Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang cepat memberikan
pengaruh pada pola kehidupan manusia. Bagaimanapun tidak dapat dipungkiri bahwasanya
sebagian besar aspek kehidupan manusia telah memanfaatkan teknologi.
Bioteknologi berasal dari dua kata yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi'
yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut
European Federation of Biotechnology (1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai
perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan
aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan atau analog molekuler untuk
menghasilkan produk dan jasa (Goenadi & Isroi, 2003).
Bioteknologi adalah salah satu jenis teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini.
Bioteknologi menjadi salah satu kebutuhan bagi kehidupan manusia dan memberikan
manfaat yang sangat besar. Salah satu manfaat dari bioteknologi yang dapat dirasakan oleh
manusia adalah penggunaan bioteknologi dalam industri pangan.Bioteknologi secara
sederhana sudah dikenal manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh sederhana, di
bidang industri pangan adalah pembuatan roti, bir, tempe dan keju yang sudah dikenal sejak
abad ke-19.
Bioteknologi saat ini semakin berkembang dan bervariasi. Hal ini merupakan sebuah
potensi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi manusia. Secara tidak
langsung bioteknologi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan hidup manusia juga.
Akan tetapi, perlu kita sadari bahwa perkembangan bioteknologi yang bervariasi ini belum
dapat menjamin peningkatan kesejahteraan hidup manusia. Karena masih banyak masyarakat
yang tingkat perekonomiannya rendah sehingga penggunaan bioteknologi belum dapat
dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Namun demikian, banyaknya penggunaan hasil-
hasil bioteknologi belum diimbangi dengan pengetahuan masyarakat tentang pengertian dari
bioteknologi. Jadi masyarakat hanya memanfaatkan hasil-hasil dari bioteknologi tanpa
mengetahui secara pasti apa itu bioteknologi. Maka dari itu dalam makalah ini akan
mengupas pengaruh mikrobiologi dalam bioteknologi.

Page | 1
1.2 Rumusan Masalah
1. Mendiskripsikan pengertian mikrobiologi?
2. Mendiskripsikan pengertian bioteknologi?
3. Prinsip-prinsip dasar bioteknologi?
4. Peranan mikrobiologi dalam bioteknologi?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi bioteknologi dan mikrobiologi.
2. Prinsip-prinsip dasar bioteknologi.
3. Untuk mengetahui peranan mikrobiologi dalam bioteknologi.
1.4 Manfaat
1. Memberikan informasi secara luas perkembangan bioteknologi.
2. Memberikan informasi peranan bioteknologi dalam kehidupan.
3. Memberikan gambaran bioteknologi untuk mengaplikasikan dalam kehidupan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Bioteknologi merupakan suatu bidang penerapan biosain dan teknologi yang menyangkut
penerapan pratiksi organisme hidup atau komponen subselulernya pada industri jasa dan
manufaktur serta pengelolaan lingkungan. Bioteknologi memanfaatkan bakteri, ragi, kapang,
alga, sel tumbuhan atau sel jaringan hewan yang dibiakkan sebagai komponen berbagi proses
industry. Penerapan bioteknologi yang berhasil hanya akan mungkin tercapai bila dilakukan

Page | 2
pengintegrasian berbagai disiplin ilmu pengetahuan alam dan teknologi, termasuk mikrobiologi,
biokimia, genetika, biologi molekul, kimia serta rekayasa proses, dan teknik kimia.

Bioteknologi bukan merupakan disiplin ilmu baru, tetapi merupakan proses aktivitas bagi
para spesialis dari berbagai bidang disiplin ilmu. Proses bioteknologi pada umumnya mencakup
produksi sel atau biomassa dan tranformasi kimia yang diinginkan. Tranformasi kimia tersebut
lebih lanjut dibagi kedalam dua subbagian yaitu:

1. Pembentukkan produk akhir yang diinginkan (biosintesis). Contoh subbagian ini adalah
enzim, antibiotika, asam orgnik, dan steroid. Subbagian ini bersifat anabolic yaitu
penyusunan molekul besar atu komplek dari molekul kecil atau molekul sederhana.

