Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL INVESTIGASI KLB DIARE

DI DESA CITIMUN KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG


TAHUN 2015

Disusun Oleh
Tim Epidemiologi Puskesmas

PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG

UPTD PUSKESMAS CIMALAKA


Jln Raya Tanjung Kerta No 72 Telp. 0261 202623 Cimalaka Sumedang 45353
E-mail : puskesmascimalaka@yahoo.co.id
Laporan Hasil Investigasi KLB Diare di Desa Citimun Kecamatan Cimalaka
Kab. Sumedang Tahun 2015

I. Pendahuluan

Kejadian Luar Biasa (KLB) muncul akibat meningkatnya kejadian kesakitan / kematian yang
bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. KLB antara lain
diakibatkan pelaksanaan sistem kewaspadaan dini (SKD) yang lemah, sehingga kenaikan angka
kesakitan tidak dapat terpantau dengan baik.

Salah satu KLB yang sering terjadi di suatu daerah khususnya di Desa Citimun Kecamatan
Kabupaten Sumedanh yaitu KLB Diare. Kasus Diare merupakan suatu kasus/penyakit yang
mempunyai gejala klinis antara lain: muntah-muntah, sakit perut yang hebat, shock, berak lebih
dari lima kali, turgor jelek dan penderita lemah. Diare disebabkan oleh bakteri Echeria Coli yang
biasa berkembang melalui air. Penularan Diare yang sangat cepat, biasanya pada kandungan
bakteri yang telah mencapai kosentrasi tinggi, jika tidak ditanggulangi akan mengalami
penyebaran kasus yang lebih luas dengan tingkat kematian yang tinggi, akibatnya KLB sering
terjadi di mana-mana. Diare timbul terutama diakibatkan oleh hygiene perorangan dan sanitasi
lingkungan yang kurang baik atau tidak memenuhi syarat kesehatan.

Berdasarkan laporan Kepala Puskesmas Bahodopi, bahwa pada tanggal 02 s.d 21 Juni 2015 telah
terjadi peningkatan kasus, yaitu di Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka dalam wilayah
Puskesmas Cimalaka dengan jumlah penderita sebanyak 28 kasus, 1 kasus (CFR = 3.57%) di
antaranya meninggal dunia.

Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka merupakan desa yang berada di wilayah kerja
Puskesmas Cimalaka dengan jarak 3 km dari Puskesmas Cimalaka yang dapat ditempuh
dengan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat.

II. Tujuan

1. Mengetahui situasi peningkatan kasus diare di Desa Desa Citimun wilayah kerja
Puskesmas Cimalaka Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.
2. Mengetahui trend angka kesakitan dan kematian berdasarkan epidemiologi (waktu,
tempat, dan orang)
3. Mengetahui faktor penyebab terjadinya peningkatan kasus diare di Desa Desa Citimun
Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang .
4. Memutuskan rantai penularan kasus diare di Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka
Kabupaten Sumedang .
5. Memberikan pemahaman tentang perilaku hidup sehat dan bersih kepada masyarakat
Desa Citimun Kecamatan Cimalaka .

III. Metedologi

1. Mengadakan survey kasus di lokasi Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka untuk
mengetahui kebenaran laporan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare.
2. Mengadakan wawancara langsung terhadap penderita dan keluarga penderita
3. Observasi sumber air minum dalam rangka mengetahui tingkat pencemaran air.

IV. Pelaksana Investigasi dan waktu pelaksanaan

Kunjungan Investigasi dilaksanakan selama Enam hari, mulai tanggal 20 s.d. 25 Juni Tahun 2015,
lokasi Investigasi KLB Diare di Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang .
Tim Investigasi Puskesmas Cimalaka

1. Lina Lisdiana, AMKL


2. Rani Yusnita, AMK
3. Acep Iman Super, AMK

Hasil Investigasi

Sesuai hasil investigasi di lapangan jumlah kasus sebanyak 28 kasus dan 1 kasus di antaranya
meninggal dunia. Kasus ini pertama-tama ditemukan oleh petugas Puskesmas pada minggu ke
1 bulan Juni, dengan jumlah kasus yang ditemukan lebih banyak pada golongan umur 14 tahun
(balita) dibanding orang dewasa, dan umumnya penderita berjenis kelamin laki-laki.

Berdasarkan faktor risiko atas pengamatan langsung di lapangan, ditemukan beberapa faktor
yang dianalisa sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare yakni:

1. Sumber Air Minum

Sumber air minum yang dikosumsi masyarakat Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka yakni
mata air dan sumur gali. Karena berdasarkan pantauan di lapangan bahwa sebagian penduduk
Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka menggunakan mata air sebagai tempat mandi, mencuci
dan buang air besar/kecil. Namun adapula yang menggunakan sumur, tetapi secara hygienis tidak
memenuhi syarat kesehatan, sebab jarak antara sumur dengan sumber pencemaran, rata-rata
kurang dari 10 meter, di samping itu pula saluran pembuangan air limbanya yang tidak memenuhi
syarat serta ditemukan nya sampah bekas pempers bayi di lingkungan tersebut. Berdasarkan
keadaan di lapangan, umumnya masyarakat Desa Citimun Kecamatan Cimalaka membuat sumur
di dalam rumah masing-masing dengan tempat yang tertutup serta tidak ada pancaran cahaya
matahari sedikitpun yang masuk, serta kurang dibersihkan. Berdasarkan hasil analisa, bahwa
salah satu variabel penyebab terjadinya KLB diare yaitu faktor curah hujan yang terjadi pada bulan
Desember, Januari dan Pebruari di wilayah tersebut cukup tinggi, sehingga sangat berpengaruh
terhadap penurunan kualitas lingkungan dan air.

