Anda di halaman 1dari 67

BAB II

KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Umum Kebun Binatang Surabaya
Peta Lokasi

KBS atau Kebun Binatang Surabaya Jawa Timur (JATIM) menjadi tujuan wisata keluarga.
Selain dekat dengan kota, lokasi strategis dan mudah dijangkau juga lengkap sehingga bisa memberi
hiburan untuk akhir pekan yang murah tapi tetap menghibur, mendidik, konservasi dan memberi
nilai rekreasi, safari bagi anak anak dan objek penelitian.
Kebun Binatang Surabaya (KBS) merupakan kebun binatang yang populer di Indonesia
terutama di Jawa Timur, terletak di tengah kota Jl. Setail No. 1 Surabaya, KBS merupakan kebun
binatang yang pernah terlengkap se-Asia Tenggara, dihuni lebih dari 351 spesies satwa berbeda dan
bermacam macam yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk di dalamnya satwa yang sudah
langka Indonesia maupun dunia terdiri dari Mammalia, Aves, Reptilia, Pisces.
Lokasi strategis di Tengah Kota Surabaya
Lokasi yang sangat strategis berada di tengah kota di Jl. Setail 1 Surabaya, tepat pada
pertemuan empat jalan protocol atau jalan utama: Jl. Raya Wonokromo-Joyoboyo-raya Darmo-Raya
Diponegoro, dengan jarak sekitar 200 m dari Sub Terminal Jayaboyo, beberapa menit berjalan kaki
dari stasiun KA Wonokromo. Mudah dicapai dari terminal Bus antar kota Bungurasih, stasiun
Kereta Api Semut, Station Gubeng, dan Station Kereta api Pasar Turi, atau bahkan dari Bandara
Juanda maupun Pelabuhan Laut Ujung Tanjung Perak Surabaya. Beberapa angkutan yang melewati
Jl. Ciliwung menuju ke Joyoboyo bisa mencapai angkutan alternatife untuk ke Kebun Binang

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 3


Surabaya, turun diujung antara Jl. Setail, berjalan kaki sekitar dua menit untuk mencapai Gerbang
Utama KBS.
Fasilitas Lengkap Untuk layanan pengunjung
Selain lengkap, sarana pendukung Untuk layanan masyarakat disediakan beberapa fasilitas antara
lain: Naik Gajah, Onta, Kuda, Pentas dan Aksi Satwa, Perpustakaan dan Taman Bacaan baik anak
maupun orang dewasa, Dongeng Satwa dan naik perahu mengitari pulau buatan yang dihuni
Bekantan, Owa Jawa dan bebebrapa jenis binatang satwa lainnya yang dibiarkan hidup dialam
bebas. Tersedia pula arena permainan untuk anak-anak dan dewasa.
Kegiatan Atraksi yang menarik dan saying sekali bila dilewatkan, adalah jadwal pemberian
makan pada satwa (Feeding Time) seperti Komodo pada tgl. 5 & 20 jam 13.00 setiap bulan, Juga
terdapat Panggung terbuka dengan areal yang luas bisa digunakan untuk bermacam macam kegiatan
yang melibatkan banyak orang atau bersifat missal, seperti untuk acara Perpisahan Siswa maupun
Acara Keakraban bagi karyawan Perusahaan dan lain-lain. Semoga iformasi ini bisa menambah
wawasan dalam mengisi liburan, mencari alternatif hiburan. Selamat berwisata, ber akhir pekan.

B. Mammalia
Mamalia merupakan kelompok tertinggi derajatnya dalam kerajaan hewan, yang termasuk dari
kelas ini adalah tikus, kelelawar, kucing, kera, akan paus, kuda, kijang, manusia, dan lain-lain.
Hamper semua tubuhnya tertutup dengan kulit yang berbulu banyak atau sedikit dan berdarah panas.
Sebutan mamalia berdasarkan adanya kelenjar mamae pada hewan betina untuk menyusui anaknya
yang masih muda. Pengasuhan terhasap anaknya berkembang baik sekali dan puncaknya terdapat
pada manusia. Mamallia hidup diberbagai habitat mulai dari kutub sampai daerah ekuator, dari dasar
laut sampai hutan lebat dan gurun pasir. Banyak yang hidup secara nocturnal dan banyak juga dan
banyak juga yang hidup secara diurnal. Spesies tertentu sebagai hewan buas yang diburu, spesies
lainya jinak. Beberapa pemakan daging (carnivora), sebagai hewan pengerat, sebagai pemakan biji-
bijian dan buah-buahan, dan beberapa sebagai sumber penyakit.
 Ciri-ciri khusus:
1. 1.Tubuh biasanya diliputi bulu atau rambut yang lepas secara periodik, kulit banyak
mengandung kelenjar, yaitu kelenjar sebacius, keringat, bau dan susu.
2. 2.Cranium (tulang tempurung kepala) memiliki dua occipitale condyle; vertebrae leher
biasanya terdiri atas 7 ruas, ekor biasanya panjang dan dapat digerak-gerakkan.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 4


3. 3.Regionalis (bagian dari hidung) umumnya silindris; mulutnya mengandung gigi (jarang
tidak terdapat) yang tertanam dalam kantong (alveola); gigi itu terletak pada kedua belah
rahang dan berdeferensiasi sesuai dengan makananya, lidah mudah digerak-gerakkan
memiliki pelupuk mata yang mudah digerakkan memiliki pelupuk mata yang mudah
digerakkan; alat pendengar memiliki daun telinga.
4. 4.Memiliki empat anggaota atau kaki (kecauali anjing laut dan singa laut tidak memiliki
kaki belakang); masing-masing kaki memiliki kurang lebih 5 jari yang bermacam-macam
yang disesuaikan dengan keperluan berjalan, lari, memanjat, membuat lubang, berenang
atau meloncat, jari-jari berkait tanduk atau berkuku atau berteracak dengan bantalan-
bantalan daging.
5. 5.Cor (jantung) sempurna terbagi atas empat ruangan (dua auricular, dua ventricular);
hanya archus aorticus sinistrum masih ada; erythrocytnya tidak berinti, biasanya bulat.
6. 6.Pernafasanya hanya dengan pulmo (paru-paru), larynx mempunyai tali suara; memiliki
musculus diaphragmaticus yang sempurna memisahkan pulmo dan cor dengan rongga
abdominalis.
7. 7.Memiliki vesica urinaria; hasil eksresi berupa cairan urine.
8. 8.Memilliki 12 nervi cranialis; otak berkembang baik, kedua celebrum dan cerebellum
besar.
9. 9.Suhu tubuh tetap (homoiothermis).
10. 10.Pada hewan jantan memiliki alat kopulasi berupa penis; testis umumnya terdapat
dalam scrotum yang terletak diluar abdomen. Fertilisasi terjasi didalam; telur biasanya
kecil tanpa cangkok dan tinggal dalam uterus untuk tumbuh selanjutnya; memiliki
membrana embryonic (amnion, chorion, dan alanthois); biasanya memiliki placenta yang
menghubungkan embryo dengan dinding uterus yang digunakan untuk nutrisi dan
respirasi; anaknya diasuh setelah lahir dan disusui.
Tubuh diisolasi oleh pembungkus (bulu atau rambut dan sub cutan yang berlemak); darah vena
dan darah arterial terpisah secara sempurna. Oleh karenanya suhu tubuh dapat diatur. Dengan
system itu maka rata-rata metabolismenya tinggi dan akibatnya dibutuhkan banyak makanan. Gigi
kompleks dan berdefersiasi. Cerebellum cerebrum yang besar berfungsi sebagai coordinator dalam
semua aktifitas dan untuk belajar dan menyimpan ingatan.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 5


Ukuran tubuh bermacam-macam, yang terkecil kurang lebih 5 cm (tikus kecil), yang besar adalah
gajah dan yang paling besar adalah ikan paus (balanophora musculus) yang mencapai panjang 8
meter dengan berat 115 ton.

 Struktur dan fungsi


Bentuk tubuh bermacam-macam, dibungkus oleh kulit yang berbulu ataau berambut dan terdiri
atas, cervix, dan truncus. Terdapat empat extremitas liberae, maka masuk tetrapoda. Pada caput
terdapat rima oris (1) yang dibatasi oleh labium superior (bibir atas) dan labium inverior (bibir
bawah). Ditengah-tengah terdapat celah dan umumnya diatas labium superior terdapat vibrissae
(kumis atau rambut-rambut panjang yang kaku). Diatas mulut terdapat nares (2) yang merupakan
dua celah condong. Organon visus (3) memiliki pelpebrae superior dan inferior umumnya memiliki
rambut halus, membrane nicitans pindah dipojok dekat hidung dari biji mata atau sering sudah
disebut pilica seminularis. Dibelakang organon vicus terdapat auriculae atau pinnae (daun telinga)
sebagai corong dari porus acusticus externa (lubang telinga luar) yang selanjutnya ke alat pendengar
(4). Truncus dipisahkan sari caput columna vertebralis cervicalis dan dibagi atas beberapa daerah :
thorax (1), abdomen (2), dorsum (3), glutea (pantat) (4), pirenium (5) yaitu daerah sempit antara
lubang anus dan urogenitalis.
Pada permukaan ventral sebelah kanan kiri linea mendiana terdapat glandulae.
Dibagian belakang dari truncus terdapat cauda dan anus yang terletak sebelah ventral dari basis
cauda. Dibawah cranialnya terdapat urogenitalis. Pada hewan jantan terdapat penis dengan srotum
yang berisi testes, sedang pada hewan betina terdapat vulva sebagai celah yang dibatasi oleh labia
minora.

 Penutup tubuh
Penutup tubuh berupa kulit lunak dan tipis kecuali bagian tertentu mengalami penebalan dan
cornifikasi, misalnya telapak kaki hewan terentu, pada umumnya bulu dan rambut. Pada tiap-tiap
rambut dari papil dan dasarnya terdapat pada suatu kantong yang disebut foliculus yang tertanam di
dalam kulit dan dibatasi oleh epidermis, masing-masing foliculus berhubungan dengan kelenjar
sebaceous yang menghasilkan sekresi (sebum) untuk meminyaki rambut. Foliculus terletak miring
dalam kulit dan padanya terdapat musculus erector yang menyebakan bulu berdiri jika hewan itu
kedinginan atau marah. Rambut dapat tumbuh dan kecuali bagian pangkal merupakan benda mati

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 6


sebagian hasil dari epidermis rambut itu pada beberapa spesies luruh dan diganti yang baru dari
foliculus yang sama. Tiap-tiap rambut itu bila kita teliti lebih seksama ternyata dari dalam keluar
tersusun atas medulla, certex danpembungkus sisi reticulair. Warna bulu (rambut tergantung pada
butir-butir pigmen yang terdapat dalam cortex (hitam, coklat, merah dan kuning), warna biru sering
disebabkan karena kombinasi efek pigmen dan gejala interferensi sinar dari cortex cuticula (sisik
reticulair).

