Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

FRAKTUR KLAVIKULA

Topik : Fraktur Klavikula


Sub Topik : Manajemen nyeri pada fraktur klavikula
Hari/Tanggal : 22 november 2017
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang seruni RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Purwokerto
Sasaran : Keluarga pasien dan pasien
Nama Penyuluh : Aniati Rahmawati Ulfa

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran
dapat mengetahui tentang pengobatan fraktur klavikula dan dapat
diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

B. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan sasaran mampu :
1. Menjelaskan pengertian dari fraktur klavikula
2. Menjelaskan tentang pengobatan fraktur klavikula
3. Menjelaskan makanan yang harus dikonsumsi pada penderita fraktur
klavikula
4. Menjelaskan cara manajemen nyeri
5. Penatalaksanaan setelah pasien pulang
6. Faktor faktor yang mempengaruhi penyembuhan

C. Materi
1. Definisi fraktur klavikula
2. Pengobatan fraktur klavikula
3. Makanan yang harus dikonsumsi pada penderita fraktur klavikula
4. Cara manajemen nyeri
5. Penatalaksanaan setelah pasien pulang
6. Faktor faktor yang mempengaruhi penyembuhan

D. Kegiatan Pembelajaran / Penyuluhan


1. Metode :
a. Ceramah
b. Diskusi / Tanya Jawab
2. Media
Leaflet
E. Penatalaksanaan
Tahap Kegiatan
No Waktu Sasaran Media
Kegiatan Penyuluhan
1. Pembukaan 5 menit a. Membuka / a. Menjawab Leaflet
memulai kegiatan salam
dengan
mengucapkan b. Menerima
salam dengan baik
b. Memperkenalakan
c. Menyimak
diri
dengan baik
c. Menjelaskan
tujuan pendidikan
kesehatan
d. Menyebutkan
materi penyuluhan
e. Bertanya kepada
sasaran apakah
sudah mengetahui
tentang
Manajemen nyeri
pada fraktur
klavikula

2. Pelaksanaan 20 a. Menjelaskan a. Menyimak Leaflet


menit materi dan
b. Menjelaskan mengajukan
pengertian fraktur pertanyaan
klavikula dan
c. Memberikan meredemonst
kesempatan kepada rasikan
sasaran untuk
bertanya
d. Memberikan
kesempatan kepada
sasaran untuk
bertanya
e. Menjelaskan
tentang pengobatan
fraktur klavikula
f. Memberikan
kesempatan kepada
sasaran untuk
bertanya
g. Menjelaskan
tentang makanan
yang dikonsumsi
untuk penderita
fraktur klavikula
h. Memberikan
kesempatan kepada
peserta untuk
bertanya
i. Menjelaskan
tentang manajemen
nyeri pada fraktur
klavikula
j. Memberikan
kesempatan kepada
peserta untuk
bertanya
k. Menjelaskan
Penatalaksanaan
setelah pasien
pulang
l. Menjelaskan
Faktor faktor
yang
mempengaruhi
penyembuhan

3. Penutup 5 menit a. Menyimpulkan Mendengarkan, Leaflet


materi menjawab
b. Mengevaluasi
pertanyaan, dan
dengan
menjawab salam
menanyakan
kepada sasaran
tentang materi
yang telah
diberikan, dan
rein-forcement
kepada sasaran
yang dapat
menjawab
c. Mengakhiri
pertemuan dengan
mengucapkan
salam dan terima
kasih.

F. Seting Tempat
Keterangan
: Pasien
: keluarga passien
: Penyaji
G. Pembagian Peran
1. Narasumber : Pasien dan Keluarga Pasien
2. Penyaji : Aniati Rahmawati Ulfa

H. Evaluasi
Menanyakan kembali tentang materi yang dijelaskan pada pasien tentang :
1. Apakah pengertian dari fraktur klavikula?
2. Bagaimana pengobatan pada fraktur klavikula?
3. Apa saja makanan yang perlu dikonsumsi oleh penderita fraktur klavikula?
4. Bagaimana cara memanaj nyeri pada fraktur klavikula?
5. Memperagakan ulang cara mencuci tangan yang baik dan benar
MATERI

A. Pengertian Penyakit Selulitis


Fraktur clavikula merupakan cedera yang sering terjadi akibat jatuh
atau hantaman langsung ke bahu. (Putra, 2013)

