Anda di halaman 1dari 11

PRINSIP KERJA SEISMOGRAF SEDERHANA

TERHADAP GETARAN GEMPA HORIZONTAL

OUTLINE MAKALAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Menyelesaikan Matakuliah Seminar Fisika

Oleh:
Diki Darmawan
NIM 1405119083

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Gempa bumi (earthquakes) adalah getaran tanah yang ditimbulkan oleh lewatnya gelombang
seismik yang dipancarkan oleh suatu sumber energi elastik yang dilepaskan secara tiba-tiba.
Gelombang yang dipancarkan mengakibatkan getaran melalui batuan bumi. Gempa bumi telah dikenal
dan ditakuti sejak zaman dulu. Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang sangat
merusak dan sering kali lebih menakutkan dibandingkan dari letusan gunung berapi, karena guncangan
gempa bumi akibat patahan ini langsung pada tanah, yang sejak dulu kita anggap stabil (Emmons,
1960).

Gempa bumi sendiri merupakan hal yang sangat tidak asing lagi di Indonesia terutama bagi
masyarakat Aceh karena daerah Aceh berada pada lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia serta
pada sirkum Mediteranian (Mulyatno, 2008).
Selain itu juga gempa daerah Aceh disebabkan oleh patahan sesar Sumatera yang terbentang dari laut
Andaman sampai Sumatera Selatan. Di masyarakat aceh, istilah gempa bumi menjadi hal yang sangat
menakutkan, terlebih setelah terjadinya gempa bumi dan tsunami tanggal 24 Desember 2004 di Aceh
silam dengan kekuatan mencapai M = 9,0 (Delfebriyadi, 2010)
yang termasuk ke dalam tiga gempa bumi terbesar yang terekam dalam sejarah. Gempa bumi yang
mengakibatkan tsunami ini menelan korban lebih dari 200 ribu jiwa (Rohadi, 2009). Sehingga
masyarakat Aceh sangat sensitif dengan gempa bumi, bahkan ada yang trauma akan gempa bumi.
Dalam pandangan sebagian masyarakat, gempa bumi terjadi hanya pada saat dirasakan saja. Padahal
gempa bumi selalu terjadi, hanya saja tidak dirasakan oleh manusia. Lantas pertanyaannya, siapakah
yang dapat merasakannya? Jawabannya Gempa bumi selalu dipantau oleh alat yang bernama
Seismograf. Alat ini berfungsi untuk merekam kejadian gempa setiap hari dari gempa kecil hingga
gempa besar. Seismograf sendiri memiliki beberapa tipe berdasarkan jarak jangkauannya, ada yang
tipe Short period, Long Period , dan Broadband. Dan berdasarkan cara kerjanya seismograf terbagi
atas digital dan analog.
Pada pertengahan abad ke-18, gempa bumi diukur dengan instrument yang bernama seismokop.
Seismokop adalah peralatan perekam gempa paling primitif. Seismokop terdiri dari sebuah container
sederhana berisi air atau air raksa. Ketika terjadi gempa, cariran tersebut akan bergerak naik-turun
akibat getaran gempa yang terjadi.
Seiring dengan berjalannya waktu pengetahuan semakin berkembang padada tahun 1920, ketika dua
Ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut Wood-Anderson seismograf. Alat ini lebih
sensitive disbanding seismograf yang ada pada asa itu, sehingga langsung banyak digunakan di seluruh
dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang sekarang ada dan berkembang.

Seismograf adalah sebuah alat yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mencatat gerak pergeseran
lempeng bumi. Namun alat ini tidak dapat lansung dimiliki oleh banyak masyarakat karena nilai jualnya
yang tinggi. Oleh sebab itu, makalah ini akan menjelas cara membuat seismogaraf sederhana dengan
memanfaatkan barang-barang yang ada pada sekitar kita.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penulisan makalah ini, maka dapat dirumuskan Bagaimana prinsip kerja
seismograf sederhana terhadap terhadap getaran gempa horizontal?.

C. Batasan Masalah
Ruang lingkup pada makalah ini hanya membahas prinsip kerja seismograf sederhana ( Analog )
terhadap terhadap getaran gempa horizontal.

D. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana prinsip kerja seismograf sederhana
terhadap terhadap getaran gempa horizontal.

