Anda di halaman 1dari 13

Kelompok II

1. B. Rahmayanti Masruri (15.1.14.4.016)


2. Siti Haslinda Amini Dewi (15.1.14.4.022)
3. Hudaen (15.1.14.4.007)
4. Sudirman (15.1.14.4.0
5. Zulkifli (15.1.14.4.

SIFAT KETERTUTUPAN TRANSLASI

Pada sub bab terdahulu telah diketahui bahwa suatu translasi dapat dinyatakan
sebagai komposisi dua refleksi garis. sekarang dibahas suatu translasi yang diuraikan
menjadi suatu pasangan setengah putaran.

Teorema 2.17

AB
Jika SAB menyatakan suatu translasi, C dan D adalah titik sedemikian hingga =

2 CD , maka SAB = HDHC
s
B

A
u

Gambar 2.26

Bukti

s =
CD u v
Jika dan serta adalah garis-garis yang tegak lurus
s
CD
dengan berturut-turut di C dan D,maka adalah sebuah segmen berarah

AB
yang tegak lurus dari u ke v. karena = 2 CD , maka menurut teorema 2.16
berlaku SAB = MvMu

Dengan kata lain, HD = MvMs dan Hc = MsMu

Akibatnya, HDHC = (MvMs) ( MsMu)

= Mv (MsMs)Mu
= Mv Mu

Karena itu, SAB = HDHC

Jadi, suatu hasil kali dua buah setengah putaran adalah suatu translasi.

Contoh:

Jika A(3,-1), B(1,7) dan C(4,2) maka carilah D sedemikian hingga SAb = HDHC

Penyelesaian:

CE
AB
Andaikan E suatu titik sedemikian hingga = menurut corollary 2.13A

E = (4+[1-3],2+[7+1])

= (2,10)

CE
CE
CD
Jika D adalah titik tengah dari dimana D(3,6) dan =2 ,

AB
maka menurut sifat transitif, = 2 CD . Teorema 2.17 menetapkan bahwa
SAB = HDHC, sehingga D adalah titik yang di cari yaitu D(3,6).

Teorema 2.17, secara khusus merupakan teorema yang dapat di kali untuk
menunjukkan bahwa hasil kali suatu translasi dengan setengah putaran adalah sebuah
setengah putaran. Untuk membuktikan hal ini, asumsikan bahwa S AB adalah translasi
dan C adalah suatu titik, kemudian perlihatkan bahwa ada suatu titik D sedemikian
hingga SABHC = HD.

A C

B E

Gambar2.27

CE
Andaikan E adalah sebuah titik yang unik sedemikian hingga =

AB
CE
CE
CD
, kemudian D menjadi titik tengah , maka =2 , sehingga

AB
= 2 CD .

Menurut teorema 2.17

SAB = HDHC

Karena itu, SABHC = (HDHC )HC

= HD(HC HC)

= HD

Corollary 2.17

Jika diberikan suatu translasi SAB dan suatu setengah putaran HC, maka SABHC

= HD, dimana D adalah suatu titik sedemikian hingga 2 CD = AB .

Jika teoema 2.17 dan corollary 2.17A kita susun dalam suatu rangkaian, maka
mengandung arti hasil kali tiga buah setengah putaran menghasilkan sebuah setengah
putaran.

Corollary 2.17B

HA HB HC
Jika , , dan adalah masing-masing sebagi setengah
HC H B H A HD
putaran. Maka = . Dimana D adalah suatu titik sedemikian

AD
hingga = BC .

Pemakaian lainnya dari teorema 2.17. perhatikan gambar 2.28 berikut, tentang
hasil kali dua translasi.

S BC S A B(A) = C
B

E
A E0

Gambar 2.28

Dengan menggunakan jajar genjang, hal ini dapat di tunjukkan bahwa untuk suatu
0
titik E, maka EE = AC ..

Dimana E0 = S BC S A B(E)

S BC S AB S AC
Hal ini menunjukkan bahwa =

S DE S FG
Misalkan kita membuat generalisai bahwa untuk translasi dan .
S DE S FG
Hasil kali adalah suatu translasi? Jawabannya adalah ya bisa. Tentunya
kembali menggunakan teorema 2.17. hal ini memperlihatkan bahwa himpunan
translasi-translasi tertutup operasi komposisi. Secara umum, s suatu himpunan S
dikatakan tertutup dibawah suatu operasi yang dinotasikan $ jika suatu pasangan
unsur a dan b anggota S, maka unsur (a $ b) adalah juga anggota S.

Corollary 2.17C

Hasil kali dua translasi adalah suatu translasi untuk membuktikan teorema di
atas tentang ketertutupan translasi akan dibiarkan sebagai latihan, dengan
menerapkan teorema 2.17 berikut ini, akan diuraikan suatu pembuktian dengan cara
menggunakan dan menyusun suatu sistem koordinat untuk pembuktian teorema
berikut ini.