B. Pengobatan Pada Fraktur Klavikula


Pengobatan akan sangat tergantung pada kerusakan dan jenis fraktur yang
terjadi. Tindakan yang membantu penyembuhan fraktur :
1. Obat-obatan
Obat-obatan dapat diberikan untuk meringankan rasa sakit. Anda juga
mungkin perlu obat antibiotic atau suntikan tetanus jika terdapat luka
robek di kulit.
2. Sling atau Selempang
Ada beberapa jenis sling yang dapat digunakan untuk mencegah klavikula
patah dari kerusakan lebih lanjut. Sling diikatkan di lengan dan
digantungkan ke leher untuk kenyamanan dan keamanan.
3. Terapi Pendukung
Paket es dapat ditempatkan pada klavikula yang patah untuk mengurangi
pembengkakan, nyeri, dan kemerahan. Latihan yang meningkatkan
jangkauan gerak dapat dilakukan setelah rasa sakit berkurang. Hal ini
membantu untuk membawa kembali kekuatan dan kekuatan bahu dan
lengan.
4. Pembedahan
Mungkin memerlukan pembedahan untuk mengembalikan tulang kembali
ke posisi normal jika patah / fraktur parah. Pembedahan juga mungkin
diperlukan untuk memperbaiki klavikula yang menonjol keluar melalui
kulit. Pemasangan Plate Screw / Pen dapat digunakan untuk menahan
tulang lebih stabil.

C. Makanan Yang Perlu Dikonsumsi Oleh Penderita Fraktur Klavikula


Penyembuhan patah tulang juga dapat dipercepat dengan mengkonsumsi
nutrisi yang tepat. Berikut beberapa nutrisi yang diperlukan oleh pasien patah
tulang agar cepat sembuh :
1. Kalsium
Kalsium dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Pasien patah tulang
dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium hingga 500 600 mg
setiap hari. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium seperti
susu, kedelai, pisang, yogurth, tahu, tempe, dan lainnya. Beberapa sayuran
seperti brokoli, kale, dan sayuran lobak juga kaya akan nutrisi dan bisa
dikonsumsi untuk menambah asupan kalsium setiap hari.
2. Vitamin D
Vitamin D memiliki peran penting untuk menyerap kalsium ke dalam dara
dan tulang. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang ada didalam
makanan dan suplemen akan sulit masuk dan diserap tubuh. Cara mudah
mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur dibawah sinar matahari
pagi yang belum panas. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa
didapatkan melalui kuning telur, minyak ikan, atau daging ikan seperti
salmon, sarden, tuna, dan lainnya. Setidaknya seseorang harus
mengkonsumsi sekitar 400 800 unit vitamin D sehari.
3. Vitamin K
Vitamin K bertugas untuk memperkuat osteocalcin, komponen protein
pada tulang tanpa meningkatkan jumlah mineral dalam tulang. Proses ini
akan membantu penyembuhan patah tulang dengan lebih cepat dan
menurunkan risiko tulang retak. Vitamin K bisa didapatkan melalui sayur-
sayuran seperti brokoli, kembang kol, ikan, hati, daging, dan telur.
Setidaknya pria membutuhkan 120 mikrogram vitamin K perhari dan
wanita membutuhkan 90 mikrogram perhari
4. Nutrisi Lainnya
Nutrisi lain yang dibutuhkan untuk mempercepat proses penyembuhan
patah tulang adalah boron dan silica. Dua nutrisi ini akan meningkatkan
penyerapan kalsium seperti vitamin C dan magnesium. Vitamin C
membantu produksi kolagen yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan
tulang.

