Anda di halaman 1dari 6

A. Mesin Cabinet Dryer.

Mesin pengering (cabinet dryer) merupakan mesin pengering yang berfungsi untuk
mengeringkan berbagai jenis bahan baku makanan maupun non makanan. Udara panas yang
dihasilkan dari sumber pemanas disebarkan ke seluruh bagian ruang pengering dengan
menggunakan blower.

Kegunaan Mesin Pengering (Cabinet Dryer) :

Mesin pengering cabinet dryer merupakan tipe mesin pengering yang digunakan untuk
mengeringkan berbagai produk. Beberapa produk atau komuditi yang dapat dikeringkan
seperti jagung, singkong, pelet, ikan, empon-empon, cabe, dan herbal, dan bahan baku
lainnya. Mesin pengering model cabinet dryer merupakan salah satu solusi untuk mengatasi
masalah pengeringan produk. Iklim yang tidak menentu merupakan hambatan bagi pelaku
usaha khususnya pengusaha yang memanfaatkan sinar matahari untuk mengeringkan produk.
Mengeringkan berbagai produk sesuai kebutuhan tanpa harus bergantung pada cuaca salah
satu impian setiap pelaku usaha.

Cara Kerja Mesin Pengering (Cabinet Dryer) :

1. Pastikan mesin dalam kondisi yang baik. Masukkan bahan baku yang akan dikeringkan
pada setiap nampan yang terdapat pada mesin

2. Selanjutnya tutup dan kunci kembali pintu mesin

3. Colokkan steker AC ke stop kontak AC, sebelumnya pastikan semua saklar dalam posisi
mati

4. Selanjutnya nyalakan power, maka lampu indikator merah akan menyala

5. Atur setting suhu (SV) pada posisi yang dikehendaki dengan cara menekan tombol anak
panah arah naik atau turun.

6. Kemudian hidupkan saklar blower masuk, dan lampu indikator oranye menyala,
selanjutnya nyalakan kompor
7. Saat posisi suhu PV menunjukkan suhu tertentu, hidupkan saklar blower keluar, sehingga
lampu indikator hijau akan menyala

8. Pada saat posisi suhu (SV) lebih tinggi dari pada suhu terukur (PV), maka nyala api
kompor besar, dan otomatis saat suhu PV sama atau lebih tinggi dari suhu SV nyala api
kompor mengecil

9. Setelah proses pengeringan selesai, selanjutnya matikan kompor dan saklar, kemudian
buka pintu mesin untuk mengambil bahan baku yang dikeringkan.

B. Spray Dryer
Spray dryer merupakan suatu alat proses pengeringan untuk mengurangi kadar air suatu
bahan sehingga dihasilkan produk berupa bubuk melalui penguapan cairan. Spray dryer
menggunakan atomisasi cairan untuk membentuk droplet, selanjutnya droplet yang terbentuk
dikeringkan menggunakan udara kering dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Bahan yang
digunakan dalam pengeringan spry drying dapat berupa suspensi, dispersi maupun emulsi.
Sementara produk akhir yang dihasilkan dapat berupa bubuk, granula maupun aglomerat
tergantung sifat fisik-kimia bahan yang akan dikeringkan, desain alat pengering dan hasil
akhir produk yang diinginkan.