 Skeleton
Skeleton sebagian bsar terdiri atas tulang keras dan tulang rawan pada permukaan sambungan-
sambungan dan bagian tertentu. Disamping tulang rawan terdapat tulang membrane dan kadang-
kadang terden tertentu berisi sel-sel tulang yang terkenal sebagai ossemoidus. Sebagai contoh yang
terkenal adalah patella (tulang tempurung lutut) tulang mata kaki (kemiri).
Tulang tempurung kepala keras dan merupakan suatu kotak yang tersusun atas bagian-bagian
tulang yang bersenyawa pada bagian sutara. Bagian fasial terdapat nostril disebelah dorsal dan
sepasang orbita sebagai tempat biji mata dan disebelah ventral terdapat plat dengan tepi tulang
rahang atas yang mengandung gigi. Disebelh luar orbita terdapat archus zygomaticus.
Pada permukaan sebelah posterior terdapat lubang foramen magnum yang dilalui oleh medulla
spinalis yang berhubungan dengan otak. Disebelah kanan kiri foramen magnum terdapat occipital
condyle yang merupakan sendi yang berhubungan dengan vertebrae pertama atau atas.
Rahang bawah yang mengandung gigi terdiri atas sebuah tulang yang bersendi dengan tulang
aquamosa pada cranium. Vertebrae atau columna vertebralis tersusun sedemikian rupa sehingga
lentur (flexible), sebagai pendukung tubuh dan pelindung medula spinalis (nerve cord). Antara suatu
vertebrae dengan vertebrae lainya terdapat dataran persendian dari tulang rawan fibris. Columna
vertebrallis dapat dibagi atas lima bagiann yaitu: (1) vertebrae cervicallis, (2) vertebrae thoracalis
yang memiliki hubungan dengan costae, (3) vertebrae lumbalis, (4) vertebrae sacralis, dan (5)
vertebrae caudalis, costae disebelah ventral bersambung dengan sternum, sehingga membentuk
suatu rongga melindungi organyang vital dan memungkinkan proses gerak respirasi.
Cingulum pectoralis, diletakkan pada thorax oleh musculus dan didukung oleh extremitas cranialis,
pada masing-masing sebelah menyebelah terdiri atas sebuah tulang pipih berbentuk segitiga,
(scapula) yang ujungnya membentuk mangkokan tempat kepala humerus melekat, terikat bersama-
sama dangan tulang setengah lingkaran clavicula oleh musculus.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 7


Extremitas caranialis terbagi atas :
Brachium (lengan atas) berupa humerus. Antibracium (lengan bawah) berupa radius dan ulna.
Manus (tangan) berupa digiti yang berupa ossa carpalia (tulang pergelangan tangan), ossa
metacarpalia (tulang telapak tangan) dan phalangus (ruas jari-jari). Cingulum pelvicus berupa tulang
pinggul yang menempel secara kokoh ada sacrum dan masing-masing setengah tulang pinggul itu
terdiri atas: osichium ((sebelah posterior) dan os pubic (sebelah ventral). Pertemuan ketiga tulang itu
membentuk manglokan yang terkenal sebagai acerior dorsalisbersatu secara senyawa, disebelah
ventral dibagian vertebrae.
Masing-masing extremitas caudalis terdiri atas femur sebagai tungkai atas, crus sebagai
tungkai bawah terdiri atas tulang tibia dan fibula;pes (kaki) terdiri atas ossa tersalia (tulang
pergelangan tangan), ossa metacarpalia (telapak kaki) dan phalangus (ruas jari-jari). Jari ada yang
berfucula (cakar) dan berunggula (teracak).

C. Klasifikasi Hewan Mammalia


 Ordo Artiodactyla:
• Famili Antilocapridae
• Famili Bovidae
• Famili Camelidae
• Famili Cervidae
• Famili Giraffidae
• Famili Hippopotamidae
• Famili Moschidae
• Famili Suidae
• Famili Tayassuidae
• Famili Tragulidae
 Ordo Monotremata:
• Famili Ornithorhynchidae
• Famili Tachyglossidae
 Ordo Afrosoricida
 Subordo Chrysochloridea
• Famili Chrysochloridae

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 8


 Subordo Tenrecomorpha
• Famili Tenrecidae
 Ordo Hyracoidea
• Famili Procaviidae
 Ordo Macroscelidea
• Famili Macroscelididae
 Ordo Proboscidea
• Famili Elephantidae
 Ordo Sirenia
• Famili Dugongidae
• Famili Trichechidae
 Ordo Tubulidentata
• Famili Orycteropodidae
 Ordo Dermoptera
• Famili Cynocephalidae
 Ordo Lagomorpha
• Famili Leporidae
• Famili Ochotonidae
• Famili Prolagidae
 Ordo Primates
 Subordo Haplorrhini
 Infraordo Simiiformes
 Superfamili Cercopithecoidea
• Famili Cercopithecidae
 Superfamili Hominoidea
• Famili Hominidae
• Famili Aotidae
• Famili Atelidae
• Famili Cebidae
• Famili Pitheciidae
 Infraordo Tarsiiformes
Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 9
• Famili Tarsiidae
 Subordo Strepsirrhini
 Infraordo Chiromyiformes
• Famili Daubentoniidae
 Infraordo Lemuriformes
 Superfamili Cheirogaleoidea
• Famili Cheirogaleidae
 Superfamili Lemuroidea
• Famili Indriidae
• Famili Lemuridae
• Famili Lepilemuridae
 Infraordo Lorisiformes
• Famili Galagidae
• Famili Lorisidae
 Ordo Rodentia
 Subordo Anomaluromorpha
• Famili Anomaluridae
• Famili Pedetidae
 Subordo Castorimorpha
• Famili Castoridae
• Famili Geomyidae
• Famili Heteromyidae
 Subordo Hystricomorpha
 Infraordo Ctenodactylomorphi
• Famili Ctenodactylidae
 Infraordo Hystricognathi
• Famili Abrocomidae
• Famili Bathyergidae
• Famili Capromyidae
• Famili Caviidae
• Famili Chinchillidae

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 10


• Famili Ctenomyidae
• Famili Cuniculidae
• Famili Dasyproctidae
• Famili Dinomyidae
• Famili Echimyidae
• Famili Erethizontidae
• Famili Heptaxodontidae
• Famili Hystricidae
• Famili Myocastoridae
• Famili Octodontidae
• Famili Petromuridae
• Famili Thryonomyidae
 Subordo Myomorpha
 Superfamili Dipodoidea
• Famili Dipodidae
 Superfamili Muroidea
• Famili Calomyscidae
• Famili Cricetidae
• Famili Muridae
• Famili Nesomyidae
• Famili Platacanthomyidae
• Famili Spalacidae
 Subordo Sciuromorpha
• Famili Aplodontiidae
• Famili Gliridae
• Famili Sciuridae

 Ordo Scandentia
• Famili Ptilocercidae
• Famili Tupaiidae
 Ordo Scandentia

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 11


 Subordo Caniformia
• Famili Ailuridae
• Famili Canidae
• Famili Mephitidae
• Famili Mustelidae
• Famili Odobenidae
• Famili Otariidae
• Famili Phocidae
• Famili Procyonidae
• Famili Ursidae
 Subordo Feliformia (feliform carnivores)
• Famili Eupleridae
• Famili Felidae
• Famili Herpestidae
• Famili Hyaenidae
• Famili Nandiniidae
• Famili Viverridae
 Ordo Cetacea
 Subordo Mysticeti
• Famili Balaenidae
• Famili Balaenopteridae
• Famili Eschrichtiidae
• Famili Neobalaenidae
 Subordo Odontoceti
• Famili Delphinidae
• Famili Iniidae
• Famili Monodontidae
• Famili Phocoenidae
• Famili Physeteridae
• Famili Platanistidae
• Famili Ziphiidae

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 12


 Ordo Chiroptera
• Famili Craseonycteridae
• Famili Emballonuridae
• Famili Furipteridae
• Famili Hipposideridae
• Famili Megadermatidae
• Famili Molossidae
• Famili Mormoopidae
• Famili Mystacinidae
• Famili Myzopodidae
• Famili Natalidae
• Famili Noctilionidae
• Famili Nycteridae
• Famili Phyllostomidae
• Famili Pteropodidae
• Famili Rhinolophidae
• Famili Rhinopomatidae
• Famili Thyropteridae
• Famili Vespertilionidae
 Ordo Erinaceomorpha
• Famili Erinaceidae
 Ordo Soricomorpha
• Famili Nesophontidae
• Famili Solenodontidae
• Famili Soricidae
• Famili Talpidae
 Ordo Perissodactyla
• Famili Equidae
• Famili Rhinocerotidae
• Famili Tapiridae
 Ordo Pholidota

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 13


• Famili Manidae
 Ordo Cingulata
• Famili Dasypodidae
 Ordo Pilosa
 Subordo Folivora
• Famili Bradypodidae
• Famili Megalonychidae
• Subordo Vermilingua
• Famili Cyclopedidae
• Famili Myrmecophagidae
 Ordo Dasyuromorphia
• Famili Dasyuridae
• Famili Myrmecobiidae
• Famili Thylacinidae
 Ordo Didelphimorphia
• Famili Didelphidae
 Ordo Diprotodontia
 Subordo Macropodiformes
• Famili Hypsiprymnodontidae
• Famili Macropodidae
• Famili Potoroidae
 Subordo Phalangeriformes
 Superfamili Petauroidea
• Famili Acrobatidae
• Famili Petauridae
• Famili Pseudocheiridae
• Famili Tarsipedidae
 Superfamili Phalangeroidea
• Famili Burramyidae
• Famili Phalangeridae
 Subordo Vombatiformes

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 14


• Famili Phascolarctidae
• Famili Vombatidae
 Ordo Microbiotheria
• Famili Microbiotheriidae
 Ordo Notoryctemorphia
• Famili Notoryctidae
 Ordo Paucituberculata
• Famili Caenolestidae
 Ordo Peramelemorphia
• Famili Chaeropodidae
• Famili Peramelidae
• Famili Thylacomyidae

