Anda di halaman 1dari 9

Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari

Tutorial 1
Reduksi ke Bidang Datar
1. Buka software MATLAB, klik Open bidtar.m

2. Akan muncul jendela editor seperti di bawah ini. Klik ikon Run atau tekan F5.

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari

3. Kemudian akan muncul jendela dari program TO PLANE TRANSFORM.

4. Klik tombol Open pilih Exercise_Gravity_Reduktar_Kontinuasi.txt.

5. Pada kolom Grid Size, isi nilai spasi antar titik. X spacing adalah nilai jarak mendatar antar titik dalam meter. Y
spacing adalah nilai jarak tegak antar titik dalam meter. Kemudian klik Calculate, maka program akan
menhitung nilai h sesuai syarat persamaan Dampney dan menghitung nilai z lebih dari elevasi titik ukur
tertinggi.

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari
6. Isi Transformation Parameter berdasarkan Boundary Condition yang telah dihitung. Ekuivalent Depth adalah
h, Height of Plane adalah z. Pada saat mengisi z tuliskan tanda minus ( - ). Tuliskan juga toleransi perhitungan
dan iterasi maksimum. Kemudian klik Transform...!!!.

7. Akan nampak dua buah plot. Reduktar bisa dikatakan berhasil apabila nilai anomali tidak berbeda jauh dengan
anomali di topografi serta anomali di bidang datar memiliki grid yang lebih smooth dibandingkan dengan
anomali di topografi. Jika pola anomali di bidang datar mendekati pola toporgafi maka dapat dikatakan bahwa
benda anomali memiliki peran dalam pembentukan topografi di suatu daerah.

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari
8. Untuk menyimpan hasil reduktar klik tombol Save.

9. Plot data tersebut pada software Surfer dan beri keterangan peta yang lengkap.

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari
Tutorial 2 :
Upward Continuation
1. Buka software Oasis Montaj. Buat project baru. Import data hasil reduksi ke bidang datar.

2. Klik GX Load Menu. Pilih magmap.omn.

3. Grid data yang telah diimport. Klik Grid Gridding Krigging Dialog Controls...

4. Isi Channel to grid dengan label anomali. Beri nama file hasil gridding. Akan muncul dialog box seperti di
bawah ini :

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari
5. Hasilnya adalah sebagai berikut :

6. Untuk membuat file preprocessed sebelm proses kontinuasi Upward Continuation, klik Interactive Filtering
Prepare Grid. Isi dialog box yang muncul pada bagian output grid file. Parameter lain tetap default.

7. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari
8. Selanjutnya lakukan proses FFT dengan klik Interactive Filtering Forward FFT. Input file adalah file hasil
preprocessed sebelumnya.

9. Selanjutnya lakukan proses Radial Average Spectrum dengan klik Interactive Filtering Radial Average
Spectrum. Input file adalah file hasil preprocessed sebelumnya.

10. Selanjutnya lakukan proses Interactive Spectrum Filters dengan klik Interactive Filtering Interactive
Spectrum Filters. Input file adalah file hasil Radial Average Spectrum sebelumnya.

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari
11. Muncul dialog box berikut. Pilih Filter Number 1st Filter, Filter Name Upward Continuation Filter.
Variasikan Continuation distance hingga hasil Filtered grid menjadi Smooth.

12. Untuk menggunkan filter, klik Interactive Filtering Apply Filter. Isi nama file hasil outputnya,

13. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Praktikum Nonseismik 2015


Metode Gravitasi Anas Setyo Handaru & Sekar Dirgantari
14. Untuk melakukan pemisahan anomali, dapat dilakukan dengan mengurangkan anomali di bidang datar dengan
anomali regional hasil Upward Continuatian. Klik Grid Expressions Substract Grid. Isi dialog box dengan
First input grid adalah anomali di bidang datar, Second input grid to subtract from first adalah hasil kontinuasi.

15. Hasil anomali lokal adalah sebagai berikut :

Praktikum Nonseismik 2015