Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA ( KLB )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSKG NY.R.A. HABIBIE 12/RSKG-SPO/13 1/2
Jl. Tubagus Ismail No.46
Bandung 40134
Telp. (022) 2501985 Fax. (022) 2501984

Tanggal terbit Ditetapkan,


Direktur RSKG NY.R.A. HABIBIE
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Dr. Qania Mufliani, MM

PENGERTIAN Suatu proses yang dilakukan untuk menangani suatu kejadian


kesakitan/kematian di rumah sakit yang jumlah kasusnya meningkat 3
(tiga) kali lipat melebihi keadaan biasa dan pada waktu tertentu.

TUJUAN 1. Agar kejadian KLB dapat dikendalikan.


2. Agar diketahui factor penyebab KLB dan dianalis sehingga dapat
ditindak lanjuti.
3. Agar kejadian KLB tidak terulang lagi.

KEBIJAKAN

PROSEDUR 1. Analisa data surveilens infeksi rumah sakit yang mengalami


peningkatan tiga bulan berturut-turut.
2. Tim PPI Rumah Sakit melakukan investigasi bersama di tempat
kejadiannya KLB,meliputi:
a. Mencatat setiap kejadian infeksi di ruangan sesuai prosedur
Survailens Infeksi Rumah sakit.
b. Berkordinasi dengan perawat ruangan dan kepala ruangan
sertadokter yang bertanggung jawab menangani pasien,untuk
melakukan verifikasi diagnosis Infeksi Rumah Sakit dan
mengkonfirmasi sebagai kasus KLB.
c. Investigasi terhadap kemungkinan sumber penularan dan
kemungkinan penyebarannya,serta aspek lain yang diperlukan
untuk penanggulangan atau memutuskan rantai penularan.
d. Berkoordinasi dengan bagian Laboratorium untuk melakukan:
Swab ruang/alat yang diduga terkontaminasibakteri.
Pengambilan bahan dari berbagai lokasi tersangka sumber
infeksi untuk dibiakkan dan antibiogram.
Pemasangan lebel di tempat penampungan bahan pemeriksaan
laboratorium pasien penyakit menural.
Label bertuliskan Awas Bahan Menular.
Berkordinasi dengan seluruh personil di bagian terkait untuk
memberikan klarifikasi-klarifikasi perihal yang terkait dengan
KLB,missal pelaksanaan prosedur tetap secara benar.
3. Tim PPI Rumah Sakit menyimpulkan hasil investigasi.
4. Tim PPI Rumah Sakit menetapkan status siaga bencana KLB dan
melaporkan kepada Direktur Rumah Sakit.
5. Direktur berdasarkan pertimbangan TIM PPI Rumah Sakit
menetapkan adanya KLB.
6. Tim PPI Rumah Sakit melakukan dokumentasi tentang kejadian dan
tindakan yang telah diambil terhadap data atau informasi KLB.
7. Tim PPI Rumah Sakit terus melakukan monitoring dan evaluasi
sampai KLB berhasil diatasi.
8. Tim PPI bersama IPCN dan perawat ruangan melakukan langkah-
langkah pencegahan dan pembatasan dengan cara:
e. Melaksanakan dan mengawasi secara ketat pelaksanaan cuci
dokter yang bertanggung jawab menangani pasien,untuk
melakukan verifikasi diagnosis Infeksi Rumah Sakit dan
mengkonfirmasi sebagai kasus KLB.
f. Investigasi terhadap kemungkinan sumber penularan dan
kemungkinan penyebarannya,serta aspek lain yang diperlukan
untuk penanggulangan atau memutuskan rantai penularan.
g. Berkoordinasi dengan bagian Laboratorium untuk melakukan:
Swab ruang/alat yang diduga terkontaminasibakteri.
Pengambilan bahan dari berbagai lokasi tersangka sumber
infeksi untuk dibiakkan dan antibiogram.
Pemasangan lebel di tempat penampungan bahan pemeriksaan
laboratorium pasien penyakit menural.
Label bertuliskan Awas Bahan Menular.
Berkordinasi dengan seluruh personil di bagian terkait untuk
memberikan klarifikasi-klarifikasi perihal yang terkait dengan
KLB,missal pelaksanaan prosedur tetap secara benar.
9. Tim PPI Rumah Sakit menyimpulkan hasil investigasi.
10. Tim PPI Rumah Sakit menetapkan status siaga bencana KLB dan
melaporkan kepada Direktur Rumah Sakit.
11. Direktur berdasarkan pertimbangan TIM PPI Rumah Sakit
menetapkan adanya KLB.
12. Tim PPI Rumah Sakit melakukan dokumentasi tentang kejadian dan
tindakan yang telah diambil terhadap data atau informasi KLB.
13. Tim PPI Rumah Sakit terus melakukan monitoring dan evaluasi
sampai KLB berhasil diatasi.
14. Tim PPI bersama IPCN dan perawat ruangan melakukan langkah-
langkah pencegahan dan pembatasan dengan cara:
a. Melaksanakan dan mengawasi secara ketat pelaksanaan cuci
tangan yang benar dan tepat.
b. Menggunakan dan mengawasi penggunaan sarung tangan dan
APD lain sesuai indikasi.
c. Melakukan dan mengawasi pembuangan limbah dengan benar.
d. Melakukan pemisahan pasien yang terinfeksi,disatukan dengan
pasien yang sama-sama terinfeksi dan menentukan staf yang
akan memberikan penangan.
e. Mengawasi ketat penerapan Kewaspadaan Standar.
f. Ruangan yang terjadi KLB harus didesinfeksi.
15. Status KLB dilaporkan ke dinas kesehatan setempat.
h. Tim PPI menyatakan KLB selesai jika dua kali masa inkubasi
terpanjang tidak ditemukan kasus baru.
UNIT TERKAIT
Instalasi Rawat Inap & HCU
Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Gawat Darurat
Instalasi HD
Instalasi Bedah