Anda di halaman 1dari 114

PAKET 9

PENGAWASAN TEKNIS JALAN DAN JEMBATAN

DI PULAU SERAM 4
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

PENGANTAR PENAWARAN TEKNIS

DAFTAR ISI .................................................................................................................. i

BAB 1 DESKRIPSI PERUSAHAAN........................................................................... 1-1

BAB 2 PEMAHAMAN & TANGGAPAN TERHADAP KAK ......................................... 2-1

BAB 3 PENDEKATAN DAN METODOLOGI ............................................................. 3-1

BAB 4 JADWAL PENUGASAN PERSONIL .............................................................. 4-1

BAB 5 JADWAL RENCANA PELAKSAAN PEKERJAAN .......................................... 5-1

BAB 6 JADWAL PERALATAN DAN FASILITAS ....................................................... 6-1

BAB 7 KOMPOSISI PENUGASAN PERSONIL ......................................................... 7-1

BAB 8 PRA RK3K ..................................................................................................... 8-1

BAB 9 STRUKTUR ORGANISASI............................................................................. 9-1

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA i


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Pengenalan Perusahaan

1.1.1. Data Organisasi Perusahaan PT. Nusvey

PT. NUSVEY merupakan satu perusahaan yang bergerak dalam bidang


pelayanan Konsultansi Teknik, Manajemen Proyek dan Supervisi pada
bidang-bidang Teknik Sipil, Arsitektur, Planologi, Sanitasi, Geodesi,
Pertanian, Geoteknik & Mekanika Tanah, Telekomunikasi, Elektrikal,
Mekanikal.

PT. NUSVEY didirikan pada tahun 1971 oleh tenaga-tenaga profesional Indonesia. Pada
awalnya PT. NUSVEY lebih dominan melayani pekerjaan pengukuran/pemetaan (Teknik
Geodesi), kemudian pada tahun 1974 dengan diperkuat lagi oleh beberapa tenaga ahli
dalam bidangnya, PT. NUSVEY dapat ikut aktif melayani kebutuhan dibidang Teknik
Sipil, Teknik Arsitektur, Teknik Pertanian.

Pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan pada PT. NUSVEY , selain yang dibiayai oleh
Pemerintah Indonesia (APBN, APBD), juga dari swasta nasional maupun dari bantuan
negara sahabat/badan lainnya antara lain International Bank for Reconstruction and
Development (IBRD), Asian Development Bank (ADB) dan Overseas Economic
Cooperation Fund (OECF).

Sampai saat ini, didukung oleh 207 orang yang terdiri dari 65 tenaga ahli (Sarjana /
Sarjana Muda) dan 142 tenaga teknik menengah dan administrasi.

1.1.2. Bidang Pelayanan

PT. NUSVEY memberikan pelayanan dibidang-bidang seperti tersebut di bawah ini :

• Bidang Konsultansi Teknik dan Studi Kelayakan

• Bidang Pengukuran dan Pemetaan,

• Bidang Perencanaan Teknis,

• Bidang Manajemen Proyek,

• Bidang Supervisi.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 1-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1
1.1.3. Kerjasama

Perusahaan asing yang pernah bekerjasama dengan PT. NUSVEY menangani proyek,
adalah :

• Euroconsult, Belanda
• Mitsui Consultant Ltd. Jepang
• Arga Indoc, Jerman Barat
• Pacific Consultant International (PCI), Jepang
• Nippon Koei, Jepang
• China Engineering Consultant, Inc. Taiwan
• ND. Lea & Associates Ltd. Canada
• STUP Consultants Ltd. India
• WSP International, Inggris
• DAINICHI Cons., Jepang
• KEI KATAHIRA Eng. Cons., Jepang

1.1.4. Struktur Organisasi Perusahaan

Bagan Struktur Organisasi Perusahan PT. NUSVEY akan disampaikan seperti Gambar
1.1 di bawah ini :

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 1-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1

Gambar 1.1. Struktur Organisasi PT. Nusvey

HEAD OFFICE PT. NUSVEY

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 1-3


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1
Adapun perusahaan yang bergabung dalam Pekerjaan Paket 9 : Pengawasan
Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4 yaitu PT. Cipta Strada. Data organisasi
perusahaan yang bergabung diuraikan pada di bawah ini :

1.2.1. Data Organisasi Perusahaan PT. Cipta Strada

PT. Cipta Strada, konsultan teknik didirikan pada tahun 1975. Para
pendirinya terdiri dari insinyur-insinyur Indonesia yang masing-masing
memiliki pengalaman yang luas di Indonesia.

Selama tiga puluh sembilan tahun sejak berdirinya, perusahaan telah dipercaya oleh
berbagai pemberi tugas yang menyelenggarakan pelayanan konsultasi, baik kerjasama
dengan perusahaan-perusahaan konsultan asing maupun sendiri.

Kerjasama pertama semacam itu adalah dengan konsultan Sauti dari Italia pada tahun
1975 untuk pelayanan konsultan teknik untuk RBO I di Medan, meliputi baik disain
maupun pengawasan untuk jalan-jalan di Sumatera Utara, (ruas jalan tol Belawan –
Medan – Tanjung Morawa) Riau dan Sumatera Barat. Kerjasama yang lain dengan
perusahaan asing berbeda menyusul sesudah itu.

Dengan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan konsultan asing, perusahaan telah


memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman di dalam bidang teknik jalan, yang
terbaik tak ternilai harganya untuk perkembangannya.

Sebagai akibat dari hal itu, CIPTA STRADA telah dipercayakan oleh Bina Marga dan
IBRD untuk mengerjakan konsultan teknik tanpa bekerja sama dengan konsultan asing
untuk beberapa proyek yang dibiayai oleh IBRD dan JBIC.

Agar dapat mengerjakan pelayanan yang dipercayakan oleh para pemberi tugas secara
profesional, perusahan telah sejak awal operasinya mengadakan sendiri laboratorim
untuk tanah, aspal dan beton. Beberapa tahun kemudian Perusahaan memiliki fasilitas
komputer perusahaan.

Pada tahun 1978, CIPTA STRADA memperluas jaringan usaha ke luar negeri, ketika
ditugaskan oleh Bank Bumi Daya (BBD) untuk menyelenggarakan jasa pengawasan di
Saudi Arabia, sesudah bergerak di dalam pelayanan yang sama di Indonesia.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 1-4


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1
Disusul kemudian tugas-tugas yang lain di Saudi Arabia dari BBD dan Bank Indonesia
1946 (BNI ’46).

Sekarang perusahaan menempati sebuah gedung modern


bertingkat tiga di daerah Kuningan. Berkat dukungan-
dukungan yang tak ternilai harganya dari para pemberi tugas.
CIPTA STRADA telah berhasil tumbuh dari tingkat awal yang
sederhana ke suatu posisi yang dihargai di dunia konsultan
Indonesia sekarang.

Pada Desember 2003, sistem management PT. Cipta Strada


telah di nilai dan mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2000.
Terima Kasih atas bantuan para Pengguna Jasa yang telah
membantu PT. Cipta Strada dari awal sampai sekarang dalam
dunia Jasa Konsultansi di Indonesia

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 1-5


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB 1

Komisaris Utama Direktur Utama

Komisaris Direktur 1 & 2

Urusan Akuntansi Urusan Keuangan

Quality Management
Representative (QMR)
Kesekretariatan
Quality System Manager
(QSM)

Administrasi Bagian Bagian Bagian


Name
Proyek Personalia Pemasaran Umum
Name
Title
Title

Proyek Perencanaan Proyek Pengawasan

Gambar 1.2. Struktur Organisasi PT. Cipta Strada

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 1-6


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
PEMAHAMAN DAN
TANGGAPAN KAK
BAB 2

BAB 2
PEMAHAMAN DAN TANGGAPAN TERHADAP KAK

2.1. Pemahaman terhadap KAK (Kerangka Acuan Kerja)

Setelah mempelajari dengan seksama Kerangka Acuan Kerja Paket Pekerjaan


Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4 maka dalam bab ini
Konsultan memberikan tanggapannya terhadap Kerangka Acuan Kerja yang diterima.

Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja disampaikan untuk memberikan


gambaran sejauh mana Konsultan memahami aspek penguasaan terhadap materi
pelaksanaan kegiatan yang akan dihadapi.

Berdasarkan substansi penjelasan mengenai ruang lingkup kegiatan Paket


Pekerjaan Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4 sudah cukup
dijelaskan dengan baik dan detail pada Kerangka Acuan Kerja bahwa konsultan akan
melakukan pekerjaan Paket Pekerjaan Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di
Pulau Seram 4 sesuai pada KAK.

Selain penjelasan pada ruang lingkup, untuk pembagian tugas dan tanggung
jawab untuk pelaksanaan kegiatan juga sudah dijelaskan dengan baik pada bab Tenaga
Ahli, melalui penjelasan detail tugas-tugas dan kewajiban masing-masing tenaga ahli.

Sehingga Usulan Teknis ini tersusun atas dasar pemahaman Konsultan yang
mendalam terhadap Kerangka Acuan Kerja (TOR). Persyaratan Teknis (KAK) tersaji
dengan baik dan telah dimengerti, diharapkan tidak terjadi kesalahan interprestasi,
sehingga pembuatan teknikal proposal ini dapat sesuai dengan yang dimaksudkan
dalam KAK. Hal-hal yang perlu kami sampaikan sehubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan yang berkaitan dengan Kerangka Acuan Kerja adalah :

1. Peta lokasi pekerjaan yang belum disediakan didalam KAK, guna untuk
memudahkan konsultan dalam melakukan persiapan tenaga ahli dan mobilisasi.

2. Kondisi ketersedian data saat ini, apakah mudah untuk melakukan


pengumupulan data dan bahan, serta aksesibilitas lainnya. Pengetahuan kondisi
ini akan berpengaruh pada rencana pelaksanaan kerja dan penentuan peralatan
yang akan dipakai dalam pelaksanaan nantinya.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 2-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
PEMAHAMAN DAN
TANGGAPAN KAK
BAB 2
3. Tenaga Ahli yang dibutuhkan dan waktu yang disediakan relatif cukup memadai
dan diharapkan dapat bekerja dengan baik dan berhasil guna.

Sehingga dalam hal penjelasan mengenai hal – hal yang terkait dengan
pelaksanaan kegiatan, Konsultan sudah dapat memahami dengan baik terkait
pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan nantinya, dan jika Konsultan diberi
kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan ini, maka Tim Teknis akan
melaksanakannya sesuai dengan yang telah dijelaskan di Kerangka Acuan Kerja (KAK).

2.2. Tanggapan Saran Terhadap Fasilitas Pendukung

Bab ini berisi tanggapan Konsultan terhadap Paket Pekerjaan Pengawasan


Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4 dapat dijelaskan sebagai berikut.

Dukungan peralatan kantor serta kebutuhan lainnya yang diperlukan belum


terlihat adanya rincian spesifikasi peralatan pada Rincian Rencana Anggaran
Biaya (RAB) seperti ;

a. Komputer
b. Printer A3 & A4
c. Laptop
d. Bahan operasional kantor
e. Alat safety
f. Genset
g. Kendaraan roda 2
h. Kendaraan roda 4
i. Kantor
j. Mess

Diharapkan jika pekerjaan ini dilaksanakan nantinya, rincian - rincian tersebut


dapat ditambahkan melalui proses addendum. Dengan ini pada prinsipnya
dokumen KAK telah menguraikan secara jelas atas seluruh kegiatan dan ruang
lingkup pekerjaan ini. Namun terdapat beberapa hal umum yang perlu
mendapatkan penjelasan dan pendetilan lebih lanjut seperti yang di jabarkan
pada poin diatas. Hal ini menurut Konsultan adalah sangat penting karena sangat
berpengaruh dengan kualitas layanan jasa Konsultansi pada proses pekerjaan
nanti.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 2-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

BAB 3
URAIAN PENDEKATAN DAN METODOLOGI

3.1. Latar Belakang

Direktorat Jenderal Bina Marga cq Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan


Jalan Nasional Propinsi Maluku bermaksud untuk melaksanakan pengawasan terhadap
Pekerjaan Jalan dan Jembatan di Pulau Seram yang akan dilaksanakan oleh Penyedia
jasa konstruksi.

Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tersebut sesuai dengan rencana mutu,


biaya, volume dan waktu yang telah ditetapkan di dalam kontrak jasa konstruksi, maka
diperlukan adanya suatu team yang akan bertugas sebagai pengawas yang berperan
membantu Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku
di dalam melaksanakan pengawasan teknis pada lokasi kegiatan yang sedang
berlangsung.

Team pengawas dimaksud, adalah Penyedia jasa konsultansi pekerjaan


pengawasan teknis / supervisi.

3.2. Maksud dan Tujuan

Maksud pengadaan Penyedia pekerjaan Konstruksi ini, adalah untuk :

a. Membantu Satuan Kerja (Satker) P2JN Maluku di dalam melakukan pengawasan


teknis terhadap kegiatan pekerjaan konstruksi di lapangan yang dilaksanakan
oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi, berhubung adanya keterbatasan tenaga
Satuan Kerja yang bersangkutan, baik dari segi jumlah maupun dari segi
kualifikasinya.
b. Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi oleh Penyedia
pekerjaan konstruksi di lapangan dalam menerapkan desain yang memenuhi
persyaratan spesifikasinya.
c. Memberi kepastian dan jaminan kepada Pengguna Jasa bahwa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia Pekerjaan Konstruksi telah memenuhi persyaratan
mutu teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.
d. Membantu menyelesaikan revisi desain, bilamana terdapat perbedaan antara

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

desain yang ada dengan kondisi di lapangan.

Adapun tujuannya adalah pengendalian pelaksanaan pekerjaan di lapangan


untuk mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang memenuhi persyaratan yang
tercantum di dalam spesifikasi (tepat mutu), dan dilaksanakan secara tepat biaya serta
tepat waktu.

3.3. Sasaran

Sasaran pengadaan jasa konsultansi pengawasan teknis jalan ini, adalah


tercapainya hasil pekerjaan jalan dan jembatan tersebut di atas sesuai dengan isi
dokumen kontrak, sehingga kinerja jalan yang ditangani diharapkan dapat memberikan
layanannya sampai akhir umur rencana.

Disamping itu, sebagian tugas Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan


Jalan Nasional Provinsi Maluku, khususnya dalam hal menyangkut masalah
pengendalian teknis di lapangan dan administrasi teknik pada umumnya, dilimpahkan
kepada Penyedia jasa ini.

3.4. Lingkup Kegiatan

a. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan ini meliputi :

1. Persiapan:

a) Tujuan
Tujuan pengawasan teknis jalan dan jembatan adalah mengawasi pekerjaan
jalan danjembatan agar berjalan efisien dan efektif serta sesuai dengan
desain dan spesifikasi yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan.
b) Lingkup

1) Menyusun Rencana Mutu Kontrak (RMK) Pengawasan sesuai dokumen


kontrak pekerjaan konstruksi.
2) Mempelajari hal-hal yang terkait dokumen kontrak pekerjaan konstruksi,
termasuk pengendalian manajemen dan keselamatan lalu lintas serta
SMK3K, dan Dokumen Lingkungan.
3) Membantu PPK dalam pelaksanaan PCM dan mutual check.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

4) Mencatat seluruh kesepakatan dalam Pre Contruction Meeting dan


dituangkan dalam Berita Acara tersediri sebagai Dokumen Kegiatan.
5) Mempersiapkan formulir-formulir isian, antara lain:
a) Laporan Harian
b) Laporan Mingguan
c) Laporan Bulanan /Monthly Progress Report
d) Laporan Teknis (Jika diperlukan)
e) Pengecekan Kesesuaian desain dilapangan
f) Persiapan Gambar kerja untuk: Pemeliharaan Rutin, Pemeliharaan
Berkala, Betterment
g) Perhitungan Volume / Back Up Data serta Monthly Certificate
h) Quality Control / control kualitas selama periode pelaksanaan
i) Request Penyedia jasa untuk: Memulai pekerjaan, Pengujian Bahan
6) Menjelaskan struktur organisasi dan personil Direksi Teknis yang sudah
dimobilisasi dan rencana personil lainnya yang akan dimobilisasi.
7) Menjelaskan Struktur Organisasi Direksi Teknis dan tugas dari masing-
masing personil Direksi Teknis
8) Memberikan usulan teknik pelaksanaan yang lebih efisien
9) Menjelaskan rencana kerja (bila ada)
10) Menyampaikan dan mempresentasikan RMK kepada Direksi Pekerjaan
pada saat PCM
11) Membantu PPK dalam mengkaji rencana mutu kontrak (RMK) penyedia
jasa konstruksi
12) Melakukan pengawasan, pengujian, pengecekan, kuantitas dan kualitas
serta kelayakan peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang dimobilisasi
Penyedia Jasa
13) Mengecek Daftar Peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang
disampaikan Penyedia Jasa
14) Mengecek masa laku kalibrasi peralatan yang akan digunakan oleh
Penyedia Jasa
15) Menyampaikan rekomedasi kepada Direksi Pekerjaan tentang jumlah,
mutu dan kelaikan peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang
dimobilisasi Penyedia Jasa
16) Menandatangani Berita Acara mobilisasi

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-3


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

17) Menyampaikan laporan pelaksanaan mobilisasi kepada Direksi


Pekerjaan
18) Membuat analisis untuk merumuskan parameter desain berdasarkan
gambar kerja dan parameter desain
19) Melakukan pemeriksaan dan pembahsab konsep gambar kerja
20) Memberikan rekomendasi terhadap konsep ganbar kerja kepada Direksi
Pekerjaan dan Penyedia Jasa
21) Memeriksa gambar kerja yang terkait dengan metode kerja diajukan
oleh penyedia jasa dan control terhadap kuantitas pekerjaan
22) Melaporkan progress pekerjaan yang telah diselesaikan Penyedia Jasa
23) Membuat daftar kekurangan (Defect & Deficiencies) berdasarkan hasil
pemeriksaan lapangan
24) Membantu PPK dalam pengecekan data administrasi dan teknis
pekerjaan
25) PPK dalam pelaksanaan PCM dan mutual check

2. Pelaksanaan Pengawasan :

a) Turut serta dalam pelaksanaan rekayasa lapangan dan membantu


memeriksa shopdrawing yang disiapkan oleh Penyedia Jasa.
b) Melaksanakan pengawasan teknis pada :
Tim I

1. PRESERVASI REKONSTRUKSI JALAN SALEMAN-BESIWAHAI-


PASAHARI
- Pemeliharaan Rutin Jalan
- Rehabilitasi Minor Jalan Saleman – Besi - Wahai
- Rehabilitasi Mayor Jalan Saleman - Besi (Pembuatan drainase)
- Rekonstruksi Jalan BESI (KM, 50) - WAHAI (012)
- Pemeliharaan Rutin Jembatan
2. PRESERVASI REHABILITASI JALAN PASAHARI - KOBISONTA-
BANGGOI - BULA
- Pemeliharaan Rutin Jalan
- Rehabilitasi Minor PASAHARI - KOBISONTA (014)
- Rehabilitasi Mayor PASAHARI - KOBISONTA (014)
- Rekonstruksi Jalan PASAHARI - KOBISONTA (014)
- Pemeliharaan Rutin Jembatan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-4


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3. Rehabilitasi Jembatan Wai Kobi III & Wai Baling III


- Wai Kobi III (Pasahari - Kobisonta)
- 'Wai Baling III (Pasahari - Kobisonta)

secara profesional, efektif dan efiesien sesuai dengan spesifikasi


sehingga terhindar dari resiko kegagalan konstruksi

c) Memeriksa dan menyetujui laporan harian dan laporan mingguan


pekerjaan konstruksi
d) Mengevaluasi dan menyetujui monthly sertificate (MC)
e) Pengendalian mutu pekerjaan dilapangan dengan menerapkan prosedur
kerja dan uji mutu pada setiap tahapan kegiatan pekerjaan sesuai
dokumen kontrak
f) Membuat laporan bulanan terkait progres pekerjaan dilapangan dan
membuat rekomendasi setiap permasalahan yang timbul dilapangan
kepada Pengguna Jasa
g) Membuat laporan teknis (bila diperlukan) pada setiap terjadinya
perubahan kinerja pekerjaan
h) Melaksanakan koordinasi dengan core team konsultan P2JN dan regional
project consultan (RPMC) Balai terkait

3. Pengendalian Pekerjaan Fisik

1) Proses dan Pelaksanaan Kegiatan

Setiap kegiatan pekerjaan selalu memerlukan perencanaan, proses, metode


kerja, dan pelaksanaan kegiatan yang akan diperlukan hingga hasil suatu
kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Untuk setiap unit
kerja / unit pelaksana kegiatan harus merencanakan dan melaksanakan proses
dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang meliputi :

a. Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah


ditetapkan dalam rencana mutu unit kerja dan/atau rencana mutu
pelaksanaan kegiatan dan / atau Rencana Mutu Kontrak (RMK).
b. Setiap kegiatan dapat diketahui ketersediaan informasi yang
menggambarkan karakteristik kegiatan dan ketersediaan dokumen kegiatan.
c. Setiap kegiatan memenuhi persyaratan ketersediaan sumber daya yang
diperlukan dalam proses kegiatan.
d. Ketersediaan peralatan monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-5


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan.

