Anda di halaman 1dari 2

1.

Nadia Yulianti

Suatu perusahaan dalam proses membangun gedung, tapi meskipun gedung tersebut

belum selesai dibangun gedung tersebut digunakan oleh perusahaan. Bagaimana

perlakuan penyusutan atas gedung tersebut?

Jawab : Penyusutan akan dilakukan apabila sudah ada dasar penyusutan dan sudah

terselesaikan dengan baik.

2. Ilhamda Aziz

Kendala-kendala apa saja yang dihadapi auditor dalam melakukan audit terhadap

aktiva tetap?

 Peusahaan salah dalam mengelompokkan pengeluaran dimana capital

expenditure dimasukkan dalam revenue expenditure.

3. Putri Yolanda

Jelaskan perbedaan pengujian substantif antara aktiva tetap dan aktiva lancar!

Karena frekuensi transaksi sangat sedikit maka pengujian substantif aktiva tetap

relatif lebih singkat dari waktu yang diperlukan untuk pengujian substantif terhadap

aktiva lancar. Karena pengaruh cutoff (pisah batas) sedikit pada perhitungan laba rugi

maka auditor tidak mengarahkan perhatiannya pada ketelitian cutoff (pisah batas)

transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap pada akhir tahun tetapi memusatkan

perhatiannya pada ketepatan cutoff (pisah batas) transaksi aktiva lancar.

Menitikberatkan pada verifikasi mutasi aktiva tetap. Sedangkan pada aktiva lancar

menitikberatkan pada saldo per tanggal neraca.

4. Andani Sepriadi

Bagaimana cara menguji dismantling cost dan apa pengaruh kebijakan revaluasi aset

terhadap prosedur audit?


5. Fauzan Ayumi NA

Sebutkan karakteristik aktiva tetap?

Jawab:

Karakteristik aktiva tetap ada dua, yaitu:

a. Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang akan

datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam

perusahaan.

b. Biaya perolehan aktiva dapat di ukur secara andal.

6. Sari Ramadani

Seberapa besar pengaruh pengecekan fisik terhadap kesimpulan audit?

1. Frekuensi transaksi yang menyangkut aktiva tetap relatif sedikit maka jumlah

waktu yang diperlukan untuk pengujian subtsantif terhadap aktiva tetap relatif sedikit

bila dibandingkan dengan aktiva lancar

2. Ketepatan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap sedikit

pengaruhnya terhadap perhitungan laba rugi maka auditor tidak mengarahkan

perhatiannya terhadap masalah ketelitian pisah batas transaksi yang bersangkutan

dengan aktiva tetap pada akhir tahun, sedang dalam pengujian substantif terhadap

aktiva lancar, auditor memusatkn perhatian terhadap aktiva lancar tersebut.

3. Pengujian substantif terhadap aktiva tetap dititik beratkan pada vrifikasi mutasi

aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang di audit.

4. Verifikasi saldo aktiva tetap pada tanggal neraca tidak mendapat perhatian auditor

karena aktiva tetap disajikan pada cost-nya bukan nilai pada tanggal neraca seperti

halnya dengan aktiva lancar.