Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PRA PRAKTIKUM

FISIKA UMUM
PESAWAT ATWOOD
Tanggal Pengumpulan : Senin, 06 November 2017

Nama : Jannatul Firdausiyah


NIM : 11170161000010

Kelompok/kloter : 6 (Enam)/1 (satu)


Nama Anggota :
1. Raudatul Wardah (11170161000024)
Kelas : Pendidikan Biologi 1

LABORATORIUM FISIKA DASAR

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
PESAWAT ATWOOD

1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang pesawat atwood?


Pesawat atwood adalah alat yang digunakan untuk menjelaskan hubungan
antara tegangan, energi potensial, dan energi kinetik dengan menggunakan 2 pemberat
(massa berbeda) dihubungkan dengan tali pada sebuah katrol. Benda yang lebih berat
diletakkan lebih tinggi posisinya dibanding yang lebih ringan. Jadi benda yang berat
akan turun karena gravitasi dan menarik benda yang lebih ringan karena ada tali dan
katrol (Sutrisno, 1977 : 121).
Terdapat dua gaya yang bekerja pada masing-masing benda, yaitu gaya T ke
atas dari tali dan gaya gravitasi ke bawah. Dalam keadaan ini dimana katrolnya
dianggap tidak bermassa tanpa gesekan, tegangan tali pada kedua sisi katrol adalah
sama. Jika katrolnya bermassa dan atau memiliki gesekan, tegangan pada setiap
sisinya menjadi tidak sama. Jika memiliki massa yang sama pada kedua sisi atwood,
sistemnya akan setimbang dan seharusnya tidak akan bergerak dipercepat. Dengan
demikian, massa yang lebih besar seharusnya akan jatuh begitu saja, seolah-olah
massa yang lebih kecil tidak ada. Alat ini sering digunakan dalam laboratorium untuk
mengukur kecepatan jatuh bebas. Ketika benda yang satu bergerak ke atas, benda
yang lainnya bergerak ke bawah. Oleh karena benda ini dihubungkan oleh sebuah tali
yang inelastik, percepatan keduanya harus sama besar. Benda-benda pada pesawat
atwood ini dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan juga gaya-gaya yang diberikan oleh
tali-tali tersebut. Dengan demikian Hukum II Newton dapat kita klasifikasikan
(Jewett, 2014 : 193).

2. Jelaskan materi gerak lurus!


Gerak lurus adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus. Misalnya, gundukan
kelereng di atas lantai, dll. Pada umumnya gerak lurus dapat dikelompokkan menjadi
dua :
a. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana dalam
gerak ini kecepatannya tetap atau tanpa percepatan, sehingga jarak yang ditempuh
dalam gerak lurus beraturan adalah kelajuan kali waktu :
s = v. t
𝒔
V=𝒕

Keterangan :

V = kecepatan (m/s)

s = jarak/perpindahan benda (m)

t = waktu tempuh (s)

sebuah benda dikatakan gerak lurus beraturan, jika lintasan gerak benda
merupakan garis lurus dan lajunya tetap setiap saat, atau secara singkat dapat
dikatakan bahwa β€œkecepatan benda selalu tetap” (Kamajaya, 2007 : 76).
b. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah : Gerak lurus suatu objek, dimana
kecepatannya berubah terhadap waktu akibat adanya percepatan yang tetap. pada
umumnya GLBB didasari oleh Hukum Newton II (βˆ‘ 𝐹 = π‘š. π‘Ž) (Serway, 2014 :
231). Sebuah benda dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan, jika
kecepatan benda berubah secara beraturan terhadap waktu, dan gerak lintasan
benda tersebut berupa garis lurus. Kecepatan benda dapat bertambah secara
beraturan atau pun berkurang secara beraturan. Jika kecepatan benda bertambah
secara beraturan, benda dikatakn bergerak lurus berubah beraturan dipercepat.
Jika kecepatan benda berkurang secara beraturan, benda dikatakan bergerak lurus
beraturan diperlambat (Kamajaya, 2007 : 84).

Rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) ada 3 yaitu:


𝑣𝑑= 𝑣0 + π‘Žπ‘‘
1
𝑠 = 𝑣0 𝑑 + 2 π‘Žπ‘‘ 2
𝑣𝑑2 = 𝑣02 + 2 π‘Žπ‘ 
Keterangan:
𝑣𝑑 = kecepatan akhir atau kecepatan setelah t sekon (m⁄s)
𝑣0 = kecepatan awal (m/s)
a = percepatan (m⁄s2 )
t = selang waktu (s)
s = jarak tempuh (m)

3. Apa pengertian dari :


ο‚· Kelajuan
Kelajuan adalah besaran skalar atau nilai kecepatan yang telah dilepaskan dari
segala indikasi arah.

jarak tempuh βˆ†π‘₯
Kelajuan = = 𝑣=
selang waktu βˆ†π‘‘

Kelajuan di definisikan sebagai perbandingan antara jarak yang ditempuh


benda dengan selang waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak itu
(abdullah, 2006 : 144).
Jarak tempuh dan selang waktu merupakan besaran skalar. Oleh karena itu,
kelajuan sebagai operasi pembagian antara keduanya juga termasuk besaran
skalar (Pauliza, 2008 : 23-24).

ο‚· Kecepatan
Kecepatan adalah besaran vektor yang menunjukkan seberapa cepat
benda berpindah. Besar dari vektor ini disebut dengan kelajuan dan
dinyatakan dalam satuan meter per sekon (m/s atau msβˆ’1). Sebuah
benda yang kecepatannya berubah dikatakan mengalami percepatan.
Percepatan dibagi menjadi dua bagian yaitu, percepatan rata-rata dan
percepatan sesaat. Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan
kecepatan dibagi dengan waktu yang digunakan untuk membuat
perubahan.

Rumus kecepatan rata-rata :

βˆ†π‘Ÿ π‘Ÿπ΅βˆ’π‘Ÿπ΄
𝑣= =
βˆ†π‘‘ π‘‘π΅βˆ’π‘‘π΄
dengan:
v = kecepatan rata-rata (m/s)
Ξ”r = perpindahan (m)
Ξ”t = selang waktu (s)

Persamaan diatas apabila dinyatakan dalam vektor satuan, maka

βˆ†π‘₯𝑖+βˆ†π‘¦π‘— βˆ†π‘₯ βˆ†π‘¦
v= = 𝑖+ 𝑗, 𝑣 = 𝑣π‘₯ 𝑖 + 𝑣𝑦 𝑗
βˆ†π‘‘ βˆ†π‘‘ βˆ†π‘‘

dengan :

v= kecepatan rata-rata
Ξ½x = Ξ”x/Ξ”t = komponen kecepatan rata-rata pada sumbu x
Ξ½y = Ξ”y/Ξ”t = komponen kecepatan rata-rata pada sumbu y
Tanda garis di atas besaran v menyatakan harga rata-rata, arah kecepatan rata-
rata vsearah dengan perpindahan Ξ”r . kecepatan sesaat merupakan limit dari
kecepatan rata-rata untuk selang waktu mendekati nol. Kecepatan sesaat sama
dengan besarnya perubahan sesaat dari posisi terhadap waktu. Rumusnya
adalah :

βˆ†π‘Ÿ 𝑑π‘₯
𝑣 = lim =
βˆ†π‘‘β†’0 βˆ†π‘‘ 𝑑𝑑

dx/dt adalah turunan pertama fungsi vektor posisi terhadap waktu.


jika r = xi + yj dan Ξ”r = Ξ”xi + Ξ”yj

maka,

𝑣 = lim (
βˆ†π‘‘β†’0
βˆ†π‘₯
βˆ†π‘‘
𝑖 + βˆ†π‘¦
βˆ†π‘‘ 𝑗)
𝑑
𝑣= (xi + yj )
𝑑𝑑

𝑑π‘₯ 𝑑𝑦
𝑣= 𝑖+ 𝑗
𝑑𝑑 𝑑𝑑
𝑣 = 𝑣π‘₯ 𝑖 + 𝑣𝑦 𝑗

Dengan:
V = vektor kecepatan sesaat (m/s)
Ξ½x = dx/dt komponen kecepatan sesaat pada sumbu x (m/s)
Ξ½y = dy/dt komponen kecepatan sesaat pada sumbu y (m/s)

Arah kecepatan sesaat merupakan arah garis singgung lintasan di titik tersebut
(Young and Freedman, 2002 : 32).

ο‚· Vektor

Vektor adalah suatu konsep fisika yang tidak dapat dipisahkan dengan arah
dan dapat ditentukan secara lengkap hanya jika besar (atau magnitudo) dan
arahnya diketahui. Banyak konsep fisika seperti seperti perpindahan,
kecepatan, percepatan, gaya, dan momentum adalah besaran vektor. Secara
umum, sebuah vektor (yang berarti suatu jumlah terentu dari beberapa besaran
vektor) dilukiskan sebagai segmen garis terarah, dan secara grafis
dilambangkan dengan sebuah anak panah (yang digambar dengan skala) yang
besar dan arahnya menentukan vektor tersebut (Bucche, 2006 : 2).

