0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
570 tayangan12 halaman

Karya Tulis Bukit Kandis

Dokumen tersebut membahas tentang Obyek Wisata Bukit Kandis di Kabupaten Bengkulu Tengah. Bukit Kandis merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak 650 meter dari ibukota kabupaten. Dokumen ini menjelaskan kondisi geografis, administratif, dan daya tarik wisata Bukit Kandis beserta budaya masyarakat sekitarnya.

Diunggah oleh

sofinal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
570 tayangan12 halaman

Karya Tulis Bukit Kandis

Dokumen tersebut membahas tentang Obyek Wisata Bukit Kandis di Kabupaten Bengkulu Tengah. Bukit Kandis merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak 650 meter dari ibukota kabupaten. Dokumen ini menjelaskan kondisi geografis, administratif, dan daya tarik wisata Bukit Kandis beserta budaya masyarakat sekitarnya.

Diunggah oleh

sofinal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepariwisataan merupakan integral dari pembangunan nasional yang
dilakukan secara sistematis, terencana terpadu, berkelanjutan dan bertanggung
jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya
yang hidup dalam masyarakat, kelestarian dan mutu lingkungan hidup, serta
kepentingan nasional. Pembangunan kepariwisataan pada hakikatnya merupakan
upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan obyek dan daya tarik wisata,
yang terwujud antara lain dalam bentuk kekayaan alam yang indah, keragaman
flora dan fauna, kemajemukan tradisi dan seni budaya, serta peninggalan sejarah
dan purbakala. Hal ini menjelaskan bahwa obyek wisata yang merupakan bagian
dari tempat kepariwisataan adalah hal yang tak terpisahkan dari bagian
pembangunan dibidang pariwisata yang harus di lestarikan oleh masyarakat dan
pemerintah tanpa menyampingkan nilai-nilai agama, lingkungan hidup, kultur
budaya yang hidup disekeliling obyek wisata. Hampir seluruh Kabupaten yang ada
di propinsi Bengkulu memiliki obyek wisata yag dapat di kembangkan menjadi
salah satu ikon pembangunan Kabupaten.
Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan salah satu dari sepuluh
kabupaten/kota di propinsi Bengkulu yang memiliki banyak sekali pesona alam
dan obyek wisata yang dapat dinikmati oleh masyarakat disekitar Kabupaten
Bengkulu Tengah dan diluar Kabupaten Bengkulu Tengah. Ada banyak obyek
wisata yang dapat dijadikan tempat untuk rekreasi alam menikmati waktu libur
bersama keluarga. Salah satu obyek wisata yang terkenal di Kabupaten Bengkulu
Tengah adalah Obyek Wisata Bukit Kandis yang terletak berjarak 650 meter dari
Ibukota Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu Karang tinggi. Untuk menjangkau
Obyek wisata Bukit Kandis dibutuhkan waktu sekitar 20 menit agar bisa sampai ke
obyek wisata Bukit Kandis.
Berdasarkan uraian diatas, penulis mencoba untuk menulis karya tulis yang
berjudul Pesona obyek wisata Bukit Kandis Bengkulu Tengah untuk
menggambarkan keindahan bukit Kandis yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah
serta nilai budaya masyarakat yang ada di sekitar Bukit Kandis.

1
2

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas, maka rumusan masalah
dalam karya tulis ini adalah
1. Bagaimana kondisi obyek wisata Bukit Kandis ?
2. Bagaimana kultur budaya masyarakat yang ada disekitar obyek wisata Bukit
Kandis?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui kondisi obyek wisata Bukit Kandis
2. Untuk mengetahui kultur budaya masyarakat yang ada disekitar Bukit Kandis

D. Manfaat Penelitian
Diharapkan hasil karya tulis dapat dijadikan sebagai media atau referensi
untuk memberikan gambaran tentang obyek wisata Bukit Kandis dan kultur
budaya masyarakat yang ada disekitar obyek wisata Bukit Kandis serta sebagai
sarana mempromosikan wisata alam yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah
tepatnya di desa Datar Lebar Karang Tinggi.

