Anda di halaman 1dari 3

Pengkajian Data Fokus

Pengkajian adalah merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari
berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien.
Pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan, oleh karena itu pengkajian
harus yang akurat, lengkap, sesuai dengan kenyataan, kebenaran data sangat penting dalam
merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai
dengan respon individu. Data fokus adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon
klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal-hal yang mencakup tindakan
yang dilaksanakan pada klien.

a. Riwayat
1. Menanyakan bagaimana perasaan pasien sejak kunjungan terakhirnya
2. Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul
sejak kunjungan terakhir
3. Gerakan janin dalam 24 jam terakhir

b. Untuk deteksi komplikasi dan ketidaknyamanan


1. Menanyakan keluhan - keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil
2. Menanyakan kemungkinan tanda - tanda bahaya yang dialami oleh ibu

c. Pemeriksaan Fisik
Pada tiap kunjungan ulang antenatal pemeriksaan fisik berikut dilakukan untuk
mendeteksi tiap tanda-tanda keluhan ibu dan evaluasi pada janin :
1. Janin :
1. Denyut jantung janin. Normal DJJ 120-160 kali per menit. Apabila kurang dari
120 x atau menitdisebut bradikardi, sedang lebih dari 160 x per menit disebut
tathicardi.
2. Ukuran janin
3. Dengan cara Mc. Donald untuk mengetahui TFU dengan pita ukur kemudian
dilakukan penghitungan tafsiran berat janin dengan rumus( TFU dalam cm ) – n x
155 = gram. Bila kepala diatas atau pada ishiadica maka n = 12. Bila kepala
dibawah spina ishiadica maka n = 11
4. Letak dan presentasi Letak dan presentasi dapat diketahui dengan menggunakan
palpasi. Salah satu cara palpasi yang sering digunakan adalah menurut Leopold
a. Leopold I : Untuk mengetahui tinggi fundus uteri dan bagian yang berada pada
bagian fundus
b. Leopold II : Untuk mengetahui letak janin memanjang atau melintang dan
bagian janin yang teraba disebelah kiri atau kanan
c. Leopold III : Untuk menentukan bagian janin yang ada dibawah (presentasi)
d. Leopold IV : Untuk menentukan apakah bagian bawah janin sudah masuk
panggul
2. Aktivitas/ gerakan janin Dikenal adanya gerakan 10, yang artinya dalam waktu 12 jam
normal gerakan janin minimal 10 kali.
3. Ibu
1. Tekanan darah
2. Berat badan
3. Tanda-tanda bahaya
4. Tinggi Fundus Uteri
5. Umur kehamilan
6. Pemeriksaan vagina

d. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium awal pada wanita dengan risiko ringan meliputi tes darah
berikut : golongan darah dan factor rhesus (Rh), skrining antibody, hitung darah lengkap
atau hematokrit, rapid plasma regain (RPR), atau tes lain untuk mendeteksi sifilis, titer
rubella, HBSAg, dan HIV. Banyak klinisi juga melakukan kultur urine. Seiring kemajuan
kehamilan, tes tambahan, seperti skrining tripel serum maternal, juga diperlukan.
Laboratorium dan pemeriksaan terkait merupakan komponen penting. Semua uji dan
pemeriksaan dilakukan sebagai bagian sekrining rutin yang bervariasi usia klien, status
resikonya ( misalnya bila jika ia terpejan penyakit menular seksual tuberkulosis), dan
apakah ia sedang hamil. Pada tingkat minimal, untuk semua usia dan tanpa memindahkan
status kehamilan klien, suatu pengkajian harus dilakukan untuk manskrining inveksi
vagina atau penyakit menular seksual. Selain itu juga perlu dilakukan uji laboratorium
dan pemeriksaan terkait berikut :
1. Hemoglobin atau hematokrit
2. Kolestrol total
3. Urinalisis
4. Pap smear

Wanita yang berusia lebih tua juga harus menjalani uji laboratorium dan penelitian
terkait:
1. Darah samar
2. Mammografi
3. Trigliserida dan profil lipid selain kolestrol plasma.
4. Penelitian kelenjar tiroid
5. Proktosigmoidoskopi (setiap 3-5 tahun)

Mengembangkan Rencana Sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan


1. Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normal yang dialaminya.
2. Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada
ibu.
3. Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi kegawat daruratan.
4. Ajari ibu untuk mengenal tanda - tanda bahaya, pastikan untuk memahami apa yang
dilakukan jika menemukan tanda bahaya.
5. Buat kesepakatan untuk kunjungan berikutnya.