Anda di halaman 1dari 50

Daftar Isi

ATURAN PRAKTIKUM .............................................................................................................................. 2


TUJUAN PRAKTIKUM ............................................................................................................................... 3
MODUL 1 ................................................................................................................................................. 4
Anomali Gayaberat .......................................................................................................................... 4
Anomali Magnetik ............................................................................................................................. 5
Soal Demo ......................................................................................................................................... 6
MODUL 2 ............................................................................................................................................... 10
Koreksi Tidal ................................................................................................................................... 10
Data Elevasi (Ketinggian) ............................................................................................................. 11
Metode Nettleton ............................................................................................................................ 13
Metode Parasnis............................................................................................................................. 14
MODUL 3 ............................................................................................................................................... 15
Analisis Spektrum dan Moving Average ..................................................................................... 15
Contoh Filtering Moving Average 2D .......................................................................................... 17
MODUL 4 ............................................................................................................................................... 22
Forward Modeling dengan GRAV2DC ........................................................................................ 22
Forward Modeling dengan MAG2DC .......................................................................................... 30
MODUL 5 ............................................................................................................................................... 40
Forward Gayaberat dengan GRAV3D ........................................................................................ 40
Pemodelan Inversi Gravity – Flat Surface .................................................................................. 42
Pemodelan Inversi Magnetik – Flat Surface .............................................................................. 44
Pemodelan Inversi Magnetik – Non Flat Surface ...................................................................... 47

1
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
ATURAN PRAKTIKUM
Aturan berikut ini dibuat untuk dilaksanakan dan dipatuhi:
1. Praktikan datang mengikuti praktikum tepat waktu. Toleransi keterlambatan
10 menit. Setelah batas keterlambatan, praktikan masih boleh mengikuti
praktikum tetapi tidak terhitung dalam daftar hadir.
2. Praktikan mengikuti praktikum dengan berpakaian rapi dan bersepatu.
3. Praktikan hanya mengikuti salah satu shift dan tidak diperkenankan untuk
berpindah-pindah shift (kecuali menyangkut jadwal setelah PRS).
4. Praktikan mengerjakan tugas yang diberikan asisten praktikum dan
dikumpulkan pada pertemuan berikutnya (sesuai shift masing-masing).
5. Pengumpulan tugas praktikum menggunakan format cover yang telah
ditentukan.
6. Keterlambatan pengumpulan tugas diberikan pengurang nilai 10 setiap hari
keterlambatannya.

2
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
TUJUAN PRAKTIKUM
Modul 1
1. Mengetahui data-data yang dibutuhkan untuk melakukan koreksi data
gayaberat dan magnetik.
2. Dapat menghitung nilai CBA.
3. Dapat menghitung nilai koreksi harian magnetik.
4. Dapat menghitung anomali magnetik.
Modul 2
1. Dapat menggunakan software untuk koreksi tidal.
2. Dapat menentukan elevasi suatu titik dari data pengukuran altimeter.
3. Dapat mengestimasi densitas permukaan dengan metode Nettleton dan
Parasnis.
Modul 3
1. Dapat menentukan window untuk pemisahan anomali regional dan residual
data CBA.
2. Dapat melakukan filtering Moving Average.
Modul 4
1. Dapat melakukan pemodelan ke depan gayaberat dan magnetik untuk desain
survey.
2. Dapat melakukan pemodelan ke depan gayaberat dan magnetik dari data
lapangan (2.5 D).
Modul 5
1. Dapat melakukan pemodelan inversi 3D gayaberat.
2. Dapat melakukan pemodelan inversi 3D magnetik.

3
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
MODUL 1
Anomali Gayaberat
Persamaan untuk Complete Bouguer Anomaly (CBA) yakni:
CBA  g obs  g  0,3085h  BC  TC

Beberapa penjelasan untuk koreksi-koreksi pada data gayaberat:


i. Koreksi spheroid dan geoid merupakan koreksi akibat bentuk bumi yang
tidak bulat. Sehingga, digunakan spheroid referensi sebagai pendekatan
untuk muka laut rata–rata (geoid) dengan mengabaikan efek benda di
atasnya. Spheroid referensi (g lintang) diberikan oleh persamaan GRS67
(Geodetic Reference System 1967):
g    978031.8(1  0.005304 sin 2   0.0000059 sin 2 2 )
dengan  adalah sudut lintang dalam radian.
ii. Koreksi apungan (drift) merupakan koreksi yang dilakukan akibat
perubahan alat (guncangan pegas) sehingga menimbulkan perbedaan
harga pembacaan alat pada satu titik yang sama pada waktu berbeda.
Koreksi drift ini diasumsikan sebagai sebuah persamaan yang linier dalam
selang waktu (t) tertentu.
g akhir  g awal
drift  (t n  t awal )
t akhir  t awal
iii. Koreksi udara bebas, Free Air Correction (FAC), merupakan koreksi akibat
pengaruh ketinggian terhadap spheroid referensi. Besarnya faktor koreksi
FAC untuk daerah ekuator (45ºLU-45ºLS) ialah -0,3085 mGal/m. sehingga
besarnya FAA adalah:
FAA  g obs  g  0,3085h

iv. Koreksi Bouguer merupakan koreksi akibat suatu benda yang memiliki
densitas di antara bidang referensi dan titik amat. Koreksi ini dilakukan
dengan menggunakan pendekatan benda berupa slab tak berhingga yang
besarnya diberikan oleh persamaan: BC  0.04185h dengan h adalah

elevasi dan  merupakan massa jenis. Setelah BC dapat ditentukan,


anomali gravity menjadi Simple Bouguer Anomali (SBA):
SBA  FAA  BC

4
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
v. Koreksi Medan (Terrain Correction) merupakan koreksi yang dilakukan
akibat pendekatan Bouguer. Topografi bumi tidaklah datar seperti slab
yang digunakan pada BC tetapi berundulasi. Perhitungan TC dapat
menggunakan Hammer chart. Berdasarkan radiusnya koreksi ini dibagi
menjadi 2, yaitu inner zone dan outer zone. Dengan rumus :

TC  0,04191 (rL  rD  rD2  z 2  rL2  z 2 )
n
Inner zone memiliki radius yang dapat diamati langsung di lapangan.
Terdiri dari zona B (radius 6.56 ft dibagi 4 sektor) dan zona C (radius 54.6 ft
dibagi 6 sektor). Outter zone memiliki radius yang jauh. Pengukuran
dilakukan dengan analisis peta kontur. Terdiri dari zona D (radius 175 ft
dibagi 6 sektor), zona E (radius 558 ft dibagi 8 sektor), zona F (radius 1280
ft dibagi 8 sektor), zona G (radius 2936 ft dibagi 12 sektor), zona H (radius
5018 ft dibagi 12 sektor), zona I (radius 8575 ft dibagi 12 sektor), zona J
(radius 14612 ft dibagi 12 sektor), zona K sampai M (masing-masing dibagi
6 sektor).

