Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

IMUNISASI

Masalah : Kurangnya Pengetahuan Ibu Tentang Pentingnya


Imunisasi.

Pokok Pembahasan : Imunisasi Dasar

Sub Pokok Pembahasan : Pengenalan Imunisasi

Sasaran : Ibu

Jam : 10.00 WITA

Hari/Tanggal : Rabu/9 Maret 2016

Tempat : Rumah

A. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 25 menit di harpkan ibu dapat
mengerti tentang pentingnya imunisasi pada bayi.
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 25 menit diharapkan ibu dapat
menjelaskan tentang:
1. Menjelaskan pengertian imunisasi
2. Menyebutkan macam-macam imunisasi
3. Menjelaskan efek samping dari imunisasi
4.
C. Materi Konseling (Terlampir)
1. Menjelaskan pengertian imunisasi
2. Menyebutkan macam-macam imunisasi
3. Menjelaskan efek samping dari imunisasi
D. Metode Konseling
1. Konseling
2. Tanya jawab
E. Media
1. Materi SAP
2. Leaflet
F. Kegiatan Konseling
No. Tahap Waktu Kegiatan Respon Ibu
Kegiatan Penyuluhan
1. Pembukaan 5 menit 1. Mengucapakan 1. Menjawab
salam salam
2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan
diri dan menyimak.
3. Menyampaikan
tentang tujuan
pokok materi.
4. Menyampaikan
pokok
pembahasan.
2. Pelaksanaan 10 menit 1. Penyampaian 1. Mendengarkan
materi. dan menyimak
2. Menjelaskan .
tentang 2. Bertanya
pengertian mengenai hal-
imunisasi hal yang belum
3. Menyebutkan jelas dan
macam-macam dimengerti.
imunisasi.
4. Menjelaskan efek
samping
imunisasi.
5. Tanya jawab
6. Memberikan
kesempatan pada
peserta untuk
bertanya
3. Evaluasi atau 5 menit 1. Evaluasi dengan 1. Sasaran
tanya jawab memberikan menjawab
pertanyaan tentang
sederhana: pertanyaan
2. Jelaskan tentang yang diajukan.
pengertian
imunisasi
3. Menyebutkan
macam-macam
imunisasi.
4. Menjelaskan efek
samping
imunisasi.
5.
4. Penutup 5 menit 1. Menyampaikan 1. Mendengrkan
kesimpulan dan
materi memperhatikan
2. Mengakhiri 2. Menjawab
penyuluhan dan salam
mengucapkan
salam.
G. Lampiran Materi :
1. Pengertian
Imunisasi adalah pemberian kekebalan dalam upaya untuk mencegah
timbulnya penyakit tertentu. Imunisasi merupakan suatu sistem
kekebalan yang diberikan pada manusia dengan bertujuan melindungi
individu tersebut dari penyakit yang dapat membahayakan jiwa.
2. Macam-macam imunisasi :
Imunisasi dasar adalah imunisasi pertama yang perlu di berikan
terutama bayi dan anak sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari
penyakit-penyakit yang berbahaya. Ada 5 jenis imunisasi dasar yang
diwajibkan pemerintah dan harus diperoleh bayi sebelum usia 1 tahun
yaitu : Imunisasi BCG, Imunisasi DPT, Imunisasi polio, Imunisasi
Campak, Imunisasi Hepatitis B.
a. Imunisasi BCG
1) Pengertian Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan
untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC.
2) Pemberian imunisasi BCG dan usia pemberian, frekuensi
pemberian imunisasi BCG adalah 1 kali dan tidak perlu di
ulang (boster), karena vaksin BCG berisi kuman hidup
sehingga antibodi yang dihasilkan tinggi.
3) Cara pemberian imunisasi BCG adalah melalui intradermal
dengan lokasi penyuntikan pada lengan kanan atas (sesuai
anjuran WHO) atau penyuntikan pada paha.
4) Tanda keberhasilan, adalah timbulnya indurasi (benjolan) kecil
dan eritema (merah) didaerah beks suntikan setelah 1 atau 2
minggu kemudian yang berubah menjadi pustula, kemudian
pecah menjadi ulkus (luka). tidak menimbulkan nyeri dan
panas. luka ini akan sembuh sendiri dan meninggalkan tanda
parut.