Manfaat
Setiap elemen kehidupan tentunya memiliki peranan yang dapat memberikan kontribusi
yang positif bagi lingkungannya. Mammalia memiliki peranan yang penting dalam kelestarian .
Mammalia sangat berperan dalam kehidupan manusia karena dimanfaatkan untuk memenuhi banyak
kebutuhan. Manusia dapat memenuhi kebutuhan dengan memakan daging sapi, kambing, kerbau,
unta atau babi. Kulit sapi dan kambing merupakan bahan baku sandang, baik pakaian maupun
sepatu. Gajah dapat digunakan untuk mengangkut batang pohon atau balok kayu yang besar. Anjing
atau sipanse telah dijadikan bahan penelitian untuk eksplorasi angkasa luar. Selain itu, beberapa
jenis mammalia lainnya bermanfaat pula untuk penelitian dibidang kesehatan (kedokteran).
Kemampuan indra penciuman anjing juga dimanfaatkan pihak kepolisian untuk menangani masalah
criminal misalnya pembunuhan atau perampokan.
Mammalia memiliki peranan yang penting dalam kelestarian ekosistem hutan. Suyanto
(2002) menjelaskan peranan mammalia, antara lain sebagai penyubur tanah, penyerbuk bunga,
pemencar biji, serta pengendali hama secara biologi. Selain peranannya secara ekologis, mammalia
juga memiliki peranan dalam bidang kesehatan, ekonomi, serta estetika.
Makanan – sapi – kambing Minuman – susu sapi – susu kuda Peliharaan – lepus Sp (kelinci) – canis
familiaris (anjing) Hiasan – ikan ditaruh di akuarium – Obat.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 15


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif karena pengamatan dilakukan secara
langsung di lapangan dan data yang diambil berupa dokumentasi foto. Untuk deskripsi morfologi
diperoleh melalui pengamatan secara langsung dan sumber dari Perpustakaan Kebun Binatang
Surabaya.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 16


Penelitian dilakukan di Kebun Binatang Surabaya. Jalan Setail No 1 Surabaya. Waktu
penelitian dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 6 Desember 2010 selama 1 hari, dimulai dari
pukul 08.00 – 14.00 WIB.

C. Sasaran Penelitian
Sasaran dari penelitian ini ialah kelas Mammalia yang meliputi delapan ordo, yaitu : Ordo
Diprodotondia, Ordo Rodentia, Ordo Polidonta, Ordo Carnivora, Ordo Primates, Ordo Artiodactyla,
Ordo Perriscodactyla, dan Ordo Proboscidae yang diamati di Kebun Binatang Surabaya.

D. Definisi Operasional
1. Mammalia
Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh
adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya;
adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas.
2. Kebun binatang
Adalah salah satu tempat yang digunakan untuk konservas, wisata dan tempat untuk menambah
wawasan dan pengetahuan mengenai binatang-binatang diseluruh dunia. Di Surabaya terdapat
kebun binatang yang bertempat di Jalan Setail no. 1 Surabaya yang mana sering digunakan
sebagai tempat pengamatan dan penelitian.

3. Ordo
Merupakan tingkat takson dari Animalia. Yang mana setiap kelas memiliki beberapa ordo yang
merupakan pembeda dari kelas.

E. Alat dan Bahan


1. Alat :
- Pensil
- Bolpoint
- Kamera foto
- Kamera video
- Payung
Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 17
- Buku panduan lapangan
- Buku identifikasi
2. Bahan :
- Koleksi mamalia di Kebun Binatang Surabaya

F. Langkah Kerja
1. Mengamati dengan cermat spesies dari setiap ordo yang telah ditugaskan.
2. Memperhatikan dan mencatat ciri penting spesies tersebut
3. Membuat sketsa atau dokumentasi berupa foto spesies yang telah diamati
4. Mengamati perilaku dari spesies tersebut
5. Mencatat karakter pembeda spesies tersebut dalam satu ordo
6. Menyusun deskripsi spesies tersebut dan menentukan klasifikasinya hingga tingkat spesies

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENGAMATAN

Adapun hasil dari pengamatan kami tentang jenis-jenis Ordo dari kelas mamalia di Kebun
Binatang Surabaya adalah sebagai berikut dalam table di bawah ini:

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 18


Ordo Family Spesies

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 19


Probosidea Elephantidea Elephas maximus
Carnivora Ursidae Helarctos malayanus
Felidae Panthera onca

Felis viverrina

Panthera leo

Panthera tigris sumatrae

Viverridae Arctictis binturong


Arctictis binturong

Perissodactyla Equidae Equus guagga boehmi

Equus
Primata Cercopithecidae Papio hamadryas

Nasalis Larvatus
Macaca nemestrina

Macaca Maura
Macaca fascicularis
Presbytis
Colobidae Presbystis cristantus
Presbytis rubicunda
Hominidae Pongo pygmaeus
Simpanzea troglodytes
Hylobatidae Hylobates moloch
Callithriciadal Samiri sciurius(kera bajing)

Rodentia Hystricidae Hystrix javanica

Pholidota Manidae Manis javanica


Diprodotondia Macropodidae Macropus agilis
Dendrolagus Ursinus

Artiodactyla Bovidae Bubalus depressicornis


Boselaphus tragocamelus
Bos javanicus

Bison bison
Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 20
Tragelaphus spekeii

Suidae Babyrousa babyrussa


Sus Verrucosus

Giraffidae Giraffa

Cervidae Muntiacus muntjak


Axis kuhlii

Cervus unicolor
Axis axis
Camelidae Camelus dromedaries

B. PEMBAHASAN PENGAMATAN

ORDO CARNIVORA

Karakter Pembeda Ordo Carnivora dengan Ordo Mamalia Lainnya

• Kelenjar mamae terletak di sepanjang tiap hingga selangkang

• Bertaring

• Berkumis

• Memiliki cakar

• Menapak dengan jari (digitigride)

Ciri Ordo Carnivora

• Terestrial, arboreal, semi aquatik.

• Berjalan dengan empat kaki (tetrapoda).

Ordo Famili Spesies

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 21


Panthera tigris

CARNIVORA Felis viverrina

Felidae
Panthera onca

Panthera leo

Ursidae Helactros malayanus

Viverridae Arctictis binturong

ORDO PERISSODACTYLA

Karakter Pembeda Ordo Perissodactyla dengan Ordo Mamalia Lainnya

• Jari kaki (berteracak) ganjil

Ciri-ciri Ordo Perissodactyla

• Jari kaki (berteracak) ganjil

• Tubuh berukuran besar

• Glandula mammae di daerah inguinal

• Ungulata ini biasanya berukuran besar, memiliki lambung yang relatif sederhana, serta kuku
tengah yang besar., hewan ini mencerna selulosa tumbuhan di usus.

Ordo Famili Spesies

Equus caballus (kuda)

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 22


Perissodactyla Equidae

Equus guagga boehmi (zebra)

SURAI PONI
KUDA KUDA

HIDUNG
KUDA

KUKU
KUDA

KUDA

PENIS (E. caballus)


GIGI
KUDA
KUDA
LIDAH
KUDA

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 23


Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 24
KLASIFIKASI Deskripsi

Di Kebun Binatang Surabaya terdapat 5 ekor


Kerajaan : Animalia
kuda, diantaranya 2 ekor berwarna hitam dengan
Filum : Chordata campuran putih dan surainya berwarna putih dan 3
ekor berwarna coklat tua dengan surai berwarna
Kelas : Mammalia hitam. Bagian atas kepala terdapat rambut yang
disebut poni dan yang pada tengkuk disebut surai.
Ordo : Perissodactyla Badan kuda berbentuk ramping. Pada kuda jantan
terdiri dari penis yang mempunyai lubang kecil pada
Famili : Equidae ujungnya yang berfungsi sebagai alat kopulasi dan
terdapat di dalam kantung zakar terdapat testis. Penis
Genus : Equus
kuda termasuk jenis Caverusom, karena tidak ada
Spesies : E. caballus Siguwidea. Anggota gerak bebas terdiri dari kaki
depan dan kaki belakang. Pada ujung kaki terdapat
kuku, kuku kuda merupakan kuku tunggal. Kuda
berjalan dengan kuku yang menyentuh permukaan
(dikutip dari Wikipedia.co id) tanah terlebih dahulu, oleh karena itu kuda disebut
hewan yang berjalan dengan kuku (unguligrada).
Kaki belakang kuda lebih besar dan kuat daripada
kaki belakang karena digunakan untuk tumpuan pada
waktu berlari dan melompat.

Karakter pembeda :

Seluruh tubuh berwarna coklat tua dan putih


dengan coklat tua Makanan utama rumput dan
campuran antara dedak, gula merah dan garam. Dapat
melahirkan anaknya tanpa pertolongan manusia. Di
bagian atas kepala terdapat rambut yang disebut poni

Perilaku :

Makan rumput dan campuran antara dedak,


gula merah, dan garam. Biasanya kuda hidup
berkelompok. Di dalam kelompok tersebut terdiri
dari kuda jantan dewasa sebagai pemimpin yang
mengelilingi kuda betina serta anak-anaknya untuk
melindungi dari musuh. Ketika musuh menyerang,
kuda jantan mengangkat kaki belakang dan memukul
kuat-kuat dengan kaki depannya. Apabila kuda jantan
pemimpin mati, kuda jantan muda akan berkelahi
satu sama lain untuk memperebutkan kedudukan
sebagai pemimpin. Pemenang perkelahian akan
meninggalkan lawan-lawannya dan mempertahankan
kekuasaan hirarki sosialnya. Beberapa kuda yang
berdampingan akan saling mengosok-gosokkan
dengan menggerakkan gigi-gigi di sekitar bahu
sedangkan beberapa ekor kuda yang lain saling
mendekat secara perlahan-lahan sampai kepala
masing-masing berada di samping pangkal ekor yang
lain. Masing-masing kuda mengibas-kibaskan
ekornya pada wajah dan leher bagian atas kuda yang
lain. Hal itu berguna untuk membersihkan leher kuda
dari serangga.

