Anda di halaman 1dari 15

URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA

NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN


KOLEKTIF KEBANGSAAN1

OLEH :

KELOMPOK IX2

A. PENDAHULUAN

Ketahanan nasional (national resilience) merupakan salah satu konsepsi


kenegaraan Indonesia. Ketahanan sebuah bangsa pada dasarnya dibutuhkan guna
menjamin serta memperkuat kemampuan bangsa yang bersangkutan baik dalan
rangka mempertahankan kesatuannya, menghadapi ancaman yang dating maupun
mengupayakan sumber daya guna memenuhi kebutuhan hidup. Dengan demikian,
ketahanan bangsa merupakan kemampuan suatu bangsa untunk mempertahankan
persatuan dan kesatuannya, memperkuat daya dukung kehidupannya, menghadapi
segala bentuk ancaman yang dihadapinya sehingga mampu melangsungkan
kehidupannya dalam mencapai kesejahteraan bangsa tersebut.konsepsi ketahanan
bangsa ini dalam konteks Indonesia dirumuskan dengan nama ketahanan nasional
disingkat Tannas.upaya menyelenggarakan ketahanan nasional ini dapat
diwujudkan dengan bela Negara.

Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat


perundangan dan petingggi suatu Negara tentang patriotisme seseorang, suatu
kelompok atau seluruh komponen dari suatu Negara dalam kepentingan
mempertahankan eksistensi Negara tersebut.

1
Makalah ini dipersentasekan oleh kelompok IX Jurusan ITP, UHO
2
Farmin, Raeda, Sultan, Indra, Masyita, Marlia, Nurul, Prissa, Lia, Dwi, Ainul, Arfian, Intan
B. KONSEP KETAHANAN NASIONAL

Secara etimologi berasal dari kata tahan yang berarti tabah,kuat,dan


dapat menguasai diri,gigih dan tidak mengenal menyerah. ketahanan memiliki
makna mampu,tahan,dan kuat menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman
yang ada guna menjamim kelangsungan hidupnya. Sedangkan kata nasional
berasal dari kata nation yang berarti bangsa sebagai pengertian politik. Bangsa
dalam pengertian politik adalah persekutuan hidup dari orang-orang yang telah
menegara. Ketahanan nasional secara etimologi dapat diartikan sebagai
mampu,kuat, dan mampu dari sebuah bangsa dalam pengertian politik

Secara filosofis, ketahanan nasional mengandung makna yang sangat


dalam dan mendasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
sedangkan secara konseptual ketahanan nasional memiliki pengertian yang
dinamis seiring dengan dinamika kehidupan bangsa dan Negara Indonesia, baik
karena dinamika perubahan yang terjadi didalam negeri maupun perubahan global
di luar negeri. Ada beberapa dinamika pengertian konseptual ketahanan nasional
dari berbagai perspektif dan dikemukakan oleh para ahli. Beberapa pengertian
konseptual ketahanan nasional tersebut seperti yang ditulis oleh Saafroedin Bahar
et al. (1994) sebagai berikut :

1. Pengertian Konstitusional, sebagaimana yang dirumuskan pada


masa Orde Baru, yaitu ketahanan nasional adalah kondisi dinamis
yang merupakan integrasi dan kondisi tiap-tiap aspek kehidupan
bangsa dan Negara.
2. Pengertian Operasional, sebagaimana rumusan dibuat Lembaga
Pertahanan Nasional (Lemhanas), yaitu ketahanan nasional
Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi
keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan,dan gangguan baik
yang dating dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun
yang tidak langsung membahayakan
integritas,identitas,kelangsungan hidup bangsa dan Negara
Indonesia yang berdasarkan Pancasila serta perjuangan mengejar
tujuan perjuangan nasional Indonesia.
3. Pengertian politik hukum, sebagaimana yang terkandung dalam
penjelasan UU No. 20 Tahun 1982, yaitu konsepsi ketahanan
nasional pada hakikatnya adalah konsepsi pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang tata tentrem
kerta raharja dalam kehidupan nasional yang berdasarkan
pancasila dan UUD 1945.
4. Pengertian operasional, sebagaimana rumusan di buat lembaga
pertahanan nasional (Lemhanas), yaitu ketahanan nasional
Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi
keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan,
baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung
maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup bangsa, dan Negara Indonesia yang
berdasarkan pancasila serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan
nasional Indonesia.

