Anda di halaman 1dari 3

Psikopatologi

A. Dinamika Kepribadian

Anxiety (k ecemasan) merupakan dampak dari konflik yang tidak dapat terhindarkan. Ada 3 jenis
anxiety, yaitu : Realistic Anxiety, kecemasan pada bahaya nyata yang ada di dunia luar, merupakan
sumber terjadinya kecemasan neurotic dan normal namun. Neurotic Anxiety, kecemasan terhadap
hukuman yang akan diterima. Moral Anxiety, kecemasan yang timbul karena melanggar standar nilai.
Neurotic anxiety dan moral anxiety tampaklah mirip, namun mempunyai prinsip yang berbeda dalam hal
tingkat kontrol ego. Bila kecemasan-kecemasan ini terlalu berlebihan akan mengakibatkan gangguan
psikis dimana dapat membuat seseorang akan sangan ketakutan dan tertekan.

B.Mekanisme Pertahanan Diri

Mekanisme pertahanan diri (defense mechanisms) dikemukakan oleh Simund reud pada
1926(Freud, 1926/159a). Kemudai dilanjutkan oleh anaknya Anna (A.Freud, 1946). Mekanisme
pertahanan ini bersifat normal dan digunakan secara universal, namun bila digunakan secara ekstrem
maka mekanisme-mekanisme akan mengarah ke sifat yang komplusif, reptitif, juga neurotis dimana
psikis kita pada akhirnya akan ikut terganggu. Oleh karna itu energi psikis yang kita miliki perlu kita
arahkan. Energi psikis ini berguna untuk menyusun dan mempertahankan mekhanisme pertahanan
dimana semakin difensif kita maka semakin berkurang energi psikis kita untuk memuaskan id. Ego
membangun menisme pertahanan agar tak perlu menghadapi ledakan seksual dan agresif untuk
mempertahankan diri yang diikuti dorongan-dorongan tersebut.

Mekanisme-mekanisme yang diidentifikasi oleh Sigmund Freud adalah represi, pembentukan


reaksi, pengalihan, fiksasi, regresi, proyeksi, introyeksi, dan sublimasi.

a. Represi adalah mekanisme yang dilakukan oleh ego untuk meredakan kecemasan dengan jalan
menekan dorongan-dorongan atau keinginan-keinginan yang menjadi penyebab kecemasan
tersebut kedalam tak sadar. Namun kecemasan yang ditekan ini bila berlebihan akan merusak
psikis seseorang
b. Pembentukan Reaksi adalah menyembunyikan diri dalam selubung yang sama sekali
bertentangan dengan bentuk semula. seperti menunjukkan sifat aslinya yang dirasakan sperti
membenci sesorang namun ditunjukkan kebalikkannya seperti rasa kasih sayang yang berlebih
lebihan.
c. Pengalihan adalah pengungkapan dorongan yang menimbulkan kecemasan pada objek atau
individu yang kurang berbahaya atau kurang mengancam dibanding dengan objek atau individu
semula.
d. Fiksasi adalah mempertahankan keadaan yang lebih nyaman karena ego mengambil alih dalam
hal strategi untuk mempertahankan keadaan psikologis yang awal yang lebihnyaman.
e. Regresi adalah suatu mekanisme dimana individu untuk menghindarkan diri dari kenyataan
yang mengancam, kembali kepada taraf perkembangan yang lebih rendah serta bertingkah laku
seperti ketika dia berada dalam taraf yang lebih rendah itu.
f. Proyeksi adalah pengalihan dorongan, sikap atau tingkah laku yang menimbulkan kecemasan
kepada orang lain.
g. Introyeksi adalah meleburkan sifat-sifat positif orang lain ke dalam egonya sendiri.
h. Sublimasi adalah mekanisme pertahanan ego yang ditujukan untuk mencegah atau meredakan
kecemasan dengan cara mengubah dan menyesuaikan dorongan primitif id yang menjadi
penyebab kecemasan kedalam bentuk (tingkah laku) manusia yang bisa diterima dan dihargai
masyarakat.

Oedius Complex

alam bawah sadar untuk melakukan hubungan seksual. Keinginan dari alam bawah sadar
akanmemusuhi atau merusak yang punya jeniskelamin sama. Konflik ini disebut Oedipus Complex.
Freud juga menjelaskan tentang Electra Complex, konflik yang dialami wanita pada masa phallic.
Freud mengatakan hal ini terjadi karena reaksi si anak ketika dia menemukan bahwa anak laki-laki
memiliki penis dan dia tidak. Si anak menyalahkan ibunya atas bayangan/gambaran si ibu yang
diturunkan kepadanya. Dia menjadi cemburu dan mengalihkan / mentransfer cintanya pada sang
ayah karena memiliki organ yang dia inginkan

Secara garis besar, dari fase phallic ini ada beberapa hal penting, yaitu :

Pusat kenikmatan adalah alat kelamin, mulai menaruh perhatian terhadap perbedaan anatomi.
Laki-laki menglami Castration Anxiety. Tokoh ibu menjadi obyek kasih sayang. Ayah dianggap
musuh. Perempuan mengalami Electra Complex. Tokoh ayah menjadi obyek kasih sayang. Ibu
dianggap musuh. Untuk menekan perasaan ini, anak mengidentifikasikan dirinya dengan orang tua
sejenis. Kegagalan pada fase ini, akan menyebabkan kebingungan akan peran seks secara wajar,
kegagalan akan menemukan standar moral yang tepat.
TERAPI