b. Imunisasi Polio
1) Pengertian imunisasi polio adalah imunisasi yang diberikan
untuk menimbulkan kekebalan terhadap penyakit poliomielitis,
yaitu penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat
mengakibatkan kelumpuhan.
2) Waktu pemberian adalah pada bayi usia 0-11 bulan, namun
biasanya pemberiannya secara bersamaan dengan vaksin DPT.
3) Cara pemberian imunisasi polio melalui oral /mulut
c. Imunisasi DPT
1) Pengertian imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan
untuk mencegah terjadinya penyakit difteri, pertusis, dan
tetanus.
2) Pemberian imunisasi dan usia pemberian, imunisasi DPT
diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan dan
6 bulan
3) Cara pemberian: disuntikan melalui intamuskuler(IM).
d. Imunisasi Campak
1) Pengertian Imunisasi Campak adalah imunisasi yang diberikan
untuk mencegah penyakit campak pada anak karena penyakit
ini sangat menular
2) Pemberian imunisasi dan usia pemberian, frekuensi pemberian
imunisasi campak adalah 1 kali dan diberikan pada usia bayi 9
bulan.
3) Cara pemberian, adalah melalui suntikan subkutan
e. Imunisasi Hepatitis B
1) Pengertian imunisasi hepatiti B adalah imunisasi yang
diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B yaitu penyakit
infeksi yang dapat merusak hati.
2) Pemberian imunisasi dan usia pemberian, sebaiknya diberikan
dalam 12 jam setelah kelahiran dengan syarat kondisi bayi
stabil, tidak ada gangguan paru-paru dan jantung, dilanjutkan
pada usia 1 bulan, dan usia 3-6 bulan.
3) Cara pemberian imunisasi hepatitis B , adalah melalui intra
muskuler(IM)
2. Efek Samping Dari Imunisasi
a. BCG
1) Reaksi normal
Bakteri BCG ditubuh bekerja dengan sangat lambat. Setelah 2
minggu akan terjadi pembengkakan kecil merah di tempat
penyuntikan dengan garis tengah 10 mm. Setelah 2 3 minggu
kemudian, pembengkakan menjadi abses kecil yang kemudian
menjadi luka dengan garis tengah 10 mm, jangan berikan obat
apapun pada luka dan biarkan terbuka atau bila akan ditutup
gunakan kasa kering. Luka tersebut akan sembuh dan
meninggalkan jaringan parut tengah 3-7 mm.
2) Reaksi berat
Kadang terjadi peradangan setempat yang agak berat atau
abses yang lebih dalam, kadang juga terjadi pembengkakan di
kelenjar limfe pada leher / ketiak, hal ini disebabkan kesalahan
penyuntikan yang terlalu dalam dan dosis yang terlalu tinggi.
3) Reaksi yang lebih cepat
Jika anak sudah mempunyai kekebalan terhadap TBC, proses
pembengkakan mungkin terjadi lebih cepat dari 2 minggu, ini
berarti anak tersebut sudah mendapat imunisasi BCG atau
kemungkinan anak tersebut telah terinfeksi BCG.
b. DPT
1) Panas
Kebanyakan anak akan menderita panas pada sore hari setelah
mendapat imunisasi DPT, tapi panas ini akan sembuh dalam 1
2 hari. Anjurkan agar jangan dibungkus dengan baju tebal
dan dimandikan dengan cara melap dengan air yang
dicelupkan ke air hangat.
2) Rasa sakit di daerah suntikan
Sebagian anak merasa nyeri, sakit, kemerahan, bengkak.
3) Peradangan
Bila pembengkakan terjadi seminggu atau lebih, maka hal ini
mungkin disebabkan peradangan, mungkin disebabkan oleh
jarum suntik yang tidak steril karena:
a) Telah tersentuh,
b) Sebelum dipakai menyuntik jarum diletakkan diatas
tempat yang tidak steril,
c) Sterilisasi kurang lama.
d) Pencemaran oleh kuman.
4) Kejang-kejang
Reaksi yang jarang terjadi sebaliknya diketahui petugas, reaksi
disebabkan oleh komponen dari vaksin DPT.
c. Polio
Bila anak sedang diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja
dengan baik karena ada gangguan penyerapan vaksin oleh usus
akibat diare berat.
d. Hepatitis B
Efek samping: tidak ada
e. Campak
Efek samping vaksin campak : panas dan kemerahan.
Anak-anak mungkin panas selama 1 3 hari setelah 1 minggu
penyuntikan, kadang disertai kemerahan seperti penderita campak
ringan.
DAFTAR PUSTAKA

Abraham. 2008. Kesehatan ibu Dan Anak.Jakarta: PT Rineka Cipta

Alimul. 2006. Ilmu Keperawatana Anak.Jakarta: Salemba Medika

Aziz Alimul Hidayat. 2009.Asuhan Neonatus Bayi dan Balita.Cetakan 1.Jakarta:


EGC.

Hidayat. 2009. Metodelogi Analisis Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.