Selain pengertian konseptual ketahanan nasional tersebut diatas, masih ada


beberapa pengertian konseptual ketahanan nasional dari para ahli adalah sebagai
berikut:

1. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang


berisi keuletan dan ketangguhan, mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan,
baik yang datang dari luar maupun dari dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan,
baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung
maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan mengejar
tujuan perjuangan nasionalnya (Sunardi, 1997)
2. Ketahanan nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamis
bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional
yang terintegrasi, Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang
mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar
maupun dari dalam dan untuk menjamin identitas, integritas,
kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan serta
perjuangan mencapai tujuan nasionalnya (S.Sumarsono et al, 2005)

C. KONSEP BELA NEGARA

1. Bela Negara Secara Fisik

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan


Negara keikutsertaan warga Negara dalam bela Negara secara fisik dapat
dilakukan dengan menjadi tentara nasional Indonesia dan pelatih dasar kemiliteran
sekarang ini pelatih dasar kemiliteran diselanggarakan melalui program rakyat
terlatih (Rati) meskipun konsep rakyat terlatih (Rati) adalah amanat Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 1982.

Rakyat terlatih (Rati) terdiri dari berbagai unsur seperti resimen


mahasiswa (Menwa) berlawanan rakyat (Wanra), pertahanan sipil (Hansip), mitra
babinsa, dan organisasi kemasyarakan pemuda (OKP) yang telah mengikuti
pendidikan dasar militer, dan lain-lain. Rakyat terlatih mempunyai 4 fungsi yaitu
ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat dan perlawanan
rakyat. 3 fungsi yang disebut pertama umumnya dilakukan pada masa damai atau
pada saat terjadinya bencana alam atau darurat sipil, dimana unsur-unsur rakyat
terlatih membantu pemerintah daerah dalam menangani keamanan dan ketertiban
masyarakat. Sementara fungsi perlawanan rakyat dilakukan dalam keadaan
darurat perang dimana rakyat terlatih merupakan unsur bantuan tempur.

2. Bela Negara Secara Non Fisik

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan


Negara keikutsertaan Negara dalam bela Negara secara non fisik dapat
diselenggaraan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai
dengan profesi. Pendidikan kewarganegaraan diberikan dengan maksud
menanamkan semangat bangsa dan cinta tanah air. Oendidikan kewarganegaraan
dapat dilaksanakan melalui jalur formal (sekolah dan perguruan tinggi) dan jalur
non formal (social kemasyarakatan) berdasarkan hal itu maka keterlibatan warga
Negara dalam bela negara secara non fisik dapat dilakukan dalam berbagai bentuk
sepanjang masa, dan dalam situasi, misalnya dengan cara :

a. Mengikuti pendidikan kewarganegaraan baik melalui jalur


formal dan non formal
b. Melaksanakan kehidupan berdemokrasi dengan menghargai
perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak dalam
memecahkan masalah bersama.
c. Pengabdian yang tulus kepada lingkungan sekitar dengan
menanam, memelihara, dan melestarikan.
d. Berkarya nyata untuk kemanusiaan demi memajukan bangsa
dan Negara.
e. Berperan aktif dalam ikut menanggulangi ancaman terutama
ancaman nirmiliter, misalnya menjadi sukarelawan bencana
banjir.
f. Mengikuti kegiatan mental spiritual dikalangan masyarakat
agar menangkal pengaruh-pengaruh budaya asing yang tidak
sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia.
g. Membayar pajak dan retribusi yang berfungsi sebagai sumber
pembiayaan Negara untuk melaksanakan pembangunan.