2
3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Wisata
Wisata dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep yang menggambarkan
partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong
terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan
di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Daya tarik wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran
pengunjung ke suatu daerah tujuan wisata. Obyek dan daya tarik wisata adalah
yang menjadi sasaran perjalanan wisata. Hal -hal yang menarik pengunjung untuk
berkunjung ke suatu tempat tujuan wisata menurut Marrioti adalah :
1. Benda benda yang tersedia dan terdapat di alam semesta yang berupa : Iklim,
bentuk tanah, pemandangan alam, hutan belukar, flora dan fauna, dan lain
lain.
2. Hasil cipataan manusia yang berupa benda benda bersejarah, kebudayaan,
keagamaan seperti : museum, perpustakaan, dan lain lain.
3. Tata cara hidup masyarakat yang berupa kebiasaan hidup masyarakat dan adat
istiadat yang merupakan daya tarik wisatawan. (Oka. A.Yoeti, 1983)
Menurut UU No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan menyatakan bahwa obyek
dan daya tarik wisata antara lain :
1. Obyek dan daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud
keadaan alam serta flora dan fauna seperti : pemandangan alam, panorama
indah, hutan rimba
2. Obyek dan daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud museum,
peninggalan purbakala, peninggalan sejarah (petilasan), seni budaya, wisata
agro, wisata tirta, wisata petualangan, taman rekreasi dan tempat hiburan.
3. Obyek dan daya tarik wisata minat khusus seperti : berburu, mendaki gunung,
gua, industri, kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat ibadah,
tempat ziarah dan lain lain.

3
4

B. Konsep Potensi Wisata


Potensi pariwisata adalah segala hal dan keadaan baik yang nyata dan dapat
diraba, maupun yang tidak dapat diraba, yang digarap, diatur dan disediakan
sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat/dimanfaatkan/ diwujudkan sebagai
kemampuan, faktor dan unsur yang diperlukan/menentukan bagi usaha dan
pengembangan kepariwisataan, baik itu berupa suasana, kejadian, benda maupun
layanan / jasa. (R.S.Damardjati, 2001).
Menurut J.S. Badudu, potensi adalah kemampuan yang mempunyai
kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kemampuan, kesanggupan daya.
(Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1995).
Dalam hal ini obyek wisata Bukit Kandis memiliki potensi pariwisata yang
besar yaitu sebuah bukit yang memiliki keunikan berupa alamnya yang asri dan
liar yang memiliki ketinggian 70 meter dari permukaan tanah dan 200 meter dari
permukaan laut/MDPL.

4
5

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan
untuk memberikan gambaran atau penjelasan tentang obyek wisata Bukit Kandis
beserta kultur budaya masyarakat yang ada disekitar obyek wisata Bukit Kandis.
Dalam karya tulis ilmiah ini, penulis menggunakan dasar penelitian studi kasus
yaitu dimana obyek/masalah dipilih dan diamati, kemudian dianalisis secara
menyeluruh sebagai suatu kesatuan yang terintegritas. Penulis juga melakukan
wawancara guna memperoleh informasi dari sejumlah responden/masyarakat
sekitar obyek wisata Bukit Kandis yang dianggap memahami tentang obyek
tersebut.

B. Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam karya tulis ini adalah :
1. Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan
pengamatan langsung terhadap obyek wisata Bukit Kandis.
2. Metode Wawancara
Yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan
kepada masyarakat sekitar Bukit Kandis atau tetua adat yang mengerti tentang
Bukit Kandis.
3. Metode Kepustakaan
Yaitu metode yangdilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku, jurnal
yang berkaitan dengan obyek wisata Bukit Kandis untuk dilakukan analisis.

