Anda di halaman 1dari 27

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C)

ALAT UKUR SEISMOGRAF


Seismometer (bahasa Yunani: seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Seismograf adalah sebuah alat untuk mengukur dan mencatat gerakan tanah secara terus menerus.Gerakan/getaran tanah yang tercatat pada seismograph baik yang terasa maupun yang tidak terasa dalam istilah seismologi/geofisika disebut gempa bumi.Seismograf adalah sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi.Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil.Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram. Prototip dari alat ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Zhang Heng.Dengan alat ini orang pada masa tersebut bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi.

Zhang Heng - Penemu Seismograf

Pada zaman Dinasti Han Timur Tiongkok, sering terjadi gempa bumi di ibukota Luoyang dan daerah sekitarnya. Menurut catatan buku sejarah, selama 50 tahun dari tahun 89 hingga 140, pernah terjadi 30 kali gempa bumi di daerah tersebut. Maka rakyat setempat sangat takut.Kemudian seorang ilmuwan bernama Zhang Heng melakukan penelitian bidang gempa bumi tersebut. Akhirnya pada tahun 132, Zhang Heng berhasil membuat alat pertama yang dapat meramalkan gempa bumi di Tiongkok bahkan di seluruh dunia, dan dinamakan Seismograf. Seismograf itu dibuat dari perunggu berbentuk seperti guci yang di tengahnya terdapat batangan tembaga dan di luarnya terdapat 8 ekor naga yang di

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) kepalanya tersambung pada 8 batang tembaga tipis yang menghadap ke arah-arah timur, selatan, barat, utara, timur laut, tenggara, barat laut dan barat daya.

Seismograf Di dalam mulut setiap naga terdapat bola tembaga yang kecil, di bawah kepala setiap naga mendekam seekor katak tembaga, mereka semua membuka mulut besar-besar, yang sewaktu-waktu dapat menyambut bola tembaga kecil yang dilontarkan dari mulut naga. Seandainya terjadi gempa bumi, maka batang tembaga Seismograf itu akan condong ke arah asal gempa bumi tersebut, kemudian menggerakkan kepala naga dan naga yang berada di arah itu akan membuka lebar mulutnya, maka bola tembaga kecil itu akan keluar dari mulut naga tersebut dan jatuh ke dalam mulut katak yang justru mendekam di bawahnya. Dengan demikian, akan diketahui di mana terjadinya gempa bumi. Beberapa abad kemudian pada tahun 1855, Luigi Palmieri dari Italia merancang sebuah Seismometer merkuri.Seismometer buatan Palmieri ini memiliki tabung berbentuk U diisi dengan merkuri dan disusun di sepanjang titiktitik kompas.

Seismometer Merkuri 2

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C)

Kemudian pada tahun 1880, John Milne seorang ahli seismologi dan geologi berkebangsaan Inggris menemukan seismograf modern pertama.Alat ini merupakan sebuah seismograf pendulum horizontal sederhana, sebuah mesin yang mencatat getaran yang terjadi dengan gerakan tiba-tiba di sepanjang garis patahan bumi.Dia juga yang pertama kali mempromosikan pembangunan stasiun seismologi.

Seismomgraf Pendulum Horizontal dan Vertikal Setelah Perang Dunia II, seismograf pendulum horizontal itu dikembangkan lagi menjadi Press-Ewing seismograf. Alat ini dikembangkan di Amerika Serikat dan digunakan untuk merekam periode panjang gelombang.Seismograf ini kemudian digunakan secara meluas di seluruh dunia hingga saat ini. Seismograf adalah sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi.Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil.Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram.Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi.Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa Dahulu, seismograf hanya dapat mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral.Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer.Kedua jenis gerakan mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis.Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui galvanometer.

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Seismometer yang menggunakan pendulum digunakan untuk mengukur gempa yang arah geraknya horizontal.Perangkat ini terdiri dari sebuah horizontal pendulum seperti terlihat pada gambar. Ketika terjadi getaran yang arah geraknya horizontal, maka bola pendulum akan bergerak kesamping dan dibagian bawahnya ada alat seperti pena untuk menggambarkan grafik getaran yang terjadi pada sebuah kertas. Akan tetapi penggunaan pendulum yang sederhana ini belum dapat untuk merekam dengan bagus getaran dengan frekwensi rendah. Untuk mengatasinya, digunakan inverted pendulum yang terdapat pegas pada kedua sisi bola pendulum. Sehingga ketika bergetar, maka salah satu pegas akan meredam getaran dan pegas yang lain memberikan itambahan gaya kepada pendulum yang berakibat pendulum dapat berosilasi dengan frekwensi yang kecil sehingga getaran berfrekwensi rendah tersebut akan dapat direkam pada kertas. Pada perangkat pendeteksi getaran modern menggunakan sensor elektronik, amplifier, dan perangkat untuk merekam data yang didapat.Berdasarkan gambar dibawah ini, seismometer modern terdiri dari sebuah pegas, sebuah bebanyang pada bagian luarnya dililit kumparan, rangkaian amplifier dan perangkat untuk melihat grafik yang dihasilkan (seperti osiloskop). Prinsip kerjanya ketika getaran terjadi makan beban akan bergerak, akibat gerakan tersebut akan terjadi perubahanfluks magnet yang dihasilakan arus melalui kumparan untuk menuju ke amplifier. Oleh amplifier sinyal yang dihasilkan akan diperkurat dan akan direkam pada sebuah alat seperti osiloskop. Sedangkan seismogram atau rekaman gerakan tanah, atau grafik aktifitas gempabumi sebagai waktu yang dihasilkan oleh seismometer.Rekaman ini dapat dipergunakan salah satunya untuk menentukan magnitudo gempa tersebut. Selain itu dari beberapa seismogram yang direkam ditempat lain, dapat menentukan pusat gempa atau posisi dimana gempa tersebut terjadi. Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi.Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram.Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa.Dahulu, seismograf hanya dapat mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral.Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer.Kedua jenis gerakan mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetic. Berikut sejarah singkat penemuan dan perkembangan dari Seismograf selama ini : 1. Seismometer pertama kali ditemukan oleh Zhan Heng di Cina tahun 132 M (Dinasti Han), alat ini disebut Hoefung Didong Yi. a. Meskipun China tidak mengatakan dgn pasti bagaimana sebuah gempa diukur dgn skala richter (skala richter belum ditemukan sampai 1935) 4