Dalam musim dingin atau badai salju, kuda


menggunakan formasi cincin untuk melindungi anak-
Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya
anak dari kedinginan karena badan kuda dewasa25
hangat dan pernafasannya menaikkan temperature di
tengah cincin dimana anak-anak berada. Apabila
kuku kuda sudah panjang, maka kuda akan
mengesek-gesekkan kuku tersebut pada batu yang
ZEBRA
(Equus guagga boehmi)

KLASIFIKASI : DESKRIPSI :

Kingdom : Animalia Merupakan binatang berteracak atau berkuku


Filum : Chordata tunggal, hanya jari tengah yang berkembang baik,
Kelas : Mammalia sedang jari kedua dan keempat tinggal sisinya
Ordo : Perissodactyla Ekor berwarna hitam. jumlah gigi antara 36 – 40
Famili : Equidae
biji .Gigi geraham berkembang baik dengan
Genus : Equus
Species : Equus guagga boehmi
mahkota krista-krista guna mengunyah makanan,
(dikutip dari Wikipedia.co id) sedangkan gigi taring (canini) mengalami
rudimentasi pada Zebra jantan dan tidak ada pada
Zebra betina.Bibir atas tumbuh dengan baik lunak,
mudah digerakkan.Beranak 1 ekor dengan masa
buting 300-360 hari makanan utama rumput,
mencapai umur 25 tahun. Memiliki Indra pembau
dan pendengaran sangat tajam

Karakter pembeda :
Seluruh tubuh berwarna bergaris-garis hitam putih
berguna untuk penyamaran diri karena hidupnya di
padang rumput terbuka. Tidak mempunyai poni.

Perilaku :
Makan rumput dan daun-daun semak lainnya.
Mempertahankan diri dengan gigitan dan sepakan atau
lari dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam.

Distribusi :

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 26


Daerah penyebaran afrika timur dan selatan.
ORDO PRIMATA

Karakter Pembeda Ordo Primata dengan Ordo Mamalia Lainnya

• Memiliki glandula mamae yang terletak pada daerah pektoral (dada) dengan puting susu

• Orbita bulat menghadap ke depan dikelilingi cincin tulang

• Pada tangan dan kaki terdiri atas 5 jari yang berkuku pipih

• Kaki dan tangan dapat digunakan untuk bergelantungan di pohon atau dahan

Ciri-ciri Ordo Primata

• Tubuh tertutup rambut

• Arboreal (menggelantung)

• Berjari 5, berkuku pipih

• Ibu jari lebih pendek dari jari lainnya

• Cara berjalan plantigrad

• Memiliki glandula mamae yang terletak pada daerah pektoral (dada) dengan puting susu

• Orbita bulat menghadap ke depan dikelilingi cincin tulang

Ordo Famili Spesies

Primata Ceropithecidae Papio hamadriyas (babun)

Macaca maura (kera


Sulawesi)

Macaca fuscicularis
(monyet ekor panjang)

Macaca nemestrina (beruk)

Colobidae Presbytis cristantus (lutung


hitam)

Presbytis rubicunda

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 27


(lutung merah)

Presbytis melalopus
(simpai)

Nasalis larvatus (bekantan)

Hominidae Simpanzea troglodytes


(simpanse)

Pongo pygmaeus (orang


utan)

Hyobatidae Hylobates moloch (owa jawa)

Callithriciadal Samiri sciurius (kera bajing)

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 28


Babun

Klasifikasi Deskripsi :
Karakter pembeda: Tubuh sangat kuat,
Kingdom : Animalia moncongnya menyerupai anjing, bertaring besar
Phylum : Chordata dan runcing. Pada satwa jantan bulu di leher dan
pundaknya sangat tebal menyerupai mantel.
Sub Phylum : Vertebrata Adanya bantalan kapal yaitu kulit tebal dan kasar
di bagian pantat, berhubungan dengan kebiasaan
Class : Mamalia tidur. Satwa betina lebih kecil beranak 1 ekor
Ordo : Primata dengan masa bunting 180 hari. Hidup berkelompok
di daerah bukit berbatu dan selalu berpindah-
Sub Ordo : Anthopoidea pindah. Makanan : buah, akar dan biji-bijian,
serangga dan binatang-binatang kecil. Mencapai
Super Family : Cercopithecidea umur 40 tahun. Daerah penyebaran kedua sisi laut
Family : Cercopithecidae merah.
Tingkah Laku :
Genus : Papio Kebiasaan tidur yang menjauhi daerah pepohonan
atau ranting-ranting. Dengan tujuan menghindari
Spesies : Papio hamadryas
bahaya predator.
Sumber : (Groves, 2001; Jolly, 1993; Babun betina lebih agresif dalam melindungi
anaknya. Walaupun rata-rata berat tubuhnya hanya
Nowak, 1999; Primate Info Net, 2002 setengah berat pejantannya.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 29


Kera Sulawesi

Klasifikasi Deskripsi
Kingdom : Animalia Karakter pembeda: Termasuk kera Macaca
Sulawesi. Tubuh, kepala dan anggota badan
Phylum : Chordata berwarna coklat kehitaman. Berekor sangat pendek
Sub phylum : Vertebrata dan kecil dengan penebalan di dua tempat pada
pantat. Menjadi dewasa setelah berumur 3-5 tahun.
Kelas : Mamalia Betina beranak 1 ekor dengan masa bunting 170
hari. Hidup berpasangan atau dalam kelompok
Ordo : Primata kecil. Kelompoknya terdiri antara 5-10 ekor.
Sub ordo : Anthropoidea Kelompok ini biasanya terdiri atas beberapa
pejantan dengan banyak betina dewasa dengan
Super Famili : Cercopithecoidea perbandingan satu pejantan berbanding 3 ekor
betina. Makanan kera ini adalah buah-buahan.
Famili : Cercopithecidae Walau sudah dilindungi, banyak diburu karena
Genus : Macaca dianggap menjadi hama pertanian. Habitat kera ini
di pohon dan sebagian hidup di tanah. Daerah
Spesies : Macaca Maura penyebaran Sulawesi Selatan.

Sumber : Jasin, Maskoeri. 1996.


Binatang Makaka. Surabaya : Kebun Binatang
Surabaya Pusat Penelitian dan Pengembangan
bagian Pendidikan Edisi III.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 30


Monyet Ekor Panjang

Klasifikasi : DESKRIPSI :
Karakter pembeda: Tubuh tertutup rambut berwarna
coklat keabu-abuan.Warna ini di daerah punggung agak
Kingdom : Animalia gelap,sedangkan di daerah dada perut lebih terang.Jari-
jari kaki dan tangan masing-masing berjumlah 5 dan
sangat mudah digerakkan. Rambut diatas kepala tumbuh
Phylum : Chordata ke arah belakang, kadang-kadang membentuk jambul
dan rambut yang terdapat pada pipi menjurai di
Classis : Mammalia mukanya.Muka menonjol dengan warna keputih-
putihan. Pada jantan dewasa (Adult male), kuat serta
lebih agresif dan lincah. Memilki kantung zakar yang
Ordo : Primata besar. Pada betina dewasa (adult female) kelenjar
mammae berkembang dengan baik,glandula mamae
terdapat di dada,serta prilaku yang lebih tenang.
Family : Cercopithecidae Cara bergerak Monyet Ekor Panjang pada umumnya
adalah quadropedal (bergerak dengan menggunakan
keempat anggota badan). Selain itu, pergerakan juga
Genus : Macaca dilakukan dengan cara melompat, memanjat,
bipedalisme (gerakan dengan menggunakan dua kaki),
Spesies :Macaca fascicularis dan brakiasi (gerakan dengan dua tangan untuk
menggantung). Bipedalisme biasa terjadi saat tangan
memegang makanan, oleh karena itu Monyet Ekor
Sumber : Panjang dapat bergerak bebas di permukaan tanah
maupun di pepohonan.Biasanya hidup
http//:www.animalsdiversity.com berkelompok.Suka membersihkan kutu monyet
lainnya.Termasuk satwa yang memelihara anaknya.
Monyet ekor panjang tersebar di Indonesia, Thailand,
Malaysia, Filipina, Kamboja dan Vietnam. Sedangkan
untuk wilayah Indonesia tersebar di Kalimantan,
Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Timor
(Susanto, 1996; Supriatna, 2000).

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 31


BERUK

KLASIFIKASI DESKRIPSI :
Rambut beruk berwarna cokelat, menutupi seluruh
Kerajaan: Animalia tubuh kecuali pada bagian dorsal, rambut berwarna
Filum: Chordata putih. Rambut pada bagian kepala berwarna coklat
gelap sampai hitam. Bayi beruk yang baru lahir
Kelas: Mammalia berambut hitam dan berubah menjadi cokelat pada
umur tiga bulan. Terdapat garis merah pada masing-
Sub ordo: Haplorrhini masing ujung mata dan memanjang ke arah telinga.
Ordo : Primata Beruk berekor pendek yaitu 1/3 panjang tubuh. Ekor
melengkung ke atas dan ditutupi sedikit rambut seperti
Infra ordor: Simiiformes ekor babi. Pada beruk yang masih muda, ekor
menjuntai ke bawah. Berjalan (merangkak) di atas
Superfamili: Cercopithecoidea tanah maupun memanjat pohon dengan kedua pasang
Famili: Cercopithecidae kaki. Mereka bergerak secara berkala di tanah dan
lebih banyak menghabiskan waktu di pohon. Memiliki
Sub famili: Cercopithecinae dua pasang kaki, dengan kaki belakang yang lebih
panjang. Kukunya berwarna coklat. Iris warna cokelat,
Genus: Macaca
kelopak mata berwarna putih.
Spesies: Macaca nemestrina Perilaku :
Hidup di atas pohon (terestrial), namun banyak
Sumber : (Macaca nemestrina, menghabiskan waktu di tanah unruk mencari makan;
www.theprimata.com). dapat berenang.
Makanan :
Biji-bijian dan sayuran
Distribusi :
Beruk memiliki tersebar luas di seluruh Asia Tenggara.
Beruk dapat ditemukan di India timur laut, Cina
selatan, di Indonesia di Borneo (Kalimantan) dan
Sumatra, di Bangladesh timur, serta di Burma,
Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Mereka juga
ditemukan di Malaysia, baik di Semenanjung Melayu
dan di Kalimantan
Sumber : (Macaca nemestrina, www.theprimata.com).