2. Penguraian suatu bahan baku diberikan (katabolisme atau degradasi). Contohnya adalah
buangan limbah, destruksi buangan industru, atau tumpahan minyak. Subbagian ini
bersifat katabolic yaitu penguraian molekul besar atau komplek menjadi molekul kecil
atau sederhana.

Peranan bioteknologi dalam budidaya, multiplikasi, rekayasa genetika, dan skrining

mikroba endofit yang dapat menghasilkan metabolit sekunder sangat penting dalam rangka

pengembangan bahan obat yang berasal dari tanaman obat ini. Bahkan dengan kemajuan

yang pesat dalam bidang bioteknologi ini telah dapat dihasilkan beberapa jenis tanaman

transgenik yang dapat memproduksi vaksin rekombinan (Maksum R. 2004).

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 MIKROBIOLOGI

Mikrobiologi adalah cabang ilmu biologi yang berkaitan dengan mikroorganisme,


termasuk virus, bakteri, protozoa, ganggang tertentu dan jamur. Mikrobiologi mempelajari
struktur dan fisiologi mikroorganisme dan efek yang mereka miliki di lingkungan mereka.

Page | 3
Mikrobiologi memainkan peran dalam pengobatan, kesehatan masyarakat, industri makanan
dan obat, serta pertanian. Ada berbagai cabang mikrobiologi, masing-masing dikhususkan
untuk mempelajari kelompok mikroba tertentu. Ilmu ini termasuk fikologi (studi mengenai
ganggang), bakteriologi (bakteri), mikologi (jamur), protozoology (protozoa), dan virologi
(virus) (Michael j. pelczar,dkk:2008).

Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi dasar
diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroorganisme, macam-macam
mikroorganisme di alam, struktur sel mikroorganisme dan fungsinya, metabolisme
mikroorganisme secara umum, pertumbuhan mikroorganisme dan pengaruh faktor
lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang pertanian dan lingkungan. Mikrobiologi lanjut
telah berkembang menjadi bermacam-macam ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi,
mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang
mempelajari mikroorganisme spesifik secara lebih rinci atau menurut pemanfaatannya.

Pokok-pokok masalah biologi dapat dipelajari melalui mikrobiologi karena


mikroorganisme mempunyai banyak sifat yang dipakai sebagai pola atau model untuk
menyelidiki fenomena biologi. Mikroorganisme mempunyai sistem khusus yang cocok untuk
penyelidikan yang bersifat fisiologik, genetik, dan reaksi-reaksi biokimia sampai
bioteknologi yang kesemuanya merupakan dasar-dasar kehidupan. Mikrobiologi tentang
kehidupan tersebut, umumnya banyak dilakukan menggunakan mikroorganisme, karena
mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut:

1. Mikroorganisme hanya memerlukan ruang dan pemeliharaan yang lebih sederhana


dibandingkan dengan tanaman dan hewan. Hal ini disebabkan karena mikroorganisme yang
ukurannya sanngat kecil dan dapat tumbuh di tabung-tabung reaksi yang berisi medium
kultur.

2. Mikroorganisme tumbuh jauh lebih cepat dibanding tanaman dan hewan. Mikroorganisme
ada yang dapat berkembang biak menjadi 100 generasi dalam waktu 24 jam.

3. Pada dasarnya proses metabolisme mikroorganisme tidak berbeda dengan metabolisme


yang terjadi pada tanaman dan hewan.

