Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN STASIUN CUACA BERBASIS

NODEMCU V3

Disusun oleh:

BUDI UTOMO

C.441.15.0021

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEMARANG
SEMARANG
2017
PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN STASIUN CUACA BERBASIS

NODEMCU V3

Disusun oleh:

BUDI UTOMO

C.441.15.0021

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEMARANG
SEMARANG
2017

1
HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL TUGAS AKHIR

DENGAN JUDUL

RANCANG BANGUN STASIUN CUACA BERBASIS


NODEMCU V3

Disusun oleh:
Nama : BUDI UTOMO
NIM : C.441.15.0021

TELAH DISETUJUI

SEMARANG,

PEMBIMBING I PEMBIMBING II

Budiani Destyningtias ,ST, Meng Andi Kurniawan N, ST, MT


NIS. 065570030102045 NIS. 065570030102076

KETUA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

Budiani Destyningtias ,ST, Meng


NIS. 065570030102045

2
ABSTRAK

Salah satu perkembangan teknologi internet pada saat ini adalah Internet of
Things (IoT). IoT merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas
manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Internet
of Things (IoT) akan lebih mempermudah kegiatan manusia dalam melakukan
berbagai aktifitas sehari-hari. Aktifitas pemantauan suhu biasanya menggunakan
RF Module atau Bluetooth Module sebagai media transmisi, yang mempunyai
kekurangan dalam hal jarak penerimaan data. Kekurangan itu dapat diselesaikan
dengan penerapan Internet of Things. Rancang Bangun Stasiun Cuaca Berbasis
NodeMCU ini akan memperlihatkan contoh implementasi Internet of Things
untuk sistem monitoring cuaca meliputi suhu, kelembaban, titik embun
udara,tekanan udara dan ketinggian suatu tempat yang dapat di akses
menggunakan perangkat Android. Implementasi sistem menggunakan NodeMCU
V3 sebagai mikrokontroller, DHT11 sebagai sensor suhu,sensor kelembaban dan
untuk menghitung titik embun udara serta BMP180 untuk mengukur tekanan
udara dan ketinggian tempat. Diharapkan sistem IoT ini dapat melakukan koneksi
ke web server dalam hal mengirim data (publish) dan perangkat Android dapat
mengambil data dari web server (subscribe) dimana saja, tanpa terbatas jarak,
asalkan perangkat Android selalu terhubung ke internet

Kata kunci : Internet of Things (IoT), NodeMCU V3, DHT11, BMP180, Web
Server, Android

3
1. BIDANG ILMU ELEKTRO
Elektronika
2. LATAR BELAKANG
Pengertian cuaca yaitu suatu keadaan rata-rata udara sehari-hari disuatu
tempat tertentu & meliputi wilayah yang sempit (tidak luas) dalam jangka
waktu yang singkat. Keadaan dari cuaca mudah berubah ubah, karena
disebabkan oleh tekanan udara, suhu, titik embun udara, kelembaban udara,
dan juga ketinggian suatu tempat, keadaan cuaca ini dapat berubah setiap
harinya. (www.pengertianku.net, 2015).
Seperti contohnya: Ketika pada pukul 07.00 WIB, keadaan cuaca di kota
Semarang cerah suhu udaranya berkisar antara 23oC 27oC, dan kelembaban
udaranya berkisar 65%, tetapi ketika pada pukul 14.00 WIB keadaan
cuacanya berubah menjadi lebih panas dengan suhu udara berkisaran 31 oC,
dan kelembaban udara naik menjadi 70%. Perubahan suhu inilah yang
seharusnya kita dapat kita ketahui secara real-time. Stasiun cuaca yang bisa
menampilkan keadaan suhu, kelembaban, tekanan udara dan faktor lainnya
secara real-time (setidaknya 20 menit sekali) dapat membantu kita dalam
mengamati perubahan cuaca dengan cepat dan tepat.
Pengamatan tentang faktor-faktor yang menyebabkan perubahan cuaca
yang cepat dan tepat ini menjadi dasar dari pembuatan rancang bangun ini.
Rancang Bangun Stasiun Cuaca Berbasis NodeMCU V3 dibuat untuk
memberikan kemudahan dalam mengetahui keadaan cuaca (meliputi suhu,
kelembaban, tekanan udara, titik embun udara dan ketinggian tempat) melalui
smartphone berbasis Android. Data-data yang menjadi faktor dalam
perubahan cuaca seperti suhu dan tekanan udara bisa didapat melalui sensor
DHT11 dan BMP180. Pengolahan data dari sensor-sensor tadi dilakukan oleh
NodeMCU V3. NodeMCU V3 juga berperan sebagai pengirim hasil ouput
dari sensor tadi ke sebuah web server melalui media internet non kabel (wifi).
Web server bertugas untuk menyimpan data dan memberikan id khusus (API
Keys) di setiap data yang masuk. Smartphone yang bersistem operasi
Android digunakan untuk mengambil data yang berada di web server dan

