Anda di halaman 1dari 8

5/24/2011

Blood Gases
(Analisa Gas Darah)

Kegunaan: Untuk mengetahui status keseimbangan


Kegunaan:
asam--basa pasien
asam
pada keadaan kritis (critical ill).

Transport oxygen oleh haemoglobin


Kandungan oksigen didarah dipengaruhi oleh
1. Jumlah oksigen yang terlarut.
terlarut.
2. Kadar haemoglobin
3. Affinitas hemoglobin terhadap oksigen

 Faktor-faktor yang mempengaruhi affinitas haem


Faktor-
terhadap oksigen
oksigen..

1. pH darah.
darah.
Apabila pH turun maka affinitas terhadap oksigen
juga menurun (Bohr Effect). Pada deoxygenated
haemoglobin,, affinitas pengikatan H jauh lebih
haemoglobin
kuat sehingga terjadi peningkatan kapasitas buffer
haemoglobin didarah vena.

1
5/24/2011

2. 2,3-
2,3-Diphosphoglycerate.
2,3 DPG yang terbentuk selama proses
glikolisis akan bertambah banyak di eritrosit
(haem)
haem) sehingga oxygen yang dilepas
semakin banyak.
banyak.

Peningkatan H (pH ) dan penurunan


(pH)
konsentrasi 2,3 DPG akan mengurangi
tissue oxygenation. 2,3 DPG akan meningkat
pada anemia dan hypoxia kronik.
kronik.

Pertukaran gas di alveoli pada berbagai


penyakit tidak selalu,
selalu, penurunan pO
pO22
disertai peningkatan pCO2
pCO2.

Low pO2 pO2 dengan low atau normal pCO2


pCO2
Pulmonary oedem(diffusion
oedem(diffusion defect)
Pulmonary collapse
Pulmonary fibrosis
Lobar pneumonia

2
5/24/2011

Low pO2 pO2 dengan high pCO2


pCO2
Gangguan Chest movement
Chest injury
Ankylosing spondylitis
Gross obesity
Airway obstruction
COPD
Severe Asthma
Laryngeal spasm
Bronchopneumonia
Pulmonary collaps
Pulmonary fibrosis

Parameter yang diperiksa langsung


melalui elektroda:
elektroda: pH, pO2, pCO2.
pCO2.

Parameter yang dihitung melalui


formula: Bicarbonat
Bicarbonat,, BE, t CO2, Oxygen
content dan oxygen saturasi.
saturasi.

3
5/24/2011

Sample untuk blood gasses


- Darah arteri
- Anticoagulant heparin
- Hindarkan tercemar udara
- Sesegera mungkin diperiksa untuk
meminimalkan anaerobic metabolism
eritrosit

Gangguan keseimbangan asam basa


Asidosis (pH < 7,36
36))
- Respiratorik
- Metabolik

Alkalosis (pH > 7,44


44))
- Respiratorik
- Metabolik

4
5/24/2011

Karakteristik gangguan keseimbangan asam basa

Type gangguan Perubahan utama Respon sekunder Mek


Mek.. Respon sekunder

Met. asidosis HCO3 pCO2 Hyperventilasi


Met. Alkalosis HCO3 pCO2 Hypoventilasi
Resp. asidosis pCO2 HCO3 acid titration of
tissue buffer
Resp. alkalosis pCO2 HCO3 alkalin titration of
tissue buffer

Status gangguan keseimbangan asam-


asam-basa

Kompensasi terhadap acidemia:


acidemia: alveolar
hyperventilasi dan loss CO2 sehingga
terjadi penurunan pCO2.
Anion Gap: (Na + K ) CL + HCO3.

5
5/24/2011

Penyebab met.asidosis
met.asidosis..
Anion gap
- gagal ginjal
- diabetik ketoasidosis
- alkoholik ketoasidosis
Anion gap normal
- Renal tubular asidosis
- Diare

(pH, bicarbonat)
Metabolik alkalosis (pH,
Kompensasi terhadap alkalemia:
Alveolar hypoventilation dan retensi
CO2 agar terjadi peningkatan pCO2

6
5/24/2011

Respirasi asidosis
Terjadi penurunan alveolar ventilation
dan hypercapna yang lama. Retensi
CO2 menimbulkan kompensasi berupa
peningkatan konsentrasi bicarbonat
bicarbonat..

Respirasi alkalosis terjadi ketika ada


peningkatan alveolar ventilation dan
hypocapnea yang lama. Penurunan
pCO2
pCO 2 sebagai akibat sekunder.
sekunder.
Berkurangnya reabsorbsi bicarbonat
ginjal mengakibatkan berkurangnya
Konsentrasi bicarbonat

7
5/24/2011

Terima kasih