5
6

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Obyek Wisata Bukit Kandis


Obyek wisata bukit kandis merupakan
salah satu obyek wisata yang dimiliki
oleh masyarakat Kabupaten Bengkulu
Tengah yang berjarak 650 meter dari
Ibukota Kabupaten Bengkulu Tengah
yaitu Karang tinggi. Obyek wisata ini
memiliki keunikan khusus dengan
bentuk dan kondisi yang hampir mirip
dengan sebuah gunung yang
memberikan kesan menantang para
pencinta alam untuk naik ke
puncaknya.
Lokasi yang paling dekat dengan Bukit Kandis adalah Desa Durian Demang
dengan menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari simpang Bukit Kandis dengan
berjalan kaki atau dengan menggunakan sepeda motor cukup ditempuh dengan 5
menit saja.
Secara administratif obyek wisata Bukit Kandis termasuk dalam wilayah
Kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki ketinggian 70 meter dari permukaan
tanah dan 200 meter dari permukaan laut/MDPL (bengkulutengahkab.go.id). Bukit
Kandis luas areanya adalah 10 Ha.
Bukit Kandis merupakan dataran tinggi yang terdiri dari tumpukan karang yang
tinggi hingga membentuk sebuah bukit. Disekitar bukit Kandis dulunya ditumbuhi
oleh pohon kandis yang berpungsi sebagai penopang bukit agar tidak terjadi
longsor. Bukit kandis dapat dijadikan wisata bagi pecinta alam dalam kegiatan
pendidikan dasar seperti hiking, mountainiring, jelajah alam bebas, Latihan Rock
Clambing, Survival hingga berkemah. Keindahan sekitar Bukit Kandis dapat
dijumpai ketika anda memasuki simpang Desa Durian Demang. Hutan hijau
mengiringi perjalanan menuju Bukit Kandis.
B. Sejarah Nama Bukit Kandis

6
7

Kata Bukit Kandis berasal dari kata bukit dan Kandis. Secara tata
bahasa Bukit Kandis memiliki dua makna yaitu makna bukit dan makna
Kandis.
Bukit adalah suatu wilayah bentang alam yang
memiliki permukaan tanah yang lebih tinggi dari
permukaan tanah di sekelilingnya yang
berketinggian antara 200-500 m di atas
permukaan laut dan disertai beberapa bagian
yang merupakan lembah namun dengan
ketinggian relatif rendah dibandingkan
dengan gunung. Dalam Bahasa Melayu, bukit
juga dapat berarti gunung.
Dalam buku A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent
Countries (1856), John Crawfurd menulis bahwa bukit dalam Bahasa Melayu sama
dengan gunung dalam Bahasa Jawa, yaitu dataran yang tinggi. Contohnya,
pegunungan yang berjejer di Pulau Sumatera, dinamakan dengan Bukit Barisan.
Kandis adalah adalah sejenis tanaman yang
dikenal oleh masyarakat sekitar bukit kandis
dengan sebutan asam kandis yang merupakan
bumbu masakan khas masyarakat Bengkulu.
Asam kandis (Garcinia xanthochymus) adalah
pohon hijau yang berukuran sekitar 15m - 30m
yang berasal dari India. Ia masih sekerabat
dengan manggis serta asam gelugur.
Tajuknya berbentuk seperti piramid, dengan batang utama tegak dan cabang-
cabang tumbuh mendatar, seperti pohon manggis,kulit batang berwarna hitam
keabuan, bergetah kuning sampai kuning kecoklatan. Daunnya lanset memanjang,
sempit, hijau tua, panjang 1224 cm. Buahnya agak membulat, meruncing, dengan
diameter mencapai 9 cm, berwarna jingga pucat atau kuning pekat. Tetapi varietas
yang tumbuh di pulau sumatera terutama sumatera selatan buahnya bulat dengan
ujung buah cekung kedalam, dengan warna buah matang kuning kecoklatan, sedikit
bergetah berwarna kuning sampai kuning kecoklatan,buah yang masih muda
berwarna hijau muda. Buah terdiri atas kulit buah, 4 - 5 biji yang masing - masing
di selimuti daging buah. Tumbuhan Kandis akan berbunga biasanya setelah masa