2. Prilaku Hidup Bersih

Prilaku hidup bersih, merupakan faktor risiko penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare di wilayah
tersebut Berdasarkan pengamatan, umumnya penderita golongan umur 1-4 tahun (usia Balita), ini
kemungkinan besar karena adanya kebiasaan balita jalan kaki tidak menggunakan alas kaki
(sandal), serta karena mengkonsumsi makanan yang tidak dicuci, atau makanan yang dicuci tetapi
menggunakan air sungai yang diprediksikan sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB).

3. Pendidikan

Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan masih sangat rendah karena kurangnya
promosi/penyuluhan kesehatan serta manfaat prilaku hidup bersih. Sanitasi dasar akan
berdampak pada meningkatnya insiden diare yang menjurus pada peningkatan kasus dan pada
akhirnya menimbulkan kejadian luar biasa seperti terjadi pada saat ini.
Permasalahan

Kejadian Luar Biasa (KLB), karena tidak maksimalnya atau tidak intensifnya fungsi kontrol
manajemen surveilans terhadap peningkatan kasus sebagai PWS-KLB. Berdasarkan hasil
investigasi, distribusi penggolongan umur jumlah kasus tertinggi ditemukan pada usia balita,
karena tingginya mobilitas umur tersebut. Selain itu karena adanya kontak dengan mata air,
kebiasaan masyarakat membawa anak ke rumah-rumah tempat penderita diare, sehingga
menyebabkan berpindahnya kuman penyakit secara tidak langsung. Perubahan/penurunan
kualitas lingkungan akibat keadaan iklim yang tidak teratur di Kecamatan Cimalaka, misalnya
curah hujan yang tinggi, sehingga berpengaruh terhadap kualitas air, terutama mata air dan sumur
gali yang tidak permanen. Akibatnya dapat menimbulkan berbagai macam bakteri penyebab.
Distribusi KLB diare berdasarkan umur sebagaimana tabel berikut:

Tabel 1 Distribusi Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare

Berdasarkan Golongan Umur

No Umur Jumlah Pddk Penderita Meninggal AR% CFR%


1 <1 thn 39 2 0 5,13 0.0

2 1 4 thn 46 21 1 45,65 3,57

3 5 9 thn 59 2 0 3,39 0.0

4 10-14 thn 97 1 0 1,03 0.0

5 15-19 thn 84 0 0 0 0.0

6 20-44 thn 102 0 0 0 0.0

7 45-54 thn 82 0 0 0 0.0

8 55-59 thn 55 1 0 1,82 0.0

9 60-69 thn 42 1 0 2,38 0.0

10 70 + thn 29 0 0 0 0.0

Jumlah 635 28 1 59,40 3,57


Tabel 2 Distribusi Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare

Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Jumlah Meninggal AR/% CFR /%


Pddk Penderita
1 Laki-Laki 380 7 0 1,84 0,0

2 Perempuan 255 21 1 8,24 3,57


Jumlah 635 28 1 10,08 3,57

Peta lokasi Sebaran Kasus N

W E

Desa Citimun

Pemecahan Masalah

1. Memberikan pendidikan dan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan dalam rangka


berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui penyuluhan kesehatan masyarakat.
2. Penyuluhan PHBS dan Puskesmas Keliling ditingkatkan dan dilaksanakan secara kontinyu
untuk memonitoring berbagai perkembangan penyakit di wilayah kerja Puskesmas.
3. Diharapkan tindak lanjut dari pemerintah setempat baik secara lintas program maupun
lintas sektor, sehingga penanggulanagan KLB diare tidak berhenti pada investigasi semata
tetapi berkesinambungan dalam penanganannya.
Penutup

A. Kesimpulan

1. Telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare di Desa Desa Citimun Kecamatan Cimalaka
wilayah kerja Puskesmas Cimalaka Kabupaten Sumedang
2. Jumlah Penderita 28 kasus AR (59,40%) dan 1 di antaranya meninggal dunia
CFR (3,57%)
3. Penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare yakni penurunan kwalitas lingkungan terutama
air yang tunjang PHBS yang rendah.

B. Saran

Peningkatan kinerja Surveilans/intensitas surveilans sebagai intelijen penyakit perlu


ditingkatkan
Untuk kelancaran petugas ke lokasi Kejadian Luar Biasa, dan mengingat daerah yang
sangat sulit dijangkau, maka perlu pengadaan kendaraan roda dua bagi para petugas
surveilans di kabupaten