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) ,mereka tercatat berhasil menciptakan detector gempa pertama didunia, yaitu sesmograf. Penemu seimograf adalah Zhang Heng seorang astronom, matematik, engineer dan pelukis pada masa pemerintahan Dinasti Han awal abad kedua. b. Kreasi seismograf Zhang Heng adalah berbentuk sebuah bejana perunggu yg berat dgn dihiasi 9 ekor naga yg menghadap kebawah dan 9 ekor katak yg menghadap keatas c. Didalam bejana tergantung pendulum dlm keadaan diam sampai ada getaran yg menggerakkannya. Kesimpulannya, ayunan pendulum mengatur tuas gerakan internal seismograf. Hal ini akan memicu pelepasan bola di mulut naga yang menghadap ke arah episentrum gempa bumi. Bola kemudian akan langsung jatuh ke dalam mulut katak di bawah. Sistim kerja seismograf ini sangat sederhana, tetapi negara2 barat baru dapat mengembangkannya setelah 1500 tahun seismograf Zhang Heng tercipta. Tahun 1856 Palmieri dari Vesuvius, Italy mengumpulkan seismoskop untuk mengukur perbedaan parameter ( waktu, durasi, amplitudo dari arah vertical dan horizontal, besarnya yang diukur dalam derajat, dll). Kemudian digunakan di Jepang dan California. Tahun 1895, Vicentini Parcher menggunakan pendulum bermassa 100 kg, magnifikasi 80 yang digantung pada ketinggian 1,5 m. Bila ada getaran, maka jarum akan bergerak dan hasil rekamannya dicatat pada pias ( dari kertas rokok) . Seismometer ini hanya dapat merekam gempa dalam komponen vertikal. Tahun 1880-1895, John Milne, James Alfred Ewing dan Thomas Gray yang bekerjasama di Imperial College of Engineering-Jepang membuat seismometer dengan menggunakan pendulum horisontal. Setelah tahun 1880, sebagian besar seismometer dibuat berdasarkan rancangan mereka. Pada pertengahan abad ke-18, gempa bumi diukur dengan instrumen yang bernama seismokop. Seismokop adalah peralatan perekam gempa yang paling primitif. Seismokop terdiri dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Ketika terjadi gempa, cairan tersebut akan bergerak naikturun akibat getaran gempa yang terjadi. Zollner menjelaskan tentang teori gerakan ayunan pendulum horisontal awal tahun 1869, namun lebih berkembang untuk ilmu grafimetri daripada seismometri. Bentuk dasar pendulum horisontal pada seismometer seperti gerakan daun pintu. Sebuah beban berat dipasang di ujung pendulum segitiga (10 cm sampai beberapa meter) yang digantungkan pada bidang vertikal. Sesuai dengan gerakan tanah, beban akan diam atau berayun pada engselnya. Sebelum dipasang, pendulum harus disesuaikan untuk berayun per tiga detik atau per 30 detik. Untuk seismometer kecil yang digunakan amatir umumnya berayun per 10 detik. Ada juga seismometer kecil dengan beban pendulum ringan yang dimasukkan pada ruang hampa untuk mengurangi gangguan angin.

2.

3.

4.

5.

6.

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) 7. Tahun 1904 Wiechert mengubah versi tahun 1900, alat ini terdiri dari beban yang bermassa 1000 kg dan beberapa penyangga. Alat ini mempunyai magnifikasi 200 dan periode 12 sekon. 8. Tahun 1909, Bosch Omori menciptakan pendulum horizontal yang berukuran besar untuk mengamati jarak gempa. Alat ini berupa perndlum yang bermassa 25 kg dan mempunyai periode 15-20 sekon. 9. Terobosan besar untuk pengukuran gempa bumi datang pada tahun 1920, ketika dua ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut WoodAnderson seismograf. Alat ini lebih sensitif dibandingkan seismograf yang ada pada masa itu, sehingga langsung banyak digunakan di seluruh dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang sekarang ada dan berkembang. Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh Seismologist dalam mempelajari sesar dan gempa bumi. 10. Tahun 1969 1971 HGLP ( High gain Long Period) instrumentasi digital dikeluarkan oleh Universitas Columbia ke Alaska Australia, Israel, Spanyol, dan Thailand. 11. Tahun 1990 Q680 family ( Quanterra low power, 6-channel 24-bit dengan sampling 80 Hz) Broadband seismometer Broadband seismometer dapat mendeteksi gerakan melalui berbagai (atau band) frekuensi dan biasanya lebih dari berbagai macam amplitudo (rentang dinamis) menanggapi. Broadband sensor untuk frekuensi paling dari 0,01 Hz ke 50 Hz. Untuk seismologi regional, rentang frekuensi bunga ,05-20 Hz karena itu; sensor broadband yang paling berguna untuk merekam peristiwa gempa bumi regional dan teleseismic. Seismograf ada yang horizontal dan vertikal. Masing-masing mempunyai tugas masing-masing. Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal.Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal. Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetik. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk rekaman atau disebut juga seismogram.Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh seismologist dalam mempelajari gempa bumi.Alat ini juga digunakan oleh BMKG (Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika). Seismograf terdiri dari 2 jenis yaitu manual dan digital.Fungsi dan kegunaan setiap jenis, mempunyai sedikit perbedaan.Di bawah inilah penjelasan masing-masing seismograf.