Teorema 2.18
S OA
Jika adalah suatu translasi titik-titik O(0,0) dan A(a,b) serta T sebagai

pemetaan yang didefinisikan untuk semua titik-titik P(x,y) oleh T(P) ( x +a , y +b) ,
S OA T.
maka

Bukti:

Untuk suatu titik P(x,y)

T(P) ( x ,+a , y +b)

P
0
S OA PP
0
OA
Andaikan (P), maka

Menurut teorema 2.13A, P ( x +a , y +b0)

( x +a , y +b)

S OA
Karena itu, T(P) = (P) untuk setiap titik P sehingga disimpulkan bahwa
S OA
= T.

Teorema 2.18 secara tidak langsung menyatakan bahwa suatu translasi dapat
dinyatakan untuk semua titik P(x,y) oleh persamaan dari bentuk:

S(P) = (x+a, y+b).

Untuk membuktikan ketertutupan translasi, perhatikan dua translasi, yaitu


S EF S GH
dan , andaikan A(a,b) dan B(c,d) dua titik sedemikian hingga OA =

EF
. Dan OB = GH , maka untuk suatu titik P(x,y) berlaku:

S EF S OA
(P) = (P) = (x+a, y+b) dan

S GH S OB
(P) = (P)= (x+c, y+d)
y
F

A(a,b)
(a+b, c+d)= SoBSoA(O)
E
H
B(c,d)

0 x
G

Gambar 2.29

S GH S EF (P) = S OB S OA (P) = S OB [(x+a, Y+b)]

= ([x+a]+c, [, Y+b]+d)

= (x+[a+c], Y+[b+d])

S GH S EF
Menurut teorema 2.18 adalah translasi yang memetakan titik awal
onto titik berkoordinat (a + c, b +d).

Contoh soal dan penyelesaiannya

Soal 1

Jika A ( 4,2 ) , B (2,8 ) dan C(5,3) maka carilah D sedemikian hingga

S AB=H D H C

Penyelesaian

F
Andaikan suatu titik sedemikian hingga CF= AB
Menurut Corollary 2.13A

82
5+ [ ( 24 ) ] , 3+ [ )
F=

[ ( 52 ) , ( 3+10 ) ]

( 3,13 )


Jika G adalah titik tengah CF ( 4,8 ) dan CF=2 CD


AB=2
CD . Teorema 2.17 menetapkan bahwa
Maka sifat transitif
S AB=H D H C D D
. Sehingga adalah titik yang dicari yaitu adalah titik yang

dicari yaitu D(4,8)

Soal 2

Berdasarkan Corollary 2.13A, tentukan C sedemikian sehingga


S PQ =H K H L

Jika P (2,2 ) ,Q ( 4,8 ) dan K (2,6)

Penyelesaian

F
Andaikan suatu titik sedemikian hingga CD= PQ

Menurut Corollary 2.13A

82
2+ [ ( 4 +2 ) ] ,6+ [ )
D=

[ ( 2+ 6 ) , ( 6+6 ) ]
( 8,12 )

M
Jika adalah titik tengah CD ( 4,6 ) dan CF=2 CD


AB=2
CD . Dimana Teorema 2.17 menetapkan bahwa
Maka sifat transitif
S PQ =H C H L
. Sehingga C adalah titik yang dicari yaitu C( 4,6)

Soal 3

S AB A ( 7,8 ) B (9,4)
Misalkan suatu translasi yang memetakan onto
S CD C (6,7 ) D ( 0,9 )
suatu translasi yang memetakan onto untuk titik
( x , y ) . Tentukan koordinat S CD S AB ( P) .

Penyelesaian
I 0 I I
Andaikan O =S AB ( O ) dan O , maka OO = AB dan OO =CD

I
Akibatnya O =[ ( 0+97 ) , ( 0+48 ) ] =( 2,4 )

O0=[ ( 0+ 0+6 ) , ( 0+97 ) ]=( 6, 2 )

Sehingga S AB ( P )=[ ( x +2 ) , ( y 4 ) ]

S CD ( P )=[ ( x+6 ) , ( y +2 ) ]

Karena itu S AB ( P )=[ ( x+ 2 )+ 6, ( y4 )+ 2 ]

( x+ 8, y 2 )

Soal 4
S AB A ( 3,4 ) B (5,2)
Misalkan suatu translasi yang memetakan onto
S CD C (4,5 ) D ( 0,3 )
suatu translasi yang memetakan onto untuk titik
( x , y ) . Tentukan koordinat S CD S AB ( P) .