Anomali Magnetik
Berikut adalah koreksi untuk mendapatkan anomali magnetik.
a. Nilai variasi harian diukur di base selama 1 hari (±24 jam). Harga
pengukuran magnetometer yang ada di base bervariasi, karena
dipengaruhi oleh medan dari luar bumi. Data variasi harian yang terukur di
base didekati dengan persamaan polynomial. Persamaan polynomial ini
digunakan untuk mengoreksi data pengukuran di lapangan.
b. Perhitungan untuk memperoleh ∆T melibatkan TIGRF. Untuk mengetahui
nilai IGRF pada posisi tertentu di permukaan bumi, bisa menggunakan
calculator IGRF online
(http://www.ngdc.noaa.gov/geomodels/IGRFWMM.jsp).
c. Nilai anomali magnetik: ∆T = Tobs - TIGRF - Tvh

5
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Soal Demo
A. Anomali Gayaberat (CBA)
Pada praktikum kali ini, untuk pengolahan data mendapatkan CBA dilakukan
dalam 3 step:
(1) Perhitungan koreksi data pengukuran gayaberat sampai Gobs (Absolute
Gravity).
Perhitungan dari Data Lapangan s/d G Obs
Sts time Bacaan (mGal) Koreksi Tide Gtkoreksi Tide Koreksi Drift G tkoreksi drift Δg (mGal) Gobs (mGal)
Base 8:48 0.000 -0.039
C1B 9:32 -12.190 -0.041
C1R 9:46 -12.750 -0.040
C2R 9:57 -15.350 -0.039
C3R 10:07 -14.620 -0.037
C4R 10:15 -13.760 -0.035
C5R 10:27 -14.480 -0.031
PRG 10:47 -0.870 -0.025
C7R 10:57 1.280 -0.021
C8R 11:08 3.010 -0.017
C9R 11:19 1.900 -0.012
C10R 11:39 5.730 -0.002
C11R 12:31 4.310 0.027
C12R 12:47 -4.310 0.036
C13R 12:56 -5.460 0.040
C14R 13:06 2.410 0.045
C15R 13:23 -5.530 0.054
Base 14:03 -0.180 0.072

 Gterkoreksi tide (pada kasus ini) dihitung dengan cara menambahkan


nilai pada kolom bacaan dengan nilai pada kolom koreksi tide.
Koreksi drift nilainya dihitung dengan rumusan drift 
g akhir  g awal
(t n  t awal )
 t akhir  t awal .
 Gterkoreksi drift dihitung dengan cara mengurangkan nilai pada kolom
Gterkoreksi tide dengan nilai pada kolom Koreksi drift.
 Δg dihitung dengan cara mengurangkan nilai pada kolom Gterkoreksi
drift dengan nilai Gterkoreksi drift Base.
 Gobs dihitung dengan cara menambahkan nilai pada kolom Δg
dengan nilai G absolute di base (biasanya diketahui atau sudah
diikat dengan nilai G absolute pada BM tertentu).
(2) Perhitungan koreksi medan (inner zone) total.
Perhitungan Terrain Correction (Inner Zone)
Inner (m) TC
Sts
U S T B U S T B TC total
Base 2 2 1 6
C1B 10 7 2 5
C1R 0 6 0 5
C2R 4 4 2 2
C3R 5 5 3 3
C4R 0 2 4 4
C5R 1 0 1 4
PRG 15 2 8 12
C7R 2 1 25 3
C8R 3 10 5 6
C9R 5 7 2 10
C10R 15 2 10 2
C11R 8 0 3 12
C12R 7 4 10 10
C13R 6 8 3 12
C14R 2 2 9 8
C15R 5 10 7 7
Base 2 2 1 6

6
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
TC pada kolom U, S, B, dan T dihitung dengan rumusan


TC  0,04191 (rL  rD  rD2  z 2  rL2  z 2 )
n .
 TC total dihitung dengan menambahkan nilai pada kolom TC U, S,
B, dan T
(3) Perhitungan data gayaberat sampai CBA.
Perhitungan G Lintang FAC s/d CBA
Sts x (long) y (lat) h(m) Gobs (mGal) lat (deg) lat(rad) G(ϕ) (mGal) FAC FAA BC TC total CBA
Base 109⁰40'20.6'' 7⁰32'47.0'' 55.210
C1B 109⁰40'27.4'' 7⁰32'26.9'' 120.015
C1R 109⁰40'30.0'' 7⁰32'25.0'' 147.278
C2R 109⁰40'26.9'' 7⁰32'25.5'' 124.485
C3R 109⁰40'23.9'' 7⁰32'25.5'' 134.240
C4R 109⁰40'20.9'' 7⁰32'25.1'' 133.631
C5R 109⁰40'18.4'' 7⁰32'24.9'' 131.502
PRG 109⁰40'15.5'' 7⁰32'23.5'' 143.029
C7R 109⁰40'11.5'' 7⁰32'25.3'' 68.577
C8R 109⁰40'06.7'' 7⁰32'25.0'' 55.737
C9R 109⁰40'03.1'' 7⁰32'25.2'' 62.023
C10R 109⁰39'56.3'' 7⁰32'25.1'' 50.124
C11R 109⁰39'51.8'' 7⁰32'23.0'' 76.221
C12R 109⁰39'51.8'' 7⁰32'25.2'' 90.767
C13R 109⁰39'48.7'' 7⁰32'25.1'' 96.671
C14R 109⁰39'45.7'' 7⁰32'25.1'' 61.325
C15R 109⁰39'41.5'' 7⁰32'24.9'' 101.272
Base 109⁰40'20.6'' 7⁰32'47.0'' 55.210

 Gobs didapatkan dari perhitungan pada step (1).


 Lat (deg) dihitung dengan mengkonversi nilai pada kolom y (lat)
menjadi bentuk desimal.
 Lat (rad) dihitung dengan mengkonversi nilai pada kolom y (lat)
menjadi bentuk radian.
 G(ϕ) dihitung dengan rumusan

g    978031.8(1  0.005304 sin 2   0.0000059 sin 2 2 ) .

