Anda di halaman 1dari 18

Laporan Praktikum 1 Selasa, 19 September 2017

Mata Kuliah : Desain Kreatif Ekowisata

MENGENAL DAN MENGIDENTIFIKASI ELEMEN DESAIN


YANG BERSIFAT ALAMI DAN NON ALAMI
(Studi Kasus : Dream Beach, STP Bandung)

Disusun Oleh :
Kelompok 4/ Praktikum 2
Melsha Zaviera Mahmudia (J3B215058)

Dosen :
Kania Sofiantina Rahayu, SI.kom, M.Par, MTHM

Asisten Dosen:
Ansyari Musoman, A.Md
Riva Syavira, A.Md

PROGRAM KEAHLIAN EKOWISATA


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2017
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Desain merupakan ilmu yang berhubungan dengan suatu perencanaan atau


suatu perancangan. Desain biasanya berbentuk gambar (Dwimatra) yang selanjutnya
akan di wujudkan dalam bentuk sebenarnya (Trimatra). Definisi desain juga dapat
diartikan yang dikemukakan dalam Analogus with Humanities, Science yaitu dengan
keterampilan, pengetahuan, dan medan pengalaman manusia yang tercermin dalam
apresiasi serta penyesuaian hidup terhadap kebutuhan spiritual. Ilmu dalam membuat
sebuah desain terdapat konsep desain yang bertujuan untuk mewujudkan ide atau
rancangan menjadi realita. Konsep desain memiliki 5 aspek meliputi, fungsi, aman,
terampil, ekonomis, dan estetis.
Elemen desain yang berperan penting untuk merancang sebuah desain. Elemen
desain dijadikan sebagai dasar dan dapat mewujudkan prinsip dan tujuan desain
untuk menyampaikan suatu informasi. Elemen desain terdiri dari garis, bentuk,
ruang, ukuran, dan warna. Elemen desain yang terdiri dari 6 elemen yang memiliki
masing masing fungsinya. Elemen desain yang dapat dibedakan berdasarkan sifat
yaitu, elemen desain alami dan elemen desain non alami.
Elemen desain yang bersifat alami yang berkaitan dengan dari alam. Elemen
desain bersifat alami seperti, tanah, udara, api, air, dan elemen alami lainnya. Elemen
desain bersifat alami berfungsi sebagai untuk memperindah atau memberikan kesan
alami dalam suatu perancangan dalam desain bangunan. Elemen desain bersifat
alami memiliki karakteristik yang dapat memunculkan sebuah respon psikologis
oleh manusia. Berikut mengenal dan mengidentifikasi elemen desain bersifat alami
yang terdapat di Dream Beach dan di STP Bandung.

1.2 Tujuan

Berdasarkan hasil identifikasi mengenai mengenal dan mengidentifikasi


elemen desain yang bersifat alami memiliki beberapa tujuan yaitu,
1. Mengidentifikasi elemen desain alami di kawasan alami berdasarkan
karakteristik, respon psikologis, dan fungsi pemanfaatan.
2. Mengidentifikasi elemen desain alami di kawasan non alami berdasarkan
karakteristik, respon psikologis, dan fungsi pemanfaatan.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Desain

Reswick (1965) mengemukakan bahwa desain merupakan kegiatan kreatif


yang membawa pembaharuan dan terdapat beberapa hal yaitu, rasa, instuisi,
kreativitas, selera, harga diri, privasi, nilai nilai, norma kebanggaan, kerahasiaan
dan rasa senang. Page (1965) menjelaskan bahwa desain adalah lompatan, pemikiran
dari kenyataan sekarang kearah kemungkinan kemungkinannya di masa depan.
Pengertian desain dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan konteksnya.
Desain dapat juga diartikan sebagai suatu kreasi seniman untuk memenuhi kebutuhan
tertentu dan cara tertentu pula. Desain juga dapat merupakan pemecahan masalah
dengan suatu target yang jelas (Archer, 1965). Definisi desain yang dikemukakan
oleh Alexander (1963), merupakan temuan unsur fisik yang paling objektif atau
desain merupakan tindakan dan inisiatif untuk merubah karya manusia.
Sachari (2005:3) mengatakan bahwa desain merupakan awal kata baru peng-
Indonesia-an dari kata design (bahasa Inggris), istilah ini melengkapi kata
rancang/rancangan/merancang yang dinilai kurang mengekspresikan keilmuan,
keluasan, dan kewibawaan profesi. Sejalan dengan itu, kalangan insinyur
menggunakan istilah rancang bangun, sebagai pengganti istilah desain. Namun di
kalangan keilmuan seni rupa, istilah desain tetap secara konsisten dan formal
dipergunakan. Pengertian desain menurut beberapa kamus dan ensiklopedi yang
disusun oleh ahli bahasa dan kaum profesional (Sachari, 2005: 7-8)
Palganadi, (2007) menjelaskan mengenai definisi desain yaitu, sebuah rencana
yang dapat menghasilkan dalam proses perencanaan. Kata mendesain memiliki
pengertian seperti merencana mendesain atau melakukan merancang, rancang
bangun yang artinya setara dengan to design yang memakai bahasa inggris.
Definisi mendesain mempunya makna untuk melakukan kegiatan, aktivitas, atau
proses untuk menghasilkan suatu desain.
Istilah desain yang dikemukakan di The American Collage Dictionary
merupakan garis besar, sketsa; rencana, seperti dalam kegiatan seni, bangunan,
gagasan tentang mesin yang akan diwujudkan (y). Desain adalah gambar atau garis
besar tentang sesuatu yang akan dikerjakan atau dibuat (Readers Dictionary, Oxford
Progressive English). Desain merupakan susunan garis atau bentuk yang
menyempurnakan rencana kerja seni dengan memberi penekanan khusus pada
aspek proporsi, struktur, gerak, dan keindahan secara visual dan dirasakan untuk para
audiens dalam menyampaikan suatu informasi.
2.2 Elemen Desain