Penyelesaian
I 0 I I
Andaikan O =S AB ( O ) dan O , maka OO = AB dan OO =CD

I
Akibatnya O =[ ( 0+53 ) , ( 0+ 24 ) ] =( 2,2 )

0
O =[ ( 0+ 0+4 ) , ( 0+ 35 ) ]=( 4,2 )

Sehingga S AB ( P )=[ ( x +2 ) , ( y 2 ) ]

S CD ( P )=[ ( x+ 4 ) , ( y2 ) ]

Karena itu S AB ( P )=[ ( x+ 2 )+ 4, ( y2 )2 ]

( x+ 6, y4 )

Soal 5

G AB A ( 2,4 )
Andaikan suatu translasi yang membawa titik ke titik
B (4,2) GCD C( 3,5)
dan suatu translasi yang membawa titik ke titik
D(0,4) . Jika P( x , y ) , tentukan GCD G AB (P)

Penyelesaian
Andaikan
O=G AB
(O) dan OII =GCD (O) maka

OO=
AB dan
OO=
CD

Jadi OI =[ ( 0+42 ) , ( 0+24 ) ] =( 2,2 )

II
Begitu pula O =[ ( 0+0+ 3 ) , ( 0+ 45 ) ]= (3,1 )

Jadi G AB ( P ) =( x+2, y2 ) dan GCD ( P ) =( x+3, y1 )

Sehingga GCD G AB ( P )=GCD [ ( x +2, y2 ) ] =( x +2+3, y21 ) =( x+5, y3 )

Soal 6

Dari teorema 10.5



Jika G AB sebuah geseran sedangkan C dan D adalahdua titik sehingga AB=2 ,maka G AB=S D S C
CD

. Buktikan jika suatu komposit suatu geseran dan suatu setengah putaran adalah suatu
setengah putaran.

Penyelesaian

G AB C
Misalkan suatu geseran dan sebuah titik smebarang . Andaikan
G AB=S D S C
D titik tengah CE maka CE=2 CD . Berdasarkan teorema 10.5

S
( D S C ) S C =S D ( S C SC ) S D I =S D G AB SC =S D
Jadi = maka .
G AB S C =

S A, SB , SC
Akibatnya, andaikan masing masing setengah putaran, maka
S C S B S A =S D D sebuah titik sehingga =2 BC
AD
dengan
Soal 7

S CD S AB ( P) , jika S AB
Tentukan koordinat suatu translasi yang
A ( 6,4 ) B (3,2) S CD
memetakan onto suatu translasi yang memetakan
C (4,5 ) onto D ( 0,3 ) untuk titik P (x , y ) .

Penyelesaian
I 0 I I
Andaikan O =S AB ( O ) dan O , maka OO = AB dan OO =CD

I
Akibatnya O =[ ( 0+36 ) , ( 0+24 ) ] = (3,2 )

O0=[ ( 0+ 04 ) , ( 0+35 ) ] =(4,2 )

Sehingga S AB ( P )=[ ( x3 ) , ( y2 ) ]

S CD ( P )=[ ( x4 ) , ( y 2 ) ]

Karena itu S AB ( P )=[ ( x3 )4, ( y2 )2 ]

( x7, y4 )

Soal 8

Diketahui tiga titik A , B , C tak segaris. Lukislah sebuah segitiga

K ,L, M A , B , C adalah titik tengah , LM


KL , KM

sehingga .

Penyelesaian

Misalkan P adalah sebuah titik, dan PIII =SC S B S A (P)


SC SB S A
Berdasarkan teorema 10.6 adalah setengah putaran mengelilingi

K sehingga PIII =S K (P) dengan K III


PP
titik titik tengah

Kemudian lukislah Y =S A ( K ) , Z=S B ( L ) ,W =SC ( M )

W =S C S B S A ( K ) A
LK B
Jadi Jadi titik tengah , titik tengah

LM C
KM S C S B S A =S K
, titik tengah . Oleh karena maka
W =S K ( K ) =K . Artinya W =K .

Jadi gambar segitiganya adalah

Soal 9

Perhatikan soal 8. Apakah ada segitiga lain yang dapat memenuhi persyaratan
tersebut?

Penyelesaian

Andaikan RST juga suatu jawaban yang lain, maka A titik tengah
,B
RS .
ST S C S B S A ( R ) =R, ini berarti R titik tetap SK
titik tengah Jadi ,

teteapi satu satunya titik tetap sebuah setengah putaran aalah K. Jadi R=K

S=L , oleh karena A titik tengah


RS M
sehingga . Begitupula . Jadi
KLM = RST , maka satu satunya jawaban adalah KLM

Soal 10

Bagaimana konsep ketertutupan dalam translasi?

Secara umum, s suatu himpunan S dikatakan tertutup dibawah suatu operasi


yang dinotasikan $ jika suatu pasangan unsur a dan b anggota S, maka unsur (a $ b)
adalah juga anggota S. Jika dianalogikan dalam aljabar kita mengenal bahwa suatu
himpunan suatu bilangan tertutup pada suatu operasi. Sebagai contoh, himpunan
semua bilangan ganjil adalah bilangan ganjil juga. Sehingga, translasi juga dikatakan
tertutup pada operasinya jika anggotanya massih dalam satu himpunan itu juga.