 FAC dihitung dengan rumusan 0.308*nilai pada kolom h(m)


 FAA dihitung dengan mengurangkan nilai pada kolom Gobs
dengan nilai pada kolom G(ϕ) dan menambahkan dengan nilai
pada kolom FAC.

 BC dihitung dengan rumusan BC  0.04185h


 TC total didapatkan dari perhitungan pada step (2)
 CBA dihitung dengan mengurangkan nilai pada kolom FAA dengan
nilai pada kolom BC dan menambahkan dengan nilai pada kolom
TC total.

B. Anomali Magnetik
Pada praktikum kali ini, untuk pengolahan data magnetik akan disediakan dua
tabel. Tabel pertama merupakan data pengukuran di base, dan tabel kedua
merupakan data pengukuran di stasiun magnetik.
7
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Pengukuran di Base
No Time Tobs Tvh
1 7:29 42535.00
2 8:05 42536.70
3 8:10 42536.70
4 8:15 42538.00
5 8:20 42539.30
6 8:25 42540.90
Pengukuran di Stasiun Magnetik
7 8:30 42541.40
8 8:35 42542.50
No Station Time T1 T2 T3 T Obs Diurnal corr IGRF corr ΔT
9 8:40 42543.80 1 BaseA 7:29:00 43110 43111
10 8:45 42545.00 2 H01R 8:25:00 42630 42630 42631
11 8:50 42545.90 3 H02R 8:31:00 42616 42616
12 8:55 42546.40 4 H03R 8:36:00 42620 42620
13 9:00 42547.10 5 G03R 8:45:00 42576 42576
14 9:05 42548.10
6 F03R 8:51:00 42567 42567
15 9:10 42548.80
16 9:15 42550.40
7 E03R 8:56:00 42553 42552 42552
17 9:20 42551.20 8 D03R 9:00:00 42458 42458
18 9:25 42552.30 9 C03R 9:05:00 42548 42548
19 9:30 42552.60 10 A03R 9:13:00 42498 42498
20 9:35 42552.90 11 U03R 9:18:00 42503 42502 42502
21 9:40 42553.60 12 T03R 9:23:00 42548 42548 42546
22 9:45 42553.60
13 T04R 9:53:00 42728 42727 42728
23 9:50 42553.70
14 U04R 10:02:00 42157 42156 42157
24 9:55 42553.50
25 10:00 42553.60 15 A04R 10:07:00 42568 42567 42568
26 10:05 42552.70 16 B04R 10:11:00 42580 42580
27 10:10 42552.60 17 C04R 10:17:00 42440 42440
28 10:15 42554.30 18 D04R 10:21:00 42556 42556
29 10:20 42554.70 19 E04R 10:24:00 42596 42596
30 10:25 42557.10
20 F04R 10:28:00 42538 42538
31 10:30 42556.30
21 G04R 10:34:00 42577 42577
32 10:35 42556.00
33 10:40 42556.40 22 H04R 10:38:00 42638 42638
34 10:45 42556.40 23 I04R 10:43:00 42578 42578
35 14:40 42557.40 45 BaseA 14:40:00 43110

Untuk tabel pengukuran di base akan dihitung nilai variasi harian untuk
digunakan sebagai nilai koreksi diurnal pada tabel pengukuran di stasiun
magnetik.
 Tvh dihitung dengan cara mengurangkan nilai pada kolom Tobs
dengan nilai TIGRF atau dengan nilai rata-rata pengukuran di base
magnetik setidak-tidaknya selama 24 jam, 36 jam, atau 48 jam.
Untuk tabel pengukuran di stasiun magnetik akan dihitung sampai didapatkan
nilai anomali magnetiknya (ΔT).
 T Obs dihitung dengan merata-ratakan nilai pada kolom T1, T2, dan
T3.
 Diurnal corr didapatkan dari nilai pada kolom Tvh (tabel pengukuran
di base).

8
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
 IGRF corr didapatkan nilainya dari TIGRF atau nilai rata-rata
pengukuran di base magnetik setidak-tidaknya selama 24 jam, 36 jam,
atau 48 jam (pada praktikum ini gunakan nilai 42531.18).
 ΔT dihitung dengan mengurangkan nilai pada kolom T Obs dengan
nilai pada kolom IGRF corr dan Diurnal corr.

9
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
MODUL 2
Koreksi Tidal
Koreksi pasang surut pada pengukuran gayaberat dilakukan untuk
memperhitungkan pengaruh benda-benda di luar bumi seperti matahari dan bulan.
Pasang surut bumi dapat memberikan pengaruh gravitasi hingga 0.3 mGal, dengan
periode ± 12 jam. Harga koreksi tidal bergantung pada lintang dan waktu.

Skematik pengaruh gayaberat bulan terhadap titik p di permukaan bumi.


Berikut adalah persamaan pengaruh gayaberat bulan di titik p (Longman, 1959):

( ) [( ) ( ) ( ) ( )]

Up = potensial di titik p akibat pengaruh bulan


θm = lintang
Bl = bulan
Bm = bumi
c = jarak rata-rata ke bulan
r = jari-jari bumi ke titik p
R = jarak dari pusat bumi ke bulan
Berikut adalah contoh penggunaan software TIDE.EXE untuk mendapatkan output
koreksi tidal.

10
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Data Elevasi (Ketinggian)
Ketinggian suatu posisi di permukaan bumi terhadap datum tertentu bisa diukur
dengan beberapa alat, salah satunya altimeter. Pengukuran nilai ketinggian dengan
altimeter dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya temperatur dan tekanan. Nilainya
akan bervariasi terhadap waktu untuk pengukuran pada posisi yang tetap, sehingga
diperlukan koreksi untuk mendapatkan nilai topografi yang sesuai.

Kurva Altimeter Base


15,00
10,00
5,00
y = -6,85E-07x 3 + 1,01E-04x 2 + 1,41E-01x
Altimeter-avg (m)

0,00 - 2,19E+01

-5,00 0 100 200 300 400


Kurva Altimeter Base
-10,00 Poly. (Kurva Altimeter Base)
-15,00
-20,00
-25,00
Time (menit-ke)

Pendekatan polinomial untuk koreksi altimeter.

Dalam suatu survei gayaberat, pengukuran nilai ketinggian memerlukan setidaknya


2 altimeter. Satu altimeter digunakan untuk mengukur di base dan yang lainnya
untuk mengukur di stasiun gayaberat. Berikut adalah data pengukuran altimeter di
base dan di stasiun gayaberat.