4
menampilkannya melalui sistem perangkat lunak khusus yang dibuat dengan
bantuan framework Apache Cordova.
3. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut :
1. Bagaimana merancang sebuah sistem yang dapat digunakan untuk
mengetahui keadaan udara pada suatu tempat tertentu?
2. Bagaimana cara mengirim dan menyimpan data ke web server melalui
NodeMCU V3?
3. Bagaimana cara membuat sistem perangkat lunak yang dapat digunakan
untuk menampilkan data dari web server ?
4. BATASAN MASALAH
1. Menggunakan DHT11 sebagai pembaca suhu dan kelembaban udara.
2. Menggunakan BMP180 sebagai pembaca tekanan udara.
3. NodeMCU V3 sebagai mikrokontroller.
4. Agnosthings dan ThingSpeak (cadangan) sebagai web server untuk
menerima,menyimpan dan mengirim data ke perangkat android.
5. Smartphone dengan sistem operasi android sebagai media penerima data
dari web server.
6. Apache Cordova sebagai framework pembuat aplikasi berbasis web
HTML5 dan mengemas aplikasi ke dalam bentuk file .apk.
5. TUJUAN PENELITIAN
1. Merancang sebuah sistem yang digunakan untuk mengetahui keadaan
udara pada suatu tempat tertentu meliputi suhu udara, kelembaban udara,
titik embun udara, tekanan udara dan ketinggian tempat melalui
smartphone dimana saja asal terhubung dengan internet.
2. Mengantarmukakan NodeMCU V3 dengan web server dan Android.
3. Mendesain sistem perangkat lunak (software) yang akan digunakan
smartphone untuk mendapatkan data dari sistem yang sudah dirancang.

5
6. TINJAUAN PUSTAKA
Beberapa usaha dan penelitian terkait dengan pemantauan keadaan cuaca
meliputi suhu dan kelembaban sudah dilakukan, beberapa diantaranya yaitu :
Penelitian yang dilakukan oleh Ellis Naria Pakpahan yang berjudul Prototipe
Stasiun Cuaca Mini Berbasis Mikrokontroller AVR ATmega8535[1].
Perancangan alat pemonitoring cuaca yang memantau parameter-parameter
seperti suhu, kelembaban, dan kecepatan angin menggunakan mikrokontroller
ATmega8535 dan sistem penampil data menggunakan Visual Basic. Sensor
suhu dan kelembaban menggunakan SHT11 yang bekerja dengan cara
mengubah parameter suhu dan kelembaban menjadi tegangan. Untuk
menentukan kecepatan angin digunakan fotodioda. Data di-interface-kan ke
komputer dengan pemrograman Visual Basic melalui sistem komunikasi
serial untuk ditampilkan ke komputer dan disimpan dalam media
penyimpanan data (harddisk) dengan tampilan 3 window (jendela) suhu,
kelembaban, kecepatan angin.
Penelitian yang dilakukan oleh Arninda Purwitasari,dkk yang berjudul
Pengukur Jarak Jauh Dua Titik Temperatur dan Kelembaban Menggunakan
Zigbee 2,4 GHz [2]. Penelitian ini dilakukan dengan membuat alat pengukur
suhu dan kelembaban yang bisa dilakukan lewat jarak jauh tanpa adanya
operator. Pembuatan Pengukur Jarak Jauh untuk Dua Titik Temperatur dan
Kelembaban Menggunakan ZigBee 2,4 GHz dengan tujuan dapat
memudahkan untuk mengukur temperatur dan kelembaban dari jarak jauh
tanpa harus mengukur langsung tempat yang akan diukur temperatur dan
kelembabannya. Dengan menggunakan ZigBee yang dilengkapi dengan
wireless tidak perlu menggunakan kabel atau wire karena akan lebih praktis.
Penelitian yang dilakukan oleh Riyadi yang berjudul Rancang Bangun
Sistem Wireless Pengawasan Suhu dan Kelembaban Berbasis Arduino dan RF
Modul 433MHz [3]. Sistem ini menggunakan Arduino Uno sebagai tempat
pengolahan data suhu yang diambil dari sensor suhu DHT11 dan
menggunakan radio frekuensi sebagai media pengiriman data ke PC (Personal
Computer). Untuk pengiriman data digunakan modul 433 Mhz RF Link Kit
pada bagian transmitter dan receiver pada alat yang dirancang. Hasil dari