Setiap jenis kegiatan harus mempunyai petunjuk pelaksanaan yang


merupakan dokumen standar kerja yang diperlukan guna memastikan
perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif
dan efisien. Adapun Petunjuk Pelaksanaan sekurang-kurangnya :

a. Halaman Muka berisi :


• Judul dan nomor identifikasi petunjuk pelaksanaan
• Status validasi dan status perubahan.
• Kolom sahkan petunjuk pelaksanaan.

b. Riwayat Perubahan;
c. Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan;
d. Ruang Lingkup penerapan;
e. Referensi atau acuan yang digunakan;
f. Definisi (penjelasan istilah-istilah) jika diperlukan;
g. Tahapan proses atau kegiatan (dengan bagan alir jika perlu)
h. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan - persyaratan yang harus
dipenuhi dalam melaksanakan proses);
i. Tanggung jawab dan wewenang;
j. Kondisi khusus (penyimpangan dsb.);
k. Rekaman / Bukti kerja (yang menjadi persyaratan)
l. Lampiran berupa contoh format rekaman / bukti kerja

Untuk melaksanakan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan


dalam kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dan dengan hasil kegiatan
setelah selesai dilaksanakan harus dapat dilakukan pada setiap tahap kegiatan,
jika verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau
pengukuran secara berurutan. Validasi pada pelaksanaan kegiatan harus
mempertimbangkan ketentuan berikut:

- Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan


persetujuan proses
- Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan, setelah dilakukan perbaikan atau penyempurnaan.
- Verifikasi kinerja hasil pekerjaan dan pemenuhan tingkat layanan jalan.
- Kriteria pengujian dan penerimaan hasil pekerjaan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-6


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Disamping itu setiap unit kerja / unit pelaksana kegiatan harus mampu
mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan
dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. Tujuan identifikasi untuk
memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi
ketidak- sesuaian pada proses dan hasil keluaran pekerjaan. Rekaman hasil
identifikasi harus selalu terpelihara dalam pengendalian rekaman/bukti kerja.
Untuk memastikan bahwa bagian hasil pekerjaan yang telah diterima harus tetap
terpelihara sampai waktu penyerahan menyeluruh. Pada proses penyerahan
hasil pekerjaan, setiap segmen pekerjaan harus mensyaratkan dan menerapkan
proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan
agar kinerjanya tetap terjaga.

2) Monitoring dan Pengendalian Kegiatan

Monitoring dan pengendalian Kegiatan merupakan suatu proses


evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kinerja hasil pelaksanaan
kegiatan, sehingga dapat dilakukan pengukuran atau penilaian hasil dari
produk penyedia jasa. Monitoring merupakan bagian dari pengendalian mutu
hasil pekerjaan, agar semua hasil kegiatan yang diserahkan dapat memenuhi
persyaratan kriteria penerimaan pekerjaan. Hal – hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan monitoring antara lain :

a. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan


metode yang tepat untuk monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan dari
setiap tahapan pekerjaan.
b. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi bahwa
persyaratan telah dipenuhi.
c. Setiap monitoring dan pengukuran dilaksanakan pada tahapan yang sesuai
berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan.
d. Rekaman bukti monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara
kedalam pengendalian rekaman / bukti kerja.

Disamping itu setiap unit kerja harus menentukan, mengumpulkan dan


menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan
kesesuaian dan keefektifan. Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi
dimana dapat dilaksanakan perbaikan berkesinambungan dan analisis
harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan
pengukuran atau dari sumber terkait lainnya. Hasil analisis harus berkaitan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-7


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

dengan manfaat hasil pekerjaan, kesesuaian terhadap persyaratan hasil


pekerjaan dan karakteristik dari proses-proses kegiatan termasuk peluang
untuk tindakan pencegahan. Sedangkan pengendalian hasil pekerjaan yang
tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di-identifikasi dan
dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang
tidak terkendali. Tindakan yang harus dilaksanakan pada pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan antara lain :

a. Penanggung jawab pada setiap kegiatan harus memastikan bahwa hasil dari
setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi persyaratan diidentifikasi dan
dikendalikan untuk tindak lanjut tahapan kegiatan yang berhubungan dengan
tahapan sebelumnya.
b. Pelaksanaan pengendalian hasil pekerjaan yang tidak sesuai harus diatur
dalam prosedur pengendalian hasil pekerjaan tidak sesuai yang merupakan
bagian dari prosedur mutu.
c. Pengendalian pekerjaan tidak sesuai harus dilaksanakan dengan
mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh
Pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan.
d. Tindakan korektif yang diambil dalam upaya menghilangkan penyebab
ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian.
e. Prosedur hasil pekerjaan yang tidak sesuai minimal harus mencakup :

• Penetapan personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk


menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan.
• Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tatacara
pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai.
• Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan
persyaratan yang ditetapkan.

Dalam upaya menghilangkan penyebab ketidaksesuaian dan mencegah


terulangnya hasil pekerjaan yang tidak sesuai, diperlukan tindakan korektif dan
tindakan pencegahan yang diatur dalam prosedur mutu. Prosedur tindakan
korektif minimal harus mencakup kegiatan antara lain :

a. Menguraikan ketidaksesuaian,
b. Menentukan / melakukan kajian terhadap penyebab ketidaksesuaian
c. Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan, bahwa
ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-8


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

d. Menetapkan petugas yang melaksanakan tindak perbaikan.


e. Mencatat hasil tindakan yang dilakukan.
f. Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan.

Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi


ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. Tindakan
pencegahan harus mempertimbangkan dampak potensialnya dan efek dari
tindakan pencegahan kegiatan yang lainnya. Untuk itu perlu mengidentifikasi
potensi ketidaksesuaian dan merencanakan kebutuhan tindakan untuk
mencegah terjadinya ketidaksesuaian serta melakukan verifikasi tindakan
pencegahan yang telah dilaksanakan.

2.4.1. Sasaran dan Program K3

Sasaran K3 disusun dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Relevan pada fungsi dan tingkat dalam perusahaan;


b. Spesifik dan terukur;
c. Dideklarasikan secara eksplisit;
d. Disosialisasikan kepada para pihak yang relevan;
e. Sesuai dengan Kebijakan K3;
f. Ditinjau ulang dalam rangka peningkatan berkelanjutan.

Program K3 sebagai berikut :

a. Setiap pekerja mengikuti induksi K3 sebelum mulai bekerja;


b. Melaksanakan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya;
c. Memastikan ketersediaan APD bagi setiap pekerja baru atau mulai suatu pekerjaan
sudah diberikan pengarahan dan pemakaian APD yang sesuai;
d. Mengadakan pelatihan K3 dan P3K denganmengikutsertakan pegawai dan seluruh
pekerja lapangan;
e. Mengadakan safety meeting tiap hari Senin pagi sebelum bekerja;
f. Melaksanakan safety induction sebelum pekerjaan dimulai;
g. Menetapkan Petugas P3K;
h. Melakukan kegiatan olahraga bersama setiap seminggu;
i. Melakukan kegiatan nonton bareng (misal: nonton bola);
j. Melakukan kegiatan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan kerja secara
periodik;

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-9


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.5. Lokasi Kegiatan

Kegiatan jasa konsultansi ini harus dilaksanakan di Pulau Seram

3.6. Jangka Waktu Pelaksan

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini selama 12 (Dua belas) bulan dapat
berubah disesuaikan dengan pekerjaan fisik selesai (PHO).

3.7. Tenaga Ahli Dan Tenaga Teknisi

3.7.1. Organisasi Dan Personil

Major Work

Pekerjaan utama (major work) yang digunakan sebagai dasar penyusunan jadwal
waktu pelaksanaan meliputi :

1. Implementation management :
• Persiapan awal
• Koordinasi Konsultan dengan Pengguna Jasa
• Koordinasi team konsultan
• Koordinasi dengan instansi terkait
• Kegiatan Lapangan
2. Tahap Pelaksanaan Teknis
3. Pelaporan

3.7.2. Tugas & Tanggung Jawab Tenaga Ahli (Prof. Staf)

3.7.2.1. Ketua Tim / Site Engineer

Mempunyai sertifikat Ahli Madya Pengawasan Jalan dan Jembatan yang


dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembangan
Jasa Konstruksi (LPJK).

Site Engineer disyaratkan seorang sarjana S1 yang telah lulus dari suatu
perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta yang telah disamakan atau
perguruan tinggi internasional yang diakui, untuk perguruan tinggi swasta yang belum
disamakan, harus telah lulus ujian Negara. Site Engineer disyaratkan berpengalaman
dalam melaksanakan pekerjaan selama 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-10


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai
ketua tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegitan
anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan
dinyatakan selesai.

Tugas-tugas Site Engineer akan meliputi, namun tidak terbatas pada hal-hal
yang tersebut di bawah ini :

1. Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua pengukuran / rekayasa


lapangan yang dilakukan Kontraktor sehingga dapat memudahkan Pejabat
Pembuat Komitmen mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan,
termasuk untuk pekerjaan pengembalian kondisi dan pekerjaan minor
mendahului pekerjaan utama serta rekayasa terperinci lainnya.

2. Melakukan pengawasan secara teratur dan memeriksa pekerjaan pada


semua lokasi di lapangan dimana pekerjaan konstruksi sedang dilaksanakan
serta memberi penjelasan tertulis kepada Kontrak tor mengenai apa yang
sebenarnya dituntut dalam pekerjaan tersebut, bila dalam kontrak hanya
dinyatakan secara umum.

3. Mengupayakan bahwa kontraktor memahami dokumen Kontrak secara benar,


melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi serta gambar-
gambar, dan kontraktor menerapkan teknik pelaksanaan konstruksi yang
tepat / cocok dengan keadaan lapangan untuk berbagai macam kegiatan
pekerjaan.

4. Membuat rekomendasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen pekerjaan fisik


untuk menerima ataumenolak pekerjaan dan material.

5. Mencatat kemajuan setiap hari yang dicapai kontraktor pada lembar kemajuan
pekerjaan (progress schedule) yang telah disetujui.

6. Memonitor secara seksama kemajuan dari semua pekerjaan dan


melaporkannya segera / tepat waktubila kemajuan pekerjaan terlambat
sebagaimana tercantum pada buka Spesikasi Umum dan hal itu benar-benar
berpengaruh terhadap jadual penyelesaian yang direncanakan. Dalam hal
demikian, maka Ketua Tim / Site Engineer juga membuat rekomendasi secara
tertulis bagaimanacaranya untuk mengejar keterlambatan tersebut.

7. Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasilpengukuran setiap pekerjaan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-11


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

yang telah selesai yangdisampaikan oleh Quantity Engineer / Chief Inspector.

8. Menjamin bahwa sebelum kontraktor diijinkan untuk melaksanakan pekerjaan


berikutnya, makapekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang akan tertutup atau
menjadi tidak tampak harus sudah diperiksa / diuji dan sudah memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Kontrak.

9. Memberi rekomendasi kepada Satker P2JN Maluku menyangkut mutu dan


jumlah pekerjaan yang telah selesai dan memeriksa kebenaran dari setiap
sertifikat pembayaran bulanan kontraktor.

10. Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang benar untuk bahan Satker
P2JN Maluku pada setiap lokasi akan memerintah kanperubahan pekerjaan.

11. Mengawasi dan memeriksa pembuatan Gambar Sebenarnya Terbangun /


Terpasang (as built drawing) dan mengupayakan agar semua gambar
tersebut dapat diselesaikan sebelum Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO).

12. Memeriksa dengan teliti / seksama setiap gambar-gambar kerja dan analisa /
perhitungan-perhitungan konstruksinya dan kuantitasnya, yang dibuat oleh
kontraktor sebelum pelaksanaan.

13. Menyusun / memelihara arsip korespondensi kegiatan, laporan harian,


laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambar-gambar
lainnya.

14. Membuat laporan-laporan seperti tersebut pada bagian 11 Kerangka Acuan


Kerja ini, mengenai kemajuan fisik dan keuangan proyek yang ada dibawah
wewenangnya dan menyerahkan kepada Satker P2JN Maluku serta instansi lain
yang terkait tepat pada waktunya.

3.7.2.2. Tenaga Ahli Chief Inspector / Quality Engineer

Mempunyai sertifikat Ahli MadyacPengawasan Jalan dan Jembatan yang


dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi (LPJK) yang telah lulus dari suatu perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi
swasta yang telah disamakan atau perguruan tinggi internasional yang diakui. Untuk
perguruan tinggi swasta yang belum disamakan, harus telah lulus ujian Negara.

Ahli Kualitas diisyaratkan berpengalaman melaksanakan pekerjaan selama 3

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-12


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

tahun untuk tenaga ahli madya, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli
konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.

Tenaga Ahli tersebut tugas utamanya :

1. Bila dalam Dokumen Kontrak, Penyedia Pekerjaan konstruksi yang bersangkutan


harus mengadakanperalatan laboratorium, maka Quality Engineer harus
melakukan pengawasanyang seksama atas pemasangan, pengaturan dan
penempatan peralatan laboratorium lapangan kontraktor serta memantau alat-alat
pengujian sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, peralatan laboratorium yang ada
sudah siap dioperasikan.
2. Melaksanakan pengawasan dari hari ke hari atas semua pekerjaan pengujian yang
dikerjakan oleh kontraktor dan tenaga-tenaganya dalam rangka pengendalian
mutu material serta hasil pekerjaannya, dan memberitahukan dengan segera
secara tertulis kepada Ketua Tim / Site Engineer tentang kekurangan-kekurangan
yang dijumpai baikdalam prosedur pengujian yang dipakai maupun setiap cacat
yang terdapat pada material atau mutu pekerjaannya.
3. Menganalisa semua data hasil pengujian mutupekerjaan serta menyerahkan
kepada Ketua Tim / Site Engineer rekomendasi secara tertulis tentang disetujui
atau ditolaknya material dan hasil pekerjaan yang bersangkutan.
4. Mengawasi semua pelaksanaan pengujian dilapangan yang dilakukan oleh
Kontraktor, dan dapat memastikan bahwa jumlah core yang diambil itu atau lubang
uji yang dibuat tidak kurang dari syarat minimum yang ditetapkan spesifikasi,
sehingga cukup memungkinkan melakukan suatu evaluasi statistik untuk
mengukur / menghitung ketebalan lapisan perkerasan yang telah dilaksanakan.
5. Memeriksa semua material / bahan yang didatangkanke lokasi pekerjaan sehingga
sebelum material tersebut digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi.
6. Menyerahkan kepada Ketua Tim / Site Engineer sebelum tanggal 14 setiap bulan,
suatu risalah bulanan mengenai semua hasil pengujian yang diperoleh selama
bulan sebelumnya, untuk diserahkan oleh Ketua Tim / Site Engineer kepada
Pejabat Pembuat Komitmen pekerjaan fisik, Laporan tersebut berisikan semua
data laboratorium serta pengujian dilapangan berikut risalah / kesimpulan dari data
yang ada.
7. Memberikan panduan di lapangan bagi personilkontraktor mengenai metodologi
pengujian mutu bahan dan pekerjaan (jika diperlukan).

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-13


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.7.3. Tugas & Tanggung Jawab Tenaga Pendukung (Sub Prof. Staf)

Sub profesional staf terdiri atas Inspector, Surveyor, Laboratorium Technican, yang
mempunyai tugas sebagai berikut :

3.7.3.1 Inspector

Personil yang disyaratkan adalah minimal STM berpengalaman melaksanakan


pekerjaan selama 3 (tiga) tahun atau sesuai dengan S1 pengelaman (nol) tahun.

Tugas dan kewajiban inspector adalah mencakup, tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut :

1. Bertanggung jawab kepada Site Engineer untuk mengawasi kualitas daripada


konstruksi dan memantau pekerjaan dilaksnakan sesuai dengan dokumen kontrak,
spesifikasi, gambar-gambar kerja yang disyahkan oleh Site Engineer.
2. Mengawasi semua pengambilan contoh material dan pengadaan transportasi ke
laboratorium untuk dites, setelah dites inspector harus menginformasikan kepada
kontraktor tentang hasil pengujian dan setiap perbaikan yang dibutuhkan.
3. Membuat catatan harian tentang aktfitas kontraktor secara tertulis terhadap,
penyimpangan-penyimpangan yang dialkukannya.
4. Mengambar kemajuan harian yang dicapai kontraktor pada grafik (chart) yang telah
disetujui.
5. Membantu Site Engineer dalam membuat laporan dan serah terima semebtara serta
pemeriksaan kualitas di lapangan.
6. Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (Kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain)
serta ketidak beresan dilapangan kepada Site Engineer.

3.7.3.2. Surveyor

Personil yang disyaratkan adalah minimal STM berpengalaman melaksanakan


pekerjaan selama 3 (tiga) tahun atau sesuai dengan S1 pengelaman (nol) tahun.

Tugas dan kewajiban Surveyor adalah mencakup, tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut :

1. Bertanggung jawab terhadap semua pengukuran kuantitas dan pekerjaan


sementara serta membuat catatan untuk semua pengukuran, perhitungan kuantitas

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-14


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

dan sertifikasi pembayaran untuk memastikan kontraktor dibayar sesuai dengan


kontrak.
2. Mengawasi survey teknik lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dengan akurat telah mewakili kuantitas untuk pembayaran akhir (final).
3. Membantu dan berhubungan dengan tim supervise dalam semua hal yang
berhubungan dengan pengukuan kuantitas.
4. Meneyelesaikan atau memeriksa perhitungan kuantitas kontraktor.
5. Mencatat rencana kemjuan yang terbaru dan membantu Site Engineer dalam
penyerahan data fisik dan keuangan (finansial) pada waktu yang diperlukan.
6. Membuat laporan harian untuk kemajuan pekerjaan, terdiri dari cuaca matrial yang
dating (termasuk) perubahan bentuk dan ukuran dari pekerjaan, peralatan
dilapangan, kuantitas dan kejadian-kejadian khusus.
7. Membuat catatan lengkap dengan peralatan, tenaga kerja, dan material yang
digunakan atau mungkin akan menjadi pekerjaan tambahan (extra).
8. Membanti Site Engineer dalam melaksanakan dan melaporka serah terima
pekerjaan sementara (PHO)

3.7.3.3 . Laboratorium Technician

Personil yang disyaratkan adalah minimal STM berpengalaman melaksanakan


pekerjaan selama 3 (tiga) tahun atau sesuai dengan S1 pengelaman (nol) tahun.

Tugas dan kewajiban Laboratory Technician adalah mencakup, tetapi tidak


terbatas hal-hal sebagai berikut :

1. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi deari Quality Engineer.


2. Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas pengaturan personil dan
peralatan laboratorium kontraktor, agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung
tersedianya tenaga dan peralatan dan pengendalian mutu sesuai dengan
persyaratan dalam dokuman kontrak
3. Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan dan
pekerjaan, serta memberikan laporan kepada Quality Engineer setiap
permasalahan yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu bahan dan
pekerjaaan.
4. Melakukan analisis semua hasil test, termasuk usulan komposisi campuran (job mix
formula), baik untuk pekerjaan aspal, soil cement, beton, serta memberikan
rekomendasi dan jautifikasi teknis atas persetujuan dan penolakan usulan tersebut

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-15


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

5. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan “Coring” perkerasan jalan dilakukan oleh


kontraktor, sehingga baik jumlah serta lokasi “Coring” dilaksnakan sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan
6. Menyerahakn kepada Quality Engineer himpunan data bulanan penegendalian
mutu paling lambat tanggal 14 hari berikutnya.
7. Memberi petunjuk kepada staf kontraktor, agar semua teknisi laboratorium dan staf
pengendali mutu mengenai dan memahami semua prosedur dan tata cara
pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam spesifkasi.

Untuk mendukung lancarnya pekerjaan pengawasan pada Tim, maka diperlukan


tenaga pendukung dengan posisi sebegai berikut :

1. Operator Komputer

3.7.4. Syarat Kebutuhan Minimal Tenaga Ahli & Tenaga Teknisi

Syarat spesifikasi minimal untuk tenaga ahli (prof. staf) dan jumlah yang dibutuhkan di
dalam menangani pekerjaan ini adalah seperti tertera pada tabel berikut ini :

TIM I

Kualifikasi
Jumlah Orang
No Posisi
Tenaga Bulan
Pendidikan Keahlian Pengalaman

Tenaga Ahli

Ahli Madya
S1 - Teknik Pengawasan
1 Site Engineer 4 Thn 1 12
Sipil Jalan dan
Jembatan

Ahli Madya
S1 - Teknik Pengawasan
2 Quality Engineer 3 Thn 1 11
Sipil Jalan dan
Jembatan

Asisten Tenaga Ahli

1 Inspector S1 / STM - 0 / 3 Thn 3 31

2 Surveyor S1 / STM - 0 / 3 Thn 2 14

Teknisi
3 S1 / STM - 0 / 3 Thn 2 13
Laboratorium

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-16


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Kualifikasi
Jumlah Orang
No Posisi
Tenaga Bulan
Pendidikan Keahlian Pengalaman

Staff Pendukung

Operator
1 - - - 1 12
Komputer

Catatan : Semua tenaga ahli (prof. staf) harus mempunyai sertifikat keahlian yang
dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga
Pengembang Jasa Konstruksi (LPJK)

3.8. Pelaporan

Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah berupa laporan yang berisi
kegitan pengawasan teknis yaitu :

- Laporan RMK
- Laporan Pendahuluan
- Laporan Bulanan
- Laporan Teknis
- Laporan Pengujian mutu
- Laporan Akhir

Setiap isi laporan harus jelas dan dapat dibaca serta disusun dalam bahasa
Indonesia dengan tata bahasa yang baik dan benar Ukuran kertas masing-masing
laporan adalah A4 (210 x 297 mm), jumlah dan pengiriman laporan ditetapkan sebagai
berikut :

a. Laporan Pendahuluan

Tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari setelah dimulainya jasa, konsultan harus
menyerahkan 7 (tujuh) rangkap / buku laporan pertama yang isinya melaporkan
mengenai jadwal rencana kerja dan tahapan pelaksanaan pekerjaan secara
lengkap dan terperinci termasuk kuantitas masing-masing pekerjaan serta personil-
personil pendukung konsultan telah disetujui aktif dilapangan.

b. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK)

Rencana Mutu Proyek merupakan salah satu dokumen pelaporan administrasi


dan pengendalian proyek harus disiapkan demi Pengendalian Proyek agar sesuai

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-17


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

jadual yang telah ditetapkan, tidak menyalahi spesifikasi dan kualitas. RMK berisi
:

- Pendahuluan
- Umum
- Struktur organisasi dan uraian tugas
- Rencana mutu kontrak
- Penutup
- Lampiran-lampiran

Laporan dimasukan sebanyak 8 (delapan) buku laporan + CD.

c. Laporan Bulanan

Setiap akhir bulan, Tim Pengawas Lapangan (SE) akan menyerahkan laporan
kemajuan secara singkat yang menggambarkan pencapaian pemenuhan untuk
masing-masing kegiatan-kegiatan proyek, seperti:

1. Cara mengatasi masalah Penyedia Jasa (salah satu, administrasi/teknis untuk


keuangan).
2. Memberikan rekomendasi bagaimana masing-masing penyelesaian masalah.