ο‚· Skalar

Skalar adalah suatu besaran yanng mempunyai besar dan tidak mempunyai
arah, seperti jarak, kelajuan, massa, atau temperatur (tipler, 1991 : 53). Skalar
dinyatakan seperti bilangan biasa dan dijumlahkan dan dikurangkan dengan
cara biasa (Bucche, 2006 : 2).

ο‚· Percepatan

Percepatan adalah tingkat di mana kecepatan benda berubah terhadap waktu.


Percepatan merupakan suatu vektor yang menunjuk ke arah yang sama dengan
perubahan kecepatan. Ini adalah besaran vektor karena mempunyai besaran
dan arah. Percepatan disertai dengan gaya, seperti yang dijelaskan pada
Hukum Newton. Percepatan dibagi menjadi dua yaitu, Percepatan rata-rata
didefinisikan sebagai perbandingan perubahan kecepatan dengan selang
waktunya. Secara matematis ditulis sebagai berikut:

π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› βˆ†π‘£ 𝑣2βˆ’π‘£1


a= = =
π‘ π‘’π‘™π‘Žπ‘›π‘” π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’ βˆ†π‘‘ 𝑑2βˆ’ 𝑑1
Percepatan rata-rata negatif artinya sama dengan perlambatan rata-rata.

Percepatan Sesaat

Percepatan rata-rata tidak menggambarkan percepatan pada suatu waktu


tertentu. Percepatan pada waktu tertentu disebut dengan percepatan sesaat atau
dalam kehidupan sehari-hari hanya disebut percepatan.

Percepatan sesaat didefinisikan sebagai limit percepatan rata-rata ketika selang


waktunya mendekati nol (sangat kecil). Secara matematis ditulis sebagai
berikut:

βˆ†π‘£
π‘Ž = lim
βˆ†π‘‘β†’0 βˆ†π‘‘

(Kliksma, 2014 : http://kliksma.com/2014/12/pengertian-percepatan-dalam-


fisika.html).

4. Apakah hipotesis pada percobaan ini menurut kamu?

Hipotesis pada percobaan ini adalah adanya Hukum-Hukum Newton yaitu hukum I
dan II yang berlaku. Suatu beban benda akan dipengaruhi oleh gaya berat dan juga
gaya gravitasi, dan beban benda akan mempengaruhi kecepatan dan percepatan.

2𝑠
5. Buktikan persamaan π‘Ž =
𝑑2
1
𝑠 = 𝑉0 + 2 π‘Žπ‘‘ 2
1 ada step yang kelewat
𝑠= π‘Žπ‘‘ 2
2

2𝑠 = π‘Žπ‘‘ 2
2𝑠
π‘Ž= 𝑑2
π‘š1 π‘š2 (1+1)
6. Buktikan rumus T = π‘š1+ π‘š2

βˆ‘ 𝐹1 = π‘š1 . π‘Ž
𝑇 βˆ’ π‘š1 . 𝑔 = π‘š1 . π‘Ž
𝑇 = π‘š1 . 𝑔 + π‘š1 . π‘Ž …(Persamaan 1)

βˆ‘ 𝐹2 = π‘š2 . π‘Ž
π‘š2 . 𝑔 βˆ’ 𝑇 = π‘š2 . π‘Ž
π‘š2 .π‘”βˆ’π‘‡
π‘Ž= …(Persamaan 2)
π‘š2

Substitusikan pers.2 ke 1:
𝑇 = π‘š1. 𝑔 + π‘š1. π‘Ž
π‘š2 .π‘”βˆ’π‘‡
𝑇 = π‘š1. 𝑔 + π‘š1. ( )
π‘š2
π‘š1 .π‘š2 .𝑔 𝑇.π‘š1
𝑇 = π‘š1. 𝑔 + βˆ’
π‘š2 π‘š2
π‘š1 .π‘š2 .𝑔 π‘š1 .π‘š2 .𝑔 𝑇.π‘š1
𝑇= + βˆ’
π‘š2 π‘š2 π‘š2

𝑇. π‘š2 = π‘š1. π‘š2 . 𝑔 + π‘š1. π‘š2 . 𝑔 βˆ’ 𝑇. π‘š1
𝑇. π‘š2 + 𝑇. π‘š1 = π‘š1. π‘š2. 𝑔 + π‘š1. π‘š2. 𝑔
𝑇(π‘š2 + π‘š1) = π‘š1 . π‘š2 . 𝑔 (1 + 1)