7
8

kering yang cukup panjang (minimal tiga bulan) dan bisa berbunga dua kali
setahun. Pengolahan buah menjadi asam kandis,menurut pengalaman penulis adalah
dengan cara buah yang sudah matang di iris tipis-tipis,lalu di jemur di terik
matahari selama beberapa hari,sampai kering. Asam kandis tahan di simpan
bertahun - tahun Asan kandis yang baik adalah yang berwarna merah
kecoklatan,asam kandis yang sudah berwarna hitam menunjukan proses
pengeringan yang tak sempurna, masih lembab tapi sudah di simpan. Asam kandis
dimanfaatkan buahnya. Rasa buah masam, sedangkan kulit buah rasanya asam kelat
dan dijadikan bumbu dapur, selai, campuran kari, serta buah segar dibuat acar.
Asam kandis banyak dipakai dalam masakan dari Sumatera, seperti pindang ikan
dan pindang daging. Varietas asam kandis yang lain adalah kokam, bumbu yang
dihasilkan dari tumbuhan sekerabat (G. indica). Pemanfaatan lain adalah sebagai
sumber bahan pewarna.
Berdasarkan pengertian dua makna diatas maka dapat dijelaskan bahwa obyek
wisata Bukit Kandis merupakan daerah bukit yang memiliki permukaan tanah
yang lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya dengan ditumbuhi oleh
pohon Kandis, yang merupakan bagian hutan lindung Kabupaten Bengkulu Tengah.
Sejak saat itu masyarakat menamai bukit tersebut dengan sebutan Bukit Kandis
atau bukit yang ditumbuhi banyak pohon asam kandis.

C. Pesona Obyek Wisata Bukit Kandis


Obyek wisata Bukit Kandis merupakan obyek wisata pilihan jika anda sedang
berkunjung ke Bengkulu Tengah. Nikmati waktu wisata anda dengan menjelajahi
obyek wisata alam yang berbukit. Dengan kondisi yang masih asri dan dengan
udara yang bersih, sangat cocok bagi anda yang ingin menghirup udara segar
dengan sedikit berlelah untuk mencapai bukit dan bagi yang senang memanjat
tebing Bukit Kandis adalah salah satu solusinya, sehingga ketika pulang dari
wisata Bukit Kandis akan selalu terkenang dan memberikan kesan mendalam.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap masyarakat di
sekitar Obyek Wisata Bukit Kandis menyampaikan bahwa untuk menjangkau
Bukit Kandis, hanya butuh waktu sekitar 20 menit saja. Bukit ini jaraknya sekitar
650 meter dari simpang Desa Durian Demang. Oleh orang tetuah dulu, bukit
kandis ini menjadi tempat rekreasi. Banyak warga mendaki sampai ke puncak

8
9

bukit, untuk melihat pemandangan yang indah disana. Bukan hanya warga
Benteng saja, tapi warga luar juga banyak mengunjungi Bukit Kandis tersebut.
Kalau dahulu banyak warga luar yang berkemah disini, terangnya.
Masih menurut masyarakat sekitar Bukit Kandis Obyek wisata ini sering
dikunjungi oleh mahasiswa baik dari propinsi Bengkulu maupun dari luar
propinsi Bengkulu sebaga ajang rekreasi alam dan berkemah di obyek wisata ini.
Banyak pengunjung suka mendaki Bukit Kandis yang bentuknya seperti badan
singa duduk ini. Beberapa pendaki gunung dari luar daerah yang dulu sering
latihan fisik mendaki gunung dengan tali untuk mencapai puncak. Peristiwa ini
akan sangat berkesan bagi orang yang mampu mencapai puncak sembari
menikmati keindahan daerah sekitar bukit dari atas puncak. Bentangan
perkebunan karet dan sawit akan jelas terlihat dari atas puncak Bukit Kandis.
Menurut pengunjung yang berhasil diwawancarai oleh peneliti Mereka
mengatakan Bukit Kandis memiliki kenangan tersendiri bagi kami yang tidak
dapat dijelaskan dengan kata-kata, kesan itu akan muncul ketika kita sudah
melihatnya sendiri dengan kedu mata kita dan hanya bisa dijelaskan dengan
perasaan hati kita. Pesona Bukit Kandis akan selalu menjadi mimpi indah ketika
besok kami sampai di rumah dan bangun dari tidur di pagi hari.