Secara substansional Laporan Bulanan terdiri atas 5 format standar yang dilengkapi
oleh masing-masing pengawas, adalah sebagai berikut:

a. Surat pengantar;
b. Satu halaman “Progres Summary”, rangkuman status fisik dan keuangan dari
proyek dan identifikasi permasalahan yang berdampak pada kemajuan
pekerjaan dan biaya;
c. Foto copy sertifikat Monthly Payment secara lengkap dan jelas dengan ditandai
“For Monitoring Used Only”;
d. Jadwal Pelaksanaan dilengkapi “S” Curve
e. Satu halaman laporan “Supervision Consultants”. Suatu contoh dari format
ditujukan dalam halaman berikut.

Masing-masing laporan bulanan, harus lengkap setiap minggu pertama bulan


berikutnya. Laporan beserta copy dokumen yang dibuat SE harus didistribusikan
oleh PPK.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-18


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

d. Laporan Teknis

Direksi Teknis akan membuat laporan sesuai keperluan, laporan teknis dan / atau
persetujuan teknis yang muncul selama berlangsungnya kegiatan. Terutama, untuk
perubahan pekerjaan utama yang memerlukan pembicaraan sebelumnya dengan
pihak pengguna jasa, Field Team akan PPK untuk mempersiapkan suatu laporan
justifikasi teknis atau revisi desain yang terdiri atas data original yang menjadi dasar
desain tender dibuat :
a. Rekaman semua data desainyang lengkap berkaitan dengan revisib desain.
b. As-built drawing yang menunjukan lokasi dan detail dimensi dari semua
pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai kontrak.
c. Foto copy dari Change Order dan Addendum kontrak sebelumnnya yang telah
disetujui.
d. Foto copy dokumen lelang lelang Penyedia Jasa, termasuk semua analisa
harga satuan dan harga satuan bahan, upah, Analisa peralatan.
e. Suatu penjelasan mengenai asumsi desain yang digunakan.
f. Gambar yang secara jelas menunjukan gambar desain original dan revisinya.
g. Penjadwalan ulang daftar kuantitas dan biaya, berkaitan dengan usulan revisi
desain.
h. Gambar yang menunjukan lokasi yang tepat dari usulan perubahan desain.

e. Laporan Mutu

Laporan ini dibuat sebangyan 7 (tujuh) rangkap / buku, bilamana terdapat kegiatan
pengujian bahan dan/atau mutu hasil pekerjaan, baik dilaboratorium maupun
dilapangan dilaksanakan pada bulan sebelumnya.

Isi laporan ini berupa kesimpulan yang disertai dengan rekapitulasi dari semua
hasil pengujian tersebut diatas, sedangkan data otentik / bukti pengujian pada
formulir laboratorium / lapangan cukup disertakan beberapa lembar yang
mewakili.

Laporan ini diserahkan sebelum tanggal 14 pada bulan berikutnya.

f. Laporan Akhir

Dengan berakhirnya jasa pelayanan Direksi Teknis (akhir kegiatan konstruksi untuk
tiap-tiap kontrak), suatu laporan akhir harus diserahkan, merupakan ringkasan
metode konstruksi pelaksanaan pengawasan konstruksi, rekomendasi pada
kebutuhan pemeliharaan dimasa yang akan datang, semua aspek teknis yang

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-19


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

muncul selama masa konstruksi pekerjaan jalan dan jembatan, permasalahan


potensial untuk konstruksi baru yang mungkin muncul, dan pemberian solusinya,
jika ada, untuk beberapa variasi perbaikan dalam kegiatan akan datang dengan
tampilan yang sama dalam lingkup tanggung jawab Pengguna jasa. Laporan akhir
juga melampirkan foto kegiatan dan “As Built Drawing” dari jalan sebagaimana
kelengkapan data untuk “leger”jalan.

Masing-masing laporan terdiri dari suatu ringkasan laporan akhir pengawasan


lapangan dan kegiatan-kegiatan mereka selama periode pelayanan Direksi Teknis.
Satu bulan sebelum berakhirnya pelayanan sebuah draft laporan akhir sudah harus
diserahkan ke PPK yang berisis penjelasan sebagai berikut :

- Deskripsi mendetail dari pelaksanaan pelayanan, dan pemenuhan dalam


kerangka penyelesaiannya, dalam kerangka perbaikan kegiatan-kegiatan
Pengawasan dilingkungan unit kerjanya.
- Rekomendasi dalam perubahan kebijakan-kebijakan, prosedur dan operasional
dengan maksud memperbaiki kemampuan pengawasan pada program
pekerjaan dilingkungan unit kerjanya.

3.9. Pendekatan Dan Metodologi

3.9.1. Pendekatan Umum

Bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam pekerjaan ini meliputi:


b. Persiapan
Penyedia Jasa (Konsultan) dalam rangka memberikan dukungan manajemen
kontrak harus memeriksa kelaikan dan konsistensi antara Gambar Rencana,
Daftar Kuantitas untuk masing-masing lingkup dan Spesifikasi yang dipergunakan
pada Kontrak Preservasi Jalan. Khusus untuk preservasi jalan yang kontraknya
menggunakan skema long segment, kuantitas pada lingkup pemeliharaan harus
mencakup prediksi kebutuhan selama masa pelaksanaan. Hasil pemeriksaan
tersebut harus mencakup uraian temuan, dampak, serta rekomendasi tindak lanjut,
dan disampaikan kepada PPK.
Penyedia Jasa (Konsultan) harus mempersiapkan prasarana kerja termasuk hal-
hal berikut:
• Khusus untuk jalan yang termasuk di dalam Lingkup Pemeliharaan pada
preservasi jalan yang kontraknya menggunakan skema long segment, Penyedia

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-20


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Jasa (Konsultan) harus melakukan inspeksi lapangan untuk memperoleh


informasi terkini yang didukung dengan foto dokumentasi tentang kondisi/
kinerja jalan. Hasil inspeksi tersebut harus mencakup identitas lokasi,
penilaian kondisi jalan berdasarkan indikator kinerja jalan.
• Penetapan Titik-Titik Tunggu (Holding Points) serta Daftar Simak untuk
setiap Titik Tunggu dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
Setiap pekerjaan yang menghasilkan Mata Pembayaran adalah merupakan Titik
Tunggu, tetapi tidak semua Titik Tunggu merupakan Mata Pembayaran; namun
pada setiap Titik Tunggu, Penyedia Jasa (Kontraktor) hanya dapat
melaksanakan pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Penyedia Jasa
(Konsultan). Penetapan Titik Tunggu yang bukan merupakan Mata Pembayaran
ditetapkan bersama PPK atau yang mewakili.
Seluruh Daftar Simak untuk setiap Titik Tunggu harus mengacu pada spesifikasi
teknis dari pekerjaan yang bersangkutan sebagaimana terdapat di dalam
Dokumen Kontrak Preservasi Jalan.
• Pembuatan Formulir-Formulir untuk keperluan inspeksi teknis, kinerja jalan, dan
bukti kerja lainnya yang didalamnya tersedia tempat untuk pencatatan temuan,
dampak dan rekomendasi tindak lanjut.
• Penyusunan Daftar Kriteria Keberterimaan terhadap hasil pelaksanaan Kontrak
Preservasi Jalan.
Seluruh prasarana kerja tersebut harus diteruskan kepada Pengendali
Dokumen

c. Pelaksanaan
a) Mengevaluasi kesesuaian RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) dengan kondisi
pekerjaan.
Pemeriksaan terhadap RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) diawali pada
Rapat Pra Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Penyedia Jasa (Kontraktor)
dan dihadiri oleh Penyedia Jasa (Konsultan) dan PPK atau yang mewakili.
Pemeriksaan ini meliputi aspek legalitas, sistematika, dan substansi isinya.
• Untuk pemeriksaan dari aspek legalitas, dan sistematika RMK Penyedia
Jasa (Kontraktor), harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur didalam
Petunjuk Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu, termasuk Daftar Simaknya
yang diterbitkan oleh Kepala Balai/Balai Besar Pelaksanaan Jalan terkait.
• Untuk pemeriksaan dari aspek substansi isi RMK Penyedia Jasa (Kontraktor),

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-21


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur di dalam Dokumen Kontrak


Preservasi Jalan untuk kontrak yang bersangkutan.
• Aspek substansi isi RMK Penyedia Jasa (Kontraktor), tidak terbatas namun
harus mencakup aspek-aspek yang tercantum di dalam Daftar Simak
Pemeriksaan RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) antara lain:

- Struktur Organisasi Penyedia Jasa (Kontraktor) dengan mengacu pada


Spesifikasi Umum tentang Manajemen Mutu yang merupakan bagian
dari Dokumen Kontrak Preservasi Jalan.
- Ketersediaan personil inti, dan peralatan yang kelayakannya harus
didukung dengan tanda bukti yang terverifikasi.
- Bagan Alir Standard Operation Procedures (SOP) pelaksanaan
pekerjaan yang menggambarkan peran Penyedia Jasa (Kontraktor)
sebagai unsur pelaksana dan pengendali mutu, serta peran Penyedia Jasa
(Konsultan) khususnya pada tahapan pekerjaan yang merupakan Holding
Points. Setiap simpul pengendalian mutu harus merujuk pada Kriteria
Keberterimaan yang mengacu pada Spesifikasi terkait dan diverifikasi oleh
Penyedia Jasa (Konsultan).
- Jadwal Pelaksanaan yang di dalamnya tergambar jadwal pelaksanaan
pekerjaan sesuai lingkup kontrak. Untuk preservasi jalan yang kontraknya
menggunakan skema long segment, harus menggambarkan jadwal
pelaksanaan masing-masing lingkup dan gabungan seluruh lingkup.
Ketentuan tentang Jadwal Pelaksanaan harus mengacu pada Spesifikasi
Umum 2010 Revisi 3, Divisi 1, Seksi 1.12. Dokumen Kontrak Preservasi
Jalan.
- Jadwal Pemeliharaan Kinerja pada preservasi jalan yang kontraknya
menggunakan skema long segment, harus menggambarkan rencana kerja
Penyedia Jasa (Kontraktor) untuk pemenuhan tingkat layanan jalan
sebagaimana diatur di dalam Spesifikasi Khusus Pemeliharaan Kinerja.

b) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan RMK Penyedia


Jasa (Kontraktor).
• Setiap ketidaksesuaian RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) terhadap Daftar
Simak Pemeriksaan RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) harus dibuatkan
kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang temuan, dampak, serta
rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-22


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

(Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan harus sudah


mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak Preservasi Jalan.
• Tindak lanjut atas temuan terkait aspek legalitas, dan sistematika harus
sudah diselesaikan secara tuntas dan disajikan pada revisi RMK Penyedia
Jasa (Kontraktor) yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
• Tindak lanjut atas temuan terkait substansi isi RMK Penyedia Jasa
(Kontraktor) dapat dilakukan secara bertahap dengan ketentuan bahwa
setiap tindak lanjut tersebut harus tuntas dalam waktu 2 minggu sebelum
memulai pekerjaan yang terkait, dan sudah dimuat pada revisi RMK.
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan RMK
Penyedia Jasa (Kontraktor) pada formulir yang telah dipersiapkan
sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak terkait melalui Pengendali
Dokumen.

c) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan terhadap


pengendalian mutu, waktu, dan biaya pekerjaan.
i. Pemeriksaan Request sebagai penerapan Holding Points.
Dalam melaksanakan pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor)
bertanggung jawab terhadap pengendalian mutunya, namun pada titik-
titik tunggu (holding points), Penyedia Jasa (Kontraktor) harus
mengajukan permohonan (request) untuk melaksanakan pekerjaan
berikutnya dengan pembuktian mutu dari pekerjaan terdahulu yang akan
tertutup oleh pekerjaan yang dimohonkan. Pemeriksaan terhadap
request dimaksud mencakup hal-hal berikut ini:
• Pekerjaan yang dimohonkan melalui pengajuan Request dapat
lebih dari satu holding points tetapi bagan alir setiap pekerjaan
sudah mendapat persetujuan Penyedia Jasa (Konsultan)
sebagaimana tercantum pada RMK Penyedia Jasa (Kontraktor) yang
mutakhir.
• Pembuktian pemenuhan mutu terhadap hasil pekerjaan
sebelumnya, dan bahan yang akan digunakan, dilakukan melalui
verifikasi oleh Penyedia Jasa (Konsultan) terhadap hasil pengujian
mutu termasuk mutu geometrik yang dilaksanakan oleh Unit Kendali
Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor).
• Untuk pekerjaan terdahulu yang peka terhadap cuaca dan / atau

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-23


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

terbuka terhadap pengguna jalan harus dibuktikan adanya


perlindungan yang memadai sampai dilaksanakannya pekerjaan
yang dimohonkan. Pembuktian hal tersebut dilakukan melalui
inspeksi oleh Penyedia Jasa (Konsultan) bersama dengan Penyedia
Jasa (Kontraktor).
• Kelaikan peralatan produksi dilakukan melalui verifikasi terhadap
tanda bukti yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh Institusi yang
berkompeten.
• Jika seluruh ketentuan-ketentuan di atas terpenuhi, maka Penyedia
Jasa (Konsultan) segera menyetujui Request dan menyampaikannya
kepada Penyedia Jasa (Kontraktor).
• Setiap ketidaksesuaian Request Penyedia Jasa (Kontraktor) beserta
lampirannya terhadap ketentuan- ketentuan di atas harus dibuatkan
kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang temuan, dampak, serta
rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa
(Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan harus sudah
mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak Preservasi
Jalan.
• Jika pekerjaan terdahulu tidak memenuhi syarat mutu, maka
rekomendasi Penyedia Jasa (Konsultan) harus mencakup perintah
pembongkaran dan penyingkiran Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai
(HPTS) tersebut ke luar lokasi pekerjaan.
• Jika ketidaksesuaian terkait dengan mutu pekerjaan terdahulu yang
berdasarkan hasil inspeksi, dipandang tidak sesuai dengan tanda
bukti mutu, dan Penyedia Jasa (Kontraktor) berkeberatan untuk
melakukan tindak lanjut yang direkomendasikan maka harus
dilakukan uji mutu secara acak oleh pihak independen di bawah
pengawasan Penyedia Jasa (Konsultan).
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Request Penyedia Jasa (Kontraktor) pada formulir yang telah
dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak terkait
melalui Pengendali Dokumen.
ii. Pemeriksaan Laporan Kemajuan Pekerjaan.
Khusus untuk jalan yang termasuk di dalam Lingkup Pemeliharaan,
khususnya pada preservasi jalan yang kontraknya menggunakan skema

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-24


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

long segment Penyedia Jasa (Konsultan) sejak awal layanan harus


melakukan inspeksi harian untuk pemutakhiran data kondisi/ kinerja jalan,
dan kemajuan pelaksanaan pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor),
termasuk tindak lanjut terhadap temuan-temuan yang sudah diterbitkan.

Laporan kemajuan pekerjaan yang dibuat oleh Unit Pelaksana Penyedia


Jasa (Kontraktor), baik yang disampaikan secara mingguan maupun
bulanan harus memuat informasi termasuk Jadwal Pelaksanaan yang
detail dan lengkap atas semua pekerjaan yang sudah dan sedang
dilaksanakan untuk setiap lingkup pekerjaan di dalam Kontrak Preservasi
Jalan termasuk tindak lanjut atas rekomendasi Penyedia Jasa
(Konsultan), dan Pemeliharaan Kinerja Jalan.
Untuk memastikan kelaikan informasi pada Laporan tersebut, Penyedia
Jasa (Konsultan) harus melaksanakan hal-hal berikut ini.

• Melakukan inspeksi lapangan pada lokasi-lokasi pekerjaan yang


dilaporkan sebagai kemajuan pekerjaan telah dilaksanakan. Hal
yang sama juga dilakukan, tetapi secara bersama dengan Penyedia
Jasa (Kontraktor), dan PPK atau yang mewakili melalui Inspeksi
Formal untuk pemeriksaan Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate).
• Melakukan kajian terhadap informasi Kemajuan Pelaksanaan dari
Unit Pelaksana Penyedia Jasa (Kontraktor) termasuk Implementasi
Perintah Perubahan, Tindak Perbaikan, Perbaikan Cacat, dan Tindak
Pencegahan, dengan membandingkannya terhadap hasil inspeksi
lapangan, serta Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu dari Unit
Kendali Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor).
• Melakukan kajian terhadap Laporan Pemenuhan Tingkat Layanan
Jalan dengan membandingkannya terhadap hasil inspeksi harian
yang terkini.
• Memeriksa kesesuaian kemajuan pekerjaan dengan pemutakhiran
Jadwal Pelaksanaan dan S-Curve.
• Setiap ketidaksesuaian isi Laporan Kemajuan Pekerjaan Penyedia
Jasa (Kontraktor) terhadap ketentuan-ketentuan di atas harus
dibuatkan kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang temuan,
dampak, serta rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan oleh

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-25


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Penyedia Jasa (Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan


harus sudah mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak
Preservasi Jalan “Long Segment”.
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Laporan Kemajuan Pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor) pada
formulir yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan
kepada pihak terkait melalui Pengendali Dokumen.

iii. Uji Petik Secara Acak


Penyedia Jasa (Konsultan) dapat melakukan uji petik secara acak dalam
jumlah terbatas melalui pengujian independen untuk jenis pekerjaan
tertentu sebagai berikut:

a) Pengujian Beton Aspal


Pengujian Beton Aspal dilakukan tes tegel untuk mengetahui gradasi,
ketebalan, dan kadar aspal. Frekuensi pengujian yang dilakukan per
5KM setiap (satu) lajur setiap sampel.
b) Pengujian Lapis Pondasi Atas pada Pelebaran
Pengujian Lapis Pondasi Atas pada Pelebaran dilakukan sand cone test
untuk mengetahui kepadatan (density) berdasarkan hasil pekerjaan
lapangan. Frekuensi yang dilakukan 2 (dua) uji per 5KM setiap arah.
c) Pengujian Bahu Jalan pada Lingkup Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan
Pelebaran
Pengujian Bahu Jalan pada Lingkup Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan
Pelebaran dilakukan sand cone test.
Pembiayaan untuk kegiatan tersebut disediakan oleh Pengguna
Jasa dalam jumlah tertentu. Jumlah tersebut tidak dikompetisikan dalam
proses seleksi Penyedia Jasa (Konsultan).

iv. Uji Mutu Secara Acak


Jika hasil inspeksi mutu dari hasil pekerjaan tidak sesuai dengan tanda
bukti mutu, dan Penyedia Jasa (Kontraktor) berkeberatan untuk melakukan
tindak lanjut yang direkomendasikan maka harus dilakukan uji mutu secara
acak di bawah pengawasan Penyedia Jasa (Konsultan). Uji mutu secara
acak dilakukan dengan menunjuk pihak ketiga melalui PPK PJN dan harus
disepakati bersama Penyedia Jasa (Kontraktor).

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-26


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

v. Pemeriksaan Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu.


Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu yang dibuat oleh Unit
Kendali Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor), baik yang disampaikan secara
mingguan maupun bulanan harus memuat informasi yang detail dan
lengkap tentang hasil pengujian dan pengukuran mutu atas semua
pekerjaan yang sudah dilaksanakan untuk setiap lingkup pekerjaan di
dalam Kontrak Preservasi Jalan termasuk tindak lanjut atas rekomendasi
Unit Pengendali Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor), atau Penyedia Jasa
(Konsultan).
Untuk memastikan kelaikan informasi pada Laporan tersebut,
Penyedia Jasa (Konsultan) harus melaksanakan hal-hal berikut ini.
• Melakukan inspeksi lapangan pada lokasi-lokasi pekerjaan yang
dilaporkan sebagai kemajuan pengujian dan pengukuran mutu
pekerjaan yang telah dilaksanakan. Hal yang sama juga dilakukan,
tetapi secara bersama dengan Penyedia Jasa (Kontraktor), dan PPK
atau yang mewakili melalui Inspeksi Formal untuk pemeriksaan
Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate).
• Melakukan verifikasi terhadap hasil pengukuran dan pengujian yang
di sampaikan oleh Penyedia Jasa (Kontraktor) sebagai tanda bukti telah
dilaksanakannya Pengendalian Mutu.
• Melakukan Penilaian atas Hasil Pelaksanaan dan Pengendalian Mutu
berdasarkan bukti-bukti yang sudah diverifikasi, dengan mengacu pada
Spesifikasi yang ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak Preservasi
Jalan yang terkait.
• Setiap ketidaksesuaian isi Laporan Pengendalian dan Pengukuran
Mutu Penyedia Jasa (Kontraktor) terhadap ketentuan-ketentuan di
atas harus dibuatkan kesimpulan dan penjelasan ringkas tentang
temuan, dampak, serta rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan
oleh Penyedia Jasa (Kontraktor). Tindak lanjut yang direkomendasikan
harus sudah mempertimbangkan dari aspek waktu, dan biaya Kontrak
Preservasi Jalan.
• Jika berdasarkan hasil inspeksi, mutu hasil pekerjaan dipandang tidak
sesuai dengan tanda bukti mutu, dan Penyedia Jasa (Kontraktor)
berkeberatan untuk melakukan tindak lanjut yang direkomendasikan
maka harus dilakukan uji mutu secara acak di bawah pengawasan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-27


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Penyedia Jasa (Konsultan).


• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Laporan Kemajuan Pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor) pada formulir
yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak
terkait melalui Pengendali Dokumen.

vi. Melaksanakan pengawasan waktu dan biaya pelaksanaan.