D. TERORISME MENJADI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN


NEGARA INDONESIA

Permasalahan mendasar lainnya dalam mewujudkan ketahanan-ketahan


nasional di Indonesia adalah masalah terorisme. Isu dan masalah terorisme
muncul ke permukaan dan mengoncang stabilitas keamanan dan ketertiban
nasional ketika ternjadi peledakan bom Bali oleh kelompok radikal atau kelompok
fundamentalis yang selalu mengatasnamakan agama (menggunakan symbol-
simbol agama). Akibat peledakan bom Bali tersebut menimbulkan dampak social-
psikologis, ekonomi, dan keamanan nasional. Secara social-psikologis, bom Bali
telah menimbulkan keresahan dan ketakutan public/masyarakat terhadap
keselamat jiwa. Secara ekonomis, terjadinya peledakan bom Bali menimbulkan
arus wisatawan, baik wisatawan dosmetik, maupun wisatawan mancanegara ke
Indonesia, terutama ke Bali menurun. Hal ini berdambak pada penurunan
pendapatan masyarakat dan pendapatan pemerintah dari sector pariwisata. Selain
itu, secara ekonomis pula bahwa peledakan bom Bali oleh terorisme menurun arus
investasi luar negeri ke Indonesia. Dari aspek keamanan dan kertiban, peledakan
bom Bali menimbulkan kestabilan serta kondisi keamanan dan ketertiban
masyarakat di dalam negeri menjadi terganggu.

Secara filosofi terdapat dua pendekatan yang esensi makna dari terorisme,
yaitu :

1. Terorisme merupakan suatu ide tentang tindak kekerasan atau


ancaman kekerasan. Terorisme dalam konteks ini merupakan
bagian dari suatu discourse (diskursus, perbincangan) besar
tentangan ilmu perang (konvensional maupun inkonvesional)
dengan berbagai derivatifnya, seperti perang terbatas, perang
terbuka maupun clandestine campaign ( kampanye tertutup,
gerakan bawah tanah) serta filsafat perang.
2. Terorisme merupakan suatu konsep yang tersusun dari prinsip:
(i) kegalatan (ketidakteraturan) pikiran dan masalah dalam
kepribadian manusia, (ii) psikologo massa, baik public yang
ketakutan maupun public yang menaruh simpati buta
(Hendropriyono, 2009).

Dalam konteks kehidupan nasional, terorisme merupakan ancaman besar


terhadap eksitensi bangsa dan Negara Indonesia. Kasus peledakan bom Bali I dan
II, peledakan Hotel J.W. Marriod, Ritz-Carlton, Kedutaan Besar Australia, bom
buku, bom bunuh diri di masjid di kompleks Kepolisian Resor Cirebon, dan
kasus-kasus terorisme lainnya dapat melemahkan kondisi ketahan nasional.
Gerakan terorisme berbasis ideology dan symbol-simbol keagamaan dapat
mengganggu toleransi kehidupan umat beragama di Indonesia. Sudah menjadi
given bahwa bangsa dan Negara Indonesia adalah bangsa yang pluralis, yaitu
bangsa yang terdiri atas keberagaman (kemajemukan), baik dari aspek agama,
suku bangsa, budaya, adat-istiadat dan lain-lain. Provokasi dan simbolisasi agama
dalam gerakan terorisme dapat mengancam ideology pancasila dan bertujuan
menggantikannya dengan ideology keagamaan tertentu.

