PEMASARAN PARIWISATA
Pemasaran mempunyai peran yang sangat penting dalam industri pariwisata
khususnya untuk memberikan pencitraan daerah tujuan pariwisata. Pemasaran daerah tujuan
wisata adalah keseluruhan usaha untuk mengenalkan produk wisata yang ditawarkan oleh
daerah tujuan wisata baik yang tangiable maupun intangiable produk, mengenali indentitas
wisatawan yang mempunyai waktu, uang dan mempunyai keinginan untuk berwisata dan
mencari cara terbbaik untuk mencapai dan meyakinkan wisatawan untuk berkunjung ke
daerah tujuan wisata. Pemasaran daerah tujuan wisata menyangkut penelitian pasar,
penjualan, dan usaha mencari jalan terbaik untuk menyakinkan wisatawan agar rata-rata lama
tinggal lebih lama, dan jumlah pengluaran perkapita wisatawan semakin besar.
Tujuan utama pemasaran pariwisata adalah tidak hanya menyangkut jumlah
maksimal wisatawan yang berkunjung dan tinggal lebih lama tetapi lebih di utamakan quality
tourism yang dengan promosi selektif dapat mencapai wisatawan dengan belanja yang sangat
besar dan terjadi repeat quaest. Pemasaran daerah tujuan pariwisata memerlukan kerjasama
dengan pihak-pihak terkait seperti : pemerintah(menparpostel), perusahaan jasa penerbangan
dalam dan luar negri, jasa transportasi darat, biro wisata, travel, restoran dan hotel. Sasaran
pasar dapat dicapai dengan menggunakan data stastistik , dan informasi seperti rata-rata lama
tinggal, pengeluaran perkapita wisatawan jumlah kunjungan wisatawan dan waktu-waktu
pilihan yang menarik wisatawan untuk datang dan mengunjungi daerah tujuan wisata (peak
season and off season).
Realisasi kedatangan wisman ke Indonesia menunjukan bahwa jumlah wisman yang
datang paling banyak pada bulan Agustus dan Desember (peak season) sedangkan bulan
Maret, April , dan Mei merupakan bulan sepi kunjungan (off season). Hal ini dapat
dimengerti karena pada bulan Agustus dan Desember , wisman memperoleh hak menikmati
liburan atau hak cuti dari tempat kerjanya, dan bersamaan liburan natal dan tahun baru.
Pemasaran daerah tujuan wisata dapat dilakukan tidak hanya dengan melakukan
promosi melalui iklan, brosur , internet , ataupun alat-alat promosi lainnya tetapi dapat juga
dengan mengundang penulis atau wartawan pariwisata asing dengan tujuan agar penulis atau
wartawan tersebut menulis atau meliput hasil kunjungan daerah tujuan wisata wariss.
Penentuan posisi pasar penting bagi wisatawan dalam memperoleh gambaran yang jelas
tentang produk wisata, kekhususan daerah tujuan wisatawa , mutu layanan hotel, tarif kamar
hotel, dan kondisi keamanan daerah tujuan wisata.
Dalam manajemen pemasaran global, prinsip-prinsip dalam marketing mix masih
berlaku. Marketing mix. Sebagai strategi pemasaran sebenarnya mempertermukan antara
penawaran dan permintaan pasar. H.F Stanley dalam (Spillance, 1989), seorang konsultan
Pasific Asia Travel Association (PATA) membagi unsur marketing mix dalam pariwisata
menjadi :
1. Product mix
Wisatawan memerlukan jasa obyek wisata dan sarana wisata tertentu. Sarana
wisata adalah sarana social ekonomi secara keseluruhan atau sebagian
menghasilkan jasa atau barang yang digunakan wisatawan seperti hotel, rumah
makan, sarana olahraga, dan atraksi kesenian. Faktor penting dalam product mix
adalah masalah pemeliharaan warisan budaya, peninggalan sejarah, dan
pemeliharaan fisik dan nonfisik.
2. Distribution mix
Distribution mix berperan penting membawa wisatawan pada produk wisata yang
ditawarkan. Mencakup jasa transportasi darat , laut, dan udara yang melibatkan
perusahaan jasa transportasi darat , laut , udara , biro prjalanan dan guide. Kunci
penting distribution mix adalah layanan agar wisatawan memperoleh kepuasan
saat mengkonsumsi produk pariwisata.
3. Communicationn mix
Agar suatu produk wisata diketahui oleh wisatawan maka wisatawan harus diberi
informasi, diperkenalkan , ditarik, dan didorong agar mengunjungi suatu daerah
tujuan wisata. Dalam menginformasikan, mengenalkan, menarik, dan mendorong
wisatawan tersebut diperlukan communication mix. Ada beberapa pendekatan
communication mix yaitu :
a. Sales promotion
Pendekatan ini meliputi kegiatan komunikasi yang diarahkan kepada
wisatawan melalui media umum, biro perjalanan, dan hubungan langsung
dengan wisatawan.
b. Image promotion
Kegiatan komunikasi ini dilakukan dengan cara membujuk secara halus untuk
memberi kesan dan gambaran suatu daerah tujuan wisata melalui kunjungan
perkenalan juru foto spesialis, penulis atau wartawan pariwisata , feature
khusus disurat kabar atau majalah, dan pengiriman misi kesenian ke berbagai
Negara.
c. Melalui pendidikan, pelatihan dan penyeluhan kepada semua staf organisasi
yang terkait dalam matarantai kegiatan pariwisata.
d. Melalui jasa penerbangan kantor pariwisata, termasuk jasa surat-menyurat dan
hubungan korepondesi melalui alat komunikasi.
4. Service mix
Kegiatan dalam service mix merupakan kebijikan pemerintah untuk memperlancar
perjalanan dan persinggahan wisatawan, seperti kebijakan visa dan ketentuan bea
cukai.