Prinsip dasar Spray dryer adalah memperluas permukaan cairan yang akan
dikeringkan dengan cara pembentukan droplet yang selanjutnya dikontakkan dengan udara
pengering yang panas. Udara panas akan memberikan energi untuk proses penguapan dan
menyerap uap air yang keluar dari bahan.
Bahan (cairan) yang akan dikeringkan dilewatkan pada suatu nozzle (saringan
bertekanan) sehingga keluar dalam bentuk butiran (droplet) yang sangat halus.
Butiran ini selanjutnya masuk kedalam ruang pengering yang dilewati oleh aliran udara
panas. Hasil pengeringan berupa bubuk akan berkumpul dibagian bawah ruang pengering
yang selanjutnya dialirkan ke bak penampung.
Secara umum proses pengeringan dengan metode spray drying melalui 5 tahap :
a. Penentuan konsentrasi : konsentrasi bahan yang akan dikeringkan harus tepat,
kandungan bahan terlarut 30% hingga 50%. Jika bahan yang digunakan sangat
encer dengan total padatan terlarut yang sangat rendah maka harus dilakukan
pemekatan terlebih dahulu melalui proses evaporasi. Jika kadar air bahan yang
akan dikeringkan terlalu tinggi maka proses spray drying kurang maksimal
dimana bubuk yang dihasilkan masih mengandung kadar air yang tinggi. Selin itu
juga menyebabkan kebutuhn energi yang tinggi dalam proses pengeringan.
b. Atomization : Bahan yang akan dimasukkan dalam alat spray drier harus
dihomogenisasikan terlebih dahulu agar ukuran droplet yang dihasilkan seragam
dan tidak terjadi penyumbatan atomizer. Homogenisasi dilakukan dengan cara
pengadukan. selanjutnya bahan dialirkan kedalam atomizer berupa ring/wheel
dengan lubang-lubang kecil yang berputar. Atomization merupakan proses
pembentukan droplet, dimana bahan cair yang akan dikeringkan dirubah
ukurannya menjadi partikel (droplet) yang lebih halus.
c. Kontak droplet dengan udara pengering : Pada sebagian besar spray
dryer, nozzle (atomizer) tersusun melingkar seperti pada gambar 2. Dan pada
tengahnya disemprotkan udara panas bertekanan tinggi dengan suhu mencapai
300 0C. Udara panas dan droplet hasil atomisasi disemprotkan ke bawah. Kondisi
ini menyebabkan terjadinya kontak antara droplet dengan udara panas sehingga
terjadi pengeringan secara simultan.
d. Pengeringan droplet : adanya kontak broplet dengan udara panas menyebabkan
evaporasi kadungan air pada droplet hingga 95% sehingga dihasilkan bubuk.
Bubuk yang telah kering jatuh ke bawah drying chamber (ruang pengering) yang
berukuran tinggi sekitar 25 m dan diameter 5 m. dari atas chamber hingga
mencapai dasar hanya memerlukan waktu selama beberapa detik.
e. Separasi : udara hasil pengeringan dipisahkan dengan pengambilan udara yang
mengandung serpihan serbuk dalam chamber, selanjutnya udara akan memasuki
separator. Udara hasil pengeringan dan serpihan serbuk dipisahkan dengan
menggunakan gaya sentrifulgal. Selanjutnya udara dibuang, dan serpihan bahan
dikembalikan dengan cara di blow sehingga bergabung lagi dengan produk dalam
line proses.

C. Evaporator vakum
Mesin evaporator vakum (vacuum evaporator) adalah mesin yang biasa dipakai oleh
untuk mengurangi kadar air suatu bahan berbentuk cair. Prinsip kerja dari mesin ini adalah
tanpa pemanasan langsung, suhu bisa diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan suhu
rendah disertai dengan vakum, akan menjaga nutrisi / gizi produk tidak hilang atau rusak
Mesin evaporator ini menggunakan tabung double jacket, sehingga panas tidak berhubungan
langsung dengan produk, melainkan melalui perantara (medium) air. Mesin evaporator
vakum bisa digunakan untuk produk : minyak (VCO), susu, madu, dan produk cair lain yang
ingin dikurangi kadar airnya. Mesin Evaporator Vaccum Extract atau mesin pengolahan sari
buah menjadi serbuk. Dengan penggerak mesin dinamo listrik, mesin akan bekerja cepat
dalam proses pengkristalan sari buah menjadi serbuk ini. Cara Pengoperasian mesin
evaporator vacuum ini, pertama masukkan sari buah yang menjadi bahan, contoh sari buah
jeruk , sari buah apel , bisa juga untuk sayuran. Lalu masukkan gula atau campuran lainnya .
Mesin akan mengaduk secara rata antara sari buah dan bahan yang dicampurkan untuk
produk hasil. Lama proses mesin evaporator vacuum tergantung dari berapa banyak bahan
yang dimasukkan. Rata rata proses mesin mencapai 4 6 jam kerja.

D. Vacuum frying

Mesin Vacuum Frying adalah mesin yang digunakan untuk menggoreng buah atau
sayuran menggunakan metode penggorengan vakum sehingga buah atau sayuran tersebut
menjadi produk baru berupa keripik buah atau keripik sayur.

Cara kerja mesin Vacuum Frying pada pembuatan keripik :

Langkah pertama adalah mempersiapkan bahan, jika bahan atau buah yang akan anda
proses sudah siap, langkah selanjutnya adalah : Buah maupun sayuran digoreng pada mesin
vacuum fryer, dengan medium minyak goreng. Pemanasan minyak goreng disetting pada
suhu rendah (80-85 derajat celcius).Pemanasan ini menggunakan bahan bakar LPG. Untuk
mempercepat penggorengan, maka dilakukan penyedotan kandungan air pada buah dengan
cara pemvakuman. Pemvakumanini menggunakan pompa khusus, dengan tenaga listrik.

