Anda di halaman 1dari 11

NAMA

N
TUMBUHA GAMBAR DESKRIPSI
O
N
1. Pinus • Pinus mempunyai susunan yang khas, yaitu pada
saat semaian mempunyai susunan daun spiralis
Epidermis dan berupa daun tunggal. Akan tetapi ketika
berumur satu atau dua tahun daun yang berupa
Saluran resin jarum tersebut berubah menjadi tersusun dalam
Berkas suatu berkas atau fasikulus. Setiap fasikulus
pengangkut terdiri dari satu sampai delapan daun jarum
tergantung jenisnya.

• Dilihat dari struktur anatomisnya daun pinus


sangat cocok untuk tumbuh di daerah kering.
Beberapa cirinya adalah sebagai berikut :
epidermisnya tertutup oleh kutikula tebal,
epidermisnya tebal dan rapat, hipodermisnya
tersusun oleh sel-sel yang berdinding tebal, selain
itu stomatanya tenggelam.
Mesofil

Epidermis
Endoderm • Saluran resin merupakan struktur memanjang
yang dibentuk di sepanjang sel-sel yang
is
Jaringan mengelilingi rongga. Pada genus Pinus, rongga
transfusi dikelilingi oleh suatu lapisan sel yang berdinding
tipis dan ada yang tidak mengandung lignin yang
Floem
disebut sel-sel epitelium. Disisi luarnya terdapat
Xylem selapis atau lebih sel-sel yag bedinding relatif
tebal tanpa lignin, yang disebut sel-sel seludang.
Saluran resin Dinding- sel-sel ini sangat kaya dengan subtansi
pektin.
Stom
• Di antara seludang mungkin terdapat beberapa sel
a
yang telah mati yang dapat membentuk suatu
silinder di sekeliling sel-sel epitelium. Lamella
Saluran resin bagian dalam dinding sel-sel ini terdiri atas
Hipodermi suberin sel-sel ini akan hancur akibat ekspansi
saluran lebih jauh selama pertumbuhan. Terdapat
s
proses pemanjangan sel-sel saluran tahap demi
Epidermis tahap dari arah rongga saluran ke arah luar.
• Pinus merkusii memiliki lapisan parenkim
Mesofil
palisade pada kedua permukaan daunnya baik
Endoderm
pada sisi adaksialnya maupun pada sisi abaksial.
is
Sehingga daun Pinus merkusii disebut daun
Jaringan transfusi equifasial atau iolteral
Floem • Parenkim palisade pada Pinus merskusii
berbentuk batang, letaknya berderet-deret tanpa
ruang antar sel. Sel-sel parenkim palisadenya
banyak mengandung kloroplas, dan berfungsi
sebagai jaringan fotosintetik.
• Epidermis pada daun Pinus yang seperti jarum itu,
masing-masing terjadi dari sel-sel yang
berdinding tebal luar biasa dan tertutupi dengan
kutikula tebal. Stomata berserakan di semua sisi
daunnya; terbenam dan melengkung di atasnya
Floem sel-sel tetangga. Ada hypodermis dari sel-sel
parenkim yang bersklereid seperti serat, kecuali
daerah di bawah stomata.
Xylem • Mesofilnya bersifat parenkimatik. Dinding sel-sel
mesofil dilengkapi dengan invagianasi berbentuk
tabung yang khas ke dalam sel. Sel-sel ini
mengandung kloroplas. Duktus resin juga ada
dalam mesofil. Di tengah-tengah daun ada satu
berkas pembuluh atau dua, yang sangat
berdekatan. Penataan proto dan metaxylem seperti
pada angiospermae, yakni protoxilem ada di sisi
adaksial dan metakxilem di abaksial. Yang dekat
dengan floem. Berkas itu dikelilingi jaringan
transfuse yang terdiri atas trakeid dan sel-sel
parenkima hidup. Sel parenkima berisikan tannin,
resin , dan juga pektin dalam musim tertentu.
Trakeid yang paling dekat dengan berkas itu
panjang, sedangkan yang berjauhan lebih
berbentuk parenkim dan berdinding relatif tipis,
sedikit berlignin dan memiliki noktah terlindung.
Karena dindingnya yang lebih tipis.

