Anda di halaman 1dari 31

VISI DAN MISI Kementrian Kelautan dan Perikanan

Visi & Misi

A. VISI

Salah satu misi pembangunan nasional yang terkait dengan pembangunan kelautan dan
perikanan adalah Mewujudkan Indonesia menjadi Negara Maritim yang Mandiri, Maju,
Kuat dan Berbasis Kepentingan Nasional. Sebagai organisasi yang membantu Presdien
untuk membidangi urusan kelautan dan perikanan, maka visi KKP ditetapkan selaras
dengan visi pembangunan nasional serta bertujuan untuk mendukung terwujudnya
Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Visi KKP adalah Mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia


yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional.

Mandiri dimaksudkan ke depan Indonesia dapat mengandalkan kemampuan dan


kekuatan sendiri dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan, sehingga sejajar
dan sederajat dengan bangsa lain. Maju dimaksudkan dapat mengelola sumber daya
kelautan dan perikanan
dengan kekuatan SDM kompeten dan iptek yang inovatif dan bernilai tambah, untuk
mencapai kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan merata.

Kuat diartikan memiliki kemampuan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari


pengelolaan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan dan menumbuhkan wawasan
dan budaya bahari. Berbasis kepentingan nasional dimaksudkan adalah mengoptimalkan
pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan untuk
kesejahteraan masyarakat.

B. MISI

Mengacu pada tugas, fungsi dan wewenang yang telah dimandatkan oleh peraturan
perundang undangan kepada KKP dan penjabaran dari misi pembangunan nasional,
maka terdapat 3 pilar yang menjadi misi KKP yakni:
1. Kedaulatan (Sovereignty), yakni mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan
yang berdaulat, guna menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan
sumberdaya kelautan dan perikanan, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai
negara kepulauan.
2. Keberlanjutan (Sustainability), yakni mewujudkan pengelolaan sumberdaya kelautan
dan perikanan yang berkelanjutan.
3. Kesejahteraan (Prosperity), yakni mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan
yang sejahtera, maju, mandiri, serta berkepribadian dalam kebudayaan.
C. TUJUAN

Menjabarkan misi pembangunan kelautan dan perikanan, maka tujuan pembangunan


kelautan dan perikanan adalah :

Kedaulatan (Sovereignty), yakni :


1. Meningkatkan pengawasan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan
2. Mengembangkan sistem perkarantinaan ikan, pengendalian mutu, keamanan hasil
perikanan, dan keamanan hayati ikan

Keberlanjutan (Sustainability), yakni :


3. Mengoptimalkan pengelolaan ruang laut, konservasi dan keanekaragaman hayati laut
4. Meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan budidaya
5. Meningkatkan daya saing dan sistem logistik hasil kelautan dan perikanan

Kesejahteraan (Prosperity), yakni :


6. Mengembangan kapasitas SDM dan pemberdayaan masyarakat
7. Mengembangkan inovasi iptek kelautan dan perikanan
Permesinan Perikanan

Dalam pengertian yang sederhana, permesinan perikanan dapat diartikan sebagai


alat/mesin yang digunakan untuk mendukung usaha penangkapan ikan/udang maupun
usaha budidaya ikan/udang di kolam/tambak serta usaha pengolahan hasil perikanan.

Untuk itu permesinan perikanan dapat dikelompokan dalam :

1. Mesin Penggerak Mula (Prime Mover). Yang termasuk mesin


penggerak mula adalah :
Motor bakar, dimana energi hasil pembakaran BBM didalam silinder motor itu sendiri diubah
menjadi tenaga mekanik berujud putaran oleh poros engkol.

Motor bakar
Motor listrik, dimana energi listrik diubah menjadi tenaga mekanik (berujud putaran).

Turbin uap, dimana uap dari air yang dipanaskan oleh api menggunakan bahan bakar padat
(kayu atau batubara) digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin, sehingga menghasilkan
tenaga mekanik berujud putaran pada poros turbin.
Turbin Uap
Turbin gas, dimana gas dari hasil pembakaran BBM digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu
turbin, sehingga menghasilkan tenaga mekanik berujud putaran pada poros turbin gas.

Turbin Gas
Mesin uap bertorak, dimana uap dari air yang dipanaskan oleh api menggunakan bahan bakar
padat (kayu atau batubara) digunakan untuk menggerakkan torak dalam silinder mesin uap, gerak
maju mundur dari torak ini kemudian diubah menjadi gerak putar oleh poros mesin uap.

Penampang mesin uap torak


Dari beberapa jenis mesin penggerak mula ini, yang paling banyak digunakan dalam
dunia perikanan adalah motor bakar dan motor listrik, mengingat :
Kebutuhan tenaga yang diperlukan masih relatif sangat kecil.
Bentuk motor bakar maupun motor listrik yang kompak, dan bobotnya yang relatif
ringan.
Mudah untuk mengoperasikan.
Biaya perawatan maupun pengoperasiannya murah.

2. Kelistrikan Perikanan, yang terdiri dari :


a. Listrik Arus Kuat atau AC = Alternating Curent, perlengkapannya meliputi :

Mesin pembangkit tenaga listrik, yang umumnya disebut generator set atau genset,
yang terdiri generator atau alternator dan mesin penggeraknya motor bakar.
Instalasi listrik untuk penerangan.
Instalasi listrik tenaga, instalasi listrik yang berkaitan dengan motor listrik.

b. Listrik Arus Lemah atau DC = Direct Curent, dikapal penangkap ikan digunakan
sebagai catu daya (power supply) :
Peralatan komunikasi.
Peralatan kontrol, umumnya engine control.

Peralatan navigasi (misalnya radar).


Peralatan bantu penangkapan (fish finder, sonar)

3. Mesin Pendingin
Digunakan untuk mempertahankan mutu hasil perikanan, mesin pendingin yang umum
digunakan adalah :

Cold Storage adalah suatu fasilitas yang sering digunakan dalam penyimpanan bahan-bahan
hasil pertanian, perikanan, peternakan dan industry. Dengan mendinginkan suhu suatu bahan atau
produk, maka aktifitas enzim atau mikroba yang berada didalamnya akan berkurang. Sehingga
kerusakan atau penurunan mutu dapat dihambat.