Page | 4
Beberapa contoh segi penerapan mikrobiologi antara lain:

1. Bidang Kedokteran: pada etiologi penyakit, diagnose penyakit, epidemiologi penyakit.

2. Bidang Ekologi : pada pengawasan kualitas air, pengawasan limbah, proses perlakuan
limbah, pencarian mikroorganisme di ruang angkasa (exobiologi)

3. Bidang Persenjataan : pada pembuatan senjata biologi.

4. Bidang Pertanian: pada penyakit tumbuhan, pengendalian hama dan penyakit tumbuhan,
industri pertanian, mikrobiologi tanah, mikrobiologi makanan.

a. Di dalam tanah:

i. Rhizobium japonicum merupakan bakteri tanah penambat nitrogen, hidup bersimbiose


dengan akar kedelai.

ii. Glomus albidum merupakan mikoriza (jamur akar) penambat kalium dan fosfat pada
tanaman jagung dan bawang merah

iii. Pseudomonas solanacearum merupakan bakteri tanah penyebab penyakit layu pada
banyak tanaman Solanaceae.

iv. Phytophthora palmivora jamur tanah penyebab penyakit layu tanaman perkebunan

b. Di pertanaman:

i. Erwinia carotovora bakteri penyebab penyakit busuk sayuran

ii. Colletotrichum gloeosporoides merupakan jamur penyebab penyakit antraknose pada


banyak tanaman.

iii. TMV (tobacco mosaic virus) merupakan virus penyebab penyakit mosaik pada
berbagai tanaman Solanaceae

Page | 5
c. Di pengolahan hasil (industri) pertanian:

i. Saccharomyces cerevisiae merupakan jamur satu sel yang berperan dalam banyak
proses fermentasi alkohol dalam industri pertanian.

ii. Acetobacter xylinum merupakan bakteri dalam industri nata de coco

iii. Acetobacter aceti merupakan bakteri dalam industri asam cuka

iv. Rhizopus oryzae merupakan jamur dalam industri tempe

v. Endomycopsis fibuliger dan Saccharomyces cerevisiae jamur dalam industri tape

vi. Corynebacterium glutamicum merupakan bakteri dalam industri asam glutamat (misin,
moto)

vii. Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus merupakan bakteri dalam


industri yogurt

3.2 BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup


(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol)
dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa (Sumber : Wikipedia).

Menurut Jujun Ratnasari, S.Si., M.Si., bioteknologi adalah manipulasi organisme


atau komponen organisme tersebut untuk melakukan tugas praktis, menghasilkan produk
yang bermanfaat. Sejak berabad-abad bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme
telah berlangsung secara tradisional, seperti pada proses pembuatan anggur, bir, keju,
sake, dan lain-lain. Proses tradisional ini hanya menggunakan dan mengandalkan proses
genetik alami dari mikroba.

Menurut Yuwono (2006 : 1), bioteknologi memiliki pengertian penerapan prinsip-


prinsip biologi, biokimia, dan rekayasa dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan
agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa.
semua produk atau jasa yang berasal dari jasad hidup atau komponennya dan yang
dihasilkan dari penerapan teknik biologi, biokimia, dan rekayasa adalah produk atau jasa
bioteknologi.

Page | 6
Dalam batasan pengertian bioteknologi, ada beberapa ciri dari suatu proses
bioteknologi. Ciri-ciri tersebut sebagai berikut.

1. Adanya agen biologi yang dipergunakan. Agen biologi yang dipergunakan ini tidak
hanya dalam bentuk fisik yang dipanen, namun juga termasuk di dalamnya adalah hasil
metabolit sekunder atau enzim yang dihasilkan.

2. Penggunaan agen biologi dilakukan dengan suatu cara atau metode tertentu.

3. Adanya produk turunan atau jasa yang dipakai dari proses pengguaan agen biologi
tersebut.

Suatu proses industri bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme untuk


menghasilkan suatu produk, pada dasarnya terdiri dari tiga tahap utama yaitu:

1. Proses hulu dimana melibatkan serangkaian perlakuan pada bahan mentah sehingga
dapat digunakan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme sasaran.

2. Fermentasi dan transformasi adalah pertumbuhan mikroorganisme sasaran dalam


bioreaktor besar yang diikuti dengan produksi bahan yang diinginkan, misalnya
antibiotik, asam amino, enzim, atau asam-asam organik

3. Proses hilir adalah proses pemurnian senyawa atau bahan yang diinginkan dari
medium fermentasi atau dari massa sel.

3.3 PRINSIP-PRINSIP DASAR BIOTEKNOLOGI

Ada beberapa proses yang merupakan prinsip dasar dari bioteknologi, yaitu
fermentasi, seleksi dan persilangan, analisa genetik, kultur jaringan, rekombinasi DNA,
dan analisa DNA.

