Anda di halaman 1dari 3

- KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN

Seperti yang dijelaskan dalam paragraf 11 PSAK 1 (Revisi 2009), laporan keuangan lengkap terdiri dari
komponen-komponen berikut ini :

a. laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode;

b. laporan laba rugi komprehensif selama periode;

c. laporan perubahan ekuitas selama periode;

d. laporan arus kas selama periode;

e. catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi
penjelasan lain; dan

f. laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan
suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan
keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

Sedangkan berdasarkan PSAK 1 (Revisi 2013) seperti yang dijelaskan pada paragraf 10, laporan
keuangan lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini :

a. Laporan posisi keuangan pada akhir periode;

b. laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;

c. laporan perubahan ekuitas selama periode;

d. laporan arus kas selama periode;

e. catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan
informasi penjelasan lain;

ea. informasi komparatif mengenai periode sebelumnya sebagaimana ditentukan dalam paragraf 38
dan 38A; dan

f. laporan posisi keuangan pada awal periode sebelumnya ketika entitas menerapkan suatu
kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan,
atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya sesuai dengan paragraf 40A-
40D.

PSAK 1 (Revisi 2013) juga menambahkan satu paragraf tambahan berupa paragraf 10A yang
mengatur bahwa entitas dapat menyajikan suatu laporan tunggal untuk laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, dengan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain disajikan dalam dua bagian.
Bagian tersebut disajikan bersama, dengan bagian laba rugi disajikan terlebih dahulu diikuti secara
langsung dengan bagian penghasilan komprehensif lain. Entitas dapat menyajikan bagian laba rugi
dalam suatu laporan laba rugi terpisah. Jika demikian, laporan laba rugi terpisah tersebut akan
langsung mendahului laporan yang menyajikan penghasilan komprehensif, yang dimulai dengan laba
atau rugi.
- INFORMASI KOMPARATIF

PSAK No.1 (Revisi 2013) mengklasifikasikan Informasi Komparatif yang harus disajikan dalam Laporan
Keuangan menjadi 2, yaitu : (1) Informasi Komparatif Minimum, dan (2) Informasi Komparatif
Tambahan, sedangkan PSAK No.1 (Revisi 2009) tidak membuat klasifikasi seperti ini.

Informasi Komparatif Minimum

Paragraf 38 PSAK 1 (Revisi 2013) menjelaskan bahwa entitas menyajikan informasi komparatif terkait
dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode
berjalan, kecuali diizinkan atau disyaratkan lain oleh SAK. Informasi komparatif yang bersifat naratif
dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan jika relevan untuk
pemahaman laporan keuangan periode berjalan.

Entitas menyajikan, minimal, dua laporan posisi keuangan, dua laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, dua laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), dua laporan arus kas, dan dua
laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan terkait (paragraf 38A).

Informasi Komparatif Tambahan

Paragraf 38C menjelaskan bahwa entitas dapat menyajikan informasi komparatif sebagai tambahan
atas laporan keuangan komparatif minimum yang disyaratkan SAK, sepanjang informasi tersebut
disiapkan sesuai dengan SAK. Informasi komparatif dapat terdiri dari satu atau lebih laporan yang
dirujuk pada paragraf 10, namun tidak harus terdiri dari laporan keuangan lengkap. Ketika kasus ini
terjadi, entitas menyajikan informasi catatan atas laporan keuangan yang terkait untuk laporan
tambahan tersebut.

Sebagai contoh, entitas dapat menyajikan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain ketiga
(sehingga menyajikan periode berjalan, periode sebelumnya dan satu periode komparatif
tambahan). Akan tetapi, entitas tidak disyaratkan untuk menyajikan laporan posisi keuangan ketiga,
laporan arus kas ketiga atau laporan perubahan ekuitas ketiga (yaitu laporan keuangan komparatif
tambahan). Entitas disyaratkan untuk menyajikan, dalam catatan atas laporan keuangan, informasi
komparatif yang terkait dengan laporan tambahan atas laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tersebut

- PENYAJIAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

Berdasarkan PSAK No.1 (Revisi 2013) yang akan mulai berlaku efektif sejak 1 Janurai 2015 nanti,
terdapat sedikit perubahan untuk judul laporan laba rugi yang harus disajikan. Kalau sebelumnya,
Revisi 2009 PSAK No.1 memberikan judul Laporan Laba Rugi Komperhensif, maka PSAK No.1 versi
Revisi 2013 akan menggunakan judul Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain.

Paragraf 81A PSAK No.1 Revisi 2013 menjelaskan bahwa Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain (Laporan Penghasilan Komprehensif) menyajikan, sebagai tambahan atas bagian
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain :
1. laba rugi;

2. total penghasilan komprehensif lain;

3. penghasilan komprehensif untuk periode berjalan, yaitu total laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.

Jika entitas menyajikan laporan laba rugi terpisah, maka entitas tidak menyajikan bagian laba rugi
dalam laporan yang menyajikan penghasilan komprehensif.

Kemudian, dalam paragraf 82A, berkaitan dengan masalah informasi yang disajikan dalam Bagian
Penghasilan Komprehensif Lain, dijelaskan bahwa Bagian Penghasilan Komprehensif Lain menyajikan
pos-pos untuk jumlah penghasilan komprehensif lain dalam periode berjalan, diklasifikasikan
berdasarkan sifat (termasuk bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura
bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas) dan dikelompokkan sesuai dengan SAK :

1. tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan

2. akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Disebut PSAK 1 2013 karena direvisi dan disyahkannya PSAK ini pada tahun 2013
bertepatan tanggal 19 Desember. Diberlakukannya pada 1 Januari 2015 karena setiap
dilakukannya revisi pada PSAK dipakai setelah tiga tahun kemudian, contoh : revisi 2015
dipakai tahun 2018.