Suhu penggorengan vakum frying terkontrol otomatis (80-85 derajat celcius). Suhu yang
terjaga rendah ini, menjadikan produk yang dimasukkan di dalam tidak gosong, sehingga
warna sesuai dengan aslinya.Suhu juga bisa diatur sesuai keinginan, baik diturunkan atau
dinaikkan.Misalnya saja, jika menginginkan menggorcng bahan lain, yang suhunya butuh
lebih rendah ataupun lebih tinggi.
Mesin vacuum frying ini dirangkai sedemikian rupa, sehingga mudah dioperasikan.
kelebihan buah atau sayur yang digoreng dengan vacuum frying yakni; dengan menggunakan
Vacuum Frying Nutrisi yang terkandung dalam buah tadi tidak akan hilang, karena digoreng
pada suhu rendah (80-85 Derajat Celcius), disertai dengan pemvakuman, selain itu warnanya
juga tidak berubah dan tidak gosong karena proses penggorengan alami, tanpa penambahan
zat pewarna dan perasa sehingga yang memakan Keripik dari VF pasti merasakan renyah dan
nikmat,.

E. Pengiris Singkong (Slicer).


Mesin perajang singkong sangat membantu dalam proses pembuatan keripik dari bahan
baku singkong, ubi jalar, talas, kentang dan sejenisnya . Proses perajangan bahan baku
menggunakan mesin perajang sangat menguntungkan dari sisi penghematan waktu dan dari
sisi mutu hasil rajangan. Mesin perajang singkong dapat merajang bahan baku dalam jumlah
banyak dengan waktu yang cepat serta bisa memberikan hasil rajangan yang seragam secara
terus menerus
Mesin perajang singkong terdiri dari beberapa komponen sederhana, sehingga mudah
digunakan dan mudah dirawat. Mesin perajang dengan menggunakan jenis material bermutu
bagus yang disesuaikan dengan fungsi mesin, sehingga mesin tersebut dapat bekerja dengan
baik dan tahan lama. Mesin yang bermutu tinggi dan tahan lama akan meningkatkan efisiensi
serta member nilai tambah yang tinggi bagi pengguna
Material yang digunakan dalam pembuatan mesin perajang singkong meliputi : plat dan
as stainless steel, plat besi, rangka besi, motor listrik dan transmisi. Material jenis stainless
steel digunakan pada bagian-bagian mesin yang bersentuhan langsung dengan bahan baku
makanan. Bagian-bagian mesin yang tidak bersentuhan langsung dengan makanan dibuat
dari material besi. Motor listrik digunakan untuk menggerakkan unit pisau perajang pada saat
mesin sedang bekerja. Unit transmisi berupa pulley dan sabuk karet berfungsi sebagai
pemindah tenaga dari motor listrik ke unit pisau perajang.

Berikut ini cara mengoperasikan mesin perajang singkong (slicer) :

1. Sebelum menghidupakan mesin perajang singkong (slicer), pastikan listrik terhubung


dengan baik
2. Selanjutnya colokkan listrik pada sambungan yang tersedia, dan tekan tombol ON yang
terdapat pada panel mesin perajang singkong (slicer)

3. Kemudian masukkan bahan baku yang akan dirajang pada wadah atau corong pemasukan
mesin yang tersedia, selanjutnya masukkan alat penekan bahan baku untuk
memaksimalkan hasil rajangan

4. Untuk memudahkan pengambilan hasil rajangan mesin perajang singkong (slicer),


sebaiknya kita menyiapkan wadah penampung hasil rajangan misalnya baki atau ember
yang diletakkan di bawah corong pengeluaran mesin yang tersedia.

F. Penyangrai (Roaster)
Mesin Sangrai Biji-bijian (Roaster) merupakan mesin yang kegunaannya sebagai
penyangrai biji-bijian atau roaster. Untuk cara kinerja dari mesin roaster biji-bijian ini sendiri
dengan cara produk dipanaskan dengan menggunakan contol suhu secara otomatis. Mesin ini
dilengkapi dengan motor pemutar sehingga pemanasan yang dihasilkan dapat merata dan
juga terkontrol.