1. Fermentasi

Fermentasi merupakan proses dasar untuk mengubah suatu bahan menjadi bahan
lain dengan cara sederhana dan dibantu oleh mikroorganisme. Proses fermentasi ini
merupakan bioteknologi sederhana dan sudah dikenal sejak jaman dahulu. Contohnya
pembutan roti, minuman anggur, yoghurt, tuak dan sake.

2. Seleksi dan Persilangan

Proses seleksi dilakukan dengan memenipulasi DNA yang ada pada mikroba,
tanaman, atau hewan agar menjadi mikroba, tanaman, atau hewan dengan sifat yang lebih

Page | 7
baik sehingga apabila disilangkan akan menjadi bibit unggul yang baik untuk masa
depan. Contohnya, ayam Leghorn, sapi ayrshire, padi Cisadane, kedelai Muria .

3. Analisa Genetik

Proses ini mempelajari ciri atau sifat dan gen makhluk hidup dari generasi ke
generasi untuk mendapatkan sifat atau ciri yang unggul serta interaksi antara gen dan
lingkungan agr menghasilkan keturunan yang baik.

4. Kultur Jaringan

Menurut Suryowinoto (1991), kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai
tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai
bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan
tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.

Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman
secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara
mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian
tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam
wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan
bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah
perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media
buatan yang dilakukan di tempat steril.

5. Rekombinasi DNA

Proses transfer segmen DNA dari satu organisme ke DNA organisme lain dinamakan
rekombinasi DNA. Kedua organisme itu dapat saja tidak memiliki hubungan atau
kekerabatan. Contohnya, penyisipan gen manusia pada bakteri Bacillus thuringiensis
sehingga bakteri tersebut dapat memproduksi insulin.

Rekombinasi merupakan hasil teknologi atau rekombinasi DNA di laboratorium.


Dengan teknologi DNA dapat diproduksi atau dibuat fragmen DNA tertentu. Enzim
digunakan untuk memotong fragmen DNA dan menempelkan fragmen DNA ke tempat yang
diinginkan. Enzim restriksi digunakan untuk memotong fragmen DNA menjadi fragmen-
Page | 8
fragmen. Sementara enzim DNA ligase menyambungkan antar fragmen DNA. Dengan
pemotongan dan penyambungan kembali bagian yang diinginkan dapat didesain urutan DNA
sesuai kode yang diinginkan atau gen yang diinginkan.

Gen dapat diklon dalam plasmid rekombinan, plasmid buatan hasil


rekombinasi. Plasmid adalah DNA sirkuler yang dimiliki bakteri dapat bereplikasi dan
diturunkan ketika sel bakteri membelah. Plasmid diartikan juga sebagai salah satu vektor atau
pembawa rekombinan gen atau rekombinan DNA. Gen yang telah diklon dapat disimpan
dalam pustaka genom berupa plasmid rekombinan atau virus DNA rekombinan. Enzim
reverse transcriptase dapat membuat DNA dari RNA dan kemudian DNA hasilnya dapat
diklon. Molekul probe atau molekul penanda dapat digunakan untuk mengidentifikasi gen
khusus yang dibawa suatu DNA (gen) klon. Ada alat otomatik untuk membuat proses sintesa
DNA yang cepat dan mensekuens urutan DNA.

Metoda untuk menganalisa fragmen DNA hasil kerja enzim restriksi dan mendeteksi
perbedaan fragmen yang dihasilkan telah ada Metode PCR dapat memperbanyak sampel
DNA yang dituju. Rekayasa genetika pada sel bakteria, yeast, tanaman, hewan digunakan
untuk menghasilkan produk gen secara massal. Kelebihan teknologi DNA atau rekayasa
genetika menjadi penyebab revolusi pada industri farmasi dan pengobatan manusia, bidang
pertanian, dan rekayasa genetika sudah sangat akrab, hewan transgenik dan pengembangan
riset masa kini. Kekurangan teknologi DNA membawa risiko, menimbulkan pertanyaan etika
yang penting.

