Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM ZOOLOGI II

MAMMALIA













Nama : Andisa Shabrina
No. Reg : 3425122214
Kelompok : 7


Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Jakarta
2012
PRAKTIKUM V
MAMMALIA

I. TUJUAN
1. Mempelajari ciri-ciri Mammalia yang penting untuk identifikasi
2. Mengetahui morfologi dari Mammalia
3. Mengetahui morfometri dari Mammalia
4. Mengetahui teknik mengamati Mammalia
5. Dapat mengindentifikasi jenis-jenis mamalia yang diamati.

2. LANDASAN TEORI
Mammalia merupakan salah satu kelas dari kingdom animalia yang memiliki
sejarah evolusi hampir sempurna dibandingkan dengan kelas yang yang lain. Mammalia
adalah organisme yang memiliki kelenjar susu (glandula mammae) yang dapat
menghasilkan susu dan memiliki daun telinga untuk membantu pendengaran. Mammalia
juga mempunyai rambut yang menutupi seluruh bagian tubuhnya (Kant, 2001).
Glandula mammae pada beberapa mammalia sangat membantu dalam pengenalan
jenisnya, biasanya tersusun berpasangan, terletak di daerah pectoral atau di daerah pelvis.
Berderet kelompok, satu kelompok di daerah pectoral, satu kelompok di daerah pelvis,
atau berderet , memanjang dari pectoral sampai pelvis (Tim Dosen, 2010).
Mammalia merupakan kelompok tertinggi derajatnya dalam dunia hewan.
Termasuk didalam kelas ini adalah: tikus, kelelawar, kucing, kera, ikan paus, kuda,
kijang, manusia, dan lain-lain. Hampir semua tubuhnya tertutup dengan kulit yang
berambut banyak atau sedikit dan berdarah panas (homoiotherm). Sebutan mammalia
berdasarkan adanya kelenjar mamae pada hewan betina untuk menyusui anaknya yang
masih muda. Pengasuhannya terhadap anaknya berkembang baik sekali dan puncaknya
terdapat pada manusia. Mammalia hidup diberbagai habitat mulai dari kutub sampai
daerah ekuator, dari dasar laut sampai hutan lebat dan gurun pasir. Banyak yang hidup
secara nocturnal dan banyak juga yang hidup secara diurnal. Species tertentu sebagai
hewan buas yang diburu, spesies lainnya jinak. Beberapa pemakan daging (carnivora),
sebagai hewan pengerat, sebagai pemakan biji-bijian dan buah-buahan, dan beberapa
sebagai sumber penyakit. Hewan ternak mammalia adalah penting sekali bagi manusia
sebagai bahana makanan, bahan pakaian dan alat transport (Jasin, 1984).
Sebagian besar tubuh mammalia memiliki bagian utama yaitu caput
(kepala), truncus (badan), cauda (ekor) dan extrimitas liberae (alat gerak). Pada bagian
caput terdapat auriculae (telinga), porus acusticus externa, organon visus, nares (lubang
hidung), fibrisae dan rima oris. Auricularae telah berkembang dengan sempurna
memiliki daun telinga yang membantu untuk proses pendengaran. Organon visusnya
terdapat palpebra superior (pelupuk mata atas) dan inferior (pelupuk mata bawah), selain
itu juga terdapat plica semilunaris yang terletak di sudut mata sebelah medial. Rima oris
dibatasi oleh labium superius, serta terdapat palantum durum (langit-langit keras) dan
palantum molle (langit-langit lunak). Rima oris pada Rattus norvegicus terdapat insisivus
(gigi seri) yang termodifikasi sebagai hewan pengerat (Radiopoetra, 1996).
Secara umum tubuh mamalia dapat dibedakan atas warna bagian dorsal dan
bagian ventral. Pada umumnya warna bagian dorsal lebih gelap daripada warna bagian
sisi ventral. Beberapa mamalia memiliki pola warna tertentu, yang perlu diperhatikan
dalam hal ini yaitu apakah pola warna itu tersusun oleh belang-belang, bercak-bercak,
atau bintik-bintik. Pola warna ekor sangat penting artinya untuk pengenalan hewan yang
bersangkutan. Ekor sering mempunyai dua warna yang susunannya berbeda-beda,
misalnya satu warna di bagian pangkal dan warna lain di bagian ujung, atau satu warna di
bagian dorsal dan warna lain di bagian ventral (Tim Dosen, 2010).
Bentuk dan struktur gigi mammalia berkaitan dengan fungsinya, sedangkan fungsi
gigi berkaitan dengan jenis makanannya dan cara makannya. Jumlah dan bentuk gigi
sangat penting dalam identifikasi, pada dasarnya mammalia memiliki gigi heterodont
(kecuali pada cetacean). Tipe-tipe gigi yaitu (Tim dosen, 2010):
1. Tipe binodont, pada hewan omnivore
2. Tipe secodont, pada hewan karnivora
3. Tipe lephodont, pada hewan logomorpha dan rodentia
4. Tipe selenodont, pada hewan artiodactyla
Anggota gerak pada mammalia adalah kedua pasang anggota gerak (kaki depan
dan kaki belakang) terdiri dari 3 komponen utama yaitu segmen proximal, segmen tengah
dan segmen dental. Alat gerak ini banyak mengalami penambahan sesuai dengan cara
hidupnya. Kaki depan terdiri dari humerus, radius ulna, carpal, metacarpal serta
phalanges (Tim Dosen, 2010).
Mammalia umunya mempertahankan suhu tubuh yang tinggi dan memiliki kisaran
suhu tubuh sekitar 36-38 C untuk sebagian besar mammalia. Mempertahankan suhu
dalam kisaran yang sempit ini memerlukan kemampuan untuk secara ketat
menyeimbangkan laju produksi panas metabolism dengan laju kehilangan panas atau
perolehan panas dari lingkungan luarnya. Laju produksi panas dapat ditingkatkan melalui
satu atau dua cara: dengan meningkatkan kontraksi otot (dengan cara bergerak atau
menggigil) atau dengan kerja hormone yang meningkatkan laju metabolisme dan
produksi panas disebut termogenesis tanpa menggigil (nonshivering thermogenesis)
(Campbell, 2004).
Adapun ciri-ciri khusus dari kelas mammalia yaitu (Adeng, 2007):
1. Tubuhnya biasanya diliputi bulu atau rambut yang lepas secara periodic.
2. Kulitnya banyak mengandung kelenjar, yaitu kelenjar sebacius, keringat, bau dan
susu.
3. Cranium atau tempurung kepala memiliki occipitale condyle.
4. Tulang lehernya biasanya terdiri atas 7 ruas.
5. Ekor biasanya panjang dan dapat digerak-gerakkan.
6. Memiliki empat anggota atau kaki (kecuali anjing laut dan singa laut tidak memiliki
kaki belakang, masing-masing kaki memiliki kurang lebih 5 jari yang bermacam-
macam yang disesuaikan dengan keperluan berjalan, lari, memanjat, membuat lubang,
berenang atau meloncat, jari-jari berkait tanduk atau berkuku atau berteracak dengan
bantalan-bantalan daging.
7. Jantung sempurna terbagi atas empat ruangan (dua auricular, dua ventricular),
pernapasannya hanya dengan paru-paru. Laring mempunyai tali suara, memiliki
vesica urinaria dan hasil ekskresi berupa cairan urine.
8. Terdapat 12 pasang saraf kranialis.
9. Suhu tubuh endotermis (homoistermis).
10. Jantan dengan organ kopulasi (penis).
11.
3. ALAT BAHAN
- Benang - Marmut (Cavia cobaya)
- Kertas lembar pengamatan
- Buku kunci identifikasi
- Pensil dan penggaris
- Kamera

4. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan.
2. Menaruh hewan yang akan diamati dalam toples berisi alcohol sampai dalam keadaan
tertidur.
3. Mengambil hewan yang akan diamati dari dalam toples.
4. Meletakkan hewan tersebut diatas papan bedah/papan tatakan.
5. Mengamati bagian morfologi tubuhnya dan melakukan pengukuran bagian-bagian
tubuhnya dari bagian anterior sampai posterior.
6. Mencatat hasil pengukuran dan menggambarnya.

5. HASIL
Pengukuran dilakukan secara morfometri menggunakan benang dan penggaris
untuk mengukur. Dari pengamatan yang dilakukan, didapat hasil sebagai berikut :
1. Gambar morfologi Mammalia lengkap dengan bagian-bagiannya














2. Morfometri Mammalia
Jenis
morfometri (cm)
Cavia cobaya
Panjang kepala-badan 17,5
Panjang ekor 4
Panjang kaki depan 4,5
Panjang kaki belakang 4
Panjang telinga 3
Panjang/lebar mata 1,3

3. Deskripsi
Pola warna tubuh
Bagian kepala coklat dan belang hitam dibagian mata dan pipi, badan dan ekor
berwarna hitam bercak coklat. Di bagian ventral lebih terang dibandingkan pada
bagian dorsal.
Ukuran tubuh : kecil, 16 cm.
Tipe gigi : bilophodont
Glandula mammae : di bagian pelvis
Rumus gigi : i 1/1, c 0/0, p 2/1, m 3/3. (Tamam, 2010)
4. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Class : Mammalia
Subclass : Placentalia
Order : Rodentia
Suborder : Simplicidentata
Family : Caviidae
Genus : Cavia
Species : Cavia cobaya