2. Karetan • Dari gambar topografi penampang melintang daun


Ficus di atas, dapat dilihat bagian-bagian dari
daun Ficus adalah:
1. Epidermis adaksial yang berlapis-lapis
2. Mesofil
3. Epidermis abaksial satu lapis
• Pada bagian epidermis dari daun karetan yang
berlapis-lapis, terdapat sel-sel yang berisi kristal
sistolit. Sel yang berisi kristal ini disebut sel
Litosis. Sedangkan pada bagian mesofilnya,
terdiri atas dua jenis parenkim, yaitu parenkim
palisade dan parenkim sponsa. Karena parenkim
Litosis palisadenya hanya pada bagian adaksial saja,
maka berdasarkan simetrinnya daun Ficus
Palisade termasuk Bifasial.
• Pada bagian abaksial daun ficus, terdapat stomata
Pembuluh
yang bertipe kriptofor. Stomata tipe ini terletak
pada bagian epidermis yang melekuk ke dalam
Sponsa dan bagian atasnya ditutupi oleh trikom-trikom.
Epidermis pada bagian abaksial ini berbeda dari
bagian adaksial, karena hanya terdiri atas selapis
Epidermis sel epidermis.
bawah • Ficus elastica partikel karet disintesis dalam
sitoplasma dan bukan dalam plastid, partikel-
partikel karet dikelilingi oleh suatu selubung,
mungkin bersifat seperti membran. Partikel-
partikel itu tetap ada dalam sitoplasma dan hanya
dalam latisifer, ketika kloroplas hancur, maka
partikel-partikel itu akan dibebaskan.
• Pada penampang lintang helai daun Ficus
elastica, pada sisi adaksial helai daun, tampak di
dalamnya epidermis multiseriata, di antara sel-
selnya dapat ditemukan sel litosit. Di dalam sel
litosis tersebut ditemukan sistolit. Sistolit ini
tumbuh seperti tangkai dari dinding sel ke arah
lumen sel. Sistolit terdiri atas selulosa dan diresapi
oleh kalsium karbonat. Bentuk sistolit ini tidak
beraturan dan kadang-kadang memenuhi seluruh
isi sel. Sistolit ini juga muncul pada sel-sel di
dalam bagian sel parenkim lainnya, termasuk juga
dalam jejari xylem dan floem.
• Ficus elastica merupakan tumbuhan
spermatophyta, epidermisnya terrdiri aas selapis
sel. Lapisan ini secara ontogenik berkembang dari
dua jaringan meristem yag berbeda, yakni
jaringan dasar atau protoderm. Padahal yang
disebut etama, lapisan ini disebut hypodermis, dan
pada batang disebut epidermis multiserata.
Epidermis muliserata merupakan hasil
pembelahan sel protoderm secara periklinal.
Pembekahan ini relaif labat dan terjadi dalam
tingkat ontogenik terakhir epidemis tetap lapisan
tunggal sampai tahap saat daun mulai
mengembang dalam kuncup dan tangkai daun
dilepaskan.
3. Lili • Epidermis atas terdiri dari selapis sel. Dinding sel
Aerenkim epidermis atas bagian luar dilapisi oleh lilin.

Epidermis
atas

Ruang antar sel • Mesofil tersusun dari atas jaringan parenkim dan
jaringan pengangkut. Jaringan parenkim tidak
mengalami diferensiasi . Memilki aerenkim.
Mesofil Berkas pembuluh Jaringan pengangkut terletak berselang-seling
dengan aerenkim
Epidermis
bawah

• Epidermis bawah terdiri dari selapis sel. Permukaan


Mesof sel terluar dilapisi lilin
il

• Bagian tengah-dalam daun, terdapat berkas


pembuluh yang kompleks, yaitu xylem dann floem.
Pada daun letak xylem pada permukaan adaksial
daun (di atas floem). Juga terdapat jaringan penguat
berupa kolenkim. Letak berkas pembuluh ini
diselingi oleh jaringan aerenkim. Rongga aerenkim
sangat besar.

4. Jagung Struktur daun jagung (daun monokotil)


• epidermis adaksial :
Epidermis - terdiri dari satu lapis sel
- mempunyai kutikula
- permukaan adaksial tidak mengalami
Mesofil deferensiasi, terdapat trikoma

Sel kipas
Berkas
pembuluh

• mesofil :
- terdapat berkas pengangkut yaitu :
a. xylem
b. floem
c. pada setiap berkas pengangkut ada
sklerenkim yang menyelubungi disebut
Vagina Sklerenkim
d. terdapat parenkim yang besar dan berisi
kloroplas yang menyelubungi berkas
pengangkut
disebut sarung berkas pengangkut

• epidermis abaksial : - terdiri dari satu lapis


sel
- terdapat somata, Hipostomatik.

• Pada epidermis, terdapat juga Sel buliform, yang


memperlihatkan struktur mesofil yang beragam,
dan seludang ikatan yang terdiri atas lapisan tnggal
sel dengan dinding yang tipis.
• Pada daun Zea mays untaian prokambial tulang
tengah dan tulang-tulang ateral utama berkembang
secara akropetal, sedangkan untaian prokambial
tulang lateral yang lebih kecil, yang ditata berseling
dengan yang lebih besar, berkembang secara
basipetal, yaitu dari ujung ke pagkal daun.
Perkembangan yang diebut kemudian ini hanya
berlangsung setelah munculnya protofloem dalanm
tulang daun yang lebih besar.

5. Jeruk
• Epidermis daun terdapat di permukaan atas
maupun permukaan bawah daun sebagai
Epidermis hasil pembelahan secara marginal daun
atas pada masa perkembangannya.
Kambium
vaskular
Xylem
Floem
Jaringan sponsa

Epidermis • Pada epidermis daun jeruk nipis,mempunyai


bawah
Jaringan derivat epidermis yaitu sel-sel kipas yang
palisade berfungsi untuk menggulung daun

• Jenis stomatanya adalah panerofor yaitu


stomata yang terdapat pada permukaan
epidermis

• Mesofilnya sudah terdiferensiasi menjadi


jaringan parenkim palisade dan parenkim
sponsa. Pada parenkin palisade sel-selnya
memanjang dan berwarna karena
mengandung kloroplas. Sedangkan pada
parenkim sponsa terdapat banyak rongga
udara.