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) a. Manual (mekanikal) Jenis gerakan mekanikal dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal. b. Digital (elektromagnetik) Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui spejlgavanometer. Selain itu, seismograf digital modern menambahkan komponen keempat yaitu layar, "user-friendly", dan cepat transfer data. Menurut, Keluarga Macintosh dari komputer menyediakan antarmuka pengguna yang konsisten dan maju dengan multi-tasking "sistem" yang memungkinkan seismograf digital untuk tetap bekerja di "latar belakang" sebagai tugas lainnya yang dilakukan. .Perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan stasiun seismographic adalah SeismoGraf, dan program pendamping adalah SeismoView, yang memungkinkan siapapun dengan Macintosh untuk menampilkan dan menganalisa seismogram digital. Broadband Seismometer Model Ep-300 EP300 ini merupakan generasi baru dari kebisingan rendah yang sangat broadband seismometer sama-sama cocok untuk stasioner, lapangan dan OBS (versi daya dikurangi) aplikasi. Sensor canggih Force-balancing memberikan umpan balik untuk rentang dinamis diperpanjang, stabilitas bagus dan linieritas di seluruh passband.instrumen ini digunakan tiga transduser elektrokimia berpemilik dengan tanggapan identik mount orthogonally sepanjang N, E, dan sumbu-Z. Transduser ini memiliki banyak keuntungan lebih dari sensor elektromekanik tradisional.Secara khusus, mereka memiliki gerak-lebih besar ke tegangan rasio konversi tanah banyak yang menghasilkan suara kurva berbentuk unik yang pada dasarnya datar dari beberapa Hertz periode terpanjang. Seperti seismometer kami yang lain, EP300 tersebut sangat kasar yang membuatnya ideal untuk penggunaan lapangan.Seismometer ini tidak memerlukan kunci massa, massa berpusat, atau peralatan instalasi khusus atau prosedur. Memiliki konsumsi daya rendah, beroperasi pada rentang temperatur yang luas; adalah tahan air sampai kedalaman satu meter, dan tetap operasional dalam berbagai instalasi miring. Menyediakan biaya kepemilikan yang rendah, tidak memerlukan pemeliharaan selama umur instrumen tersebut.Pilihan termasuk 5-inch diameter () paket lubang bor, dengan inclinometers internal. Tiga dan jaminan diperpanjang lima tahun yang tersedia.

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) A. Seismograf sebagai pendeteksi Gelombang Seismik Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa.Kedua klasifikasi pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula.Skala pengukuran gempa tersebut terdiri dari Skala Richter dan Skala Mercalli.Skala Richter digunakan untuk menggambarkan besaran gempa sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia. Gelombang seismik adalah gelombang mekanis yang muncul akibat adanya gempa bumi.Sedangkan gelombang secara umum adalah fenomena perambatan gangguan (usikan) dalam medium sekitarnya. Gangguan ini mula-mula terjadi secara lokal yang menyebabkan terjadinya osilasi (pergeseran) kedudukan partikel-partikel medium, osilasi tekanan maupun osilasi rapat massa. Karena gangguan merambat dari suatu tempat ke tempat lain, berarti ada transportasi energi. Gelombang seismik disebut juga gelombang elastik karena osilasi partikel-partikel medium terjadi akibat interaksi antara gaya gangguan (gradien stress) malawan gaya-gaya elastik. Dari interaksi ini muncul gelombang longitudinal, gelombang transversal dan kombinasi diantara keduanya.Apabila medium hanya memunculkan gelombang longitudinal saja (misalnya di dalam fluida) maka dalam kondisi ini gelombang seismik sering dianggap sabagai gelombang akustik. Dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, seismik refleksi lebih lazim digunakan daripada seismik refraksi.Hal tersebut disebabkan karena siesmik refleksi mempunyai kelebihan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan baik mengenai keadaan struktur bawah permukaan. Penyelidikan seismik dilakukan dengan cara membuat getaran dari suatu sumber getar. Getaran tersebut akan merambat ke segala arah di bawah permukaan sebagai gelombang getar. Gelombang yang datang mengenai lapisan-lapisan batuan akan mengalami pemantulan, pembiasan, dan penyerapan. Respon batuan terhadap gelombang yang datang akan berbeda-beda tergantung sifat fisik batuan yang meliputi densitas, porositas, umur batuan, kepadatan, dan kedalama batuan. Galombang yang dipantulkan akan ditangkap oleh geophone di permukaan dan diteruskan ke instrument untuk direkam. Hasil rekaman akan mendapatkan penampang seismik. Sumber gelombang seismik pada mulanya berasl dari gempa bumi alam yang dapat berupa gempa vulkanik maupun gempa tektonik, akan tetapi dalam seismik eksplorasi sumber gelombang yang digunakan adalah gelombang seismik buatan. Ada beberapa macam sumber gelombang seismik buatan seperti dinamit, benda jatuh, air gun, water gun, vaporchoc, sparker, maupun vibroseis.Sumber gelombang seismik buatan tersebut pada hakekatnya membangkitkan gangguan sesaat dan lokal yang disebut sebagai gradien tegangan (stress). 8