11
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Pengukuran Altimeter di Base Pengukuran Altimeter di Base
Time menit ke altimeter (m) avg (m) alti-avg (m) Time menit ke altimeter (m) avg (m) alti-avg (m)
9:25 0 105 124,865 -19,87 12:30 185 130 124,865 5,14
9:30 5 105 124,865 -19,87 12:35 190 126 124,865 1,14
9:35 10 104 124,865 -20,87 12:40 195 128 124,865 3,14
9:40 15 105 124,865 -19,87 12:45 200 129 124,865 4,14
9:45 20 105 124,865 -19,87 12:50 205 131 124,865 6,14
9:50 25 106 124,865 -18,87 12:55 210 130 124,865 5,14
9:55 30 105 124,865 -19,87 13:00 215 131 124,865 6,14
10:00 35 106 124,865 -18,87 13:05 220 129 124,865 4,14
10:05 40 106 124,865 -18,87 13:10 225 132 124,865 7,14
10:10 45 111 124,865 -13,87 13:15 230 132 124,865 7,14
10:15 50 113 124,865 -11,87 13:20 235 133 124,865 8,14
10:20 55 112 124,865 -12,87 13:25 240 136 124,865 11,14
10:25 60 113 124,865 -11,87 13:30 245 135 124,865 10,14
10:30 65 111 124,865 -13,87 13:35 250 136 124,865 11,14
10:35 70 113 124,865 -11,87 13:40 255 136 124,865 11,14
10:40 75 115 124,865 -9,86 13:45 260 134 124,865 9,14
10:45 80 113 124,865 -11,87 13:50 265 137 124,865 12,14
10:50 85 115 124,865 -9,86 13:55 270 136 124,865 11,14
10:55 90 114 124,865 -10,87 14:00 275 133 124,865 8,14
11:00 95 117 124,865 -7,86 14:05 280 136 124,865 11,14
11:05 100 117 124,865 -7,86 14:10 285 136 124,865 11,14
11:10 105 118 124,865 -6,86 14:15 290 135 124,865 10,14
11:15 110 119 124,865 -5,86 14:20 295 135 124,865 10,14
11:20 115 121 124,865 -3,86 14:25 300 136 124,865 11,14
11:25 120 122 124,865 -2,86 14:30 305 135 124,865 10,14
11:30 125 121 124,865 -3,86 14:35 310 136 124,865 11,14
11:35 130 121 124,865 -3,86 14:40 315 136 124,865 11,14
11:40 135 124 124,865 -0,86 14:45 320 136 124,865 11,14
11:45 140 125 124,865 0,14 14:50 325 135 124,865 10,14
11:50 145 124 124,865 -0,86 14:55 330 136 124,865 11,14
11:55 150 124 124,865 -0,86 15:00 335 134 124,865 9,14
12:00 155 125 124,865 0,14 15:05 340 137 124,865 12,14
12:05 160 123 124,865 -1,86 15:10 345 135 124,865 10,14
12:10 165 126 124,865 1,14 15:15 350 136 124,865 11,14
12:15 170 128 124,865 3,14 15:20 355 136 124,865 11,14
12:20 175 126 124,865 1,14 15:25 360 136 124,865 11,14
12:25 180 127 124,865 2,14 15:30 365 135 124,865 10,14

Untuk mendapatkan nilai koreksi pada pengukuran altimeter, data altimeter base kita
kurangkan dengan nilai rata-ratanya (124.865 m) maka didapatkan koreksi altimeter
setiap stasiun gayaberat. Nilai h di base biasanya diketahui, untuk contoh di atas

12
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
nilai h di base adalah 55.210 m. Berikut adalah contoh untuk perhitungan
mendapatkan nilai h.

Perhitungan Koreksi Altimeter Lapangan Lintasan A


h (m) h (m)
STATION menit-ke poli orde 3 h koreksi h lokal
Pengukuran sebenarnya
BASE 0 0,00 -21,90 21,90 0,00 55,21
AA-1 22 -3,05 -18,81 15,76 -6,14 49,07
AA-2 30 -4,88 -17,69 12,81 -9,09 46,12
AA-3 38 -2,13 -16,58 14,45 -7,45 47,76
AA-4 47 7,62 -15,35 22,97 1,07 56,28
AA-5 56 29,57 -14,13 43,69 21,79 77,00
AA-6 73 64,92 -11,88 76,80 54,90 110,11
AA-7 84 88,09 -10,47 98,56 76,66 131,87
AA-8 95 103,94 -9,11 113,04 91,14 146,35
AA-9 109 81,08 -7,44 88,51 66,61 121,82
AA-10 119 63,09 -6,30 69,39 47,49 102,70
AA-11 129 67,97 -5,21 73,18 51,28 106,49
AA-12 147 92,05 -3,40 95,45 73,55 128,76
AA-13 167 106,98 -1,61 108,60 86,70 141,91
AA-14 206 123,14 1,03 122,11 100,21 155,42
AA-15 215 89,92 1,46 88,46 66,56 121,77
AA-16 227 49,07 1,92 47,15 25,25 80,46
AA-17 274 25,908 2,33 23,57 1,67 56,88
AA-18 280 22,860 2,21 20,65 -1,25 53,96
AA-19 286 21,946 2,05 19,90 -2,00 53,21
AA-20 292 21,946 1,84 20,10 -1,80 53,41
AA-21 297 21,946 1,64 20,31 -1,59 53,62
AA-22 306 21,031 1,19 19,84 -2,06 53,15
AA-23 312 21,031 0,83 20,20 -1,70 53,51
AA-24 320 20,117 0,28 19,83 -2,07 53,14
AA-25 326 21,946 -0,19 22,13 0,23 55,44
BASE 349 19,45 -2,45 21,90 0,00 55,21

Metode Nettleton
Metode ini mendasarkan pada pengertian tentang koreksi BC dan TC jika rapat
massa yang digunakan sesuai dengan rapat massa permukaan, maka penampang
anomali gayaberat menjadi smooth. Secara kuantitatif, metode Nettleton
mengestimasi rapat massa permukaan terbaik dengan menerapkan korelasi silang
antara perubahan elevasi terhadap suatu referensi tertentu dengan anomali
gayaberatnya. Rapat massa terbaik diberikan oleh harga korelasi silang terkecil.

13
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
ρ=1.9 g/cc

Metode Parasnis
Metode Parasnis mengestimasi rapat massa dari persamaan CBA.
( g obs  g  0,3085h)  CBA  (2h  c)  atau

y  CBA  x rapat massa adalah gradient garis lurus dari plot data x dan y.