• Jadwal pelaksanaan yang mencakup lingkup pekerjaan, baik untuk
masing-masing lingkup maupun gabungan khususnya untuk preservasi
jalan yang kontraknya menggunakan skema long segment.
• Ketersediaan tenaga kerja, peralatan, dan bahan yang konsisten
dengan jadwal pelaksanaan.
• Antisipasi menghindari keterlambatan waktu penyelesaian pekerjaan.

d) Memastikan pekerjaan Penyedia Jasa (Kontraktor) diselesaikan sesuai


persyaratan kontrak.
Pemeriksaan Sertifikat Bulanan dan data pendukungnya. Pembuatan
Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate) untuk Kontrak Preservasi Jalan
harus mengacu pada Spesifikasi Umum 2010 Revisi 3, Divisi 1 Seksi 1.6
Sertifikat Bulanan. Melalui layanan Penyedia Jasa (Konsultan)
Pengawasan Penjaminan Mutu, harus dipastikan bahwa pembayaran
kepada Penyedia Jasa (Kontraktor) hanya untuk hasil pekerjaan yang
memenuhi syarat mutu.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Penyedia Jasa (Konsultan) harus
memeriksa Sertifikat Bulanan dan data pendukungnya sebagai berikut.
• Berkas Sertifikat Bulanan yang dibuat dan diserahkan Penyedia Jasa
(Kontraktor) terdiri dari:
- Sertifikat Bulanan yang berisi Lembar Rekapitulasi perhitungan
pembayaran bulanan untuk Kontrak Preservasi Jalan “Long Segment”,
dan lembar-lembar rincian perhitungan kemajuan pekerjaan yang
ditagihkan untuk masing-masing lingkup yang disusun berdasarkan Divisi
dan Mata Pembayaran, serta rincian pemotongan pembayaran untuk
masing-masing lingkup.
- Data Pendukung Kuantitas (Back Up Quantity) Sertifikat Bulanan yang
ditagihkan.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-28


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

- Data Pendukung Kualitas (Back Up Quality) Sertifikat Bulanan yang


ditagihkan.
• Memeriksa kebenaran perhitungan pada Sertifikat Bulanan dan
konsistensinya dengan perhitungan pada lembar- lembar rinciannya.
• Memeriksa Data Pendukung Kuantitas dengan membandingkannya
terhadap Laporan Kemajuan Pekerjaan terkini, dan data pemutakhirannya.
• Memeriksa Data Pendukung Kualitas dengan membandingkannya
terhadap Laporan Pengendalian dan Pengukuran Mutu Pekerjaan terkini,
dan data pemutakhirannya.
• Memeriksa konsistensi isi Sertifikat Bulanan terhadap Data Pendukungnya
termasuk pemotongan pembayaran akibat kegagalan Penyedia Jasa
(Kontraktor) dalam memenuhi tingkat layanan jalan.
• Secara bersama-sama dengan Penyedia Jasa (Kontraktor) dan PPK
melakukan Inspeksi Formal untuk memastikan tagihan yang akan dibuat
Penyedia Jasa (Kontraktor) hanya untuk hasil pekerjaan yang memenuhi
syarat mutu, dan tingkat layanan jalan.
• Jika isi berkas Sertifikat Bulanan memenuhi ketentuan- ketentuan di
atas, maka Penyedia Jasa (Konsultan) membubuhkan tanda-tangan pada
tempat-tempat yang tersedia serta tanda paraf pada setiap lembar dari
Sertifikat Bulanan. Pembubuhan tanda-tangan dan paraf dimaksud adalah
sebagai tanda bukti bahwa berkas Sertifikat Bulanan beserta Data
Pendukungnya telah diperiksa kebenarannya secara bertanggungjawab.
• Setiap ketidaksesuaian isi berkas Sertifikat Bulanan terhadap ketentuan-
ketentuan di atas harus dibuatkan kesimpulan dan penjelasan ringkas
tentang temuan, dampak, serta rekomendasi tindak lanjut yang harus
dilakukan oleh Penyedia Jasa (Kontraktor). Tindak lanjut yang
direkomendasikan harus sudah mempertimbangkan dari aspek waktu, dan
biaya Kontrak Preservasi Jalan.
• Penyedia Jasa (Konsultan) harus membuat Ringkasan Pemeriksaan
Sertifikat Bulanan dan data pendukungnya pada formulir yang telah
dipersiapkan sebelumnya, dan didistribusikan kepada pihak terkait melalui
Pengendali Dokumen.
e) Melaksanakan dukungan manajemen kontrak kepada PPK.

Dukungan ini disediakan di dalam layanan Penyedia Jasa (Konsultan) ini

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-29


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

adalah untuk membantu PPK dalam melaksanakan manajemen kontrak


dengan menghindari terjadinya konflik kepentingan terhadap fungsi
Penjaminan Mutu, antara lain:

• Melakukan kajian terhadap RMP Pengguna Jasa.

- Pelimpahan Tugas Penyedia Jasa (Konsultan) Pengawas


Penjaminan Mutu Kontrak Preservasi [perlu diatur tentang Rapat Pra
Layanan Penyedia Jasa (Konsultan) dengan melibatkan PPK PJN dan
PPK P2JN]

- Prosedur Pembayaran Sertifikat Bulanan.

- Ketentuan dan penerapan Kontrak Kritis (Show Cause Meeting)

• Melakukan kajian terhadap dokumen teknis yang merupakan bagian


dari Kontrak Preservasi Jalan yang menjadi rujukan dalam penyusunan
RMK Penyedia Jasa (Kontraktor).

• DED, Kajian Teknis Lapangan, Review Desgin.

• Melakukan kajian terhadap perubahan pekerjaan meliputi:

- Perubahan Kontrak,

- Perubahan Standar Mutu Teknis,

- Perubahan penerapan Indikator Kinerja, dan Tingkat Layanan Jalan


khususnya untuk preservasi jalan yang kontraknya menggunakan
skema long segment.

• Melakukan pengendalian dokumen teknis dan bukti kerja Pengawasan


Penjaminan Mutu Preservasi Jalan.

Kegiatan Team Supervisi Lapangan dilaksanakan bersama - sama dengan


Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku .
Pengawasan Teknis pekerjaan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku yang dalam hal ini bertindak sebagai
"Engineer" yang dibantu dan mendelegasikan sebagian tugasnya kepada Team
Pengawas Teknis yang dalam hal ini bertindak sebagai "Engineering Representative"
sesuai dengan pengertian yang disebutkan didalam dokumen Kontrak Fisik. Untuk
mencapai hasil kerja yang maksimal dan dapat terciptanya kondisi kerja yang baik, maka
hubungan antara konsultan dengan lembaga -lembaga yang terkait dengan proyek itu

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-30


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

sangatlah penting mengingat pihak Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan
Nasional Provinsi Maluku sebagai Kepala Pelaksana, Konsultan sebagai pihak
pengawas dan kontraktor sebagai pihak pelaksana, masing - masing merupakan bagian
yang tak terpisahkan didalam penentuan lancar Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku adalah berupa tugas - tugas yang
berkaitan dengan masalah Teknis dan Kontrak tidaknya pelaksanaan proyek.

3.9.2. Hubungan Kerja dan Koordinasi

Team Supervisi yang terdiri dari Site Engineer, Quality Engineer, Teknisi
(Inspector, Surveyor, dan Labotarium Technician) serta tenaga pendukung Operator
Komputer. Team Supervisi berkedudukan didekat lokasi pekerjaan sebagai upaya untuk
dapat memonitor secara langsung dan terus menerus mengenai perkembangan dan
kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor serta mengupayakan agar
segala pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan / spesifikasi yang ada.

Team Supervisi akan membuat laporan kemajuan dan aktifitas Kontraktor sebagai
pelaksana fisik. Pekerjaan - pekerjaan ini juga mencakup hal - hal seperti pembuatan
Rekayasa Lapangan, Contract Change Order, menganalisa klaim Kontraktor,
memeriksa pengajuan Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate) lengkap
dengan back up datanya, serta penyiapan Professional Hand Over (PHO). Koordinasi
kegiatan Team Pengawas Lapangan akan dilaksanakan oleh Team Supervisi yang
dalam hal ini akan diwakili oleh Site Engineer akan bersama - sama dengan Satuan
Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku.

3.9.3. Hubungan Koordinasi dengan Kontraktor

Dalam hubungan ini Konsultan adalah bertindak sebagai wakil dari Kepala Satuan
Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku atau biasa disebut
dengan "Engineer Representative". Konsultan didalam melaksanakan tugasnya akan
memberikan saran - saran kepada Kontraktor mengenai masalah - masalah yang
berkaitan dan timbul didalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu Konsultan juga akan
membantu Kontraktor dengan memberikan saran - saran mengenai metode kerja,
organisasi, pemilihan dan penempatan staf / tenaga, pemilihan dan penempatan
peralatan kerja yang digunakan dan membantu monitoring pelaksanaan kerja dan lain -
lain.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-31


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Selain itu terhadap masalah - masalah yang diperkirakan akan timbul didalam
pelaksanaan pekerjaan, akan didiskusikan secara bersama - sama antara konsultan,
kontraktor dan Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional
Provinsi Maluku termasuk didalamnya apabila diperlukan adanya revisi desain (review
design) ataupun desain ulang (redesign). Konsultan akan memberikan saran, alternatif
pemecahan masalah serta rekomendasi didalam upaya untuk pengambilan keputusan,
dimana keputusan ini nantinya harus disetujui oleh Kepala Satuan Kerja Perencanaan
dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku sebelum dilaksanakan dilapangan.
Periodic Meeting, sedikitnya sekali dalam seminggu diadakan bersama - sama dengan
kontraktor dan bilamana perlu dengan Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja
minggu sebelumnya, serta membuat program kerja minggu berikutnya.

3.9.4. Metodologi

Secara umum tugas dari Team Pengawas Teknik adalah melakukan supervisi /
pengawasan. Pekerjaan - pekerjaan ini dapat dikelompokkan dalam pekerjaan -
pekerjaan berikut :

3.9.4.1. Supervisi Lapangan (Field Supervision)

Team Supervisi yang dipimpin oleh Site Engineer akan secara continue melaksanakan
supervisi atas pekerjaan - pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor, dimana seluruh
pekerjaan ini harus sesuai dengan yang disyaratkan di dalam dokumen kontrak
pekerjaan fisik (spesifikasi). Supervisi ini meliputi pekerjaan - pekerjaan seperti :

• Kontrol kualitas campuran


• Produksi dari plant
• Kontrol penghamparan
• Pencatatan kejadian - kejadian yang timbul sehari - hari
• Survei lapangan dan desain ulang (Review Design)
• Memfile catatan - catatan tentang kuantitas pembayaran
• Memfile gambar - gambar kerja dan revisi yang mungkin dilaksanakan
• Menganalisa hasil pekerjaan kontraktor
• Mengadakan pertemuan koordinasi rutin dengan kontraktor

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-32


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Pengawasan data cuaca dan data hujan


• Membuat / memelihara administrasi proyek
• Mencatat dan menganalisa peralatan kontraktor
• Memeriksa dan merekomendasi/menyetujui gambar kerja (Shop drawing) dan
gambar detail
• Penyiapan Contract Change Order
• Negosiasi Pekerjaan dengan kontraktor
• Pembuatan laporan - laporan
• Memeriksa dan menyetujui estimasi pembayaran bulanan (Monthly Certificate)
• Pengontrolan Anggaran Proyek
• Melaporkan keterlambatan serta kemajuan pekerjaan

3.9.4.2 . Survey Engineering

Setiap desain awal dari suatu proyek pada umumnya selalu mengalami revisi - revisi
pada saat pelaksanaannya, hal ini biasanya diakibatkan kondisi lapangan yang
sesungguhnya telah mengalami perubahan - perubahan kondisi dibandingkan dengan
kondisi pada saat survey untuk pembuatan desain, atau dikarenakan kesalahan -
kesalahan kecil baik pada saat survey ataupun kesalahan desain itu sendiri. Perubahan
/ revisi ini dapat berupa revisi yang kecil (penambahan atau pengurangan), tetapi dapat
pula dalam suatu pelaksanaan terjadi revisi desain yang besar sampai kepada
penggantian desain itu sendiri. Untuk menanggulangi masalah - masalah diatas, maka
pada awal pekerjaan, sebelum pekerjaan konstruksi dilakukan, Kontraktor dibawah
pengawasan Team Supervisi harus melaksanakan pekerjaan Staking Out dan revisi
pengukuran, pemasangan patok dan Bench Mark serta survei - survei lain yang
diperlukan. Kegiatan survei ini meliputi Pengukuran Horizontal, Vertikal, Titik Kontrol
Survei, Survei Elemen Struktur, Tiang Pancang, Telapak Pondasi dan Beton kopel Tiang
(Footings and Pile Caps), Kolom, Balok Melintang Ujung (Crosshead), Landasan, Balok
dan Gelegar, Lantai dan Parapet Jembatan (Tembok Sedada).

3.9.4.3 . Pengawasan / Pemeriksaan (Inspection)

Pengawasan / Pemeriksaan merupakan bagian pokok dari program kerja konsultan


yakni berupa monitoring secara continue segala pekerjaan Kontraktor serta hasilnya.
Metoda pelaksanaan kerja Kontraktor di monitor agar sesuai dengan persyaratan yang

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-33


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

dikehendaki di dalam spesifikasi, dan apabila terdapat cara pelaksanaan yang


menyimpang dari ketentuan yang ada, Kontraktor harus dapat menjelaskan dan
memberikan argumentasi bahwa metoda pekerjaan yang diterapkan tidak akan
mengurangi kualitas pekerjaan. Inspektor ataupun anggota Team Supervisi yang lain
akan membuat laporan harian mengenai pelaksanaan konstruksi, masalah - masalah
yang timbul, revisi - revisi pekerjaan yang telah dilakukan, lokasi pekerjaan, tenaga kerja
yang ada, peralatan yang dipakai, estimasi kuantitas hasil pekerjaan dan bilamana perlu
konsep dan sket gambar serta ukuran serta total kuantitas, kondisi cuaca serta kondisi
lokasi pekerjaan. Pekerjaan pengawasan akan dilakukan secara teliti dan terkendali
untuk masing - masing item pekerjaan, dengan menggunakan prosedur pengawasan
yang lazim digunakan dan dengan menggunakan tata cara dan flow chart yang berlaku.

Selama Kontraktor melaksanakan pekerjaan, Team Supervisi akan selalu memonitor


mengenai pembuatan profil konstruksi, pengukuran - pengukuran awal, kualitas
material, pemadatan, pekerjaan elemen struktur, pondasi dan lain - lain. Team Supervisi
akan secara bersama memonitor, memberikan saran - saran teknis apabila diperlukan
dan tindakan alternatif yang biasa ditempuh apabila terdapat kesulitan - kesulitan
pelaksanaan pekerjaan. Untuk pekerjaan pondasi akan dilakukan monitoring terhadap
cara dan sistem pemadatannya, penggaliannya, tanah, kemiringan, pengaruh air tanah,
kemiringan bersebelahan (adjacent slope), beban miring atau eksentris dan lapisan
tanah lunak di bawah dan lain - lain. Untuk pekerjaan struktur akan dilakukan monitoring
terhadap kestabilannya, pelaksanaan, komposisi dan lain - lain. Untuk pekerjaan
pengaspalan / pelapisan ulang akan dilakukan monitoring terhadap cara dan sistem
pemadatannya, material / agregatnya tidak tersegregasi, gradasinya, kerataan
perkerasan, temperatur aspal, stabilitas dan lain - lain. Hasil pemantauan pekerjaan
akan selalu dicatat dalam catatan harian (daily record) yang dilakukan baik pada saat
awal, selama dan setelah pekerjaan dilaksanakan. Pengukuran kuantitas hasil
pekerjaan akan dilakukan bersama - sama antara Konsultan, Kontraktor dan Pihak
Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku
dimana pengukuran ini dilakukan setelah pekerjaan tersebut dan dapat diterima baik dari
segi hasil pekerjaan (performance) maupun mutu, pelaksanaan pekerjaan. Prosedur
pembayaran yang dilakukan akan mengikuti ketentuan yang disebutkan di dalam
dokumen kontrak.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-34


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.4 . Pelaksanaan Pekerjaan Di Lapangan (Construction Method)

Beberapa hal yang menyangkut masalah metode pelaksanaan (construction


method) yang harus diperhatikan oleh Konsultan Pengawas sebagai Team Supervisi
pada Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4 akan diuraikan seperti
dibawah ini.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-35


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Tabel 3.1 : Pelaksanaan Pekerjaan di Lapangan (Construction Method)

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

1 Pekerjaan Persiapan a. Survey • Dilakukan survey untuk menetapkan letak quarry tanah yang diperlukan untuk
Lapangan material timbunan yang memenuhi syarat kualitas dan kuantitas. Dan lokasi
untuk disposal area, yang diperlukan untuk tempat pembuangan tanah bekas
galian yang tidak memenuhi syarat sebagai material timbunan.

• Dilakukan survey untuk menetapkan letak quarry sirtu yang memenuhi syarat
.

• Dilakukan survey sejumlah titik kontrol pengukuran yang harus dikaitkan pada
suatu sistem koordinat yang tetap dan sistem koordinat yang sama

• Dilakukan survey untuk menetapkan letak quarry batu, bila pengadaan batu
pecah akan diproduksi sendiri dengan stone crusher, untuk bahan aggegate.

• Dilakukan survey untuk menetapkan letak Base Camp yang paling


menguntungkan.

• Survey-survey ini biasanya telah dilakukan pada waktu proses perhitungan


biaya (cost estimate), tetapi terkadang perlu dilakukan survey ulang untuk
meyakinkan survey pertama atau mencari alternatif yang lebih bagus.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-36


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Dilakukan Field Survey untuk review design sesuai pekerjaan yang akan
dilakukan, termasuk untuk Mutual Check Nol (MC O)

Catatan-catatan yang perlu diperhatikan :

• Situasi letak Plant harus direncanakan sebaik-baiknya, agar lalu lintas Dump
Truck yang memasukkan bahan baku (raw material), tidak saling mengganggu
dengan Dump Truck yang membawa keluar hasil produk (hot mix), caranya
adalah dengan menyusun site plan yang baik.

• Jalan masuk/keluar Dump Truck harus dibuat cukup kuat, untuk menjamin
kelancaran transportasi material/hot mix.

• Dibuat drainase lingkungan yang baik, agar lokasi base camp tidak terganggu
pada musim hujan.

• Alat-alat yang menggunakan ukuran (berat, volume, temperatur, dan lain-lain)


agar menggunakan kalibrasi yang masih berlaku, termasuk alat laboratorium.

• Dibuat Mix Design untuk Hot Mix sesuai spesifikasi yang ada, dengan
menggunakan material yang akan dipakai.

b. Pekerjaan Pengukuran pada pekerjaan dilapangan terdiri dari 2 pengukuran yaitu :


Pengukuran
• Pengukuran Horizontal

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-37


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Pengukuran Vertikal

Pada dasarnya pekerjaan pengukuran (setting out) ini adalah untuk mengetahui :

• Batas-batas Pekerjaan Lapangan

• Trace Rencana Jembatan

• Lokasi bangunan yang ada

• Posisi dan Lokasi setiap bangunan yang akan dibangun

• Menentukan elevasi pekerjaan setiap bangunan yang akan dibangun.


Pengukuran juga akan dilakukan sepanjang proses pelaksanaan pekerjaan.
Hasil pengukuran juga dipakai untuk menentukan progres pekerjaan yang
berhubungan dengan pembayaran.

c. Pengaturan Jika pekerjaan berupa pelaksanaan pembangunan jembatan, dimana jembatan


Lalu Lintas masih digunakan untuk arus lalu lintas, maka perlu dilakukan Pengaturan Lalu
lintas. Pengaturan Lalu lintas bertujuan untuk memberikan keamanan dan
kenyamanan berlalu lintas bagi pengguna jalan. Target minimal adalah
memelihara kuantitas dan kualitas lalu lintas yang ada dan
menghilangkan/mengurangi gangguan lalu lintas akibat pelaksanaan pekerjaan.

Papan pemberitahuan akan dipakai sebagai sarana pemberitahuan (penyebaran


informasi) kepada masyarakat akan adanya pekerjaan pembangunan jembatan,

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-38


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

sehingga masyakat pengguna fasilitas tersebut dapat menyesuaikan dan


memahami adanya kemungkinan gangguan terhadap arus lalu lintas. Papan
pemberitahuan akan diletakkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah
dilihat bagi pengguna jalan.

Pengaturan lalu lintas (traffic management) akan dikonfirmasikan kepada pihak


yang berwenang dan pihak-pihak terkait. Konsultan akan memantau dan
memeriksa Kontraktor dalam memelihara jalan yang berpengaruh kepada area
operasional dengan kondisi yang baik. Konsultan akan mengecek kesiapan
Kontraktor dalam hal penyiapan fasilitas pengaturan lalu lintas, alat-alat atau
fasilitas tersebut antara lain meliputi :

• Rambu-rambu

• Rubber cone

• Pengarah pengalihan jalan dan petunjuk jalan

• Pagar penghalang sementara

• Bendera-bendera

• Papan pemberitahuan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-39


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Konsultan juga akan selalu mengawasi kerja kontraktor berkaitan dengan


penyingkiran tumpahan tanah dan material pada badan jalan dan proses
pengembalian kondisi jalan pada kondisi semula.

d. Peralatan Sebelum konstruksi dimulai, Konsultan akan melakukan pengecekan terhadap


peralatan yang dimobilisasi oleh Kontraktor. Peralatan tersebut meliputi peralatan
konstruksi dan peralatan laboratorium ringan.

Peralatan laboratorium ringan meliputi : perkakas yang akan digunakan sebagai


pengambilan sampel di lapangan (core drill) dan alat pengujian tanah (sand cone,
troxler, dll). Peralatan laboratorium tersebut harus sudah dalam keadaan siap
pakai dan sudah terkalibrasi.

2 Pekerjaan Pembersihan Pekerjaan Pembersihan Tempat Kerja meliputi pekerjaan clearing, grubbing dan
Tempat Kerja stripping. Clearing mencakup pekerjaan tebang pohon dan tanaman perdu,
peralatan yang dipakai adalah chain saw parang dan alat potong yang lain.

Grubbing mencakup pekerjaan pembuangan kotoran baik hasil clearing maupun


kotoran lain yan ada di lokasi pekerjaan. Stripping merupakan pekerjaan
pembersihan lokasi dan lapisan humus yang menutupi lokasi pekerjaan.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-40


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Stripping dilakukan dengan mengupas lapisan permukaan tanah dari sisa-sisa


akar pohon dan humus setebal 20 cm sesuai kondisi tanah setempat. Hasil ketiga
aktivitas tersebut diatas harus dibuang keluar lokasi pekerjaan.

3 Pekerjaan Galian & Timbunan a. Pekerjaan • Untuk menetapkan batas-batas galian, dapat dipasang patok-patok pembantu
Galian dan atau tali yang menghubungkan dua profil yang berdekatan.