6. Analisis DNA

Proses reaksi rantai polymerase sehingga dapat membuat kopi (salinan) dari DNA.
Proses ini berguna untuk memetakan DNA sehingga dapat diketahui dengan pasti DNA dari
satu organisme untuk menentukan genetik keturunannya. Teknik ini biasanya digunakan
untuk mendapatkan atau mengenali DNA dari korban – korban kecelakaan yang sulit
diidentifikasi oleh tim forensik.

Page | 9
Beberapa teknologi yang mendasari Bioteknologi adalah:

1. Teknologi Antibodi Monoklonal (TAM)

TAM menggunakan sel-sel sistem imunitas yang disebut antibodi. Dengan


mengetahui cara kerja antibodi, maka kita dapat memanfaatkannya untuk keperluan deteksi,
kuantitasi dan lokalisasi. TAM saat ini telah digunakan untuk deteksi kehamilan, alat
diagnosis berbagai penyakit infeksi dan deteksi sel-sel kanker.

2. Teknologi Bioproses

Teknologi bioproses menggunakan sel-sel hidup atau komponen mekanisme biokimia


untuk mensintesis, menguraikan atau membebaskan energi. Termasuk teknologi bioproses
adalah fermentasi dan biodegradasi.

3. Teknologi Sel dan Kultur Jaringan

Teknologi sel dan kultur jaringan adalah teknologi yang memungkinkan kita
menumbuhkan sel atau jaringan dalam nutrien yang sesuai di laboratorium. Teknologi ini
dapat dilakukan pada tanaman maupun hewan.

4. Teknologi Biosensor

Teknologi biosensor merupakan gabungan antara biologi molekuler dan


mikroelektronika. Teknologi biosensor dapat digunakan dalam berbagai bidang seperti
pengukuran derajat kesegaran suatu bahan pangan, memonitor suatu proses industri, atau
mendeteksi senyawa yang terdapat dalam jumlah kecil di dalam darah.

5. Rekayasa Genetika

Rekayasa genetika atau teknologi DNA rekombinan merupakan tulang punggung dan
pemicu lahirnya bioteknologi molekuler. DNA rekombinan dikonstruksi dengan
menggabungkan materi genetik dari dua atau lebih sumber yang berbeda atau melakukan
perubahan secara terarah pada suatu materi genetik tertentu. Rekayasa genetik merupakan
usaha manusia mencari varietas atau galur yang paling sesuai.

6. Teknologi Rekayasa Protein


Page | 10
Teknologi rekayasa protein sering digunakan bersamaan dengan rekayasa genetika untuk
meningkatkan profil atau kinerja suatu protein dan untuk mengkonstruksi protein baru yang
secara alami tidak ada. Dengan teknologi rekayasa protein kita dapat meningkatkan daya
katalisis suatu enzim, sehingga dapat lebih produktif pada kondisi proses-proses industri.

3.4 PERANAN MIKROBIOLOGI DALAM BIOTEKNOLOGI

Penerapan bioteknologi dalam kehidupan, biasanya menggunakan mikroorganisme.


