Anda di halaman 1dari 3

TUGAS II KANORFISMAT

NAMA : ANDI GITA TENRI SUMPALA


NIM : H311 15 025

Indeks Miller dan XRD (X Ray Diffraction)


1. Indeks Miller
Arti fisis dari Miller indeks adalah menyatakan:
a. Orientasi dari bidang atomic melalui harga h, k dan l
b. Jarak antar bidang, yaitu jarak antara bidang yang melawati titik asal
dengan bidang berikutnya.
Perbedaan jarak dari dua bidang dicontohkan dengan gambar di bawah ini,
bidang (2 2 2) memiliki jarak antar bidang lebih kecil dari bidang (1 1 1).

Jarak dari satu set bidang (hkl) adalah jarak terpendek dari dua bidang yang
berdekatan. Jarak merupakan fungsi dari (hkl), yang secara umum semakin besar
harga indeks maka semakin kecil jarak antar bidang tersebut. Untuk latis berbentuk
kubik, rumus dari jarak antar bidang hkl (dhkl):

Dimana nilai a adalah latis parameter.


Indeks miller adalah kebalikan dari perpotongan suatu bidang dengan
ketiga sumbu, dinyatakan dalam bilangan utuh bukan pecahan atau kelipatan
bersama. Indeks miller (hkl) dapat digunakan untuk menggambarkan semua
bidang dalam kristal. Langkah-langkah penentuan indeks bidang :
a. Menentukan titik potong bidang dengan sumbu koordinat sel satuan,
misalnya (x1, y1, z1).
TUGAS II KANORFISMAT

b. Membandingkan hasil titik potong dengan tetapan kisi pada masing-masing


sumbu, yaitu: x1/a, y1/b, z1/c.
c. Mengambil kebalikannya: a/x1, b/y1, c/z1.
d. Mendefinisikan: h = a/x1, k = b/y1, l = c/z1 dan menyederhanakan
perbandingan h, k, l.

2. XRD (X Ray Diffraction)


Teknik X-Ray Diffraction (XRD) berperan penting dalam proses analisis
padatan kristal maupun amorf. XRD adalah metode karakterisasi lapisan yang
digunakan untuk mengetahui senyawa kristal yang terbentuk. Teknik XRD dapat
digunakan untuk analisis struktur kristal karena setiap unsur atau senyawa memiliki
pola tertentu. Apabila dalam analisis ini pola difraksi unsur diketahui, maka unsur
tersebut dapat ditentukan. Metode difraksi sinar-x merupakan metode analisis
kualitatif yang sangat penting karena kristalinitas dari material pola difraksi serbuk
yang karakteristik, oleh karena itu metode ini disebut juga metode sidik jari
serbuk (powder fingerprint method). Penyebab utama yang menghasilkan bentuk
pola-pola difraksi serbuk tersebut, yaitu: (a) ukuran dan bentuk dari setiap selnya, (b)
nomor atom dan posisi atom-atom di dalam sel.
Difraksi merupakan penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat
gelombang melewati penghalang. Sinar-x merupakan gelombang elektromagnetik
dengan panjang gelombang antara 0,5 2,5 dan memiliki energi foton antara
1,2 x 103 eV 2,4 x 105 eV yang dihasilkan dari penembakan logam dengan
elektron energi tertinggi. Dengan karakterisasi tersebut sinar-x mampu menembus
zat padat sehingga dapat digunakan untuk menentukan struktur kristal.
Peristiwa pembentukan sinar-x dapat dijelaskan yaitu pada saat menumbuk
logam, elektron yang berasal dari katoda (elektron datang) menembus kulit
atom dan mendekati kulit inti atom. Pada waktu mendekati inti atom, elektron
ditarik mendekati inti atom yang bermuatan positif, sehingga lintasan elektron
berbelok dan kecepatan elektron berkurang atau diperlambat. Karena perlambatan
ini, maka energi elektron berkurang. Energi yang hilang ini dipancarkan dalam
bentuk sinar-X. Proses ini terkenal sebagai proses bremstrahlung.
TUGAS II KANORFISMAT

Gambar 1. Diagram sinar X


Gambar di atas menunjukkan bahwa, apabila logam ditembak dengan
elektron cepat dalam tabung vakum, maka akan dihasilkan sinar-x. Radiasi yang
dipancarkan dapat dipisahkan menjadi dua komponen, yaitu spektrum kontinyu
dengan rentang panjang gelombang yang lebar dan spektrum diskrit sesuai
karakterisasi logam yang ditembak. Radiasi spektrum kontinyu terjadi akibat
perlambatan mendadak gerak elektron dari katoda pada saat mendekati anoda
akibat pengaruh gaya elektrostatika. Energi radiasi pada spektrum kontinyu
akan naik seiring dengan bertambahnya nomor atomik target dan berbanding
lurus dengan kuadrat tegangan. Radiasi jenis ini terjadi jika elektron yang
terakselerasi mempunyai cukup energi untuk mengeluarkan satu elektron dalam
kulitnya dan kemudian akan diisi dengan elektron yang lain dari level energi
yang lebih tinggi.