• Berpedoman pada tali batas galian, maka galian kasar dapat dilaksanakan
dengan Excavator. Jumlah Excavator yang diperlukan dihitung berdasarkan
kapasitas alat dan waktu yang tersedia.

• Galian dari Excavator langsung dimuat ke Dump Truck yang telah disiapkan
(jumlah kebutuhan Dump Truck harus disesuaikan dengan kapasitas
Excavator), dan kemudian diangkut ketempat yang ditentukan. Usahakan
posisi Dump Truck sedemikian rupa sehingga swing dari Excavator bersudut
kecil.

• Bila karena suatu hal profil rusak atau berubah posisi, maka sebelum galian
finishing dilakukan, profil tersebut diperbaiki dengan pedoman patok-patok
bantuan yang selalu terjaga.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-41


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Galian finishing dilakukan oleh tenaga orang dengan cangkul. Sebenarnya


dengan kerja sama yang baik antara pelaksana dan operator excavator yang
mahir, dapat langsung dilakukan penggalian sampai garis / bidang finishing.

b. Pekerjaan Didalam pekerjaan timbunan, unsur yang perlu dicermati adalah masalah
Timbunan pemadatan. Pemadatan tanah sangat dipengaruhi oleh kadar air tanah pada saat
pemadatan. Dari percobaan di laboratorium yang menggunakan sampel-sampel
tanah, diperoleh kadar air yang diperkenankan untuk mencapai kepadatan yang
dipersyaratkan (Optimum Moisture Content, OMC).

Didalam praktek tidak mudah menetapkan berapa banyak air yang diperlukan
pada saat pemadatan, kecuali Pelaksana yang sudah berpengalaman sekali.

Tetapi untuk pedoman kasar, adalah sebagai berikut:

• Bila selama pemadatan timbul debu, berarti kadar air kurang

• Bila selama pemadatan, tanah keluar airnya (becek), berarti kadar airnya
terlalu tinggi.

Hal-hal yang berpengaruh terhadap kepadatan, adalah :

• Tebal lapisan tanah lepas, yang akan dipadatkan

• Berat dan energi Alat Pemadat

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-42


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Banyaknya lintasan pemadatan

• Kadar air

Adapun urutan pelaksanaan pemadatan akan diulas sebagai berikut :

1. Percobaan Pemadatan

• Hamparkan tanah lepas setebal yang kita kehendaki, diatas permukaan


yang telah dipadatkan seperlunya (biasanya dalam spesifikasi teknik
ditetapkan tidak boleh lebih dari 20 cm)

• Semprotkan air, bila dirasakan hamparan tanah kadar airnya masih


kurang (tetapi lebih baik agak kurang dari pada kelebihan)

• Kemudian dipadatkan dengan alat pemadat Vibro Roller atau Sheep Foot
Roller dan dicoba misalnya dengan 6 lintasan. Sesudah itu diambil sampel
tanah dan diukur kepadatannya (berat volume keringnya, δk). Bila ternyata
masih kurang padat, maka lintasan pemadatan ditambah lagi, misalnya
ditambah dua lintasan. Bila tingkat kepadatannya telah dicapai, maka cara
- cara tersebut dipakai sebagai pedoman selanjutnya.

2. Pemadatan Timbunan

• Dasar tanah yang akan ditimbun, dipadatkan seperlunya, sesuai


persyaratannya.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-43


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Tanah timbunan yang diambil dari quarry, atau lokasi galian, dibawa
dengan Dump Truck, ditumpahkan di lokasi tempat timbunan yang telah
dipersiapkan. Jarak tumpukkan diatur sedemikian, sehingga bila dihampar
dengan ketebalan 20 cm seluruh permukaan dapat tertimbun.

• Tumpahan tanah dari Dump Truck digusur/diratakan dengan Bulldozer


atau Grader untuk mencapai ketebalan hamparan kurang lebih 20 cm.
Perhatikan kadar airnya secara visual.

• Bila musim hujan, sebaiknya hamparan tanah dibatasi seperlunya saja,


dan dilindungi/ditutupi dengan terpal. Bila hujan cukup deras, pekerjaan
harus dihentikan.

• Lapisan pertama tersebut sebaiknya melebihi lebar kaki timbunan kurang


lebih 50 cm, dikanan dan dikiri. Kemudian setelah kadar air dinilai cukup,
langsung dipadatkan dengan Vibro Roller atau Sheep Foot Roller dengan
lintasan sebanyak percobaan pemadatan yang telah dilakukan.

• Bidang pemadatan harus overlapping kurang lebih 15 cm, agar seluruh


permukaan terpadatkan. Lapisan pertama yang telah selesai dipadatkan,
diambil sampelnya setiap jarak 50 meter (atau sesuai spesifikasi), dan
diperiksa kepadatannya.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-44


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Bila kepadatannya telah memenuhi syarat, maka lapisan berikutnya baru


diperbolehkan untuk dihampar.

• Timbunan dan pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis untuk


menjamin mutu timbunan.

4 Pekerjaan Pondasi 1. Pondasi Langsung (SPREAD FOOTING)

Pondasi Iangsung, menyebarkan beban secara langsung pada dasar galian


yang kedalamannya relatif kecil berbeda dengan pondasi tiang pancang yang
meneruskan beban pada tanah

2. Untuk pekerjaan tanah perlu penyesuaian terhadap tekanan yang diizinkan


(bearing pressure) dengan memperhitungkan pengaruh air tanah, kemiringan
bersebelahan (adjacent slope), beban miring atau eksentris dan.lapisan tanah
lunak di bawah. Jika terdapat tanah dengan kekuatan lebih rendah (sangat
lunak hingga keras dan sangat lepas hingga padat sedang), penurunan
mungkin merupakan kriteria yang menentukan perencanaan yang prinsip dan
bukannya daya dukung

3. Untuk pekerjaan batuan wajib memperhitungkan siar lempung, daerah


lapukan (zona highly weathered) dan patahan (fracturing). Tekanan yang

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-45


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

dipikul (Bearing pressure) harus dipakai bersamaan dengan "unconfined


compressive test" dan percobaan pembebanan titik (point load test).

4. Pekerjaan Perapihan (Trimming) dan Persiapan

5. Penggalian dilakukan sekurang-kurangnya 150 mm ke dalam lapisan padat


(solid strata). Setelah dasarnya diratakan dan pinggir galian dipotong sesuai
ukuran pada gambar, dasarnya disapu dan disemprot agar dapat diperiksa.
Pada tahap ini, untuk telapak (footing) dengan pembebanan besar harus
diambil contoh (core) di bawah dasarnya untuk diperiksa. Kedalaman yang
disarankan adalah 1,5 kali ukuran terkecil dari telapak (footing) itu. Ini dapat
dilengkapi dengan lubang bor berdiameter kecil untuk mengambil kerokan
tanah. Bila mutu batuan diragukan, mungkin diperlukan pengujian tekan
(compression test) pada contoh core. Pada umumnya, makin berat
pembebanan pada footing makin diperlukan pengujian. Siar lempung yang
tampak pada batuan harus dibersihkan dan diganti dengan beton masif. Jika
bahan bermutu rendah harus dibuang dari satu bagian telapak, dasar dari
telapak harus diberituk tangga (stepped) secara vertikal, bagian tangga diisi
dengan beton masif.

5 Pekerjaan Tiang Pancang a. Pemilihan


• kerangka pemancangan tiang untuk menyangga (menopang) pemandu (leader)
Peralatan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-46


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• pemandu untuk menyangga tiang pancang dan memberi arah pada waktu
pemancangan penumbuk - dari jenis jatuh bebas, uap atau udara bertekanan
atau tenaga diesel

• Topi tiang (helmet) yang juga diarahkan, untuk memindahkan pukulan


penumbuk pada tiang

• Katrol atau crane untuk mengangkat tiang pada posisinya dan mengangkat
penumbuk.

b. Pengeboran Kegiatan pengeboran harus dilakukan dengan ketepatan letak, arah vertikal dan
Awal kemiringan dan untuk kedalaman yang telah ditentukan. Diameter lubang tidak
boleh lebih besar dari pada ukuran diagonal tiang dikurangi 50 mm. Pengeboran
(Pre-boring)
melebihi kedalaman (over depth) harus dihindari. Kedalaman akhir mungkin harus
ditentukan dengan percobaan. Tujuannya adalah mencapai kalendering yang
ditentukan, bilamana ujung tiang mencapai kedalaman yang direncanakan.
Lazimnya pengeboran awal berhenti satu meter di atas kedalaman ujung tiang
rencana. Pada akhir pemancangan, lubang-lubang di sekeliling tiang diisi pasir
bersih, diisi menggunakan sekop, sambil disemprot atau digenangi air.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-47


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

c. Alat Untuk 1. Tiang yang Dipancang dan Dicor Ditempat


Tiang yang
Pipa pancang terbuat dari komponen berat, dirancang untuk dipancang dari
Dicor di tempat
atas oleh penumbuk jatuh atau diesel, tetapi tiang Franki dipancang
menggunakan penumbuk jatuh internal. Pemandu (Leader) dari kerangka tiang
sering disesuaikan untuk memasukan pengarah (guide) untuk wadah
pengecoran. Tiang selubung baja, yang dirancang untuk diisi beton, lebih
efektif bila dipancang dengan penumbuk yang beroperasi dari atas dari pada
oleh penumbuk jatuh bebas internal yang bekerja pada beton penyumbat di
dasar. Selain itu tiang pancang yang dipancangkan dari atas dapat dipancang
dengan ujung terbuka, yang dapat mengurangi daya dukung ujung (end
bearing resistance) pada waktu pemancangan

2. Tiang yang Dibor dan Dicor Setempat

Peralatan pengeboran biasanya dinaikan di atas crane atau truck tetapi


kadang-kadang dipergunakan juga peralatan yang dinaikan di atas
tongkang/ponton (barge) atau sled khusus. Kedalaman lubang dibatasi oleh
panjang "kelly bar" (batang yang menyangga alat penggali pada dasar lubang),
sehingga biasanya diambil nilai kedalaman maksimum 50 m. Kedalaman dan
diameter lubang yang dapat dibor tergantung pada sistem pengeboran yang
dipakai dan tenaga peralatan bornya. -Penggali berputar (rotary) dengan
memakai mata bor dan ember bor (drilling bucket) adalah cara yang paling

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-48


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

cepat dan ekonomis bila keadaan tanahnya memungkinkan. Cara ini cocok
untuk memasang tiang yang dibor dalam tanah lempung dan dapat dipakai
untuk penggalian terbuka (open) atau dilapisi (lined), atau untuk penggunaan
bentonite pada batuan lunak dan pada bahan selain batuan.

6 Pekerjaan Beton a. Unit Pracetak Mengecek bahwa komponen pemancangan sudah terpasang dengan benar dan
tidak bergerak selama penempatan dan penggetaran beton. Jika digunakan
(Bangunan Atas Dari Beton)
perawatan uap air, baut penahan (fixing) harus dilepas setelah pengerasan awal
dan sebelum penguapan dimulai untuk memungkinkan pergerakan diferensial
antara acuan dan beton. Perubahan warna dapat terjadi karena kurang
kesesuaian campuran perawatan, zat tambahan (aditive) tahan air dan bahan
pelepas acuan. Pengujian pra-produksi dari kombinasi bahan kimia tersebut,
sebaiknya dilakukan dengan kondisi pabrik, dan termasuk pengaruhnya pada
bahan pelapis yang dipakai pada acuan

b. Pelat Lantai Lantai kantilever dan trotoar adalah bagian yang paling kelihatan dari jembatan.
Gelegar jembatan melendut pada waktu pelat lantai sedang dicor, dan landutan
ini harus diperhitungkan pada waktu memasang acuan pinggir, sehingga pinggir
lantai merupakan garis menerus, lurus atau dengan lawan lendut (camber) pada
bentang tengah. Acuan lantai harus disangga dari gelegar dan bukan dari tanah,
pilar atau kepala jembatan. Pada waktu lantai dicor, penting untuk melindungi

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-49


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

gelegar luar dan landasan terhadap pengaruh momen torsi yang disebabkan oleh
perputaran lantai kantilever dan trotoar. Ini dilakukan dengan mengikat bagian
atas gelegar menjadi satu dengan batang penguat yang dilas dan perkuatan
(strutting) pada permukaan flens bawah

c. Penulangan Setalah acuan untuk pelat lantai telah selesai dan diperiksa kekuatannya,
pengerjaannya, kerapatan adukan, ketinggian dan kebersihan, penulangan dapat
dipasang. Perlu untuk sering memeriksa ukuran pada waktu pembengkokan di
lokasi, atau tepat sesudah pengiriman ke lokasi jika tulangan dibengkokan di luar
lokasi. Penggunaan kayu, rak baja atau penyangga lain adalah supaya
penulangan tidak mengenai tanah atau lumpur sampai siap dipakai. Cat, minyak,
lemak, lumpur, mill scale lepas atau karat lepas akan mengurangi sifat pelekatan
dari batang sederhana khususnya dan harus dilepas. Penutup (selimut) sangat
penting terutama pada pelat lantai yang relatif tipis, kurangnya selimut dapat
mengakibatkan berkaratnya batang dan terkikisnya beton, sedangkan terlal-u
banyak selimut dapat mengakibatkan kekuatan rencana diperkirakan dari pelat
tidak tercapai.

d. Pengecoran Pengecoran dilakukan Melintang - dimulai pengecoran beton di tengah, bergerak


keluar secara

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-50


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

seimbang/teratur. Memanjang - pengecoran beton sedemikian sehingga lendutan


maksimum

terjadi pada awal, sehingga bila pengerasan awal terjadi beton tidak akan
terpengaruh oleh lendutan yang disebabkan pengecoran beton kemudian. Bila
pelat yang sedang dicor tidak lurus, biasanya dalam praktek dikerjakan dari titik
terendah menuju titik tertinggi

7 Pekerjaan Permukaan a. Permukaan Permukaan harus dipadatkan dan ditekan untuk menaikkan adukan ke
permukaan, diratakan dan terakhir diratakan dengan penghalus kayu sampai
permukaannya rata. Harus diperhatikan drainase/ pengeringan atau pengalihan
air yang muncul pada permukaan. Pemberian adukan di atasnya tidak
diperbolehkan.

b. Bangunan • Bagian belakang kepala jembatan, gorong-gorong dan tembok sayap harus
Bawah memperoleh" penyelesaian permukaan Kelas 1.

• Semua permukaan yang tampak (exposed) dari kepala jembatan, tembok


sayap dan pilar dengan kedalaman minimum 300 mm di bawah permukaan
tanah harus mendapatkan penyelesaian permukaan Kelas 2, kecuali bahwa
pada struktur sel (cellular), hanya muka-muka tembok sayap dan ujung pilar
atau dinding yang menerima penyelesaian permukaan kelas 2. Permukaan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-51


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

atas dari dasar (pedestal) landasan beton harus memperoleh penyelesaian


permukaan Kelas 2.

c. Bangunan Atas • Lantai Balok dan Pelat

Sisi bawah dari lantai di antara balok-balok, dan muka vertikal dari balok
kecuali muka luar dari balok luar harus mendapat penyelesaian permukaan
Kelas 1. Muka luar dan sisi bawah dari balok, pinggir dan sisi bawah pelat lantai
kantilever, muka dalam dan luar dari kereb dan permukaan atas dari kereb
harus menerima penyelesaian permukaan Kelas 2.

• Gelegar Box

Permukaan dalam dari badan, lantai dan dek gelegar box harus mendapat
penyelesaian permukaan Kelas 1. Semua permukaan luar dari gelegar box,
termasuk kereb dan tidak termasuk permukaan lantai, harus menerima
penyelesaian permukaan Kelas 2.

• Di atas Lantai

Semua permukaan di atas kereb harus menerima penyelesaian permukaan


Kelas 3. Tiang akhir harus menerima penyelesaian permukaan Kelas 3. Unit
parapet pracetak dan beton dicor di tempat yang berhubungan harus mendapat
penyelesaian Kelas 3.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-52


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

d. Beton Pracetak Unit crown pracetak harus diberi penyelesaian Kelas 1. Unit parapet pracetak
harus diberi penyelesaian Kelas 3. Unit pracetak lain selain yang disebut di atas
harus menerima penyelesaian Kelas 2. Semua unit pracetak harus menerima
penyelesaian ini dalam jangka waktu empat puluh delapan jam setelah acuan
dibongkar.

8 Pekerjaan Pemasangan • Pemasangan Gelegar


Struktur Baja
• Pemasangan Rangka (Trus Erection)

• Perkuatan melintang (Cross-Bracing)

9 Pekerjaan Penyelesaian Penyelesaian akhir termasuk pekerjaan pinggir (edging), sambungan,


Akhir penghalusan (floating), perataan (trowelling), dan penyapuan. Kegiatan ini tidak
boleh dimulai sebelum pengerasan awal berlangsung, yang ditandai oleh
hilangnya air permukaan bebas dan hilangnya kilap (sheen) permukaan. Dalam
kondisi banyak angin, mungkin perlu menutup retak pada permukaan dengan

penyelesaian kembali. Semen tidak boleh dipakai untuk menyerap air permukaan
karena ini dapat berakibat permukaan lemah, atau permukaan berbubuk.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-53


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

10 Pekerjaan Bagian – bagian baja disambungkan pada tempatnya apakah dengan baut
Penyambungan di berkekuatan tinggi (high strength friction grip) atau dengan pengelasan di
lapangan lapangan. Penggunaan sistem pengelasan dilapangan memerlukan tersedianya
operator las yang terlatih. Baut berkekuatan tinggi dapat diklasifikasikan atas dua
tipe “friction grip” dengan tanpa geseran dan tipe “bearing” dimana suatu geseran
awal diperkenankan

11 Pekerjaan Pagar (Railings) a. Pagar Baja Pemasangan pagar baja yang panjang, menerus tanpa sambungan pemuaian
Dan Pembatas (Barriers) kadang menyebabkan kesulitan dalam mempertahankan profil yang benar karena
perubahan temperatur. Dalam keadaan itu sambungan – pemuaian harus tidak
lebih daripada kira – kira 45 m dari pusat ke pusat.

b. Pagar Aluminium Pemasangan pagar aluminium serupa dengan pemasangan pagar baja dengan
perbedaan hanya pada tindakan pencegahan tambahan terhadap aluminium
harus dilindungi secara efektif dari beberapa perlengkapan tetap (fixture) baja
seperti bantalan baut untuk mencegah aktivitas galvanisasi, pita plastik, pipa
(sleeve) dan ring (washer)

c. Pagar dan
Pagar ini dicetak sebagai bagia dari ujung tembok sedada (parapet), bila ada
Pembatas
tambahan pagar metal bagian atas diperlukan atau mungkin untuk membentuk
Beton

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-54


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

pembatas pada suatu trotoar bagian dalam, dan dapat juga digunakan sebagai
median baik untuk jembatan maupun jalan raya .

12 Pekerjaan Sub Grade Persiapan tanah dasar berada pada lapis timbunan terakhir atau pada galian.
(Persiapan Tanah Dasar) Tanah dasar merupakan bagian pekerjaan yang disiapkan untuk lapis pondasi
(bisa pondasi bawah, sub base). Sub grade harus selebar badan jalan termasuk
bahu jalan.

Pekerjaan penyiapan tanah dasar (sub grade) dilaksanakan setelah pekerjaan


saluran gorong-gorong, pipa drainase yang berada dibawahnya selesai
dikerjakan. Bila tanah dasar berada didaerah galain, permukaan galain harus
dibentuk sesuai dengan penampangnya dan dipadatkan. Jika tanah dasar berada
di daerah timbunan, maka tanah dasar adalah lapis terakhir dari proses timbunan
dan harus dipotong sesuai dengan bentuk penampang jalan dan dipadatkan.

Permukaan tanah dasar harus dipadatkan hingga 100%, sedangkan untuk yang
berada pada timbunan dengan elevasi kurang dari 20 cm, pemadatannya sampai
95%.

Pekerjaan persiapan tanah dasar, tahapannya adalah sebagai berikut :

• Marking tiap 50 m di centerline rencana jalan dan harus di cek posisinya secara
periodik.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-55


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Ditches, drains dan outlet untuk drainase disisi kiri dan kanan sepanjang
konstruksi subgrade harus dibuat dan dijaga untuk melindungi tanah dasar dari
kerusakan karena air permukaan/hujan.

• Pemotongan hingga permukaan sesuai elevasi dan bentuk penampang jalan.

• Pemadatan tanah dasar menggunakan Vibro Roller hingga mencapai


kepadatan sesuai spesifikasi.

13 Pekerjaan Sub Base Course Didalam konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement), lapisan sub base bisa
(Lapis Pondasi Bawah) hanya ada satu bisa ada dua lapis, untuk yang menggunakan dua lapis bisa
disebut dengan Lapis Agregat Base A dan Lapis Agregat Base B.

Langkah-langkah Pekerjaan Sub base antara lain adalah sebagai berikut :

• Pada permukaan subgrade yang telah siap, dipasang patok batas subbase,
berpedoman dari patok As.

• Material yang telah disiapkan untuk lapisan sub base, diangkut dengan Dump
Truck dan ditumpahkan sepanjang jalan.

• Satu tumpahan Dump Truck mewakili daerah seluas yang diperhitungkan. Bila
material untuk perkerasan bahu jalan tidak sama dengan material subbase,
maka material bahu jalan di drop lebih dahulu.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-56


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

• Material subbase dihampar/diratakan dengan menggunakan Motor Grader


dengan cara menyetel ketinggian dan kemiringan bladenya sesuai yang
diperlukan dalam gambar design.

• Matetrial sub base yang telah diratakan dengan Motor Grader, diperiksa
ketinggiannya/kerataannya (bila ada yang kurang atau lebih dapat diselesaikan
dengan tenaga orang). Segera diikuti dengan pekerjaan pemadatan dengan
Vibro Roller.

• Pemadatan pertama, sekaligus dipakai sebagai percobaan pemadatan untuk


dapat memperoleh data, berapa lintasan yang diperlukan agar mencapai
tingkat kepadatan yang disyaratkan, dan berapa % faktor pemadatan yang
terjadi dari material lose (lepas) menjadi material padat. Data ini nantinya
dipergunakan sebagai pedoman dalam pekerjaan sub base seterusnya.

