LAPORAN
KEGIATAN PRAKTEK LAPANGAN
PELATIHAN AGRIBISNIS PETERNAKAN ITIK
BAGI PETUGAS
ANGKATAN II
OLEH :
KELOMPOK III
N Nama Tanda Tangan
o
1 Sri Hartati 1.
2 Waryuliati 2.
3 Diyan Artanto 3.
4 Sukiran 4.
5 Wiwik 5.
6 Murwanto 6.
UPTD BALAI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PERTANIAN ( BPSDMP )
YOGYAKARTA
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya,
sehingga penyusunan laporan Pelatihan Agribisnis Peternakan Itik Angkatan II bagi petugas
dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas sebagai peserta Pelatihan Agribisnis
Peternakan Itik yang merupakan wujud dari hasil pelatihan yang diselenggarakan pada
tanggal 15 s/d 22 Maret 2017 di UPTD Balai Pengembangan SumberDaya Manusia
Pertanian (BPSDMP) Yogyakarta, dalam rangka peningkatan pengetahuan dan ketrampilan
petugas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat petani peternak perseorangan atau
kelompok.
Tentu saja laporan ini masih jauh dari sempurna dan banyak kekurangan, oleh karena
itu kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata semoga laporan ini dibuat dapat memberikan manfaat bagi orang lain atau
bagi yang membutuhkannya.
Yogyakarta, 22 Maret 2017
Penyusun
Kelompok III
D AFTAR I S I
Halaman
KATA PENGANTAR .............................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................. ii
I. PENDAHULUAN .............................................................. 1
a. Latar Belakang .............................................................. 1
b. Tujuan .............................................................. 2
II. PENYELENGGARAAN .............................................................. 3
a. Lokasi Kegiatan .............................................................. 3
b. Waktu Pelaksanaan .............................................................. 3
c. Teknis Pelaksanaan 3
..............................................................
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
.............................................................. 6
a. Permasalahan .............................................................. 6
b. Upaya Pemecahan Masalah .............................................................. 6
IV. PENUTUP .............................................................. 7
a. Kesimpulan .............................................................. 7
b. Saran .............................................................. 7
LAMPIRAN FOTO KEGIATAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sektor peternakan hingga kini masih tetap memiliki peranan yang strategis
dalam pembangunan sektor peternakan nasional, baik pertumbuhan ekonomi maupun
pemerataan pembangunan. Salah satu kebijakan pemerintah dalam pembangunan sub
sektor peternakan di Indonesia adalah upaya untuk mencukupi kebutuhan pangan
termasuk kebutuhan akan protein hewani yang semakin meningkat seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat untuk memperbaiki gizi
khususnya protein hewani. Kandungan gizi hasil ternak dan produk olahannya sampai
saat ini diketahui mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan dengan kandungan
gizi asal tumbuhan. Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan peternakan untuk
memenuhi kebutuhan gizi maka pembangunan peternakan saat ini telah diarahkan pada
pengembangan peternakan yang lebih maju melalui pendekatan kewilayahan,
penggunaan teknologi tepat guna dan penerapan landasan baru yaitu efisiensi,
produktivitas dan berkelanjutan, disamping memberi peluang usaha dalam rangka
pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ternak itik merupakan salah satukomoditi unggas yang mempunyai peran cukup
penting sebagai penghasil telur dan daging untuk mendukung ketersediaan protein
hewani yang murah dan mudah didapat. Di Indonesia, itik umumnya diusahakan
sebagai Penghasil telur namun ada pula yang diusahakan sebagai penghasil daging.
Peternakan itik didominasi oleh peternak dengan sistem pemeliharaan yang masih
tradisional di manaitik digembalakan di sawah atau di tempat-tempat yang banyak
airnya, namun dengan cepat mengarah pada pemeliharaan secara intensifyang
sepenuhnya terkurungUsaha peternakan itik memiliki prospek usaha yang cukup
potensial untuk dikembangkan maupun untuk dipasarkan, baik usaha pokok maupun
sebagai usaha sampingan, sehingga sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan
dan taraf hidup masyarakat. Usaha peternakan itik telah lama dikenal masyarakat.
Model peternakan itik kebanyakan menggunakan cara tradisional yang skala
pemeliharaannya kecil dan model pemberian pakan yang mengandalkan pakan alami.