Gerakan terorisme yang tumbuh di Indonesia juga sangat berpengaruh


terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gerakan-gerakan
yang didasari oleh ideology terorisme global telah memengaruhi eksitensi
ideology nasional Indonesia pada era reformasi dewasa ini. Terorisme global yang
berbasis ideology keagamaan muncul ke permukaan dalam wajah fundalisme
politik. Ideology ini sangat kuat pengaruhnya dalam menggoyahkan ideoligi
pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
E. KORUPSI SEBAGAI ANCAMAN TERHADAP BANGSA DAN
NEGARA INDONESIA

Selain, terorisme dapat mengancam keutuhan bangsa dan Negara


Indonesia, maka masalah besar lainnya yamg dihadapi bangsa dan Negara
Indonesia adalah masalah korupsi. Masalah korupsi ini berbeda dengan masalah
terorisme, karena dari segi korban, aksi kekerasan terorisme korbannya lokalis,
yaitu adalah mereka yang terkena ledakan bom di sekitar bom yang meledak
(meskipun perbuatan ini sangat dikutuk dan bertentangan dengan
prikemanusiaan). Dari segi korban, korupsi yang dilakukan, baik secara
perorangan maupun berjamaah (korupsi berjamaah/korupsi politik dengan
melibatkan banyak actor), korbannya bukan hanya beberapa beberapa orang saja
dan bersifat lokalitas, seperti halnya korban peledakan bom oleh pelaku teroris,
tetapi korban dari perbuatan yang korup (korupsi) adalah seluruh rakyat Indonesia
yang berjumlah ratusan jiwa orang, seperti kasus korupsi mafia pajak yang
dilakukan Gayun Tambuhan cs.yang merugikan keuangan Negara milyaran
rupiah, dan kasus-kasus korupsi lainnya. Itulah sebabnya banyak kalangan yang
menyebutnya bahwa korupsi adalah musuh rakyat dan musuh Negara, sehingga
harus dilawan bersama (common enemy).

Dalam konteks Negara terkorup di dunia, Transparency Internasional


menyebutkan bahwa Indonesia berada diurutan ke-15 negara paling korup di
dunia. Skor IPK (indeks persepsi korupsi) tahun 2003 adalah 1,7; tahun 2001
adalah 1,9; tahun 2002 adalah 1,9; tahun 2003 adalah 1,9; tahun 2004 adalah 2,0;
tahun 2005 adalah 2,2; tahun 2006 adalah 2,4; tahun 2007 adalah 2,3. Pada tahun
2008 IPK Indonesia berada diurutan ke-126 dari 180 negara yang disurvei dengan
skor 2,6 atau naik sekitar 0,3 dibandingkan dengan IPK 2007 (Andrianto et
al.,2010) skala peringkat IPK itu mulai dari 1 sampai 10. Semakin besar skor IPK
suatu Negara, maka semakin bersih Negara tersebut dari tindak pidana korupsi.

Dalam perspektif ketahanan nasional Indonesia, meningkatnya kasus-


kasus tindak pidana korupsi di Indonesia dari waktu ke waktu menunjukkan
bahwa tingkat unsur keuletan (U) dan ketangguhan (T) dalam konsep ketahanan
nasional semakin menurun dan melemah. Sebaiknya, unsur ATHG (Ancaman,
Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) semakin besar dan menguat. Akibat
menurun dan melemahnya keuletan dan ketangguhan (U, T) dan menguatnya
(ATHG), khususnya berkaitan dengan meningkatnya kasus-kasus tindak pidana
korupsi, maka menyebabkan kondisi ketahanan nasional Indonesia semakin rapuh
dan keropos. Korupsi terutama dapat melemahkan, mengganggu, dan mengancam
ketahanan nasional di bidang ekonomi, politik, dan keamanan dan ketertiban.
Penyalahgunaan keuangan Negara oleh pejabat negar dapat menimbulkan
meningkatnya kemiskinan, melebarnya kesenjangan social antarkelompok,
menurunkan kualitas pendidikan, dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat.
Begitu pula kasus korupsi dapat menimbulkan instabilitas politik nasional sebagai
akibat terjadinya distrust masyarakat terhadap parlemen. Kasus korupsi dapat pula
berdampak pada gangguan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, karena
korupsi sudah meresahkan masyarakat.