Definisi elemen desain merupakan sebuah material material dasar dalam


desain. Elemen desain meliputi garis (line), bentuk (shape), teksture, ruang (space),
ukuran (size), nilai (value) dan warna. elemen desain menjadi alat yang nyata dalam
mewujudkan prinsip prinsip desain. Elemen desain diartikan sebagai bagian utama
dalam membuat sebuah desain.
1. Garis : Tanda apapun yang menghubungkan satu titik dengan titik yang lain.
Garis dapat digunakan untuk mengatur layout, mengarahkan pembaca ataupun
membawa emosi pembaca.
2. Bentuk : Sesuatu yang memiliki tinggi dan lebar. Dengan bentuk pembaca
dibantu untuk mengenali sebuah obyek, menarik perhatiannya,
mengkomunikasikan ide perancang dan menambah daya tarik sebuah layout.
3. Teksture : Tampilan atau perasaan sebuah permukaan. Teksture menambah
dimensi dan kekayaan sebuah layout, menegaskan atau membawa kedalam
sebuah rasa/emosi tertentu.
4. Ruang : Jarak atau area antara atau di sekitar sesuatu. Ruang kosong
memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout, menegaskan sebuah
elemen, atau sebagai tempat istirahat bagi mata.
5. Ukuran : Seberapa besar atau kecil sesuatu. Ukuran menunjukkan elemen yang
terpenting, menarik perhatian, dan mengepaskan seluruh elemen layout.
6. Nilai : Seberapa gelap atau terang sebuah area. Nilai berfungsi untuk
memisahkan elemen-elemen layout, memberikan suasana tertentu dan
membuat sebuah ilusi kedalaman.
7. Warna : Media paling akhir pada komunikasi simbolik. Warna membawa
suasana tertentu, menarik perhatian, menegaskan sesuatu dan mengatur
elemen-elemen layout.

2.2.1 Elemen Desain yang Bersifat Alami

Definisi elemen desain yang bersifat alami yaitu, beberapa unsur yang berasal
dari alam atau beberapa elemen yang berjenis biotik dan abiotik. Elemen desain
yang bersifat alami dapat disebut sebagai suatu unsur yang dapat dijadikan sebagai
estetika dan fungsi utama dalam suatu benda.elemen desain yang bersifat alami
dijadikan sebagai pembuatan desain bangunan yaitu, pondasi bangunan, tangga,
maupun elemen desain yang bersifat alami.

2.2.2 Elemen Desain yang Bersifat Non Alami

Definisi elemen desain yang bersifat non alami yaitu, aspek aspek yang
merupakan hasil buatan karya manusia. Elemen desain yang bersifat non alami di
dominasi oleh beberapa aspek yang elemen bersifat alami, namun dialihfungsikan
dengan karya manusia. Desain non alami contohnya yaitu, bangunan pada gedung
yang berbahan kaca yang dimanfaakan untuk jendela dan kaca pada gedung.
2.3 Karakteristik Elemen Desain

2.3.1 Karakteristik Warna


Warna, terlihat pada permukaan benda atau sumber cahaya berwarna, menarik
langsung emosi dan menentukan mood dalam sebuah ruang. Hue adalah nama
teknis yang diberikan pada warna seperti yang tercermin. Warna netral dan kurang
visual invasif menenangkan dan nyaman, sedangkan warna cerah dan berani
membuat ruangan menjadi menarik atau juga bisa menimbulkan kegelisahan.
Warna, yang digunakan untuk membangun suasana hati, menarik perhatian ke
focal point atau menyamarkan fitur yang tidak menguntungkan bisa menjadi elemen
yang kuat dalam desain interior. Definisi karakteristik warna yang dijelaskan oleh
iwan (2012), bahwa warna merupakan elemen dari unsur desain grafis yang menjadi
penarik perhatian paling utama. Penggunaan warna yang tepat akan berbanding lurus
dengan kualitas, citra, keterbacaan, dan penyampaian pesan dalam desain tersebut.
semisal adalah untuk penggunaan warna yang lembut akan memancarkan kesan
romantis, kedamaian, dan kenyamanan. Sedangkan warna-warna tegas dan terang
akan memberi kesan dinamis. Menghindari memadukan warna yang salah adalah
sangat penting untuk menjauhi penafsiran yang salah oleh orang yang melihatnya.