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 32


Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 33
Simpai (Presbytis
LUTUNG melalophos)
HITAM

Klasifikasi : Deskripsi
Kingdom: Animalia
Karakter pembeda : Rambut penutup berwarna
Phylum: Chordata hitam sampai hitam keperakan, tangan dan kaki
Kingdom : Animalia berwarna
Deskripsihitam, daerah muka tidak berambut dan
Subphylum: Vertebrata berwarna hitam. Ada juga lutung hitam yang
Phylum : Chordata
Class: Mammalia berwarnaRambutmerah kepala
hingga berwarna
coklat, hal hitam
ini dengan
karena
munculnya gen resesif sehingga warna abu-abu
kulit wajah hitam juga. Rambut tubuh rambut
Subphylum : Vertebrata kecoklatan
Order: Primates yang nampakdengan sisi ventral
tidak berwarna hitamlebih
tetapiringan dari
berwarna
Class : Mammalia punggung.
merah hinggaRahang
coklat. mendalam
Saat masihdengan wajah
kecil rambut
Suborder: Haplorrhini pendek tubuh
penutup dan lebar,
lutungkulithitam
mukaberwarna
berwarna coklat.
hitam
Ordo : Primates
Family: Cercopithecidae namun daerah disekitar mata berwarna
Lutung jantan dan betina memiliki perbedaan yang putih.
Memiliki
terletak padajambul berwarna(selangkangan),
bagian “pelvik” hitam kecoklatan. yang
Subordo : Haplorrhini
Subfamily: Colobinae Pollex (ibu jari) pendek (Davies, 1991).sedangkan
Memiliki
mana pada betina berwarna putih pucat,
Family : Cercopithecidae ekor yang
jantan panjang
berwarna bicolored.
hitam. Herbivora
Pada bagian buah
perut dan
warna
Genus: Trachypithecus sayuran serta kacang-kacangan. Massa putih.
tubuh
rambutnya memudar menjadi berwarna
Subfamily : Colobinae auratus
Species: Trachypithecus rata-rata ekor
Memiliki untukyang simpai
panjang. jantan dewasaberwarna
Wajahnya adalah
sekitarsedikit
hitam 5,9 kilogram,
berambut.danPerutnya
bagi betinabesaradalah
dan
Genus : Presbytis sekitar 5,8 kilogram (Rowe, 1996). Spesies ini
menggantung kebawah, kaki lebih panjang dari
Species : Presbytis melalophos memiliki perut sacculated untuk
pada tangannya, ekor lebih panjang dari padamembantu dalam
pemecahan
panjang selulosa.
tubuh. Bayi memiliki
Makanannya sayurwarna
dan rambut
buah-
Sumber : http//:www.animalsdiversity.com
Nama daerah : simpai putih dengan
buahan, pisanggaris gelap di punggung
merupakan makanan dan di bahu
utamanya.
(Rowe, tangan
Memiliki 1996).Bergerak
dan kaki yang menggunakan
memiliki 5keempat
jari dan
anggota
pada badannya. jari
masing-masing Pergerakan
terdapat dilakukan
kuku. dengan
Sumber : http//:www.animalsdiversity.com berlari dan memanjat.
Perilaku : Merupakan primata dari paling aktif dari
Sangat sensitif
yang lainnya yang ada terhadapdi keadiran manusia.
Kebun Binatang
Jika didekati, dia akan langsung
Surabaya. Hidupnya berkelompok di pepohonan, berlari menjauh
dan mengeluarkan
tetapi pada habitat aslinya suara-suaralutung seperti orang
ini sangat
ketakutan.
pemalas, hidupnya di atas pohon.
DistribusiSimpai
: Daerah hanya tersebar di
penyebarannya Jawa,daerak
Bali,
Kalimantan.
Kalimantan dan sekitarnya. Mungkin saja primata
ini hewan endemik Indonesia karena
penyebarannya di Jawa, Bali, Kalimantan dan
sekitarnya.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 34


BEKANTAN
Nasalis Larvatus

Klasifikasi : Deskripsi
Kingdom : Animalia Karakter pembeda :
Phylum : Chordata
 Memiliki hidung besar
Class : Mamalia  Tubuh diselimuti rambut tebal, terutama
pundaknya berambut tebal seperti mantel
Ordo : Primata
Famili : Colobidae Perilaku : Hidupnya berkelompok, setiap satu
kelompok hanya terdiri dari satu spesies jantan
Genus : Presbytis saja. Bergelantungan dan melompat dipepohonan.
Spesies : Presbytis rubicund Dari data yang didapat dari petugas KBS, Biasanya
sehabis makan langsung tidur. Cara menarik
pasangan biasanya si betina memoncongkan
Sumber : http//:www.animalsdiversity.com bibirnya pada spesies jantan. Pada saat ada salah
satu betina yang melahirkan, betina lainnya
mengelilingi.

Distribusi : Hewan ini termasuk hewan endemik


Indonesia karena daerah penyebarannya di
Kalimantan.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 35


Simpanzea troglodytes

Kingdom : Animalia Deskripsi


Filum : Chordata Tinggi mencapai 130. Berat ± 75 kg. Rambut
pendek warna hitam. Sangat aktif dan cerdas.
Kelas : Mammalia Mempunyai suara yang berbeda-beda sebagai
Ordo : Primata bahasa primitive. Beranak satu ekor. Masa bunting
± 270 hari. Dewasa mulai umur 7 tahun. Hidup di
Famili : Hominidae daerah hutan tropis. Siang hari mengembara di
hutan dan malam harinya tidur diatas pohon.
Sub Famili : Homininae Makanan buah, daun dan sayur. Mencapai umur 40
Bangsa : Hominini tahun. Daerah penyebaran afrika tengah dan barat.
Bagian depan tangan rambut tipis dan berwarna
Sub bangsa : Panina abu-abu. Rambut di bagian wajah sedikit. Jari-jari
panjang. Kepala lebih kecil. Mulutnya moncong
Genus : Pan kedepan. Suara sangat keras. Testis sangat besar.
Spesies : Simpanzea troglodytes Cara berjalan, kaki menapak semuanya dan jari-jari
tangan menekuk. Jenis jantan lebih besar
disbanding betina.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 36


Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 37
Pongo pygmaeus

Klasifikasi Deskripsi
Kingdom : Animalia Karakter pembeda: Orangutan memiliki
kemiripan dengan sipanse. Karena kedua
Phylum : Chordata merupakan jenis kera manusia. Namun Orang
Subphylum : Vertebrata utan memiliki perbedaan dengan sipanse antara
lain ialah Orangutan memiliki tubuh yang besar,
Classis : Mamalia dengan berat tubuh 100kg, dan tinggi 100cm.
Warna rambut cokelat kemerahan dan lebat,
Ordo : Primata rambut pada bagian punggung lebih panjang
Famili : Hominidae namun rambut dibagian kepala lebih jarang, muka
dan telapak tangan tidak ditumbuhi rambut.
Genus : Pongo Bentuk kepala dan muka lonjong, pelipis mata
menonjol, lubang hidung 2 dan besar, tidak
Spesies : Pongo pygmaeus bertulang hidung , mata cekung berwarna hitam,
Linneaus, 1760 pipi bergelambir jika tua, mulut moncong.
Tangan lebih panjang daripada kaki. Pada bagian
Sumber: http://www.seaworld.org/animal- dada terdapat tonjolan tempat bermuara kelenjar
mamae. Jari ada 5 buah jari. 4 jari yang sama
info/info-books/orangutan/scientific-
panjang dan 1 jempol (ibu jari) yang lebih
classifications.htm pendek. Pada jari-jarinya terdapat kuku.
Perilaku: Gerakan lincah. Jika mau memanjat
menggunakan 4 jari tangan dan kakinya yang
dominan sedangkan ibu jari tidak berfungsi saat
memanjat, berjalan dan bergelantung. Jika lapar
dia akan menjulurkan tangannya dan
memoncongkan mulutnya.
Distribusi: merupakan fauna asli Indonesia yang
banyak dijumpai di kedalaman Pulau Kalimantan

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 38


OWA JAWA “Hylobates moloch”

Klasifikasi: Deskripsi
Owa Jawa memiliki tangan yang relatif lebih
• Kingdom : Animalia panjang dari kakinya. Tidak memiliki ekor.
Panjang tubuh jantan dan betina hampir sama,
• Filum : Cordata
yaitu sekitar 570-800 mm. berat tubuhnya kira-kira
• Subfilum : Vertebrata 4-8 kg. Warna rambut jantan dan betina sama,
yaitu abu-abu keperakan. Saat muda lebih pucat.
• Kelas : Mamalia
Rambut bagian dada berwarna lebih gelap dan
• Ordo : Primata terdapat bercak berwarna hitam dengan batas
berwarna pucat. Pada bagian wajah dikelilingi
• Family : Hylobatidae
rambut warna putih. Wajah berwarna hitam dengan
• Genus : Hylobates alis berwarna abu-abu seperti pada tubuhnya.
Makanan yang biasa dikonsumsi Owa adalah buah,
• Spesies : Hylobates moloch biji, bunga, dan daun muda. Namun sering juga
mereka memakan serangga kecil, seperti rayap,
Audebert, 1798 ulat, dll.
Owa ini hidup secara berkelompok kecil seperti
keluarga, yaitu jantan, betina, dan 1-2 anak yang
belum dewasa. Owa bersifat monogamus, yaitu
hanya mempunyai satu pasangan semasa hidupnya.
Sumber: Pada betina masa hamil antara 197-210 hari
dengan jarak kelahiran anak 3-4 tahun. Betina
http://mepow.wordpress.com/2009/04/21/owa- menyusui anaknya hingga 18 bulan. Perilaku Owa
jawa-permata-yang-tersisa-dan-terlupa/ yang lain adalah memperdengarkan suaranya untuk
memberitahukan daerah territorial keluarganya
pada kehadiran kelompok lain. Untuk mencari
makan Owa Jawa ini bergerak bersama
kelompoknya dan makan pada pohon yang sama.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 39


KERA BAJING “Samiri sciurius”

• Kingdom : Animalia Deskripsi


• Filum : Cordata Seluruh permukaan tubuhnya ditutupi oleh
rambut-rambut yang berwarna orange pada bagian
• Subfilum : Vertebrata tungkainya, berwarna putih pada bagian perut
• Kelas : Mamalia (ventral), berwarna abu-abu pada bagian dorsal
dan berwarna hitam kelam pada bagian ujung
• Subkelas : Theria ekornya. Tubuhnya kecil, ukuran ekorlebih
panjang daripada badan. Tubuhnya terbagi atas:
• Ordo : Primata Caput (kepala), truncus (badan), Tungkai (alat
• Super family: Ceboidea gerak) dan caudal (ekor).
Caput (kepala): tulang kepala yang besar, bentuk
• Family : Callithriciadal mata yang lebar dengan bola mata yang berwarna
hitam atau cokelat gelap, terdapat 2 buah lubang
• Genus : Saimiri hidungyang ditumbuhi oleh rambut berwarna
• Spesies : Saimiri sciurius hitam, sepasang telinga, dan mulut yang bergigi.
Truncus (badan): pada bagian ventral (dada)
terdapat papilla yang terletak dibagian dada
Sumber Klasifikasi: merupakan tonjolan yang merupakan tempat
bermuara kelenjar mamae, pada bagian ventral
Primate, Info net. 2010. Diakses melalui
caudal terdapat penis dan sepasan skrotum yang
merupakan kantung testis (jantan)dan terdapat
http://pin.primate.wisc.edu/factsheets/image/124, vagina (pada betina) yang terdiri atas bagian
pada tanggal 8 Desember 2010. vulva, labium, majus, dan clitoris.
Tungkai (alat gerak): memiliki empat tungkai yang
ditutupi rambut halus berwarna orange, yang
terbagi atas 2tungkai depan yang lebih panjang
dari tungkai belakang dan 2 tungkai belakang dan
merupakan hewan pentadactilus (5 jari).
Caudal (ekor): Ditutupi oleh rambut halus
berwarna abu-abu dengan ujung hitam, ekor tidak
dapat digunakan untuk memegang, pada saat tidak
digunakan ekor akan dilingkarkan dibahunya.
Habitat diihutan Tropis Amerika Tengah dan
Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 40
Selatan. Makanan berupa buah-buahan, kacang-
kacangan, dan serangga