Cold storage
Cool Room adalah gudang berpendingin ( Tidak untuk menurunkan suhu produk )
Cool room
4. Pesawat Bantu, yang terdiri dari :
Pompa-pompa cairan, berguna untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain,
diantaranya adalah : air, bahan bakar minyak, dan minyak pelumas.

Pompa air
Mesin jangkar, yang berguna menurunkan dan mengangkat jangkar.

Mesin Jangkar
Mesin kemudi, yang berfungsi untuk mengemudikan kapal pada waktu berlayar.
Power block adalah peralatan untuk menarik jaring purse seine.

Power block pada kapal purse seine


Line houler adalah peralatan untuk menarik tali utama dalam kegiatan penangkapan ikan
dengan long line.

Line houler
Winch trawl adalah untuk menarik jaring pukat harimau.
Winch trawl
5. Mesin-mesin pengolah hasil perikanan, yang terdiri dari :
Mesin pemisah daging dengan tulang/duri ikan.

Meat bone separator


Mesin untuk pengalengan ikan.

Mesin pengalengan ikan


Mesin pengasapan ikan.
Mesin pengasapan ikan
Boiler, untuk mengolah ikan dengan hasil ikan duri lunak.

Panci presto/boiler

MAKALAH MESIN PERIKANAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Berdasarkan data statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi


Sulawesi Selatan tahun 2005, pemanfaatan sumber daya perikanan di
perairan Sulawesi Selatan baru mencapai 30% dari potensi lestari. Hal ini
menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi perikanan tangkap di Sulawesi
Selatan belumlah maksimal. Kenyataan diatas tidak lepas dari kurangnya
sarana dan prasarana penangkapan ikan yang ada. Keadaan tersebut
umumnya dikarenakan alasan klasik berupa besarnya biaya investasi
pengadaan armada kapal penangkap ikan yang umumnya masih dikelola
oleh kelompok kelompok nelayan setempat, sehingga menyebabkan kurang
maksimalnya pemanfaatan potensi perikanan setempat. Pemerintah
terus berupaya mengatasi hal ini, melalui Direktorat Jenderal Perikanan
Tangkap rutin memberikan paket bantuan pengadaan kapal penangkap ikan
10-15GT kepada kelompok-kelompok nelayan namun hal ini kurang terlihat
manfaatnya dikarenakan jumlah nya yang terbatas. Menyiasati keadaan
tersebut maka para kelompok nelayan melakukan pemangkasan biaya
pengadaan kapal dengan mengganti mesin penggerak dari kapal tersebut,
dimana hal ini cukup signifikan mempengaruhi biaya pengadaan kapal
tersebut .

Saat ini, Kapal-kapal penangkap ikan ukuran 10-15GT yang beroperasi din
perairan Sulawesi umumnya telah menggunakan mesin truck sebagai tenaga
penggeraknya (propullsor), hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan
investasi awal yang rendah, kemudahan dalam perawatan serta suku cadang
yang relatif lebih murah dan mudah ditemukan di pasaran.

Penggunaan mesin truck sebagai penggerak kapal penangkap ikan tersebut


telah mengalami beberapa penyesuaian untuk penggunaannya dilaut, salah
satu sistim yang mengalami modifikasi adalah Sistim Pendingin Mesin,
dimana kondisi awalnya menggunakan sistim pendingin tertutup dengan
media air tawar yang bersirkulasi serta dilengkapi dengan cooler fan atau
lebih dikenal.

Tujuan

Makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa


tentang kontruksi Kapal perikanan dan mesin yang di gunakan oleh kapal
perikanan itu sendiri.

1. Pengertian kapal perikanan dan mesin kapal

Kapal perikanan didefinisikan sebagai kapal atau perahu atau alat


apung lainnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan
termasuk melakukan survei atau eksplorasi perikanan. Kapal penangkap ikan
adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk menangkap ikan
termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan.
Kapal pengangkut ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk
mengangkut ikan termasuk memuat, menampung menyimpan, mendinginkan
atau mengawetkan.

2. Kontruksi Kapal dan Perawatan Kapal

Dalam sistem konstruksi kapal dikenal 2 sistem yaitu konstruksi yang


biasanya digunakan pada lambung kapal yaitu sistem konstruksi pantek dan
sistem konstruksi overlapping. Beban yang terus menerus merupakan salah
satu faktor yang berpengaruh terhadap berkurangnya kekuatan konstruksi
lambung kapal kayu. Umur kelelahan konstruksi selalu menjadi perhatian
serius dalam perancangan konstruksi. Hal tersebut berkaitan erat dengan
cycle yang diijinkan dan diterima oleh konstruksi. Untuk memprediksi secara
tepat beban maksimum maupun cycle yang diizinkan pada struktur dapat
dilakukan dengan metode statistik. Metode statistik ini mengolah data hasil
pengujian fatigue dengan hasil akhirnya berupa besarnya cycle pada tingkat
keandalan tertentu dimana konstruksi tersebut masih layak dioperasikan
(Syarif, 2008).

Penyusunan juklak Konstruksi dan Perawatan kapal bertujuan


menciptakan standardisasi konstruksi rancang bangun kapal perikanan yang
baku untuk dapat digunakan oleh para nelayan khususnya nelayan nelayan
kapal perikanan skala kecil (di bawah 30 GT), sebagai salah satu upaya
untuk dapat meningkatkan produktifitas (Ariyanto, 2009).

Karakteristik Kapal Perikanan

Menurut Setianto (2007), Kapal perikanan sebagaimana layaknya kapal


penumpang dan kapal niaga lainnya maupun kapal barang, harus memenuhi
syarat umum sebagai kapal. Berkaiatan dengan fungsinya yang sebagian
besar untuk kegiatan penangkapan ikan, maka harus juga memenuhi syarat
khusus untuk mendukung keberhasilan kegiatan tersebut yang meliputi:
kecepatan, olah gerak/mneuver, ketahanan stabilitas, kemamapuan jelajah,
konstruksi, mesin penggerak, fasilitas pengawetan dan prosesing serta
peralatan penangkapan.

