Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM I (KELOMPOK I)

Pemeriksaan Golongan Darah ABO & Rhesus Metode Slide

Hari / Tanggal : Sabtu, 15 Juli 2017


Prinsip : Reaksi antara antigen – antibodi berdasarkan aglutinasi.
Antibodi yang melekat pada antigen – antigen beberapa sel darah
merah, sampai menimbulkan suatu anyaman yang dapat menjerat
sel – sel menjadi mengelompok.
Tujuan : Menentukan Antigen A,B di dalam eritrosit.
Menentukan Antibodi α,β di dalam serum/plasma.
Dasar Teori :
Golongan darah merupakan pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan
ada atau tidaknya zat antigen warisan yang terdapat pada permukaan membran sel
darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan
protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Antigen tersebut dapat
berupa karbohidrat, protein, glikoprotein, atau glikolipid.
Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan
Rhesus (faktor Rh). Golongan darah secara umum terbagi menjadi empat golongan
darah yaitu A,B,O dan AB. Dalam darah terdapat antigen dan antibodi dimana
antigen berada pada sel–sel darah merah dan antibodi berada dalam serum. Sel –
sel yang hanya memiliki antigen A dan mempunyai anti-B didalam serum disebut
golongan A. Sedangkan sel - sel yang hanya memiliki antigen B dan mempunyai
anti-A dalam serum disebut golongan B. Sel – sel yang memiliki antigen A dan
antigen B dan tidak mempunyai anti-A dan anti-B dalam serum disebut golongan AB.
Sel-sel yang tidak memiliki antigen A dan antigen B, mempunyai anti-A dan anti-B
dalam serum disebut golongan O Eritrosit terdapat sejumlah besar antigen genetik
tertentu. Hal ini khusus hanya dapat diperlihatkan dengan pertolongan badan anti
(zat – zat anti).
Antigen yang terdapat dalam eritrosit disebut sebagai Aglutinogen A,B , sedangkan
zat anti yang terdapat pada serum atau plasma disebut Aglutinin α,β.
Golongan Antigen dalam eritrosit Zat Anti dalam plasma
A Antigen A Anti-B
B Antigen B Anti-A
AB Antigen A dan B -
O - Anti-A dan Anti-B
Cara kerja
Alat dan bahan 1. Blood Lancet
2. Alkohol swab
3. Kaca objek
4. Anti-A, Anti-B, Anti-AB, Anti-D, Bovine albumin
22%
5. Batang pengaduk
6. Suspensi eritrosit 10%
7. Suspensi eritrosit 40%
8. Serum atau plasma

A. Cell Grouping / Darah kapiler


Forward Grouping 1. Diusap ujung jari menggunakan alkohol swab.
Cara kerja : 2. Blood lancet ditusukkan diujung jari.
3. Diteteskan darah yang keluar ke kaca objek di
tiga sisi yang berbeda.
4. Setiap tetesan darah pada kaca objek diberi
setetes Anti-A pada tetesan pertama, Anti-B
pada tetesan kedua dan Anti-AB pada tetesan
ketiga.
5. Diaduk tetesan masing-masing antisera
dengan darah menggunakan batang pengaduk
secara terpisah.
6. Diamati hasil setelah 2-3 menit. Dilihat ada
tidaknya aglutinasi.

Darah Vena (sampel X4)


1. Diteteskan sampel darah yang ke kaca objek di
tiga sisi yang berbeda.
2. Setiap tetesan darah pada kaca objek diberi
setetes Anti-A pada tetesan pertama, Anti-B
pada tetesan kedua dan Anti-AB pada tetesan
ketiga.
3. Diaduk tetesan masing-masing antisera
dengan darah menggunakan batang pengaduk
secara terpisah.
4. Diamati hasil setelah 2-3 menit. Dilihat ada
tidaknya aglutinasi.

B. Serum Grouping /
Reverse Grouping
Cara Kerja : 1. Disiapkan serum/plasma yang akan diperiksa.
2. Diteteskan sebanyak 2 tetes serum/plasma
pada kaca objek.
3. Diteteskan pula masing-masing sel (suspensi
eritrosit 10%) gol.A, gol.B, gol.O.
4. Diaduk perlahan masing-masing tetesan
plasma dengan sel eritrosit.
5. Diamati hasil, dilihat ada tidaknya aglutinasi

C. Rhesus Slide

Cara kerja : Darah kapiler


1. Diusap ujung jari menggunakan alkohol swab.
2. Blood lancet ditusukkan diujung jari.
3. Diteteskan darah yang keluar ke kaca objek di
dua sisi yang berbeda.
4. Setiap tetesan darah pada kaca objek diberi
setetes Anti-D pada tetesan disisi kiri, dan
diberi setetes Bovine albumin 22% pada sisi
kanan.
5. Diaduk tetesan masing-masing antisera
dengan darah menggunakan batang pengaduk
secara terpisah.
6. Diamati hasil setelah 2-3 menit. Dilihat ada
tidaknya aglutinasi.
Darah vena (suspensi eritrosit 40%)
1. Diteteskan sampel darah yang ke kaca objek di
dua sisi yang berbeda.
2. Setiap tetesan darah pada kaca objek diberi
setetes Anti-D pada tetesan disisi kiri, dan
diberi setetes Bovine albumin 22% pada sisi
kanan.
3. Diaduk tetesan masing-masing antisera
dengan darah menggunakan batang pengaduk
secara terpisah.
4. Diamati hasil setelah 2-3 menit. Dilihat ada
tidaknya aglutinasi.