2.3.2 Karakteristik Tekstur

Pengertian tekstur pada setiap benda mempunyai permukaan yang berbeda-


beda, ada yang halus dan ada yang kasar. Tekstur merupakan keadaan permukaan
suatu benda atau kesan yang timbul dari apa yang terlihat pada permukaan benda.
Tekstur ini dapat diketahui dengan cara melihat atau meraba. Dengan melihat akan
tampak pemukaan suatu benda misalnya berkilau, bercahaya, kusam tembus terang,
kaku, lemas, dan lain-lain. Sedangkan dengan meraba akan diketahui apakah
permukaan suatu benda kasar, halus, tipis, tebal ataupun licin. Tekstur yang
bercahaya atau berkilau dapat membuat seseorang kelihatan lebih besar (gemuk),
maka bahan tekstil yang bercahaya lebih cocok dipakai oleh orang yang bertubuh
kurus sehingga terlihat lebih gemuk. Tekstur bahan yang tembus terang seperti
siffon, brokat dan lain-lain kurang cocok dipakai oleh orang yang berbadan gemuk
karena memberi kesan bertambah gemuk.

2.3.3 Karakteristik Ukuran

Ukuran merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi desain pakaian


ataupun benda lainnya. Unsur-unsur yang dipergunakan dalam suatu desain
hendaklah diatur ukurannya dengan baik agar desain tersebut memperlihatkan
keseimbangan. Apabila ukurannya tidak seimbang, maka desain yang dihasilkannya
akan kelihatan kurang baik. Misalnya dalam menata sebuah desain untuk ruangan,
sebuah bangunan yang memiliki ruangan ukuran kecil tidak diperkenankan untuk
memakai warna yang cerah dan barang yang cukup banyak, karena tidak akan
seimbang.
2.3.4 Karakteristik Nada Terang Gelap
Karakteristik nada terang gelap merupakan unsur yang dibuat untuk
memberikan tiga dimensi. Karakteristik nada terang gelap merupakana timbul karena
adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini
menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang
terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya akan
tampak lebih gelap.

2.4 Fungsi dan Respon Psikologis Desain

Definisi fungsi dan respon psikologis desain yang menjelaskan, yaitu mampu
menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya
penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptifMemprediksikan,
Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa
tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
Pengendalian, Yaitu mengendali kan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan.
Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi
atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.

2.4.1 Elemen Desain Bersifat Alami

Definisi elemen desain yang bersifat alami yaitu, beberapa unsur yang berasal
dari alam atau beberapa elemen yang berjenis biotik dan abiotik. Elemen desain
yang bersifat alami dapat disebut sebagai suatu unsur yang dapat dijadikan sebagai
estetika dan fungsi utama dalam suatu benda.elemen desain yang bersifat alami
dijadikan sebagai pembuatan desain bangunan yaitu, pondasi bangunan, tangga,
maupun elemen desain yang bersifat alami.

2.4.2 Elemen Desain Bersifat Non Alami


Definisi elemen desain yang bersifat non alami yaitu, aspek aspek yang
merupakan hasil buatan karya manusia. Elemen desain yang bersifat non alami di
dominasi oleh beberapa aspek yang elemen bersifat alami, namun dialihfungsikan
dengan karya manusia.
III. METODE PRAKTIKUM

3.1 Lokasi dan Waktu

Waktu dilaksanakannya kegiatan praktikum Mata Kuliah Desain Kreatif


Ekowisata dilakukan pada hari Selasa, 12 September 2017 pada pukul 08.00-11.00
WIB dikelas GGB 08. Observasi dilakukan pada Kamis, 14 September 2017 sejak
pukul 16.15-19.00 WIB. Waktu praktikum selanjutnya adalah waktu pengumpulan
yaitu pada hari Selasa, 19 September 2017 pukul 08.00-11.00 WIB di kelas GGB 08.

3.2 Alat dan Bahan

Kegiatan praktikum yang dilakukan untuk mengenal dan mengidentifikasi


elemen yang bersifat alami dengan metode observasi langsung ke lapangan
memerlukan alat dan bahan yang dapat dilihat dengan fungsi masing-masing pada
Tabel 1.
Tabel 1 Alat
No Nama Alat Kegunaan
Mendokumentasikan secara langsung aktivitas
1 Camera
pemanduan
2 Laptop Mengerjakanrekapan data dan laporan
3 Modem Mencari studi literature
4 Alat tulis Alat untuk mencatat data yang di dapat.
5 Microsoft Word Mengerjakan laporan
6 Microsoft Powerpoint Membuat bahan presentasi

Tabel 2 Bahan
No Nama Bahan Kegunaan
Sumber informasi yang di dapatkan melalui
1 Literatur
literatur internet.

3.3 Teknik Pengambilan Data

Data dari identifikasi mengenai elemen desain yang bersifat alami di gedung
STP Bandung dan Dream Beach. Data primer di dapatkan dari hasil observasi
langsung ke lapangan, Adapun tahapan kerja dalam pratikum ini adalah sebagai
berikut:
1. Mengidentifikasi mengenai elemen desain bersifat alami melalui Studi
Literatur.
2. Mengidentifikasi atau mencari informasi mengenai elemen desain yang
terdapat di STP Bandung dan Dream Beach.
3. Mengidentifikasi karakteristik, respon psikologis, dan fungsi pemanfaatan bagi
elemen desain kawasan alami dan kawasan non alami.
4. Melakukan analisa dari hasi data yang telah didapatkan.
5. Pembuatan laporan, dan bahan persentasi (PPT).
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil identifkasi mengenal dan mengidentifikasi elemen desain


yang bersifat alami melalui studi literatur di suatu bangunan sekolah dan pantai.
Berdasarkan hasil identifikasi elemen desain yang terdapat di STP Bandung dan di
Dream Beach. Kawasan alami dan non alami yang di identifikasi meliputi beberapa
aspek yaitu, elemen desain, karakteristik elemen desain, respon psikologis, dan
fungsi pemanfaatan. Aspek aspek tersebut akan dijelaskan secara rinci pada sub
sub bab berikut