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Gradien tegangan mengakibatkan terganggunya keseimbangan gaya-gaya di dalam medium sehingga terjadi pergeseran titik materi yang menyebabkan deformasi yang menjalar dari suatu titik ke titik lain. Deformasi ini dapat berupa pemampatan dan perenggangan partikelpartikel medium yang menyebabkan osilasi densitas/tekanan maupum pemutaran (rotasi) partikel-partikel medium. Apabila medium bersifat elastis sempurna maka setelah mengalami deformasi sesaat tadi medium kembali ke keadaan semula 1. Gempa Bumi Gempa merupakan getaran keras dan terjadi secara tibatiba.Gempa ini merupakan peristiwa alam yang sangat menghancurkan.Pergeseran daratan di Bumi selalu diikuti dengan gempa.Secara umum, penyebab gempa bumi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu tektonik, vulkanik, dan runtuhan. a. Gempa Tektonik Gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia disebabkanm oleh gejala tektonik, yaitu gerakan lempeng tektonik pada mlapisan kulit Bumi. Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer yang padat dan terapung di atas lapisan selubung bergerak satu sama lain. Gempa ini terjadi karena pelepasan tenaga yang dihasilkan oleh pergeseran lempeng tektonik.Jika dua lempeng bertemu pada satu sesar (patahan), kadang dapat bergerak saling menjauhi, mendekati, atau saling bergeser.Selanjutnya, terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut.Akibatnya, terjadi pelepasan secara tiba-tiba hingga dapat menggetarkan kulit Bumi dengan kekuatan besar yang kita kenal sebagai gempa bumi tektonik. b. Gempa Vulkanik Gempa yang mengguncang Bumi juga dapat ditimbulkan oleh gejala vulkanik atau gunung api. Letusan gunung api yang terjadi disebabkan oleh aliran magma dari dalam Bumi menerobos ke atas lapisan kerak Bumi. Letusan gunung berapi yang keras menyebabkan getaran kulit Bumi, terutama di daerah sekeliling gunung berapi.Pengaruh gempa vulkanik tidak sampai radius jarak yang jauh.Intensitas gempa biasanya lemah sampai sedang.Akibat yang ditimbulkan oleh gempa vulkanik juga tidak sebesar gempa tektonik. c. Gempa Runtuhan Selain gempa tektonik dan vulkanik, gempa bumi dapat terjadi karena runtuhan lapisan.Kegiatan penambangan bawah tanah menyisakan rongga-rongga di bawah tanah berupa guagua. Apabila runtuh, permukaan Bumi akan bergetar. Gempa jenis ini bersifat lokal dan kekuatannya paling lemah.

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C)

Gelombang seismik Gempa Bumi Gempa yang mengguncang permukaan Bumi getarannya dapat dirasakan dalam radius jarak yang jauh.Ini semua karena gempa menciptakan sebuah gelombang yang disebut gelombang seismik (gelombang gempa).Gelombang seismik ini merambat ke segala arah dari sumber atau titik asal gempa di bawah tanah.Gelombang seismik ada yang merambat melalui bagian dalam Bumi dan ada yang merambat sepanjang permukaannya.

Gelombang Primer Ada tiga jenis gelombang seismik.Gelombang pertama yang mencapai seismograf adalah gelombang primer (P). Gelombang ini mempunyai sifat sama seperti gelombang bunyi yang merambat melalui udara. Gelombang primer (P) merupakan bentuk gelombang tekanan yang merambat melalui batuan dengan memampatkan dan memuaikan batuannya sendiri.Gelombang kedua adalah gelombang sekunder (S) yang merambat menembus batuan dengan gerakan naik turun.Jika gelombang P 10

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) dan S mencapai permukaan, sebagian berubah menjadi gelombang seismik jenis ketiga yang disebut gelombang permukaan.

Gelombang Primer Gelombang P merambat paling cepat serta mudah merambat pada zat padat dan cair.Gelombang S hanya merambat pada zat padat dengan kecepatan di bawah gelombang P. Perambatan gelombang makin cepat apabila batuan makin rapat dan keras.Gelombang permukaan mempunyai kecepatan paling lambat, tetapi mempunyai tenaga paling merusak.Gelombang ini dapat mengelilingi Bumi beberapa kali sebelum mereda.Gelombang seismik memancar dalam tiga dimensi dari sumber gempa.Gelombang yang mencapai episentrum, yaitu pusat gempa di permukaan Bumi yang berada tepat di atas sumber gempa di dalam Bumi kemudian menyebar dalam lingkaran konsentris. Lapisan kerak Bumi terdiri atas beberapa lempeng. Lempenglempeng yang membentuk lapisan luar Bumi tidak bersifat diam, tetapi bergerak perlahan dengan kecepatan 10 cm per tahun. Gerakan lempeng-lempeng tektonik ini ada yang saling bertabrakan, menjauh, dan bergesekan.Di sepanjang perbatasan dua lempeng merupakan lokasi atau sumber gempa bumi. Selain gempa bumi, di sepanjang perbatasan itu juga merupakan jalur gunung api. Jadi, sumber gempa bumi identik dengan jalur gunung api.

11

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C)

Penyebaran lokasi Gempa Bumi dan Gunung Api dunia Selain getaran yang kita rasakan, gempa bumi juga menimbulkan bencana alam seperti retakan di permukaan bumi hingga menimbulkan longsor, banjir besar, penurunan, dan pengangkatan lapisan tanah.Akibat gempa bumi yang paling hebat adalah tsunami.Tsunami terjadi apabila pusat gempa berada di laut, gempa berkekuatan besar, dan terjadi dislokasi lempeng bumi di bawah laut.Contohnya tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004.

Proses Terjadinya Tsunami

12

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Keterangan: 1) Ketika terjadi pergeseran lempeng tektonik di dasar laut, air laut bergerak secara mendadak. Perubahan air laut yang mendadak menimbulkan gerak gelombang dahsyat yang disebut tsunami. 2) Tsunami yang terbentuk mempunyai panjang gelombang yang sangat panjang. Gelombangnya relatif datar sehingga kapal tidak merasakan di bawahnya terjadi gelombang tsunami. 3) Ketika tsunami mendekati daratan, dasar laut yang semakin dangkal bertindak menahan gerak gelombang bagian bawah. 4) Setelah sampai di pantai, gerak gelombang bagian bawah melambat yang mengakibatkan puncak gelombang tertahan dan makin lama makin tinggi. Akhirnya, gelombang yang puncaknya tinggi ini menerjang daratan. Semakin cepat gelombang bagian bawah melambat semakin dahsyat kekuatan tsunami yang ditimbulkan.