14
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
MODUL 3
Analisis Spektrum dan Moving Average
Analisis spektrum perlu dilakukan untuk estimasi kedalaman sumber anomali dan
mengetahui lebar jendela (window) filtering. Hal itu dilakukan dengan melakukan
transformasi fourier terhadap anomali gayaberat pada lintasan yang kita pilih dimana
transformasi Fouriernya adalah sebagai berikut :

k z  z' 
1 1 e 0
F (U )    F   dan F    2
r r k

dimana, U = potensial gayaberat


 = konstanta gayaberat
 = anomali rapat massa
R = jarak
sehingga persamaannya menjadi :

e

k z0  z ' 
F (U )  2  
k

Transformasi Fourier anomali gayaberat pada lintasan yang kita pilih adalah :
  1
F (gz )    F  
 z r 
 1
  F 
z  r 

k z0  z ' 
F ( g z )  2   e
dimana, gz = anomali gayaberat
k = bilangan gelombang
z0 = ketinggian titik amat
z = kedalaman benda anomali
Bila distribusi rapat massa bersifat random dan tidak ada korelasi antara masing-
masing nilai gayaberat, maka :  =1, sehingga hasil transformasi Fourier anomali
gayaberat menjadi :

k z0  z ' 
A C e
dimana A merupakan amplitudo dan C adalah konstanta.

15
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Dengan me-logaritma-kan spektrum amplitudo maka akan dihasilkan persamaan
garis lurus. Komponen k menjadi berbanding lurus dengan spektrum amplitudo.
lnA  lnC  ( z0  z ') k

Melalui regresi linier terhadap persamaan garis lurus di atas, maka diperoleh batas
antara orde satu (regional) dengan orde dua (residual). Dari hasil regresi ini akan
didapatkan nilai kedalaman untuk tiap-tiap anomali.
Zona regional

Ln A Zona residual
noise

Batas zona regional-residual k

Kurva ln A terhadap k
Anomali gayaberat yang terukur di permukaan pada dasarnya merupakan gabungan
dari berbagai macam sumber dan kedalaman anomali yang ada di bawah
permukaan dimana salah satunya merupakan target event. Untuk kepentingan
interpretasi antara air tanah dan subsidence, target event harus dipisahkan dari
event lainnya. Target event dapat berada di zona yang dangkal (air tanah) atau
zona yang dalam (subsidence).
Secara matematis persamaan moving average untuk kasus 1-D adalah sbb:

g i  n   ...  g i   ...  g i  n 
g r i  
N

Sedangkan penerapan moving average pada peta dua dimensi, harga g R pada

suatu titik dapat dihitung dengan merata-ratakan semua nilai g B di dalam sebuah

kotak persegi dengan titik pusat adalah titik yang dihitung harga g R . Contoh

aplikasi perata-rataan bergerak dalam jendela 5x5 pada data dua dimensi diberikan
pada persamaan :

1
g R    g B1    g B 2    g B 3   ......   g B 25  
25 
16
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Ilustrasi moving average dua dimensi jendela 5x5 (Robinson,1988).

Contoh Filtering Moving Average 2D

Langkah-langkah filtering moving average:


1. Setelah data CBA dibuat dalam bentuk grid, maka dapat ditampilkan kontur
petanya di surfer.
2. Tentukan lintasan pada peta CBA yang akan di transformasi fourier.
3. Pilih peta CBA yang akan di slice lalu lakukan digitasi dari ujung ke ujung
lintasan yang telah ditentukan pada langkah 2. Pilih menu Map >> Digitize.
4. Lakukan slicing dengan menggunakan menu Grid >> Slice... dan simpan
hasilnya dalam bentuk *.dat.
5. Buat input untuk software NUMERI.EXE untuk mentransformasi data CBA ke
domain frekuensi. Input numeri dibuat dengan spasi yang seragam dan
disimpan dalam bentuk *.xy. File input terdiri dari 2 kolom, kolom pertama
adalah spasi yang seragam dan kolom kedua adalah nilai CBA.

17
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
6. Selanjutnya gunakan software NUMERI.EXE dan ikuti langkah-langkah
berikut:

18
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
a) Open Aplication NUMERI.EXE
b) Tekan Enter
c) Tekan 5 >> Transformasi Fourier Diskrit
d) Tekan 1 >> Data
e) Tekan 1 >> Masukkan Data
f) Tekan 2 >> Data dari Hardisk
g) Tulis nama file input lalu tekan F10
h) Tekan Esc tiga kali
i) Tekan 3 >> DFT
j) Tekan 5 >> Memilih Output
k) Tekan 2 >> Real-/Imaginer
l) Tekan 3 >> Simpan
m) Beri nama output file lalu tekan F10
Output NUMERI.EXE berupa file dengan ekstensi *.SPK.

7. Proses selanjutnya lakukan dengan Excel untuk mendapatkan grafik ln A dan k


sebagai berikut:

19
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
RE IM f A K LN A
2251,46 0,00 0,0000 2251,46 0,00000 7,719334174
-32,59 112,88 0,0169 117,49 0,10649 4,766335194
-29,59 174,83 0,0339 177,31 0,21299 5,177926664
6,45 59,66 0,0508 60,00 0,31948 4,094418417
-17,73 45,03 0,0678 48,39 0,42598 3,879373861
-14,57 44,02 0,0847 46,37 0,53247 3,836726084
-16,08 38,22 0,1017 41,47 0,63897 3,72488276
-13,88 30,13 0,1186 33,17 0,74546 3,501728338
-13,43 19,50 0,1356 23,68 0,85196 3,164640178
-14,17 18,03 0,1525 22,93 0,95845 3,132556454
-11,23 16,88 0,1695 20,27 1,06495 3,009258467
-11,13 16,71 0,1864 20,08 1,17144 2,99963914
-9,87 14,98 0,2034 17,94 1,27794 2,886889974
-10,23 13,60 0,2203 17,02 1,38443 2,834247712
-11,21 11,11 0,2373 15,79 1,49093 2,759067012
-10,49 10,13 0,2542 14,58 1,59742 2,67991386
-10,74 8,43 0,2712 13,65 1,70391 2,613975413
-10,37 7,42 0,2881 12,76 1,81041 2,546039849
-10,71 7,40 0,3051 13,02 1,91690 2,566608633 9
-10,64 6,27 0,3220 12,35 2,02340 2,513834217 8
-10,83 6,11 0,3390 12,44 2,12989 2,520935926 7 y = -27,72x + 7,719
-10,73 4,83 0,3559 11,77 2,23639 2,465375849 6
-10,64 4,56 0,3729 11,58 2,34288 2,449042867 5
-10,51 3,95 0,3898 11,23 2,44938 2,418552071 4
y = -2,557x + 5,261

