna

Mendukung fungsi ruang

Pada perancangan interior, jenis tata cahaya dapat dibagi menjadi pencahayaan alami dan
pencahayaan buatan.

Pencahayaan alami

Pencahayaan alami adalah proses menempatkan jendela, bukaan, dan permukaan reflektif
lainnya sehingga pada siang hari ruangan tersebut dapat menyediakan cahaya alami yang
efektif ke dalam ruangan.

Pencahayaan buatan

Pencahayaan buatan terkait dengan penemuan ornamen sumber cahaya itu sendiri. Menurut
perletakannya, pencahayaan dibagi menjadi :

Lampu lantai

Lampu dinding

Lampu plafon

Faktor faktor tata cahaya dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu:

Distribusi intensitas cahaya dari armatur

Perbandingan antara keluaran cahaya dari lampu dalam armatur

Reflektansi cahaya dari langit langit, dinding, lantai

Pemasangan armatur, apakah menempel atau digantung di langit langit

Dimensi atau ukuran luas ruangan

Tema tata cahaya dapat dibagi menjadi 5, yaitu :


Tematik romantis, digunakan untuk menimbulkan kesan romantis pada ruangan. Hal
ini bisa dilakukan melalui penggunaan tata cahaya temaram dengan intensitas rendah
ataupun penempatan indirect lighting pada jarak dan pola tertentu

Tematik rustik/naturalis, digunakan untuk menimbulkan kesan seolah olah seseorang


sedang berada di alam. Hal ini bisa dilakukan dengan jenis tata cahaya alami seperti
lilin, lampu templok, obor dengan dipadukan dengan penggunaan perabot yang alami

Tematik ekshibisi, digunakan untuk memamerkan atau memajang produk atau karya
seni tertentu. Hal ini bisa dilakukan dengan penataan direct lighting dan indirect
lighting

Tematik sunlit, dikenal dengan konsep less is more yang menggunakan cahaya buatan
sesedikit mungkin serta memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam ruangan

Tematik amenities, dihasilkan dari penggabungan penataan suara, cahaya, air, udara,
vegetasi, dan warna dalam satu skema yang akan memberi nilai tambah terhadap
kualitas penataan sebuah ruangan

6. Warna (color)

Semua warna dapat menimbulkan efek psikologis tertentu terhadap orang yang melihatnya.
Dalam ilmu arsitektur dan interior, setiap warna dapat menimbulkan kesan berbeda beda
terhadap keberadaan sebuah ruang, seperti kesan gelap terang yang dapat mempengaruhi
keberadaan sebuah ruangan. Jenis warna dapat dibagi menjadi tiga yaitu warna primer, warna
sekunder dan warna tersier.

Tujuan dari warna menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014) adalah :

Menciptakan suasana

Menunjukkan kesatuan atau keragaman

Mengungkapkan karakter bahan

Mendefinisikan bentuk
Mempengaruhi proporsi

Mempengaruhi skala

Memberikan kesan berat

7. Pola (pattern)

Pola adalah desain dekoratif yang dipergunakan secara berulang. Pola juga dapat disebut
sebagai susunan dari sebuah desain yang sering ditemukan dalam sebuah objek. Motif garis
horizontal akan memperluas kesan ruangan, sedangkan motif garis vertikal akan meninggikan
kesan ruangan.

8. Tekstur (texture)

Tekstur adalah nuansa,penampilan, atau konsistensi permukaan suatu zat. Tekstur juga
berkaitan dengan material dan bahan yang digunakan.

D. PRINSIP PRINSIP DESAIN INTERIOR

Didalam bidang desain interior, hal ini pun memiliki prinsip, yaitu ;

1.Unity and Harmony

Unity/kesatuan adalah keterpaduan yang berarti tersusunnya beberapa unsur menjadi satu
kesatuan yang utuh dan serasi. Dalam hal ini seluruh unsur saling menunjang dan
membentuk satu kesatuan yang lengkap, tidak berlebihan, dan tidak kurang. Cara membentuk
kesatuan adalah dengan penerapan tema desain. Ide yang dominan akan membentuk kekuatan
dalam desain tersebut. Unsur-unsur rupa yang dipilih disusun dengan atau untuk mendukung
tema.

2.Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan/balance adalah suatu kualitas nyata dari setiap obyek dimana perhatian visuil
dari dua bagian pada dua sisi dari pusat keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama.
Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya. Keseimbangan
terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial

3. Focal Point

Focal Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Dalam suatu
ruang bisa terdapat satu atau lebih focal point. Misalnya focal point pada ruangan adalah
jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.

4. Ritme
Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme
didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

5. Details

Detail adalah hal hal yang terperinci yang akan diterapkan pada suatu desain interior
misalnya pemilihan sakelar, tata cahaya ruang , letak pot bunga dan lainnya yang akan
menambah nilai suatu ruang.

6.Skala dan Proporsi

Skala adalah suatu sistem pengukuran (alat pengukur) yang menyenangkan,dapat dalam
satuan cm, inchi atau apa saja dari unit-unit yang akan diukur. Dalam arsitektur yang
dimaksud dengan skala adalah hubungan harmonis antara bangunan beserta komponen-
komponennya dengan manusia. Skala-skala itu ada beberapa jenis yaitu: skala intim, skala
manusiawi, skala monumental/megah, skala kejutan.

Menurut Vitruvius proporsi berkaitan dengan keberadaan hubungan tertentu antara ukuran
bagian terkecil dengan ukuran keselurahan. Proporsi merupakan hasil perhitungan bersifat
rasional dan terjadi bila dua buah perbandingan adalah sama. Proporsi dalam arsitektur
adalah hubungan antar bagian dari suatu desain dan hubungan antara bagian dengan
keseluruhan

KONSEP INTERIOR

A. Definisi Konsep

Konsep adalah representasi mental yang menggunakan otak untuk menunjukkan klasifikasi
terhadap berbagai hal di dunia. Konsep merupakan representasi mental yang memungkinkan
seseorang menarik kesimpulan yang tepat tentang jenis entitas yang dijumpai pada kehidupan
sehari hari.

B. Konsep Dasar Perancangan

Konsep desain sebagai ide kreatif dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan desain klien.
Konsep desain dapat berupa desain grafis atau ide benda fisik yang mirip dengan prototipe.
Konsep desain interior adalah dasar pemikiran desainer yang digunakan untuk memecahkan
permasalahan atau problematika desain. Secara subjektif, pencarian konsep adalah suatu
tahapan proses kegiatan (ekplorasi) intelektual untuk menangkap sesuatu hal dengan panca
indra secara objektif. Dapatdikatan konsep adalah gagasan yang memadukan berbagai unsur
dalam suatu kesatuan. Beberapa prinsip yang hanrus diperhatikan dalam perencanaan interior
antara lain :

Pengatuaran denah (lay out) sebuah bangunan dan penetapan ukuran atau dimensi
yang diukur dengan skala tertentu yaitu metrik untuk skala Internasional (British,
Indonesia) dan inchi (AS)

Penentuan tata warna dalam ruangan ruangan tersebut


Penentuan letak dan arah

Penyesuaian interior dengan elemen dasar pembentuk tata ruang dalam

C. Konsep Interior

Ada beberapa konsep yang biasanya digunakan dalam penataan desain, diantaranya :

1. Rustik

Secara harfiah, Rustik diartikan sebagai sesuatu yang simpel, tak berseni dan kasar. Rustic
dalam bahasa Indonesia berarti berkarat atau tua, dan memiliki tekstur yang kasar dan tidak
difinish-ing dengan baik. Konsep rustik adalah konsep yang berbasis pada kesadaran
terhadap lingkungan dan dideskripsikan sebagai beragam gaya yang menekankan pada alam
serta elemen material yang belum terpabrikasi. Desain rustik adalah desain yang membawa
suasana alam ke dalam ruangan. Gaya rustik bisa diartikan sebagai gaya dalam desain
arsitektur dan interior yang menitikberatkan pada kesan alami, dari material yang tidak
difinish-ing atau dihaluskan, misalnya kayu, batu, logam, dan sebagainya

Desain interior bangunan bergaya rustik merupakan desain yang mengutamakan bahan alami,
berkarat, lapuk, dan di rancang menjadi elemen ruang. Dalam penerapannya terdapat
beberapa bahan kunci yang bisa menggambarkan desain rustik. Seperti kayu, batu alam,
logam, dsb. Desain interior rustik modern akan membuat pengguna ruang merasa seperti
kembali ke pedesaan namun dengan pemikiran masa kini. Gaya rustik mengutamakan
perancangan suasna ruang agar terasa hangat dan nyaman. Karena pada dasarnya, gaya rustik
berawal dari rumah log kayu yang dibangun di daerah iklim kutub. Demi menghangatnkan
diri, maka digunakan material yang sesuai dan compatible seperti logwood yang disusun di
semua elemen ruang. Warna-warna yang digunakan pada ruang rustik adalah warna yang
membuat kesan hangat dan tenang seperti coklat, cream, putih, dan sebagainya serta warna
yang berkesan kuat seperti hitam, coklat tua, dll.