2. Jenis jenis gelombang seismik a. Menurut tempat menjalarnya Berdasarkan tempat menjalarnya, gelombang seismik dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu gelombang tubuh (body wave) yang menjalar masuk menembus medium dan gelombang permukaan (surface wave) dimana amplitudonya melemah bila semakin masuk ke dalam medium. Beberapa tipe gelombang permukaan yaitu: 1) Gelombang Rayleigh Gelombang Rayleigh adalah gelombang yang merambat pada batas permukaan saja dan hanya dapat merambat pada media padat serta arah getarannya berlawanan arah dengan arah perambatannya. 2) Gelombang Love Gelombang love adalah gelombang yang hanya merambat pada batas lapisan saja an bergerak pada bidang yang horisontal saja. 3) Gelombang Tabung Gelombang tabung merupakan gerak/aliran fluida di sepanjang sumur pengeboran.Gerakan fluida ini diakibatkan oleh getaran dinding sumur yang merambat dalam arah axial. Gelombang tabung mempunyai tiga proses yaitu pertama adalah kontraksi dinding sumur, kedua adalah merenggangnya dinding sumur, dan ketiga adalah aliran fluida di dalam lubang sumur. b. Menurut cara bergetarnya Menurut cara bergetarnya gelombang seismik dibagi menjadi dua macam yaitu: 1) Gelombang Primer (longitudinal/compussional wave)

13

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Gelombang primer dalah gelombang yang arah getarannya searah dengan arah bergetarnya gelombang tersebut. Gelombang ini mempunyai kecepatan rambat paling besar diantara gelombang seismik yang lain. 2) Gelombang Sekunder (transversal/shear wave) Gelombang sekunder adalah gelombang yang raah getarannya tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang.Gelombang ini hanya dapat merambata pada material padat saja dan mempunyai kecepatan gelombang yan lebih kecil dibandingkan gelombang primer. c. Menurut bentuk muka gelombang Muka gelombang adalah suatu bidang permukaan yang pada suatu saat tertentu membedakan medium yang telah terusik dengan medium yang belum terusik.Muka gelombang merupakan potret dari penjalaran usikan. Berdasarkan bentuk muka gelombang (wave front) , gelombang seismik dapat dibedakan atas empat macam yaitu: 1) Gelombang Bidang Gelombang bidang/datar ditimbulkan oleh sumber terkomilasi.Gelombang bidang menjalar sepanjang satu arah tertentu dengan muka gelombang yan berupa bidang datar tegak lurus pada arah perambatan. 2) Gelombang Silinder Gelombang silinder ditimbulkan oleh sumber usikan yang seragam dan terletak di sepanjang suatu garis lurus. Gelombang silinder menjalar ke semua arah tegak lurus pada garis sumbu dengan kecepatan yang sama. 3) Gelombang Bola Gelombang bola/sferis ditimbulkan oleh sumber berupa titik (point source) yang menjalar ke segala arah menuju ke pusat bola atau menjauhi pusat bola dengan kecepatan yang sama. 4) Gelombang Kerucut Gelombang kerucut ditimbulkan oleh adanya sumber yang bergerak.Dalam hal ini sumber bergerak lebih cepat dari pada sepat rambat gelombang itu sendiri dan muka gelombangnya berupa kerucut-kerucut bersumbu. 3. Teknik Pengukuran Gempa Gempa bumi ialah getaran permukaan bumi yng disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari dalam. Dilihat dari intensitasnya, ada dua macam gempa : a. macroseisme, yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui dengan menggunakan alat b. macroseisme, yaitu gempayang intensitasnya kecil sekali dan hanya dapat diketahui dengan menggunakanalat perekam.

14

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Hal ikhwal mengenai gempa bumi ini perlu diselidiki agar akibat yang ditimbulkannya dapat diramalkan dan upaya penanggulangannya dapat dilakukan.Ilmu yang mempelajari.Ilmu yang mempelajari gempa bumi, gelombang-gelombang seismic serta perambatannya disebut seismologi.Dalam kajian seismologi ini diperlukan berbagai alat.Salah satu alat yang terpenting ialah seismograf atau alat untuk mencatat gempa. Ada dua macam seismograf : a. Seismograf horizontal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah horizontal. b. Seismograf vertical, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah vertical Besaran (magnitude)gempa yang didasarkan pada amplitude gelombangtektonik dicatat oleh seismograf dengan menggunakan skala richter. Selain itu ada massa yang bebas dari getaran gempa yang disebut massa stasioner. Cara kerjanya : apabila pada massa stasioner tadi dipasang pena tajam dan ujung pena itu disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan di tanah, maka pada saat bumi bergetar, akan terjdi goresan antara massa stasioner dan benda tersebut. Goresan tersebut merupakan wujud dari gambaran getaran bumi.Dari goresan-goresan itu para ahli dapat membaca tekanan dan frekuensi suatu gempa.Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dewasa ini telah ditemukan beberapa cara untuk mengetahuipusat gempa. Beberapa cara itu adalah: a. Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf. Yaitu satu seismograf vertical, satu horizontal yang berarah utara-selatan, dan satu lagi seismograf yang berarah timur-barat. Dengan tiga seismograf ini akan ditemukan letak episentrum. b. Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak dalam satu homoseista. Ketiga tempat yang terletak dalam satu homosesita itu dihubungkan, kemudian ditarik garis sumbu pada garis yang menghubungkan tempat-tempat pencatatan. c. Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat jarak episentrum. Cara ini dicari dengan rumus Laska, yaitu: = [(S-P)-1] X 1 megameter = jarak episentrum S-P = selisih waktu pencatatan gelombang primer dengan gelombang sekunder, dalam satuan menit. Misalnya Kota X mencatat jarak episentrum 5000 km Kota Y mencatat jarak episentrum 7000 km Kota Z mencatat jarak episentrum 4000 km Dengan data tiga episentrum di tiga kota, kemudian kita ambil peta yang sesuai skalanya. :