E. Manfaat Penulisan
Dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan umumnya
kepada pembaca dan khususnya kepada penulis tentang Prinsip Kerja kerja seismograf sederhana
terhadap terhadap getaran gempa horizontal.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN

Seismometer (bahasa Yunani: seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau
sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan
tanah. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram.

Prototip dari alat ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh matematikawan dari
Dinasti Han yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini orang pada masa tersebut bisa menentukan dari
arah mana gempa bumi terjadi.
Dengan perkembangan teknologi dewasa ini maka kemampuan seismometer dapat ditingkatkan, sehingga
bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar. Alat seperti ini disebut seismometer
broadband.

Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil.
Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat
dalam bentuk seismogram.

B. PENGGUNAAN

Seismograf ada yang horizontal dan vertikal. Masing-masing mempunyai tugas masing-masing.
Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal.
Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal.

Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas


sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetik.
Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat
dalam bentuk rekaman atau disebut juga seismogram. Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh
seismologist dalam mempelajari gempa bumi. Alat ini juga digunakan oleh BMKG (Badan Metreologi
Klimatologi dan Geofisika).

C. JENIS-JENIS ALAT

Seismograf terdiri dari 2 jenis yaitu manual dan digital. Fungsi dan kegunaan setiap jenis,
mempunyai sedikit perbedaan. Di bawah inilah penjelasan masing-masing seismograf.

a. Manual (mekanikal)
Jenis gerakan mekanikal dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal
tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.

b. Digital (elektromagnetik)
Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas
sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran kemudian
dideteksi melalui spejlgavanometer.

Selain itu, seismograf digital modern menambahkan komponen keempat yaitu layar, "user-
friendly", dan cepat transfer data.

Menurut, Keluarga Macintosh dari komputer menyediakan antarmuka pengguna yang konsisten dan maju
dengan multi-tasking "sistem" yang memungkinkan seismograf digital untuk tetap bekerja di "latar
belakang" sebagai tugas lainnya yang dilakukan. The software needed to run the seismographic station is
, and the companion program is , which allows anyone with a Macintosh to display and analyze the digital
seismograms. Perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan stasiun seismographic adalah
SeismoGraf, dan program pendamping adalah SeismoView, yang memungkinkan siapapun dengan
Macintosh untuk menampilkan dan menganalisa seismogram digital.
D. PRINSIP KERJA SIESMOGRAF

Menurut Andrew Langley (2007: 67), menyatakan : Prinsip kerja dari alat ini yaitu
mengembangkan kerja dari bandul sederhana. Ketika mendapatkan usikan atau gangguan dari luar seperti
gelombang seismik maka bandul akan bergetar dan merekam datanya seperti grafik.
Pada bandul matematis, berat tali diabaikan dan panjang tali jauh lebih besar dari pada ukuran
geometris dari bandul. Pada posisi setimbang, bandul berada pada titik A. Sedangkan pada titik B adalah
kedudukan pada sudut di simpangan maksimum (). Kalau titik B adalah kedudukan dari simpangan
maksimum, maka gerakan bandul dari B ke A lalu ke B dan kemudian kembali ke A dan lalu ke B lagi
dinamakan satu ayunan. Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu ayunan ini disebut periode (T).

f = Komponen w menurut garis singgung pada lintasan bandul


P = Gaya tegang tali
N = Komponen normal dari W = m . g
l = Panjang tali
= Sudut simpangan
Gaya pemulih yang bekerja pada bandul yaitu -mg sin . Sehingga persamaannya dapat ditulis sbb
:
F = mg sin
Tanda negatif diatas menunjukkan bahwa gaya mempunyai arah yang berlawanan dengan
simpangan sudut . Karena gaya pemulih F berbanding lurus dengan sin bukan dengan , maka gerakan
tersebut bukan merupakan Gerak Harmonik Sederhana. Jika sudut kecil, maka panjang busur x (x = L
kali ) hampir sama dengan panjang L sin . Dengan demikian untuk sudut yang kecil, menggunakan
pendekatan :
Sin
Sehingga persamaan gaya pemulih menjadi :
F = mg Sin -mg
Karena :
x = L
maka persamaan diatas menjadi persamaan yang sama seperti dengan hukum Hooke :
F = -kx
Periode pendulum sederhana dapat kita tentukan menggunakan persamaan :

Konstanta gaya efektif k kita ganti dengan mg/L :


sehingga frekuensi pendulum sederhana

Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa periode dan frekuensi getaran pendulum sederhana
bergantung pada panjang tali dan percepatan gravitasi. Karena percepatan gravitasi bernilai tetap, maka
periode sepenuhnya hanya bergantung pada panjang tali (L). Dengan kata lain, periode dan frekuensi
pendulum tidak bergantung pada massa beban alias bola pendulum.