-10,77 3,12 0,4068 11,21 2,55587 2,417042832 3


y = -0,361x + 3,342

-10,94 2,69 0,4237 11,26 2,66237 2,421493406


2
-10,88 1,87 0,4407 11,04 2,76886 2,401812498
1
-10,61 1,19 0,4576 10,67 2,87536 2,367797957
0
-10,51 0,64 0,4746 10,53 2,98185 2,354629682
0,00000 0,50000 1,00000 1,50000 2,00000 2,50000 3,00000 3,50000
-10,39 0,16 0,4915 10,39 3,08835 2,340749966

8. Untuk seluruh lintasan dilakukan dengan cara yang sama kemudian ditentukan
windownya.
Line m1 c1 m2 c2 c2-c1 m1-m2 k W
A -27,71 7,04 -2,55 4,59 -2,45 -25,16 0,10 32,25 -0.7
B -23,08 7,10 -3,26 4,43 -2,67 -19,82 0,13 23,33
C -22,53 7,09 -3,37 4,68 -2,40 -19,16 0,13 25,04
D -23,57 7,09 -4,30 4,38 -2,71 -19,27 0,14 22,31 -0.8
E -16,44 6,80 -2,65 4,08 -2,72 -13,79 0,20 15,91
B
Avg -22,666 -3,2268 23,77
A
9. Filtering 2D dilakukan dengan Surfer dengan cara sebagai berikut. Pilih -0.9
menu
Grid >> Filter ... >> User Defined Filters >> Low-pass Filters >> Moving average
(mxn). Kemudian atur nilai m dan n berdasarkan lebar window serta beri nama
-1

outputnya *.grd. Output ini adalah peta anomali regional.

-1.1

-1.2

20
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.) -1.3

115.1 115.2
10. Anomali residual diperoleh dengan mengurangkan CBA dengan regional. Pilih
menu Grid >> Math ... Kemudian atur isian input dan output serta masukkan
fungsi. Output ini adalah peta anomali residual.

21
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
MODUL 4
Forward Modeling dengan GRAV2DC

Tampilan GRAV2DC.
Langkah-langkah menjalankan program untuk forward modelling (desain survey):
1. Pilih menu System Options >> Begin New Model, kemudian atur parameternya.

Atur Unit of Measure apakah menggunakan meter atau kilometer.


Atur Body 1 Density sebagai nilai kontras densitas (g/cc) body pertama yang
akan dibuat.
Atur Strike Length 1 dan 2 sebagai perpanjangan body ke arah yang menuju
user (∙) dan menjauhi user (×).
Atur Maximum Depth Displayed yang akan menampilkan kedalaman maksimum
subsurface.
Untuk kelima parameter di atas selama pemodelan dapat diubah-ubah (lihat
langkah 3!).

22
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Pengaturan Station Spacing dan No. of Points yang akan menentukan jarak
antar stasiun dan jumlah stasiun. Kedua parameter sangat menentukan untuk
mengambil keputusan desain survey. Dengan melakukan pemodelan seperti ini,
diharapkan target yang dicari berdasar sumber informasi pendukung dapat
dideteksi responnya ketika dilakukan pengukuran yang sesuai desain survey.
2. Setelah OK, buatlah body pertama dengan mengikuti instruksi yang muncul di
layar. Klik kiri untuk membuat sudut body, sedangkan klik kanan untuk menutup
bentuk body (poligon). Pembuatan sudut-sudut body dilakukan searah jarum
jam!

3. Untuk merubah properti body pilih menu Edit Model >> Change Body Properties
(Alt+P). Untuk keterangan tiap kolom parameter bisa dilihat pada langkah 1.

4. Untuk merubah posisi sudut body dengan mouse, pilih menu Edit Model >>
Change a Corner with the mouse (Alt+C). Ikuti instruksi yang tampil di layar
dengan klik kiri untuk memilih sudut body yang akan diubah posisinya, kemudian
klik kiri lagi untuk posisi yang baru. Lakukan terus sampai mendapatkan posisi
yang diinginkan. Untuk mengakhiri perubahan posisi sudut body, maka klik
kanan.

23
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
5. Untuk merubah posisi sudut body juga dapat dilakukan dengan lebih presisi
berdasarkan koordinat yang diinginkan. Pilih menu Edit Model >> Change a
Corner Numerically, kemudian atur posisinya (horisontal dan vertikal). Sebelum
mengatur sudut yang lainnya tekan Calculate untuk meng-update posisi yang
terbaru. Kemudian baru tekan Previous atau Next untuk mengatur sudut body
yang lain. Untuk pengaturan empat sudut dan hasilnya, ditunjukkan sebagai.

24
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
6. Untuk mengurangi jumlah sudut body pilih menu Edit Model >> Delete Body
Corners. Klik kiri untuk menandai sudut-sudut body yang akan dihilangkan. Klik
kanan untuk men-delete sudut-sudut tersebut.

7. Untuk menambah jumlah sudut body pilih menu Edit Model >> Add a Corner to a
Body. Penambahan sudut body baru harus mengikuti arah putaran jarum jam.
Klik kiri untuk menandai sudut body sebelum sudut baru ditambahkan (dengan
klik kiri sekali lagi).

8. Untuk memindahkan body pilih menu Edit Model >> Move a Body (Alt+M). Ada 2
cara untuk memindahkan body, secara numerik (atur angka perpindahannya dan
tekan arah perpindahannya (+/-)) dan secara manual (klik+drag).

25
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
9. Untuk membuat body tambahan pilih menu Edit Model >> Add a body (Alt+A).
Atur parameter body yang baru, lalu tekan OK. Body tambahan dibentuk dengan
cara yang sama pada langkah ke-2.

10. Ketika ada beberapa body yang ingin dihubungkan, maka pilih menu Edit Model
>> Link Body Corners.

11. Untuk mengetahui respon dari sumber body tertentu, maka body yang lain dapat
dihilangkan dengan pilih menu Edit Model >> Hide/UnHide a Body (Alt+H).

12. Untuk membuat 2 body yang sama persis, pilih menu Edit Model >> Copy a
Body. Ada 2 cara untuk membuat body yang identik (dengan posisi yang
berbeda), secara numerik (atur angka perpindahannya) dan secara manual
(klik+drag).