Mikroorganisme memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan bioteknologi di
berbagai bidang kehidupan. Peranan mikroorganisme dalam berteknologi adalah sebagai berikut:
1. Penghasil Makanan atau Minuman
Mikroorganisme dapat dimanfaatkan untuk membuat tempe, oncom, makanan, tuak, cuka, dan
kecap. Saat ini, pembuatan bahan makanan tersebut dikembangkan secara ilmiah dengan
menggunakan teknologi yang lebih maju sehingga menghasilkan produk yang berkualitas,
seperti bir, anggur, yoghurt, roti, keju, dan nata de coco. Proses pembuatan tempe masih perlu
ditingkatkan dengan berbagai penelitian karena tempe memiliki kandungan zat gizi tinggi,
terutama protein nabati dan memiliki beberapa khasiat antara lain menurunkan kolesterol darah.
Beberapa jamur juga dapat digunakan menghasilkan zat warna, misalnya jamur Neurospora
sitophila sebagai penghasil warna merah dan orange, digunakan untuk membuat oncom. Bahan
pewarna yang alami untuk makanan lebih aman dibandingkan pewarna sintetik karena pada
umumnya pewarna sintetik dapat menyebabkan keracunan. Contoh mikroorganisme yang
berperan dalam pembuatan produk makanan, antara lain:
a. Rhizopus oligospurus (pembuatan tempe)
b. Acetobacter xylinum (pembuatan nata de coco)
c. Saccharomyces cerevisiae (pembuatan roti dan tapai)
d. Penecilium camemberti dan Penecillium requeforti (keju)
e. Aspergillus wentii (pembuatan kecap)
f. Lactobacillus bulgaricus (keju dan yoghurt)
2. Penghasil Protein Sel Tunggal (PST)
Mikroorganisme, seperti ganggang, jamur, maupun bakteri, dapat menghasilkan protein.
Protein ini berada di dalam sel, bukan merupakan bahan yang disekresikan oleh sel.
a. Kelebihan PST

Page | 11
PST sangat menguntungkan karena dapat digunakan sebagai sumber protein. Hal ini disebabkan
karena:
1) Secara umum, organisme dapat membelah diri dengan cepat.
2) Tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.
3) Dapat hidup di tempat limbah buangan, seperti selulosa, limbah minyak bumi, atau
limbah organik yang lain.
4) Mikroorganisme fotosintetik seperti ganggang dapat memanfaatkan energi cahaya
untuk digunakan sebagai penghasil PST.
Contoh protein sel tunggal adalah Spirulina dan Chorella.
b. Kekurangan PST
Ada beberapa kekurangan PST antara lain:
1) PST mempunyai dinding sel yang terdiri atas selulosa, khususnya ganggang,
sedangkan manusia tidak dapat mencerna selulosa.
2) PST yang dihasilkan kurang menarik, seperti jeli.
3) Kandungan asam nukleat (DNA dan RNA) dari PST cukup tinggi dan sulit dicerna
serta dapat menimbulkan asam urat.
3. Penghasil Zat-Zat Organik
Beberapa mikroorganisme dapat menghasilkan zat-zat organik, seperti etanol, asam
cuka, asam sitrat, aseton, dan gliserol. Zat-zat organik itu dapat digunakan untuk berbagai
keperluan, misalnya sebagai bahan minuman.

4.,Penghasil Obat
Berbagai macam mikroorganisme bermanfaat sebagai penghasil obat-obatan, contohnya
Penicillium menghasilkan zat antibiotik yang mematikan mikroorganisme lain, disebut penisilin.
Penisilin sangat penting karena dapat memberantas berbagai penyakit infeksi. Namun, ada
beberapa jenis bakteri yang kebal terhadap penisilin karena dapat menghasilkan enzim yang
dapat menghambat kerja penisilin.
5. Pemisahan Logam dari Bijihnya
Bakteri kemolitotrof merupakan salah satu bakteri yang mampu memisahkan logam dari
bijihnya. Bakteri ini hidup dari zat-zat anorganik, seperti besi dan belerang, dan memperoleh
energi dari pemecahan bahan kimia tersebut. Energi tersebut digunakan untuk sintesis karbon