E. KLASIFIKASI BESARAN GEMPA

Besaran (magnnitudo) gempa yang didasarkan pada amplitude gelombang tektonik dicatat oleh
seismograf dengan menggunakan skala ritcher. Selain itu, ada massa yang bebas sari getaran gempa yang
disebut massa stasioner. Cara kerjanya : apabila pada massa stasioner tadi dipasang pena tajam dan ujung
pena itu disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan di tanah, maka pada saat bumi bergetar, akan
terjadi goresan antara massastasioner dan benda tersebut. Goresan tersebut merupakan wujud dari
gambaran getaran bumi. Dari goresan-goresan itu para ahli dapat membaca tekanann dan frekuensi suatu
gempa.
Skala Ciri-ciri
2,0 3,4 Tidak terasa, tapi terekam seismograf
3,5 4,2 Hanya terasa oleh beberapa orang
4,3 4,8 Terasa oleh banyak orang
4,9 5,4 Terasa oleh semua orang
5,5 6,1 Sedikit merusakkan bangunan
6,2 6,9 Merusak bangunan
7,0 7,3 Rel kereta api bengkok
7,4 7,9 Kerusakan hebat
8,0 Kerusakan luar biasa

A. Persamaan Perhitungan Kekuatan Gempa (agnitudo Skala Richter)


Magnitudo gempa bumi dihitung dengan menggunakan rumus : m = 1,3 + 0,6 Io. Dalam rumus ini,
m = magintudo, Io adalah intensitas Ms yang didasarkan pada skala Mercalli. Sebagai contoh, jika Anda
memiliki gempa bumi dengan intensitas XII (12), maka magnitudonya adalah m = 1,3 + 0,6 x 12 = 8,5
Skala Richter.
Cara kedua menghitung magnitudo adalah dengan menggunakan rumus berikut: m = 2,2 +1,8 log
ao. Dalam rumus ini m adalah magintudo dan ao adalah akselerasi dalam cm/det2. Sebagai contoh, jika
kita memiliki gempa bumi dengan akselerasi 1400 cm/det2, magnitudonya adalah m = 2,2 + 1,8 x log 1400
= 7,8.
Jika kita sudah berhasil menentukan besaran magnitudo, kita dapat menghitung besaran energi yang
terbuang. Untuk menghitung energi E, kita menggunakan rumus: log E = 11,4 + 1, 5m. Sebagai contoh,
jika kekuatan gempa yang dihitung sekitar 7,6, maka rumusnya adalah: Log E= 11,4 +1,5 x 7,6 = 22. Ini
adalah nilai dari logaritma energi.
Cara kedua untuk menghitung besaran energi adalah dengan menggunakan rumus log E = 16,4 + 1,5
log A / T) + 2,5 log D . Formula A ini memiliki amplitudo yang lebih baik daripada yang lain, misalnya
menyebut bahwa gelombang permukaan menunjukkan akselerasi microns (1/1000 mm); T adalah periode
gelombang dalam detik; D adalah jarak episentrum dalam derajat.
Untuk mencari D , digunakan rumus : D = Ec/110.6 yaitu jarak ke episentrum (dalam km). Sebagai
contoh, jika amplitude A adalah 1070 microns, T adalah 20 detik dan D adalah 115 km. Kemudian akan
dihasilkan log E = 16,4 + 1,5 x log (1070 / 20) + 2,5 x log 115 = 24. Dengan inv log 24 dapat menghitung
energi yang dilepas adalah 1,4 x 1024 J.
Cara Menghitung Kekuatam Gempa:

a. Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf, yang satu seismograf vertical, satu seismograf
horizontal yang berarah utara-selatan, dan satu lagi seismograf horizontal yang berarah timur-
barat. Dengan tiga seismograf aini akan ditemukan letak episentrum.
b. Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak dlam satu homoseista. Ketiga tempat yang terletak
dalam satu homoseista itu dihubungkan, kemudian ditarik garis sumbu pada garis yang
menghubungkann tempat-tempat pencatatan.
c. Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat jarak episentrum. Cara ini dicari dengan rumus
Laska, yaitu:
BAB III

KERANGKA BERFIKIR