1. Kecepatan
Kapal penangkap ikan biasanya membutuhkan kecepatan yang tinggi,
karena untuk mencari dan mengejar gerombolan ikan. Disamping iitu juga
untuk mengangkut hasil tangkapan dalam keadaan segar sehingga
dibutuhkan waktu relatif singkat.

2. Olah Gerak

Kapal perikanan memerlukan olah gerak/manuver kapal yang baik terutama


pada waktu operasi penangkapan dilakukan. Misalnya pada waktu mencari,
mengejar gerombolan ikan, pengoperasian alat tangkap dan sebagainya.

3. Ketahanan Stabilitas

Kapal perikanan harus mempunyai ketahanan stabilitas yang baik terutama


pada waktu operasi penangkapan ikan dilakukan. Ketahanan terhadap
hempasan angin, gelombang dan sebagainya. Dalam hal ini kapal perikanan
sering mengalami olengan yanng cukup tinggi.

4. Jarak Pelayaran/Kemampuan jelajah

Kapal perikanan harus mempunyai kemampuan jelajah, untuk menempuh


jarak yang sangat tergantung pada kondisi lingkungan perikanan, seperti:
pergerakan gerombolan ikan, fihing ground dan musim ikan. Sehingga jarak
pelayaran bisa jauh, sebagai contoh Tuna Long Line.

5. Konstruksi

Konstruksi kapal perikanan harus kuat terhadap getaran mesin utama yang
biasanya mempunyai ukuran PK lebih besar dibanding kapal niaga lainnya
yang seukuran, benturan gelombangg dan angin akan lebih besar karena
kapal perikanan sering memotong gelombang pada saat mengejar
gerombolan ikan.

6. Mesin Penggerak

Mesin penggerak utama kapal (mesin engine) kapal perikanan, ukurannya


harus kecil tetapi mempunyai kekuatan yang besar dan ketahanan harus
tetap hidup dalam kondisi olengan maupun trim dalam waktu yang lama,
mudah dioperasikan maju dan mundur dimatikan maupun dihidupkan.

7. Fasilitas Pengawetan dan Pengolahan

Kapal perikanan biasanya digunakan juga untuk mengangkut hasil tangkapan


sampai ke pelabuhan. Dalam pengangkutan diharapkan hasil tangkapan
tetap dalam keadaan segar, untuk itu kapal perikanan harus dilengkapi
dengan tempat penyimpanan ikan/palka yang berinsulasi dan biasanya untuk
menyimpan es tetapi ada yang dilengkapi dengan mesin pendingin tempat
pembekuan ikan, bahkan ada juga yang dilengkapi dengan sarana
pengolahan.

8. Perlengkapan Penangkapan

Kapal perikanan biasanya membutuhkan perlengkapan penangkapan,


seperti: Line hauler, net hauler, trawl winch, purse winch, power block dan
sebagainya. Perlengkapan penangkapan, tergantung pada alattangkap yang
digunakan dalam operasional.

1. Mesin Kapal

Mesin diesel adalah termasuk pesawat kalor, yaitu pesawat yang merubah
energi potensial berupa panas mejadi usaha mekanik dan di pakai sebagai
mesin penggerak kapal.

Data Mesin Penggerak

Model : Toyota Diesel 2D

Type : 4L-OHV

Cylinder : 6(enam) I Line

Diameter x Langkah : 105x125mm(4,1344,921)

Volume cylinder : 6,494 cc

Tekanan Kompresi : 18:1(28kg/cm2 pada RPM 200)


Tekanan Pembakaran Maksimal : 58kgcm2 pada RPM 1400

Tekanan Efektif Rata-rata Max : 7,75 kg/cm2 pada RPM 1400

Daya Kuda kotor :130HP pada RPM 2600

Momen kotor maksimal : 40 kg pada RPM 1400

Konsumsi Bahan Bakar : 205 gram/kwH

Dimensi :

panjang :1101,5mm(43,40)

Lebar : 674,5mm (26,70)

Tinggi : 1074,5mm(42,34)

Berat seluruh : 510 kg(1,124 lb)

Saat Injeksi : 23 sebelum TMA ( RPM 400)

sebelum TMA ( RPM 1500)

Urutan Injeksi : 1-4-2-6-3-5

Pompa Injeksi : Bosch A

Pelumasaan : Jenis Pelumasan Tekan

Kapasitas oil pan : 9liter(2,38 Us Galon)

Sistem pendingin mesin : Air (Thermostat wax)

Jenis Radiator : Tekanan terhadap sirip +tabung

Generator : Voltage 24V-output 460 watt

Stater motor : Voltage 24V-output 5kW

Baterei : 2 x 12 Volt, 120 amp/hr

Minyak lumas yang digunakan : Pertamina SAE S40


Kontruksi Mesin diesel
Cylinder Block dan Cylinder Liner, Cylinder block terbuat dari besi tuang dan
berfungsi untuk dudukann komponen-komponen mesin dan terdapat water
jacket untuk tempat aliran air pendingin. Cylinder liner adalah silinder yang
dapat dilepas Cylinder liner dibagi menjadi 2 tipe : dry type dan wet type.

14. CylinderHead

Karena perbandingan kompresinya lebih tinggi, ruang bakar mesin diesel


lebih kecil dari ruang bakar mesin bensin dan konstruksi lebih rumit. Cylinder
head terbuat dari besi tuang dan berfungsi sebagai dudukan mekanisme
katup, injektor dan glow plug juga sebagai ruang bakar.
3.Katup
Katup terbuat dari baja khusus(special steel). karena katup berhubungan
dengan tekanan dan temperatur tinggi.Pada umumnya katup masuk lebih
besar dari katup buang. Agar katup menutup rapat padadudukannya, maka
permukaansudut katup (valve face angle) dibuat pada 44,5 atau 45,5.