6
pengujian dan unjuk kerja dari alat yang dirancang telah menunjukan alat
yang dirancang telah bekerja dengan baik, dengan jarak antara transmitter dan
receiver maksimal sejauh 20 meter dalam ruang terbuka.
Beberapa penelitian tersebut diantaranya masih menggunakan
mikrokontroller yang sudah lama, umum dan media transmisi dalam
mengirimkan nilai sensor masih terbatas jarak. Perkembangan teknologi yang
dapat memecahkan masalah soal terbatas jarak tersebut adalah internet.
Ethernet Shield dan Arduino adalah kombinasi yang umum digunakan jika
ingin mikrokontroller dapat terhubung ke internet, namun harga Ethernet
Shield sendiri bisa menjadi pertimbangan karena lumayan mahal dan belum
lagi harga Arduino. Masalah terbatasnya jarak transmisi data dan harga ini
bisa teratasi dengan menggunakan NodeMCU V3. NodeMCU V3 dengan
ESP8266 sebagai mikrokontrollernya, merupakan papan mikrokontroller
dengan teknologi terbaru dikarenakan sudah dilengkapi dengan fitur
konektivitas internet wireless (wifi) di dalamnya dan harganya relatif lebih
murah. Berdasarkan latar belakang di atas maka dibuatlah Rancang Bangun
Stasiun Cuaca Berbasis NodeMCU V3. Mikrokontroller akan membaca nilai
output sensor DHT11 dan BMP180 kemudian menampilkannya ke LCD serta
mengirim ke web server. Pengguna Android dapat melihat data terakhir yang
tersimpan di web server melalui aplikasi yang dibuat khusus.
7. DASAR TEORI
a) DHT11

Gambar 1. Modul Sensor DHT11


Sumber : Google Images

7
DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan
kelembaban udara di sekitarnya. Sensor ini sangat mudah digunakan
bersama dengan Arduino. Memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik
serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi disimpan dalam
OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu,
maka module ini menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya.
DHT11 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari
respon, pembacaan data yang cepat, dan kemampuan anti-interference
membuat produk ini cocok digunakan untuk banyak aplikasi-aplikasi
pengukuran suhu dan kelembaban.
Spesifikasi DHT11 :
Tegangan Input : 3,3 V ~ 5V
Jangkauan Suhu : 0oC 50oC (toleransi 2oC)
Jangkauan Kelembaban : 20% - 95% RH (toleransi 5RH)
Antarmuka : Digital

b) BMP180

Gambar 2. Modul Sensor BMP180


Sumber : Google Images

BMP180 adalah sensor tekanan barometrik (digital barometric


pressure sensor) dari Bosch Sensortec yang berkinerja sangat tinggi yang
dapat diaplikasikan pada berbagai perangkat bergerak seperti smart phone,
komputer tablet, dan peralatan olah raga portabel. BMP180 adalah upgrade
dari BMP085 dengan banyak peningkatan yang signifikan, seperti ukuran

