Phenobarbital
Sediaan : Tablet dan injeksi (Sumber DOEN 2008)
Dosis
Dosis dewasa : 2-3 mg/KgBB/hari
Dosis anak : 3-5 mg/kgBB/hari
Kegunaan
- Sebagai obat anti konvulsan dan sedatif
- Merupakan obat pilihan utama untuk terapi kejang dan kejang demam pada anak.
Efek samping
Penggunaan fenobarbital menyebabkan berbagai efek samping seperti sedasi, psikosis akut, dan
agitasi sehingga yang lebih sering dipakai adalah turunan fenobarbital seperti metabarbital atau
mefobarbital.
Farmakokinetik
Phenobarbital memiliki bioavailabilitas 90%. Dalam plasma puncaknya mencapai 8-12
jam. Akan berada dalam tubuh sekitar 2-7 hari dan mengikat protein 20-40%. Dimetabolisme oleh
hati, terutama melalui hidroksilasi dan glukoronidasi, dan menginduksi banyak isozim dari sistem
sitokrom P450.
Farmakodinamik
Susunan Saraf Pusat. Efek utama barbiturat ialah depressi SSP. Semua tingkat
depresi dapat di capai, mulai dari sedasi, hipnosis, berbagai tingkat anastesia, koma,
sampai kematian. Barbiturat tidak dapat mengurangi rasa nyeri, tanpa disertai hilangnya
kesadaran, dan dosis kecil barbiturat dapat meningkatkan reaksi terhadap rangsangan
nyeri. Pada beberapa individu, dan dalam keadaan tertentu, misalnya adanya rasa sakit,
barbiturat tidak menyebabkan sedasi melainkan malah menimbulkan eksitasi (kegelisahan
dan delirium). hal ini mungkin disebabkan adanya depresi pusat penghambatan.
Efek pada tingkatan tidur. Efek hipnotik barbiturat meningkatkan total lama
tidur dan mempengaruhi tingkatan tidur yang bergantung pada dosis.
Pernapasan. Barbiturat menyebabkan depresi nafas. Pemberian barbiturat dosis
sedatif hampir tidak berpengaruh terhadap pernafasan, sedangkan dosis hipnotik oral
menyebabkan pengurangan frekuensi dan amplitudo nafas, ventilasi alveol sedikit
berkurang sesuai dengan keadaan tidur fisiologis. Pemberian oral barbiturat yang sangat
tinggi atau suntikan iv yang terlalu cepat menyebabkan depresi nafas yang lebih berat.
Sistem Kardiovaskular. Pada dosis oral sedatif atau hipnotik, barbiturat tidak
memberikan efek yang nyata terhadap sistem kardiovaskular. Frekuensi nadi dan tekanan darah
sedikit menurun seperti terjadi dalam keadaan tidur fisiologis. Pemberian babiturat dosis terapi iv
secara cepat dapat menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak sebentar. Efek
kardiovaskular terhadap intoksikasi barbiturat sebagian besar disebabkan oleh hipoksia sekunder
akibat infeksi nafas. Dosis tinggi barbiturat menyebabkan depresi pusat vasomotor diikuti
vasodilatasi perifer sehingga terjadi hipotensi. Barbiturat dosis sangat tinggi berpengaruh langsung
terhadap kapiler sehingga menyebabkan syok kardiovaskular.
Kontraindikasi
Akut porpiria, oversensitive terhadap barbiturat, stress, hiperkinesi.
(Sumber : Buku Farmakologi dan terapi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Edisi 5)
Nama : Alce Apri Feranitas Suki
NIM : 1408010070