4. Pegas Katup

Pegas katup (valve spring) digunakan untuk menutup katup. Pada umumnya
mesin menggunakan pegas untuk tiap katupnya, tetapi ada juga yang
menggunakan 2 pegas. Penggunaan pegas yang jarakpitch-nya berbeda
(uneven pitch spring) / pegas ganda (double spring )adalah untuk mencegah
katup melayang. Katup melayang adalah gerakan katup yang tidak seirama
dengan gerakan cam saat putaran tinggi.
Pegas dengan jarak pitch berbeda tipe

1. Klasifikasi Mesin Diesel


Mesin diesel diklasifikasikan sebagai berikut
a). Menurut jumlah silinder
Silinder 1, tunggal
2. Silinder lebih dari 1, banyak
b). Menurut putaran
1. Putaran Rendah ( Low Speed ) < 1000 RPM
2. Putaran Menengah ( Intermediate Spped ) 1000 2500 RPM
3. Putaran Tinggi ( Hig Speed ) 2500RPM keatas
c). Menurut susunan posisi silinder
1. Tipe Berdiri In Line
2. Tipe V
3. Tipe Horizontal
4. Tipe Berlawanan Opposed Type
5. Tipe Radial

PENUTUP

1. Kesimpulan

1. Kapal perikanan didefinisikan sebagai kapal atau perahu atau alat


apung lainnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan
ikan termasuk melakukan survei atau eksplorasi perikanan. Kapal
penangkap ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk
menangkap ikan termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan
atau mengawetkan. Kapal pengangkut ikan adalah kapal yang secara
khusus dipergunakan untuk mengangkut ikan termasuk memuat,
menampung menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan.sedangkan
2. Dalam sistem konstruksi kapal dikenal 2 sistem yaitu konstruksi yang
biasanya digunakan pada lambung kapal yaitu sistem konstruksi pantek
dan sistem konstruksi overlapping.
3. Mesin diesel adalah termasuk pesawat kalor, yaitu pesawat yang
merubah energi potensial berupa panas mejadi usaha mekanik dan di
pakai sebagai mesin penggerak kapal.
4. Kontruksi mesin diesel antar lain:
5. Cylinder Block dan Cylinder Liner
6. CylinderHead
7. Katup
8. Pegas Katup

Mengenal Mesin Kapal Perikanan


Salah satu komponen yang terpenting dalam satu kesatuan armada
penangkapan ikan adalah kapal perikanan. Selain dari, alat tangkap, alat
bantu, dan nelayan itu sendiri. Kapal merupakan sebuah benda apung yang
memerlukan sebuah sistem penggerak untuk dapat berlayar atau melaju di
perairan. Sistem penggerak itu sendiri terdiri dari 1) Sumber penggerak
(Prime Mover), baik yang bersumber dari alam (angin) maupun dari mesin
atau bisa juga tenaga manusia itu sendiri, dan 2)Alat Penggerak (Propulsor)
seperti layar, propeller atau dayung. Dalam postingan kali ini saya akan
membahas sistem penggerak denga tenaga mesin saja. Tentunya bagi kita
yang bekerja di bidang perikanan khususnya perikanan laut sudah tentu
sering melihat mesin kapal. Untuk menambah wawasan mari kita bedah apa
itu sebenarnya mesin kapal dan apa saja jenis mesin yang digunakan pada
kapal-kapal perikanan.

Secara sederhana, berdasarkan desain atau peruntukkannya, mesin kapal


dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1. Marine Diesel Engine/Mesin Kapal (Marine Use)


Marine Diesel Engine adalah tipe mesin yang memang didesain dan
diperuntukkan penggunaannya untuk kapal laut dalam hal ini kapal
perikanan. Bahan bakar untuk jenis mesin ini menggunakan bensin dan solar.
Pada umumnya kapal-kapal perikanan modern sudah menggunakan jenis
mesin ini.
2. Marinized Engine/Mesin Darat (Automotive Diesel Engine & Stationary
Diesel Engine)
Untuk Marinized Engine ini sebenarnya adalah mesin darat/otomotif
yang dimodifikasi agar dapat digunakan pada kapal perikanan yang
beroperasi di laut. Pada umumnya mesin-mesin yang dimodifikasi adalah
seperti motor diesel darat (non-automotive) yang biasa digunakan untuk
pembangkit tenaga listrik/generator, mesin bubut atau potong rumput
(Stationery Diesel Engine) dan mesin diesel darat yang biasa digunakan
pada kendaraan-kendaraan darat, seperti mobil, truk, bis dan lain sebagainya
(Automotive Diesel Engine). Beberapa modifikasi yang dilakukan biasanya
pada sistem transmisi dan sistem pendingin mesin. Adapun bahan bakar
untuk mesin ini umumnya menggunakan bahan bakar solar. Mesin tipe ini
pada umumnya digunakan pada kapal-kapal perikanan skala kecil/tradisional.

Sedangkan berdasarkan tata letaknya, mesin kapal dikategorikan sebagai


berikut:

1. Inboard Type(Motor Dalam)


Dikatakan mesin inboard karena mesin ini terletak dalam lambung
kapal (kasko) atau dibawah geladak dan terpasang duduk pada pondasi
mesin sehingga propeller shaft menembus dinding lambung kapal (linggi
baling-baling).

2. Outboard Type (Motor Luar)


Dikatakan mesin outboard karena mesin ini tidak terletak di dalam
lambung kapal, atau secara kasat mata pun kita dapat melihatnya langsung
tanpa mesti repot-repot turun ke ruang mesin seperti mesin inboard.
Biasanya mesin outboard ini terpasang duduk pada transom buritan kapal
atau pada salah satu sisi bulwark atau di atas geladak buritan kapal sehingga
propeller shaft tidak menembus dinding lambung kapal.

Sekian dulu penjelasan mengenai jenis-jenis mesin kapal, semoga


bermanfaat dan membantu bagi anda yang awam dalam hal perikanan.