Hasil Pengamatan
A. Cell Grouping
Darah Kapiler Nama Anti- Anti- Anti- Golongan
Anggota A B AB darah

Arif F. + + + AB

Bahrul U. - - - O
Elida - + + B
Ika H. - - - O
Riko - - - O
Rizki D.U - - - O
Keterangan: (+) = Aglutinasi, (-) = tidak aglutinasi

Darah vena (sampel X4)


1. Sampel X4 menunjukkan aglutinasi setelah
diteteskan dengan Anti-A
2. Sampel X4 menunjukkan aglutinasi setelah
diteteskan dengan Anti-B
3. Sampel X4 menunjukkan aglutinasi setelah
diteteskan dengan Anti-AB

B. Serum Grouping

Sampel plasma Y4

1. Sampel Y4 tidak menunjukkan aglutinasi


setelah diteteskan dengan sel eritrosit A
2. Sampel Y4 menunjukkan aglutinasi setelah
diteteskan dengan sel eritrosit B
3. Sampel Y4 tidak menunjukkan aglutinasi
setelah diteteskan dengan sel eritrosit O

C. Rhesus Slide
Sampel suspensi eritrosit
40%

1. Sampel suspensi eritrosit 40% menunjukkan adanya


aglutinasi setelah diteteskan Anti-D.
2. Sampel suspensi eritrosit 40% tidak menunjukkan
adanya aglutinasi setelah diteteskan dengan Bovine
albumin 22%.

Pembahasan
Untuk menentukan golongan darah, digunakan ketentuan sebagai berikut :
Golongan Cell Grouping Serum Grouping
Darah Anti A Anti B Anti AB Sel A Sel B Sel O
A + - + - + -
B - + + + - -
AB + + + - - -
O - - - + + -
Keterangan : (+) = Aglutinasi, (-) = tidak aglutinasi
 Golongan darah A memiliki aglutinogen/antigen A dalam eritrositnya dan
aglutinin/antibodi β dalam serum sehingga terjadi aglutinasi bila diteteskan
dengan Anti A, Anti AB dan sel B.
 Golongan darah B memiliki aglutinogen/antigen B dalam eritrositnya dan
aglutinin/antibodi α dalam serum sehingga terjadi aglutinasi bila diteteskan
dengan Anti B, Anti AB dan sel A.
 Golongan darah AB memiliki aglutinogen/antigen A dan B dalam eritrositnya
dan tidak memiliki aglutinin/antibodi α,β dalam serum sehingga terjadi
aglutinasi bila diteteskan dengan Anti A, Anti B, Anti AB dan tidak mengalami
aglutinasi terhadap sel eritrosit.
 Golongan darah O tidak memiliki aglutinogen/antigen A dan B dalam
eritrositnya tetapi memiliki aglutinin/antibodi α,β dalam serum sehingga tidak
terjadi aglutinasi bila diteteskan dengan Anti A, Anti B, Anti AB dan
mengalami aglutinasi terhadap sel eritrosit A dan B.

Untuk menentukan golongan darah rhesus, digunakan ketentuan sebagai berikut:


Rhesus Anti-D Bovine Albumin 22%
Rh (+) + -
Rh (-) - -
Golongan darah dengan rhesus positif (+) mengalami agltinasi bila diteteskan
dengan Anti-D. Hal ini menunjukkan bahawa didalam eritrosit mengandung
antigen Rh. Bovine albumin 22% digunakan sebagai kontrol negatif terhadap
pemeriksaan rhesus.

Pertanyaan :
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara teknnik pemeriksaan Cell Grouping dan
Serum Grouping !
2. Zat apakah yang terkandung pada reagen anti-A, anti B, dan anti-AB yang digunakan
untuk pemeriksaan Cell Grouping !
3. Dalam pemeriksaan Serum Grouping mana yang lebih baik digunakan sebagai
bahan pemeriksaan antara serum atau plasma darah ?
4. Apa fungsi larutan Bovine Albumin 22% yang digunakan dalam pemeriksaan
golongan darah rhesus ini ?
Jawab :
1. Perbedaan mendasar antara teknnik pemeriksaan Cell Grouping dan Serum
Grouping adalah pembedanya, yaitu
Cell Grouping melihat Antigen yang terbentuk dalam eritrosit (A,B)
Serum Grouping melihat Antibodi yang terbentuk dalam plasma/serum (α,β)
2. Zat yang terkandung dalam Anti-A = Aglutinogen/Antigen A
Anti-B = Aglutinogen/Antigen B
Anti-AB = Aglutinogen/Antigen A dan B
3. Yang lebih baik untuk pemeriksaan golongan darah Serum Grouping adalah serum
karena tsudah tidak memiliki faktor pembekuan sehingga tidak mempengaruhi atau
mengganggu proses aglutinasi.
4. Fungsi Bovine Albumin 22% dalam pemeriksaan rhesus adalah sebagai kontrol
negatif untuk rhesus.

Kesimpulan
Pada praktikum pemeriksaan golongan darah yang didapat adalah :
 Sampel X4 menunjukkan hasil golongan darah AB karena mengalami
aglutinasi setelah diteteskan dengan Anti-A, Anti-B dan Anti-AB. Golongan
darah AB memiliki aglutinogen A dan B dalam eritrosit.
 Sampel Y4 menunjukkan hasil golongan darah A karena mengalami
aglutinasi setelah diteteskan dengan sel eritrosit B. Golongan darah A
memiliki antibodi β dalam serum.
 Suspensi eritrosit 40% yang diperiksa menunjukkan hasil Rh (+), karena
mengalami agltinasi setelah diteteskan dengan Anti-D. Hal ini menujukkan
bahwa sampel memiliki antigen Rh dalam eritrositnya.

Daftar pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah
Jtptunimus-gdl-ahmadfadlu-7090-3-babii.pdf
Satriyoaji.blogspot.com.2014.laporan-praktikum-golongan-darah-manusia