15

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Letak apisentrum akan didapat dari perpotongan Ketiga lingkaran. Dengan diketahuinya pusat-pusatGempa akan bermanfaat dalam pembangunan di daerah yang rawan gempa. Di Jepang misalnya di daerah yang sering terjadi gempa, rumah-rumah dan gedung-gedung telah dibangun dengankonstruksi yang lebih tahan trehadap gempa dan masyarakatnya telah dilatih cara-cara menyelamatkan diri dari bahaya gemp.Dengan demikian, bahaya yang lebih besar sapat diatasi.Memang tidak mungkin mencegah terjadinya gempa, tetapi dengan kemajuan ilmu dan teknologi setidak-tidaknya dapat mengurangi bahaya yang ditimbulkan. B. Tipe Pembacaan Seismograf Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi).Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu.Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer.Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude.kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli. Para ilmuwan mengukur kekuatan gempa dengan dua cara. Pertama, menggunaka alat pengukur yang disebut Skala Richter.Mereka mengukur jumlah energy gempa yang dilepaskan dengan member sekala 0 sampai dengan 9.Gempa berkekuatan Skala Richter berarti 100 juta kali kuatnya dari gempa berskala 1.Skala Mercalli mengukur jumlah kerusakan gempa dan memberi skor dari 1 sampai dengan 12.Skor 1 berarti gempa tidak berbahaya, tetapi skor 12 berarti gempa merusak seluruh bangunan. Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa.Kedua klasifikasi pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula.Skala pengukuran gempa tersebut terdiri dari Skala Richter dan Skala Mercalli.Skala Richter digunakan untuk menggambarkan besaran gempa sedangkan Skala

16

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Mercalli digunakan untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia. 1. Klasifikasi Besaran Gempa Pada 1935, seorang Geophysics Amerika bernama Charles Francis Richter (1900-1985) bersama dengan Geophysics lain bernama Beno Gutenberg (1889-1960) mengembangkan skala yang pada prinsipnya dapat membandingkan semua seismogram sehingga mendapatkan gambaran tremors kekuatan yang serupa. Skala tersebut bernama Skala Richter dan sampai sekarang diakui sebagai standar umum skala kekuatan gempa. Skala Richter dirancang dengan logaritma, yang berarti bahwa setiap langkah menunjukkan kekuatan yang 10 kali lebih hebat dari para pendahulunya. 5 Skala Richter menunjukkan benturan keras, yang 10 kali lebih kuat dari satu di 4 dan 100 kali lebih kuat dari satu di 3 Skala Richter. Perhitungan ini sering disebut sebagai Skala Richter terbuka, karena tidak beroperasi tanpa batas atas. Ukuran Skala Richter dapat dilihat pada tabel berikut: Ukuran Skala Richter 1,0 - 3,0

Keterangan

Tidak diberi label oleh manusia. Dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulai goyang. Terasa sekali getarannya. Jendela bergetar, permukaan air beriak-riak, daun pintu terbuka-tutup sendiri. Sangat sulit untuk berdiri tegak. Porselin dan kaca pecah, dinding yang lemah runtuh, dan permukaan air di daratan terbentuk gelombang air. Batu runtuh bersama-sama, runtuhnya bangunan bertingkat tinggi, rubuhnya bangunan lemah, retakkan di dalam tanah. Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan hancur. Beberapa bangunan tetap, keretakan besar di tanah, rel kereta api rusak. Terjadi kerusakan total di daerah gempa.

3,0 - 3,9

4,0 - 4,9

5,0 - 5,9

6,0 - 6,9

7,0 - 7,9

17

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C)

8,0 - 9,0

Dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa daerah dalam radius seratus kilometer dari wilayah gempa.

Skala Richter pertama kali dikembangkan oleh ahli seismografi asal Institut Teknologi California bernama Charles Richter yang dibantu koleganya Beno Guttenberg di tahun 1935. Skala Richter ini didasarkan pada pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh alat yang bernama seismograf yang paling idealnya (menurut salah seorang ahli geologi Jepang yang saya lihat di sebuah acara di stasiun TV NHK World lewat jaringan TV kabel) diletakkan sekitar 100 km atau 62 mil dari pusat gempa (epicentre). Skala Richter ini merupakan skala logaritmik, bukan skala aritmatik. Jadi misalnya ada dua buah gempa, yang satu berkekuatan 2 skala Richter, yang satu lagi berkekuatan 4 skala Richter, bagi mereka yang belum tahu mungkin akan mengira bahwa gempa yang berkekuatan 4 skala Richter ini berkekuatan 2 kali dari gempa yang berkekuatan 2 pada skala Richter. Perkiraan itu salah, pada kenyataannya gempa yang berkekuatan 4 pada skala Richter tersebut berkekuatan 100 kali dari gempa yang berkekuatan 2 pada skala Richter.Lha, dari mana angka 100 itu?Mudah saja, untuk mengerti skala logaritma tidak memerlukan keahlian matematika khusus, cukup hanya bekal ilmu matematika setingkat SMP saja. Sayapun bukan ahli matematika dan dapat mengerti dengan cukup baik skala Richter ini, anda tentu juga akan mudah untuk mengerti skala Richter ini. Misalkan: gempa X berkekuatan 4 skala Richter, dan gempa Y berkekuatan 2 pada skala Richter, maka: log X = 4, maka X = log Y = 2, maka Y = = 10.000. = 100 atau = 100 kali kekuatan

maka kekuatan gempa X adalah gempa Y.

Nah, sekarang coba kita bandingkan kekuatan gempa di perairan Sumatra 2004 yang mengakibatkan tsunami besar di berbagai negara Asia yang berkekuatan 9,2 skala Richter (menurut yang tercatat di salah satu stasiun gempa di AS) dengan gempa bumi San Francisco di Amerika Serikat tahun 1989 yang berkekuatan 7,1 pada skala Richter. Misalkan gempa di Sumatra kita singkat jadi Sm, dan gempa di San Francisco kita singkat jadi Sf. Log Sm = 9,2, maka Sm = =

18

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Log Sf = 7,1 maka Sf = = = 125,4kali kekuatan

Jadi kekuatan gempa Sm adalah gempa Sf.

2. Klasifikasi Intensitas Gempa Pada 1902, seorang Vulkanolog Italia bernama Giuseppe Mercalli (1850-1914) mengklasifikasi skala intensitas gempa bumi dan pengaruhnya terhadap manusia, bangunan (gedung), dan alam (tanah).Klasifikasi tersebut bernama Skala Mercalli yang ditentukan berdasarkan kerusakan akibat gempa dan wawancara kepada para korban, sehingga bersifat sangat subyektif. Oleh karena itu, pada tahun 1931 seorang ilmuwan dari Amerika memodifikasi Skala Mercalli ini dan sampai sekarang digunakan di banyak wilayah gempa. Klasifikasi intensitas gempa dengan Skala Mercalli dapat dilihat di tabel berikut : Ukuran Keterangan

Tidak terasa

II

Terasa oleh orang yang berada di bangunan tinggi

III

Getaran dirasakan seperti ada kereta yang berat melintas.

