Anda di halaman 1dari 2

Seismograf adalah instrumen yang digunakan untuk merekam dan mengukur gempa bumi.

Ketika terjadi gempa bumi, getaran-getaran tersebut dikenali dengan bergesernya bebatuan
sepanjang radius zona fault keluaran dari titik kejadian. Seismograf mendeteksi, dengan
memperkuat, dan merekam getaran yang terjadi pada bumi. Gambaran rekaman yang
dihasilkan oleh seismograf tersebut dinamakan seismogram.
Prinsip kerja seismograf
Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap
massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita
magnetik, atau media rekaman lain. Rekaman ini berbanding lurus dengan gerakan massa
Seismometer relatif terhadap bumi, tetapi bisa dikonversikan secara matematis kedalam
rekaman dari pergerakan mutlak tanah/bumi. Seismograf umumnya merupakan sebuah
seismometer dengan alat perekamnya sebagai satu unit alat.

Berdasarkan cara pembacaan data, sesmograf terdiri atas 2 yaitu :

2.2.1 Seismograf Manual (mekanikal)


Jenis gerakan mekanikal dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan
horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.
Pada komponen horizontal utara-selatan, arah gempa yang dicatat adalah arah gempa
pada posisi utara atau selatan sedangkan pada komponen horizontal timur-barat, arah gempa
yang dicatat adalah arah gempa pada posisi timur atau barat, dan pada komponen vertikal
arah gempa yang dicatat adalah arah gempa dilatasi atau kompresi.

2.2.2 Seismograf Digital (elektromagnetik)

Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk


memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa
yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui spelgavanometer.Selain itu,
seismograf digital modern menambahkan komponen keempat yaitu layar, "user-friendly",
dan cepat transfer data.

Cara kerjanya adalah apabila pada massa stasioner dipasang pena tajam dan ujung pena itu
disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan di tanah, maka pada saat bumi bergetar, akan
terjadi goresan antara massa stasioner dan benda tersebut. Goresan tersebut merupakan wujud dari
gambaran getaran bumi. Dari goresan-goresan itu para ahli dapat membaca tekanan dan frekuensi
suatu gempa.