26
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
13. Untuk memutar body pilih menu Edit Model >> Turn a Body.

14. Untuk menghilangkan suatu body pilih menu Edit Model >> Delete a Body
(Alt+D). Men-delete semua body di bawah permukaan adalah hal yang tidak
dimungkinkan oleh software ini. Minimal harus disisakan satu body.

15. Untuk merubah unit, pilih menu Edit Model >> Change Units.

27
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
16. Untuk menyimpan model yang telah dibuat, pilih menu System Options >> Save
the current model (Alt+S). Maksimum 8 karakter untuk penamaan file.

17. Untuk membuka lagi dan melakukan perubahan pada model yang sama, pilih
menu System Options >> Load an Old Model (Alt+L).

Langkah-langkah menjalankan program untuk pemodelan 2.5D dari data lapangan.


1. Buatlah file input dalam *.dta yang terdiri dari 2 kolom. Kolom pertama adalah
data spasial, kolom kedua data anomali gayaberat (mGal). Contoh formatnya
sebagai berikut.

28
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
2. Untuk membuka file input, pilih menu System Options >> Begin a New Model
(Alt+B). Chek List pada bagian Read in Observed Data. Kemudian pilih file data
yang akan dimodelkan. Data akan keluar berupa resppon observasi (garis putus-
putus).

3. Dengan informasi data pendukung, maka model dibuat dengan membuat body-
body subsurface. Body-body tersebut sebagai sumber anomali yang akan
terhitung responnya/calculated (berupa garis tegas). Model yang tepat adalah
yang dapat mengakomodasi data geologi dan data pendukung lainnya serta
misfit antara data observasi dan calculated kecil. Dengan kata lain garis tegas
dan putus-putus akan saling berhimpit. Contohnya mungkin sebagai berikut.

29
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Forward Modeling dengan MAG2DC

Tampilan GRAV2DC.
Langkah-langkah menjalankan program untuk forward modelling (desain survey):
1. Pilih menu System Options >> Begin New Model, kemudian atur parameternya.

30
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Atur Unit of Measure apakah menggunakan meter atau kilometer dan juga untuk
S.I. atau C.G.S.
Atur Profile Bearing dari arah lintasan survey. Jika arah profil lintasan mengutara
maka profile bearing 0 derajat.
Atur Reference Height untuk memperhitungkan ketinggian antena dari
magnetometer.
Atur Maximum Depth Displayed yang akan menampilkan kedalaman maksimum
subsurface.
Atur Geomagnetic Field Parameters Intensity (nT), Inclination, dan Declination
sesuai dengan nilai TIGRF, Inklinasi dan Deklinasi daerah target.
Atur Body 1 Susceptibility sebagai nilai kontras susseptibilitas body pertama
yang akan dibuat.
Untuk ketujuh parameter di atas selama pemodelan dapat diubah-ubah (lihat
langkah 3!).

Pengaturan Station Spacing dan No. of Points yang akan menentukan jarak
antar stasiun dan jumlah stasiun. Kedua parameter sangat menentukan untuk
mengambil keputusan desain survey. Dengan melakukan pemodelan seperti ini,
diharapkan target yang dicari berdasar sumber informasi pendukung dapat
dideteksi responnya ketika dilakukan pengukuran yang sesuai desain survey.

31
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
2. Setelah OK, buatlah body pertama dengan mengikuti instruksi yang muncul di
layar. Klik kiri untuk membuat sudut body, sedangkan klik kanan untuk menutup
bentuk body (poligon). Pembuatan sudut-sudut body dilakukan searah jarum
jam!

3. Untuk merubah properti body pilih menu Edit Model >> Change Body Properties
(Alt+P). Untuk keterangan tiap kolom parameter bisa dilihat pada langkah 1.

4. Untuk merubah posisi sudut body dengan mouse, pilih menu Edit Model >>
Change a Corner with the mouse (Alt+C). Ikuti instruksi yang tampil di layar
dengan klik kiri untuk memilih sudut body yang akan diubah posisinya, kemudian
klik kiri lagi untuk posisi yang baru. Lakukan terus sampai mendapatkan posisi
yang diinginkan. Untuk mengakhiri perubahan posisi sudut body, maka klik
kanan.

32
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
5. Untuk merubah posisi sudut body juga dapat dilakukan dengan lebih presisi
berdasarkan koordinat yang diinginkan. Pilih menu Edit Model >> Change a
Corner Numerically, kemudian atur posisinya (horisontal dan vertikal). Sebelum
mengatur sudut yang lainnya tekan Calculate untuk meng-update posisi yang
terbaru. Kemudian baru tekan Previous atau Next untuk mengatur sudut body
yang lain. Untuk pengaturan empat sudut dan hasilnya, ditunjukkan sebagai.

33
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
6. Untuk mengurangi jumlah sudut body pilih menu Edit Model >> Delete Body
Corners. Klik kiri untuk menandai sudut-sudut body yang akan dihilangkan. Klik
kanan untuk men-delete sudut-sudut tersebut.

7. Untuk menambah jumlah sudut body pilih menu Edit Model >> Add a Corner to a
Body. Penambahan sudut body baru harus mengikuti arah putaran jarum jam.
Klik kiri untuk menandai sudut body sebelum sudut baru ditambahkan (dengan
klik kiri sekali lagi).

8. Untuk memindahkan body pilih menu Edit Model >> Move a Body (Alt+M). Ada 2
cara untuk memindahkan body, secara numerik (atur angka perpindahannya dan
tekan arah perpindahannya (+/-)) dan secara manual (klik+drag).

34
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
9. Untuk membuat body tambahan pilih menu Edit Model >> Add a body (Alt+A).
Atur parameter body yang baru, lalu tekan OK. Body tambahan dibentuk dengan
cara yang sama pada langkah ke-2.

10. Ketika ada beberapa body yang ingin dihubungkan, maka pilih menu Edit Model
>> Link Body Corners.

11. Untuk mengetahui respon dari sumber body tertentu, maka body yang lain dapat
dihilangkan dengan pilih menu Edit Model >> Hide/UnHide a Body (Alt+H).

12. Untuk membuat 2 body yang sama persis, pilih menu Edit Model >> Copy a
Body. Ada 2 cara untuk membuat body yang identik (dengan posisi yang
berbeda), secara numerik (atur angka perpindahannya) dan secara manual

35
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
(klik+drag). Pada contoh berikut ditunjukkan bahwa body 1 juga ikut tertarik
karena ada link body pada langkah ke-10. Jika hanya ingin memindahkan body
ke-2 saja maka dilakukan unlink terlebih dahulu.