4.1 Elemen Desain

4.1.1 Elemen Desain yang Bersifat Alami


Elemen desain yang bersifat alami yang di identifikasi berlokasi di Dream
Beach. Dream Beach berlokasi di wilayah pesisir, Pulau Lembongan, Kabupaten
Bali. Dream Beach merupakan suatu kawasan destinasi wisata yang diminati oleh
wisatawan untuk berkunjung. Elemen desain yang bersifat alami berlokasi di Dream
Beach memiliki beberapa elemen alami yaitu, unsur biotik dan abiotik. Elemen alami
bersifat biotik yaitu, terdapat beberapa fauna dan flora di kawasan wisata.
Flora di kawasan Dream Beach yaitu, pohon kelapa, rumput liar dan ilalang.
Fauna yang terdapat di kawasan Dream Beach yaitu, capung, belalang, terumbu
karang, dan berbagai spesies ikan laut. Elemen desain yang bersifat abiotik yang
terdapat di kawasan Dream Beach yaitu, bebatuan, karang, pasir, air laut, tempat
berjemur, tempat duduk, papan informasi, papan petunjuk, dan ayunan. Letak
elemen desain yang bersifat alami di sekitar kawasan wisata Dream Beach. Elemen
desain bersifat biotik terdapat rumput rumput liar dan ilalang pada sisi area masuk
Dream Beach. Area depan Dream Beach terdapat elemen desain alami berupa pohon
kelapa. Elemen tersebut membuat kawasan wisata Dream Beach memberikan kesan
alami dan kawasan wisata Dream Beach juga dikelilingi oleh perbukitan di Pulau
Lembongan, Bali.

Gambar 1 Pantai Dream beach


Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2017

Elemen desain bersifat alami abiotik yang berada di kawasan Dream Beach
terletak di kawasan area daya tarik. Elemen desain bersifat alami abiotik dengan
adanya air laut, tempat berjemur, papan informasi, karang, dan pasir. Elemen desain
yang bersifat alami abiotik tersebut juga terdapat di area depan yaitu, ayunan dan
beberapa bebatuan. Elemen tersebut memberikan kesan yang membuat senang atau
menarik wisatawan untuk berwisata di Dream Beach. Wisatawan juga dapat
melakukan kegiatan wisata yaitu, berenang, berjemur, dan berselancar

4.1.2 Elemen Desain yang Bersifat Non Alami


Elemen desain yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi melalui studi
literatur yang berlokasi non alami di STP Bandung. STP Bandung merupakan sebuah
perguruan tinggi yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata dan secara teknis
akademis dibina oleh Kementerian Pendidikan Nasional. STP Bandung memiliki
program pendidikan untuk D III , D IV, S1, dan Magister Managemen
Pariwisata. STP Bandung berlokasi di Jalan Setiabudi No 186, Kota Bandung , Jawa
Barat. STP Bandung merupakan instansi pendidikan tinggi kepariwisataan di
Indonesia yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar
negeri.
Elemen desain yang terdapat di STP Bandung yang terdiri dari elemen batu,
kaca,dinding, keramik, pasir, dan tanah. STP Bandung memiliki bangunan tinggi
yang di desain dengan adanya elemen elemen desain tersebut. STP Bandung
menggunakan sebuah batu untuk desain luar bangunan yaitu, jalan setapak dan papan
nama gedung. Elemen kaca juga dimanfaatkan sebagai jendela jendela pada
gedung STP Bandung. Elemen dinding juga dibuat sebagai pembatas pembatas
dalam ruangan di gedung STP Bandung. STP Bandung memiliki kawasan yang
terdapat beberapa tanaman hias, maupun tanaman buah buahan.

Gambar 2 Gedung STP Bandung


Sumber : go.stp-bandung.ac.id
4.2 Karakteristik Elemen Desain

4.2.1 Karakteristik Elemen Desain yang bersifat Alami


4.2.1.1 Air Laut
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai mengenal dan mengidentifikasielemen
desain alami yang terdapat di Dream Beach. Karakteristik kawasan wisata Dream
Beach yang paling mendominasi di suatu kawasan meliputi, air laut, pasir, dan
karang. Karakteristik elemen desain air laut di kawasan wisata Dream Beach yang
memiliki warna air yang biru muda dan tua. Warna air laut dijadikan sebagai penarik
perhatian utama bagi wisatawan. Warna yang ditimbukan dari air laut Dream Beach
memancarkan kesan yang relaksasi dan kesenangan tersendiri bagi wisatawan.
Warna biru yang cerah dan jernih dapat terlihat dari permukaan air berupa
pemandangan terumbu karang dan berbagai spesies ikan laut di Dream Beach.
Warna air laut yang terdapat di Dream Beach dijadikan sebagai daya tarik pada
emosi seseorang. Air laut nya juga memiliki ombak yang besar dan cocok untuk
melakukan kegiatan berselancar. Arus air laut yang terdapat di kawasan wisata
Dream Beach banyak arus bawah laut dan terdapat palung laut, sehingga harus
berhati hati bagi wisatawan yang berenang di kawasan pantai tersebut. Arus air laut
yang dimiliki oleh dream beach membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung dari
wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara untuk melakukan kegiatan
berselancar dan dilengkapi dengan pemandangan tebing dan air laut yang jernih dan
biru.