Saat ini berkembang bisnis ternak itik untuk pemenuhan kebutuhan daging dan untuk
kebutuhan telur yang sudah ada sebelumnya. Seiring dengan semakin tumbuh warung
makan serba bebek, kebutuhan bebek pedaging tidak kalah banyak dengan bebek
petelur. Selain itu pemenuhan daging itik dari itik afkir saat ini sudah tidak mencukupi
lagi. Prospek dari usaha pemeliharaan itik petelurpun cukup baik mengingat konsumsi
telur dari tahun ke tahun terus meningkat, pemeliharaannya sudah mengarah pada semi
intensif maupun kearah intensif.
B. Tujuan
Tujuan diklat untuk meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian dalam
agribisnis peternakan itik sesuai dengan pengalaman dan standar operasional prosedur.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Lokasi Kegiatan
Kegiatan Materi Pelatihan Agribisnis Peternakan Itik dilaksanakan di BPSDMP dari
tanggal 15-17 Maret 2017. Materi yang diberikan antara lain :
1. Kebijakan Pengembangan Ternak Itik
2. Dinamika Kelompok
3. Perkandangan (induk,bibit, penetasan)
4. Pengendalian Penyakit, Pencegahan, Penanganan dan Pengobatan.
5. Pembesaran Itik
6. Penguatan Kelembagaan Kelompok
7. Permodalan Kelompok Peternak Itik
8. Penyusunan Formulasi Pakan Itik Petelur dan Penggemukan
9. Analisis Bahan Pakan
10. Identifikasi Masalah dan Perencanaan.
Kegiatan Praktek Lapangan Pelatihan Agribisnis Peternakan Itik dilaksanakan di
1. Kelompok Ternak Itik Samiran Bantul
2. Kelompok Gurun Sahara Bogoran, Trirenggo, Bantul
B. Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Praktek Lapangan Pelatihan Agribisnis Peternakan Itik bagi Petugas
dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 Maret 2017
C. Teknis Pelaksanaan
1. Kelompok Ternak Itik Samiran
Kelompok Ternak Samiran didirikan oleh Bapak Madyo. Kelompok ini
berlokasi di Samiran,Parangtritis Bantul. Khususnya secara pribadi usaha mandiri
bebek bapak Madyo di samiran sudah berjalan selama 30an tahun.Usaha mandiri
bapak madyo berdiri pada tahun 1980an. Usaha pada saat ini sudah mulai dari
hulu sampai hilir, namun memang tidak ada penetasan. Untuk bibit bapak madyo
kerjasama dengan bapak Musiran Kelompok Gurun Sahara di Bogoran,Bantul.
Usaha itik bapak Madyo mulai membuka sistem mitra dan kuliner olahan
bebek didekat lokasi kandang yang berdekatan dengan Pantai Depok. Selain itu
telur bebek juga diolah menjadi telur asin dengan produksi ratusan butir perhari.
Sistem mitra yang disediakan adalah sistem kemitraan pembesaran DOD jantan
sampai umur 50-60 hari sebagai itik pedaging, pembesaran DOD betina sampai
umur 40 hari dan pembesaran itik 40 hari sampai dengan umur 4 bulan dilokasi
angon. Program kemitraan ini tentunya makin meluaskan bisnis bapak Madyo
serta memberikan lahan usaha bagi masyarakat sekitar
2. Kelompok Gurun Sahara
Berdiri tanggal 10 Juni 2002, kelompok peternak itik "Gurun Sahara"
merupakan wadah bagi anggotanya bertukar pikiran tentang segala sesuatu yang
berkaitan dengan ternak bebek. Gurun Sahara sendiri merupakan singkatan dari
Guyub Rukun Sami Hanggayuh Raharjayang dalam bahasa Indonesia berarti
bekerja bersama dalam suasana keakraban untuk meraih kesejahteraan.
Ketua kelompok peternak bebek "Gurun Sahara" yaitu Musiran berbagi
pengalaman dalam berternak itik, Musiran mengawali langkah dengan 100 ekor
bebek, yang dipelihara dengan cara tradisional. Setiap pagi dan sore bebek
digembalakan di persawahan, tak jarang sampai ke luar desa mengikuti waktu
panen. Kini tak kurang 2000 ekor bebek dipelihara, dengan cara intensif dalam
kandang seluas 1000 m2. Dulu, Musiran memetik hasil beternak bebek dari
penjualan telur. Sekarang, seiring bertambahnya pengalaman dan kejelian melihat
peluang, telur-telur yang dihasilkan ditetaskan sendiri menggunakan mesin tetas
sederhana sehingga melipat gandakan hasil. Mesin tetas yang digunakan adalah
mesin tetas sederhana buatan sendiri. Sedangkan bebek induk adalah bebek Turi,
bebek lokal unggul dari Bantul. Kejelian dalam pengamatan telur merupakan salah
satu faktor kemajuan Musiran dalam mengembangkan kelompok ternak ini. Tidak
semua anggota kelompok seperti Musiran, kebanyakan anggota lain beternak itik
pada fase bertelur saja dan menyetorkan telurnya pada Musiran.