ORDO RODENTIA

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 41


Karakter Pembeda Ordo Rodentia dengan Ordo Mamalia Lainnya

• Gigi seri pada rahang atas sepasang seperti pahat

• Memiliki duri di permukaan tubuh posterior

Ciri-ciri Ordo Rodentia

• Tubuh kecil

• Tungkai berjari lima

• Bercakar

Ordo Famili Spesies

Rodentia Hystricidae Hystrix javanica

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 42


Landak (Hystrix javanica)

Klasifikasi Deskripsi
Kingdom : Animalia Memiliki panjang tubuh 60 cm,badan dan ekor
Filum : Chordata tertutupi rambut yang termodifikasi seperti duri tajam
Kelas : Mammalia berfungsi sebagai senjata, pada bagian ventral duri
Ordo : Rodentia sangat halus. Karakter pembeda ordo : gigi seri pada
Famili : Hystricidae rahang atas sepasang seperti pahat. Perilaku : apabila
Genus : Hystrix landak diserang akan mempertahankan diri dengan
Spesies : Hystrix javanica mengangkat durinya, aktif pada malam hari (nocturnal)
dan siang hari tidur di lubang-lubang. Pakan : daun,
(Alamendah, 2009) buah, akar. Habitat : hidup di daerah berbatu dan
sering datang di daerah pertanian. Siklus hidup :
beranak 2-3 ekor dengan masa kandung 2-3 bulan.
Anak lahir dengan duri lunak dan kemudian mengeras
pada sepuluh hari. Hidup mencapai umur 20 tahun.
Daerah penyebaran : Jawa.

ORDO DIPRODOTONDIA

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 43


Karakter pembeda Ordo Diprodotondia dengan Ordo Mamalia Lainnya

• Hewan betina memiliki marsupilum

• Glandulla mammae dalam kantung

• Embrio tanpa placenta

Ciri Ordo Diprodotondia:

• Termasuk mamalia berkantung.

• Tingginya dapat mencapai lebih dari 2 meter.

• Ekornya lebih pendek daripada tubuhnya.

• Bergerak melompat dengan tungkai belakangnya.

• Tungkai depan berfungsi untuk memegang makanan.

• Perkembangan embrionik diselesaikan dalam kantung marsupial.

Ordo Famili Spesies

Diprodotondia Macropodidae Macropus agilis

( Walabi Tangkas)

Dendrolagus ursinus

(Tree kangaroo)

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 44


Macropus agilis
( Walabi Tangkas)

Massa : ±16 kg (35,2 lbs)

Klasifikasi : Deskripsi :
Kingdom : Animalia Kepala kanguru menyerupai tikus/kelinci. Monyong yang
Phylum : Chordata terdapat di bagian hidung lebih besar dan tak berbulu. Daun
Subphylum : Vertebrata telinga menyerupai telinga kelinci. Mempunyai 2 pasang alat
Class : Mamalia gerak yaitu kakii depan dan kaki belakang. Kaki depan berfungsi
Ordo : Diprodotondia sebagai tangan untuk memegang makanan. Sedangkan kaki
Subordo : Macropodiformes belakang berfungsi untuk meloncat, jalan, jongkok, dan duduk.
Family : Macropodidae Ukuran tubuh kanguru betina lebih besar daripada kenguru
Subfamily :Macropodinae jantan. Pada kanguru betina terdapat kantong yang berfungsi
Genus : Macropus untuk melindungi anaknya, bentuk perutnya lebih besar daripada
Spesies : Macropus agilis kanguru jantan. Glandula mammae terdapat di dalam kantong.
Bentuk ekor tebal bulat lancip memanjang, terdapat rambut-
rambut yang berfungsi sebagai alat keseimbangan pada waktu
lari.
Sumber :
animaldiversity.ummz.umich.edu/si Karakter pembeda spesies:
te/accounts/information/Macropus_ Dibandingkan dengan Dendrolagu ursinus, kaki depan lebih
agilis.html pendek daripada kaki belakang. Pada jari kaki belakang tidak
dilengkapi dengan cakar tetapi jarinya melebar karena sebagai
bentuk adaptasi untuk tumpuan pada saat meloncat. Warna bola
mata hitam. ukuran telinga lebih pendek. Ukuran moncong lebih
tumpul. dan ukuran cakar kaki depan lebih kecil.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 45


Perilaku :
Pada waktu makan bergerombol, tubuhnya jongkok dan kadang
duduk. Mereka tidur di kala siang yang hawanya panas. Setelah
melahirkan, anaknya berada di dalam kantung induknya. Pada
waktu duduk, kaki belakang ditekuk membentuk telapak kaki
yang panjang dan ekornya menyangga tubuhnya. Mereka hidup
dalam kelompok besar dipimpin oleh betina yang paling tua.
Peran pemimpin adalah memberi aba-aba disaat ada bahaya yang
mengancam kelompok mereka.

Distribusi :
Kanguru hidup di daerah terbuka, dekat dengan aliran sungai
dan padang rumput. Daerah penyebarannya Australia dan
Indonesia (Papua nugini).
sumber :
http://www.iucnredlist.org/apps/red Reproduksi
list/images/range/maps/40560.png
Kelahiran dapat terjadi setiap saat sepanjang tahun, tetapi
biasanya puncaknya antara bulan Mei dan Agustus. (ThinkQuest
Library, 2001) Musim kawin satwa ini diramaikan dengan
perkelahian pejantan, lama bunting 29 sampai 38 hari, akan
melahirkan anak pada bulan Januari, Pebruari dan Juli. Anak
yang dilahirkan sebesar kelingking jari manusia dan selalu 1 ekor
akan disusui hingga anaknya tumbuh mandiri. Anaknya
dibesarkan di dalam kantung selama 9 bulan.
Pakan
Di habitat aslinya kanguru mendapatkan pakan pada hari terang
dengan cara merumput, bagian dari tanaman yang dimakan selalu
tunas dan daun. Di Kebun Binatang Surabaya diberi pakan
berupa ketela rambat, sayuran seperti wortel, kangkung dengan
kuantitas kurang lebih 10% dari berat badannya.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 46


Dendrolagus ursinus

(Tree kangaroo)

Klasifikasi : Deskripsi

• Kingdom : Animalia Berwarna hitam pada punggungnya dengan bagian bawah atau
• Phylum : Chordata perut kecoklatan, muka berwarna sawo matang dengan pipi
• Subphylum : Vertebrata agak kemerahan dan keputihan. Kaki depan yang berfungsi
• Classis : Mamalia sebagai tangan lebih panjang daripada kaki belakang. Tidak
• Ordo : Diprodotondia
dijumpai bagian yang polos di pangkal ekor.Warna perut
• Famili : Macropodidae
• Genus : Dendrolagus selalu lebih muda dibandingkan daerah punggungnya.
• Spesies : Dendrolagus Memiliki cakar yang tajam dan panjang,telinga panjang dan
Ursinus berumbai, dan ekor panjang berwarna hitam dengan ujunng
ekor putih.
(Temminck, 1836)
Pakan : kulit pisang, rumput-rumputan, sayur-sayuran, dan
umbi-umbian (ketela rambat). Perkembangbiakan : Pada anak
kanguru dilahirkan secara prematur dan tanpa adanya
Sumber:
plasenta. Dalam lama kebuntingan sekitar 29-38 hari. Setelah
itu anak dilahirkan secara prematur, langsung merayap
menuju kantong si induknya, dan dalam kantung tersebut anak
Teksbook : Mamallia Dilindungi Perundang- kanguru di inkubasi dan di susui oleh induknya selama 9
Undangan Indonesia bulan. Biasanya hanya 1 ekor anak yang dapat dilahirkan.
setelah selama 9 bulan anak kanguru mulai bisa beradaptasi di
luar lingkungan kantong si induknya.
www.arkive.org
Karakter pembeda
www.iucnredlist.org
Ukuran dan alat gerak, dilihat dari ukuran panjang serta besar
kaki depan lebih panjang daripada kaki belakang. kaki
belakangdilengkapi dengan cakar yang tajam. warna rambut
yang menutupi badan, pada daerah punggung berwarna hitam
dan bagian perut kecoklatan. ukuran ekor, dari ukuran pangkal
ke ujung ekor ukurannya sama besar, lebih panjang daripada
Dorcopsis muelleri dan berambut lebat. warna mata cokelat,
ukuran telinga lebih panjang. Dan moncongnya lebih runcing.
Ukuran cakar depan lebih besar.

Perilaku
Keanekaragaman
sumber : Mamalia di Kebun Binatang
Jika hewanSurabaya 47
ini merasa terganggu maka dia bisa melompat dari
ketinggian 18 m ke tanah. Dan pergerakannya di atas pohon
www.iucnredlist.org/apps/redli
lebih aktif daripada sewaktu berada di permukaan tanah yang
st/images/range/maps/6434.p
bergerak lamban dengan meloncat.
ng
ORDO ARTIODACTYLA

Karakter Pembeda Ordo Artiodactyla dengan Ordo Mamalia Lainnya

• Kaki berteracak genap.

Ciri Ordo Artiodactyla :

• Terestrial – semi akuatik.

• Tungkai berjari sedikitnya sepasang, umumnya dua pasang.

• Tipe kaki paraxonik, dengan jari pertama tereduksi, jari kedua dan kelima mengecil,
dan jari ketiga dan keempat membesar, sehingga terlihat memiliki 2 pasang jari.

• Masing-masing jari berteracak.

• Gigi serenodont atau bunodont.

• Memiliki diastema yang memisahkan gigi anterior dan posterior, terutama di rahang
bawah.

• Mamae inguinal atau abdominal, dengan nipple palsu dan saluran tersebut membuka
pada pangkal saluran susu.

• Tulang astragalus menjadi tulang utama yang menahan beban tubuh.