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan Teknologi, maka kemajuan
di bidang industri terutama dalam bidang permesinan, berbagai alat diciptakan untuk
mempermudah dan menambah kenyamanan manusia dalam memenuhi kebutuhan.
Salah satunya adalah di bidang otomotif, dimana dalam penggunaanya diperlukan
pengetahuan tentang mesin tersebut dengan baik supaya selama pengoperasian
mesin dapat berjalan seefektif dan seefisien mungkin.
Diesel berasal dari nama seorang insinyur dari Jerman yang menemukan
mesin ini pada tahun 1893, yaitu Dr. Rudolf Diesel. Pada waktu itu mesin tersebut
tergantung pada panas yang dihasilkan ketika kompresi untuk menyalakan bahan
bakar. Bahan bakar ini diteruskan ke silinder oleh tekanan udara pada akhir
kompresi. Pada tahun 1924, Robert Bosch, seorang insinyur dari Jerman, mencoba
mengembangkan pompa injeksi daripada menggunakan metode tekanan udara yang
akhirnya berhasil menyempurnakan ide dari Rudolf Diesel. Keberhasilan Robert
Bosch dengan mesin dieselnya tersebut sampai saat ini digunakan oleh masyarakat.
Dalam mesin diesel, bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar pada
akhir langkah kompresi. Sebelumnya udara yang diisap telah dikompresi dalam
ruang bakar sampai tekanan dan temperatur menjadi naik. Naiknya tekanan dan
temperatur mengakibatkan bahan bakar menyala dan terbakar sendiri. Untuk
memperoleh tekanan kompresi yang tinggi saat putaran mesin rendah, banyaknya
udara yang masuk ke dalam silinder harus besar tanpa menggunakan throttle valve
untuk membatasi aliran dari udara yang dihisap. Dengan demikian dalam sebuah
mesin diesel, output mesinnya dikontrol oleh pengontrol banyaknya bahan bakar
yang diinjeksikan.
Dengan perkembangan pompa rotari yang lebih kecil penampilannya juga
bobotnya yang lebih ringan yang dikembangkan oleh Vernon Rosa pada tahun 1950-
an. Motor diesel akhirnya memasuki perkembangan pemakaian dan pemasaran
yang lebih luas. Perkembangan lain dari motor diesel adalah dengan penambahan
sebuah turbocarjer yaitu alat untuk memasukkan (memompakan) udara ke dalam
saluran masuk (intake manifold). Pompa turbocharger ini digerakkan oleh gas buang
yang kedalam turbocarjer tersebut. Dengan adanya turbocarjer ini maka akan
menurunkan asap gas buang. Akhirnya motor diesel seperti ini keadaanya sekarang
menjadi motor yang benar-benar efisien, ringan dan bebas polusi udara.
Banyaknya udara yang masuk ke silinder pada mesin diesel memiliki
pengaruh besar terhadap terjadinya pembakaran sendiri (self-ignition) yang dapat
menentukan output. Efisiensi pengisapan adalah suatu hal yang penting. Untuk
bahan bakar mesin diesel menggunakan minyak diesel (solar). Bahan bakar
diinjeksikan ke dalam ruang bakar, dan dapat terbakar secara spontanitas oleh
adanya temperatur udara yang tinggi. Tingginya temperatur udara yang
dikompresikan dapat mempermudah bahan bakar untuk terbakar secara spontanitas.
Nilai kemampuan bahan bakar diesel untuk cepat terbakar adalah angka cetane
(cetane number). Untuk mesin diesel yang berkecepatan tinggi yang digunakan pada
kendaraan truk dan mobil-mobil angka cetane yang umumnya digunakan sekurang-
kurangnya 40-45.

1.2 Rumusan Masalah


Apakah pengertian dari kapal perikanan ?
Apakah pengertian mesin kapal ?
Apakah pengertian dan macam Motor Diesel ?
Apa yang dimaksud dengan mesin dalam dan luar kapal ?
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui pengertian dari kapal perikanan
Untuk mengetahui pengertian mesin kapal
Untuk mengetahui pengertian dan macam Motor Diesel
Untuk mengetahui perbedaan mesin dalam dan luar
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kapal Perikanan


Kapal perikanan didefinisikan sebagai kapal atau perahu atau alat apung
lainnya yang digunakan untuk melakukan
kegiatan penangkapan ikan termasuk
melakukan survei atau eksplorasi
perikanan. Kapal penangkap ikan adalah
kapal yang secara khusus dipergunakan
untuk menangkap ikan termasuk
menampung, menyimpan, mendinginkan
atau mengawetkan. Kapal pengangkut ikan adalah kapal yang secara khusus
dipergunakan untuk mengangkut ikan termasuk memuat, menampung menyimpan,
mendinginkan atau mengawetkan.
Menurut Undang-undang No. 45 tahun 2009 yang dimaksud Kapal Perikanan
adalah Kapal Perikanan adalah kapal, perahu, atau alat apung lain yang digunakan
untuk melakukan penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan,
pembudidayaan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan, dan
penelitian/eksplorasi perikanan.
2.2 Mesin Kapal
Mesin kapal adalah suatu unit mesin yang menghasilkan suatu tenaga
penggerak baik sebagai mesin induk ataupun mesin bantu lainnya, maka dalam
perkapalan ada beberapa persyaratan yang wajib diketahui oleh para teknisi yang
bergerak dalam bidang perkapalan.
Berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam IEC (International Engineering
Corporation) publikasi terbitan nomor 92 tahun 1962 bahwa suatu mesin kapal
antara lain harus memenuhi syarat-syarat umum sebagai berikut : motor harus tetap
berfungsi (tidak mati) pada kedudukan posisi miring yang terus menerus pada sudut
15 dan tidak terus menerus (oleng) pada sudut 22,5 ( yang dimaksud di sini adalah
miring atau oleng arah ke kiri atau ke kanan); motor harus tetap berfungsi pada arah
kapal oleng membujur (trim) untuk sudut 10 bagi kapal yang mempunyai panjang L
< 150 m dan 5 bagi kapal yang mempunyai panjang L > 150 m. Jadi suatu mesin
kapal pada umumnya dipakai untuk sistem permesinan yang ada di pabrik-pabrik
yang terdapat di daratan, sedangkan mesin-mesin yang ada di pabrik-pabrik yang
terletak di daratan (mesin-mesin stationair) umumnya belum tentu bisa dipakai
sebagai mesin-mesin di kapal.
2.3 Motor Diesel

Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin
pemicu kompresi) adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas
kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah
diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin
bensin atau mesin gas. Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel,
yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin
untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu
bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun
1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Mesin ini kemudian
diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering (Wikipedia, 2015)

Mesin diesel memiliki efisiensi termal terbaik dibandingkan dengan mesin


pembakaran dalam maupun pembakaran luar lainnya, karena memiliki rasio
kompresi yang sangat tinggi. Mesin diesel kecepatan-rendah (seperti pada mesin
kapal) dapat memiliki efisiensi termal lebih dari 50%.