2. Konsep Klasik

Konsep klasik berasal dari gaya Yunani dan Romawi dimana konsep ini berbasispada
susunan, keseimbangan, dan harmonisasi yang sempurna. Desain klasik tidak termasuk
elemen modern dan pengaruh yang terjadi saat ini. Interior klasik berangkat dari tradisi.
Sebuah ruang yang didesain dengan konsep klasik mempunyai banyak titik fokus. tungku api,
meja besar, dan tangga yang megah adalah beberapa titik fokus yang sering digunakan.
Konsep klasik menghasilkan tampilan yang megah dan mewah. Konsep ini sering digunakan
untuk menghasilkan citra terbaik dan sempurna karena menggunakan perhitungan filosofi
arsitektur terkemuka pada zaman lampau. Kekurangan konsep klasik terletak pada
penggunaan material yang lebih banyak dan tidak efisien dalam waktu untuk pengerjaannya.

3. Konsep modern minimalis

Desain interiordengan gaya minimalis sudah ada sejak lama, sehingga tak asing lagi gaya
minimalis diterapkan untuk sebuah desain rumah. Kira-kira pada tahun 1920 silam, desain
minimalis sudah mulai berkembang tetapi belum begitu terkenal seperti saat ini. Barulah pada
tahun 1990 konsep yang mengusung kesederhanaan ini mulai banyak dikenal orang dan terus
mengalami perkembangan yang begitu pesat sepuluh tahun kemudian atau pada tahun 2000
sampai sekarang. Banyak orang beranggapan bahwa konsep minimalis adalah suatu desain
yang akan menghasilkan ruang sederhana namun tetap memiliki nilai estetika dan ruang yang
lebih besar dan lapang. Padahal konsep sejati dari desain minimalis tidak hanya itu saja.
Salah satu alasan utama dari munculnya desain minimalis adalah sebagai salah satu bentuk
protes terhadap beberapa aliran arsitektur yang dianggap boros, dalam menggunakan bahan
untuk bangunan yang tidak ramah terhadap alam. Contohnya penggunaan kayu yang
berlebihan untuk bahan bangunan atau pembuatan interior yang diambil dari alam, padahal
manusia tidak bisa memproduksinya sendiri.
Konsep minimalis lebih mengutamakan fungsi dari penggunaan bahan bangunan dan
aksesoris secara lebih maksimal. Konsep ini juga selalu menghindari pemakaian ornamen
atau hiasan rumah yang di anggap tak perlu. Sehingga efisiensi terhadap penggunaan bahan
material harus di batasi. Dan ini menjadikan tantangan bagi arsitek dalam membuat
rancangan atau desain pada bangunan baru. Sehingga kini banyak bermunculan ide-ide baru
yang dimunculkan oleh para arsitektur untuk mendapatkan komposisi baru yang mampu
menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

4. Konsep futuristik

Futuristik mempunyai arti yang bersifat mengarah atau menuju masa depan. Citra futuristik
pada ruang berarti citra yang mengesankan bahwa ruang itu berorientasi ke masa depan atau
citra bahwa bangunan itu selalu mengikuti perkembangan jaman yang ditunjukkan melalui
ekspresi ruang. Konsep ini didasarkan pada imajinasi dan pemahaman desainer terhadap
sebuah ruangan dan objek objek masa depan. Biasanya menggunakan bahan bahan atau
material logam/ kombinasi dan model yang biasa digunakan untuk pesawat ulang alik.
Kelebihan konsep ini terletak pada desain yang bersifat iconic yang berbeda dengan
lingkungan sekitar. Kekurangannya adalah pada harga material yang mahal karena
kebanyakan mengandung unsur/ material logam dan kombinasinya sebagai finishing akhir

5. Konsep Eklektik

Ekletik berarti memadukan unsur terbaik yang ada dari tiap gaya. Anda membutuhkan ruang
lebih besar untuk bereksperimen dalam nuansa eklektik yang memadukan warna, corak, dan
aksesor. Kelebihan nuansa eklektik adalah menjadikan rumah lebih segar, memikat, hangat,
dan homey . Dalam gaya/style ini, anda dituntut untuk lebih peka sehingga bisa
menyeimbangkan berbagai unsur, rupa-rupa gaya yang disisipkan pasti lebih sedap
dipandang.

Sumber :

Wicaksono dan Tisnawati.2014.Teori Interior.Jakarta Penerbit :Griya Kreasi.

Ching, Franchis D.K. 1996. Ilustrasi Desain Interior. Jakarta: Airlangga.

Kugler, Cecilia. 2007. Interior Design Considerations And Developing The Brief. Principal.
Sydney. Australia: CK Design International

http://arsitekpemuda.blogspot.co.id/2013/03/prinsip-prinsip-desain-dalam-arsitektur.html

https://joshevanews.wordpress.com/2014/10/07/konsep-interior-bergaya-rustic-modern/

http://www.jerihome.com/classic-interior-design/

https://accsoleh.wordpress.com/2014/11/27/sejarah-awal-dan-konsep-desain-rumah-
minimalis/

http://furnitureinteriorjazidha.blogspot.com/2012/08/konsep-tema-dan-gaya-dalam-
desain.html

https://maderatihkusumadewi.wordpress.com/2015/10/09/progress-ii-teori-umum-interior-
dan-konsep/
Anak Lingkungan
blog tentang artikel lingkungan | Bisnis Online | Info Seputar Bandung |

Type your

Navigation

Home

Blog

Info

Seputar Bandung

Tips Blogger

Umum

Bisnis Online

Home Umum Teori Warna


Teori Warna
taufik ms Umum

DEFINISI WARNA

Warna adalah sensasi yang dirasakan oleh otak manusia apabila ada cahaya
yang mengenai mata
Warna adalah spectrum yang terdapat didalam suatu cahaya
sempurna,identitas suatu cahaya ditentukan dengan panjang gelombang cahaya
tersebut,

TEORI WARNA

Teori warna yang dikemukakan beberapa ahli,antara lain :

1. Teori warna Prang

2. Teori warna Brewster

3. Teori warna Munsell

4. Teori warna Sir Isaac Newton

1. Teori Warna Prang


Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang
sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh
Louis Prang pada 1876 meliputi:

1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu
warna, seperti merah, biru, hijau dsb.

2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna.


Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang
berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.

Warna,selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu


mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut
menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan
potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb :

1. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi


lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).

2. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya,


kesucian.

3. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat
atau kehidupan spesifik.

4. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa),


aktif dan vital (hidup).

5. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil


dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan
mengesankan sesuatu.

6. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu


(dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu
memiliki sifat tantangan.

7. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan


ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.

Teori warna Prang merupakan teori yg paling sering dipakai o/ praktisi yang
bekerja dibidang busana, garmen, bordir dll.Teori warna prang menggolongkan
warna menjadi beberapa tingkatan,yaitu:

1. Warna Primer,terdiri dari warna merah,kuning dan biru.

2. Warna Sekunder, campuran 2 warna primer terdiri dari :

Merah + Kuning = Orange/jingga

Kuning + Biru = Hijau

Biru + Merah = Ungu


3. Warna Antara, campuran warna primer dengan warna sekunder
yang berdekatan dalam lingkaran warna, terdiri dari:

Kuning + Hijau = Kuning Hijau


Hijau + Biru = Biru Hijau

Biru + Ungu = Biru Ungu

Ungu + Merah = Merah Ungu

Merah + Orange = Merah Orange

Orange + Kuning = Kuning Orange

Lingkaran Warna Prang

Macam-macam warna

Terdapat beberapa peristilahan dalam pemberian nama pada warna


sbb:

A. Warna dingin/sejuk adalah semua warna yang mengandung gugus biru


dan hijau. Contoh: biru muda, biru hijau, hijau dll. Warna biru dan hijau
selalu diasosiasikan dengan air, langit dan daun yang mengesankan
kesejukan dan ketenangan dan memberi kesan melangsingkan.

B. Warna panas/hangat adalah semua warna yang mengandung gugus


merah, orange dan kuning. Contoh: kuning, orange, pink, merah dll. Warna
merah, kuning dan orange selalu diasosiasikan dengan api dan matahari yang
mengesankan panas dan memberi kesan melebarkan dan menggemukan.