8
yang lebih kecil (lebih hemat energi dengan konsumsi energi sangat
rendah, kurang dari 3 A) dan penambahan antarmuka digital yang baru.
BMP180 juga menjadi menojol karena kinerjanya yang sangat stabil
terlepas dari pasokan tegangan yang digunakan.
IC BMP180 ini dalam bentuk papan modul siap pakai yang dapat
dihubungkan dengan proyek rangkaian elektronika berbasis
mikrokontroler.
Spesifikasi Produk
Rentang tekanan / pressure range: 300 s.d. 1100 hPa
Antarmuka kendali / control interface: I2C (kecepatan transfer
hingga 3,4 MHz)
Resolusi: 0,06 hPa pada moda hemat energi, 0,02 hPa pada moda
resolusi tinggi (dikonversi terhadap ketinggian: 0,5 meter pada
moda hemat energi, 17 cm pada moda resolusi tinggi).
Akurasi relatif (pada VDD 3,3V): 950~1050 hPa/0,12 hPa @
25C/1m, 700~900 hPa /0,12 hPa @ 25~40C/1m
Akurasi absolut p=300~1100hPa @ 0~+65C, VDD=3,3V):
tekanan -4,0~+2,0 hPa, suhu 1C
Rata-rata konsumsi arus (sampling 1x / detik): 3A pada moda
hemat energi, 32A pada moda resolusi tinggi)
Tipikal arus puncak / peak current: 650A (0,65 mA)
Konsumsi arus pada moda siaga: 0,1A (tipikal)
Catu daya: 1,6 - 3,6 Volt DC (untuk I/O, VDDIO), 1,8 - 3,6 Volt
DC (VDD)
Rentang suhu operasional: -40C s.d. +85C
Waktu pendeteksian tekanan: 5 msec (tipikal pada moda standar)
Aplikasi yang ditulis untuk BMP085 dapat digunakan langsung
pada chip ini tanpa perubahan

9
c) NodeMCU V3
NodeMCU pada dasarnya adalah pengembangan dari ESP8266
dengan firmware berbasis e-Lua. Pada NodeMCU dilengkapi dengan
micro usb port yang berfungsi untuk pemrograman maupun power supply.
Selain itu juga pada NodeMCU dilengkapi dengan dua buah tombol push
button yaitu tombol reset dan flash. NodeMCU menggunakan bahasa
pemrograman Lua yang merupakan package dari esp8266. Bahasa Lua
memiliki logika dan susunan pemrograman yang sama dengan c hanya
berbeda pada syntax. Jika menggunakan bahasa Lua maka dapat
menggunakan tool Lua loader maupun Lua uploder.
Selain dengan bahasa lua NodeMCU juga support dengan software
Arduino IDE dengan melakukan sedikit pengubahan pada board manager
pada Arduino IDE.
Sebelum digunakan Board ini harus di Flash terlebih dahulu agar
support terhadap tool yang akan digunakan. Jika menggunakan Arduino
IDE menggunakan firmware yang cocok yaitu firmware keluaran dari Ai-
Thinker yang support AT Command. Untuk penggunaan tool Lua loader
Firmware yang digunakan adalah firmware NodeMCU .
Berikut spesifikasi dari NodeMCU DevKit v1.0 :
Wi-Fi Module ESP-12E module sama dengan ESP-12 module
tetapi dengan tambahan 6 GPIO.
USB micro USB port for power, programming and debugging
Pin Header 2x 2.54mm, 15 pin header GPIO, SPI, UART, ADC,
dan pin catu daya
Tombol Reset and Flash
Power supply 5V via micro USB port
NodeMCU dapat bekerja sendiri (standalone) sebagai microprocessor
tanpa bantuan board arduino atau yang lainnya.