Korupsi adalah bagian kejahatan yang membahayakan bangsa dan Negara


Indonesia. Sebagai bagian dari kejahatan terhadap eksistensi bangsa dan Negara,
kasus-kasus korupsi dari waktu ke waktu justru semakin menggurita dan melebar
keberbagai institusi penyelenggara Negara, baik di lembaga pemerintahan,
parlemen, maupun di lembaga peradilan, baik di pusat maupun di daerah.
Lemahnya law enforcement (penegakan hukum) di Indonesia justru diperparah
oleh adanya ketertiban oknum-oknum aparat penegakkan hukum di berbagai
segmen institusi penegakkan hukum di Indonesia (Kepolisian, Kejaksaan, dan
Pengadilan). Ketertibatan aparat penegak hukum berbagai dalam berbagai kasus
korupsi di Indonesia tersebut dapat memberikan konstribusi yang besar terhadap
peningkatan peringkat Indonesia sebagai kelompok Negara terkorup di dunia.
F. KURANGNYA PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP
PENTINGNYA KETAHANAN NASIONAL

Ketahan nasional adalah merupakan suatu kondisi di namis suatu bangsa


yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan bentuk ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara
langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan
mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Tahukah Anda perdagangan bebas merupakan ancaman tantangan,


hambatan dan gangguan untuk ketahanan nasional? Di jaman era globalisasi ini
segala sesuatu aspek kehidupan yang ada bersaing begitu ketatnya, dari aspek
ekonomi, politik, social budaya, pendidikan dan lain lain. Dierah globalisasi ini di
tandai dengan adanya perdagangan bebas di mana produk dari suatu Negara
dengan bebas dapat masuk dan di perjual belikan di Negara lain kenyataan itu
tentu menimbulkan tantangan bagi semua Negara untuk mampu bersaing dalam
meningkatkan kualitas produk indrustrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas
dari tantangan itu. Hal ini memang sangat memperhatikan di mana masyarakat
masih belum mempercayai kualitas produk Indonesia karena kurangnya
pemahaman kita terhadap ketahanan nasional

G. PERANAN MASYARAKAT DALAM BELA NEGARA UNTUK


MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN

Masyarakat adalah salah satu komponen utama dalam membentuk suatu bangsa
yang merdeka. Masyarakat berperan dalam bela negara. Bela negara bertujuan untuk
memperkuat ketahan nasional. Bela negara harus didiversifikasi tidak sekedar dalam
pengertian pertahanan negara, tapi juga ketahanan dalam pancagatra ideologi, politik,
ekonomi, sosial dan budaya, yang harus dimotori oleh inovasi dan kreatifitas bangsa
untuk membina dan membangun bangsa untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi
dunia, memiliki stabilitas ideologi dan politik serta memiliki ketahan sosial dan budaya,
dengan membina basis filosofi bangsa harmony in diversity.
Adapun membangun kolektif kebangsaan, Pancasila sebagai dasar negara sering
kali di anak tirikan jikalau kita cermati bagaimana arah kebijakan pembagunan.
Seringkali pembangunan fisik adalah mutlak dilakukan, namun seringkali lupa pada
pembangunan manusianya. Tidak mengherankan jika kemudian banyak masalah yang
muncul di sebabkan karena mental kemanusiaan kita. Kasus berkibarnya bendera negara
asing di tanah kedaulatan harus di evaluasi serius, selain ada UU yang mengatur juga
menciderai martabat bangsa. Disinilah perlunya membangun komitmen kebangsaan
dengan menggerakkan moral/kolektif nasional. Penyadaran kembali terhadap segala
tantangan bangsa dan penegasan kembali pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

H. BAGAIMANA MENGATASI ANCAMAN TERORISME


TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIA
1. Dalam Bidang Militer dan politik

Terorisme telah menjalar diberbagai Negara dibelahan dunia, sehingga


dalam bidang militer perlu diadakan kerja sama dengan angkatan militer Negara
lain.