Jenis Motor Diesel berdasarkan sumber penggerak kapal atau motor penggerak
kapalnya yaitu sebagai berikut :

1. Motor Diesel darat (Land atau Stasionary Diesel Engine) merupakan Motor
Diesel (non-automotive) yang dipergunakan sebagai penggerak pembangkit,
tenaga listrik (generator), penggerak pompa, penggerak penggiling padi, (rice
milling), penggerak traktor.
2. Motor Diesel mobil (Automotive Diesel Engine) merupakan Motor Diesel
(automotive) yang dipergunakan sebagai penggerak tenaga mobil, truk, bus,
dan lain-lain.
3. Motor Diesel Laut (Marine Diesel Engine) merupakan Motor Diesel Laut yang
digunakan sebagai sumber penggerak kapal (Motor Diesel yang dirancang
dipergunakan khusus untuk keperluan laut).
2.4 Mesin Dalam Kapal
Mesin Dalam (Inboard Engine) banyak digunakan pada kapal ikan yang
memiliki jangkauan daerah penangkapan
(fishing ground) umumnya pada perairan
lepas pantai sampai ZZEI dan waktu melaut
(fishing days) relatif lebih lama serta ukuran
GT kapal lebih besar. Alat tangkap yang
sering digunakan yaitu purse seine, pukat
udang, gill net dan lain-lain. Merk mesin
diesel yang biasa digunakan yaitu Fuso, Mitsubishi, dan lain-lain.Cara pemasangan
inbord engine yaitu diikat dengan beberapa baut pada pondasi mesin, balok pondasi
mesindiikat dengan beberapa baut pada frame (gading) kamar mesin yang biasanya
mempunyai jarak lebih rapat dan ukuran gading lebih besar dibandingkan dengan
gading bagian lain
2.5 Mesin Luar Kapal
Mesin Luar (Outboard Engine)Banyak digunakan pada kapal ikan yan
berukuran kecil dengan jangkauan
daerah penangkapan (fishing
ground) pada perairan pantai dan
waku melaut (fishing days) relatif
lebih pendek serta ukuran GT kapal /
perahu umumnya kecil alat tangkap
yang biasa digunakan yaitu trammel
net, pancing, lampara dasar, pancing
ulur. Mesin yang biasa digunakan
nelayan yaitu Dongfeng, Kobota, dan lain-lain.

Cara pemasangan outboard engine ada dua, yaitu :


1. Model motor tempel adalah dengan breket kedudukan mesin dijepitkan denan
baut putar paa balok/papan linggi belakang perahu (speed boat).
2. Model mesin kapal/perahu sopek adalah baut pondasi mesin diikatkan pada
balok di atas geladak bagian samping belakang, posisi AS propeler melalui
lambung bagian buritan kapal/perahu.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Kapal Perikanan adalah Kapal Perikanan adalah kapal, perahu, atau alat apung
lain yang digunakan untuk melakukan penangkapan ikan, mendukung operasi
penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan ikan,
pelatihan perikanan, dan penelitian/eksplorasi perikanan.
2. Mesin kapal adalah suatu unit mesin yang menghasilkan suatu tenaga
penggerak baik sebagai mesin induk ataupun mesin bantu lainnya, maka dalam
perkapalan ada beberapa persyaratan yang wajib diketahui oleh para teknisi
yang bergerak dalam bidang perkapalan.
3. Motor diesel adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas
kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah
diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti
mesin bensin atau mesin gas. Terdapat 3 jenis motor diesel yaitu Motor Diesel
Darat ( Land atau Stasionary Diesel Engine), Motor Diesel Mobil (Automitive
Diesel Engine), Motor Diesel Laut (Marine Diesel Engine).
4. Mesin dalam (Inboard Engine) Banyak digunakan pada kapal ikan yang
memiliki jangkauan daerah penangkapan (fishing ground) umumnya pada
perairan lepas pantai sampai ZZEI dan waktu melaut (fishing days) relatif lebih
lama serta ukuran GT kapal lebih besar. Sedangkan motor luar Banyak
digunakan pada kapal ikan yan berukuran kecil dengan jangkauan daerah
penangkapan (fishing ground) pada perairan pantai dan waku melaut (fishing
days) relatif lebih pendek serta ukuran GT kapal/perahu umumnya kecil.

3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis
akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan
sumber sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain
akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.

DAFTAR PUSTAKA

Alam Ikan. 2015 Jenis Mesin Luar dan Mesin Dalam

Kapalhttp://www.alamikan.com/2014/12/jenis-mesin-luar-dan-mesin-dalam-

kapal.html
Diakses pada 14 Oktober 2015 Pukul 20.00 WIB
Molamahu, Andri A. 2015. Makalah Mesin Perikanan

https://andriperikanan.wordpress.com/2015/01/17/makalah-mesin-perikanan/
Diakses pada 14 Oktober 2015 Pukul 20.15 WIB
Pratama, Saiful. 2013. Instalasi Mesin.

http://ephulnaval.blogspot.co.id/2013/04/instalasi-mesin.html
Diakses pada 14 Oktober 2015 Pukul 20.10 WIB
Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan

DIMENSI KAPAL PERIKANAN

Pengertian dan Batasan Kapal Perikanan


1) Kapal perikanan adalah kapal, perahu atau alat apung lain yang digunakan untuk melakukan
penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan, pembudidaya ikan, pengangkut ikan
pengolah ikan, pelatihan perikanan, dan penelitian/ eksplorasi perikanan.
2) Kapal penangkap ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk menangkap ikan,
termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan, atau mengawetkan.
3) Kapal pengangkut ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk mengangkut ikan,
termasuk memuat, menampung, menyimpan, mendinginkan, atau mengawetkan.

