Anda di halaman 1dari 3

TOKSIKOLOGI DAN ANTIDOTUM

Substrat Racun Antidot Mekanisme


Parasetamol Asetilsistein 1) mekanisme keracunan PCT
a. PCT dimetabolisme oleh CYP2E1 jd N-acetyl-p-
benzoquinone imine (NAPQI) -> NAPQI dikonjugasi oleh
glutation ->ekskresi lewat urin
b. saat overdosis, glutation jenuh -> NAPQI banyak tdk
terkeonjugasi -> NAPQI berikatan dg gugus sulfidril dr sistein
(mitokindria di hepatosit) -> disfungsi mitokondria + ROS ->
nekrosis hepatoselular
2) Mekanisme Antidotum
a. glutation disintesis dr asam amino sistein, glutamat, dan
lisin
b. N-asetil sistein cepat diserap & dihidrolisis jd asam amino
(sistein) untuk sintesis glutation -> glutation jd substrat utk
konjugasi NAPQI
Logam berat (As, Hg, Cu) Dimecaprol Mekanisme membentuk kelat dengan logam berat, melepaskan
ikatan logam berat dengan protein darah
Logam berat (Pb) EDTA Reaksi kompleks membentuk PbNa2EDTA, PbNa2EDTA
bersifat stabil didalam tubuh dan akan diekskresikan melalui urin.
Ferrum Deferoksamin Deferoksamin sebagai khelator dapat mengikat ferrum dari usus
sehingga mencegah absorpsi ferrum oleh dinding usus. urin harus
dimonitor dimana urin berwarna merah-orange menunjukkan
adanya eksreksi dari ferrum-komplek kelasi
Opioid, Dekstrometorphan Nalokson Nalokson bersifat antagonis kompetitif reseptor opioid/narkotik
yang menyebabkan penurunan efek opioid berupa hipotensi,
depresi respiratorik, dan sedasi.
Antikolinesterase Atropin, Atropine menghilangkan gejala muskarinik perifer (pada otot
(Insektisida) Pralidoksim polos dan kelenjar eksokrin) maupun sentral. Pernafasan
diperbaiki karena atropin melawan brokokonstriksi, menghambat
sekresi bronkus dan melawan depresi pernafasan di otak, tetapi
atropin tidak dapat melawan gejala kolinergik pada otot rangka
yang berupa kelumpuhan otot-otot rangka, termasuk kelumpuhan
otot-otot pernafasan.

Pralidoksim dapat mengaktifkan kembali enzim kolinesterase


pada sinaps-sinaps termasuk sinaps dengan otot rangka sehingga
dapat mengatasi kelumpuhan otot rangka

Sianida Nitrit, Nitrat 1) Pembentukan Methemoglobin (Proses Pertama)


Sianida akan berikatan dengan ion besi pada senyawa lain: ex.
methemoglobin.
Nitrit menyebabkan methemoglobin dengan sianida membentuk
substansi nontoksik sianmethemoglobin.
Methemoglobin dapat diproduksi dengan:
-Pemberian amil nitrit secara inhalasi.
-Pemberian natrium nitrit secara intravena.
-Pemberian sodium nitrit injeksi.
Nitrit bekerja dengan 2 cara:
1. Nitrit mengoksidasi hemoglobin, kemudian akan mengikat
sianida bebas.
2. Meningkatkan detoksifikasi sianida endothelial dengan
menghasilkan vasodilasi

2). Detoksifikasi dengan Sulfur (Proses Kedua)


Sianida dapat diubah menjadi tiosianat menggunakan natrium
tiosulfat (biasanya 12,5g iv). Bersifat empirik. Membutuhkan
donor sulfut agar rodanase dapat mengubah sianmethemoglobin
menjadi tiosianat. Ion tiosianat kemudian diekskresikan melalui
ginjal.
Sodium tiosulfat: donor sulfur yang mengkonversi sianida
menjadi bentuk tiosianat (lebih non toksik) dengan
enzimsulfurtransferase (rhodanase).