4. Warna Netral adalah warna hitam,putih dan abu-abu.Penambahan


warna netral pd suatu warna menghasilkan warna yg berbeda.Contoh warna
merah ditambah sedikit warna hitam menjadi warna merah tua.Atau warna
merah ditambah warna putih menjadi warna merah muda (pink).Penambahan
warna hitam yg semakin banyak akan memberikan efek mengecilkan,sebaliknya
semakin banyak penambahan warna putih,akan memberikan efek
membesarkan.

2. Teori Warna Brewster

Teori Brewster pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Teori ini
menyederhanakan warna-warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna,
yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Kelompok warna
ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster
mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer,
triad, dan tetrad.

Lingkaran warna :
1. Warna primer: Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran
dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna
primer adalah merah, biru, dan kuning.

2. Warna sekunder: Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer


dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran
warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan
ungu adalah campuran merah dan biru.

3. Warna tersier: Merupakan campuran salah satu warna primer dengan


salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari
pencampuran warna kuning dan jingga.

4. Warna netral: Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna


dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang
warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan
menuju hitam

Warna panas dan dingin

Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi


dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna
panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin
dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau

Teori Warna Brewster

Hubungan antar warna :

1. Kontras komplementer

Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180) di


lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan
hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.
2. Kontras split komplemen
Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut
mendekati 180). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan
hijau kebiruan.

3. Kontras triad komplementer

Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama


kaki dengan sudut 60.

4. Kontras tetrad komplementer

Disebut juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang


membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90).

Teori Warna Munsell

Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan standart warna


untuk aspek fisik dan psikis. Berbeda dengan Newton dan Brewster, Munsell
mengatakan warna pokok terdiri dari merah, kuning, hijau, biru dan jingga.
Sementara warna sekunder terdiri dari warna jingga, hijau muda, hijau tua, biru
tua dan nila

3. Teori Warna Munsell

Warna merupakan elemen penting dalam semua lingkup disiplin seni


rupa, bahkan secara umum warna merupakan bagian penting dari segala aspek
kehidupan manusia. Hal tersebut dapat kita lihat dari semua benda yang dipakai
oleh manusia, semua peralatan, pakaian, bahkan alam disekeliling kita
merupakan benda yang berwarna. Karena begitu penting peranan warna bagi
manusia warna sering kali dipakai sebagai elemen estetis, sebagai representasi
dari alam, warna sebagai komunikasi, dan warna sebagai ekspresi.

1. Warna sebagi elemen estetika: disini warna memerankan dirinya sebagai


warna, yang mempunyai fungsi dalam membentuk sebuah keindahan. Namun
keindahan disini bukan hanya sebagai keindahan semata. Melainkan sebagai
unsur eksistensial benda-benda yang ada disekeliling kita. Karena dengan
adanya warna kita dimudahkan dalam melihat dan mengenali suatu benda.
Sebagai contoh apabila kita meletakkan sebuah benda di tempat yang sangat
gelap, mata kita tidak mampu mendeteksi obyek tersebut dengan jelas. Di sini
warna mempunyai fungsi ganda dimana bukan hanya aspek keindahan saja
namun sebagai elemen yang membentuk diferensial/perbedaan antara obyek
satu dengan obyek lain.

Teori Warna Munsell

2. Warna sebagai representasi dari alam: warna merupakan penggambaran


sifat obyek secara nyata, atau secara umum warna mampu menggambarkan
sifat obyek secara nyata. Contoh warna hijau untuk menggambarkan daun,
rumput; dan biru untuk laut, langit dan sebagainya. Warna dalam hal ini lebih
mengacu pada sifat-sifat alami dari obyek tertentu misalnya padat, cair, jauh,
dekat dll.

3. Warna sebagai alat/sarana/media komunikasi (fungsi


representasi): warna menempatkan dirinya sebagai bagian dari simbol
(symbol). Warna merupakan lambang atau sebagai perlambang sebuah tradisi
atau pola tertentu. Warna sebagai komunikasi seringkali dapat kita lihat dari
obyek-obyek seperti bendera, logo perusahaan, fashion, dll. Warna merupakan
sebuah perwakilan atau bahkan sebuah obyek pengganti bahasa formal dalam
mengkomunikasikan sesuatu misalnya: merah perlambang kemarahan,
patriotisme, seksualitas; kemudian putih sebagai perlambang kesucian,
kebersihan, kebaikan dll.

4. Teori Warna Sir Isaac Newton

Sir Isaac Newton adalah orang pertama yang menyajikan warna di


dalam suatu diagram lingkaran atau lingkaran warna pada tahun 1666.
Selanjutnya cara ini sering digunakan sebagai langkah awal dalam
mempresentasikan teori warna karena sangat efektif dalam menunjukkan
hubungan antara warna yang berbeda yang berasal dari warna primer.

Gagasannya ini dimulai dengan sebuah lingkaran yang hanya mewakili


tiga warna primer (merah, biru dan hijau) yang berasal dari sistem warna aditif.
Kemudian diikuti dengan menggabungkan sedikit demi sedikit warna pada
batasan sehingga nantinya akan didapat warna yang baru dan batasan yang
baru. Selanjutnya gabungkan sedikit demi sedikit warna pada batasan warna
sekunder, maka akan didapatkan warna tersier dan begitu seterusnya.

Warna Pokok

Warna primer adalah warna yang menjadi pedoman setiap orang untuk
menggunakannya. Dalam penggunaanya warn apokok ada dua macam, Untuk
grafis, yang dipakai adalah pigmen yang terdiri dari biru (cyan), Merah
(magenta) dan Kuning (yellow). Pada foto dan grafis komputer, warna pokok
cahaya terdiri dari red, green, dan Blue (RGB). Dalam Komputer, warna-warna
yang pertaman cyan, magenta, dan yellow masih ditambahkan warna key
(hitam) sehingga dikenal istilah CMYK

Warna Sekunder

Warna Sekunder merupaka percampuran antara warna-warna primer

a. Merah + Biru = Ungu/violet

b. Nerah + kuning = Orange/Jingga

C. Kuning + Biru = Hijau

Warna tersier

Warna tersier merupakan pencampuran antara warna sekunder dgn


primer.

a. Merah + ungu = merah ungu

b. Ungu + biru = ungu biru

c. Biru + hijau = hijau biru

d. Hijau + kuning = kuning hijau

e. Kuning + Oranye = oranye kuning

Teori Warna Sir Isaac Newton


5. Prinsip pengukuran warna dalam pengecatan

Tujuan adalah memberikan pengertian baik secara ilmiah maupun organ-organ


manusia berkomunikasi dengan warna pada permukaan yang dilapisi pewarna.

isi pengukuran warna dalam pengecatan

1) Penglihatan warna

2) Sumber Cahaya

3) Berkomunikasi dengan warna

4) Deskripsi Warna

5) Pengukuran Warna

Penglihatan warna

Warna adalah sensasi yang dirasakan oleh otak manusia.

Warna yang terlihat dipengaruhi oleh :

a) Orang yang melihat objek tersebut

b) Objek itu sendiri dan lingkungan

c) Sumber cahaya yang menyinari objek tersebut ketika dilihat

Dalam melihat warna yang baik haruslah

1) Penglihatan terhadap warna dikonfirmasikan


2) Pencahayaan yang baik

3) Ukuran objek yang serupa

4) Background yang dikontrol

Hal-hal yang mempengaruhi persepsi manusia pada warna

1) Intensitas dan tipe sumber cahaya

2) Faktor lain seperti gloss dan texture

3) Ukuran dari contoh dan secara konsekuen area dari bayangan yang jatuh pada
retina

Sel pendeteksi cahaya

1) Sel Batang ( Rod cells )

Sangat sensitif terhadap cahaya

Dapat melihat dalam pencahayaan yang rendah

Hanya dapat melihat secara monochromatic

1) Sel Kerucut ( Cone cells )

Sangat sensitif terhadap cahaya

Memerlukan cahaya yang lebih tinggi

Sel ini dapat memberi penglihatan warna

Terdapat 3 macam sel kerucut yang berbeda

Pendek 440 nm ( biru )

Sedang 545 nm ( hijau )

Panjang 585 nm ( merah )

Struktur of the human eye


Struktur of the retina

Distribusi dari sel-sel batang dan kerucut

1) 0- 2daerah fovea (daerah konsentrasi sel kerucut terbanyak 50000 sel


kerucut per mm)