• Pada saat penghamparan dan pemadatan harus diperhatikan kadar air


optimumnya.

• Untuk mencapai keseragaman kepadatan, terutama pada batas-batas jalur


pemadatan, maka pemadatan satu jalur dengan jalur sebelahnya harus
dilakukan overlaping selebar kurang lebih 15 cm.

Material yang biasa digunakan untuk Sub Base adalah :

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-57


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Cement Treated Base (CTB), bahan campuran yang terdiri dari aggregat halus
dan kasar, semen dan air. Kadar air yang digunakan sangat minim sehingga
menghasilkan beton dengan slump nol.

CTB ini walaupun wujudnya adalah beton, bukan merupakan perkerasan kaku
(rigid pavement), tetapi merupakan mengembangan dari soil cement, yang
biasanya digunakan untuk sub base atau base pada jalan flexible pavement.
Penggunaan CTB sebagai sub base atau base course, mempunyai kelebihan-
kelebihan dibandingkan dengan aggregat biasa, maupun struktur beton biasa.

Soil Cement, pada umumnya bahan yang banyak digunakan untuk lapisan
subbase atau base pada struktur jalan, adalah aggregate. Tetapi pada daerah
tertentu dimana aggregate sulit diperoleh atau terpaksa harus didatangkan dari
tempat lain yang jauh, sehingga perlu biaya yang sangat mahal, maka perlu dicari
bahan alternatif yang lain. Salah satu alternatif yang sering dipilih untuk digunakan
sebagai bahan lapisan subbase maupun base adalah “Soil Cement “.

14 Pekerjaan Base Course (Lapis Pekerjaan lapisan base ini dilaksanakan berdasarkan data yang diperoleh dari
Pondasi) percobaan penghamparan dan pemadatan. Dengan data yang diperoleh dalam
proses percobaan pemadatan yang telah ditetapkan sebagai pedoman, maka
proses penghamparan untuk lapisan base ini, dilaksanakan sama dengan proses
pemadatan pada percobaan.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-58


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Jenis perkerasan yang digunakan untuk lapis base ini biasanya berupa campuran
beraspal (Asphalt Treated Base, ATB). Jenis ini menggunakan sistem campuran
panas (hot mix). Untuk mendukung sistem pengerjaannya, harus disediakan alat
komunikasi antara tempat penghamparan hot mix dengan AMP (HT, radio dan
lain-lain), hal ini adalah untuk memastikan sistem kontrol pada suhu campuran,
jangan sampai terjadi proses menunggu, sehingga menyebabkan suhu campuran
akan turun dan suhu pemadatan dibawah yang disyaratkan dalam spesifikasi.
Penghamparan hot mix, tidak boleh dilakukan pada waktu hujan, karena akan
mengurangi mutu dari campuran beraspal yang dihasilkan.

15 Pekerjaan Surface Course Material surface dibuat dari aspal beton, hanya ukuran aggregatenya lebih halus
(Lapis Pemukaan) dan voidnya lebih kecil karena berfungsi sebagai lapisan kedap air juga. Lapis
permukaan ini bisa hanya terdiri dari satu lapis atau dua lapis. Untuk dua lapis,
lapis yang bawah biasa disebut dengan Binder Course (AC-BC) dan untuk lapis
yang paling atas biasa disebut dengan Wearing Course (AC-WC).

16 Pekerjaan Tes Sampling Test terhadap sampel hotmix hasil pekerjaan, dilakukan baik di AMP maupun
yang telah dipadatkan dilapangan. Di unit AMP setiap hari produksi, selalu diambil
sampelnya untuk ditest dilaboratorium.

Dilapangan, hotmix yang telah dipadatkan juga ditest dengan cara diambil
sampelnya menggunakan core drill, untuk setiap jarak 50 meter atau ditetapkan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-59


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

dalam persyaratan. Sampel yang diambil, ditest kepadatannya dan juga lainnya
sesuai persyaratan. Biasanya sampel core drill juga diukur ketebalannya dari
lapisan yang diambil.

17 Pekerjaan Bahu Ditepi jalan (bahu jalan), biasanya juga dipadatkan dengan lapisan subbase.

• Pekerjaan bahu dimulai dengan pengembalian kondisi/lebar bahu sesuai


dengan gambar rencana, biasanya dilakukan clearing.

• Ditepi perkerasan, ditumpuk material untuk bahu jalan. Jarak tumpukan


dihitung seperti tumpukan material subbase.

• Tumpukan material untuk bahu jalan ditebar dan diratakan dengan Motor
Grader dengan cara menyerongkan bladenya/pisaunya. Kemudian diikuti
dengan pemadatan menggunakan Mini Vibro Roller.

18 Pekerjaan Marka Untuk pekerjaan yang kecil, marking (dengan cat) dapat dikerjakan tenaga orang
dengan cara menggunakan mal dari lembaran karet atau karton.

Untuk pekerjaan marking (marka) yang cukup banyak, biasanya digunakan alat
yang dipasang pada mobil. Untuk mengoperasilkan alat ini, perlu guide line yang
dikuti oleh mobil. Alat tersebut dapat disetel untuk membuat marka jalan yang
putus-putus maupun yang menerus,

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-60


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

No Jenis Pekerjaan Bagian Pekerjaan Keterangan / Uraian

Pelaksanaan dengan alat yang dipasang di mobil dapat diselesaikan dengan


kecepatan 10 km/jam. Marka jalan ini biasanya menggunakan cat khusus, yang
lebih tahan terhadap geseran. Sebelum pekerjaan marka dilaksanakan,
permukaan aspal harus dibuat bersih dan kering, dengan menggunakan
compressor.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-61


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.5. Monitoring Kemajuan Pekerjaan

Konsultan akan mengevaluasi rencana kerja (Schedule) Kontraktor untuk


disesuaikan terhadap factor - faktor yang mempengaruhinya seperti waktu yang
tersedia, kondisi cuaca, ketersediaan peralatan, tenaga kerja dan material.

Melakukan monitoring dan pengecekan perlu dilakukan secara terus menerus


sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan termasuk keterlambatan pencapaian target
fisik, serta usaha - usaha penanggulangan dan tindakan yang diperlukan dengan terlebih
dahulu berkonsultasi dengan Kepala SKPD BM.

Pada umumnya monitoring dilakukan berpedoman kepada Kurva – S yang dibuat


untuk mengetahui posisi kemajuan/progres pekerjaan dibandingkan dengan target
rencana yang telah disepakati sebagai tolak ukur “behind or ahead schedule”.

3.9.4.6. Program Pengendalian BMW (Biaya, Mutu & Waktu)

a. Pengendalian Biaya (BOQ)

Dengan sistem Kontraktor Utama maka harga konstruksi bersifat lump sump, tidak
terikat pada Daftar Volume (Bill of Quantity – BOQ) melainkan ‘yang tertera /
tercantum’ di dalam Dokumen Perencanaan (Gambar dan Spesifikasi). Adanya
selisih antara jumlah volume dan kedua dokumen di atas menjadi tanggung jawab
internal pelaksana pekerjaan untuk mengendalikan biaya tambahan yang
ditimbulkannya.

Kemungkinan perubahan harga konstruksi yang menjadi beban Pemberi Tugas


terjadi karena beberapa faktor antara lain :

• Eskalasi harga beberapa butir pekerjaan tertentu seperti pekerjaan beton yang
dikaitkan dengan fluktuasi harga besi dan semen
• Pekerjaan tertentu yang volumenya dinyatakan sebagai (profesional) oleh
pertimbangan khusus. Misal pekerjaan pondasi yang sangat tergantung kondisi
tanah, sebenarnya bukan berdasarkan hasil tes random semata
• Peningkatan biaya Overhead Pelaksana Pekerjaan (di dalam Bill dari Bill of
Quantity) untuk menutupi perpanjangan waktu pelaksanaan yang disebabkan
pekerjaan tambah kurang

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-62


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

• Beberapa faktor lain yang tentunya terdapat dalam dokumen kontrak / rencana
kerja dan syarat - syarat (RKS) seperti masalah ‘force major’ yang tak terduga /
darurat.
Pengendalian tambahan biaya oleh faktor pada butir 1) (eskalasi harga) biasanya
cukup mengacu pada aturan pemerintah yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan
tentang eskalasi harga bagi proyek - proyek pemerintah. Pengendalian tambahan
biaya oleh faktor yang dilakukan melalui proses ‘negosiasi’ antara Pemberi Tugas
dan Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan dengan mengacu Rencana Kerja dan
Syarat - Syarat (RKS) dalam dokumen kontrak.

b. Pengendalian Mutu

Program jaminan dan tindakan pengendalian kualitas meliputi hal - hal :

• Pengendalian Dokumen yang berhubungan dengan :

a) Pendistribusian dokumen dengan cepat dan tepat kepada pihak yang


berkepentingan termasuk pengendalian mengenai berbagai macam dokumen
baik asli maupun revisinya sehingga penggunaan dokumen yang salah dapat
dicegah
b) Pengidentifikasian seluruh status dokumen termasuk status revisi, distribusi
dan kondisi dokumen yang salah
c) Penyimpanan (filling system) seluruh dokumen pengendalian kualitas seperti
dokumen perencanaan, testing, manufacturing instalasi, konstruksi, prosedur,
manual, gambar dan dokumen petunjuk jaminan kualitas.
• Pengendalian Perencanaan Proses pengendalian perencanaan berupa :

a) Evaluasi, analisis, rekomendasi, instruksi dan pengarahan yang menjamin


bahwa seluruh aktivitas pembangunan terencana dengan baik dan sistematis
b) Penjabaran yang tepat dari persyaratan - persyaratan, standard codes dan
sebagainya di dalam gambar, spesifikasi teknis, prosedur dan manual
c) Persyaratan dan jaminan bahwa seluruh proses perubahan perencanaan
mengikuti seluruh tahapan prosedur review dan persyaratan lain yang sama
seperti proses perencanaan awalnya
d) Sistem dan pengendalian bahwa hanya dokumen yang absah (valid) yang
digunakan.
• Pengendalian Pengadaan Bahan dan Peralatan terutama ditinjau dari segi waktu
pengadaan dan pemasangan terhadap seluruh jadwal pelaksanaan.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-63


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

Permasalahan Pengendalian Kualitas :

a) Gambar - gambar, spesifikasi teknis dan persyaratan perencanaan yang


berlaku
b) Peraturan standard dan ‘codes’ yang berlaku sesuai program jaminan kualitas
QA Program yang harus dipenuhi oleh pemasok
c) Data / catatan QA yang perlu dibuat dan dikendalikan oleh pemasok
d) Persyaratan khusus, persyaratan test dan inspeksi termasuk kriteria
penerimaan barang sesuai spesifikasi teknis
e) Persyaratan identifikasi barang dan peralatan
f) Persyaratan pengangkut, pengemasan dan pengiriman barang.

Pengendalian Pengujian dan Pengawasan (Inspeksi)

a) Program dan prosedur test dan inspeksi tersedia dan disusun dengan baik
b) Adanya personil untuk tugas tersebut yang berkualitas dan berpengalaman
cukup
c) Identifikasi dari seluruh aktivitas dan karakteristik yang akan diinspeksi
d) Penyusunan standar penerimaan dan kriteria penolakan sesuai spesifikasi
teknis
e) Uraian rinci mengenai metode inspeksi atau test yang harus dilaksanakan
f) Persyaratan kondisi peralatan ukur dan persyaratan lingkungan yang khusus
(kalibrasi alat, macam - macam kondisi, kondisi temperatur / tekanan udara
dan sebagainya)
g) Pelaksanaan tindak lanjut atas keputusan mengenai modifikasi, perbaikan
dan penggantian item barang / komponen sesuai hasil inspeksi dan pengujian.

Dengan selesainya proses pelelangan lengkap dengan penunjukan kontraktor


utama, maka secara kontraktual standar mutu dimaksud dalam dokumen
perencanaan (Gambar dan Spesifikasi) menjadi ‘valid’ terhadap batas waktu dan
harga konstruksi yang ditawarkan kontraktor utama. Dengan demikian program
pengendalian mutu dimaksudkan untuk mengamankan dokumen perencanaan
dalam penerapannya di lapangan. Namun tidak dapat dihindari dengan sistem
kontrak pemborongan yang lump sump dimana unsur spekulasi antara mutu dan
harga cukup besar menempatkan program pengendalian mutu kembali seperti
kondisi semula yang perlu didekati secara komprehensif dengan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-64


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

mempertimbangkan faktor waktu dan biaya. Dari sini terlihat benturan kepentingan
antara Konsultan Supervisi Konstruksi, Kontraktor dan sub - subnya.

Misal suatu hasil pengecoran beton yang terbukti keropos (honey comb) tidak
selalu harus langsung dibongkar dan dibangun kembali melainkan dicoba alternatif
lain yang tidak meminta tambahan waktu misalnya dengan injeksi (grouting) bahan
plasticizer tetapi hasilnya harus diuji kembali.

Telah lazim dimaklumi bahwa kualitas mutu pekerjaan di lapangan tidak


tergantung kemampuan teknis kontraktor semata melainkan juga pada kondisi
perencanaan misalnya suatu detail perencanaan yang rumit yang berada di luar
standard kemampuan teknis kontraktor. Hal serupa terjadi pada pemilihan bahan
lokal sebagai satu - satunya pilihan yang biasanya tidak memuaskan. Perubahan
perencanaan juga merupakan faktor lain yang mempengaruhi mutu pekerjaan di
lapangan karena mengakibatkan pekerjaan bongkar pasang selain juga
menurunnya mental para pekerja untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Idealnya
program pengendalian mutu direncanakan secara terpadu, mulai saat
perencanaan, pelelangan, pelaksanaan bahkan sampai masa perawatan, suatu
sistem yang lebih dikenal sebagai Quality Assurance memberi kesempatan
adanya umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan proses sebelumnya.

c. Pengendalian Waktu

Berdasarkan waktu yang ditentukan Pemberi Tugas untuk pelaksanaan pekerjaan


maka dibuatkan ‘Master Construction Schedule’ mencakup keseluruhan pekerjaan
yang ditawarkan dalam satu paket Kontraktor Utama. Master Construction Schedule
dibuat dalam bentuk ‘barchart’ kecuali untuk kepentingan praktis seperti pembuatan
jadwal penempatan personil dan lain - lain. Konsultan sengaja tidak membuat CPM
(Capital Path Method) selain tidak disyaratkan juga terlalu riskan bila hal ini tidak
match dengan jadwal kontraktor karena bagaimanapun baiknya sebuah Network
Planning harus diuji oleh kontraktor sebagai pelaku konstruksi yang dominan.
Berdasarkan ‘Master Construction Schedule’ yang dapat berupa jadwal rinci setiap :

a) Bangunan atau fasilitas fisik,


b) Disiplin / paket pekerjaan,
c) Kegiatan tertentu (misal proses pelelangan)
Untuk keperluan monitoring dan pengendalian proyek secara total dapat pula
diuraikan lebih lanjut dalam bentuk :

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-65


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

1) Daftar aktivitas kritis,


2) Jadwal aktivitas per periode tertentu (bulanan, mingguan dan sebagainya).

Konsultan menggunakan Microsoft Project dan hardware yang diperlukan untuk


pengendalian waktu. Dalam hal terjadi perubahan baik perlambatan atau percepatan,
dilakukan beberapa penyesuaian (updating) dari program - program antara lain
penyesuaian jalur kritis dengan jalur lainnya yang tidak kritis sehingga record
keseluruhan akhir waktu aktivitas tetap sama seperti rencana semula. Secara ringkas
tindakan yang diambil bila terjadi kelambatan penyelesaian suatu pekerjaan adalah :

a) Meneliti sebab kelambatan,


b) Meningkatkan tenaga kerja (baik keahlian maupun jam kerjanya),
c) Proses kebutuhan harus dipercepat,
d) Merevisi jadwal pelaksanaan,
e) Mempertimbangkan / mencoba usulan yang lebih baik yang disepakati bersama.
f) Pembahasan bersama dengan penyelenggara proyek dilakukan melalui Rapat
Lapangan maupun Rapat Kordinasi.

3.9.4.7. Rapat Lapangan dan Rapat Koordinasi

Rapat Lapangan adalah membahas mengenai persoalan - persoalan yang timbul


sehubungan dengan pekerjaan misalnya seperti jadwal testing, inspeksi / survey
lapangan dan lain sebagainya. Demikian pula apabila timbul masalah dengan hasil test
yang tidak memenuhi syarat, maka perlu didiskusikan tentang bagaimana mengatasinya
atau perbaikan apa yang perlu dilakukan.

Selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan secara berkala seminggu sekali


diadakan Rapat Lapangan kecuali ditentukan lain. Rapat Lapangan dihadiri oleh:

a) Pemberi Tugas,
b) Konsultan Supervisi,
c) Konsultan Menejemen Konstruksi,
d) Pelaksana Pekerjaan,
e) Pihak Lain yang ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan pekerjaan.
Keputusan dalam rapat lapangan dituangkan / dicatat dalam berita acara / risalah rapat
lapangan yang disusun oleh Konsultan Menejemen Konstruksi. Keputusan ini sifatnya
mengikat dan dalam waktu 2 (dua) hari setelah rapat lapangan dimaksud harus sudah
disampaikan kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan yaitu,

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-66


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

a) Pemberi Tugas,
b) Konsultan Perencana / Pengawas,
c) Pelaksana Pekerjaan,
d) Pihak Lain yang ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan pekerjaan.

Dalam rapat lapangan berikutnya selalu dipantau sampai sejauh mana


keputusan tersebut di atas telah dilaksanakan. Biaya rapat sepenuhnya ditanggung oleh
pelaksana.

Rapat Koordinasi adalah untuk membahas masalah yang timbul berkaitan


dengan rencana kerja dalam pelaksanaan, sasaran proyek dan program kerja. Ditinjau
dari obyek permasalahan, rapat koordinasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis rapat
yaitu :

a) Rapat Menejemen
b) Rapat Teknis.

Setiap rapat koordinasi Konsultan Menejemen Konstruksi membuat risalah rapat


sebagai pegangan kerja bagi semua pihak yang terlibat. Yang ikut dalam rapat
koordinasi adalah :

a) Pemberi Tugas.
b) Konsultan Pengawas.
c) Pelaksana (Kontraktor).
d) Supplier / pihak terkait yang dapat memberikan penyelesaian yang dibutuhkan.

3.9.4.8. Administrasi

Seperti halnya pekerjaan pengawasan, pekerjaan administrasi harus


diselenggarakan dengan tertib, karena prosedur administrasi ini sangat penting artinya
didalam mendapatkan catatan - catatan secara tertulis mengenai pekerjaan yang
sedang dilaksanakan. Dalam kaitan ini, Team Supervisi berkewajiban untuk membuat
Seluruh prosedur pekerjaan fisik mengikuti dan mempunyai catatan - catatan baik pada
saat pengajuan pekerjaan oleh Kontraktor (Request of Work), catatan - catatan hasil
pengawasan baik secara visual di lapangan maupun hasil test laboratorium, termasuk
juga perhitungan quantitas hasil pekerjaan sebagai bahan pembayaran, dimana catatan
- catatan ini harus disimpan dan di–file-kan dengan tertib. Surat - menyurat dengan
Kontraktor ataupun dengan Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan
Nasional Provinsi Maluku baik yang menyangkut administrasi biasa maupun

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-67


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

administrasi teknis akan diselenggarakan dengan baik dan tertib sesuai dengan
ketentuan didalam dokumen kontrak.

a. Perintah Perubahan (Change Orders)

Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan adanya perubahan desain sampai


dengan penerbitan Addenda akibat dari perubahan tersebut.

Pembuatan Contract Change Order (Perintah Perubahan Kontrak) akan disiapkan


dan dibuat sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi yang dilengkapi dengan
alasan - alasan dan argumentasi dilakukan perubahan, perhitungan - perhitungan,
sket / gambar -gambar, dan usulan mengenai perpanjangan waktu (apabila
diperlukan) yang berkaitan dengan perubahan tersebut. Seluruh dokumen kontrak,
gambar - gambar hasil survei, gambar desain / redesain serta gambar - gambar kerja
dan gambar terlaksana, catatan - catatan hasil pekerjaan pengawasan, test
laboratorium, akan disimpan secara rapi di kantor Team Supervisi dan dapat dilihat /
diperlukan setiap saat. Setiap klaim yang diajukan oleh Kontraktor, seperti
permintaan perpanjangan waktu pelaksanaan, permintaan pembayaran atas hasil
pekerjaan akan selalu dipelajari dan dicek terhadap hasil monitoring pekerjaan, serta
didiskusikan terlebih dahulu sebelum diambil keputusan. Saran - saran teknis,
rekomendasi, serta alternative - alternatif terhadap pemecahan setiap masalah yang
timbul, akan selalu diberikan oleh team Supervisi kepada Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku baik secara lisan
maupun tertulis.

b. Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Certificates)

Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap tagihan pembayaran oleh Kontraktor melalui


sertifikat pembayaran bulanan (Monthly Certificates) kemudian menanda -
tanganinya. Pengajuan Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate) oleh Kontraktor
akan dicocokkan dan dipelajari dengan melihat catatan - catatan harian Inspector
lapangan dan hasil pengukuran dan perhitungan bersama (joint measurement).

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-68


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

BAGAN ALIR
PENGAJUAN PEMBAYARAN OLEH
KONTRAKTOR

Gambar 3.1. Bagan Alir Pengajuan Pembayaran oleh Kontraktor

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-69


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.9 . Pengukuran Kuantitas & Pembayaran

Pengukuran kuantitas dilakukan sesuai spesifikasi terhadap setiap pekerjaan yang telah
selesai dikerjakan dengan telah memenuhi standar kualitas yang ditentukan untuk
diberikan pembayaran.

Kontraktor harus menyiapkan tambahan informasi yang diperlukan antara lain titik-titik
referensi untuk membantu “staking out” berupa bench mark dan sebagainya. Penentuan
titik-titik tersebut akan diawasi dan dicek dengan teliti.

Dalam hal pembayaran yang diberikan secara berangsur, maka survey terhadap
pekerjaan yang telah diselesaikan akan dilakukan oleh Kontraktor dibawah pengawasan
tim supervisi.