3). Kombinasi Langsung


1. Kombinasi dengan senyawa kobalt.
2. Kombinasi dengan senyawa hidroksobalamin (vitamin B12a).
Metanol, Etilen Glikol Etanol Menghambat kerja enzim pengurai methanol ( yang dinamakan
competitive inhibition ) sehingga methanol tidak sempat terurai
dan akan dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk utuhnya.
ethanol berkadar 5 -10 % bisa diberikan dalam cairan infus
dextrose 5 % atau bisa juga diminumkan kepada pasien berupa
whisky, vodka, atau gin.
Beta Bloker Adrenalin, Merangsang sinus node dengan memblok efek asetilkollin pada
Isoprenalin atriventricular (AV) node, menurunkan refractory time dan
mempercepat konduksi melalui AV node
Benzodiazepin Flumazenil Flumenezil merupakan antagonis reseptor benzodiazepine
selektif. Flumenazil membalikkan efek benzodiazepine dengan
penghambatan kompetitif di tempat pengikatan benzodiazepine
pada reseptor GABA
TCA Fisostigmin Fisostigmin mengatasi efek antikolinergik. Gejala klinis
keracunan TCA salahsatunya kejang dapat diberikan diazepam
sebagai pengobatan suportif (0,2-0,3 mg/kgBB iv)
Kumarin, Warfarin Vitamin K Vitamin k meningkatkan biosintesis pembekuan darah di hati
Digoksin Fenitoin, MgSO4, - Fenitoin (antidysrhytmycs, Ia) memblokir saluran Na
Atropin - Lidokain (antidysrhytmycs, Ib)
- Prokainamid (antidysrhytmycs, Ib) menghambat saluran Na
pada sel yang depolarisasi -> menurunkan eksitabilitas
myokardial dan kecepatan konduksi
- MgSO4 menghambat absorbsi racun
- atropin menghambat asetilkolin di situs parasimpatik
Heparin Protamin Protamin bila diberikan bersama dengan heparin akan membentuk
garam, menetralkan efek antikoagulan dari kedua obat tersebut.
Protamine, senyawa basa kuat, membentuk kompleks dengan
sodium heparin atau kalsium heparin, yang merupakan senyawa
asam. Pembentukan kompleks ini dapat mengakibatkan
terganggunya kompleks heparin-antithrombin III yang
bertanggung jawab atas aktivitas antikoagulan heparin.
INH Piridoksin Toksisitas akut INH terjadi karena berkurangnya pyridoxal-5-
phospate, berkurangnya sintesis gamma-aminobutyric acid
(GABA), meningkatnya eksisitas serebral, dan kejang.
Mekanisme kerja dari kejang disebabkan INH berkaitan dengan
berkurangnya ketersediaan GABA, yang merupakan inhibitor
utama neurotransmitter pada sistem saraf pusat (SSP), juga
kenaikan jumlah glutamat, neurotransmitter eksitasi utama.

Metabolit INH menginhibisi langsung enzim fosfokinase. Enzim


ini merubah piridoksin (vitamin B-6) menjadi bentuk aktifnya,
pyridoxal-5-fosfat, kofaktor kunci pada produksi GABA. Deplesi
pada piridoksin menyebabkan gangguan pada glutamat dan
homeostasis GABA sehingga terjadi eksitasi berlebihan pada
lingkungan otak.
Nitrit Metilen Blue Reduksi methemoglobin
Karbonmonoksida Oksigen Keracunan karbon monoksida (CO) - O2 : reaksi oksidasi
sehingga membentuk CO2
Makanan (susu, makanan Norit/karbon aktif Penanganan: istirahat, minum banyak cairan/+oralit, keracunan
kemas, daging mentah makanan berjamur/laut pake norit
telur mentah, kerang, Karbon aktif mengambil senyawa dari cairan/ gas dengan cara
makanan laut) adsorpsi. Pada proses tsb, molekul organik yang berada di fase
gas cair akan ditarik dan diikat ke permukaan pori karbon aktif.
Setelah diserap, akan ditahan di dalam permukaan karbon aktif.