• Semua artiodactyls memiliki tulang postorbital.

Ordo Family Spesies

Artiodactyla Suidae Sus verrosus (celeng goteng)

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 48


Babyrousa babyrussa (babi rusa)

Cervidae Axis kuhlii (rusa bawean)

Axis axis (rusa totol)

Cerfus unicalor (rusa sambar)

Muntiakus muntjak (kijang)

Giraffidalis Giraffa camelopardis (jerapah)

Bovidae Bison bison (bison)

Tragelapus spekeii (sitatungga)

Babulus depressicornis (anoa)

Bos javanicus (banteng)

Boselaphus tragocamelus (nilgai)

Camelidae Camelus dromedarius (unta punuk satu)

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 49


CELENG GOTENG

(Sus verrucosus )

Klasifikasi Deskripsi :

Kingdom : Animalia Sepintas bentuknya mirip dengan babi hutan biasa,


berbulu panjang dan kasar,moncongnya panjang, 2
Phylum : Chordata pasang taringnya tumbuh ke atas, ke samping, pada
moncongnya tumbuh bintil-bintil, beranak sampai 5
Sub Phylum : Vertebrata ekor dengan masa bunting 120 hari, hidup di daerah
Class : Mamalia hutan dan ditepi hutan dekat dengan perkebunan
dan ladang makanan meliputi daun, buah, akar,
Ordo : Artiodactyla serangga dan binatang kecil. Mencapai umur 25
tahun. Daerah penyebaran Jawa dan Madura.
Family : Suidae Kebiasan dari celeng goteng ini adalah berkubang,
seperti berkubang di dalam lumpur.
Subfamili : Suinae

Genus : Sus

Spesies : Sus Verrucosus

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 50


Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 51
Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 52
BABI RUSA
(Babyrousa babyrussa)

Teracak

Kepala dan taring

Klasifikasi Karakter pembeda :


Berbeda dengan spesies ordo yang lain dalam hal warna
Kingdom: Animalia
kulit abu-abu kusam.
Filum : Chordata
Perilaku :
Kelas : Mammalia
Pada pagi hari, Babi biasanya belum beraktivitas, dia
Ordo : Artiodactyla hanya tidur, hingga menjelang siang dia mulai melakukan
aktivitas makan. Biasanya makanan yang dikonsumsi
Famili : Suidae
seekor babi berupa ketela pohon 3 kg dan 1 kg kankung
Genus : Babyrousa dalam sehari. Jika berebut makanan antara babi yang satu
dengan babi yang lain maka mereka akan mengeluarkan
Spesies : Babyrousa babyrussa
suara-suara dengan saling bersahut-sahutan dan dengan
saling mengejar. Ketika akan kawin, babi rusa betina akan
bersuara keras dan babi rusa jantan mengendus-endus
(Linnaeus, 1758)
vulva babi rusa betina yang membengkak, berwarna
Sumber : kemerahan serta licin oleh cairan yang menyelimuti
vulvanya (terjadi ketika babi rusa betina birahi).
Alamendah. 2010.
http://alamendah.wordpress.com/2010/05/13 Distribusi :
Merupakan hewan endemik Indonesia yang berasal dari
/babirusa-hewan-endemik-sulawesi-
Sulawesi. Tersebar luas di sekitar Sulawesi bagian utara,
indonesia. Diakses tanggal 3 Desember 2010 tengah dan tenggara beserta pulau-pulau yang ada
disekitarnya.
pukul 13.10

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 53


RUSA BAWEAN

(Axis kuhlii)

Klasifikasi Deskripsi:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata Panjang ekor berkisar 20 cm berwarna coklat dan
Kelas : Mammalia keputihan dilipatan bagian dalamnya. Rambutnya
Ordo : Artiodactyla berwarna coklat pendek, kecuali pada bagian leher.
Sub ordo : Ruminantia Sekitar mata berwarna putih terang . Di sekitar
Infra ordo : Pecora mulut berwarna sedikit terang dibanding muka.
Famili : Cervidae Rambut yang tumbuh di telinga berwarna putih.
Sub family : Cervinae Memiliki ranggah yang bercabang pada rusa jantan,
Genus : Axis sedangkan pada betina tidak memiliki ranggah.
Spesies : Axis kuhlii Moncong berwarna hitam . Perilaku: ranggahnya
digosok-gosokkan di tanah atau kandang merupakan
(Bemmel, 1949) petunjuk bagi rusa betina akan adanya sang
jantan.Makanannya berupa umbi-umbian. Berjalan
menggunakan tumpuan kuku. Habitat asli tersebar
di Pulau Bawean.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 54


Rusa Tutul

(Axis axis)

Klasifikasi Deskripsi

Kingdom : Animalia Morfologi : Rusa jantan mempunyai ranggah


bercabang. Tubuhnya tertutup oleh bulu yang
Filum : Chordata berwarna coklat kemerahan dengan tutul-tutul
berwarna putih, yang tidak bertotol hanya di bagian
Kelas : Mammalia tertentu seperti di bagian dagu, bagian perut, dan
Ordo : Artiodactyla bagian kaki. Warna tutul-tutul tersusun tidak
tersebar akan tetapi membentuk seperti garis.
Subordo : Ruminantia
Karakter pembeda : moncong berwarna putih abu
Famili : Cervidae kemerahan. Bulu punggung berwarna coklat tua,
dengan tubuhnya ada tutul-tutul putih berbentuk
Subfamili : Cervinae garis. Bagian perut berwarna putih. Ukuran tubuh
lebih besar dari rusa bawean dan lebih kecil dari
Genus : Axis rusa sambar.
Spesies : Axis axis Perilaku : biasanya menggosok-nggosokkan
ranggahnnya ke tanah kemudian kakinya juga ikut
Goldfuss , 1820
menggali tanah tersebut. Satwa ini hidup
berkelompok, di dalam kelompoknya terdapat
beberapa rusa jantan, rusa betina dan anak-anak.

Pakan : Rumput dan daun. Akan tetapi di Kebun


Binatang Surabaya diberi makan ubi jalar.

Habitat : hutan muda, hutan kayu, tepian sungai ; di


wilayah India, Sri Langka, dan Nepal.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 55


Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 56
Rusa Sambar
Kijang
(Cervus unicolor)
(Muntiacus muntjak)

Klasifikasi Teracak Deskripsi Ranggah

Kingdom : Animalia Morfologi : bertubuh besar dan kuat, dengan warna


bulu kecoklatan, bulu panjang dan kasar, ekornya
Filum : Chordata lebar dan tebal, hidung berwarna gelap, tebal dan
basah.
Kelas : Mammalia
Karakter pembeda : moncong berwarna hitam, dagu
Ordo : Artiodactyla putih. Bulu hitam kecoklatan. Perut berwarna
Subordo : Ruminantia coklat. Ukuran lebih besar dari rusa tutul dan rusa
bawean.
Famili : Cervidae
Perilaku : Satwa ini hidup soliter, kecuali pada
Subfamili : Cervinae musim kawin. Aktif pada malam hari dan
bersembunyi pada siang hari. Perilaku rusa jantan
Genus :Cervus pada saat reproduksi mengikuti betina dari belakang
rusa betina
Spesies : Cervus unicolor
Pakan : Rumput, daun, buah.
( Kerr,1792)
Habitat : Daerah padang alang-alang, dekat air dan
dapat hidup pada ketinggian 600 m dari permukaan
laut.

Daerah penyebaran : Sumatra dan Kalimantan.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 57


KLASIFIKASI : Deskripsi:
Kingdom :Animalia Kijang bertubuh kecil, kijang jantan
Phylum :Chordata mempunyai ranggah, sedangkan betina tidak
Class :Mammalia mempunyai ranggah. Rambut pada tubuh
Ordo :Artiodactyla pendek, licin dan mengkilat. Warna tubuh
Subordo :Ruminantia coklat mengkilat. Telinga bagian dalam
Family :Cervidae berwarna putih kemerahan. Alis berwarna
Subfamily :Muntiacinae
hitam. Mata bulat hitam dengan kelopak mata
Genus : Muntiacus
Species : M. muntjak
yang khas. Hidung selalu basah dan bergerak-
gerak. Lubang hidung besar. Ekor kijang
tampak menarik dalam dua warna coklat dan
Adria Jackson, diakses pada
putih . Tipe kaki kijang teracak.
http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/search? Perilaku :
SearchableText=muntiacus Kijang mengeluarkan suara yang berderak-
%20muntjak&category=Classification derak, saat gelisah atau memanggil kijang
lainnya. Kijang jantan mengendus-endus bagian
caudal betina.
Habitat :
Di Indonesia, kijang dapat ditemukan di
Sumatera, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau,
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan

JERAPAH

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 58


(Giraffa camelopardis)

KLASIFIKASI : Deskripsi:

Jerapah mempunyai Ttngggi badan mencapai 6


Kingdom : Animalia
meter. Kaki dan lehernya panjang. Kaki memiliki
Phylum : Chordata kuku yang kuat yang berfungsi sebagai senjata,
sedangkan panjang leher bisa mencapai 1,5 meter
Class : Mammalia
dan hanya terdiri dari tujuh ruas tulang belakang
Ordo : Artiodactyla yang terpisah. Jerapah memiliki tanduk di atas
kepalanya. Jerapah terutama memakan daun-daun
Famili : Giraffidae
akasia dan dengan leher panjangnya mereka mampu
Genus : Giraffa meraih daun-daun muda yang segar di puncak
pohon yang tinggi. Periode kehamilan seeokor
Spesies : Giraffa camelopardis
jerapah adalah selama 15 bulan dan hanya bisa
melahirkan satu anak. Kulit jerapah memiliki pola
seperti tambalan berwarna cokelat.
Perilaku:
Berkelompok dengan populasinya.
Habitat:
Jerapah tinggal di padang rumput yang luas dan
hutan terbuka, di mana persediaan makanan selalu
ada setiap tahun. Sebagian besar jerapah tinggal di
Afrika Timur atau di Angola dan Zambia di Afrika

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 59


Barat Daya.