3.9.4.10. Pengelolaan Aspek Lingkungan

Dalam Peraturan Menteri PU No. 69/PRT/1995 tentang Pedoman Teknis AMDAL


Proyek Bidang PU, diperlukan pertimbangan lingkungan dalam setiap tahap siklus
proyek.

Kegiatan ini akan meliputi penjabaran Rencana Pengelolaan dan Pemantauan


Lingkungan kedalam pelaksanaan pekerjaan dan secara terus menerus dilakukan
monitoring dan evaluasi pengaruh pelaksanaan konstruksi terhadap kondisi lingkungan
didalam lokasi dan sekitar proyek.

Di dalam pekerjaan campuran beraspal harus memperhatikan dan menjaga


kelestarian lingkungan di sekitar lokasi kerja. Persyaratan mengenai dampak lingkungan
diuraikan dalam Standar tersendiri. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara
lain adalah sebagai berikut :

a) Pada saat menetapkan lokasi pendirian unit produksi campuran beraspal (AMP) dan
unit produksi batu (stone crusher) harus telah melaksanakan studi kelayakan
AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan), UKL (Upaya Kelola Lingkungan),
dan UPL (Upaya Penataan Lingkungan), dan telah disetujui oleh instansi yang
berwenang.

b) Selama proses produksi polusi udara dan kebisingan yang terjadi harus berada di
bawah ambang batas yang disyaratkan. Polusi udara dapat di cegah dengan
mengoperasikan pengumpul debu (dust collector) sesuai persyaratan. Limbah dari

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-70


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

pengumpul debu jenis basah (wet scrubber dust collector) harus ditampung dalam
kolam penampungan.

c) Limbah - limbah lain yang berbahaya harus ditempatkan pada lokasi yang aman
sedemikian rupa sehingga tidak mencemari lingkungan.

d) Pada saat pekerjaan selesai dan lokasi kerja akan ditutup, maka daerah bekas
lokasi kerja tersebut harus dikembalikan ke fungsinya semula, seperti misalnya
kembali menjadi daerah tegalan.

e) Persyaratan - persyaratan yang harus dipenuhi tercantum dalam Keputusan Menteri


(KEPMEN) tentang tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan dan
pengumpulan limbah bahan berbahaya dan beracun, KEPMEN tentang indeks
standar pencemaran udara, dan KEPMEN tentang tingkat kebisingan.

3.9.4.11. Penyerahan Pekerjaan Konstruksi (Provisional Hand Over, PHO)

Pada akhir dari pekerjaan konstruksi, maka kontraktor akan mengajukan


permintaan PHO (Provisional Hand Over) kepada Kepala Satuan Kerja Perencanaan
dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku. Keterlibatan Team Supervisi dalam
hal ini adalah membantu memberikan penjelasan-penjelasan teknis mengenai
pekerjaan, saran - saran teknis, informasi mengenai test laboratorium, kuantitas
pekerjaan, gambar - gambar desain / revisi desain, dan lain - lain. Disamping itu, Team
Supervisi juga akan membuat usulan pekerjaan-pekerjaan yang perlu diperbaiki oleh
Kontraktor dalam bentuk daftar kerusakan yang masih menjadi tanggung jawab
Kontraktor selama periode pemeliharaan atau biasa disebut "Defect and Defeciancies"
dan penyerahan berkas - berkas teknis dan administrasi kepada Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Maluku.

Adapun dokumen - dokumen yang harus ada pada saat serah terima pekerjaan
sementara antara lain adalah seperti tertera pada Tabel pada halaman berikut.

Tabel 3.2 : Kelengkapan Dokumen Administrasi yang Harus Ada pada Saat PHO

NO. URAIAN
DASAR HUKUM PEMERIKSAAN
1. Berita Acara Serah Terima Sementara (PHO)
I
2. Surat Perjanjian Pemborongan dan Lampiran
3. Contract of Change (CCO) jika ada

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-71


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

NO. URAIAN
4. Addendum jika ada

5. Surat Penugasan Direksi Pihak Konsultan kepada Site Engineer dalam hal PHO

6. Pengajuan Serah Terima Sementara (PHO), dari :


- Kontraktor
- Konsultan
- Dari proyek ke Panitia
7. SK Pembentukan Panitia PHO / FHO
DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN FISIK
1. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
2. Berita Acara Serah Terima Lahan
II 3. Gambar Konstruksi
- Gambar Rencana / Design Drawing
- Gambar Kerja / Shop Drawing
- Gambar Terlaksana / As Built Drawing
KELENGKAPAN ADMINISTRASI KERJA
1. Contactor’s All Risk
2. Jaminan Pelaksanaan Awal
3. Jaminan Pelaksanaan Addendum

4. Jamsostek
III
5. Jaminan Uang Muka
6. Sertifikat :
- MC
- Laporan Quantity Control
- Laporan Quality Control
DOKUMEN PELENGKAP
1. Struktur Organisasi Kontraktor Masa Pelaksanaan
2. Laporan Harian dan Mingguan
3. Laporan Mingguan, Bulanan, dan Triwulan
IV
4. Laporan Teknis
5. Laporan Pengujian Mutu
6. Jadwal Rencana Kerja (S-Curve)
7. Foto Dokumentasi (0%, 50%, 100%)

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-72


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
URAIAN PENDEKATAN DAN
METODOLOGI
BAB 3

3.9.4.12. Penyusunan Program Pemeliharaan

Program pemeliharaan perlu disusun untuk dijadikan pedoman bagi Pemberi


Tugas dalam melakukan pemeliharaan fisik agar proyek ini dapat dimanfaatkan sesuai
umur rencananya. Konsultan akan menyusun program pemeliharaan ini dengan
dilengkapi data teknis yang diperlukan termasuk hal - hal yang perlu dilakukan
Kontraktor selama masa pemeliharaan (warranty period).

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 3-73


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4

BAB 4
PENUGASAN PERSONIL

4.1. Penugasan dan Tanggung Jawab Personil

4.1.1. Tugas dan Tanggung Jawab Personil

Pada pekerjaan ini personil yang dibutuhkan adalah seperti tertera dalam tabel berikut
ini :

Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan dalam Pelaksanaan Pekerjaan

TIM I

Kualifikasi
Jumlah Orang
No Posisi
Tenaga Bulan
Pendidikan Keahlian Pengalaman

Tenaga Ahli

Ahli Madya
S1 - Teknik Pengawasan
1 Site Engineer 4 Thn 1 12
Sipil Jalan dan
Jembatan

Ahli Madya
S1 - Teknik Pengawasan
2 Quality Engineer 3 Thn 1 11
Sipil Jalan dan
Jembatan

Asisten Tenaga Ahli

1 Inspector S1 / STM - 0 / 3 Thn 3 31

2 Surveyor S1 / STM - 0 / 3 Thn 2 14

Teknisi
3 S1 / STM - 0 / 3 Thn 2 13
Laboratorium

Staff Pendukung

Operator
1 - - - 1 12
Komputer

Adapun tugas dan tanggung jawabnya untuk masing-masing posisi adalah sebagai
berikut :

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
4.2. Tenaga Ahli
4.2.1. Ketua Tim / Site Engineer

Mempunyai sertifikat Ahli Madya Pengawasan Jalan dan Jembatan yang


dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembangan
Jasa Konstruksi (LPJK).

Site Engineer disyaratkan seorang sarjana S1 yang telah lulus dari suatu
perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta yang telah disamakan atau
perguruan tinggi internasional yang diakui, untuk perguruan tinggi swasta yang belum
disamakan, harus telah lulus ujian Negara. Site Engineer disyaratkan berpengalaman
dalam melaksanakan pekerjaan selama 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah
mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai
ketua tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegitan
anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan
dinyatakan selesai.

Tugas-tugas Site Engineer akan meliputi, namun tidak terbatas pada hal-hal
yang tersebut di bawah ini :

1. Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua pengukuran / rekayasa


lapangan yang dilakukan Kontraktor sehingga dapat memudahkan Pejabat
Pembuat Komitmen mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan,
termasuk untuk pekerjaan pengembalian kondisi dan pekerjaan minor
mendahului pekerjaan utama serta rekayasa terperinci lainnya.

2. Melakukan pengawasan secara teratur dan memeriksa pekerjaan pada


semua lokasi di lapangan dimana pekerjaan konstruksi sedang dilaksanakan
serta memberi penjelasan tertulis kepada Kontrak tor mengenai apa yang
sebenarnya dituntut dalam pekerjaan tersebut, bila dalam kontrak hanya
dinyatakan secara umum.

3. Mengupayakan bahwa kontraktor memahami dokumen Kontrak secara benar,


melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi serta gambar-
gambar, dan kontraktor menerapkan teknik pelaksanaan konstruksi yang
tepat / cocok dengan keadaan lapangan untuk berbagai macam kegiatan
pekerjaan.

4. Membuat rekomendasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen pekerjaan fisik


untuk menerima ataumenolak pekerjaan dan material.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
5. Mencatat kemajuan setiap hari yang dicapai kontraktor pada lembar kemajuan
pekerjaan (progress schedule) yang telah disetujui.

6. Memonitor secara seksama kemajuan dari semua pekerjaan dan


melaporkannya segera / tepat waktubila kemajuan pekerjaan terlambat
sebagaimana tercantum pada buka Spesikasi Umum dan hal itu benar-benar
berpengaruh terhadap jadual penyelesaian yang direncanakan. Dalam hal
demikian, maka Ketua Tim / Site Engineer juga membuat rekomendasi secara
tertulis bagaimanacaranya untuk mengejar keterlambatan tersebut.

7. Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasilpengukuran setiap pekerjaan


yang telah selesai yangdisampaikan oleh Quantity Engineer / Chief Inspector.

8. Menjamin bahwa sebelum kontraktor diijinkan untuk melaksanakan pekerjaan


berikutnya, makapekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang akan tertutup atau
menjadi tidak tampak harus sudah diperiksa / diuji dan sudah memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Kontrak.

9. Memberi rekomendasi kepada Satker P2JN Maluku menyangkut mutu dan


jumlah pekerjaan yang telah selesai dan memeriksa kebenaran dari setiap
sertifikat pembayaran bulanan kontraktor.

10. Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang benar untuk bahan Satker
P2JN Maluku pada setiap lokasi akan memerintah kanperubahan pekerjaan.

11. Mengawasi dan memeriksa pembuatan Gambar Sebenarnya Terbangun /


Terpasang (as built drawing) dan mengupayakan agar semua gambar
tersebut dapat diselesaikan sebelum Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO).

12. Memeriksa dengan teliti / seksama setiap gambar-gambar kerja dan analisa /
perhitungan-perhitungan konstruksinya dan kuantitasnya, yang dibuat oleh
kontraktor sebelum pelaksanaan.

13. Menyusun / memelihara arsip korespondensi kegiatan, laporan harian,


laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambar-gambar
lainnya.

14. Membuat laporan-laporan seperti tersebut pada bagian 11 Kerangka Acuan


Kerja ini, mengenai kemajuan fisik dan keuangan proyek yang ada dibawah
wewenangnya dan menyerahkan kepada Satker P2JN Maluku serta instansi lain
yang terkait tepat pada waktunya.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-3


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4

4.2.2. Tenaga Ahli Chief Inspector / Quality Engineer

Mempunyai sertifikat Ahli MadyacPengawasan Jalan dan Jembatan yang


dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi (LPJK) yang telah lulus dari suatu perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi
swasta yang telah disamakan atau perguruan tinggi internasional yang diakui. Untuk
perguruan tinggi swasta yang belum disamakan, harus telah lulus ujian Negara.

Ahli Kualitas diisyaratkan berpengalaman melaksanakan pekerjaan selama 3


tahun untuk tenaga ahli madya, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli
konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.

Tenaga Ahli tersebut tugas utamanya :

1. Bila dalam Dokumen Kontrak, Penyedia Pekerjaan konstruksi yang bersangkutan


harus mengadakanperalatan laboratorium, maka Quality Engineer harus
melakukan pengawasanyang seksama atas pemasangan, pengaturan dan
penempatan peralatan laboratorium lapangan kontraktor serta memantau alat-alat
pengujian sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, peralatan laboratorium yang ada
sudah siap dioperasikan.
2. Melaksanakan pengawasan dari hari ke hari atas semua pekerjaan pengujian yang
dikerjakan oleh kontraktor dan tenaga-tenaganya dalam rangka pengendalian
mutu material serta hasil pekerjaannya, dan memberitahukan dengan segera
secara tertulis kepada Ketua Tim / Site Engineer tentang kekurangan-kekurangan
yang dijumpai baikdalam prosedur pengujian yang dipakai maupun setiap cacat
yang terdapat pada material atau mutu pekerjaannya.
3. Menganalisa semua data hasil pengujian mutupekerjaan serta menyerahkan
kepada Ketua Tim / Site Engineer rekomendasi secara tertulis tentang disetujui
atau ditolaknya material dan hasil pekerjaan yang bersangkutan.
4. Mengawasi semua pelaksanaan pengujian dilapangan yang dilakukan oleh
Kontraktor, dan dapat memastikan bahwa jumlah core yang diambil itu atau lubang
uji yang dibuat tidak kurang dari syarat minimum yang ditetapkan spesifikasi,
sehingga cukup memungkinkan melakukan suatu evaluasi statistik untuk
mengukur / menghitung ketebalan lapisan perkerasan yang telah dilaksanakan.
5. Memeriksa semua material / bahan yang didatangkanke lokasi pekerjaan sehingga
sebelum material tersebut digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi.
6. Menyerahkan kepada Ketua Tim / Site Engineer sebelum tanggal 14 setiap bulan,

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-4


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
suatu risalah bulanan mengenai semua hasil pengujian yang diperoleh selama
bulan sebelumnya, untuk diserahkan oleh Ketua Tim / Site Engineer kepada
Pejabat Pembuat Komitmen pekerjaan fisik, Laporan tersebut berisikan semua
data laboratorium serta pengujian dilapangan berikut risalah / kesimpulan dari data
yang ada.
7. Memberikan panduan di lapangan bagi personilkontraktor mengenai metodologi
pengujian mutu bahan dan pekerjaan (jika diperlukan).

4.2.3. Inspektur Lapangan (Inspectors)

Personil yang disyaratkan adalah minimal STM berpengalaman melaksanakan


pekerjaan selama 3 (tiga) tahun atau sesuai dengan S1 pengelaman (nol) tahun.

Tugas dan kewajiban inspector adalah mencakup, tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut :

1. Bertanggung jawab kepada Site Engineer untuk mengawasi kualitas daripada


konstruksi dan memantau pekerjaan dilaksnakan sesuai dengan dokumen kontrak,
spesifikasi, gambar-gambar kerja yang disyahkan oleh Site Engineer.
2. Mengawasi semua pengambilan contoh material dan pengadaan transportasi ke
laboratorium untuk dites, setelah dites inspector harus menginformasikan kepada
kontraktor tentang hasil pengujian dan setiap perbaikan yang dibutuhkan.
3. Membuat catatan harian tentang aktfitas kontraktor secara tertulis terhadap,
penyimpangan-penyimpangan yang dialkukannya.
4. Mengambar kemajuan harian yang dicapai kontraktor pada grafik (chart) yang telah
disetujui.
5. Membantu Site Engineer dalam membuat laporan dan serah terima semebtara serta
pemeriksaan kualitas di lapangan.
6. Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (Kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain)
serta ketidak beresan dilapangan kepada Site Engineer.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-5


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
4.2.4. Surveyor

Personil yang disyaratkan adalah minimal STM berpengalaman melaksanakan


pekerjaan selama 3 (tiga) tahun atau sesuai dengan S1 pengelaman (nol) tahun.

Tugas dan kewajiban Surveyor adalah mencakup, tetapi tidak terbatas hal-hal
sebagai berikut :

1. Bertanggung jawab terhadap semua pengukuran kuantitas dan pekerjaan


sementara serta membuat catatan untuk semua pengukuran, perhitungan kuantitas
dan sertifikasi pembayaran untuk memastikan kontraktor dibayar sesuai dengan
kontrak.
2. Mengawasi survey teknik lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dengan akurat telah mewakili kuantitas untuk pembayaran akhir (final).
3. Membantu dan berhubungan dengan tim supervise dalam semua hal yang
berhubungan dengan pengukuan kuantitas.
4. Meneyelesaikan atau memeriksa perhitungan kuantitas kontraktor.
5. Mencatat rencana kemjuan yang terbaru dan membantu Site Engineer dalam
penyerahan data fisik dan keuangan (finansial) pada waktu yang diperlukan.
6. Membuat laporan harian untuk kemajuan pekerjaan, terdiri dari cuaca matrial yang
dating (termasuk) perubahan bentuk dan ukuran dari pekerjaan, peralatan
dilapangan, kuantitas dan kejadian-kejadian khusus.
7. Membuat catatan lengkap dengan peralatan, tenaga kerja, dan material yang
digunakan atau mungkin akan menjadi pekerjaan tambahan (extra).
8. Membanti Site Engineer dalam melaksanakan dan melaporka serah terima
pekerjaan sementara (PHO)

4.2.5. Laboratorium Technician

Personil yang disyaratkan adalah minimal STM berpengalaman melaksanakan


pekerjaan selama 3 (tiga) tahun atau sesuai dengan S1 pengelaman (nol) tahun.

Tugas dan kewajiban Laboratory Technician adalah mencakup, tetapi tidak


terbatas hal-hal sebagai berikut :

1. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi deari Quality Engineer.


2. Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas pengaturan personil dan
peralatan laboratorium kontraktor, agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung
tersedianya tenaga dan peralatan dan pengendalian mutu sesuai dengan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-6


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
persyaratan dalam dokuman kontrak
3. Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan dan
pekerjaan, serta memberikan laporan kepada Quality Engineer setiap
permasalahan yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu bahan dan
pekerjaaan.
4. Melakukan analisis semua hasil test, termasuk usulan komposisi campuran (job mix
formula), baik untuk pekerjaan aspal, soil cement, beton, serta memberikan
rekomendasi dan jautifikasi teknis atas persetujuan dan penolakan usulan tersebut
5. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan “Coring” perkerasan jalan dilakukan oleh
kontraktor, sehingga baik jumlah serta lokasi “Coring” dilaksnakan sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan
6. Menyerahakn kepada Quality Engineer himpunan data bulanan penegendalian
mutu paling lambat tanggal 14 hari berikutnya.
7. Memberi petunjuk kepada staf kontraktor, agar semua teknisi laboratorium dan staf
pengendali mutu mengenai dan memahami semua prosedur dan tata cara
pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam spesifkasi.

4.3. Tenaga Pendukung


4.3.1. Operator Komputer

Operator Komputer minimal lulusan SMU / sederajat dan harus menguasai


aplikasi software computer. Tugas utama Operator Komputer adalah membantu dalam
membuat laporan-laporan dan memasukkan data-data serta bertanggung jawab atas
kebenaran dan ketelitian pemasukan data sesuai dengan yang telah ditentukan.

4.4. Nama Personil

Adapun untuk pekerjaan ini Konsultan memasukkan nama-nama untuk diusulkan


sebagai tenaga ahli sebagai berikut :

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-7


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
Proffesional Staf

TIM I

No Posisi Nama

1 Ketua Tim (Site Engineer) Syamsi, ST

2 Tenaga Ahli Quality Engineer KM Akhiruddin Hakim, ST

4.5. Jadwal Penugasan Personil

Penugasan personil untuk Pekerjaan ini berpedoman pada Kerangka Acuan Kerja
(K.A.K.) dengan jumlah personil yang telah ditetapkan. Rincian mengenai waktu
penugasan personil konsultan dapat dilihat pada Bar Chart berikut :

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-8


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
TENAGA AHLI (PERSONIL)
BAB 4
Jadwal Penugasan Personil

Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4


PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA
TIM I
Waktu Pelaksanaan JUMLAH
NO POSISI NAMA PERSONIL BULAN I BULAN II BULAN III BULAN IV BULAN V BULAN VI BULAN VII BULAN VIII BULAN IX BULAN X BULAN XI BULAN XII ORANG KET
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 BULAN
I PROF STAFF

1 Ketua Tim (Site Engineer) Etty Mispuana Olfa, ST 12,00

2 Quality Engineer Denie Chandra, ST 11,00

SUB TOTAL I 23,00

II SUB PROF STAFF

1 Inspector - 1 To Be Name 12,00

2 Inspector - 2 To Be Name 12,00

3 Inspector - 3 To Be Name 7,00

4 Surveyor - 1 To Be Name 7,00

5 Surveyor - 2 To Be Name 7,00

7 Lab. Technician - 1 To Be Name 6,00

8 Lab. Technician - 2 To Be Name 7,00

SUB TOTAL II 58,00

1 Operator Komputer To Be Name 12,00

SUB TOTAL III 12,00

TOTAL PERSONIL 93,00

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 4-9


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
RENCANA KERJA
BAB 5

BAB 5
RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

5.1. Umum

Program kerja atau rencana kerja disusun berdasarkan ruang lingkup pekerjaan
serta batasan waktu penyelesaian untuk setiap tahap pekerjaan yang ditentukan dalam
Dokumen Lelang dan Adendumnya. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini
diperkirakan 12 bulan kalender tahun anggaran 2018 untuk Teknis Pelaksanaan
konsultan akan menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan untuk setiap pekerjaan baik
rencana maupun Pelaksanaannya dalam Paket ini.