10
Gambar 2. NodeMCU V3
Sumber : Google Images

Dibawah ini spesifikasi dari NodeMCU V3 :


Tabel 1. Spesifikasi NodeMCU V3
SPESIFIKASI NODEMCU V3
Mikrokontroller ESP8266
Ukuran Board 57 mm x 30 mm
Tegangan Input 3.3 ~ 5V
GPIO 13 Pin
Kanal PWM 10 Kanal
10 bit ADC Pin 1 Pin
Flash Memory 4 MB
Clock Speed 40/26/24 MHz
WiFi IEEE 802.11 b/g/n
Frekuensi 2.4 GHz 2.5 GHz
USB Port Micro USB
Card Reader Tidak Ada
USB to Serial
Converter CH340G
Sumber : http://www.qelectronics.id, telah diolah kembali

d) Web Server
Server atau Web server adalah sebuah software yang memberikan
layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau
HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web
browser (Mozilla Firefox, Google Chrome) dan untuk mengirimkan
kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada
umumnya akan berbentuk dokumen HTML.
Fungsi utama Server atau Web server adalah untuk melakukan atau

11
akan mentransfer berkas permintaan pengguna melalui protokol
komunikasi yang telah ditentukan sedemikian rupa. halaman web yang
diminta terdiri dari berkas teks, video, gambar, file dan banyak lagi.
pemanfaatan web server berfungsi untuk mentransfer seluruh aspek
pemberkasan dalam sebuah halaman web termasuk yang di dalam berupa
teks, video, gambar dan banyak lagi.
Dalam rancang bangun ini menggunakan 2 server, satu sebagai server
utama dan server satunya digunakan sebagai cadangan server. Web Server
tersebut adalah :
1. AgnosThings
AgnosThings adalah Internet of Things (IoT) platform yang
terintegrasi dengan layanan Telco. Platform ini dikembangkan oleh PT.
XL Axiata dalam rangka upaya membangun sebuah ekosistem IoT di
Indonesia. Platform ini dapat memudahkan kamu para developer dalam
membuat berbagai macam Aplikasi Internet of Things (IoT).

Gambar 4. Logo Platform AgnosThings


Sumber : agnosthings.com

Apa saja fitur yang disediakan oleh Agnosthings?


Device Management
Cloud APIs (HTTP/S, MQTT dan CoAP)
Analytical Dashboard
Telco Services Integration
SMS Alert
Payment (Pulsa)
Digital Entertainment (Music, Games, Videos, dan lainnya)

12
Loyalty Program
Mobile Advertising
2. ThingSpeak
Sama halnya dengan AgnosThings, ThingSpeak merupakan sebuah
website yang mendukung mengirimkan data tangkapan sensor melalui
HTTP. Platform ini memanfaatkan API untuk mengirimkan data ke
website dan juga aplikasi mobile.

e) Apache Cordova
Apache Cordova (dulunya adalah PhoneGap) adalah framework
pengembangan aplikasi mobile yang awalnya dibuat oleh perusahaan
bernama Nitobi. Pada tahun 2011 kemudian Adobe System membeli
perusahaan tersebut, dan menyerahkan pengembangan open sourcenya
kepada Apache Software Foundation dengan nama baru Apache Cordova.
Apache Cordova memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi
mobile dengan menggunakan CSS3, HTML5 dan JavaScript daripada
menggunakan API yang spesifik untuk masing-masing platform seperti
Java untuk Android, Swift untuk iOS dan C# untuk Windows Phone.
Dengan satu kode sumber yang sama, Apache Cordova dapat membungkus
aplikasi agar dapat berjalan di banyak jenis device.

Gambar 5. Framework Apache Cordova


Sumber : cordova.apache.org

7. METODE PENELITIAN

13
Tugas Akhir ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
a. Studi pustaka, yaitu dengan dan mempelajari buku-buku dan sumber-
sumber literatur yang berhubungan dengan karya tulis ini.
b. Perencanaan rancang bangun stasiun cuaca berbasis NodeMCU V3.
c. Pembuatan rancang bangun bangun stasiun cuaca berbasis NodeMCU V3.
d. Melakukan uji coba sistem.
e. Menganalisa data yang di peroleh dari hasil uji coba.
f. Penyusunan karya tulis.
g. Mengambil kesimpulan.