Bison bison

(Bison Amerika)

KLASIFIKASI :
DESKRIPSI
Kingdom : Animalia Karakteristik : Kepala sangat besar dengan
Filum : Chordata rambut yang lebat, Punuk besar, pinggul kecil dan
Kelas : Mamalia tidak berambut, tanduk pendek berwarna hitam,
Ordo : Artiodactyla terdapat jenggot di bawah dagu, ekor panjang
Famili : Bovidae dengan seberkas rambut di akhir
Genus : Bison
Spesies : Bison bison Perilaku : Diam dan tidak banyak bergerak

(http:www.nhptv.org/natureworks/americanbison) Distribusi : Bukan merupakan fauna asli Indonesia,


daerah penyebarannya di Amerika, khususnya
Amerika utara

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 60


Sitatunga

(Tragelaphus spekii)

Klasifikasi Deskripsi :
Habitat berada di rawa papyrus dan tepian
Kingdom : Animalia sungai. Pakannya rumput, daun, ranting dan
tumbuhan air. Perkembangbiakan: lama
Phylum : Chordata kebuntingan sekitar 245-258 hari, biasanya
1 ekor anak. Masa hidup: 20 tahum.
Class : Mamalia
• Struktur tubuh (morfologi):
Ordo : Artiodactyla • Kaki : mempunyai kaki 4 buah yang
mirip kaki kuda. Kaki semakin mengecil
Familia : Bovidae ke arah bawah.
• Bulu : mempunyai bulu warna coklat
Genus : Tragelaphus diseluruh tubuh dengan garis-garis
belang putih pada bagian punggung
hingga pantat, disekitar pangkal paha
Species : Tragelaphus spekii
atas terdapat berkas totol-totol putih tak
beraturan.
• Telinga : mempunyai telinga yang agak
panjang dengan daun telinga yang
mengarah ke atas.

• Kebiasaan:
• Cara makan :
menggunakan mulutnya dengan cara
menurunkan lehernya di dekatkan pada
makanan.

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 61


• Cara berjalan :
menggunakan keempat kakinya,
berseling, kaki kanan depan dan
belakang maju kemudian kaki kiri depan
belakang maju.
• Jenis Kaki: Unguligrad
ANOA DATARAN RENDAH

( Bubalus depressicornis )

Klasifikasi : Deskripsi :

Kerajaan : Animalia Secara umum, anoa mempunyai warna kulit mirip


kerbau,tetapi lebih pendek dan lebih kecil
Filum : Chordata ukurannya. Anoa dataran rendah mempunyai tanduk
yang lurus ke belakang serta meruncing dan agak
Kelas : Mamalia memipih. Tanduknya berjumlah 2 buah. Tubunya
ditutupi oleh rambut_rambut halus berwarna hitam
Ordo : Artiodactyla
Karakter pembeda : Tanduk berukuran kecil, lurus
Famili : Bovidae dengan bagian ujung
meruncing.
Genus : Bubalus
Perilaku : Berpindah-pindah dengan

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 62


Spesies : Bubalus depressicornis tenang dan lambat.

(H. Smith, 1827) Distribusi : Anoa dataran rendah ialah satwa


endemik Sulawesi.

Banteng
( Bos javanicus)

Klasifikasi Deskripsi :
Banteng Bos javanicus adalah hewan yang
Kerajaan : Animalia sekerabat dengan sapi. Banteng bertubuh besar dan
kuat. Tubuh banteng jantan lebih besar daripada
Filum : Chordata banteng betina. Banteng jantan memiliki warna
kulit coklat gelap sedangkan betina memiliki kulit
Kelas : Mammalia berwarna coklat kemerahan. Banteng memiliki
bagian putih pada kaki bagian bawah, pantat
Ordo : Artiodactyla berwarna putih, serta warna putih disekitar mata
dan moncongnya. telinga lebar. Mata hitam. Pada
Famili : Bovidae kepala terdapat tanduk. tanduk pada jantan panjang
melengkung ke atas sedangkan tanduk pada betina
Upafamili : Bovinae pendek yang mengarah ke dalam. Kepala banteng
besar dan lonjong. Termasuk hewan herbivora.
Genus : Bos Memiliki ekor yang panjang dan terdapat rambut
Banteng hidup dengan memakan rumput,
Spesies : B. javanicus bambu, buah-buahan, dedaunan, dan ranting muda.
Banteng umumnya aktif baik malam maupun siang
Alton, 1823 hari, tapi pada daerah pemukiman manusia, mereka
beradaptasi sebagai hewan nokturnal. Banteng
memiliki kecenderungan untuk berkelompok pada
Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 63
kawanan berjumlah dua sampai tiga puluh ekor.
Banteng (Bos javanicus) adalah hewan yang
sekerabat dengan sapi dan ditemukan di Myanmar,
Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Kalimantan,
Jawa, and Bali.
Karakter pembeda ordo : bertanduk

Nilgai
Nilgai Jantan Nilgai Betina
Boselaphus tragocameus

Teracak tipe unguligrade

Klasifikasi Deskripsi :

Ciri yang membedakan nilgai dengan ordo yang


Kingdom : Animalia
lainnya adalah ukuran kepala yang lebih kecil
daripada ukuran tubuhnya, terdapat rambut panjang
Phylum : Chordata dibagian leher atas sampai punuk dan di bagian
janggut.
Kelas : Mamalia
Tubuh tertutupi oleh mantel rambut berwarna
Ordo : Artiodactyla coklat, terdapat rambut panjang dibagian leher atas
sampai punuk, janggut bawah dan ujung ekor
Famili : Bovidae berwarna hitam, terdapat bercak putih dibawah
mata, ekor dalam sampai daerah pinggul, kaki
dalam dan pergelangan kaki, di daerah telinga
Genus : Boselaphus terdapat rambut berwarna putih. Ciri yang
membedakan antara nilgai jantan dan betina ialah
Spesies : Boselaphus tragocamelus tanduknya, pada nilgai jantan memiliki tanduk
sedangkan nilgai betina tidak memiliki tanduk.
( Pallas, 1766)
Nilgai di KBS hanya terdapat 12 ekor, 9 jantan, dan
3 betina. Habitat asli di hutan, tetapi di KBS

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 64


habitatnya di kandang terbuka dan berlumpur.

Prilaku nilgai di KBS tenang cenderung diam dan


tidak beraktivitas, pada siang hari sekitar Nilgai
tersebut makan, kemudian berlari-lari sekitar
kandang.

(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Nilgai)

UNTA

(Camelus dromedarius)

Foto kaki
unta

Foto kepala
unta
Foto unta di Kebun Binatang Surabaya

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 65


Klasifikasi unta : Deskripsi :
Kepala bulat dengan moncong kerucut. Mata sedang atau
Kingdom : Animalia besar, dengan rambut mata yang panjang. Terdapat suatu
lingkaran di sekitar hidung yang tidak berrambut. Lubang
Phylum : Chordata hidung dapat dibuka dan ditutup untuk menghindari
Sub phylum : Vertebrata masuknya debu. Daun telinga kecil dan agak panjang. Bibir
atas unta memiliki rambut dengan suatu lekukan, terbelah
Superclassis : tetrapoda dua dan terdapat alur dari tiap lubang hidung ke lekukan
tersebut. Gigi genap, antara 32-38 buah. Rongga dada dan
Classis : Mammalia leher dapat dipanjangkan. Memiliki satu punuk. Ekor agak
pendek dan nampak sedikit menggembung
Ordo : Artiodactyla
Jari genap, jari ketiga dan keempat disatukan oleh
Familia : Camelidae bantalan daging tebal dan tertutup kuku. Memiliki bantalan
tanduk pada dada dan lutut. Kaki panjang dengan telapak
Genus : Camelus
kaki tebal, lebar dan berselaput. Dibelakang jari ada
Spesies : Camelus dromedarius kampalan kenyal. Rambut agak pendek berwarna coklat,
kecuali rambut didaerah kepala, tenggorokan, pantat dan
ujung ekor. Rambut pada punggung dan punuk gimbal.
Ekor agak pendek dan nampak sedikit menggembung.
Sumber : id.wikipedia.org
1. Perilaku
Unta jantan suka berkelahi selama musim kawin
dan menggigit dengan ganas bila mereka berkelahi. Hidup
berkelompok terdiri dari satu atau dua jantan dan tiga
sampai lima betina. Pada waktu unta telah melahirkan
anaknya begitu lahir dijilati dahulu dengan maksud untuk
membersihkan tubuh anaknya dari kotoran dan
mengalirkan peredaran darah.

Bagi unta jantan, pada waktu masa birahi mulutnya


berbuih, nafsu makannya berkurang, ekor dilekatkan pada
perut sehingga sering kencing, mengalami pembengkakan
pada langit-langit rongga mulut. Pembengkakan ini
menimbulkan rasa sakit sehingga unta jantan meraung-
raung. Masa birahi unta jantan selama 3 bulan. Musim
kawinnya pada musim hujan/musim dingin. Masa
kehamilannya diperpanjang selama 1 tahun yaitu pada
musim hujan berikutnya. Mampu menempuh jarak 80 km
dalam 1 hari dan dalam 5 hari dapat menempuh jarak 400
km dengan kecepatan rata-rata 4 km/jam. Memiliki
lambung penyimpan air sehingga tahan tidak minum dalam
waktu yang cukup lama. Dalam mempertahankan diri unta
menggunakan tendangan dan sepakan atau pukulan dan
gigitan.

2. Pakan
Unta menyukai dari jenis-jenis pakan seperti
rumput-rumputan dan bagian dari tanaman yang masih
muda. Di Kebun Binatang Surabaya diberi pakan berupa
rumput kolonjono, daun kacang, ketela rambat, nasi dan
katul yang ditambah garam. Kuantitas pakan yang

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 66


diberikan kira-kira 10% dari berat badannya.

3. Distribusi
Terdapat di daerah gurun gobi (Cina) dan gurun
pasir takla makan (Kaschgaria, Rusia). Unta ini telah
didomistikasi di benua Australia.

CELENG GOTENG

(Sus verrucosus )

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 67


Klasifikasi Deskripsi :

Kingdom : Animalia Sepintas bentuknya mirip dengan babi hutan biasa,


berbulu panjang dan kasar,moncongnya panjang, 2
Phylum : Chordata pasang taringnya tumbuh ke atas, ke samping, pada
moncongnya tumbuh bintil-bintil, beranak sampai 5
Sub Phylum : Vertebrata ekor dengan masa bunting 120 hari, hidup di daerah
Class : Mamalia hutan dan ditepi hutan dekat dengan perkebunan
dan ladang makanan meliputi daun, buah, akar,
Ordo : Artiodactyla serangga dan binatang kecil. Mencapai umur 25
tahun. Daerah penyebaran Jawa dan Madura.
Family : Suidae Kebiasan dari celeng goteng ini adalah berkubang,
seperti berkubang di dalam lumpur.
Subfamili : Suinae

Genus : Sus

Spesies : Sus Verrucosus

DAFTAR PUSTAKA

http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/classification/Mammalia.html#Mamma
lia

Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 68


Keanekaragaman Mamalia di Kebun Binatang Surabaya 69