Klasifikasi Kapal Perikanan


1 Klasifikasi berdasarkan Statistik Perikanan Indonesia
Berdasarkan statistik perikanan tangkap Indonesia kategori dan ukuran perahu/kapal
perikanan untuk setiap jenis alat tangkap dibedakan berdasarkan 2 (dua) kategori, yaitu :
1) Perahu tanpa motor (non-powered boat) dan perahu/ kapal (powered boat), seperti terlihat pada
tabel 1.
Tabel 1. Kategori dan ukuran perahu/ kapal
No Kategori Perahu/Kapal
1 Kapal Tanpa Motor Jukung
Perahu Papan Kecil, sedang, besar
2 Perahu/Kapal Motor tempel
Kapal Motor < 5 GT, 510 GT,
10-20 GT, 20-30 GT,
30-50 GT, 50-100 GT,
100-200 GT, 200-300
GT, 300-500 GT, 500-
1000 GT,
>=1000 GT

2 Klasifikasi Berdasarkan FAO (Food and Agriculture Organization)


Sesuai dengan Standar International Klasifikasi Statistik Kapal Perikanan (International
Standard Statistical Classification of Fishing Vessels, ISSCFV FAO 1985), kapal perikanan
terbagi atas 2 (dua) jenis kapal perikanan, yakni :
1. Jenis kapal penangkap ikan, dan
2. Jenis kapal bukan penangkap ikan (kapal perikanan lainya)

Jenis kapal penangkap ikan terbagi atas 11 (sebelas) tipe kapal dan kapal perikanan lainya terbagi
atas 7 (tujuh) tipe kapal. Klasifikasi kapal dengan menggunakan singkatan standar sesuai
dengan Standar International Klasifikasi Statistik Kapal Perikanan, seperti terlihat pada tabel 2.

Tabel 2. Klasifikasi kapal perikanan


Singkatan
No. Klasifikasi Kapal Perikanan
Standar
1 Kapal penangkap ikan
a. Kapal pukat tarik TO
SO
b. Kapal pukat DO
NO
c. Kapal penggaruk
GO
d. Kapal jaring angkat WO
LO
e. Kapal jaring insang PO
f. Kapal pemasang perangkap MO
g. Kapal tali pancing RO
FX
h. Kapal menggunakan pompa untuk
penangkapan
i. Kapal serba guna/aneka guna
j. Kapal penangkapan untuk rekreasi

k. Kapal penangkapan tidak ditetapkan


2 Kapal perikanan lainnya
a. Kapal induk HO
FO
b. Kapal pengangkut KO
BO
c. Kapal rumah sakit
ZO
d. Kapal survei dan perbandingan CO
VOY
e. Kapal riset perikanan
f. Kapal latih perikanan

g. Kapal perikanan lainnya

Dimensi/Ukuran Utama Kapal

Untuk mengukur dimensi utama kapal, sebaiknya bangunan konstruksi kapal dalam
keadaan lunas rata (even keel) dan diupayakan bangunan konstruksi kapal berada di atas galangan
kapal. Hal ini disebabkan untuk memudahkan pengukuran panjang garis air dan panjang garis
tegak kapal serta kedalaman kapal yang berada di bawah permukaan air laut. Adapun pengertian
teknis mengenai dimensi/ ukuran utama dan koefisien bentuk kapal adalah sebagai berikut :

a. Panjang kapal

1) Panjang seluruh kapal (Length over all, Loa) adalah jarak mendatar antara ujung depan linggi
haluan sampai dengan ujung belakang linggi buritan kapal.
2) Panjang garis geladak kapal (Length deck line, Ldl) adalah jarak mendatar antara sisi depan linggi
haluan sampai dengan sisi belakang linggi buritan yang diukur pada garis geladak utama atau
geladak kekuatan.
3) Panjang garis air kapal (Length water line, Lwl) adalah jarak mendatar antara sisi belakang linggi
haluan sampai dengan sisi depan linggi buritan, yang diukur pada garis air muatan penuh.
4) Panjang garis tegak kapal (Length between perpendicular, Lbp) adalah jarak mendatar antara garis
tegak haluan sampai dengan garis tegak buritan/sumbu poros kemudi kapal, yang diukur pada
garis air muatan penuh.

b. Lebar kapal

1) Lebar maksimum kapal (Breadth maximum, Bmax) adalah jarak mendatar antara sisi-sisi luar dari
pisang-pisang atau fender kapal, yang diukur pada lebar kapal terbesar.
2) Lebar garis geladak kapal (Breadth deck line, Bdl atau Breadth moulded, Bmld) adalah jarak
mendatar antara sisi-sisi luar kulit kapal, yang diukur pada garis tepi geladak dan dipertengahan
panjang garis tegak kapal.

c. Tinggi kapal

1) Tinggi maksimum kapal (Height atau Depth maximun, Hmax atau Dmax) adalah jarak vertikal
atau tegak antara garis dasar/ garis sponeng bawah sampai dengan garis atau sisi atas pagar kapal,
yang diukur pada pertengahan panjang garis tegak kapal.
2) Tinggi kapal atau tinggi geladak kapal (Height, H atau Depth, D) adalah jarak vertikal atau tegak
antara garis dasar/ garis sponeng bawah sampai dengan garis atau sisi atas geladak pada garis tepi
geladak utama, yang diukur pada pertengahan panjang garis tegak kapal.

Koefisien Bentuk Kapal


1. Koefisien Balok (Block coefficient, Cb)
Koefisien balok adalah nilai perbandingan antara volume badan kapal yang berada di bawah
permukaan air dengan volume balok yang membatasinya atau yang dibentuk oleh panjang, lebar
dan tinggi balok.

2. Koefisien Gading Besar (Midship coefficient, Cm)


Koefisien gading besar adalah nilai perbandingan antara luasan penampang gading yang berada di
bawah permukaan air dengan luas penampang empat persegi panjang yang membatasinya atau
yang dibentuk oleh lebar dan tinggi empat persegi panjang.