Page | 12
dioksida dan air menjadi zat-zat organik. Proses sintesis ini dikenal dengan sebutan kemosintesis.
Salah satu contoh bakteri pemisah logam ini adalah bakteri Thiobacillus ferooxidans yang
digunakan untuk mengekstraksi tembaga dari bijih tembaga. Bakteri ini tumbuh subur dalam
suasana asam dan tanpa zat organik.
Proses pemisahannya sebagai berikut:
1) Bijih logam tembaga berkualitas rendah yang dikenal sebagai larutan peluluh, ditimbun.
Disinilah banyak ditemukan bakteri.
2) Kemudian, ke dalam larutan itu ditambahkan larutan asam sulfat sehingga terjadi reaksi antara
tembaga dan asam sulfat membentuk tembaga sulfat (CuSO4).
3) Setelah itu, logam besi ditambahkan ke dalam larutan tersebut sehingga besi akan bereaksi
dengan tembaga sulfat untuk melepaskan tembaga tersebut.
4) Melalui proses tersebut diperoleh tembaga murni yang telah terpisah dari bijihnya. Seluruh
proses itu dibantu oleh bakteri Thiobacillus ferrooxidans.
6. Penghasil Energi
Saat ini, persediaan bahan bakar makin menipis. Oleh karena itu, para ahli berusaha
mencari solusi untuk menyelesaikan masalah energi melalui bioteknologi sehingga dapat
diperoleh energi yang aman dan tersedia secara lestari.
Salah satu energi yang dikembangkan melalui bioteknologi saat ini adalah biogas. Biogas
merupakan gas metana yang diproduksi oleh mikroorganisme di dalam medium kotoran ternak.
Kotoran ternak dicerna oleh mikroorganisme menjadi gas metana yang kemudian dialirkan ke
rumah-rumah sebagai penghasil energi. Sedangkan, limbahnya dapat digunakan sebagai pupuk.
Cara pembuatannya adalah campuran kotoran ternak dan air dimasukkan pada tangki
pengumpul, kemudian diaduk. Setelah rata, tangki pengumpul dimasukkan ke dalam tangki
pencerna.
7. Pengurai Limbah
Pengolahan limbah secara biologis merupakan pengolahan limbah dengan menggunakan
bakteri untuk mencerna limbah tersebut. Pengolahan limbah dengan cara ini tidak membutuhkan
biaya yang besar dan lebih ramah lingkungan.
Limbah industri harus diolah terlebih dahulu melalui Unit Pengolahan Limbah (UPL)
sebelum dikeluarkan ke lingkungan agar tidak terjadi pencemaran. Dalam UPL biologis, bakteri
pencerna dimasukkan ke dalam bak berisi limbah yang diberi aerator (alat pemasok udara) untuk
Page | 13
memasukkan oksigen yang berguna untuk pernapasan bakteri secara aerobik. Limbah akan
terurai dan dapat dibuang ke lingkungan setelah air dipisahkan dari endapan limbah yang tidak
berbahaya.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Bioteknologi merupakan perkrembangan ilmu yang dapat menhasil produk dan jasa,
dengan menggunakan jasa renik atau mikroorganisme. Ada beberapa proses yang prinsip dasar
dari bioteknologi, yaitu fermentasi, seleksi dan persilangan, analisa genetik, kultur jaringan,
rekombinasi DNA, dan analisa DNA.

Hasil yang dari perkembangan bioteknologi dapat dimanfaat dalam bidang-bidang


tertentu diantara bidang pangan dan industry, medis, pertanian, dan ekologi, dengan adanya
perkembangan bioteknologi dapat berguna dalam kehidupan manusia.

Page | 14
DAFTAR PUSTAKA

Micheael j. pelczar, dkk. 2008. Dasar-dasar mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia

Maksum R. (2004) Pemberian Vakasin melalui Tanaman Trangenik. Maj. Il.Kefarmasian Indon.

Poedjiadi, ana. 2006. Dasar-dasar biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia

http://idpengertian.com/2015/07/pengertian-mikrobiologi.html. Diakses tanggal 5 November


2015

http://bambangpurnomo.byethost7.com/MATERI_files/mikrobiologi_1.pdf?ckattempt=1.
Diakses tanggal 5 November 2015

https://hipmagrounswagati.wordpress.com/2013/11/25/pengertian-tahapan-macam-macam-dan-
manfaat-kultur-jaringan/. Diakses tanggal 5 November 2015

Page | 15
Page | 16