13. Untuk memutar body pilih menu Edit Model >> Turn a Body.

14. Untuk menghilangkan suatu body pilih menu Edit Model >> Delete a Body
(Alt+D). Men-delete semua body di bawah permukaan adalah hal yang tidak
dimungkinkan oleh software ini. Minimal harus disisakan satu body.

15. Untuk merubah unit, pilih menu Edit Model >> Alter the Model Global Parameter.

36
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
16. Untuk menyimpan model yang telah dibuat, pilih menu System Options >> Save
the current model (Alt+S). Maksimum 8 karakter untuk penamaan file.

17. Untuk membuka lagi dan melakukan perubahan pada model yang sama, pilih
menu System Options >> Load an Old Model (Alt+L).

Langkah-langkah menjalankan program untuk pemodelan 2.5D dari data lapangan.


1. Buatlah file input dalam *.dta yang terdiri dari 2 kolom. Kolom pertama adalah
data spasial, kolom kedua data anomali gayaberat (mGal). Contoh formatnya
sebagai berikut.

37
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
2. Untuk membuka file input, pilih menu System Options >> Begin a New Model
(Alt+B). Chek List pada bagian Read in Observed Data. Kemudian pilih file data
yang akan dimodelkan. Data akan keluar berupa resppon observasi (garis putus-
putus).

38
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
3. Dengan informasi data pendukung, maka model dibuat dengan membuat body-
body subsurface. Body-body tersebut sebagai sumber anomali yang akan
terhitung responnya/calculated (berupa garis tegas). Model yang tepat adalah
yang dapat mengakomodasi data geologi dan data pendukung lainnya serta
misfit antara data observasi dan calculated kecil. Dengan kata lain garis tegas
dan putus-putus akan saling berhimpit. Contohnya mungkin sebagai berikut.

39
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
MODUL 5
Forward Gayaberat dengan GRAV3D

Tampilan MeshTools3D GRAV3D.


Langkah-langkah menjalankan program:
1. Pilih menu File >> Create mesh … Atur dimensi dari mesh yang akan dibuat
mewakili dimensi bawah permukaan.

2. Pilih Edit >> Add blocks …

40
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
3. Untuk perhitungan forward pilih Forward Model >> Gravity …

41
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Pemodelan Inversi Gravity – Flat Surface

Tampilan GUI GRAV3D.

Langkah-langkah menjalankan program:


1. Buat file input untuk Grav observation file. File di save dengan extension *.grv.
Berikut adalah contoh formatnya untuk data anomali gravity.

2. Buat file input untuk Mesh. File di save dengan extension *.mesh. Berikut adalah
contoh formatnya untuk flat surface.

42
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
3. Untuk Mode pilih radio button GCV
4. Sebelum inversi dijalankan, save terlebih dahulu! Pilih menu File di bagian atas
GUI GRAV3D, kemudian pilih Save.

5. Kemudian jalankan inversi dengan memilih menu Inversion di bagian atas GUI
GRAV3D, kemudian pilih Run.
6. Setelah inversi, hasilnya dapat ditampilkan dengan memilih menu View di bagian
atas GUI GRAV3D, kemudian pilih Model. Untuk membandingkan hasil
observasi dan perhitugan inversi pilih menu Predicted.

43
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Pemodelan Inversi Magnetik – Flat Surface
9500

9500

13000
13000

12500
12500

12000
12000

11500
11500

11000
11000
9400

9400

10500
10500

10000
10000

9500
9500

9000
9000

2000 2500 3000 3500 4000 4500


2000 2500 3000 3500 4000 4500

meter
nT
9300
9300

55
1600
53
1400 51
1200 49
9200

9200

1000 47
45
800
43
600 41
400
9100

9100

39
200 37
0 35
33
-200
31
9000
9000

-400 29
-600 27
-800 25
23
-1000
8900

8900

21
-1200 19
-1400 17
-1600 15
8800

8800

1800 1900 2000 2100 2200 2300 2400 2500 1800 1900 2000 2100 2200 2300 2400 2500

Anomali Magnetik (Blok Inversi) Topografi (Blok Inversi)

44
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Tampilan GUI MAG3D untuk perhitungan inversi.
Langkah-langkah menjalankan program:
1. Buat file input untuk Mag observation file. File di save dengan extension *.mag.
Berikut adalah contoh formatnya untuk data anomali magnetik di atas.

45
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
2. Buat file input untuk Mesh. File di save dengan extension *.mesh. Berikut adalah
contoh formatnya untuk flat surface.

3. Sebelum inversi dijalankan, save terlebih dahulu! Pilih menu File di bagian atas
GUI MAG3D, kemudian pilih Save.

4. Kemudian jalankan inversi dengan memilih menu Inversion di bagian atas GUI
MAG3D, kemudian pilih Run.
5. Setelah inversi, hasilnya dapat ditampilkan dengan memilih menu View di bagian
atas GUI MAG3D, kemudian pilih Model. Untuk membandingkan hasil observasi
dan perhitugan inversi pilih menu Predicted.

46
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
Pemodelan Inversi Magnetik – Non Flat Surface
Langkah-langkah menjalankan program:
1. Buat file input untuk Mag observation file. File di save dengan extension *.mag.
Contoh formatnya sama dengan yang telah dijelaskan sebelumnya.
2. Buat file input untuk Mesh. File di save dengan extension *.mesh. Berikut adalah
contoh formatnya untuk data topografi di atas.

3. Buat file input untuk Topography. File di save dengan extension *.dat. Berikut
adalah contoh formatnya untuk data topografi di atas.

47
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
4. Sebelum inversi dijalankan, save terlebih dahulu! Pilih menu File di bagian atas
GUI MAG3D, kemudian pilih Save.
5. Kemudian jalankan inversi dengan memilih menu Inversion di bagian atas GUI
MAG3D, kemudian pilih Run.
6. Setelah inversi, hasilnya dapat ditampilkan dengan memilih menu View di bagian
atas GUI MAG3D, kemudian pilih Model. Untuk membandingkan hasil observasi
dan perhitugan inversi pilih menu Predicted.

48
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
49
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)
MODUL PRAKTIKUM GAYABERAT DAN MAGNET
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN

EKO JANUARI WAHYUDI, MT.

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2012

50
Modul Praktikum Gayaberat & Magnet TG ITB 2012
(Eko Januari Wahyudi, MT.)