D. Cara Manajemen Nyeri Pada Fraktur Klavikula


1. Relaksasi
Relaksasi otot rangka dipercaya dapat menurunkan nyeri dengan
merelaksasikan keteganggan otot yang mendukung rasa nyeri. Teknik
relaksasi mungkin perlu diajarkan bebrapa kali agar mencapai hasil
optimal. Dengan relaksasi pasien dapat mengubah persepsi terhadap nyeri.
Latihan Relaksasi
a. Ambil posisi senyaman mungkin, jangan silangkan tangan dan kaki
anda.
b. Mulailah dengan konsentrasi untuk menarik nafas dalam.
c. Jika pikiran anda terpecah, kembalilah dengan konsentrasi pada nafas
anda.
d. Jadikan diri anda menyadari dan merasakan irama nafas anda.
e. Rasakan setiap tarikan nafas anda melalui seluruh tubuh anda,
memberikan energi yang dapat membantu menyembuhkan diri anda.
f. Saat anda menghembuskan nafas, lepaskan ketegangan diri anda,
lepaskan semua keluhan anda.
g. Lemaskan seluruh serat otot anda mulai dari atas, kepala anda menjadi
lemas dan relaks, turunkan kebawah keleher anda, kedua tangan, dada,
dan punggung anda. Lanjutkan untuk melemaskan serat otot paha nada,
betis dan kaki anda.
h. Hal ini akan menjadikan diri anda menjadi relaks lebih dalam,
kenyamanan anda mulai anda rasakan lebih baik.
i. Anda dapat mulai membayangkan hal yang dapat membuat anda lebih
senang dan nyaman, lanjutkan dengan lebih menikmati kondisi tersebut,
resapi dan hayati, dan nikmati lebih mendalam.
j. Kondisi relaks dan nyaman ini dapat anda rasakan dan anda dapatkan
kapanpun anda menginginkannya.
2. Terapi Es dan Panas
Terapi es (dingin) dan panas dapat menjadi strategi pereda nyeri yang
efektif pada beberapa keadaan, namun begitu, keefektifannya dan
mekanisme kerjanya memerlukan studi lebih lanjut. Diduga bahwa terapi
es dan panas bekerja dengan menstimulasi reseptor tidak nyeri (non-
noniseptor) dalam reseptor yang sama seperti pada cedera.
Terapi es dapat menurunkan prostaglandin, yang memperkuat sensivitas
reseptor nyeri dan subkutan lain pada tempat cedera dengan menghambat
proses inflamasi. Agar efektif, es harus diletakkan pada tempat cedera
segera setelah cedera terjadi.
Penggunaan panas mempunyai keuntungan meningkatakan aliran darah ke
suatu area dan kemungkinan dapat turut menurunkan nyeri dengan
mempercepat penyembuhan. Namun demikian, menggunakan panas
kering dengan lampu pemanas tampak tidak seefektif penggunaan es. Baik
terapi panas kering dan lembab kemungkinan memberi analgesia tetapi
penelitian tambahan diperlukan untuk memahami mekanisme kerjanya dan
indikasi penggunaannya yang sesuai. Baik terapi es maupun panas harus
digunakan dengan hati-hati dan dipantau dengan cermat untuk
menghindari cedera kulit.
3. Distraksi
Distraksi, yang mencakup memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu
selain pada nyeri, dapat menjadi stategi yang sangat berhasil dan mungkin
merupakan mekanisme yang bertanggung jawab pada teknik kognitif
efektif lainnya ( Arntz dkk., 1991; Devine dkk., 1990). Seseorang, yang
kurang menyadari adanya nyeri atau memberikan sedikit perhatian pada
nyeri, akan sedikit terganggu oleh nyeri dan lebih toleransi terhadap nyeri.
Distraksi diduga dapat menurunkan persepsi nyeri dengan menstimulasi
sistem control desenden, yang mengakibatkan lebih sedikit stimuli nyeri
yang ditransmisikan ke otak.
Keefektifan distraksi tergantung pada kemampuan pasien untuk menerima
dan membangkitkan input sensori selain nyeri. Peredaan nyeri secara
umum meningkat dalam hubungan langsung engan parsitipasi aktif
individu, banyaknya modalitas sensori yang dipakai dan minat individu
dalam stimuli. Karenanya, stimuli penglihatan, pendengaran, dan sentuhan
mungkin akan efektif dalam menurunkan nyeri disbanding stimuli satu
indera saja.

4. Hipnosis
Hipnosis efektif dalam meredakan nyeri atau menurunkan jumlah
analgesik yang dibutuhkan pada nyeri akut dan kronis. Teknik ini mungkin
membantu dalam memberikan peredaan pada nyeri terutama dalam situasi
sulit. Mekanisme bagaimana kerjanya hipnosis tidak jelas tetapi tidak
tampak diperantari oleh sistem endorfin. Keefektifan hipnosis tergantung
pada kemudahan hipnotik individu.

E. Penatalaksanaan Setelah Pasien Pulang


A. Untuk Pemasangan Gips
1. Kontrol ke poli orthopaedi
2. Segera kembali ke rumah sakit bila timbul warna kebiruan dan dingin,
kesemutan hebat, bengkak dan nyeri yang hebat.

B. Untuk Operasi
1. Kontrol ke poli ortopedi
2. Segera kembali ke rumah sakit terdekat bila ada keluhan seperti
perdarahan yang hebat atau nyeri hebat.
F. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan
Faktor Yang Mempercepat Penyembuhan Patah Tulang

1. Mengurangi pergerakan pada tulang yang patah.


2. Sambungan tulang tertata dengan baik.
3. Asupan darah yang memadai.
4. Asupan nutrisi yang baik.
5. Latihan pembebanan berat badan untuk tulang panjang.
6. Hormon-hormon pertumbuhan.

Faktor Yang Memperlambat Penyembuhan

1. Kehilangan tulang
2. Gerakan pada bagian yang patah terus menerus.
3. Terdapat rongga atau jaringan di antara tulang yang patah.
4. Keganasan lokal
5. Infeksi
6. Penyakit tulang
7. Usia ( orang tua sembuh lebih lama )
DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddarth.2002.Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 3.Jakarta: EGC


Wilkinson, Judith M.2006.Buku Saku Diagnosis Keperawatan, edisi 7.Jakarta:
EGC
Rasjad C. Trauma.2009.Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi.Jakarta: Yarsif
Watampone
Sjmsuhidajat R, Jong WD.2004.Sistem Muskuloskeletal Buku Ajar Ilmu
Bedah.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC