Anda di halaman 1dari 1

Perbedaan Suap dan Gratifikasi

1. Perbedaan dari segi definisi dan wujudnya. Menurut Pasal 2 dan 3 Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap disebutkan bahwa suap terjadi ketika
barangsiapa memberi atau menerima sesuatu atau janji kepada seseorang dengan
maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam
tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut
kepentingan umum dan begitu sebaliknya pada pihak penerima. Sedangkan menurut
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang disebut
dengan gratifikasi adalah adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian
uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas
penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi
tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan
dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. Dari kedua
definisi tersebut di atas, pemberian janji sudah bisa dikategorikan sebagai suap,
sedangkan gratifikasi sudah memiliki wujud misal berupa uang;

2. Perbedaan dari segi maksud pemberian suap dan gratifikasi. Biasanya maksud dari
pemberian suap secara langsung mempengaruhi tugas dan wewenang seseorang
dalam pekerjaannya, sedangkan gratifikasi biasanya tidak secara langsung
mempengaruhi tugas dan wewenang seseorang dalam pekerjaannya. Namun, gratifikasi
kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila
secara langsung berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan
kewajiban atau tugasnya;

3. Perbedaan dari segi pelaporan. Gratifikasi dapat dilaporkan oleh penerima kepada
Komisi Pemberantasan Korupsi untuk selanjutnya ditentukan akan menjadi milik
penerima atau milik Negara. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan penerima gratifikasi
dari sanksi pidana yang mungkin timbul dari penerimaan gratifikasi. Sedangkan
pelaporan suap biasanya dilakukan bukan oleh pemberi atau penerima dan akan
berujung pada pemberian sanksi pidana pada baik pemberi maupun penerima suap;