2) 2- 20sel-sel kerucut dan batang

3) 20 - 40sel-sel batang lebih banyak dari sel-sel kerucut

4) 40hanya sel-sel batang (hanya monochromatic)

Penglihatan warna yang normal dan cacat

1) Trichromate

2) Dichromat

3) Anomalus Trichromate
4) Monochromat

5) Detecting colour deviance

6) Penglihatan warna dan umur

Warna yang dilihat adalah fungsi dari

1) Objek dan kurva refraktancenya

2) Tipe cahaya/illuminant & spectral power disribution

3) Detektor & responnya (misal mata & sel-sel kerucut)

Illuminant metamerism

Sepasang objek yang terlihat mempunyai warna serupa dibawah satu


cahaya dan berbeda dibawah cahaya yang lain

Terdapat 3 macam dichromat

Protanopia

Respon sel kerucut merah (panjang) menghilang/ sangat lemah

Bingung membedakan warna merah dan hijau

Panjang gelombang cahaya antara 490-495 nm tampak tak berwarna

Warna merah cerah terlihat tua

Deutranopia

Respon sel kerucut hijau (sedang) menghilang/ sangat lemah

Bingung membedakan warna hijau dan merah

Panjang gelombang cahaya antara 500-505 nm tampak tak berwarna

Tritanopia

Respon sel kerucut biru (pendek) menghilang/ sangat lemah

Bingung membedakan warna biru dan kuning

Panjang gelombang cahaya antara 568-570 nm tampak tak berwarna

Sumber cahaya
Sumber cahaya adalah benda yang dapat memancarkan energi radian yang
berada pada spectrum visual/berada pada panjang gelombang 400-700 nm.

Tiga sumber cahaya yang ideal:


1) Monochromatic blue light pd radian 435.8 nm

2) Monochromatic green light pd radian 546.1 nm

3) Monochromatic red light pd radian 700 nm

4) Red + Blue + Green = white light

Numerical description

1) Menstandarkan pengamat secara rata-rata

2) Menstandarkan sumber cahaya

3) Menetukan metode standar untuk menentukan deskripsi secara numerik

CIE Standar iiluminant:

A (lampu tungsten fillament-2856k)

B (sinar matahari langsung-4874k)

C (sinar rata-rata siang hari-6774K)

D65(sinar standar rata-rata siang hari -6500K)

6. Berkomunikasi dengan warna


System penyusunan warna

Munsell system:

Dikembangkan oleh A.H.Munsell USA 1905,warna dibagi dalam 3 ruang


dimensi yaitu:

Hue terdapat 5 prinsipal hues yaitu merah,hijau,biru dan ungu

Value menggambarkan gelap atau terang dari suatu warna

Chroma menggambarkan warna yang kuat atau lemah (intensitas warna)

Munsell book of colour disebut juga Munsell atlas,diproduksi thn


1915,berisi 40 halaman dgn jumlah warna 1550.
NCS (natural colour system)

Pantone Matching System (inks)

Deskripsi warna

Trichromatic Theory of colour mixing:

1) Disebut juga The Young-Maxwell_Helmhotz theory


2) Thomas Young 1801 mengajukan bahwa mata merasakan 3 warna utama yaitu
merah,kuning dan biru yang diralat menjadi merah,hijau dan violet

3) Thn 1852 Helmholtz mengenal bahwa pencampuran sinar adalah additive dan
pencampuran cat atau pigment adalah subtraktive

Colour standard

1) Secara rutin digunakan oleh industri cat

2) Umumnya kartu warna yang dicetak

3) Biasanya tersedia dalam cetakan gloss dan matt

7. Pengukuran warna

Instrumen pengukur warna:

Reflectance spektrophotometer

1) mengukur intensitas dari cahaya yang direfleksikan pada suatu seri panjang
gelombang melalui visible spectrum 16-32

2) Biasanya alat yang lebih akurat dan dapat diandalkan

Trimulus colorimeter

1) Mengukur intensitas dari cahaya yang dikumpulkan dengan mengukur


intensitas yang ditransmisikan melalui salah satu dari tiga filter yang berbeda

Beberapa colour standards

1) RAL (diproduksi oleh deutches institute fur guterscherung und kennzeichnung


terdiri dari format gloss & matt)

2) BS 381C (dikeluarkan oleh british standards institute dengan format gloss &
matt)

3) BS 4800 (diproduksi oleh bsi dengan format gloss saja)

4) NOVA

5) NSC

Pantone matching system

1) System standar formula

2) Didesain untuk standar tinta dan percetakan

3) Delapan standar warna tinta (+b/w)

4) 500 shades yang diciptakan


5) Dicetak pada kertas yang dilapisi dan tidak dilapisi

Natural colour system

1) Dikembangkan diswedia

2) Berdasarkan 6 warna dasar putih,hitam kuning.merah,biru, dan hijau

3) Warna digambarkan dengan blackness,chromaticness dan hue

Prediksi pencocokan warna dgn komputer

Kesimpulan pengukuran warna

Tristimulus colorimeter

Detektor 3 sensor

Sensor Micro komputer

Output X Y Z

Mata

Detektor 3 cone type RGB

Sensor otak

Output nama warna

misal merah
Spectophotometer

Detektor wavelenght sensitive sensor

Sensor Micro komputer

Output X Y Z ,reflectance curve

Reflectance spectrophotometer (8/d geometry)


Tristimulus colorimeter (d/6 geometry)

Cie l*a*b* system


Orang yang melihat objektersebut dipengaruhi oleh

1) Kesehatan

2) Umur

3) Keadaan mata,3 bagian yang penting dalam mata

Cornea mata

Lensa mata

Retina terdapat sel pendeteksi cahaya sel kerucut (cone sel) dan sel
batang (rod sel)

https://anak-lingkungan.blogspot.co.id/2015/04/warna.html
Teori Warna

Color Theori Atau Teori Warna ini membahas Teori Brewster yang pertama kali
dikemukakan pada tahun 1831. Teori warn Teori Waarna ini menyederhanakan warna-
warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier,
dan warna netral. Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster.
Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split
komplementer, triad, dan tetrad.

Pembagian Warna

Warna primer
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna
yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Warna
primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna
lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa
warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau. Namun dalam penelitian
lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer adalah:

1. Merah (seperti darah)


2. Biru (seperti langit atau laut)
3. Kuning (seperti kuning telur)

Ini kemudian dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam dunia seni rupa.
Campuran dua warna primer menghasilkan warna sekunder. Campuran warna sekunder
dengan warna primer menghasilkan warna tertier. Akan tetapi secara teknis, merah
kuning biru, sebenarnya bukan warna pigmen primer. Tiga warna pigmen primer adalah
magenta, kuning dan cyan. (Oleh karena itu apabila menyebut merah, kuning, biru
sebagai warna pigmen primer, maka merah adalah cara yang kurang akurat untuk
menyebutkan magenta sedangkan biru adalah cara yang kurang akurat untuk
menyebutkan cyan). Biru dan hijau adalah warna sekunder dalam pigmen, tetapi
merupakan warna primer dalam cahaya, bersama dengan merah.

Landasan biologis
Pada dasarnya warna primer adalah bukan milik cahaya, tapi lebih merupakan konsep
biologis, yang didasarkan pada respon fisiologis mata manusia terhadap cahaya. Secara
fundamental, cahaya adalah spektrum berkesinambungan dari panjang gelombang, yang
berarti bahwa terdapat jumlah warna yang tak terhingga. Akan tetapi, mata manusia
normalnya hanya memiliki tiga jenis alat penerima/reseptor yang disebut dengan sel
kerucut (yang berada di retina). Ini yang merespon panjang gelombang cahaya tertentu.
Manusia serta spesies lain yang memiliki tiga macam reseptor warna disebut makhluk
trichromat.

Spesies yang dikenal sebagai tetrachromat, dengan empat reseptor warna menggunakan
empat warna primer. Manusia hanya dapat melihat sampai dengan 400 nanometer, warna
violet, sedangkan makhluk tetrachromat dapat melihat warna ultraviolet sampai dengan
300 nanometer, warna primer keempat ini kemungkinan bertempat di panjang gelombang
yang lebih rendah dan kemungkinan adalah warna magenta spektral murni lebih dari
sekedar magenta yang kita lihat sebagai campuran dari merah dan biru.

Banyak dari jenis burung dan binatang marsupial merupakan makhluk tetrachromat.

Warna primer additif


Alat/media yang menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna
menggunakan sistem warna additif. Televisi adalah yang paling umum. Warna primer
additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau,
menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Campuran hijau dan biru menghasilkan
nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru menhasilkan nuansa ungu dan magenta.
Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer menghasilkan nuansa warna
kelabu; jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih.
Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue). RGB
didapatkan dari mengurai cahaya.