IV

Getaran dirasakan seperti ada benda berat yang menabrak dinding rumah, benda tergantung bergoyang. Dapat dirasakan di luar rumah, hiasan dinding bergerak, benda kecil di atas rak mampu jatuh.

VI

Terasa oleh hampir semua orang, dinding rumah rusak.

19

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C)

VII

Dinding pagar yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat berjalan/berdiri.

VIII

Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan.

IX

Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan tekuk.

Jambatan dan tangga rusak, terjadi tanah longsor. Rel kereta api bengkok. Rel kereta api rusak. Bendungan dan tanggul hancur. Seluruh bangunan hampir hancur dan terjadi longsor besar. Efek bencana yang lain seperti tsunami, dan kebakaran. Seluruh bangunan hancur lebur. Batu dan barang-barang terlempar ke udara. Tanah bergerak seperti gelombang. Kadang- kadang aliran sungai berubah. Pasir dan lumpur bergeser secara horizontal. Air dapat terlempar dari danau, sungai dan kanal. Diikuti dengan suara gemuruh yang besar. Biasanya bisa menyebabkan longsor besar, kebakaran, banjir, tsunami di daerah pantai, dan aktivitas gunung berapi. Pasir dan tanah halus terlihat meledak.

XI

XII

C. Prinsip Kerja Seismograf Gempa bumi adalah getaran atau vibrasi permukaan bumi.Perhatikan kata permukaan. Permukaan berarti hanya kerak bumi, suatu patahan di mana satu bongkah batu telah bergesekan dengan batu lain dengan kekuatan dan gesekan yang sangat besar. Energi dari gesekan ini diubah menjadi getaran di dalam batu-batuan.Dan getaran ini dapat terasa sampai ribuan mil. Sekarang getaran-getaran gempa bumi ini adalah sejenis gerakan gelombang yang bergerak pada kecepatan yang berbeda-beda melalui kerak bumi yang berbatu-batu. Karena getaran-getaran itu mencapai jarak yang jauh dan merambat melalui batu-batuan, pada waktu getaran-getaran ini sampai di kota kamu, kamu bahkan tidak dapat melihatnya. Tetapi seismograf dapat mencatat semua getaran ini. Bayangkan sebuah balok atau pelat beton.Sebuah grafik yang ditempelkan balok atau pelat itu menonjol keluar.Grafik itu sejajar dengan tanah, seperti lembaran kertas.Di atasnya, sebuah balok menonjol keluar dari tempat tergantungnya suatu beban. Pada dasar beban itu terdapat sebuah 20

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) pena, yang menyentuh grafik itu. Sekarang muncul gelombang gempa bumi.Balok beton bergerak dan demikian juga grafik yang menempel padanya.Tetapi beban yang digantung tidak bergerak. Jadi, pena itu membuat tanda-tanda pada grafik itu pada waktu pena itu bergerak dan kita memperoleh catatan tentang gempa bumi. Tentu saja alat ini dibuat dengan sangat teliti sehingga gerakan yang pling kecil sekalipun dapat dicatat.
Jadi, sistem pengukuran yang terjadi pada seismograf ada 3 tingkatan :

1. Tingkat 1 : tingkat pendeteksi Fungsinya adalah untuk untuk mendeteksi getaran di bawah tanah oleh alat yang tertancap di tanah. 2. Tingkat 2 : tingkat perantara getaran Fungsinya adalah menyalurkan getaran dari alat yang tertancap di tanah, biasanya berbentuk tali atau semacamnya yang dapat menyalurkan getaran. 3. Tingkat 3 : tingkat penerima getaran Fungsinya adalah menerima getaran dari perantara ke massa yang jadi satu dengan pena, sehingga pena tersebut bergerak sesuai getaran yang diterima.

Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita magnetik, atau media rekaman lain. Rekaman ini berbanding lurus dengan gerakan massa Seismometer relatif terhadap bumi, tetapi bisa dikonversikan secara matematis kedalam rekaman dari pergerakan mutlak tanah/bumi. Seismograf umumnya merupakan sebuah seismometer dengan alat perekamnya sebagai satu unit alat.

Prinsip Kerja Hidrofon Source signature adalah karakteristik pulsa akustik (acoustic pulse) yang dihasilkan oleh sumber gelombang seismik.Pada akusisi seismik marine, source signature diukur dengan meletakkan perekam (hydrophone) pada kedalaman tertentu yang biasanya 90 meter di bawah sumber gelombang (air gun). Marine source signature memiliki tiga elemen penting yakni direct arrival atau gelombang yang merambat dari sumber langsung ke penerima, source ghost yang terefleksikan oleh batas air udara dan bubble pulse yang dihasilkan oleh gelembung udara akibat ledakan.

21

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Gambar di bawah ini adalah arsitektur marine source signature dalam domain waktu dan domain frekeunsi.

