Anda di halaman 1dari 9

KERJASAMA INDONESIA DENGAN NEGARA

LAIN
Pengertian kerjasama internasional – Indonesia tidak bisa hidup sendiri, dia juga memerlukan
bantuan dan kerjasama dengan negara lain makanya mereka melakukan interaksi sosial
dengan negara lainnya. Baiklah kesempatan kali ini kita akan membahas tuntas tentang
pengertian, fungsi, tujuan, bentuk dan contoh kerja sama internasional.

Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Pengertian kerjasama Internasional

Pengertian Kerjasama internasional adalah kerja sama yang dilakukan antar negara dalam
rangka bertujuan pemenuhan kebutuhan rakyat dan kepentingan yang lain dengan
berpedoman pada politik luar negeri masing-masing.

Kerjasama bisa meliputi semua bidang baik di bidang politik sosial kebudayaan pertahanan
keamanan teknologi dan ekonomi.

Bentuk Kerjasama Internasional

Bentuk kerja sama bisa di semua bidang baik meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya dan lainnya.

a. Kerjasama Bilateral
Kerjasama Bilateral adalah kerjasama antar dua negara karena saling mendapat keuntungan
atau memiliki hubungan yang baik. Contohnya dalam perdagangan, Indonesia beberapa kali
bermitra dengan negara lain seperti Jepang dan Singapura. contoh lainnya adalah terkait
ibadah haji yang mana Indonesia bekerja sama dengan Arab Saudi

b. kerjasama regional
Kerjasama regional merupakan kerjasama antar beberapa negara dalam satu kawasan atau
wilayah. Kerjasama ini terjadi karena adanya satu kepentingan bersama di bidang politik
ekonomi dan pertahanan. Contohnya untuk kawasan Asia Tenggara ada ASEAN dan di timur
tengah ada Liga Arab.

Contoh kerja sama regional

1. Kerja sama regional di bidang sosial dan budaya, contohnya ASEAN,


2. Kerja sama regional di bidang pendidikan, contohnya Organisasi menteri pendidikan
asia tenggara (SEAMEO) didirikan di tahun 1974 yang anggotanya terdiri
dari Indonesia, kamboja, laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
3. Kerja sama regional di bidang ekonomi, contohnya MEE (Masyarakat Ekonomi
Eropa) yang merupakan organisasi khusus untuk negara di Eropa Barat. Didirikan
pada tanggal 1 januari 1958 dengan tujuan melakukan perdagangan bebas antar
negara Eropa Barat, selain di eropa ada juga di Asia Tenggara dengan nama AFTA
dengan tujuan meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN
c. Kerjasama multi lateral
Kerjasama multilateral adalah kerjasama yang dilakukan lebih dari 2 negara tanpa batas
kawasan atau wilayah. Bisa kerjasama antar satu kawasan atau bisa beda kawasan. Anggota
terdiri dari dua jenis yaitu anggota utama dan anggota aktif.

Maksud dari anggota utama adalah negara dengan kekuatan menengah misalnya kanada
sedangkan anggota aktif adalah negara kecil yang peranannya terbatas atau sedikit kekuatan
dalam urusan internasional, biasanya anggota aktif secara sukarela bergabung dalam
organisasi itu, bisa masuk juga bisa keluar dari anggota. Contoh kerjasama multilateral adalah
adanya perserikatan bangsa-bangsa atau kita kenal PBB, WTO dan Organisasi konferensi
islam (OKI).

d. Kerjasama internasional
kerjasama internasional adalah kerjasama antara semua negara di seluruh dunia atau
mayoritas negara di dunia dalam kepentingan skala dunia.

Kerjasama internasional dibentuk dalam beberapa organisasi internasional di dunia ini dan
meliputi semua bidang seperti:

1. Kerjasama Internasional di Bidang ekonomi


Berikut kerjasama internasional di bidang ekonomi:

 WTO (World Trade Organization)


Non diskriminasi, liberasi perdagangan, stabilitas hubungan perdagangan adalah prinsip dari
organisasi WTO. WTO dibangun untuk mendiskusikan dan memecahkan masalah
perdagangan antar Negara.

 IMF (International Monetary Fund)


IMF merupakan organisasi yang memberikan dana pinjaman kepada negara yang
membutuhkan. Biasanya negara yang meminjam adalah negara yang tidak stabil mata
uangnya dan tidak mampu untuk membayar hutang ke negara lain. Tujuan IMF yaitu
meningkatkan stabilitas keuangan internasional.

 OPEC (Organization Petrolium Exporting Countries)


Tahun 1960 5 negara pengekspor minyak terbesar di dunia mendirikan OPEC di Caracas,
Venezuela oleh lima negara pengekspor minyak yaitu Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan
Venezuela tahun 1960. tujuannya :
1. Pemenuhan kebutuhan minyak dunia dengan saling menguntungkan
2. Mengatur pemasaran minyak dan harga sehingga tidak terjadi perang harga di antara
sesama negara penghasil minyak
3. Menentukan jumlah produksi minyak dunia.

