Anda di halaman 1dari 5

Kasus Laribee Wire

Laribee Wire mampu mengubah kerugian sebesar $6,5 juta menjadi laba sebesar $3 juta
dengan menggembungkan persediaan. Kecurangan tersebut diduga dilakukan oleh top
manajemen (manajemen puncak) untuk membantu LW Industries, induk perusahaan Laribee,
untuk mendapatkan pinjaman sebesar $130 juta dari group enam bank. Sebagian besar
jaminan atas pinjaman ini terdiri dari persediaan batang tembaga dari Laribee.

Laribee Wire memproduksi batang tembaga dan kawat tembaga untuk digunakan dalam
industri konstruksi. LW Industries, pada gilirannya, dikendalikan oleh investor New York
Martin Wright dan puteranya Jordan Wright, yang juga terlibat dalam usaha real estate. LW
Industries telah berkembang melalui beberapa akuisisi, dan pinjaman dari sekelompok bank
tersebut untuk tujuan pendanaaan yang lain. Bagian penting pada waktu ini (1989), penjualan
kepada perusahaan konstruksi mengalami penurunan karena resesi di industri itu. Oleh karena
itu, dengan menggembungkan persediaan, LW Industries mampu menggambarkan ke bank
atas keduanya yaitu keuntungan dan nilai agunan atas pinjaman.

Pinjaman telah diperoleh pada April 1990. Pada bulan Oktober tahun itu, LW Industries
mengalami kegagalan dalam pinjaman tersebut, dan pada bulan Februari 1991 perusahaan
dan lima anak perusahaannya, termasuk Laribee, mengajukan perlindungan kebangkrutan.
LW Industries berhenti beroperasi pada tanggal 31 Maret 1991, pada waktu iu, berutang $50
juta kepada pemasok tembaganya. Para Wrights mengundurkan diri setelah pengadilan
kebangkrutan Amerika Serikat di New York menyetujui omset pengalihan manajemen ke
Hampton Group, sebuah perusahaan yang mengelola bisnis yang sedang dalam keadaan
krisis. John Turbidy, anggota Hampton Group, diangkat sebagai Chef Executive Officer baru.

Menyatakan bahwa mereka mengandalkan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (unqualifed)


yang diberikan oleh auditor Deloitte & Touchs (Auditor LW Industries) atas laporan
keuangan tahun 1989, bank menggugat Deloitte, menagih KAP dengan kelalaian yang besar
karena gagal mendeteksi kecurangan persediaan. Diantara bank-bank yang membawa
tuntutan hukum tersebut adalah First Union Commercial, anak perusahaan pinjaman sewa
guna usaha dan berbasis aset First Union Corp, dan Bankers Teust New York.

Investigasi terhadap kecurangan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar persediaan


tidak ada,dan beberapa diantaranya dibawa dengan nilai yang terlalu tinggi. Persediaan
produk kawat tertentu, pada nilai penjualan di buku Laribee sebesar $2,20 per pound,
penjualannya di $1,70 per pound, pengiriman dilaporkan di lokasi pabrik sebesar $4,5 juta
pound untuk batang tembaga, seharusnya senilai $5 juta, dilaporkan oleh Laribee di dua
gudang di bagian utara New York. Hasil investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa ruang
yang ditempati oleh persediaan ini akan membutuhkan tiga kali kapasitas bangunan tersebut.
Sebagai tambahan, Wright diduga telah mentransfer sebagian uang pinjaman dari LW
Industries ke masalah operasi real estate mereka.

John Turbidy, wali amanat yang ditunjuk pengadilan dan Chief Executive Officer yang baru,
mengatakan bahwa beberapa auditor yang berada di pabrik Laribee untuk observasi
persediaan baru lulus kuliah. Auditor yang memeriksa persediaan di bagian utara New
York memiliki waktu pengalaman tiga tahun atau kurang pengalaman. wajah terus berubah
dan hanya ada sedikit yang berkelanjutan, kata James Simmons, mantan wakil presiden
operasi Laribee. Mr. Dobrichovsky, partner yang bertanggung jawab, tidak pernah muncul di
pabrik selama jumlah perhitungan persediaan tahunan. Terkadang para auditor mengizinkan
pejabat perusahaan mengikuti mereka dan mencatata tempat dimana mereka melakukan uji
coba.