Gambar 3 Air Laut dan Ombak di Dream Beach


Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2017

4.2.1.2 Pasir
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai mengenal desain bersifat alami yang
berlokasi di Dream Beach, Nusa Lembongan dengan melakukan metode studi
literatur. Karakteristik elemen bersifat alami di kawasan wisata Dream Beach yaitu
pasir. Elemen pasir yang memiliki warna putih yang menggambarkan kemurnian
atau kesucian. Elemen pasir yang berwarna putih tersebut memengaruhi wisatawan
untuk berkunjung. Elemen pasir yang berwarna putih juga berstekstur lembut.
Elemen pasir yang putih dapat memberikan efek positif secara keilmuan dalam
desain yang dijelaskan oleh Muchyidin (1989). Pasir yang bertekstur lembut
memberikan kesan ketenangan dan menjadikan menggambarkan kawasan yang
bersih dan memberikan kesan relaksasi kepada wisatawan.

4.2.1.3 Karang
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai desain bersifat alami yang berlokasi di
Dream Beach. Kawasan wisata Dream Beach juga terdapat elemen karang
kawasan di sisi pantai. Elemen tebing karang laut berukuran besar dan bertekstur
kasar. Elemen tebing karang laut yang terdapat di kawasan wisata Dream Beach
berwarna hitam keabuan. Karang laut yang terletak di kiri kawasan yang dapat
menghasilkan pemandangan deburan ombak yang terlihat menarik dan unik. Tebing
karang tersebut tempat berbatasan dengan Samudera Hindia. Wisatawan yang
berkunjung lebih di dominasi oleh wisatawan asing dibandingkan wisatawan
domestik. Elemen karang yang terdapat di Dream Beach memberikan kesan
pemandangan yang unik saat sunrise atau sunset dengan debusan pecahan ombak dan
air laut yang biru serta jernih.
4.2.1.4 Flora dan Fauna
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai desain bersifat alami yang berlokasi di
Dream Beach. Kawasan wisata Dream Beach memiliki elemen flora dan fauna yang
menarik wisatawan untuk berkunjung. Kawasan Dream Beach. Kawasan Dream
Beach memiliki keanekaragaman jenis flora dan fauna yaitu, ikan Sunfish berukuran
besar yang hanya terdapat di Pulau Lembongan, terdapat juga Manta Ray yang
merupakan ikan pari berukuran kecil yang dapat dilihat dari permukaan laut di bukit
tebing. Keindahan terumbu karang pula dapat dilihat dari permukaan air di Dream
Beach. Kawasan Dream Beach dijadikan sebagai pantai favorit di Pulau
Lembongan. Kegiatan bersnokeling atau diving di kawasan Dream Beach tidak
diperkenankan karena arus air yang kencang dan dekat dengan palung laut. Kawasan
Dream Beach hanya diperkenankan untuk kegiatan berselancar.

Gambar 4 Fauna Manta Ray di Kawasan Dream Beach


Sumber : DiveConcept.com
4.2.2 Karakteristik Elemen Desain yang Berisfat non Alami

4.2.2.1 Gedung STP Bandung


Berdasarkan hasil identifikasi mengenai elemen desain bersifat non alami yang
berlokasi di STP Bandung dengan metode literatur. Karakteristik pada gedung STP
Bandung lebih didominasi oleh kaca. Elemen kaca yang memberikan kesan estetika
bersifat minimalis atau modern. Elemen kaca juga menjadi salah satu elemen
penting dalam sebuah bangunan. Jenis kaca yang digunakan dalam gedung yaitu,
tinted glass. Jenis kaca tinted glass mampu menyerap 55% panas matahari, sehingga
memberikan beban pendingin ruangan dan memberikan rasa nyaman para penghuni
ruangan. Elemen kaca juga bersifat tembus pandang yang rendah dapat memberikan
kebebasan privasi bagi penghuni bangunan. Elemen kaca yang berwarna bening atau
transparan. Elemen kaca yang digunakan untuk jendela yang bertektur kasat dan
tebal kaca tergantung terhadap perhitungan beban angin dan bentang kaca pada
bangunan.

