0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
752 tayangan5 halaman

Panduan Skema Fraud ACFE

Skema fraud dibagi menjadi 3 kategori utama yaitu korupsi, penyalahgunaan aset, dan pelaporan keuangan. Korupsi meliputi konflik kepentingan, suap, persenan ilegal, dan pemerasan ekonomi. Penyalahgunaan aset dapat terjadi pada kas tunai, persediaan, atau aset lainnya melalui pencurian, penggelapan, atau penyalahgunaan. Pelaporan keuangan dapat melibatkan pengung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
752 tayangan5 halaman

Panduan Skema Fraud ACFE

Skema fraud dibagi menjadi 3 kategori utama yaitu korupsi, penyalahgunaan aset, dan pelaporan keuangan. Korupsi meliputi konflik kepentingan, suap, persenan ilegal, dan pemerasan ekonomi. Penyalahgunaan aset dapat terjadi pada kas tunai, persediaan, atau aset lainnya melalui pencurian, penggelapan, atau penyalahgunaan. Pelaporan keuangan dapat melibatkan pengung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : MULIANI

NO.ABSEN : 16
MAKSI

BAB 3
SKEMA FRAUD

Model ACFE untuk mengelompokkan Fraud yang dikenal sebagai Fraud Tree. Ini
mengkategorikan skema fraud individu ke dalam model klasifikasi kategori, sub kategori, dan
micro categories. Tiga kategori utama (tingkat teratas) adalah: (1) fraud korupsi, (2 )fraud
penyalahgunaan aset, dan (3) fraud laporan keuangan.

Gambar 1
Fraud Tree
1. Corruption (Korupsi)
Korupsi merupakan tindakan oleh orang-orang yang memiliki kedudukan di
instansi/perusahaannya, yang secara tidak sah dan tidak dapat dibenarkan dengan
memanfaatkan perkerjaannya untuk mendapatkan keuntungan untuk dirinya maupun orang
lain, dengan melanggar kewajiban dan hak orang lain. Studi CEF menunjukkan empat jenis
utama korupsi yaitu:
Conflicts of Interest (Konflik Kepentingan).
Konflik kepentingan muncul ketika seorang karyawan bertindak atas nama
kepentingan pihak ketiga ketika melakukan kewajibannya atau memiliki kepentingan pribadi
dalam aktivitas yang dilakukan. Ketika hal ini tidak diketahui oleh perusahaan dan
mengakibatkan kerugian berarti telah terjadi fraud.
Bribery (Penyuapan).
Penyuapan melibatkan pemberian, penawaran, permohonan atau penerimaan berbagai
hal yang bernilai untuk mempengaruhi seorang petugas dalam melaksanakan kewajiban
utamanya. Fraud penyuapan menipu entitas akan hak jujur dan jasa kesetiaan dari mereka
yang dipekerjakan.
Illegal Gratuities (Persenan Ilegal).
Melibatkan pemberian, penerimaan, penawaran atau permohonan sesuatu yang
berharga karena tindakan resmi yang dilakukan. Transaksinya terjadi setelah fakta tersebut
dilakukan.
Economic Extortion (Pemerasan Ekonomi).
Penggunaan (ancaman) kekuatan (termasuk sanksi ekonomi) oleh individual atau
organisasi untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai. Item yang benilai tersebut dapat berupa
aktiva keuangan, informasi, dan kerjasama untuk mendapatkan keputusan yang diinginkan
mengenai sesuatu yang dikaji.