Warna primer subtraktif


Media yang menggunakan pantulan cahaya untuk untuk menghasilkan warna memakai
metode campuran warna subtraktif.

Tradisional
Merah, Kuning, Biru / RYB (red, yellow, blue) merupakan rangkaian sejarah dari warna
primer subtraktif. Khususnya digunakan dalam seni rupa (seni lukis). Ruang warna RYB
membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna
sekunder: violet, orange/jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang
ekuidistan (berjarak sama) dalam sebuah lingkaran warna.

Pemakaian warna merah, biru, kuning sebagai warna primer menghasilkan gamut (rentang
warna) yang relatif sempit/kecil, di mana, beberapa warna tidak bisa dicapai dengan
campuran tersebut. Karena alasan itu, percetakan warna modern menggunakan campuran
warna magenta, kuning, cyan.

CMYK
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian
warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam.
CMYK didapatkan dari mengurai tinta.

Campuran warna subtraktif


Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan
magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran magenta dengan cyan
menghasilkan nuansa biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang
seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya
disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor
kecoklatan.

Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari
cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan lantas disebut dengan CMYK
(Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan K (key) dari istilah key plate
dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya
menggunakan warna tinta hitam).

Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna
jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru
dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya
warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.

Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna
ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil
campuran yang tepat akan menuju hitam.

Warna panas dan dingin


Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar,
yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan
hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu
kemerahan hingga hijau.

Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin
sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warnawarna
yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang.
Hubungan antar warna

Kontras komplementer
Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180) di lingkaran warna.
Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling
kuat. Misalnya jingga dengan biru.
Kontras split komplemen
Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180).
Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan. Kontras triad
komplementer Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki
dengan sudut 60.

http://sen1budaya.blogspot.co.id/2012/09/teori-warna.html
TEORI WARNA DAN KONSEP WARNA
Posted on 12/11/2015 by admin

Teori Warna Menurut Para Ahli

1. Teori Sir Isaac Newton

Newton melakukan percobaan dan menyimpulkan, apabila dilakukan pemecahan warna


spektrum dari sinar matahari, akan ditemukan warna- warna yang beraneka ragam yang
terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Warna-warna tersebut dapat kita lihat
pada pelangi.

2. Color Theory (Brewster 1831)

Color Theori Atau Teori Warna ini membahas Teori Brewster yang pertama kali dikemukakan
pada tahun 1831 menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu
warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral.

1. Pembagian Warna Menurut Brewster

2. Warna Primer

Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang
termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.

1. Warna sekunder

Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna
jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru
dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.

2. Warna tersier
Merupak an campuran salah satu warna primer dengan
salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran
warna kuning dan jingga.

3. Teori Albert Munsell

Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan standar warna untuk aspek fisik dan
psikis. Berbeda dengan Newton dan Brewster, Munsell mengatakan warna pokok terdiri dari
merah, kuning, hijau, biru dan jingga. Sementara warna sekunder terdiri dari warna jingga,
hijau muda, hijau tua, biru tua dan nila.

Karakteristik Warna

1. Warna hangat : Merah, kuning, coklat, jingga. Dalam


lingkaran warna terletak warna warna yang berada dari merah ke kuning.

2. Warna sejuk : Dalam lingkaran warna terletak dari hijau


ke ungu melalui biru.

3. Warna tegas : Warna biru, merah, kuning, putih, hitam.

4. Warna tua atau gelap : Warna-warna tua yang mendekati warna


hitam (coklat tua, biru tua, dan sebagainya)

5. Warna muda atau terang : Warna-warna yang mendekati warna putih.

Warna Primer

1. Warna primer additive

Warna primer additif adalah warna primer cahaya. Alat/media yang menggabungkan
pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna menggunakan sistem warna additif.
Televisi adalah yang paling umum. Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru.
Campuran warna cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange.
Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru
menhasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna
additif primer menghasilkan nuansa warna kelabu; jika ketiga warna ini disaturasikan penuh,
maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut
dengan RGB (red, green, blue).

2. Warna primer subtraktif

Warna primer subtraktif adalah warna primer pantulan cahaya. Media yang menggunakan
pantulan cahaya untuk untuk menghasilkan warna memakai metode campuran warna
subtraktif.

RGB

RGB adalah suatu model warna yang terdiri atas 3 buah warna: merah (Red), hijau (Green),
dan biru (Blue), yang ditambahkan dengan berbagai cara untuk menghasilkan bermacam-
macam warna.

Kegunaan utama model warna RGB adalah untuk menampilkan citra / gambar dalam
perangkat elektronik, seperti televisi dan komputer, walaupun juga telah digunakan dalam
fotografi biasa. Sebelum era elektronik, model warna RGB telah memiliki landasan yang kuat
berdasarkan pemahaman manusia terhadap teori trikromatik.

RGB merupakan model warna yang bergantung kepada peranti: peranti yang berbeda akan
mengenali atau menghasilkan nilai RGB yang berbeda, karena elemen warna (seperti fosfor
atau pewarna) bervariasi dari satu pabrik ke pabrik, bahkan pada satu peranti setelah waktu
yang lama.

Model warna ini merupakan model warna yang paling sering dipakai. Contoh alat yang
memakai mode warna ini yaitu TV, kamera, pemindai, komputer, dan kamera digital.

Kelebihan model warna ini adalah gambar mudah disalin / dipindah ke alat lain tanpa harus
di-convert ke mode warna lain, karena cukup banyak peralatan yang memakai mode warna
ini. Kelemahannya adalah tidak bisa dicetak sempurna dengan printer, karena printer
menggunakan mode warna CMYK, sehingga harus diubah terlebih dahulu.

RGB merupakan model warna aditif, yaitu ketiga berkas cahaya yang ditambahkan bersama-
sama, dengan menambahkan panjang gelombang, untuk membuat spektrum warna akhir.
CMYK

Cyan Magenta Yellow Key, atau sering disingkat sebagai CMYK adalah proses
pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan. Tinta process cyan, process
magenta,process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan akurat
sehingga menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu saat
diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali.

Sistem CMYK juga digunakan oleh banyak printer kelas bawah karena keekonomisannya.

CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan warna utamanya (black-
hitam), dan seringkali dijadikan referensi sebagai suatu proses pewarnaan dengan
mempergunakan empat warna) adalah bagian dari model pewarnaan yang sering
dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Namun ia juga dipergunakan untuk menjelaskan
proses pewarnaan itu sendiri. Meskipun berbeda-beda dari setiap tempat pencetakan, operator
surat khabar, pabrik surat khabar dan pihak-pihak yang terkait, tinta untuk proses ini
biasanya, diatur berdasarkan urutan dari singkatan tersebut.

Model ini, baik sebagian ataupun keseluruhan, biasanya ditimpakan dalam gambar dengan
warna latar putih (warna ini dipilih, dikarenakan dia dapat menyerap panjang struktur cahaya
tertentu). Model seperti ini sering dikenal dengan nama subtractive, karena warna-
warnanya mengurangi warna terang dari warna putih.

Dalam model yang lain additive color, seperti halnya RGB (Red-Merah, Green-Hijau,
Blue-Biru), warna putih menjadi warna tambahan dari kombinasi warna-warna utama,
sedangkan warna hitam dapat terjadi tanpa adanya suatu cahaya. Dalam model CMYK,
berlaku sebaliknya: warna putih menjadi warna natural dari kertas atau warna latar,
sedangkan warna hitam adalah warna kombinasi dari warna-warna utama. Untuk menghemat
biaya untuk membeli tinta, dan untuk menghasilkan warna hitam yang lebih gelap, dibuatlah
satu warna hitam khusus yang menggantikan warna kombinasi
dari cyan, magenta dan kuning.

http://anakayam.hol.es/uncategorized/teori-warna-dan-konsep-warna/
Teori Warna dan Ahlinya
Senin, 20 Juni 2011 09:24 WARNA - Roda Warna

Warna adalah suatu proses yang terjadi dimana cahaya mengenai suatu benda. Setiap
orang pasti menyukai warna karena kehadiran warna mampu memberikan keindahan dan
nilai estetika. Selain itu, warna juga dianggap memiliki pengaruh terhadap psikologi
seseorang.

Umumnya orang akan memilih warna sesuai dengan karakter


masing-masing sehingga warna favorit seseorang terkadang tidak sama. Warna begitu
bermanfaat dalam kehidupan manusia. Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang
cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.

Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780
nanometer. Berbicara tentang warna tidak akan terlepas dari teori-teori warna yang
dinyatakan oleh beberapa ahli berikut ini:

Teori Sir Isaac Newton

Newton melakukan percobaan dan menyimpulkan, apabila dilakukan pemecahan warna


spektrum dari sinar matahari, akan ditemukan warna-warna yang beraneka ragam yang terdiri
dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Warna-warna tersebut dapat kita lihat pada
pelangi.

Teori Brewster

Teori Brewster pertama kali dinyatakan pada tahun 1831. Teori ini menyederhanakan warna-
warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier,
dan warna netral. Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster.
Lingkaran warna brewster menjelaskan teori komplementer, split komplementer, triad, dan
tetrad.

Warna primer, merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-
warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru,
dan kuning.
Warna sekunder, merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi
1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning,
hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.

Warna tersier, merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna
sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning
dan jingga.

Warna netral, warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam
proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di
alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.

Teori Brewster disebut dengan lingkaran warna yang banyak digunakan dalam dunia seni
rupa.

Teori Munsell

Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan standar warna untuk aspek fisik dan
psikis. Berbeda dengan Newton dan Brewster, Munsell mengatakan warna pokok terdiri dari
merah, kuning, hijau, biru dan jingga. Sementara warna sekunder terdiri dari warna jingga,
hijau muda, hijau tua, biru tua dan nila.

http://edupaint.com/warna/roda-warna/505-read-110620-teori-warna-dan-
ahlinya.html

Teori warna & psikologis warna

1. 1. Teori Warna dan Psikologi Warna Oleh : Irma Yulinda Maslich Teknologi
Pendidikan

2. 2. Warna Pengertian : Suatu proses yang terjadi di mana cahaya mengenai


suatu benda. Setiap orang pasti menyukai warna karena kehadiran warna
mampu memberikan keindahan dan nilai estetika. Warna juga dianggap
memiliki pengaruh terhadap psikologi seseorang. Teori : 1. Teori Sir Isaac
Newton 2. Teori Brewster 3. Teori Munsell

3. 3. Teori Sir Isaac Newton Newton melakukan percobaan dan


menyimpulkan, apabila dilakukan pemecahan warna spektrum dari sinar
matahari, akan ditemukan warna-warna yang beraneka ragam yang terdiri
dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Warna- warna tersebut
dapat kita lihat pada pelangi.

4. 4. Teori David Brewster Pada tahun 1831, Brewster menyederhanakan


warna- warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna
primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Kelompok warna ini sering
disusun dalam lingkaran warna brewster.

5. 5. Kelompok warna Brewster Warna primer Warna dasar yang tidak


merupakan campuran dari warna lain. Contoh : Merah, Biru, Kuning. Warna
Sekunder Warna hasil percampuran warna Primer dengan proporsi 1.1
Contoh : Hijau hasil campuran biru dan kuning. Ungu hasil campuran
merah dan biru. Warna Tersier Warna campuran 1 warna primer dan 1
warna sekunder. Contoh : Warna jingga kekuningan dari pencampuran
warna kuning dan jingga Warna Netral Warna hasil campuran ketiga warna
dasar dalam proporsi 1.1.1. Contoh : Hasil campuran yang tepat akan
menuju hitam.

6. 6. Teori Munsell Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan


standar warna untuk aspek fisik dan psikis. Berbeda dengan Newton dan
Brewster, Munsell mengatakan warna pokok terdiri dari merah, kuning,
hijau, biru dan jingga. Sementara warna sekunder terdiri dari warna
jingga, hijau muda, hijau tua, biru tua dan nila. Warna memiliki peranan
penting bagi manusia sebagai: a. elemen estetika b. representasi dari
alam c. alat/sarana/media komunikasi (fungsi representasi

7. 7. Psikologi Warna Psikologis warna menurut para Ahli fisiologi dan


psikologi, seperti arti, sifat dan pengaruh yang ada dalam suatu warna
bagi yang menggunakan. Serta lingkungan sekitar dan symbol yang
menyukai warna terkait.

8. 8. Psikologi Warna Merah Secara umum, melambangkan hasrat intensitas


dan keinginan besar untuk selalu maju. sebagai kehangatan, cinta , power
dan energi. Secara psikologis warna merah menstimulasi merangsang dan
memberi energi pada tubuh, termasuk saraf & sirkulasi darah,
meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

9. 9. Psikologi Warna BIRU Secara umum, melambangkan kepercayaan,


keamanan, teknologi, kebersihan, kooperatif, cerdas, teguh, serta
keteraturan. Secara psikologis warna biru merupakan warna yang dingin
membawa ketenangan, tidak mudah tersinggung, ramai kawan,
berpendirian, serta memberi pengaruh mampu mengatasi insomnia,
kecemasan, tekanan darah tinggi dan migraine.

10.10. Psikologi Warna Kuning Secara umum, melambangkan optimis,


semangat dan ceria, harapan serta filosofi yang mendalam, pengecut,
penghianat, dermawan, investigatif, dan terbuka. Secara psikologi warna
kuning menstimulasi sisi logis (aktifitas pikiran dan mental) dari otak dan
kejernihan mental, mendorong kebijaksanaan dan kemampuan akademik,
mengilhami pemikiran original dan ide-ide kreatif.

11.11. Psikologi Warna HIJAU Secara umum, melambangkan kekuasaan,


kesuburan, ketabahan, keinginan, kekerasan hati, dan membumi. Secara
psikologi warna hijau menstimulasi meningkatkan rasa bangga dan santai,
perasaan yang lebih superior dari orang lain, mampu membantu
menyeimbangkan emosi dan memudahkan keterbukaan dalam
komunikasi. Identik senang dipuji dan menasehati orang lain.

12.12. Psikologi Warna COKLAT Secara umum, melambangkan istilah warna


bumi (tanah), kesederhanaan, keselamatan, keamanan, daya tahan tugas
dan praktis. Secara psikologi warna coklat memberikan kesan hangat
nyaman dan aman penikmat, menunjukan sifat yang suka merebut, tidak
suka memberi hati, kurang toleransi, pesimis terhadap kesejahteraan.
Terkait dengan alam, yang praktis dan down-to-earth dan keutuhan
keluarga, kebahagiaan masa depan.
13.13. Psikologi Warna Putih Secara umum, melambangkan kesucian,
kebersihan, ketepatan, ketidakbersalahan, keadilan, netralitas, steril,
independensi, ketertiban, organisasi dan kematian. Secara psikologi warna
putih menenangkan karena menciptakan kesederhanaan, memberi kesan
kebebasan dan keterbukaan, menambah kejernihan mental,
membersihkan pikiran dan tindakan. membantu dalam penyembuhan dan
menciptakan suasana tenang dan suasana kepedulian dalam merawat
pasien.

14.14. Psikologi Warna Hitam Secara umum, melambangkan kehidupan yang


berhenti, memberi kesan kehampaan, kematian, kegelapan, kebinasaan,
kerusakan kesedihan, kepunahan dan keanggunan Secara psikologi warna
hitam memberi kesan suram, gelap dan menakutkan namun juga elegan.
Kekuatannya mengontrol dapat menanamkan kepercayaan, menciptakan
suasana misteri dan kerahasiaan.

15.15. Psikologi Warna PINK Secara umum, melambangkan kewanitaan,


romantis, menyenangkan, menggoda atau centil, kelembutan dan
kecantikan. Secara psikologi warna pink mengandung warna yang kurang
bersemangat, membuat energi melemah, namun sifatnya memberikan
perasaan kepedulian, kebersamaan, dan kelembutan, membawa pada
nuansa keindahan yang dapat menetralkan gangguan dan kekerasan .

16.16. Sudah tahukan makna warna kesukaanmu ?

https://www.slideshare.net/IrmaYulindaMaslich/teori-warna-psikologis-warna-
42983871

TEORI WARNA DAN KONSEP WARNA


MENURUT PARA AHLI
Ahmad Sururi 11:11 PM
TEORI WARNA DAN KONSEP WARNA
Teori Warna Menurut Para Ahli

1. Teori Sir Isaac Newton


Newton melakukan percobaan dan menyimpulkan, apabila dilakukan
pemecahan warna spektrum dari sinar matahari, akan ditemukan warna-
warna yang beraneka ragam yang terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau,
biru, dan ungu. Warna-warna tersebut dapat kita lihat pada pelangi.

2. Color Theory (Brewster 1831)


Color Theori Atau Teori Warna ini membahas Teori Brewster yang pertama
kali dikemukakan pada tahun 1831 menyederhanakan warna yang ada di
alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier,
dan warna netral.