3. Koefisien Garis Air (Water iine coefficient, Cwl)


Koefisien garis air adalah nilai perbandingan antara luasan penampang garis air
dengan luas penampang empat persegi panjang yang membatasinya atau yang
dibentuk oleh panjang dan lebar empat persegi panjang.

4. Koefisien Prismatik (Prismatic Coefficient, Cp)


a) Koefisien prismatik memanjang (longitudinal prismatic coefficient : Cpl) adalah nilai
perbandingan antara volume badan kapal yang berada dibawah permukaan air dengan volume
prisma yang membatasinya kearah memanjang kapal atau yang dibentuk oleh luas penampang
gading besar dan panjang prisma.
b) Koefisien prismatik melintang (Vertical Prismatic Coefficient, Cpv) adalah nilai perbandingan
antara volume badan kapal yang berada dibawah permukaan air dengan volume prisma yang
membatasinya kearah melintang kapal atau yang dibentuk oleh luas penampang garis air dan
tinggi prisma.

Besaran Kapal
Terdapat beberapa cara dalam menentukan besaran kapal perikanan, diantaranya sebagai
berikut :

1. Volume displacement kapal


Volume displacement kapal merupakan volume badan kapal yang berada di bawah permukaan air,
dimana besaran yang dihasilkan merupakan hasil perkalian panjang, lebar, tinggi sarat air (pada
garis air muat penuh) dengan koefisien balok (block coefficient, Cb)

2. Displacement kapal
Displacement kapal merupakan volume kapal apabila kapal berlayar di perairan dalam hal ini
perairan laut, yang dihasilkan dari perkalian antara Volume displacement dengan berat jenis air
laut

3. Tonnage atau Gross Tonnage (GT) kapal


Pengukuran besaran volume kapal perikanan dilakukan pada bagian ruangan ruangan yang
tertutup dan dianggap kedap air yang berada di dalam kapal dan dinyatakan dalam Gross Tonnage
kapal dengan menggunakan satuan Register Tonnage (1 RT = 100 ft3 = 2,8328 m3). Volume
ruangan tertutup dalam kapal terdiri dari volume ruang tertutup yang terdapat di bagian atas dan
bawah dari geladak utama.
Dimana geladak utama kapal adalah geladak kapal yang menyeluruh dari haluan sampai buritan
kapal, yang dianggap sebagai geladak kekuatan kapal. Sebagian besar kapal perikanan memiliki 1
(satu) geladak kapal, maka geladak utama sama dengan geladak kekuatan kapal.
Bangunan di atas kapal (super structure) merupakan bangunan kapal yang terletak di atas geladak
utama dan mempunyai lebar bangunan atas sama dengan moulded kapal. Apabila lebar bangunan
atas lebih kecil dari 96 % lebar moulded kapal, maka bangunan di atas geladak utama dianggap
sebagai rumah geladak (deck house).
Sesuai dengan International Convention on Tonnage Measurment of Ship, TMS 1969,
maka menentukan tonnage atau gross tonnage kapal dilakukan dilakukan dengan formula sebagai
berikut :

a. Panjang seluruh kapal kurang dari sama dengan 24 meter ( 24 m)


Metode pengukuran dalam negeri berdasarkan TSM 1969 digunakan bagi kapal yang memiliki
panjang seluruh kapal (Loa) kurang dari sama dengan 24 meter ( 24 m). Berdasarkan Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor : KM 6 Tahun 2005 tentang Pengukuran Kapal metode pengukuran
dalam negeri adalah sebagai berikut :
GT = 0,25xV
Keterangan :
GT : Gross Tonnage atau tonase kotor (RT)
0,25 : Faktor
V : Volume ruang tertutup yang berada dalam kapal (m3)
V1 : Volume ruangan di bawah geladak utama (m3)
V2 : Volume ruangan di atas geladak utama (m3)

a.1) Ruangan tertutup di bawah geladak


V1 = LdlxBdlxDxF
Keterangan :
V1 : Volume ruangan di bawah geladak utama (m3)
Ldl : Panjang (m)
Bdl : Lebar (m)
D : Tinggi (m
F : Faktor (*)
a) 0,85 = bagi kapal-kapal dengan bentuk dasar rata, secara umum
digunakan bagi kapal tongkang.
b) 0,70 = bagi kapal-kapal dengan bentuk dasar agak miring dari tengah
ke sisi kapal, secara umum digunakan bagi kapal motor.
c) 0,50 = bagi kapal-kapal yang tidak termasuk golongan (a) dan (b),
secara umum bagi kapal layar atau kapal layar motor.

a.2) Ruangan tertutup di atas geladak


V2 = lxb(r)xd(r)
Keterangan :
V2 : Volume ruangan di atas geladak utama (m3)
l: Panjang ruangan (m)
b(r) : Lebar rata-rata (m)
d(r) : Tinggi rata-rata (m
b) Panjang seluruh kapal lebih besar dari 24 meter ( 24 m)
Metode pengukuran internasional berdasarkan TSM 1969 digunakan bagi kapal yang memiliki
panjang seluruh kapal (Loa) lebih besar dari sama dengan 24 meter (> 24 m). Berdasarkan
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM 6 Tahun 2005 tentang Pengukuran Kapal metoda
pengukuran dalam negeri (*) adalah sebagai berikut :
GT kxV
Keterangan :
GT : Gross Tonnage atau tonase kotor
k : koefisien
: 0,2 + 0,02 log102 atau menggunakan tabel koefisien : k fung
dari volume ruangan tertutup :v, seperti terlihat pada tabel 3
V : Volume ruang tertutup yang berada dalam kapal (m3)
V1 : Volume ruangan di bawah geladak utama (m3)
V2 : Volume ruangan di atas geladak utama (m3)

Dapat diartikan bahwa persentase luas daratan dari total

wilayah Indonesia adalah 95,15%. Luas daratan

1.904.569 km. Dihitung secara matematika, total wilayah

Indonesia adalah 2.001.648,97 km2. Luas wilayah laut

adalah 96.079,15 km.