D. Kultur Budaya Masyarakat Sekitar Bukit Kandis


Desa yang paling dekat dengan Obyek wisata Bukit Kandis adalah Desa
Durian Demang yang memiliki beragam suku dan budaya serta adat istiadat
masyakat. Masyarakat Durian Demang merupakan masyarakat yang berinteraksi
langsung dengan obyek wisata Bukit Kandis yang terdiri dari multi suku yaitu
suku Rejang, Lembak, Serawai, Padang, Batak dan Jawa. Sehinga mempengaruhi
Adat sendi yang ada di masyarakat tetapi dari beragam suku tersebut telah
membentuk adat dan budaya masyarakat Durian Demang Itu sendiri.
Agama yang dianut Masyarakat Desa Durian Demang mayoritas adalah
Agama Islam yang memang di Bengkulu sendiri umumnya adalah menganut
Agama Islam dan juga terdapat agama lain seperti Kristen, Hindu, Budha. Suku-
suku yang mendiami Desa Durian Demang dapat dikelompokkan menjadi suku
asli dan pendatang, meskipun sekarang kedua kelompok ini mulai bercampur baur.
Bahasa yang dominan dipakai adalah bahasa Lembak dan bahasa Rejang, yang

9
10

banyak dipahami oleh sebagian besar masyarakat Bengkulu, selain bahasa Melayu
(bahasa Indonesia) dan bahasa Serawai. Di daerah perbukitan,
aktivitas permukiman tidak seperti di dataran rendah. Permukiman tersebar pada
daerah-daerah tertentu atau membentuk kelompok-kelompok kecil. Penduduk
memanfaatkan lahan datar yang luasnya terbatas di antara perbukitan. Permukiman
umumnya dibangun di kaki atau lembah perbukitan karena biasanya di tempat
tersebut ditemukan sumber air berupa mata air atau sungai.
Aktivitas ekonomi, khususnya pertanian, dilakukan dengan memanfaatkan
lahan-lahan dengan kemiringan lereng tertentu. Untuk memudahkan penanaman,
penduduk menggunakan teknik sengkedan dengan memotong bagian lereng
tertentu agar menjadi datar. Teknik ini kemudian juga bermanfaat
mengurangi erosi atau pengikisan oleh air. Perkebunan yang cocok untuk daerah
ini adalah tanaman sawit dan tanaman karet.
Jika anda sedang berkunjung ke Bengkulu Tengah, tak ada salahnya
menengok obyek wisata Bukit Kandis sejenak guna menghilangkan penat dan letih
guna menyegarkan pikiran. Selamat berkunjung

BAB IV
PENUTUP

10
11

A. Kesimpulan
Berdasarkan apa yang telah diuraikan, maka peneliti memberikan kesimpulan
sebagai berikut :
1. Kondisi obyek wisata Bukit Kandis sangatlah menawan dan merupakan obyek
wisata pilihan jika anda sedang berkunjung ke Bengkulu Tengah. Kondisi
Bukit Kandis dan sekitar Bukit Kandis yang masih asri dan dengan udara yang
bersih, sangat cocok bagi anda yang ingin menghirup udara segar dengan
sedikit berlelah untuk mencapai bukit dan bagi yang senang memanjat tebing
Bukit Kandis adalah salah satu solusinya, sehingga ketika pulang dari wisata
Bukit Kandis akan selalu terkenang dan memberikan kesan mendalam
2. Kultur budaya masyarakat yang ada disekitar Bukit Kandis adalah multi kultur
dengan adat budaya yang mempesona, masyarakat yang ramah yang juga ikut
menarik minat pengunjung untuk mengunjungi Obyek wisata Bukit Kandis

B. Saran
Diharapkan hasil karya tulis dapat dijadikan sebagai media atau referensi
untuk memberikan gambaran tentang obyek wisata Bukit Kandis dan kultur
budaya masyarakat yang ada disekitar obyek wisata Bukit Kandis serta sebagai
sarana mempromosikan wisata alam yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah
tepatnya di desa Datar Lebar Karang Tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

11
12

Yoeti, Oka. 1997. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT. Pradnya
Paramita

Badudu. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Damardjati. 1995. Istilah - Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: PT. Pradnya Paramita

Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2010-2014

www. wikipia.org

12

Anda mungkin juga menyukai