Adapun bentuk kerjasama yang telah dilakukan Indonesia yakni


menggelar pertemuan bilateral antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT) dengan Assistant to the US Presiden for Homeland Security and
Conterterorism (asisten khusus presiden AS untuk keamanan nasional dan
penanggulangan terorisme) Thomas P.Bossert. pertemuan digelar di Gedung
Putih, Washington DC, Amerika Serikat pada, selasa (11/07/2017) waktu
setempat. Hasil dari pertemuan tersebut ialah pentingnya upaya untuk
menyeimbangkan antara penggunaan pola hard approach ( pendekatan keras) dan
soft approach (pendekatan lunak) dalam penanggulangan terorisme. Menurut
kepala BNPT program kontra radikalisasi yang dilakukan BNPT dengan
menggandeng unsur masyarakat, termasuk pemuda, netizen, dan mantan aktivis
teroris untuk melakukan counter narrative telah menjadi program unggulan
nasional.
Dalam soft approach relative berhasil dalam program deradikalisasi,
dimana teroris sebanyak 560 orang yang dihukum hanya tiga yang melakukan
yang kembali melakukan terorisme.

2. Dalam bidang Pendidikan

Di Indonesia, secara tidak langsung telah ada penanaman akan pentingnya


kesadaran pertahanan dari ancaman terorisme yakni dalam pendidikan
Kewarganegaraan yang diwajibkan disetiap jenjang pendidikan.

I. BAGAIMANA MENGATASI ANCAMAN KORUPSI TERHADAP


BANGSA DAN NEGARA INDONESIA

Korupsi merupakan wujud perbuatan immoral dari dorongan untuk


mendapatkan sesuatu menggunakan metode penipuan dan pencurian yang
merugikan bangsa dan Negara, di Indonesia korupsi sangat sulit untuk dihindari
atau dihilangkan jadi agar korupsi dapat kita hilangkan di Negara ini, kita perlu
menanamkan nilai-nilai yang ada dalam pancasila, terutama dalam sila pertama
ketuhanan yang maha esa karena di Negara Indonesia memiliki bebarapa
macam agama. selaian itu, dalam mengatasi korupsi sangat memerlukan peran
Negara. Misalkan jika saja di negara kita menerapkan hukum yang berlaku di
agama islam yaitu jika ada yang mencuri maka tanganya akan di potong sebagai
hukuman terhadap apa yang dilakukan agar ada efek jerah, jika hukum tersebut di
terapkan dalam Negara Indonesia maka para koruptor akan berfikir kembali untuk
melakukan korupsi.

Maka dari itu perlunya mempertebal keimanan dalam diri sendiri serta
kesadaran untuk menghilangkan sikap keegoisan dalam diri sendiri atau dalam
diri seseorang yang telah menjadi pejabat sehingga dengan sendirinya tindakan
korupsi akan menghilang secara perlahan.
J. BAGAIMANA MENGATASI KURANGNYA PEMAHAMAN
MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA KETAHANAN
NASIONAL

Adapun cara mengatasi kurangnya pemahaman masyarakat


terhadap pentingnya ketahanan nasional yaitu dengan meningkatkan nilai
produk, mengetahui keinginan konsumen dan meningkatkan kualitas
teknologi yang akan di gunakan, sehingga produk yang di buat bisa
menyeimbangi produk luar negeri. Selain itu juga mengadakan sosialisasi
ke tempat-tempat tertentu seperti sekolah, perusahaan dan tempat lainnya
untuk mempromosikan produk yang telah mereka buat.