π‘š1. π‘š2. 𝑔 (1 + 1)
𝑇=
π‘š2 + π‘š1

7. Hukum Newton berapakah yang bekerja pada pesawat atwood?

ο‚· Hukum I Newton

Setiap benda berada dalam keadaan diam , atau terus bergerak lurus dengan
kecepatan seragam, selama tidak ada gaya neto yang bekerja padanya. Hukum
pertama ini ada kaitannya dengan gerak.
ο‚· Hukum II Newton berlaku, karena pesawat atwood bekerja dengan
memanfaatkan hukum tersebut, yaitu percepatan sebuah benda, berbanding
lurus dengan gaya total yang bekerja dan berbanding terbalik dengan
massanya. Hukum kedua Newton ini tentang gerak yang mengaitkan deskripsi
gerak dengan sebab terjadinya gerak, yaitu gaya. Dari Hukum kedua Newton,
kita dapat mendefinisikan yang lebih tepat mengenai gaya sebagai suatu
tindakan yang mampu mempercepat gerak suatu benda (giancoli, 2014 : 96).

8. Jelaskan bagaimana cara kerja lift!

Lift/elevator adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk


mengangkut orang atau barang. Lift umumnya digunakan di gedung-gedung
bertingkat tinggi; biasanya lebih dari tiga atau empat lantai. Gedung-gedung yang
lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau escalator

Cara kerja lift elevator secara umum yaitu elevator berjalan ke arah atas atau
ke arah bawah. Perubahan arah atas dan arah bawah tersebut diatur
berdasarkan permintaan tertinggi dan permintaan terendah. Maksudnya adalah jika
elevator sedang berjalan ke arah atas, arah elevator akan berubah menjadi bawah jika
telah melayani permintaan pada lantai paling atas, begitu pula dengan arah bawah jika
elevator sedang berjalan ke arah bawah, arah elevator akan berubah menjadi atas jika
telah melayani permintaan lantai paling bawah.
Sistem kerja elevator dapat dibagi menjadi dua yaitu Simplex (tunggal) dan
Duplex (ganda). Yang dimaksud dengan sistem kerja Simplex adalah elevator bekerja
secara masing-masing atau tidak saling berhubungan satu sama lain. Contohnya
adalah dalam sebuah gedung terdapat 4 buah elevator dengan 4 buah tombol, apabila
tombol pertama ditekan tidak akan mempengaruhi elevator lainnya, sedangkan yang
dimaksud dengan sistem kerja Duplex adalah sistem elevator yang saling
berhubungan satu sama lain untuk menyelesaikan tugasnya. Contoh dalam sebuah
gedung bertingkat di dalamnya terdapat 4 buah elevator dengan 2 tombol, jika salah
satu tombol ditekan maka kedua tombol akan menyala dan salah satu dari keempat
elevator akan melayani permintaan yang diminta.

Dalam hal kecepatan, masih statis, jadi walalupun kerja elevator sibuk atau
tidak, kecepatan elevator tersebut tetap sama. Kecepatan elevator ditentukan oleh
letak zone di mana elevator tersebut melayani
(Anonim,2012 https://belajarplconline.com/2012/12/10/cara-kerja-elevator-atau-lift/).

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Mikrajuddin. 2006. IPA Fisika SMP dan MTS Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Bucche, Frederick J. and Eugene Hecht. 2006. Fisika Universita. Jakarta: Erlangga.

Giancoli, Douglas C. 2014. Fisika Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.

Jewett, John W. dan Raymond Serway. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Salemba
Teknika.

Kamajaya. 2008. Cerdas Belajar Fisika. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Pauliza, Oza. 2008. Kelompok Teknologi dan Kesehatan. Bandung : Grafindo Media

Sutrisno. 1977. Fisika Dasar. Jakarta : Erlangga

Young, Hugh D. and Roger A. Freedman. 2002. Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga.
Anonim. 2012. Prinsip Kerja elevator. Diambil
dari https://belajarplconline.com/2012/12/10/cara-kerja-elevator-atau-lift/. (Diakses
pada tanggal 04 Nopember 2017 pukul 21.12 WIB).

Kliksma. 2014. Pengertian Percepatan Dalam Fisika. Diambil dari


http://kliksma.com/2014/12/pengertian-percepatan-dalam-fisika.html. (Diakses pada
tanggal 04 Nopember 2017 pukul 22.34 WIB).

Anda mungkin juga menyukai