2. Kerjasama Internasional di bidang Militer dan Pertahanan

SEATO 
SEATO (South East Asia Treaty Organization), pakta militer yang didirikan
untuk mencegah bertumbuhnya komunisme di kawasan Asia Tenggara.
 ANZUS
ANZUS (Australia, New Zeland, and United States), pakta militer yang
didirikan untuk mencegah komunisme di kawasan Australia, Selandia Baru,
dan Amerika Serikat.

 NATO
NATO (North Atlantic Treaty Organization), adalah pakta militer atlantik utara
yang didirikan pada tahun dengan tujuan:

1. Menghilangkan persengketaan politik international


2. Tidak menggunakan ancaman militer dalam kalangan internasional
3. Menyelesiakan persengketaan secara damai
4. Membela negara anggota, yaitu bahwa apabila terdapat ancaman suatu
negara maka akan menjadi ancaman seluruh NATO.
 Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA merupakan organisasi non blok yang didirikan pada tanggal 18-24 April
1955 di bandung dan dihadiri 29 negara dan kepala pemerintahan dari benua
Afrika dan Asia. KAA adalah menciptakan perdamaian dan ketentraman
hidup bangsa-bangsa yang ada dikawasan Asia Afrika.

3. Kerjasama Internasional di Bidang Kesehatan


 WHO
merupakan salah satu badan milik PBB yang berfokus pada kesehatan dan
bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO memiliki usaha diantaranya yaitu
mengendalikan persebaran penyakit menular dan membuat program-program
dengan tujuan mencegah dan mengobati penyakit yang menjadi
permasalahan dunia.

4. Kerja Sama Internasional di Bidang Sosial


 FAO adalah organisasi pangan dan pertanian milik PBB bermarkas di
Roma, Italia yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup manusia
agar tidak kelaparan
 ILO organisasi buruh internasional yang memiliki kekpedulian terhadap
nasib buruh dan memfasilitasi suara-suara pendapat mereka
 UNICEF organisasi yang berfokus pada kondisi anak di seluruh dunia
seperti anak jalanan dan anak kehilangan orang tua.
5. Kerjasama Internasional di Bidang Pendidikan
 UNESCO
UNESCO merupakan salah satu organisasi PBB didirikan pada tanggal 4
November 1946 dengan tugas utama memajukan kerja sama antarnegara di
bidang pendidikan, sains dan kebudayaan. Sampai sekarang UNESCO
beranggotakan 191 negara (termasuk Indonesia) dan bermarkas besar di
Unesco House, Place de Fontenoy, Paris de, France, memiliki tujuan
diantaranya
 Meningkatkan kerjasama antarnegara di dunia di bidang pendidikan,
sains dan kebudayaan
 Melakukan kegiatan pemberantasan buta huruf (buta aksara) dan
kewajiban belajar bagi seluruh rakyat negara-negara anggota
 Mengangkat martabat dan derajat kehidupan manusia.

Fungsi dan Tujuan Kerjasama Internasional

Fungsi kerjasama internasional yaitu:


1. Saling menguntungkan masing-masing negara dalam peningkatan
kesejahteraan ekonomi
2. Mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia
3. Terjalinnya rasa saling menghormati dan menghargai masing-masing
ideologi negara
4. Menanggulangi hal-hal yang dapat merusak budaya
5. Meningkatkan penerapan iptek
6. Meningkatkan sektor pertahanan dan keamanan
Tujuan kerjasama Internasional:
1. memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara
2. Mewujudkan pengertian antar bangsa dalam membina dan
menegakkan perdamaian dunia
3. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh
rakyatnya.
4. Memperluas lapangan kerja
5. Memperkuat rasa persahabatan
Asas Kerjasama Internasional

1. Asas teritorial
Asas teritorial asas yang didasarkan pada kekuasaan negara atas daerah
atau wilayahnya. Negara memperlakukan hukum dan peraturannya bagi
semua hal baik orang atau barang ada di bawahnya, sedangkan untuk luar
daerah atau wilayahnya berlaku hukum asing.
2. Asas kebangsaan
Asas kebangsaan adalah asas yang didasarkan kekuasaan negara yang tetap
berlaku bagi warga negaranya yang berada di luar wilayahnya atau luar
negeri. Asas kebangsaan juga bisa disebut asas ekstrateritorial. Seandainya
ada warga negara Indonesia yang melanggar dan keluar negeri, Indonesia
berhak untuk membawanya masuk warga negaranya tersebut dan dihukum.

3. Asas Kepentingan Umum


Asas kepentingan umum yaitu asas yang didasarkan pada Kekuasaan dan
kewenangan negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan kehidupan
warganya. negara bisa mengatur hukum yang sesuai dengan keadaan dan
peristiwa yang bersangkut paut dengan kepentingan umum dan tidak terbatas
hanya pada wilayahnya saja.

Manfaat Kerjasama Internasional

Beberapa manfaat kerjasama internasional ditinjau dalam berbagai bidang


diantaranya.