8. Perencanaan Sistem Kerja Alat Secara Diagram Blok

14
Gambar 6. Blok Diagram Rancang Bangun Stasiun Cuaca
Keterangan :
DHT11 adalah sensor DHT11 yang berfungsi untuk mendeteksi suhu
udara dan kelembaban udara.
BMP180 adalah sensor BMP180 yang berfungsi untuk mendeteksi suhu
udara dan tekanan udara.
NodeMCU V3 adalah mikrokontroller yang berfungsi sebagai pengendali
sistem.
LCD 16x2 berfungsi sebagai penampil data yang sudah diolah oleh
NodeMCU V3.
Web Server adalah perangkat cloud dimana data yang dikirim oleh
NodeMCU V3 disimpan dan siap dikirim jika diminta oleh user.
User adalah orang yang bisa meminta data yang disimpan di web server
dengan bantuan aplikasi yang sudah dirancang khusus.
Rancang Bangun Stasiun Cuaca ini mencakup 2 hal, yaitu perancangan
perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pada perangkat keras
meliputi perancangan dari DHT11, BMP180, dan LCD 16x2. Pemrograman
NodeMCU V3 menggunakan Arduino IDE. Perancangan dan pembuatan aplikasi
(software) yang nantinya digunakan oleh user untuk membaca data dari web
server / menggunakan rancang bangun ini menggunakan Apache Cordova dengan
bahasa pemrograman HTML5, JavaScript dan Bootstrap.
9. Perencanaan Sistem Kerja Alat Secara Diagram Alir

15
Gambar 7. Diagram Alir Sistem
Ketika alat dihidupkan, NodeMCU V3 akan membaca nilai sensor dari
DHT11 dan BMP180. Nilai yang dibaca dari masing-masing sensor adalah suhu
udara dan kelembaban udara (DHT11), tekanan udara dan suhu udara (BMP180).
Selain membaca nilai sensor, NodeMCU akan menghitung parameter lainnya
seperti titik keembunan udara (memakai parameter suhu dan kelembaban dari
DHT11) dan ketinggian tempat (memakai parameter tekanan udara dan suhu

16
udara dari BMP180). Setelah masing-masing nilai diproses, NodeMCU V3 akan
menampilkannya pada LCD. NodeMCU V3 juga akan mengirimkan nilai sensor
tadi ke web server yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan (data logger). Jika
user Android ingin melihat data terakhir yang tersimpan di web server, maka user
tinggal membuka aplikasi yang sudah disediakan. Aplikasi tersebut berguna untuk
meminta data pada web server berupa kode khusus dan kemudian ditampilkan
pada layar smartphone.

10. JADWAL PELAKSANAAN

11. DAFTAR PUSTAKA


1. Pakpahan, Ellis Naria.2011. PROTOTIPE STASIUN CUACA MINI
BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega 8535. Skripsi. Medan.
Program Studi Fisika Instrumentasi Universitas Sumatera Utara.
2. Purwitasari,Arninda dkk. 2013. Pengukur Jarak Jauh Untuk Dua Titik
Temperatur Dan Kelembaban Menggunakan ZIGBEE 2.4 GHz. Tugas
Akhir. Semarang. Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang.
3. Riyadi. 2016. Rancang Bangun Sistem Wireless Pengawasan Suhu dan
Kelembaban Berbasis Arduino dan RF Modul 433MHz. Tugas Akhir.
Semarang. Jurusan Teknik Elektro.Universitas Semarang.

17
4. http://www.boarduino.web.id/2015/08/monitoring-suhu-melalui-
internet-dengan.html, diakses tanggal 25 Januari 2017
5. http://www.instructables.com/id/Clock-with-termometer-using-Arduino-
i2c-16x2-lcd-D/, diakses tanggal 25 Januari 2017
6. http://www.instructables.com/id/Wireless-Temperature-and-Humidity-
Monitor-With-ESP/?ALLSTEPS, diakses tanggal 26 Januari 2017
7. http://www.qelectronics.id/nodemcu-vs-arduino/, diakses tanggal 1
Maret 2017
8. http://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-cuaca-dan-unsurnya-
secara-lengkap.html, diakses tanggal 3 Maret 2017
9. https://idcloudhost.com/pengertian-web-server-dan-fungsinya/ , diakses
tanggal 5 Maret 2017
10. ...https://images.google.com
11. ...https://codepolitan.com

18