K. BAGAIMAN PERANAN MASYARAKAT DALAM BELA


NEGARA UNTUK MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF
KEBANGSAAN

Menurut UU No. 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara sudah secara eksplisit
menjelaskan bahwa salah satu bentuk bel negara adalah berkarya yang dedikatif untuk
bangsa dengan skil keterampian dan keahlian untuk kemajuan bangsa. Masyarakat yang
bekerja dalam sektor industri, sektor perdagangan, sektor tambang, sektor pertanian
adalah para pembela negara, karena kalau mereka tidak bekerja serius, indonesia tidak
akan masuk 10 negara terbesar GDP-nya di dunia. Tapi mereka tidak akan menjadi mulia
sebagai pahlawan-pahlawan ekonomi jika mereka melakukan pembangkangan terhadap
kewajiban bayar pajak, dan mereka juga bukan pahlawan jika menjadi pengusaha
eksploitasi hutan dengan meakukakan illegal loging dan yang lainnya. Demikian pula
mereka yang berprofesi sebagai pegawai negri sipil, mereka juga melakukan bela negara
bila mampu melakukan perbaikan sektor layanan publik dengan baik, mampu
meningkatkan akuntabilitas layanan publik, akuntabel dalam pembangunan proyek-
proyek untuk layanan publik. Tapi sebaliknya mereka akan menjadi musuh negara jika
justru melakukan korupsi uang negara dalam pelaksanaan proyek negara tersebut. Dengan
demikian, untuk semua jenis profesi dan keahlian, di perlukan penguatan-penguatan
karakter bangsa sebagai bangsa yang maju, mandiri dan sejahtera untuk memperkuat
ketahanan nasional.
Adapun perlunya membangun komitmen perlunya membangun komitmen
kebangsaan dengan menggerakkan moral/kolektif nasional. Penyadaran kembali terhadap
segala tantangan bangsa dan penegasan kembali pancasila sebagai ideologi dan dasar
negara. Apel Kebangsaan dan Aksi Damai yang serentak dilakukan di berbagai wilayah
harus menjadi momentum atas kebangkitan kebangsaan kita. Bercermin pada perjalanan
sejarah bangsa ini cikal bakal komitmen kebangsaan yang lahir sejak peristiwa
Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan Proklamasi 1945, secara
substansial telah memberi pengalaman berkebangsaan yang mengakar kuat. Untuk itu,
sebuah bangsa akan tumbuh menjadi bangsa yang besar dan terhormat apabila memiliki
nilai-nilai luhur yang di junjung tinggi. Bahwa di bentuknya NKRI adalah untuk
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah. Sehingga ada kewajiban untuk
menjamin kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

L. PENUTUP

KESIMPULAN

Urgensi dan tantangan ketahanan nasional dan bela negara bagi bangsa Indonesia
dalam membangun komitmen kolektif kebangsaan mencakup
ancaman,tantangan,hambatan,dan gangguan secara internal dan external, atau yang
langsung maupun tidak langsung. Dalam mengatasi masalah ini, diperlukan adanya kerja
sama antara perangkat pemerintahan dan masyarakat karena apabila hanya perangkat
pemerintah atau masyarakat saja yang aktif dalam mengatasi dampak negatif tersebut
maka urgensi dan tantangan ketahanan nasional dan bela negara tidak akan mudah dalam
membangun komitmen kolektif kebangsaan Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA

https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/mkwu/9-PendidikanKewarganegaraan.pdf (diakses
10/10/2017 pada jam 11 : 27)

karsadi.2011.pendidikan kewarganegaraan perguruan tinggi.kendari.Unhalu Press

http://krjogja.com/web/news/read.17580/komitmen.kebangsaan (diakses 11/10.2017 pada


jam 00.54 wita)

http://www.Uinjkt.ac.id/pembinaan-kesadaran-bela-negara-dalam-rangka-membangun-
karakter-bangsa/ (diakses 11/10/2017 pada jam 14:15)

https://nasional.sindonews.com/readi1220069/14/pertemuan-bnpt-dengan-asisten-khusus-
presiden-as-bahas-terorisme-1499854474 (diakses 11/10/2017 pada jam 12 : 28)