Gambar 5 Jenis Kaca Tinted Glass pada Gedung STP Bandung


Sumber : Interiordesign.co.id

4.2.2.2 Jalan Setapak


Berdasarkan hasil identifikasi mengenai elemen desain bersifaat non alami
yang belokasi di STP Bandung dengan metode literatur. Elemen jalan setapak yang
berbahan baku bebatuan terdapat di bangunan STP Bandung dimanfatkan sebagai
dinding dan penghias di kawasan gedung STP Bandung. Elemen bebatuan yang
digunakan dari batu alam yang dapat memberikan estetika bangunan. Elemen
bebatuan yang digunakan berukuran besar dan kecil berwarna hitam. Jenis batu yang
digunakan yaitu, batu andhesit. Batu andhesit memiliki sifat desain yang minimalis
dan memiliki permukaan yang kasat. Fungsi batu andhesit juga untuk tidak mudah
untuk terkena lumut dan tidak rusak untuk perubahan cuaca. Jenis batu andhesit
dipakai untuk papan nama gedung STP Bandung. Jenis batu yang digunakan pada
gedung STP Bandung selain batu andhesit yaitu, batu templek dan memiliki
permukaan batu yang kasar. Jenis batu templek digunakan untuk jalan setapak di
taman sebelah gedung STP Bandung. Batu templek memberikan kesan yang alami
dan rapi yang diletakan di permukaan taman atau tanah.
(A) (B)
Gambar 6 Jenis Elemen Batu yang terdapat di Gedung STP Bandung. Gambar (A)
Batu Andhesit. Gambar (B) Batu Templek.
Sumber : Jasasipil.com
4.2.2.3 Taman Tanaman Hias
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai mengenal elemen desain bersifat non
alami yang terdapat di STP Bandung. Mengidentifikasi dengan menggunakan
metode literatur. Kawasan STP Bandung merupakan sebuah instansi pendidikan
kepariwisataan yang berada di Bandung , Jawa Barat. Desain pada Bangunan STP
Bandung di kelilingi oleh berbagai tanaman hias. Tanaman hias berfungsi untuk
menambah estetika di sekitar kawasan STP Bandung dan penghijauan. Tanaman
memberikan kesan positif yang berwarna - warni dan kesegaran yang dilihat secara
visual di kawasan STP Bandung. Tanaman hias yang terdapat di STP Bandung
berbagai macam yaitu, Dragon Tree, Lidah Buaya, Spider Plants, lidah mertua dan
bunga Lili. Tanaman hias dapat memberikan kesan estetika kawasan dan menyejuk
di kawasan.

Gambar 7 Tanaman Hias yang berada di Kawasan gedung STP Bandung


Sumber : Tanamanhias.com

4.3 Respon Psikologis


Berdasarkan hasil identifikasi mengenai mengenal elemen desain bersifat alami
yang terdapat di kawasan alami dan kawasan non alami. Lokasi identifikasi di Dream
Beach dan di STP Bandung dengan metode literatur. Elemen desain di sebuah
kawasan akan berdampak pada respon psikologis oleh manusia. Respon psikologi
menjadi hal penting dalam membuat sebuah desain untuk memberikan rasa nyaman
dan kesenangan bagi wisatawan di suatu kawasan. Berikut respon psikologis manusia
terhadap elemen desain kawasan alami dan kawasan non alami akan dijelaskan
secara rinci pada sub sub bab berikut.
4.3.1 Alami
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai mengenal elemen desain bersifat alami
yang terdapat di kawasan alami yaitu, Dream Beach. Kawasan Dream Beach
memberikan respon psikologis kepada wisatawan yang berkunjung. Elemen desain
yang terdapat di Dream Beach mempengaruhi wisatawan untuk berkunjung. Elemen
desain bersifat alami yang membuat wisatawan relaksasi dan kesenangan tersendiri
melihat pasir, air laut dan suasana di kawasan tersebut. Kawasan Dream Beach
secara geografis terletak berdekatan dengan Samudera Hindia. Kawasan Dream
Beach memiliki keunikan pada elemen nya yang membuat berbeda dengan kawasan
wisata pantai lainnya.
Kawasan Dream Beach memiliki air laut yang berwarna biru muda dan tua
serta air yang jernih. Faktor tersebut membuat wisatawan secara psikologis
kesenangan, ketenangan warna yang dimiliki oleh air laut di kawasan. Air laut di
kawasan juga bersifat jernih, sehingga pemandangan terumbu karang dan spesies
ikan laut di dalam laut pun terlihat. Wisatawan akan merasa relax dan tenang melihat
pemandangan laut ditambah dengan hembusan ombak serta warna laut yang biru dan
jernih. Secara psikologis, relaksasi mampu memunculkan perasaan lebih tenang,
emosi yang lebih stabil, mengurangi perasaan tegang dan kelelahan mental. Kawasan
Dream Beach berdampak positif bagi seseorang dan untuk menghilangkan kejenuhan
dan menghabiskan waktu untuk menghindari dari keramaian dan memberikan
ketenangan bagi seseorang.

4.3.2 Non Alami


Berdasarkan hasil identifikasi mengenal dan mengidentifikasi elemen desain
yang bersifat non alami. Elemen desain yang bersifat non alami dilakukan di STP
Bandung dengan metode literatur. Elemen desain yang terdapat di kawasan STP
Bandung memberikan dampak yang positif bagi psikologis manusia. STP Bandung
merupakan sebuah instansi pendidikan kepariwisataan bagi kalangan mahasiswa.
Kawasan STP Bandung membuat mahasiswa STP Bandung merasa relax dan
memiliki desain elemen gedung, dan jalan seta[ak yang modern dan rapi yang cocok
untuk instansi pendidikan. kawasan STP Bandung memiliki elemen desain yang
dibuat dengan adanya kawasan hijau berupa taman dan ditanami beberapa tanaman
hias dan tanaman buah yang berfungsi untuk menyejukkan kawasan STP Bandung.
Tanaman Tanaman yang terdapat di kawsan menghasilkan oksigen dan dapat
menyaring udara dari polusi serta memberikan efek estetika di kawasan STP
Bandung.