5.2. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Sebagai tindak lanjut dari Metodologi yang telah dikembangkan dalam bab
sebelumnya, maka Konsultan menganggap perlu untuk membuat suatu Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan yang disusun sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan
dengan memperhatikan faktor-faktor sumber daya manusia dan batasan waktu yang
tersedia, serta sajian maksimal yang diharapkan semua aktivitas-aktivitas selama
pelaksanaan pekerjaan dapat terkontrol dengan baik sehingga pelaksanaan dapat
dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. Seperti yang ada pada Tabel 5.1

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 5-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
RENCANA KERJA
BAB 5
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA


TIM I

Bulan Ke -
NO URAIAN KEGIATAN BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 BULAN 8 BULAN 9 BULAN 10 BULAN 11 BULAN 12 Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48
I PEKERJAAN PENGAWASAN
1 PERSIAPAN
Mobilisasi
Rapat Pra-Konstruksi
Review Design
2 PELAKSANAAN KEGIATAN
Pengendalian Pelaksanaan Lapangan
Pengendalian Mutu
Monitoring Kemajuan Pekerjaan
Rapat Lapangan & Rapat Koordinasi
Pengukuran Kuantitas dan Pembayaran
Perintah Perubahan (CCO & Addendum)
Sertifikasi Pembayaran Bulanan (MC)
Pengaturan Lalu-lintas
Pengelolaan Aspek Lingkungan
Memeriksa As-built Drawings
Serah Terima Pekerjaan Sementara (PHO)
Menyusun Program Pemeliharaan
II PELAPORAN
1 Laporan RMK
2 Laporan Pendahuluan + Foto (7 x paket)
3 Laporan Bulanan (7 x 4 x paket)
4 Laporan Teknis (7 x paket) + CD
5 Laporan Pengujian Mutu (7 x paket) + CD
6 Laporan Akhir (7 x paket)

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 5-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
PERALATAN DAN FASILITAS
PENDUKUNG
BAB 6

BAB 6
PERALATAN DAN FASILITAS PENDUKUNG

6.1. Fasilitas Pendukung

Barang-barang yang akan disediakan oleh penyedia jasa dengan cara sewa :

Sewa Kantor
Sewa Mess
Sewa Genset
Sewa Komputer
Sewa Printer
Sewa Laptop
Sewa Kendaraan Roda 4
Sewa Kendaraan Roda 2

6.2. Jadwal Peralatan dan Fasilitas


Penyedia jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran kegiatan pekerjaan. Barang-barang yang
disediakan oleh penyedia jasa untuk pekerjaan ini sebagaimana dapat dilihat pada Tabel
6.1.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 6-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
PERALATAN DAN FASILITAS
PENDUKUNG
BAB 6
Jadwal Penggunaan Peralatan dan Fasilitas Tim I
Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA
TAHUN ANGGARAN 2018
NO JENIS PERALATAN KUANTITAS BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 BULAN 8 BULAN 9 BULAN 10 BULAN 11 BULAN 12 KET

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
A. PERALATAN KANTOR
1 Sewa Genset 1 Unit 12 bln
2 Sewa Komputer + Printer A4 & A3 1 Unit 12 bln
3 Sewa Laptop + Printer 1 Unit 12 bln
4 Alat Tulis Kantor Bln 12 bln
5 Alat Safety K3 Ls 12 bln
6 Komunikasi Kantor Bln 12 bln
B. FASILITAS KANTOR
1 Sewa Kantor 1 Unit 12 bln
2 Sewa Rumah Tenaga Ahli 1 Unit 12 bln
3 Sewa Kamar Sub Tenaga Ahli 1 Unit 12 bln
4 Sewa Mobil 1 Unit 12 bln
1 Unit 12 bln
1 Unit 12 bln
1 Unit 7 bln
1 Unit 7 bln
5 Sewa Motor
1 Unit 7 bln
1 Unit 6 bln
1 Unit 7 bln
1 Unit 11 bln

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 6-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7

BAB 6
KOMPOSISI PENUGASAN PERSONIL

2.1. Penugasan Tim

Penugasan personil dalam Paket Pekerjaan Pengawasan Teknis Jalan dan


Jembatan di Pulau Seram 4 menjelaskan tentang tugas dan wewenang tiap tenaga
personil dalam melaksanakan pekerjaan. Personil terdiri atas Tenaga Ahli, Tenaga
Pendukung, dan Tenaga Penunjang dalam pelaksanaan tersebut. Komposisi dan
penugasan personil pada pelaksanaan Paket Pekerjaan tersebut ditampilkan pada tabel
7.1 dibawah ini

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
DAFTAR PERSONIL

Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4

Tabel 7.1 Komposisi Tim I dan Penugasan

TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing

1 Syamsi, ST PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Ketua Tim (Site • Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua 12.00
JO PT. Engineer) pengukuran / rekayasa lapangan yang
Cipta Strada dilakukan Kontraktor sehingga dapat
memudahkan Pejabat Pembuat Komitmen
mengambil keputusan-keputusan yang
diperlukan, termasuk untuk pekerjaan
pengembalian kondisi dan pekerjaan minor
mendahului pekerjaan utama serta rekayasa
terperinci lainnya.
• Melakukan pengawasan secara teratur dan
memeriksa pekerjaan pada semua lokasi di
lapangan dimana pekerjaan konstruksi
sedang dilaksanakan serta memberi
penjelasan tertulis kepada Kontrak tor
mengenai apa yang sebenarnya dituntut
dalam pekerjaan tersebut, bila dalam kontrak
hanya dinyatakan secara umum.
• Mengupayakan bahwa kontraktor memahami
dokumen Kontrak secara benar,
melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan
spesifikasi serta gambar-gambar, dan
kontraktor menerapkan teknik pelaksanaan
konstruksi yang tepat / cocok dengan keadaan
lapangan untuk berbagai macam kegiatan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
pekerjaan.
• Membuat rekomendasi kepada Pejabat
Pembuat Komitmen pekerjaan fisik untuk
menerima ataumenolak pekerjaan dan
material.
• Mencatat kemajuan setiap hari yang dicapai
kontraktor pada lembar kemajuan pekerjaan
(progress schedule) yang telah disetujui.
• Memonitor secara seksama kemajuan dari
semua pekerjaan dan melaporkannya segera
/ tepat waktubila kemajuan pekerjaan
terlambat sebagaimana tercantum pada buka
Spesikasi Umum dan hal itu benar-benar
berpengaruh terhadap jadual penyelesaian
yang direncanakan. Dalam hal demikian,
maka Ketua Tim / Site Engineer juga membuat
rekomendasi secara tertulis
bagaimanacaranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.
• Memeriksa dengan teliti semua kuantitas
hasilpengukuran setiap pekerjaan yang telah
selesai yangdisampaikan oleh Quantity
Engineer / Chief Inspector.
• Menjamin bahwa sebelum kontraktor diijinkan
untuk melaksanakan pekerjaan berikutnya,
makapekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang
akan tertutup atau menjadi tidak tampak harus
sudah diperiksa / diuji dan sudah memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Kontrak.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-3


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
• Memberi rekomendasi kepada Satker P2JN
Maluku menyangkut mutu dan jumlah
pekerjaan yang telah selesai dan memeriksa
kebenaran dari setiap sertifikat pembayaran
bulanan kontraktor.
• Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang
benar untuk bahan Satker P2JN Maluku pada
setiap lokasi akan memerintah kanperubahan
pekerjaan.
• Mengawasi dan memeriksa pembuatan
Gambar Sebenarnya Terbangun / Terpasang
(as built drawing) dan mengupayakan agar
semua gambar tersebut dapat diselesaikan
sebelum Penyerahan Pertama Pekerjaan
(PHO).
• Memeriksa dengan teliti / seksama setiap
gambar-gambar kerja dan analisa /
perhitungan-perhitungan konstruksinya dan
kuantitasnya, yang dibuat oleh kontraktor
sebelum pelaksanaan.
• Menyusun / memelihara arsip korespondensi
kegiatan, laporan harian, laporan mingguan,
bagan kemajuan pekerjaan, pengukuran,
gambar-gambar lainnya.
• Membuat laporan-laporan seperti tersebut pada
bagian 11 Kerangka Acuan Kerja ini, mengenai
kemajuan fisik dan keuangan proyek yang ada
dibawah wewenangnya dan menyerahkan
kepada Satker P2JN Maluku serta instansi lain

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-4


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
yang terkait tepat pada waktunya
2 KM PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Tenaga Ahli Quality • Bila dalam Dokumen Kontrak, Penyedia 11.00
Akhiruddin JO PT. Engineer Pekerjaan konstruksi yang bersangkutan harus
Hakim,ST Cipta Strada mengadakanperalatan laboratorium, maka
Quality Engineer harus melakukan
pengawasanyang seksama atas pemasangan,
pengaturan dan penempatan peralatan
laboratorium lapangan kontraktor serta
memantau alat-alat pengujian sebelum
pekerjaan konstruksi dimulai, peralatan
laboratorium yang ada sudah siap dioperasikan.
• Melaksanakan pengawasan dari hari ke hari atas
semua pekerjaan pengujian yang dikerjakan oleh
kontraktor dan tenaga-tenaganya dalam rangka
pengendalian mutu material serta hasil
pekerjaannya, dan memberitahukan dengan
segera secara tertulis kepada Ketua Tim / Site
Engineer tentang kekurangan-kekurangan yang
dijumpai baikdalam prosedur pengujian yang
dipakai maupun setiap cacat yang terdapat pada
material atau mutu pekerjaannya.
• Menganalisa semua data hasil pengujian
mutupekerjaan serta menyerahkan kepada
Ketua Tim / Site Engineer rekomendasi secara
tertulis tentang disetujui atau ditolaknya material
dan hasil pekerjaan yang bersangkutan.
• Mengawasi semua pelaksanaan pengujian
dilapangan yang dilakukan oleh Kontraktor, dan
dapat memastikan bahwa jumlah core yang
diambil itu atau lubang uji yang dibuat tidak
kurang dari syarat minimum yang ditetapkan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-5


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
spesifikasi, sehingga cukup memungkinkan
melakukan suatu evaluasi statistik untuk
mengukur / menghitung ketebalan lapisan
perkerasan yang telah dilaksanakan.
• Memeriksa semua material / bahan yang
didatangkanke lokasi pekerjaan sehingga
sebelum material tersebut digunakan sudah
sesuai dengan spesifikasi.
• Menyerahkan kepada Ketua Tim / Site Engineer
sebelum tanggal 14 setiap bulan, suatu risalah
bulanan mengenai semua hasil pengujian yang
diperoleh selama bulan sebelumnya, untuk
diserahkan oleh Ketua Tim / Site Engineer
kepada Pejabat Pembuat Komitmen pekerjaan
fisik, Laporan tersebut berisikan semua data
laboratorium serta pengujian dilapangan berikut
risalah / kesimpulan dari data yang ada.
• Memberikan panduan di lapangan bagi
personilkontraktor mengenai metodologi
pengujian mutu bahan dan pekerjaan (jika
diperlukan).

3 To be Name PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Inspector – 1 • Bertanggung jawab kepada Site Engineer untuk 12.00
To be Name JO PT. Inspector – 2 mengawasi kualitas daripada konstruksi dan 12.00
Cipta Strada memantau pekerjaan dilaksnakan sesuai
To be Name Inspector – 3 dengan dokumen kontrak, spesifikasi, gambar- 7.00
gambar kerja yang disyahkan oleh Site
Engineer.
• Mengawasi semua pengambilan contoh
material dan pengadaan transportasi ke
laboratorium untuk dites, setelah dites inspector
harus menginformasikan kepada kontraktor

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-6


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
tentang hasil pengujian dan setiap perbaikan
yang dibutuhkan.
• Membuat catatan harian tentang aktfitas
kontraktor secara tertulis terhadap,
penyimpangan-penyimpangan yang
dialkukannya.
• Mengambar kemajuan harian yang dicapai
kontraktor pada grafik (chart) yang telah
disetujui.
• Membantu Site Engineer dalam membuat
laporan dan serah terima semebtara serta
pemeriksaan kualitas di lapangan.
• Memonitor dan melaporkan setiap kejadian
(Kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain) serta
ketidak beresan dilapangan kepada Site
Engineer

4 To be Name PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Surveyor – 1 • Bertanggung jawab terhadap semua 7.00
To be Name JO PT. Surveyor – 2 pengukuran kuantitas dan pekerjaan sementara 7.00
Cipta Strada serta membuat catatan untuk semua
pengukuran, perhitungan kuantitas dan
sertifikasi pembayaran untuk memastikan
kontraktor dibayar sesuai dengan kontrak.
Mengawasi survey teknik lapangan yang
dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dengan akurat telah mewakili
kuantitas untuk pembayaran akhir (final).
• Membantu dan berhubungan dengan tim
supervise dalam semua hal yang berhubungan
dengan pengukuan kuantitas.
• Meneyelesaikan atau memeriksa perhitungan
kuantitas kontraktor.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-7


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
• Mencatat rencana kemjuan yang terbaru dan
membantu Site Engineer dalam penyerahan
data fisik dan keuangan (finansial) pada waktu
yang diperlukan.
• Membuat laporan harian untuk kemajuan
pekerjaan, terdiri dari cuaca matrial yang dating
(termasuk) perubahan bentuk dan ukuran dari
pekerjaan, peralatan dilapangan, kuantitas dan
kejadian-kejadian khusus.
• Membuat catatan lengkap dengan peralatan,
tenaga kerja, dan material yang digunakan atau
mungkin akan menjadi pekerjaan tambahan
(extra).
• Membanti Site Engineer dalam melaksanakan
dan melaporka serah terima pekerjaan
sementara (PHO)

5 To Be Name PT. Nusvey Lokal Teknik Sipil Lab. Teknisi – 1 • Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi deari 6.00
To Be Name JO PT. Lab. Teknisi – 2 Quality Engineer.Melakukan pengawasan dan 7.00
Cipta Strada pemantauan ketat atas pengaturan personil dan
peralatan laboratorium kontraktor, agar
pelaksanaan pekerjaan selalu didukung
tersedianya tenaga dan peralatan dan
pengendalian mutu sesuai dengan persyaratan
dalam dokuman kontrak
• Melakukan pengawasan setiap hari semua
kegiatan pemeriksaan mutu bahan dan
pekerjaan, serta memberikan laporan kepada
Quality Engineer setiap permasalahan yang
timbul sehubungan dengan pengendalian mutu
bahan dan pekerjaaan.
• Melakukan analisis semua hasil test, termasuk

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-8


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
KOMPOSISI PENUGASAN
PERSONIL
BAB 7
TA
Lingkup Posisi Yang Org
No Nama Perusahaan Lokal Uraian Pekerjaan
Keahlian Diusulkan Bln
/Asing
usulan komposisi campuran (job mix formula),
baik untuk pekerjaan aspal, soil cement, beton,
serta memberikan rekomendasi dan jautifikasi
teknis atas persetujuan dan penolakan usulan
tersebut
• Melakukan pengawasan atas pelaksanaan
“Coring” perkerasan jalan dilakukan oleh
kontraktor, sehingga baik jumlah serta lokasi
“Coring” dilaksnakan sesuai dengan ketentuan
dan persyaratan
• Menyerahakn kepada Quality Engineer
himpunan data bulanan penegendalian mutu
paling lambat tanggal 14 hari berikutnya.
• Memberi petunjuk kepada staf kontraktor, agar
semua teknisi laboratorium dan staf pengendali
mutu mengenai dan memahami semua prosedur
dan tata cara pelaksanaan test sesuai dengan
yang tercantum dalam spesifkasi

6 To Be Name PT. Nusvey Lokal - Operator Komputer Bertanggung jawab kepada Ketua Tim di dalam 12.00
JO PT. surat menyurat pekerjaan dan pengelolaan
Cipta Strada operasional komputer.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 7-9


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN
Jalan Jamuju No. 11, BANDUNG 40114 KESEHATAN
Telp. (022) 7205523 Fax : (022) KERJA KONTRAK
7205547

(PRA-RK3K)

1. KEBIJAKAN K3

Komitmen K3 dari Konsultan adalah berupaya secara berkesinambungan dalam menjaga dan memelihara
kondisi kerja agar senantiasa selamat dalam bekerja dan terhindar dari resiko kecelakaan kerja.
Konsultan akan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam
melaksanakan kegiatan konstruksi, antara lain :
1. Konsultan akan bertanggung jawab penuh untuk semua pelaksanaan K3 dengan persyaratan K3 untuk
aktifitas konstruksi dan/atau pemeliharaan.
2. Konsultan bertanggung jawab untuk menunjukkan kinerjanya dengan berlaku aman dan baik sesuai
persyaratan K3 dalam kegiatan konstruksi.
3. Konsultan akan melakukan usaha-usaha sistematis untuk meningkatkan keselamatan kerja.

PRA RK3K - 1
2. PERENCANAAN

1. Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya

NO. JENIS/TYPE IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA RATING RATING DAMPAK Eksposure Tingkat
PENGENDALIAN RISIKO K3
PEKERJAAN & RISIKO K3 PROBABILITAS KEPARAHAN Resiko Resiko
1. Mobilisasi & 1) Kecelakaan dan K R 4 Risiko 1) Menyediakan kantor
Demobilisasi gangguan kesehatan Rendah lapangan dan tempat
tenaga kerja akibat tinggal pekerja yang
tempat kerja kurang memenuhi syarat,
memenuhi syarat, 2) Menyediakan lahan,
Risiko
2) Kecelakaan dan K R 4 gudang dan bengkel
Rendah
gangguan kesehatan yang memenuhi syarat,
pekerja akibat
penyimpanan peralatan
kurang memenuhi
syarat,

2. Instalasi Listrik 1) Kabel tidak memadai S R 6 Risiko 1) Penahan (Resistor) yang


Moderat memenuhi syarat
2) Gunakan pemutus arus
2) Beban jaringan terlalu S R 6
berlebihan Risiko 3) Lindungi kabel yang
Moderat bermuatan listrik
4) Tutup panel listrik
3) Kabel tidak diisolasi
S R 6 Risiko
dengan baik 5) Pasang label lockout /
Moderat tagout

4) Kerusakan perkakas dan


alat listrik B S 12 Risiko
Moderat

PRA RK3K - 2
3. Tempat Pekerja Terjangkit Penyakit K S 6 Risiko 1) Lokasi tempat bekerja
Moderat harus memenuhi standar
(Ruang Kerja)
kesehatan memiliki MCK
2) Tersedianya kebutuhan
air yang bersih / sehat
3) Lokasi cukup memadai
untuk ditempati
sejumlah personil
(pekerja) dan cukup
terhindar dari lokasi
tempat berkembangnya
bibit penyakit
(pembuangan
sampah/lokasi yang
tergenang

4. Keamanan Kerusuhan & Pencurian S RS 3 Risiko 1) Mengadakan sosialisasi


Lingkungan Rendah kepada masyarakat pada
Pekerjaan saat memulai
2) Selama pelaksanaan
kegiatan, membina
hubungan dengan
instansi/aparat terkait
demi kelancaran dan
keamanan

Keterangan : Tingkat Resiko

EXSPOSURE RISIKO TINGKAT RISIKO


1 s.d 4 RISIKO RENDAH
5 s.d 12 RISIKO MODERAT
12 s.d 25 RISIKO TINGGI

PRA RK3K - 3
Keterangan : Rating Probabilitas Vs Rating Dampak Keparahan

RATING DAMPAK/KEPARAHAN
Ringan
Ringan Sedang Berat Sangat Berat
RATING PROBABILITAS Sekali
RS R S B SB
1 2 3 4 5
Sangat Besar SB 5 M M T T T

Besar B 4 R M M T T

Sedang S 3 R M M T T

Kecil K 2 R R M M T

Sangat Kecil SK 1 R R R R M

PRA RK3K - 4
2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya
Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam
melaksanakan paket pekerjaan ini adalah :
a. UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
c. Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU.
d. Undang-undang No. 14 tahun 1969, tentang Perlindungan terhadap Tenaga Kerja dan Pembinaan
Norma Keselamatan Kerja.
e. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 01/Men/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
pada Konstruksi Bangunan.
f. Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja No. Kep.174/Men/1986 dan Menteri Pekerjaan Umum
No. Kep/104/Men/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kegiatan Konstruksi
Bangunan.
g. Kepmenker No.Kep.75/Men/2002

3. SASARAN K3 DAN PROGRAM K3


1. Sasaran K3
a. Tidak ada kecelakan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident)
b. Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 %
c. Jika ada kunjungan lapangan personil di haruskan memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko
pekerjaannya masing-masing.
d. Meminimalisasikan resiko kecelakaan atau penyakit pada tenaga kerja di kantor.
e. Meminimalisasikan resiko kebakaran di kantor.

2. Program K3
a. Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya
b. Pemeliharaan kantor secara periodik dan memisahkan tempat untuk peralatan survey dll.
c. Tersedianya alat pemadam kebakaran, tersedianya saluran air yang cukup dengan tekanan besar
dan pelatihan bagi sebagian tenaga kerja dalam menggunakan peralatan pemadam kebakaran.

PRA RK3K - 5
3. Organisasi K3

PENANGGUNG JAWAB K3
(Team Leader)

KEADAAN DARURAT PPPK KEBAKARAN


(Tenaga Ahli/Ass) (Tenaga Ahli/Ass) (Tenaga Ahli/Ass)

PRA RK3K - 6
STRUKTUR ORGANISASI
BAB 9

BAB 9
STRUKTUR ORGANISASI

9.1. Struktur Organisasi Pekerjaan

Agar mekanisme dari Pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik, serta pembagian
tugas dan koordinasi antar personil menjadi jelas, maka dibuat Struktur Organisasi
Pelaksanaan Pekerjaan seperti pada Gambar 9.1 dan Gambar 9.2.

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 9-1


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
STRUKTUR ORGANISASI
BAB 9
Struktur Organisasi Pekerjaan Tim I

Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4

SITE ENGINEER

Syamsi, ST

1. OPERATOR KOMPUTER (1 org)

QUALITY ENGINEER

KM Akhiruddin Hakim, ST

INSPECTOR LAB TECHNICIAN SURVEYOR

3 org 2 org 2 org

Gambar 9.1. Struktur Organisasi Pekerjaan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 9-2


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4
STRUKTUR ORGANISASI
BAB 9
Hubungan Koordinasi Pelaksanaan Tim I

Paket Pekerjaan : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4

SATUAN KERJA PERENCANAAN DAN


PENGAWASAN JALAN NASIONAL
PROVINSI MALUKU

PEJABAT PEMBUAT
KOMITMEN

MANAJEMEN
KOORDINASI SITE ENGINEER KOORDINASI PROJECT OFFICER
PT. NUSVEYJO PT. CIPTA
(PO)
STRADA
Syamsi, ST

1. OPERATOR KOMPUTER (1 org)

QUALITY ENGINEER

KM Akhiruddin Hakim, ST

INSPECTOR LAB TECHNICIAN SURVEYOR

3 org 2 org 2 org

Gambar 9.2. Hubungan Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan

PT. NUSVEY JO PT. CIPTA STRADA 9-3


Paket 9 : Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan di Pulau Seram 4