Required:

a. Diskusikan apakah benar atau tidak, menurut pendapat anda, temuan berikut adalah
bukti kelalaian auditor:
1. Beberapa auditor adalah baru lulus kuliah.
2. Auditor yang memeriksa persediaan di utara New York bagian atas memiliki
pengalaman tiga tahun atau kurang.
3. Wajah yang terus berganti dan sangat sedikit yang berkelanjutan.
4. Partner yang bertanggung jawab tidak pernah muncul di pabrik selama
pengamatan persediaan.
5. Auditor mengizinkan pejabat perusahaan untuk mengikuti mereka dan mencatat
dimana mereka membuat pengujian perhitungan
b. Tanda peringatan apa, jika ada seharusnya membangkitkan kecurigaan auditor?
c. Apa tingkat kelalaian yang dilakukan bank yang ditunjukkan dalam kasus ini?

Jawab:

a. Point 1 dan 2
Dalam hirarki Kantor Akuntan Publik secara umum dikenal ada empat tingkatan
jabatan yaitu:
1. Partner (rekan), Partner menduduki jabatan tertinggi dalam perikatan audit,
bertanggung jawab secara menyeluruh mengenai auditing. Partner
menandatangani laporan audit dan management letter, dan bertanggung jawab
terhadap penagihan fee audit dari klien.
2. Manajer, bertindak sebagai pengawas audit, bertugas untuk membantu auditor
senior dalam merencanakan program audit dan waktu audit, mereview kertas
kerja, laporan audit dan management letter. Biasanya manajer melakukan
pengawasan terhadap pekerjaan beberapa auditor senior. Pekerjaan manajer tidak
berada di kantor klien, melainkan di kantor auditor, dalam bentuk pengawasan
terhadap pekerjaan yang dilaksanakan para auditor senior.
3. Auditor Senior, bertugas untuk melaksanakan audit, bertanggung jawab untuk
mengusahakan biaya audit dan waktu audit sesuai dengan rencana, bertugas untuk
mengarahkan dan mereview pekerjaan auditor junior. Auditor senior biasanya
akan menetap di kantor klien sepanjang prosedur audit dilaksanakan.
4. Auditor Junior (Asisten), melaksanakan prosedur audit secara rinci, mmembuat
kertas kerja untuk mendokumentasikan pekerjaan audit yang telah dilaksanakan.
Auditor junior (asisten) ini biasanya merupakan auditor dengan pengalaman
minim dan baru menyelesaikan pendidikan formalnya di sekolah.

Tim auditor biasanya terdiri dari chief auditor (ketua tim), senior auditor, dan junior
auditor (asisten). Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa sudah tugas dari auditor
junior (asisten) untuk melakukan pekerjaan di lapangan berdasarkan program audit
yang telah dibuat. Ditinjau dari standar yang mengatur penggunaan junior auditor
(asisten) dalam pelaksanaan pekerjaan audit, SPAP 2011 Standar Pekerjaan Lapangan
pertama mengharuskan bahwa Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan
jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.

Tindakan supervisi atas pekerjaan yang dilakukan oleh asisten (junior auditor)
dijelaskan lebih lanjut dalam SA Seksi 311 paragraf 11. Supervisi mencakup
pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan
tersebut tercapai. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten, tetap
menjaga penyampaian informasi masalah-masalah yang penting yang dijumpai dalam
audit, me-review pekerjaaan yang dilaksanakan, dan menyelesaikan perbedaan
pendapat diantara staf audit kantor akuntan, paragraf 12. Para asisten harus diberitahu
tanggung jawab mereka dan tujuan prosedur yang mereka laksanakan, dan dalam
paragraf 13. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk
menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan
auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan
dalam laporan auditor.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan tenaga asisten
(junior auditor) diperbolehkan dalam proses pengerjaan audit di lapangan, dengan
catatan selama proses pekerjaan yang dilakukan oleh asisten (auditor junior) harus
didampingi oleh seorang senior auditor dan atas pekerjaan mereka itu harus dilakukan
tindakan review. Dengan begitu, untuk permasalahan poin 1 dan 2 tersebut bukan
merupakan bentuk kelalaian kantor akuntan publik yang menyebabkan terjadinya
temuan.

Point 3

Dalam masalah pergantian auditor, dapat dikaitkan dengan audit tenure, yaitu masa
perikatan/jabatan auditor atau KAP dalam memberikan jasa audit tehadap kliennya.
Rotasi auditor dan KAP diterapkan untuk menjaga independensi dari auditor dan KAP
terhadap klien.