2. Asset Misappropriation (Penyalahgunaan Aset)


Aset dapat disalahgunakan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk
kepentingan pelaku penipuan. 85% fraud yang diliputi studi ACEF jatuh pada kategori ini.
Transaksi-transaksi yang melibatkan kas, akun pengecekan, persediaan, perlengkapan,
peralatan dan informasi adalah aset-aset yang paling rentan disalahgunakan..
A. Cash
a. Theft of Cash on Hand
Pencurian uang tunai yang tersedia di perusahaan.
b. Theft of Cash on Hand
1) Skimming.
Dalam skimming kas dicuri sebelum kas tersebut secara fisik masuk keperusahaan.
Cara ini terlihat dalam fraud yang sangat dikenal oleh auditor, yaitu lapping
(a) Sales,
Dengan ciri-ciri penjualan tetap atau menurun dengan harga pokok penjualan yang
meningkatunrecorded, understated.
(b) Receivables
Dengan ciri-ciri meningkatnya piutang usaha dibandingkan dengan kas, write-off
schemes,lapping schemes
(c) Refunds and Other.
2) Cash Larceny
Berbeda dengan skimming makan larceny adalah menjarah kas ketika sudah masuk
dalam perusahaan.
c. Fraudulent Disbursements,
Pelaku melakukan trik agar perusahaan melakukan pengeluaran secara tidak benar.
Contoh yang umum adalah pelaku memasukkan faktur palsu atau kartu absen yang tidak
benar. Jenis-jenis Fraudulent Disbursements adalah:
1) Billing schemes
Skema dengan menggunakan proses pembebanan tagihan sebagai sarananya. Pelaku
dapat mendirikan perusahaan bayangan yang seolah-olah merupakan pemasok atau
rekanan atau kontraktor sungguhan.
2) Payroll schemes
Skema melalui pembayaran gaji. Bentuk permainannya antara lain dengan pegawai
atau karyawan fiktif. Atau dalam pemalsuan jumlah gaji. Jumlah gaji yang dilaporkan
lebih besar dari gaji yang dibayarkan.
3) Expense reimbursment schemes
Skema melalui pembayaran kembali biaya-biaya, misalnya biaya perjalanan. Contoh
seorang salesman mengambil uang muka perjalanan dan sekembalinya dari perjalanan
dia membuat perhitungan biaya perjalanan.
4) Check tampering
Pemalsuan Cek.
5) Register disbursements schemes
Pengeluaran yang sudah masuk dalam Cash Register.
B. Inventory and all Other Assets
a. Misuse (Penyalahgunaan Aset)
Penyalahgunaan aset organisasi nya tanpa benar-benar mencuri aset tersebut.
b. Larceny (Pencurian Aset)
Pencurian terhadap aset yang dimiliki perusahaan. Ada 4 jenis pencurian aset yaitu:
1) Asset Requisitions and Transfers
Penipuan yang melibatkan penggunaan internal dokumen seperti persediaan,
persediaan, atau peralatan yang akan dipindahkan dari satu lokasi lain atau
dialokasikan untuk proyek tertentu.
2) False Sales and Shipping
Pencurian yang melibatkan barang yang dijual dan akan dikirim perusahaan.
3) Purchasing and Receiving
Pencurian yang melibatkan barang yang telah dibeli dan tela diterima perusahaan.
4) Unconcealed Larceny
Terjadi ketika seorang karyawan mengambil aset dari perusahaan tanpa berusaha
menutupinya dalam pembukuan dan catatan. Kejahatan ini biasanya dilakukan
oleh karyawan yang memiliki akses ke inventaris dan aset lainnya, seperti
pegawai gudang personil dan persediaan.

3. Financial Statements Fraud (Kecurangan Laporan Keuangan)


Financial Statements Fraud adalah kecurangan laporan keuangan dapat didefinisikan
sebagai kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk penyajian laporan
keuangan yang merugikan investor dan kreditor.
A. Asset/revenue overstatements
Menyajikan asset atau pendapatan pada laporan keuangan lebih tinggi dari yang
sebenarnya.
a. Timing Differences
Bentuk kecurangan laporan keuangan dengan mencatat waktu transaksi lebih awal
dengan waktu transaksi yang sebenarnya, misalnya mencatat transaksi penjualan lebih
awal dari transaksi sebenarnya.
b. Fictitious Revenues
Mencatat penjualan barang atau jasa yang sebenarnya tidak terjadi.
c. Concealed Liabilities and Expenses
Memanipulasi dengan tidak mencatat hutang atau biaya yang sebenarnya, tidak
mencatat biaya yang dibiayai dari sumber pendapatan yang lain.
d. Improper Asset Valuations
Bentuk kecurangan laporan keuangan dengan melakukan penilaian yang tidak wajar
atau tidak sesuai prinsip akuntansi berlaku umum atas aset perusahaan dengan tujuan
untuk meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya.
e. Improper Disclosures
Bentuk kecurangan perusahaan yang tidak melakukan pengungkapan atas laporan
keuangan secara cukup dengan maksud untuk menyembunyikan kecurangan-
kecurangan yang terjadi di perusahaan, sehingga pembaca laporan keuangan tidak
mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi di perusahaan.
B. Asset/revenue understatements
Menyajikan asset atau pendapatan pada laporan keuangan lebih rendah dari yang
sebenarnya.
a. Timing Differences
Bentuk kecurangan laporan keuangan dengan mencatat waktu transaksi lebih lama
dengan waktu transaksi yang sebenarnya, misalnya mencatat transaksi penjualan
lebih lama dari transaksi sebenarnya
b. Understated Revenue
Tidak mencatat penjualan barang atau jasa yang sebenarnya terjadi atau dengan kata
lain mencatat pendapatan lebih rendah.
c. Overstated Liabilities and Expenses
Memanipulasi dengan mencatat hutang atau biaya yang lebih tinggi.
d. Improper Asset valuations
Bentuk kecurangan laporan keuangan dengan melakukan penilaian yang tidak wajar
atau tidak sesuai prinsip akuntansi berlaku umum atas aset perusahaan dengan tujuan
untuk menurunkan pendapatan dan menaikan biaya.

Anda mungkin juga menyukai