Sebuah souce signature yang baik harus memiliki direct arrival yang dominan, memiliki inteferensi konstruktif antara direct arrival dan ghost serta memiliki interferensi bubbles yang minimum. Interferensi dekstruktif dari ghost dapat dihindarkan dengan meletakkan air gun pada kedalaman tertentu sehingga ghost notch tidak terletak pada rentang frekuensi gelombang seismik yang dikehendaki. Hubungan antara frekuensi ghost dengan kedalaman dapat digambarkan dengan persamaan sbb:

22

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C)

Dimana k adalah integer 0, 1, 2, 3, dst, Vair adalah kecepatan gelombang seismik pada air (~1485m/s), dperekam kedalaman hydrophone (biasanya 7 meter), adalah sudut arah penjalaran gelombang terhadap garis vertikal. Jika diasumsikan =70o maka akan diperoleh fghostpertama=0 dan fghost berikutnya ~110Hz. Pada kondisi ini, jika rentang frekuensi seismik yang umumnya 3-85Hz akan terhindar dari interferensi ghost notch. Pengaruh intereferensi bubbles dapat dihindari dengan mendesain volume airgun yang berbeda-beda. Karena pada praktiknya, air gun tersebut merupakan rangkaian dari beberapa kompresor udara dengan kapasitas volume yang berbeda yang dinyalakan pada waktu yang bersamaan. Sehingga, selain memiliki keuntungan jumlah energi yang besar, rangkaian sumber dengan perbedaan volume tersebut akan memberikan efek destructive interference antara satu bubble dengan bubble yang lainnya. Hal ini disebabkan karena waktu munculnya bubble merupakan fungsi dari dari volume, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini:

23

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Geophone

Geophone adalah sebuah transducer pergerakan tanah yang sangat sensitif.Sebuah geophone mengubah energi seismik, atau vibrasi, menjadi tegangan listrik yang dapat diukur secara akurat. Ketika terjadi vibrasi yang menyebabkan geophone atau magnet yang berada di dalam geophone bergerak, lilitan akan tetap diam karena kelembamannya. Pergerakan magnet relatif terhadap lilitan ini menimbulkan tegangan listrik yang proporsional terhadap kecepatan relatif lilitan terhadap magnet.

Penampang bagian dalam geophone

24

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) Geophone bekerja berdasakan hukum Faraday, dimana pada sebuah kumparan akan terjadi arus listrik apabila pada kumparan tersebut terjadi perubahan fluk magnet terhadap waktu. Besarnya tegangan yang terjadi berbanding lurus dengan besarnya perubahan fluk terhadap waktu tersebut.

Dimana: - V = tegangan output - = perubahan fluks magnet - t = perubahan waktu - G = konstanta transducer - = pergerakan relatif

Diagram perubahan getaran menjadi sinyal listrik pada geophone Sebuah seismograf, atau Seismometer, adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam gempa bumi. Umumnya, terdiri dari massa yang melekat pada dasar yang tetap. Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita magnetik, atau media rekaman lain. Rekaman ini berbanding lurus dengan gerakan massa Seismometer relatif terhadap bumi, tetapi bisa dikonversikan secara matematis kedalam rekaman dari pergerakan mutlak tanah/bumi. Seismograf umumnya merupakan sebuah seismometer dengan alat perekamnya sebagai satu unit alat. Gempa bumi adalah getaran atau vibrasi permukaan bumi.Perhatikan kata permukaan. Permukaan berarti hanya kerak bumi, suatu patahan di mana satu bongkah batu telah bergesekan dengan batu lain dengan kekuatan dan gesekan yang sangat besar. Energi dari gesekan

25

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) ini diubah menjadi getaran di dalam batu-batuan.Dan getaran ini dapat terasa sampai ribuan mil. Sekarang getaran-getaran gempa bumi ini adalah sejenis gerakan gelombang yang bergerak pada kecepatan yang berbeda-beda melalui kerak bumi yang berbatu-batu. Karena getaran-getaran itu mencapai jarak yang jauh dan merambat melalui batu-batuan, pada waktu getaran-getaran ini sampai di kota kamu, kamu bahkan tidak dapat melihatnya. Tetapi seismograf dapat mencatat semua getaran ini. Bayangkan sebuah balok atau pelat beton.Sebuah grafik yang ditempelkan balok atau pelat itu menonjol keluar.Grafik itu sejajar dengan tanah, seperti lembaran kertas.Di atasnya, sebuah balok menonjol keluar dari tempat tergantungnya suatu beban. Pada dasar beban itu terdapat sebuah pena, yang menyentuh grafik itu. Sekarang muncul gelombang gempa bumi.Balok beton bergerak dan demikian juga grafik yang menempel padanya.Tetapi beban yang digantung tidak bergerak. Jadi, pena itu membuat tanda-tanda pada grafik itu pada waktu pena itu bergerak dan kita memperoleh catatan tentang gempa bumi. Tentu saja alat ini dibuat dengan sangat teliti sehingga gerakan yang pling kecil sekalipun dapat dicatat. Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita magnetik, atau media rekaman lain. Rekaman ini berbanding lurus dengan gerakan massa Seismometer relatif terhadap bumi, tetapi bisa dikonversikan secara matematis kedalam rekaman dari pergerakan mutlak tanah/bumi. Seismograf umumnya merupakan sebuah seismometer dengan alat perekamnya sebagai satu unit alat. Setiap alat seismograf dibuat secara perhitungan khusus.Tetapi kelebihan dan kekurangan alat tersebut pasti ada, itu dikarenakan alat tersebut berfungsi untuk mengetahui atau mendekteksi getaran, atau gempa bumi. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan seismograf : a. Kelebihan Seismograf Kelebihan seismograf termasuk dari fungsi seismograf itu sendiri.Karena seismograf terdapat banyak jenis dan macamnya.Jadi, seismograf mempunyai tugas masing-masing. Berikut adalah kelebihan seismograf : 1. Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur Gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala pengukuran gempa tersebut terdiri dari skala Richter dan Skala Mercalli . Skala Richter digunakan untuk menggambarkan besaran gempa, sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia. 26

RONY PRANATA 1112140013 FISIKA SAINS (C) 2. Karena seismograf lama terdiri dari 2 macam yaitu Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal. b. Kekurangan Seismograf Alat seismograf dapat mengetahui getaran sekecil mungkin, tetapi bukan berarti seismograf tidak mempunyai kelemahana atau kekurangan. Kekurangan seismograf tersebut disebabkan oleh : 1. Jika getaran yang terlalu kuat membuat seismograf tidak mampu membuat catatan, karena tangkai alat pencatat bisa mengalami kerusakan. 2. Karena seismograf adalah alat yang selalu didekatkan dekat dengan lokasi getaran. Jadi, ada peraturan yang memasang seismograf tersebut pada saat getaran besar terjadi, karena melalui beberapa pertimbangan.

27