4.4 Fungsi Pemanfaatan


Berdasarkan hasil identifikasi mengenal dan mengidentifikasi elemen desain
yang bersifat alami dengan kawasan alami dan kawasan non alami. Kawasan alami
yang di identifikasi yaitu, Dream Beach dan kawasan non alami di STP Bandung.
Aspek elemen desain di kawasan alami dan di kawasan non alami selain untuk
keindahan estetika, memiliki fungsi pemanfaatan untuk sebuah kawasan. Fungsi
pemanfaatan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dan bangunan. Berikut fungsi
pemanfaatan pada masing masing elemen desain kawasan alami dan non alami
secara rinci pada sub sub bab berikut.
4.4.1 Alami
Berdasarkan hasil identifikasi mengenal dan mengidentifikasi elemen desain
yang bersifat alami di kawasan alami. Mengidentifikasi yang dilakukan di Dream
Beach, Pulau Lembongan. Metode yang digunakan yaitu, studi literatur. Elemen
elemen yang terdapat di kawasan Dream Beach yaitu, air laut, pasir, batu karang,
pohon kelapa, tempat berjemur, papan informasi, papan nama, dan ayunan. Elemen
desain pasir di Dream Beach memiliki pasir yang berwarna putih. Fungsi pasir pada
pantai yaitu, untuk penyaring air laut, air laut tersebut akan menjadi air tawar yang
terserap dalam tanah sebagai air tanah. Fungsi pasir pantai juga sebagai pencegah
abrasi. Abrasi dapat menimbulkan patahan di sedimen tanah, sehingga menimbulkan
gelombang tsunami.
Kawasan wisata Dream Beach memiliki warna pasir yang putih yang
diakibatkan oleh pegunungan sekitar kawasan memiliki batuan di pegunungan
mengandung banyak kapur. Elemen pasir pantai juga sebagai bahan penyerap seperti
crustacea yang meninggalkan cangkang yang mati dalam jangka waktu yang lama
yang mengandung kitosan untuk menyerap racun. Kitosan juga sering dimanfaatkan
untuk bahan pembuat kosmetik yang dapat menghaluskan kulit. Elemen air laut yang
jernih dan berwarna biru disebabkan oleh cahaya matahari dan kadar garam dalam
air laut memengaruhi tingkat warna kebiruan laut. Air laut yang memiliki tinggi
kadar garam, maka akan semakin tinggi kebiruan pada air laut.
Elemen batu karang yang terdapat di pinggir pantai Dream Beach yaitu, untuk
mencegah abrasi dan mencegah gelombang dan ombak laut. Elemen batu karang
juga dapat dijadikan sebagai objek wisata bagi kawasan dan sumber keanekaragaman
hayati. Elemen batu karang dimanfaatkan sebagai habitat fauna maupun flora di
kawasan untuk tinggal hidupnya. Fauna yang biasanya tinggal di sebuah bebatuan
yaitu, jenis crustacea. Fauna dan Flora yang terdapat di kawasan wisata Dream
Beach keanekaragaman ikan laut dan terumbu karang. Fauna ikan manta dan ikan
Sunfish yang dapat dillihat dari permukaan air laut melalui tebing karang. Hal itu
membuat wisatawan merasa senang dan puas dapat melihat ikan laut tanpa harus
berenang atau menyelam.
4.4.2 Non Alami
Berdasarkan hasil identifikasi mengenal mengenai elemen desain bersifat alami
di kawasan non alami. Kawasan non alami yang dilakukan di STP Bandung dengan
metode literatur. Kawasan non alami memiliki beberapa elemen yaitu, kaca,
bebatuan, dan tanaman hias. Elemen elemen yang terdapat di kawasan non alami
selain untuk menambah estetika juga memiliki fungsi utama dari sebuah bangunan
atau lingkungan kawasan. Kawasan STP Bandung lebih di dominasi dengan gedung
berkaca. Gedung berkaca dengan bahan utamanya kaca yang digunakan untuk
jendela atau pembatas ruangan di sebuah gedung. Bahan utama kaca yang digunakan
pun berjenis tinted glass. Jenis kaca yang digunakan pun khusus untuk esksterior
desain dan untuk kaca kaca gedung. Kaca yang digunakan 55% tidak menyerap
matahari, sehingga ruangan dapat terasa dingin dan penghuni dapat merasa nyaman
dan aman. Ketebalan kaca pun sudah disesuaikan dengan gedung yang berkaitan
dengan beban angin dan bentang kaca.
Elemen jalan setapak yang berbahan baku bebatuan alam di gedung STP
Bandung sebagai pondasi atau dinding dan jalan setapak pada taman. Elemen
bebatuan juga tidak hanya untuk estetika, tetapi sebagai ketahanan bahan batu yang
lebih baik dibandingkan bahan lain. Elemen batu yang digunakan yaitu memiliki 2
jenis batu alam. Jenis batu yang digunakan untuk papan nama gedung STP Gedung
dan beberapa dinding pondasi jalan masuk dengan memakai jenis batu andhesit. Batu
andhesit memiliki fungsi ketahanan pada lumut dan tidak mudah rusak pada cuaca
yang beriklim tropis. Jenis batu andhesit juga memberikan warna hitam legam yang
rapi dan terkesan minimalis.
Bahan baku batu templek yang digunakan dalam taman untuk jalan setapak
para mahasiswa yang berada di STP Bandung. Bahan baku batu templek untuk jalan
setapak mudah digunakan, aman, dan memberikan nuansa sejuk pada kawasan.
Elemen selanjutnya yang terdapat di kawasan non alami yaitu, taman tanaman hias.
Kawasan Taman tanaman hias tidak hanya memiliki fungsi untuk menambah estetika
pada sebuah kawasan. Taman Tanaman hias yang terdapat di kawasan STP Bandung
memiliki fungsi untuk mengurangi debu dalam kawasan. Taman Tanaman hias
menciptakan sebuah kelembaban yang menyerap debu yang ada di kawasan.
Tanaman hias juga membuat ruangan menjadi lebih sejuk dan tidak membuat
mengantuk. STP Bandung merupakan sebuah instansi pendidikan yang membuat
para mahasiswa dan dosen untuk membuat relax dan tanaman hias tidak membuat
mengantuk , karena tanaman hias menyerap banyak karbon dioksida yang dihasilkan
oleh manusia.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai mengenal elemen desain yang bersifat
alami yang terdapat di Dream Beach dan di STP Bandung melalui metode studi
literatur dapat disimpulkan bahwa,