1. ideologi, menjaga dan mempertahankan ideologi dan kelangsungan


hidup bangsa dan Negara.
2. Politik, dapat mengetahui perkembangan politik yang terjadi di negara
lain serta dapat mencontoh aspek positif dan kehidupan politik di
negara lain.
3. Ekonomi, Meningkatkan pendapatan negara dan menjaga kestabilan
mata uang dalam negeri.
4. Sosial dan Budaya. Diakuinya budaya masing-masing negara
sehingga tidak ada yang mencuri dan mengakui budaya negara lain.
5. Keamanan, bisa mengadakan latihan militer bersama, operasi militer
bersama, dan dibantu negara lain apabila negara kita terlibat
peperangan.
Manfaat Kerjasama Internasional Terhadap Indonesia

hariannusantara.com
Kerjasama internasional memiliki banyak sekali manfaat terutama manfaat
perdagangan internasional khususnya terhadap Indonesia apabila terlibat
dalam kerjasama internasional. Berikut beberapa manfaatnya:
a. Terjalin Persahabatan Antarbangsa
Setiap negara pasti menggunakan pedoman politik luar negerinya masing-
masing untuk melakukan kerja sama internasional. Sama halnya dengan
Indonesia, indonesia sudah menjalin persahabatan antar negara di saat
suasana yang masih damai ini.

Contohnya kedatangan pangeran Arab saudi ke Indonesia, selain juga terjalin


persahabatan indonesia juga mendapatkan bantuan dana sehingga bisa
untuk melaksanakan pembangunan nasional khususnya pembangunan
ekonomi.

b. Mencukupi Kebutuhan bangsa Indonesia


Indonesia termasuk negara dengan komsumsi terbesar di dunia. Sangat sulit
bagi Indonesia hanya mengandalkan produksi dari dalam negeri karena
begitu padatnya jumlah warga negaranya. Sehingga dengan ikut dalam kerja
sama internasional, Indonesia bisa mencukupi kebutuhan untuk warga
negaranya.

c. Ikut Berperan dalam kancah perekonomian dunia


Dengan berpartisipasi Indonesia di kancah internasional maka Indonesia
mendapatkan peluang untuk berperan lebih nyata lagi dalam perekonomian
dunia. Contohnya Indonesia beberapa kali dipilih untuk tempat pertemuan
antar negara seperti ASEAN, dan sebagainya.

e. Memperoleh Pengalaman dari Negara-negara lain


Indonesia tidak bisa hanya mewujudkan cita-citanya tanpa mendapatkan
inspirasi dan pengalaman dari negara yang sudah maju. Agar memperoleh
pengalaman bagaimana membangun negara untuk maju, maka Indonesia
perlu bergaul dengan negara lain.
Dengan pengalaman dari pergaulan dengan negara lain maka Indonesia
mendapatkan panduan untuk bagaimana mengembangkan sistem informasi
pemasaran yang efektif untuk mengembangkan kegiatan pasar dunia dan
juga cara untuk mendapatkan keluwesan dalam menghadapi pasar global.

f. Memantau perkembangan perekonomian dunia


Dengan menjadi Anggota organisasi kerja sama internasional indonesia bisa
mendapatkan informasi untuk memantau kondisi perkembangan
perekonomian di dunia. Dengan mengetahui hal tersebut, Indonesia bisa
membuat kebijakan kebijakan baru terkait dengan perekonomian dalam
negeri. Misalnya harga BBM tiap bulan naik turunnya ditetapkan berdasarkan
harga minyak di pasaran internasional.

Dampak Hubungan Internasional

Hubungan internasional ternyata berdampak bagi masing-masing negara.


berikut dampak positif dan negatif dari hubungan internasional.

Dampak positif

 Hubungan internasional membuka kesempatan bagi semua negara


untuk berdiskusi lebih jelas lagi untuk menghilangkan kesalah pahaman
antar negara.
 Hubungan internasional memberikan inspirasi dan motivasi bagi
negara-negara berkembang untuk lebih berkembang lagi dan bersaing
dengan negara maju.
 Hubungan internasional mengurangi tensi atau konflik antar negara
sehingga mencegah terjadinya perang.
Dampak negatif

 Hubungan internasional membuat setiap negara diperbolehkan untuk


intervensi negara lain dan ikut camput urusan negara lain sehingga
mengurangi kedaulatannya demi kerjasama.
 Hubungan internasional menuntut negara agar saling terbuka satu
sama lain sehingga bisa membocorkan informasi rahasia negaranya.
 Budaya bangsa lama kelamaan akan terkikis
 Susunan kenegaraan juga akan meniru negara luar, tanpa tidak
mempertimbangkan apakah cocok atau tidak sistem tersebut di
negaranya
 Ketergantungan terhadap negara lain Contoh : Indonesia, Indonesia
terlalu sering mengimpor bahan pangan yang harusnya bisa dipenuhi
dari dalam negeri.
Demikianlah pengertian kerjasama internasional, semoga bermanfaat, terima
kasih.