Point 4

In-charge partner disini kami artikan sebagai senior auditor atau supervisor yang
bertugas untuk mengawasi dan mendampingi junior auditor (asisten) selama
pelaksanaan tugas di lapangan. Dalam hal ini Mr. Dobrichovsky, selaku in-charge
partner salah karena telah melalaikan tugas dan tanggung jawabnya, dalam ISA 501.4
menetapkan kewajiiban auditor menghadiri penghitungan persediaan oleh
entitas/kliennya, jika persediaan merupakan bagian yang material dalam laporan
keuangan untuk:

Mengevaluasi instruksi dan prosedur yang ditetapkan manajemen dalam


mencatat dan mengendalikan hasil perhitungan persediaan
Mengamati pelaksanaan prosedur yang ditetapkan manajemen
Menginspeksi persediaan
Melaksanakan penghitungan sampel (test counts)

Dalam SPAP 2011 SA Seksi 331 Paragraf 03 ..... perlu bagi auditor untuk hadir pada
saat penghitungan fisik persediaan dan, melalui pengamatan, pengujian dan
permintaan keterangan memadai, untuk meyakinkan dirinya tentang efektivitas
metode penghitungan fisik persediaan dan mengukur keandalan yang dapat diletakkan
atas representasi klien tentang kuantitas dan kondisi fisik persediaan.

Berkaitan dengan tidak dapatnya auditor menghadiri perhitungan persediaan karena


hal-hal diluar pengendaliannya, ISA 501.6 menetapkan bahwa auditor wajib
melakukan atau menghadiri perhitungan persediaan pada tanggal lain.

Point 5

Untuk tindakan mengizinkan pihak manajemen untuk mengikuti auditor dalam proses
pengujian perhitungan diperbolehkan selama proses perhitungan fisik tersebut bukan
termasuk perhitungan terhadap nilai yang berisiko tinggi.

b. Tanda peringatan yang harusnya dapat meningkatkan kecurigaan auditor antara lain:
1. Adanya transaksi pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Berdasarkan pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 tentang
Pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang dimaksud
dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pihak-pihak
yang dianggap mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pihak lain atau
mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain dalam mengambil keputusan
keuangan dan operasional. Transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa adalah suatu pengalihan sumber daya atau kewajiban antara
pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, tanpa menghiraukan apakah
suatu harga diperhitungkan. Dalam penjelasan definisi tersebut diuraikan lebih
lanjut bahwa termasuk sebagai pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
adalah perusahaan dibawah pengendalian satu atau lebih perantara
(intermediaries), perusahaan asosiasi (associated company), perorangan yang
memiliki hak suara yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga
dekat; karyawan kunci; dan perusahaan yang dimiliki baik secara langsung
maupun tidak langsung oleh setiap orang yang berpengaruh signifikan.
Dalam kasus Laribee Wire ini terdapat pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa dalam hal ini yaitu hubungan antara Laribee Wire dengan LW Industries
selaku induk dan anak perusahaan, serta adanya hubungan keluarga diantara
pengendali manajemen LW Industries yaitu antara Martin Wright dan puteranya
Jordan Wright, dimana keduanya merupakan pimpinan LW Industries yang juga
memiliki usaha dalam bidang real estate.
2. Adanya salah saji yang disebabkan oleh kecurangan dalam pelaporan keuangan
terkait kuantitas persediaan dalam bentuk penggelembungan nilai persediaan
tanpa didasari kesesuaian bukti fisik yang ada.
3. Adanya kecurangan yang disembunyikan melalui kolusi diantara top manajemen
Laribee Wire dan LW Industries
4. Adanya tindakan korupsi yang dilakukan oleh Martin Wright dan Jordan Wright
dengan melakukan transfer dana pinjaman LW Industries untuk kepentingan
usaha real estate mereka
5. Nilai penjualan produk kawat yang dicatatat sebesar $2,20 per pound yang
seharusnya hanya sebesar $1,70 per pound
6. Biaya pengiriman yang dilaporkan sebesar $4,5 juta pound untuk batang tembaga,
yang seharusnya senilai $5 juta per pound.

c. Kelalaian yang dilakukan oleh bank yaitu kemungkinan bank tidak melakukan survey
atau analisis kredit sebelum memutuskan memberikan peminjaman kepada LW
Industries.