Kegiatan utama anggota kelompok adalah pembibitan/pengadaan DOD (day
old duck = itik umur sehari) dengan menggunakan mesin tetas sederhana buatan
sendiri. Selain penetasan, kegiatan yang masih berjalan dan menunjukkan
peningkatan adalah :
Budidaya bebek petelur untuk menghasilkan telur konsumsi dan telur tetas.
Budidaya bebek pedaging
Pembuatan telur asin
Pengalaman Musiran beternak bebek diakui secara lokal sampai nasional.
Dia pernah menyandang predikat juara I peternak berprestasi Daerah Istimewa
Jogjakarta, tahun 2007. Peringkat 8 peternak berprestasi tingkat Nasional, tahun
2007. Selain itu tempat beliau juga di jadikan ladang percontohan, studi banding
dan kegiatan-kegiatan pelatihan mengenai pemeliharaan itik dari berbagai tempat
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Usaha bapak Madyo ini dimulai dari pembesaran DOD Jantan, Pembesaran DOD
betina sampai siap telur dan breeding serta usaha kuliner olahan bebek serta usaha
pembuatan telur asin. Bapak Madyo juga menyediakan sistem kemitraan dalam pembesaran
DOD jantan sampai dengan 50 hari, pembesaran DOD betina sampai dengan 40 hari, serta
untuk pembesaran umur 40 hari sampai siap telur, dalam usaha untuk memperkecil biaya
pakan, maka usia 40 hari sampai siap telur itik diperlakukan dengan model pemeliharaan
angon untuk memperkecil biaya pakan. Tawaran bapak madyo dengan membuka sistem
mitra menjadi peluang usaha bebek yang lebih mudah bagi masyarakat. Mengingat usaha
itik ini memang paling tinggi biayanya ada disektor pakan.
Pelatihan ini telah sangat membuka wawasan secara utuh tentang konsep beternak
itik mulai dari usaha breeding, pembesaran, pola pakan, pola marketing, perkandangan dan
manajemen lainnya. Dari hasil praktik di kelompok ternak itik Gurun Sahara lokasi tempat
bapak Musiran petugas dapat belajar tentang breeding itik sampai dengan penetasan telur
itik, sexing, sekaligus analisis usaha itik. Keuntungan beliau terdapat dalam hal penetasan,
ketersediaan mesin tetas telur itik buatan sendiri yang sudah terbukti kemampuannya serta
kejelian beliau dalam meneropong dan seleksi telur itik yang dapat di tetaskan merupakan
faktor dalam kesuksesan beternak itik bapak Musiran.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Usaha peternakan itik adalah usaha yang cukup prospektif
kedepannya. Kebutuhan masyarakat akan protein hewani yang
berkualitas, menjadikan usaha kuliner itik saat ini merebak dimana-
mana. Hal inilah yang menjadi prospek bagi para peternak yang akan
beternak itik ditambah tawaran model kemitraan. Kemampuan dalam
mangatur masalah pakan per tahapan usia itik, sexing yang jeli,
pengendalian dan pencegahan penyakit, serta manajemen
perkandangan menjadi hal vital dalam pemeliharaan itik. Biaya
terbesar dari beternak itik ini memang terfokus di pakan yang
harganya terus naik dan dapat mengakibatkan margin keuntungan
sangat tipis bagi para peternak. Perlu kejelian dan analisa untung rugi
yang baik mengenai masalah formulasi ransum pakan itik tersebut.
B. Saran
Pembuatan ransum pakan itik harus menjadi perhatian dengan
memanfaatkan bahan-bahan limbah yang ada untuk menekan biaya
produksi. Pakan menjadi momok menakutkan bagi seluruh peternak
sebenarnya, tidak hanya peternak itik saja karena di faktor inilah
keuntungan dan kerugian peternak berasal. Semoga kedepan ada
pelatihan yang aplikatif dalam pembuatan ransum dan fokus dengan
mencari bahan baku pakan yang juga baik dalam palatabilitasnya.
FOTO KEGIATAN
KELOMPOK GURUN SAHARA
FOTO KEGIATAN
3. KELOMPOK TERNAK ITIK SAMIRAN