1. Berdasarkan hasil identifikasi mengenai elemen desain yang bersifat alami di


lokasi Dream Beach yang memiliki elemen desain yang terdiri dari flora dan
fauna, air laut, pasir, batu karang, tempat duduk, tempat berjemur, papan
informasi , papan nama dan ayunan. Karakteristik elemen desain yang terdiri
dari air laut, batu karang, fauna dan flora, dan pasir memiliki keunikan elemen
desain tersendiri bagi potensi wisata. Respon psikologis manusia terhadap
elemen desain yang dapat merileksasikan pikiran, dan ketenangan jiwa. Fungsi
pemanfaatan elemen desain bagi lingkungan yaitu, untuk melestarikan
lingkungan kawasan, dan dapat menambah estetika serta dapat dijadikan
sebagai potensi wisata.

2. Berdasarkan hasil identifikasi mengenai elemen desain yang bersifat alami di


kawasan non alami berlokasi STP Bandung yang memiliki elemen desain
berupa gedung, jalan setapak, taman tanaman hias, pintu masuk, asrama, dan
aula. Karakteristik elemen desain yang terdiri dari gedung berbahan kaca yang
dijadikan sebagai jendela dan estetika dari sebuah gedung, jalan setapak yang
berbahan batu templek dan batu endhesit yang dapat dijadikan sebagai dinding
dan papan nama gedung, serta taman tanaman hias untuk merileksasikan
pikiran para orang orang yang terdapat di STP Bandung. STP Bandung
merupakan instansi pendidikan yang memiliki desain taman hijau untuk
memberikan ketenangan dan kesejukan kawasan bagi orang orang serta
desain bangun yang modern. Respon psikologis nya yaitu, meningkatkan rasa
nyaman di instansi pendidikan bagi mahasiswa maupun dosen yang
berkegiatan dan memberikan emosional yang baik serta memiliki estetika
nuansa alam di kawasan. Fungsi pemanfaatan nya untuk ketahanan bahan baku
dalam pondasi bangunan, dan bahan baku yan bersifat ekonomis.

DAFTAR PUSTAKA
Topan. 2012. Definisi Desain.
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/366/jbptunikompp-gdl-topanrendr-18275-
3-bab2-top-n.pdf. (Diakses : 15 September 2017)

Muhajirin. 2014. Definisi Desain.


http://eprints.uny.ac.id/4131/2/Handout_Desain_Produk_Kerajinan.pdf (Diakses : 15
September 2017)

Kristianto, Dwi. 2002. Definisi Elemen Desain.


http://faculty.petra.ac.id/dwikris/docs/desgrafisweb/layout_design/elemen_d
esain.html ( Diakses : 16 September 2017).

Gopang, Dwi. 2013. Definisi Elemen Desain.


https://gopangdwi.wordpress.com/elemen-desain-grafis/ (Diakses : 16
September 2017)

Angelia, Maharani. 2012. Fungsi Pemanfaatan Pasir Laut.


https://www.academia.edu/11483675/Wisata_pasir_Sand-
tourism_sebagai_alternatif_konservasi_pasir_pantai_di_Indonesia (Diakses :
16 September 2017)

Hinayana. 2012. Definisi Bentuk, Ukuran, Nada Terang Gelap, dan Ruang.
http://interiordesign.id/unsur-dan-elemen-dasar-desain-interior (Diakses : 16
September 2017)

Iwan. 2012. Definisi Warna. https://ilmuseni.com/seni-rupa/seni-grafis/unsur-desain-


grafis (Diakses : 16 September 2017)

Hudayah.2012. Definisi Respon Psikologis.


http://hulaefahhudayab.blogspot.co.id/2011/12/fungsi-psikologi.html
(Diakses : 16 September 2017)

Anonim. 2012. Definisi Elemen Desain alami dan Non Alami.


https://eituzed.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-prinsip-dan-unsur-
desain.html (Diakses : 16 September 2017)