1. Pembagian Warna Menurut Brewster


2. Warna Primer
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-
warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah
merah, biru, dan kuning.

1. Warna sekunder

Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1.


Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan
kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah
campuran merah dan biru.

2. Warna tersier
Merupak an campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna
sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran
warna kuning dan jingga.

3. Teori Albert Munsell


Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan standar warna untuk
aspek fisik dan psikis. Berbeda dengan Newton dan Brewster, Munsell
mengatakan warna pokok terdiri dari merah, kuning, hijau, biru dan jingga.
Sementara warna sekunder terdiri dari warna jingga, hijau muda, hijau tua,
biru tua dan nila.

Karakteristik Warna

1. Warna hangat : Merah, kuning, coklat, jingga.


Dalam lingkaran warna terletak warna warna yang berada dari merah
ke kuning.
2. Warna sejuk : Dalam lingkaran warna
terletak dari hijau ke ungu melalui biru.
3. Warna tegas : Warna biru, merah, kuning,
putih, hitam.
4. Warna tua atau gelap : Warna-warna tua yang
mendekati warna hitam (coklat tua, biru tua, dan sebagainya)
5. Warna muda atau terang : Warna-warna yang
mendekati warna putih.

Warna Primer

1. Warna primer additive


Warna primer additif adalah warna primer cahaya. Alat/media yang
menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna
menggunakan sistem warna additif. Televisi adalah yang paling umum.
Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna
cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange.
Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran
merah dan biru menhasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan
proporsi seimbang dari warna additif primer menghasilkan nuansa warna
kelabu; jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah
warna putih. Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan
RGB (red, green, blue).

2. Warna primer subtraktif


Warna primer subtraktif adalah warna primer pantulan cahaya. Media yang
menggunakan pantulan cahaya untuk untuk menghasilkan warna memakai
metode campuran warna subtraktif.

RGB

RGB adalah suatu model warna yang terdiri atas 3 buah warna: merah
(Red), hijau (Green), dan biru (Blue), yang ditambahkan dengan berbagai
cara untuk menghasilkan bermacam-macam warna.

Kegunaan utama model warna RGB adalah untuk menampilkan citra /


gambar dalam perangkat elektronik, seperti televisi dan komputer,
walaupun juga telah digunakan dalam fotografi biasa. Sebelum era
elektronik, model warna RGB telah memiliki landasan yang kuat
berdasarkan pemahaman manusia terhadap teori trikromatik.

RGB merupakan model warna yang bergantung kepada peranti: peranti


yang berbeda akan mengenali atau menghasilkan nilai RGB yang berbeda,
karena elemen warna (seperti fosfor atau pewarna) bervariasi dari satu
pabrik ke pabrik, bahkan pada satu peranti setelah waktu yang lama.

Model warna ini merupakan model warna yang paling sering dipakai.
Contoh alat yang memakai mode warna ini yaitu TV, kamera, pemindai,
komputer, dan kamera digital.

Kelebihan model warna ini adalah gambar mudah disalin / dipindah ke alat
lain tanpa harus di-convert ke mode warna lain, karena cukup banyak
peralatan yang memakai mode warna ini. Kelemahannya adalah tidak bisa
dicetak sempurna dengan printer, karena printer menggunakan mode
warna CMYK, sehingga harus diubah terlebih dahulu.

RGB merupakan model warna aditif, yaitu ketiga berkas cahaya yang
ditambahkan bersama-sama, dengan menambahkan panjang gelombang,
untuk membuat spektrum warna akhir.

CMYK

Cyan Magenta Yellow Key, atau sering disingkat sebagai CMYK adalah
proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan.
Tinta process cyan, process magenta,process yellow, process
black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan akurat sehingga
menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu saat
diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali.
Sistem CMYK juga digunakan oleh banyak printer kelas bawah karena
keekonomisannya.

CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan warna


utamanya (black-hitam), dan seringkali dijadikan referensi sebagai suatu
proses pewarnaan dengan mempergunakan empat warna) adalah bagian
dari model pewarnaan yang sering dipergunakan dalam pencetakan
berwarna. Namun ia juga dipergunakan untuk menjelaskan proses
pewarnaan itu sendiri. Meskipun berbeda-beda dari setiap tempat
pencetakan, operator surat khabar, pabrik surat khabar dan pihak-pihak
yang terkait, tinta untuk proses ini biasanya, diatur berdasarkan urutan
dari singkatan tersebut.

Model ini, baik sebagian ataupun keseluruhan, biasanya ditimpakan dalam


gambar dengan warna latar putih (warna ini dipilih, dikarenakan dia dapat
menyerap panjang struktur cahaya tertentu). Model seperti ini sering
dikenal dengan nama subtractive, karena warna-warnanya mengurangi
warna terang dari warna putih.

Dalam model yang lain additive color, seperti halnya RGB (Red-Merah,
Green-Hijau, Blue-Biru), warna putih menjadi warna tambahan dari
kombinasi warna-warna utama, sedangkan warna hitam dapat terjadi
tanpa adanya suatu cahaya. Dalam model CMYK, berlaku sebaliknya:
warna putih menjadi warna natural dari kertas atau warna latar, sedangkan
warna hitam adalah warna kombinasi dari warna-warna utama. Untuk
menghemat biaya untuk membeli tinta, dan untuk menghasilkan
warna hitam yang lebih gelap, dibuatlah satu warna hitam khusus yang
menggantikan warna kombinasi dari cyan, magenta dan kuning.
https://word-desain.blogspot.co.id/2016/08/teori-warna-dan-konsep-warna-
menurut.html

Pengertian dasar Desain Interior


28 Apr

Kata desain dalam pengertian dasarnya adalah satu kegiatan untuk memecahkan masalah,
Pengertian ini mengandung aktifitas inovasi dan rekayasa dalam rangka menembus kendala
atau constrain yang melingkupi satu permasalahan desain. Permasalahan desain tidak selalu
muncul dalam bentuk yang nyata dan terdefinisi dengan jelas. Seringkali masalah tersebut
terselubung dan hanya tampak samar samar di permukaan.

Tugas desainer adalah menggali permasalahan dan mendefinisikan masalah desain dengan
tegas dan jelas. Proses penggalian masalah ini lazim disebut sebagai programming.
Programming umumnya dimulai dengan pengumpulan data awal baik berupa kondisi existing
ataupun kebutuhan kebutuhan proyek yang diinginkan klien.

Desainer kemudian menganalis kondisi existing dan kebutuhan klien untuk merumuskan
konsep dasar dalam desain. Masalah desain biasanya terungkap selama proses analisis ini.
Benturan benturan antara kondisi yang ada dengan kebutuhan klien adalah masalah pertama
yang harus dipecahkan, akan tetapi analisis yang baik mampu mengungkapkan permasalahan
yang lebih spesifik dan manageable untuk dipecahkan.

Setelah masalah terdefinisi dengan jelas desainer dapat mengajukan konsep pemecahan
dengan beberapa kalimat yang tegas atau sketsa sketsa skematik. Konsep desain yang
terartikulasi dengan baik dapat menjadi sarana komunikasi efektif antara desainer dan
kliennya. Melalui konsep ini desainer dank lien dapat bertukar ide, memberikan revisi awal
dan memberikan feedback untuk perbaikan desain.

Proses ini merupakan development awal dari kegiatan mendesain dan memiliki peran
penting bagi pengembangan lanjutan yaitu gambar kerja. Gambar kerja merupakan
pengembangan detail dari rencana rencana skematis yang telah disepakati. Gambar kerja
mampu mengungkapkan kondisi riil desain dan dapat dijadikan dasar untuk perhitungan
biaya dan waktu penyelesaian.
Sketsa desain untuk presentasi awal

Dalam websitenya NCIDQ ( National Council For Interior Designer Qualification ) lembaga
sertifikasi professional untuk bidang desain interior di Amerika menyebutkan bahwa desainer
interior adalah profesi multi disiplin yang melibatkan kreativitas dan solusi teknologi yang
diterapkan dalam struktur untuk mencapai kondisi lingkungan ruang dalam yang terbangun
dengan baik. Solusi dalam desain interior bersifat fungsional, meningkatkan kualitas
kehidupan dan budaya pemakai ruang serta menyenangkan secara estetis.

Desain diwujudkan untuk merespons dan terkoordinasi dengan kondisi bangunan yang ada
dengan mempertimbangan kondisi fisik dan socio-cultural dimana desain tersebut dibangun.
Untuk itu desain interior harus mempertimbangkan peraturan dan regulasi bangunan setempat
dan mengadopsi prinsip lingkungan keberlanjutan.