6. PEMBAHASAN
Dari hasil praktikum yang kelima tentang kelas Mammalia. Kami mengamati
morfologi dari Cavia cobaya (Marmut). Pada bagian kepala (caput) terdapat rima oris
(celah mulut) yang dibatasi oleh labium (bibir) dan terdiri dari labium superior (bibir atas)
dan labium inferior (bibir bawah). Di atas mulut terdapat nares anteriores (lubang hidung
luar) yang merupakan dua celah condong. Organon visus (mata) dilindungi oleh kelopak
mata atas (pelpebrae superior atau frontalis) dan kelopak mata bawah (palpebrae inferior).
Di sekitar moncong dan mata terdapat vibrissae berupa rambut-rambut kasar dan panjang.
Umumnya memiliki rambut halus, membrane nictitans pindah di sudut dekat hidung dari
biji mata atau sering sudah disebut pilica seminularis. Di belakang organon visus terdapat
pinna auricularis (daun telinga) sebagai corong dari porus acusticus externa (lubang
telinga luar) yang selanjutnya ke alat pendengar.
Bagian badan (truncus) terdiri atas dada, dan bagian perut. Pada bagian perut di
daerah lipatan paha terdapat sepasang puting susu. Bagian-bagian yang lain yaitu:
Anus, merupakan lubang pelepasan dari saluran pencernaan makanan.
Lekuk perineum, terletak di depan anus. Tempat bermuaranya kelenjar perineum yang
gatahnya berbau khas dalam merangsang birahi (hedonic).
Pada hewan betina terdapat vulva, yaitu daerah alat kelamin betina externa yang
dibatasi oleh labium mayor dan labium minor, terdapat clitoris, yang merupakan penis
yang rudimenter dan pada kepalanya terdapat lubang urine yang disebut orificium
clitoridae, lubang vagina, tempat masuknya penis pada waktu kopulasi yang tentang
lewatnya bayi pada saat melahirkan.
Pada hewan jantan, di daerah perineum terdapat: penis, sebagai alat kopulasi. Ujung
penis disebut kepala penis yang ditutupi oleh kulit lepas yang disebut preputium. Pada
ujung kepala penis terdapat lubang untuk urine dan sperma yang disebut orificium
urethrae. Scrotum atau kantung testis baru tampak jelas bila dilakukan pemijitan pada
bagian lateral penis ke arah posterior.
Cavia cobaya memiliki anggota gerak depan (extremitas anterior atau cranialis)
yang berjari empat dan anggota gerak belakang (extremitas posterior atau caudalis) yang
berjari 3.
Extremitas cranialis terdiri dari:
- Brachium (lengan atas) berupa humerus.
- Antibracium (lengan bawah) berupa radius dan ulna.
- Manus (tangan) berupa digiti yang berupa ossa carpalia (tulang pergelangan
tangan), ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) dan phalangus (ruas jari-jari).
- Cingulum pelvicus berupa tulang pinggul yang menempel secara kokoh ada
sacrum dan masing-masing setengah tulang pinggul itu terdiri atas: os ichium
(sebelah posterior) dan os pubic (sebelah ventral). Pertemuan ketiga tulang itu
membentuk manglokan yang terkenal sebagai anterior dorsalis bersatu secara
senyawa, disebelah ventral dibagian vertebrae.
Extremitas caudalis terdiri dari:
- Femur sebagai tungkai atas,
- Crus sebagai tungkai bawah terdiri atas tulang tibia dan fibula
- Pes (kaki) terdiri atas ossa tersalia (tulang pergelangan tangan), ossa metacarpalia
(telapak kaki) dan phalangus (ruas jari-jari). Jari ada yang berfucula (cakar) dan
berunggula (telacak).
Untuk membedakan marmut betina dan jantan adalah dengan memperhatikan
adanya tonjolan skrotum pada jantan. Selain itu, glandula mammae pada betina lebih jelas
dibandingkan pada jantan.

7. KESIMPULAN
1. Tubuhnya diliputi oleh kulit yang berambut. Cavia cobaya mempunyai telinga yang
pendek dan memiliki ekor yang pendek.
2. Masuk dalam kelas mamalia karena memliki sepasang glandula mammae pada bagian
badan ventral pelvis
3. Tubuh Cavia terdiri dari caput (kepala), cerviks (leher), truncus (badan), ekstrimitas
anterior (kaki depan) yang mempunyai 4 jari, ekstrimitas posterior (kaki belakang)
yang mempunyai 3 jari dan caudal yang tumbuh rudiment.
4. Cavia cobaya digolongkan sebagai hewan pengerat yang memakan tumbuh-tumbuhan
dan memiliki gigi pemotong seperti pahat yang berguna untuk memotong dan
mengerat.
5. Membrana nictitans terdapat pada sudut mata. Lubang telinga luar dilengkapi dengan
daun telinga. Struktur kelenjar susu terletak di lipatan paha, alat-alat kelamin luar dan
tungkai terdapat pada badannya. Tungkai depan berjari tiga dan tungkai belakang
berjari empat.



DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A, Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. 2004 Biologi Jilid 3. Jakarta:
Erlangga.
Jasin, Maskoeri. 1984. Zoologi Vertebrata. Surabaya: Wijaya utama.
Kant, G. C., R. K. Carr.2001. Comparative of the Anatomy Vertebrates Ninth Edition. New
York: Mc Graw Hill Companies Inc.
Radiopoetra. 1996. Zoology. Erlangga: Jakarta.
Slamet Adeng dan Madang Kodri. 2007. Zoologi Vertebrata. Indralaya.
Tim Dosen. 2010. Penuntun Praktikum Zoologi II. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

LAMPIRAN

































Tubuh marmut
Bagian kepala
Gigi bilophodont
a. Mata
b. Telinga
c. Tungkai depan
Tungkai belakang