Desain interior dalam proses perencanaannya mengikuti serangkaian metode yang dapat
dipertanggungjawabkan dan sistematis meliputi beberapa tahapan yaitu : riset, analisis dan
integrasi pengetahuan dalam satu proses kreatif.

Desain Interior adalah suatu upaya sadar atau kegiatan untuk memacahkan permasalahan
ruang dalam yang bertujuan mencapai keseimbangan estetis, fungsi, ekonomi dan makna.
Masalah-masalah desain timbul dari kondisi kondisi tertentu yang berubah dalam setiap
proyek desain. Tantangan bagi desainer terletak pada inovasi pemecahan masalah yang ada,
akan tetapi kemampuan desainer untuk menggali masalah merupakan modal utamanya dalam
proses berkreasi.

https://artbanu.wordpress.com/2010/04/28/pengertian-dasar-desain-interior/

RUANG DALAM

Posted on 9 Maret 2015 by 1219251024iwayanwidyarta

TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM

A. Definisi Desain Interior


Desain adalah kerangka bentuk, rancangan (Departemen Pendidkan dan
Kebudayaan,1999;227). Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia, desain sama dengan
anggitan yang berarti mengubah dan mengarang. Suatu pekerjaan dengan tujuan untuk
membuat sesuatu yang baru atau yang sudah ada menjadi lebih baik.(Purwadarminta,
1982;200).

Menurut Francis D.K.Ching dalam buku Ilustrasi Desain Interior, desain interior
adalah merencanakan, menata, dan merancang ruangruang interior dalam bangunan. Desain
interior adalah karya arsitek atau disainer yang khusus menyangkut bagian dalam dari suatu
bangunan, bentuk-bentuknya sejalan perkembangan ilmu dan teknologi yang dalam proses
perancangan selalu dipengaruhi unsur-unsur geografi setempat dan kebiasaan-kebiasaan
sosial yang diwujudkan dalam gaya-gaya kontemporer.( J. Pamudji Suptandar, 1999 : 11 ) b.
Elemen-elemen Desain Interior Elemen-elemen interior membentuk sebuah ruang yang dapat
memisahkan ruang dalam dari ruang luar. Elemen-elemen desain interior tersebut adalah :

1. Lantai, adalah bidang ruang interior yang datar dan mempunyai dasar
yang rata. Sebagai bidang dasar yang menyangga aktivitas interior dari
furniture yang ada, lantai harus terstruktur sehingga mampu memikul
beban tersebut dengan aman, dan permukaannya harus kuat untuk
menahan semua beban yang berada di atas nya baik civitas manusia
ataupun beban mati.

2. Dinding, adalah elemen arsitektur yang penting untuk setiap bangunan.


Secara tradisional, dinding telah berfungsi sebagai struktur pemikul lantai
di atas permukaan tanah, langit-langit dan atap.(Francis D.K.Ching,
1996;176). Dinding adalah elemen utama yang dengannya kita
membentuk ruang interior. Bersama dengan bidang lantai dan langit-langit
yang pelengkap untuk penutup, dinding mengendalikan ukuran dan
bentuk ruang. Dinding juga dapat dilihat sebagai penghalang yang
merupakan batas sirkulasi kita, memisahkan satu ruang dengan ruang
disebelahnya dan menyediakan privasi visual maupun akustik bagi
pemakainya.

3. Langit-langit (plafond), adalah elemen yang menjadi naungan dalam


desain interior, dan menyediakan perlindungan fisik maupun psikologis
untuk semua yang ada dibawahnya. Meskipun berada diluar batas
jangkauan tangan kita dan tidak digunakan seperti halnya lantai dan
dinding, langit-langit memainkan peran visual penting dalam
pembentukan ruang interior dan dimensi vertikalnya.

4. Jendela, merupakan elemen dari desain arsitektur dan interior yang


menghubungkan, baik secara visual dan fisik, satu ruang ke ruang lain
maupun bagian dalam ruangan dengan ruang luar seperti halaman atau
pun view lainnya.

5. Pintu, dan jalan masuk memungkinkan akses fisik untuk kita sendiri,
perabot, dan barang-barang untuk masuk dan keluar bangunan dan dari
satu ruang ke ruang lain di dalam bangunan. Melalui desain, konstruksi
dan lokasinya, pintu dan jalan masuk dapat mengendalikan penggunaan
ruang, pandangan dari satu ruang ke ruang berikutnya dan masuknya
cahaya, suara, udara hangat dan udara sejuk.

6. Tangga dan lorong, tangga merupakan sarana sirkulasi vertikal antara


lantai-lantai dari suatu bangunan. Dua kriteria fungsional terpenting dalam
pembuatan desain tangga adalah keselamatan dan kemudahan untuk
dinaiki dan dituruni.

7. Perabot, adalah salah satu kategori elemen desain yang pasti selalu ada
di hampir semua desain interior. Perabot menjadi perantara antara
arsitektur dan manusianya. Menawarkan adanya transisi bentuk dan skala
antara ruang interior dan masing-masing individu.

8. Peralatan lampu, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari system


elektrik bangunan, mengubah energi menjadi pencahayaan yang berguna.

9. Dekorasi atau aksesori dalam desain interior merujuk pada benda-


benda yang memberi kekayaan estetika dan keindahan dalam ruang.
Aksesori yang dapat menambah kekayaan visual dan rasa pada suatu
tatanan interior dapat berupa : alat-alat dan obyek-obyek yang memang
berguna, elemen-elemen dan kelengkapan arsitektur, dan benda seni dan
tanaman

Konsep Tema dan Gaya Dalam Desain Interior


Menentukan jenis tema merupakan langkah awal dalam membangun suatu ruangan.
Adapun beberapa konsep tema yang dapat dipaparkan adalah sebagai berikut :

1. Klasik

Untuk Ruang keluarga biasanya didominasi dengan elemen berwarna tanah seperti warna
cokelat tanah hingga cokelat muda serta menggunakan unsur kayu untuk memberikan kesan
hangat dan ramah. Warna yang dominan digunakan pada furniture klasik adalah coklat
natural sesuai dengan warna kayu atau menggunakan cat solid yang berwarna putih, kuning
emas, putih perak, hitam atau coklat tua.

2.Modern Klasik

Untuk gaya modern klasik biasanya menggunakan warna-warna yang netral untuk lebih
aman seperti gradasi cokelat, hitam, putih, ataupun krem. Untuk furnitur, karena modern
sudah dipilih menjadi gaya yang dominan, maka pilihlah yang berdesain simpel dan tidak
banyak ornamen. Kemewahan si klasik bisa dihadirkan dari lampu kandelar, lampu nakas
berdesain klasik, cermin, lukisan, dan pernak-pernik lainnya. Satu hal yang perlu diingat,
tetap setia dengan pilihan warna semula.

3.Minimalis
Desain minimalis merupakan aliran gaya desain modern yang sangat fungsional dan tidak
memberi ruang pada bentuk ornamentasi atau hiasan sama sekali. Desain minimalis pada
umumnya menggunakan warna-warna yang lembut dan lebih netral. Putih merupakan pilihan
warna klasik minimalis yang memberikan kesan bersih. Pemberian aksesori yang minim pada
dinding digunakan untuk memperkuat kesan minimalis.

4.Modern Minimalis

Ruang keluarga bergaya modern minimalis tentu harus didukung oleh interior dan
furniture yang minimalis pula. Suasana yang dibutuhkan di ruang keluarga adalah suasana
yang santai, tidak formal dan cenderung playful, maka yang menjadi poin utama di ruangan
ini adalah adalah sofa. Pilihlah sofa yang simpel dan memiliki warna yang cerah sehingga
mood playful akan lebih terbentuk, jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan selera anda.
Sesuaikan pula gaya desain pada kabinet, rak buku, rak TV, meja samping, meja kopi dan
barang-barang yang lain.

5.Eklektik

Ekletik berarti memadukan unsur terbaik yang ada dari tiap gaya. Anda
membutuhkan ruang lebih besar untuk bereksperimen dalam nuansa eklektik yang
memadukan warna, corak, dan aksesor. Kelebihan nuansa eklektik adalah menjadikan rumah
lebih segar, memikat, hangat, dan homey . Dalam gaya/style ini, anda dituntut untuk lebih
peka sehingga bisa menyeimbangkan berbagai unsur, rupa-rupa gaya yang disisipkan pasti
lebih sedap dipandang.
(Sumber :http://furnitureinteriorjazidha.blogspot.com/2012/08/konsep-tema-dan-gaya-dalam-
desain.html)